P. 1
Kuliah Pb Akper

Kuliah Pb Akper

|Views: 6|Likes:
Dipublikasikan oleh Dhamy Manesi

More info:

Published by: Dhamy Manesi on May 10, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2014

pdf

text

original

DASAR-DASAR MANAJEMEN BENCANA

PENGERTIAN DASAR UU: 2 4/07
• BENCANA : PERISTIWA/RANGKAIAN PERISTIWA YG MENGANCAM DAN MENGGANGGU KEHIDUPAN DAN PENGHIDUPAN MASY.YG DISEBABKAN, BAIK OLEH FAKTOR ALAM DAN ATAU NON ALAM MAUPUN FAKTOR MANUSIA SHG MENGAKIBATKAN TIMBULNYA KORBAN JIWA MANUSIA, KERUSAKAN LINGKUNGAN, KRUGIAN HARTA BENDA DAN DAMPAK PSIKOLOGIS.

BAHAYA DAN KERENTANAN

Bahaya

Kerentanan

RESIKO =
BAHAYA x KERENTANAN

Bahaya Bencan Kerentan an a

PENGURANGAN RESIKO BENCANA

Mengurangi Kerentanan

Bahaya

Kerentanan

JENIS BENCANA –UU 24/2007
• BENCANA ALAM : GEMPA BUMI, ANGIN TOPAN, LONGSOR, BANJIR, TSUNAMI, WABAH DLL • BENCANA NON ALAM : KEBAKARAN HUTAN, KECELAKAAN TRANSPORTASI, LEDAKAN NUKLIR, DAMPAK INDUSTRI, PENCEMARAN LINGKUNGAN DLL • BENCANA SOSIAL : KERUSUHAN /KONFLIK SOSIAL.

Bencana Alam
Geologis: GEMPA TEKTONIK, VULKANIS, GERAKAN TANAH, TSUNAMI, BANJIR LAHAR, BANJIR BANDANG,TANAH LONGSOR, DLL
KLIMATOLOGI/HIDROLOGI/METEOROLOGI ; KEKERINGAN,KEBAKARAN HUTAN, BANJIR/AIR BAH, ANGIN TOPAN, HAMA PENYAKIT, WABAH PENYAKIT, GELOMBANG UDARA PANAS / LA NINA DAN EL NINO

AZAS PB
• KEMANUSIAAN • KEADILAN • KESAMAAN KEDUSUKAN DLM HUKUM DAN PEMERINTAGAN • KESIMBANGAN, KESELARASAN DAN KESERASIAN • KETERTIBAN DAN KEPASTIAN HUKUM • KEBERSAMAAN • KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP • PITEK

PRINSIP PB
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. CEPAT DAN TEPAT PRIORITAS KOORDINASI DAN KETERPADUAN BERDAYAGUNA DNA BERHASIL GUNA TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEMITRAAN PEMBERDAYAAN NON DISKRIMINATING NONPROLETISI: TDK MENYEBARKAN AGAMA/KEYAKINAN PD SAAT PEMEBRIAN BANTUAN DAN PELAYANAN DARURAT BENCANA.

TUJUAN PB
• BERI PERLINDUNGAN PD MASY • MENGHARGAI BUDAYA LOKAL • MEMBANGUN PARTISIPASI DAN KEMITRAAN PUBLIK/SWASTA • MENDORONG SEMANGAT GOTONG ROYONG, KESETIAKAWANAN DAN KEDERMAWAAN • MENCIPTAKAN PERDAMAIAN DLM MASY.

PENENTUAN STATUS BENCANA
• • • • JML KORBAN KERUGIAN HARTA BENDA KERUSAKAN PRASARAN DAN SARANA CAKUPAN LUAS WILAYAH TERKENA- AFFECTED AREA • DAMPAK SOS EK YG DITIMBULKAN.

DAMPAK BENCANA SECARA UMUM
• • • • KEMATIAN KESAKITAN DAN CACAT KEHILANGAN HARTA MILIK KERUSAKAN LAHAN PERTAHIAN/INDUSTRI/USAHA • KERUSAKAN INFRASTRUKTUR • GGN PSIKO SOSIAL DLL

CIRI-CIRI BENCANA GEMPA
• TDK ADA PERINGATAN • BISA BERULANG-UPANG • BIASANYA DAERAHNYA SUDAH DIKENAL/ADA PATAHAN KERAK BUMI. • KORBAN BANYAK YANG LUKA DAN PATAH TULANG • SULIT AIR • ADA DIARE SESUDAHNYA

LETUSAN GUNUNG API
• • • • • • BISA DIMONITOR MELALUI PENCATATAN BISA GEMPA, ABU, LAVA PANAS, LAHAR DLL KERUSAKAN LINGKUNGAN GANGGUAN SALURAN PERNAPASAN AIR SULIT ABU PANAS : INHALASI, PENYAKIT MATA

LEMPENG TEKTONIK DUNIA
5.4

EURASIAN plate
3.7 5.4

Eurasian plate

1.8 Eurasian plate Juan de Fuca plate Philippin e plate 5.5 Pasific plate 11.7 North American plate 2.5 South American 17.2 plate NAZCA plate 2.3 3.0 2.0 African plate 2.0 3.0

1.1

IndoAustralian plate 7.3

10. 5

10.5PACIFIC plate

Coco s plate

7.7 3.7 7.2 5.7 Antartic plate
DIVERGENT PLATE BOUNDARY

4.1

1.3 1.7

Scotia plate

INDOAUSRALIA plate

A

B

CONVERGEN T PLATE BOUNDARY

C

TRANSFORM PLATE BOUNDARY

Bencana-bencana di Indonesia (s/d saat ini 2006)
Jenis Bencana
Banjir Tanah longsor Kebakaran kota

%
25 % 20 % 7%

Konflik sosial
Kebakaran hutan, lahan Angin Typhoon Gempabumi/Tsunami Kekeringan

8%
5% 5% 4% 20 %

Epidemi Gunung api Kegagalan teknologi

3% 2% 1%

Skala 1 ,indikasinya : Tidak terasa. Sklala 2 ,Indikasinya : Terasa oleh beberapa org , terutama yg berada didlm bangunan tinggi. Skala 3 , indikasinya : Terasa didlm rumah oleh beberapa org saja, getaran dirasakan spt ada truk yg lewat. Skala 4 , indikasinya : Terasa didlm rumah spt ada benda yg menabrak dinding rmh , barang yg digantung bergerak . Skala 5 , indikasinya : Dpt dirasakan diluar rmh , org yg tidur terbangun , benda benda dirak jatuh , meja dan daun pintu bergerak menutup dan membuka. Skala 6 , indikasinya : Terasa oleh semua org , buku buku yg ada dirak jatuh , eja dan kursi bergerak.

Skala 7 , indikasinya : Tembok yang tidak kuat pecah, org tidak dapat berdiri dan berjalan.

Skala 8 , indikasinya : Bangunan yg tidak kuat mengalami kerusakan,beberapa runtuh seperti menara tengki air , lereng curam longsor .
Skala 9 , indikasinya : bangunan yg tidak mengalami kerusakan parah, terjadi kerusakan pada pondasi dan rangka . Skala 10 , indikasinya : Jembatan , bendungan,tanggul rusak, terjadi tanah longsor yg dashat . Skala 11 , indikasinya : Pipa bawah tanah hancur dan rel kerata api rusak berat . Skala 12 , indikasinya : Seluruh bangunan akan hancur dan tidak ada yg tersisa

GEMPA MERUSAK DAN TSUNAMI 1991 – 2004

Aceh 04 Molucca 98 Simeulue 02 Kerinci 95 Bengkulu 00 Banggai 00 Biak, 96

Manokwari 03
Nabire 04, 04

Liwa 94 Flores 92 Majalengka 01 Banyuwangi 94 Mataram 04 Alor 91 Alor, 04

EARTHQUAKE & TSUNAMI

EARTHQUAKE

TSUNAMI PRONE AREAS IN INDONESIA

Tzunami berasal dari bahasa Jepang , TZU yg artinya Pelabuhan dan NAMI yg artinya Gelombang. Adalah gelombang laut yg terjadi akibat adanya deformasi dasar laut secara tiba tiba. Deformasi tersebut bisa diakibatkan oleh: 1. Gempa; 2. Letusan gunung berapi; 3. Longsoran yg terjadi didasar laut. Saat ini, istilah Tzunami telah diterima secara internasional utk menamakan gelombang laut yg diakibatkan gempa letusan gunung api, dan longsororan didasar laut .

Tzunami dpt dibangkitkan oleh 3 ( tiga ) sumber penyebab utama Yaitu : a. Gempa b. Letusan Gunung Api c. Longsoran yg terjadi didasar laut

BANJIR
• • • • TANPA PERINGATAN PERLU EVAKUASI PROBLEM AIR MINUM SANITASI LINGKUNGAN

KEKERINGAN
• PENYEDIAAN AIR MINUM – DAN PENYAKIT MENULAR • KETAHANAN PANGAN-GIZI.

TUGAS PERORANGAN – 5 HARI
• CARI CIRI-CIRI , DAMPAK KESEHATAN DAN UPAYA PERTOLONGAN DARURAT DARI BENCANA BERIKUT : • KELAPARAN,
– – – – – – – TANAH LONGSOR, TSU NAMI, ANGIN TOPAN/BADAI WABAH PENYAKIT KEBAKARAN HUTAN KERACUNAN MAKANAN KECELAKAAN LALULINTAS LAUT.

PENGERTIAN TD
• ADALAH SERANGKAIAN KGTN YG DILAKUKAN SGR PD SAAT KEJADIAN BENCANA UTK MENANGANI DAMPAK BURUK YG DITIMBULKAN, AL MELIPUTI KGTN PENELAMATAN DAN EVAKUASI KORBAN DLL. • BANTUAN DARURAT : UPAYA MEMBERIKAN BANTUAN UTK MEMENUHI KEBUTUHAN DASAR PD SAAT KEADAAN DARURAT.

KEGIATAN POKOK TD
• PENGKAJIAN CEPAT • PENENTUAN STATUS DARURAT BENCANA • PENYELAMATAN DAN EVAKUASI KORBAN BENCANA • PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR • PERLINDUNGAN KELOMPOK RENTAN • PEMULIHAN DGN SEGERA PRASARANA DAN SARAN VITAL

PENGKAJIAN CEPAT
• Cakupan lokasi bencana • Jumlah korban ( hidup, luka2, meninggal) • Kerusakan prasarana dan sarana – kerugian harta benda • Ganggungan tata kehidupan dan fungsi pelayanan publik • Kemampuan sumber daya setempat yang ada • Kebutuhan dasar sementara.

PENYELAMATAN DAN EVAKUASI
• SAR- search and rescue ( kerja sama TNI dan POLRI. • Pertolongan darurat • Evakuasi korban • Pencarian mayat • Posko kesehatan- depan dan belakang. • Tim ambulans

PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR
• • • • • • AIR BERSIH DAN SANITASI (KAKUS) PANGAN SANDANG( PAKAIAN DAN SELIMUT) YANKES- TRIAGE KHUSUS KESEHATAN YAN PSIKOSOSIAL PENAMPUNGAN DAN TEMPAT HUNIAN

SOFT SKILL …..

TATAP MUKA KE 2.

II. MANAJEMEN BENCANA DAN KEDARURATAN
MANAJEMEN BENCANA

MANAJEMEN RESIKO BENCANA MITIGASI KESIAPSIAGAAN MANAJEMEN KEDARURATAN MANAJEMEN PEMULIHAN

PRA BENCANA

SAAT BENCANA

PASCA BENCANA

KESIAPAN RENCANA KONTINJENSI Peringatan Dini
KESIAPSIAGAAN

Kajian Kilat

PENANGGULANGAN

RENCANA OPERASIONAL

Peninjauan
TANGGAP DARURAT

RENCANA REHAB

Update
Penilaian ancaman RENCANA KESIAPAN
PENCEGAHAN / MITIGASI REHABILITASI REKONSTRUKSI

MITIGASI

REHABILITASI

Daur Kontinjensi
Penyusu nan Formalis asi

Pengkaji an

Aktivasi, Jika DARURAT

KESIAPSIAGAAN BIDANG KESEHATAN

DIAGRAM ALIR PCK DAN TINDAKAN
DIAGRAM PCK DAN TINDAKAN
LAPORAN ADA PERISTIWA BENCANA : BENCANA APA, DIMANA, KAPAN. HARI 1 PUSKESMAS :  KUNJUNGAN KE LOKASI  KUMPUL DATA AWAL  TINDAKAN P3K  POS KESEHATAN LAPANGAN – OBAT DLL LOKASI KEJADIAN : DESA LOKASI PENAMPUNGAN KORBAN

KIRIMKAN LAPORAN KE DINKES KABUPATEN MONITORING HARI I S/D II PCK DINKES KAB.  RENCANA KONTIJENSI PB  ALOKASI DANA, TENAGA DAN BIAYA OPERASIONAL  ALOKASI OBAT DAN ALKES  TIM SURVEILANS  KEGIATAN PLP  POSKES HARI I - III DINKES PROPINSI:  BANTUAN OPERASIONAL  BANTUAN TENAGA  SARAN PERBAIKAN. HARI I - IV DEPKES RI  BANTUAN OPERASIONAL  BANTUAN TENAGA  SARAN PERBAIKAN. MONITORING EVALUASI RE -PCK

MONITORING

37

SEBELUM BENCANA
• PREVENTIP –pengenalan wilayah dan pemetaan daerah bencana • Pemberian kekebalan –imunisasi • KEKEBALAN

DISASTER CYCLE
KEJADIAN

SIS.KEWAS.DINI

RESPONS DARURAT

MITIGASI REHABILITASI

PENCEGAHAN

REKONSTRUKSI

39

TOP TEN PRIORITY
•PENILAIAN AWAL ( RAPID HEALTH ASSESSMENT)

•SANITASI DAN AIR BERSIH
•MAKANAN DAN GIZI •TENDA & LOKASI •IMMUNISASI CAMPAK •PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR •PUBLIC HEALTH SURVAILANCE •PELAYANAN KESEHATAN DASAR. •SDM DAN PELATIHAN. •KOORDINASI

LINGKUP :
• • • • • • • • PENYEDIAAN AIR BERSIH PEMBUANGAN KOTORAN PEMBUANGAN SAMPAH PEMBUANGAN LIMBAH PEMBERANTASAN VEKTOR SANITASI MAKANAN TENDA PENAMPUNGAN PENGUNGSI PENYULUHAN KEBERSIHAN LINGK.

Communicable diseases - Environment

•Kepadatan •Penampungan yang tidak sesuai •Penyediaan air yang inadequat (quality / quantity) •Kelangkaan sarana sanitasi. •Ancaman kesehatan tertentu disebabkan ketiadaan immunitas. •Pengungsian ke wilayah yang “tidak ramah”

FAKTOR RESIKO DI CAMP.
• ISPA: penampungan yang inadequat dengan ventilasi yang tak memadai, masak didalam, pelayanan kesehatan yang buruk, malnutrisi, kepadatan, cuaca tak baik. • DIARE : kepadatan, penyediaan air bersih inadequat kualitas & kuantitas, kebersihan perorangan yang buruk, kelangkaan sanitasi, kelangkaan sabun, fasilitas masak yang inadequat.

FAKTOR RESIKO DI CAMP. • CAMPAK: cakupan immunisasi campak didaerah asal dibawah 80 %. • MALARIA : perpindahan dari daerah low endemicity ke daerah hyperendemic atau sebaliknya, air yang tergenang, banjir (mis: penampungan di Belu, NTT, Mei 2000)

FAKTOR RESIKO DI TEMPAT PENGUNGSIAN AIR & SANITASI KEPADATAN

KUALITAS TEMPAT PENAMPUNGAN

Gastro Enteritis Desentri Kholera Hepatitis Polio Scabies Trachoma Kecacingan

Campak Batuk Diphtheria TB Paru Infeksi penyakit mata

Pneumonia

TUJUAN ????
MENGURANGI RESIKO TERJADINYA PENULARAN PENYAKIT MELALUI MEDIA LINGKUNGAN AKIBAT TERBATASNYA SARANA KESEHATAN LINGKUNGAN YANG ADA DI TEMPAT PENGUNGSIAN, MELALUI PENGAWASAN DAN PERBAIKAN KUALITAS KESEHATAN LINGKUNGAN.

DALAM PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN, PERLU :
• DIKETAHUI & DIBANDINGKAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL YANG HARUS DISEDIAKAN. • KERJASAMA DENGAN SEKTORLAIN UNTUK PENYEDIAAN SARANA KESEHATAN LINGKUNGAN.

DALAM SITUASI DARURAT, PRIORITAS PADA: • KECUKUPAN KEBUTUHAN AIR MINIMAL, UNTUK SELANJUTNYA PERBAIKAN KUALITAS. • PENGAWASAN PEMBUANGAN KOTORAN MANUSIA / TINJA. • PENYULUHAN.

STANDAR / PERSYARATAN
1. PENYEDIAAN AIR BERSIH. ---> diarahkan untuk memenuhi kebutuan minimal air bersih bagi pengungsi / korban bencana. - MINIMAL 5 L / ORG PADA HARI PERTAMA - 40 - 60 L / ORG DI RS. LAPANGAN - 20 - 30 L / ORG DI PUSAT MAKAN MASSAL - 15 - 20 L / ORG DI TEMPAT PENAMPUNGAN - 35 L / ORG DI INSTALASI PENCUCIAN PENGAWASAN / PEMERIKSAAN KUALITAS AIR: - PADA MIKROBIOLOGIS (BAKTERI COLIFORM) - PEMERIKSAAN 1 X / MGG.

SARANA PEMBUANGAN KOTORAN / JAMBAN / SANITASI : - JAMBAN LEHER ANGSA : 1 buah / 20 org. - JARAK DARI TENDA : MAX. 50 METER.

PEMBUANGAN SAMPAH: TEMPAT SAMPAH : 1 TS (KAPASITAS 50-100 L) UNTUK 25 - 50 ORG/ HARI BERUPA BAK SAMPAH: 2M X 5 M X 2 M / 500 ORG. BERUPA PARIT : 2 M X 1,5 M X 1 M / 200 ORG.

PENGELOLAAN MAKANAN
• • • • • • PENGAWASAN DIARAHKAN PADA : KUALITAS DAN KEAMANAN BAHAN MAKANAN KEBERSIHAN PERALATAN / PERABOTAN KEBERSIHAN PENJAMAH MAKANAN. TEMPAT PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH.

PEMBERANTASAN VEKTOR
LALAT : - PERBAIKAN PEMBUANGAN SAMPAH. - PENYEMPORTAN INSEKTISIDA PADA TEMPAT PENGUMPULAN SAMPAH. NYAMUK: - PENYEMPROTAN INSEKTISIDA - PEMBERANTASAN BREEDING PLACES.

PEMBUANGAN AIR LIMBAH. HARUS DIBUANG KE TEMPAT TERTENTU / LOBANG BOR DENGAN JARAK 30 - 50 METER DARI TENDA.

TENDA PENAMPUNGAN:
- LUAS LANTAI MINIMUM 3,5 M2 / ORG. - VOLUME RUANG 10 M3 / ORG.

PENYULUHAN :
DIARAHKAN UNTUK PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT. Contoh : - CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN. - MAKAN DAN MINUM AIR YANG TELAH DIMASAK. - BUANG KOTORAN DI JAMBAN. - BUANG SAMPAH PADA TEMPAT SAMPAH.

SUMBER DAYA.
PETUGAS SANITASI / SANITARIAN
• MINIMAL 1 ORG PADA PUSKESMAS YANG WILAYAHNYA TERDAPAT PENGUNGSI. • KUNJUNGAN SANITARIAN PUSKESMAS KE LOKASI PENAMPUNGAN PENGUNGSI MINIMUM 1 KALI / HARI UNTUK PENGAWASAN, PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN KUALITAS KESEHATAN LINGKUNGAN.

BAHAN-BAHAN KES. LINGKUNGAN:
• • • • • • KAPORIT. PAC ( PENJERNIH AIR CEPAT) AQUATAB. KANTONG PLASTIK SAMPAH. INSECTISIDA BAHAN PENYULUHAN ( POSTER, SPANDUK, DLL )

PERALATAN:
• • • • • SANITARIAN KIT. KOMPARATOR SISA CHLOR & pH TEST KIT. MIST BLOWER / SPRAYCAN / SWINGFOG. MASKER HIPOKHLORINATOR

KERJASAMA DENGAN SEKTOR / DINAS LAIN DI DAERAH.
TERUTAMA PADA DINAS YANG BERTANGUNG JAWAB / MEMILIKI KEWENANGAN UNTUK PENYEDIAAN SARANA FISIK KESEHATAN LINGKUNGAN ( TENDA, AIR BERSIH, JAMBAN, PEMBUANGAN SAMPAH DAN LIMBAH, YAITU:

• DINAS PEKERJAAN UMUM / DINAS CIPTA KARYA / DINAS PERUMAHAN & PERMUKIMAN. • PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM.. • DINAS SOSIAL. • LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT / LSM

Surveilans Epidemiologi
Pengungsi (Kondisi Darurat)

Penyebab Pengungsian
• Bencana
(pengungsian setempat)

• Perang
(pengungsian setempat atau lintas perbatasan negara/ wilayah)

Tahap Pengungsian
• Tahap Pengungsian • Tahap Emergensi (kematian tinggi) • Tahap Pasca Emergensi (kematian normal)

Tahap Emergensi
10 Tugas Prioritas
• • • • • • Inisial Assessment Imunisasi Campak Air dan Sanitasi Makanan dan Gizi Tempat tinggal Pelayanan Kesehatan Darurat • Pengendalian Penyakit dan KLB • Surveilans Kesehatan Masyarakat • SDM • Koordinasi

Kontrol Penyakit
Imunisasi Gizi

7

Paparan
l a n g s u n g

Obat nyamuk sanitasi
V e k t o r l i n g k

1

6

Infeksi Profilaksis
2

4

Isolasi Pengobatan
5

Sakit Pengobatan
mati Cacat 3

Perbaikan

Hubungan Sakit- Sakit-Imunitas Gizi

diare

pnemoni a
meninggal

Hubungan Sakit - Faktor Risiko
Gizi
imunitas

diare

campa k pengobata n meninggal

Surveilans Epidemiologi Pengungsi (SKD-KLB)
• Surveilans Kematian • Surveilans Penyakit • Surveilans Faktor Risiko • Kajian Lapangan • Investigasi Pra KLB/ KLB
Referensi Konsultasi Pengalama

n
Jaringan

Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan KLB
Kondisi Lingkungan Rawan KLB
Analisis Populasi Rawan

Upaya Perbaikan Kondisi Rentan Bukan Masalah Kesehatan Masyaraka t

SKD KLB dan antisipasi dg perbaikan sementara Kesiapsiagaa n Menghadapi KLB
Penyelidik an dan Penanggulangan KLB

Informasi/ Data KLB

Informasi Pendukung : Data KLB, Data Surveilans, Kondisi Lingkungan, data pelayanan kesehatan dan cakupan program dsb.

Tujuan SKD KLB
1. 2. 3. 4. Antisipasi Deteksi Dini Tindakan Cepat Tindakan Efektif

KLB tanpa SKD KLB
Kasus Pertama

Deteksi Lambat

Tindakan Lambat

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Kasus yang tertangani

1

3

5

7

9

11

13

15

17

19

21

23

25

27

29

31

33

35

37

hari

39

KLB dengan SKD KLB
Deteksi DINI Tindakan CEPAT

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0
Kasus potensial yang dapat dicegah

1

3

5

7

9

11

13

15

17

19

21

23

25

27

29

31

33

35

37

HARI

39

Status Epidemiologi Pengungsi Sebagai Bahan Penetapan Sistem Surveilans • Perkembangan Penyakit Potensial KLB • Makanan & Gizi • Imunisasi • Air, Sanitasi, dan Musim • Status Pelayanan Kesehatan Darurat • Ekonomi, Sosial, Politik, Keamanan

Kajian Awal

Ancaman • Penyakit Menular • Pnemonia • Gizi • Pelayanan Kesehatan

Data Pengungsi
(Mingguan – Bulanan)

• • • • • •

Total Menurut Lokasi Menurut Golongan Umur Menurut Jenis Kelamin Kepadatan ……….

Surveilans Kematian

Data Kematian
• • • • Nama Tempat (Barak) Umur (tahun) Jenis Kelamin • Tanggal Meninggal • Diagnosis • Gejala • Identitas Pelapor

Surveilans Penyakit (Data Morbiditas)
Nama Satuan Klinik : Tempat : Tanggal/Minggu :

Penyakit
Diare Campak Pnemonia

< 5 tahun

5 th +

………..
Meninggal Total

Surveilans Air dan Sanitasi
Lokasi : Jumlah Pengungsi : Bulan/Tahun :

Sarana
Kecukupan Air

Total
… liter

Perorang
/liter/orang/hr

Jumlah Jamban
Jumlah Rumah Buang Limbah

…. Buah
…. Buah …. Buah

…. Orang/jbn
…. M2/orang ---

Surveilans Gizi dan Pangan
Lokasi : Jumlah Pengungsi : Bulan/Tahun :

Sarana
Status Gizi Balita Kasus Gizi Buruk Balita Makanan Balita

Status
Rata-rata …. Kasus … kalori/ /hari

Keterangan

Kajian Lapangan
Kajian

awal Wawancara Petugas Klinik, Sanitasi, Gizi dan Lain-lain Wawancara Pengungsi : kesehatan, pangan dan papan Observasi Pengungsi : Kesehatan, pangan dan papan Observasi Air dan Sanitasi

Konsistensi Data Surveilans Kondisi Kualitatif Pengungsi Alternatif Solusi

C

B

A

Lokasi
Kepadatan

Kematian

Penya kit
Gizi Air Jamban

Tabel Analisis Surveilans Epidemiologi Pengungsi

Kematian Pengungsi Perbulan Kab. Atas Angin, 2001
2 1.8 1.6 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 Jan Mar Mei Jul BULAN Sep Nop

meninggal /10000/hari

Pnemonia Pengungsi Perbulan Kab. Atas Angin, 2001
200

kasus/10000 balita/bulan

150 100 50 0 Jan Mar Mei Jul BULAN Sep Nop

Skenario Analisis Surveilans Epidemiologi
Surveilans Penyakit Air-Sanitasi Gizi Data Penduduk Data Pengungsi Data Program

Jaringan

Referensi
Konsultasi Rekomendasi Surveilans, Penelitian dan Intervensi

Analisis Tim

Pertemuan Berkala Kabupaten/Kot a

Pengungsi Kelompok Rentan
• Bayi dan Anak Balita • Orang Tua (sendiri) • Keluarga dengan KK wanita • Ibu Hamil dan Melahirkan

Pengungsi Rentan
• • • • • • Padat Jumlah Besar Satu Lokasi Terisolir Tanpa informasi Tanpa Pengelola Tipuan Data

Tujuan Desiminasi Informasi Surveilans Epidemiologi
• Mendapatkan Bantuan Sarana Dengan Prioritas Yang Jelas • Mendapatkan Asistensi Strategi Penanggulangan Yang Tepat • Menjelaskan Kondisi Pengungsi Sebagai

Unit Surveilan s Unit Surveilan s

Sasaran Desiminasi Informasi Surveilans Epidemiologi
• Unit Pelayanan Pemerintah, Swasta dan Lembaga Lain Unit Surveilan s Unit Surveilan s • Unit Pengendali Program dan Pendukung • Unit Surveilans Lain, Riset dan Penyelidikan

• Bantuan Pemerintah dan Swasta

Strategi Desiminasi Informasi Surveilans Epidemiologi
• Pembahasan dan Tukar Menukar Informasi Dalam Pertemuan Terencana • Terlibat Dalam Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi

Unit Surveilan s Unit Surveilan s

• Media Buletin (terbuka, umum)
• Laporan Berkala (rahasia, khusus)

Persyaratan Desiminasi Informasi Surveilans Epidemiologi
• Komitmen dan Dukungan Politis dari Pimpinan Yang Kuat dan Sustainabel • Dukungan Anggaran Yang Memadai • Komunikasi Untuk Memperkuat Keikutsertaan Berbagai Pihak Terkait

Unit Surveilan s Unit Surveilan s

Surveilans Epidemiologi

Langkah Kegiatan
• Pemasaran Sosial • Merumuskan Pedoman • Menetapkan Organisasi dan Mekanisme Kerja • Sumberdaya Manusia • Sarana Pendukung • Kegiatan Surveilans • Umpan balik, supervisi dan konsultasi • Monitoring dan Evaluasi

Surveilans Epidemiologi

Kegiatan Lanjutan
• • • • • • • • • Membentuk tim inti yang kuat Memperkuat motivasi dan kerjasama Melakukan perbaikan terus menerus Pengendalian manfaat Semakin desentralisasi Komunikasi yang efektip dan efisien Memperkuat kendali mutu Evaluasi yang bermutu Umpan balik yang efektip

PERLINDUNGAN KELOMPOK RENTAN
• • • • Tindakan penyelamatan Evakuasi khusus Pengamanan Yankes dan yan psikososial

KELOMPOK RENTAN BENCANA
• BAYI, BALITA DAN ANAK • IBU HAMIL DAN MENYUSUI ( SEMUA PEREMPUAN) • PENYANDANG CACAT • SEMUA ORANG SAKIT BERAT YG LAGI DIRAWAT DI rs ATAU DI RUMAH.. • USILA.

PEMULIHAN PRASARANA/SARANA
• DARURAT SAJA -- YANG PENTING FUNGSINYA. • DIMULAI DARI PENGKAJIAN CEPAT-DATA KERUSAKAN • BEKERJASAMA DGN TNI.

TANGGAP DARURAT
• ADALAH UPAYA DAN KEGIATAN PENGERAHAN UNSUR PENANGGULANGAN BENCANA GUNA MENCARI, MENOLONG, DAN MENYELAMATKAN KORBAN SERTA MEMBERIKAN SANTUNAN KEPADA PARA PENGUNGSI

SIFAT-2 TANGGAP DARURAT
• TINDAKAN SEGERA / DARURAT

•UNTUK MENOLONG JIWA ORANG
•MELINDUNGI HARTA BENDA

•MENCEGAH KECACATAN

TINDAKAN TD KRITIS KARENA
• • • • • • MEMBATASI KEKERASAN MENGURANGI PENDERITAAN MENGATASI KESULITAN HIDUP MEMPERBAKI KONDISI DALAM MASYARAKAT MENCEGAH CACAT DAN KERUGIAN SBG DASAR UTK TINDAKAN PERBAIKAN SELANJUTNYA

TINDAKAN TD TGT PADA
• • • • • JENIS BENCANA TIMBUL MENDADAK/ PELAN-PELAN BESAR/LUASNYANYA BENCANA KESIAPSIAGAAN KEMAMPUAN OPERASIONAL PB: SD, MANAJEMEN, DANA, LOGISTIK DLL • PENGKAJIAN KEBUTUHAN PD TAHAP AWAL KEJADIAN ( ANALISIS TRC)

MASALAH YG SRG DIJUMPAI
• PENGORGANISASIAN/KOORDINASI • KURANGNYA KESIAPSIAGAAN : RENCANA TDK ADA, TENAGA, LOGISTIK • JENIS BENCANA BESAR DAN LUAS • TIDAK ADA PELATIHAN SEBELUMNYA • TDK ADA PROTAP • DANA OPERASIONAL TDK ADA • KOMUNIKASI TDK ADA • MONEV TDK BERJALAN • KESADARAN MASYARAKAT • TDK ADA TRC/PENGKAJIAN KEBUTUHAN AWAL

DAMPAK TDK EFEKTIFNYA TINDAKAN

• • • • • • •

TERDAPAT KORBAN HIDUP/MATI PERPINDAHAN PDDK/PENGUNGSIAN KURANGNYA PERSEDIAAN PANGAN BERPOTENSI TERJADINYA WABAH AIR BERSIH KURANG BURUKNYA SANITASI LINGKUNGAN LUMPUHNYA BANSOS ATAU TDK MERATANYA BANSOS

KEBUTUHAN UTK TD
• • • • • • • KESIAPSIAGAAN PENGORGANISASIAN SISTEM KEWASPADAAN DINI EVAKUASI KOORDINASI OPERASIONAL KOMUNIKASI MONEV

TINDAKAN DARURAT
• • • • • • • • • • SAR PENGOBATAN/PERAWATAN KORBAN EVAKUASI/TRANSPORTASI PENAMPUNGAN/TENDA, MAKANAN AIR BERSIH, JAMBAN, SAMPAH KEAMANAN INFORMASI PELAYANAN KESEHATAN DUKUNGAN MORIL/KEJIWAAN YATIM PIATU

MASALAH AKUT
• • • • • • PENYAKIT INFEKSI MALNUTRISI KEHAMILAN DAN PERSALINAN KONDISI PERLUKAAN ANAK-ANAK YATIM PIATU/KEHILANGAN ORTU REAKSI PANIC/STRESS

FAKTOR PENENTU
• PERENCANAAN OPERASIONAL • DUKUNGAN DANA OPSR, LAPANGAN • TERSEDIANYA TENAGA YANG TRAMPIL/BERKEMAMPUAN / BERDEDIKASI • TERSEDIANYA LOGISTIK DAN SUMBER DANA OPERASIONAL • KOORDINASI DAN KERJASAMA DGN SEMUA PIHAK • KETERLIBATAN MASYARAKAT

PERSIAPAN SUM.DAYA
• • • • • • CONTIGENCY PLAN LOGISTIK/BUFFER STOCK PELATIHAN SDM/MASY. SUSUN PROTAP ANGGARAN KOORDINASI

KOORDINASI
• • • • • • SATKORLAK/SATLAK/SATGAS/LSM RADIO KOMUNIKASI – LIHAT PROTAP LOKASI PENAMPUNGAN PENGUNGSI/PETA TIM PCK/SAR- KELOMPOK RESIKO BANTUAN DARURAT/BANSOS PELAPORAN DAN MONITORING

MASALAH PCK
• • • • BLM DILATIH DLM HAL PCK BLM ADA TRC SATKORLAK/SATLAK TIDAK LENGKAPNYA DATA AWAL SULIT MENCAPAI DAERAH SASARAN : TRANSPORTASI, KEAMANAN, BIAYA TERBATAS, BENCANA MENDADAK DAN SANGAT LUAS BELUM ADANYA PELBAGAI STANDAR PROTAP BLM ADA TIDAK ADANYA KERJASAMA DENGAN TIM SAR

• • • •

KONDISI LINGKUNGAN
• • • • • • • PERHATIKAN IKLIM/CUACA LETAK DAERAH PERKEMAHAN SUMBER AIR BERSIH PENGADAAN JAMBAN BAHAN LOKAL UTK TENDA PENGOLAHAN SAMPAH/AIR LIMBAH PENYAKIT2 ENDEMIS DI DAERAH ITU

TANTANGAN DAN HAMBATAN
• PELATIHAN KESIAPSIAGAAN – PROFESIONALIS SDM • PROTAP BELUM ADA • PELATIHAN/GLADI MEJA DAN LAPANGAN • DANA DAN PERALATAN/LOGISTIK– VERSUS OTONOMI

PENUTUP
• SAAT TANGGAP DARURAT : TAHAP KRITIS DAN BERDAMPAK HAM BL TIDAK BERES. • MEMBUTUHKAN KECEPATAN DAN KETEPATAN NAMUN EFEKTIF • SELALU BERAWAL DARI KESIAPSIAGAAN YG MANTAP • TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->