Anda di halaman 1dari 31

CHILD DEVELOPMENT -Perkembangan anak-

Erna Dwi Agustin, S.Psi

Pertumbuhan dan perkembangan


Apa perbedaan antara

pertumbuhan dan perkembangan? Apa samaan antara pertumbuhan dan perkembangan?

Perkembangan

Teori Perkembangan
Teori kognitif Piaget

Teori psikososial Erikson


Teori psikoseksual Freud

Teori Perkembangan Kognitif Piaget


Biografi: Lahir 9 Agustus 1896 di Neuchatel, Switzerland Wafat 16 Sept 1980 Pendidikan: PhD dari University of Neuchatel di bidang biologi pada umur 22 tahun Tulisan pertama umur 10 th

Proses Kognitif
Anak mampu mengkonstruksi pemikiran mereka

Anak membentuk pengetahuan melalui

eksplorasi lingkungan secara aktif

Adaptasi: Kecenderungan bawaan manusia untuk

menyesuaikan diri dengan lingkungannya Ada 2 macam adaptasi: Asimilasi: Mengubah lingkungan agar sesuai dengan (skema) diri sendiri Akomodasi: Mengubah diri (skema yang ada pada diri) agar sesuai dengan lingkungan yang ada. Ada penambahan skema-perkembangan kognisi

Tahapan perkembangan kognitif


Sensorimotor

Pre operational
Concrete operational Formal Operation

Sensorimotor
Usia 0-2 tahun

Menggunakan sensosimotornya untuk

memahami dan berinteraksi dgn lingkungannya Perkembangan mental ditandai oleh kemajuan yang pesat dalam kemampuan bayi mengorganisasikan & mengkoordinasikan sensasi melalui gerakan2 dan tindakan2 fisik

Tahap sensorimotorik terbagi 6 periode


Periode 1: Periode 2: Periode 3: Periode 4: Periode 5: Periode 6: refleks (0 1 bulan) kebiasaan (1 4 bulan) reproduksi (4 8 bulan) koordinasi skemata (8 12 bulan) eksperimen (12 18 bulan) representasi (18 24 bulan)

Tahap Pre-operational
Usia 2-7tahun

Dicirikan dengan adanya fungsi semiotik

(simbol) Imitasi tak langsung membuat imitasi yang secara tidak langsung dari bendanya sendiri. Contoh: anak bermain kue-kuean sendiri, pasar-pasaran. Permainan simbolis. Contoh: mobil-mobilan dengan balok-balok kecil. Permainan simbolis dapat merupakan ungkapan diri anak.

Tahap konkret operational


Usia 7-11 tahun Logika tentang sifat reversibilitas dan kekekalan. Berpikir seriasi, klasifikasi Tidak lagi egosentris. Masih terbatas pada hal-hal konkret.

Belum dpt memecahkan persoalan yang abstrak.

Tahap formal operational


Usia 11 tahun-dewasa Penalaran dan logika Asimilasi dan akomodasi berperan membentuk skema lebih menyeluruh. Pemikiran deduktif, induktif dan abstraktif.

Teori Psikososial Erikson


Eriksons Stages Trust vs Mistrust Autonomy vs shame & doubt Initiative vs guilt Developmental Period Infancy (first year) Infancy (1 to 3 years)

Early childhood (3 to 5 years) Industry vs Middle and late inferiority childhood Identity vs Adolescence (10 to 20 identity confusion years) Intimacy vs Early adulthood (20s, isolation 30s) Generativity vs Middle adulthood (40s, stagnation 50s) Integrity vs Late adulthood (60s despair onward)

Teori Psikoseksual Freud


Birth to 1 yrs 1 to 3 yrs 3 to 6 years 6 yrs to puberty Puberty onward

Oral Stage Anal Stage

Infants Childs pleasure pleasure Childs centers on focuses on pleasure mouth anus focuses on genitals

Phallic Stage

Latency Stage

Genital Stage

Child A time of represses sexual sexual reawakening; interest source of and develops sexual social and pleasure intellectual becomes skills someone outside of the family

Perkembangan emosi
ATTACHMENT/kelekatan
Figur utama Figur pengganti

PARENTING STYLE/Pola asuh


Otoriter Permissive Laizez Faire

Perkembangan kepribadian
Dipengaruhi oleh perkembangan emosi
dibentuk sebagai interaksi antara

dorongan yang ada di dalam diri individu dengan lingkungannya

Gangguan perkembangan pada anak


Anak bermasalah cacat

Anggapan orang tua yang salah bisa

menyebabkan keterlambatan dalam penanganan. Ex: kondisi makin parah, salah diagnosis Deteksi Dini:Segera mendapat bantuan, perlu kerjasama dengan orang tua, berupaya utk menghilangkan /menguangi gangguan

Macam-macam Gangguan
1.

2. 3. 4.

Gangguan Pemusatan Perhatian dengan Hiperaktivitas/ Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Gangguan Tingkah laku (GTL) Autisme Delay Speech (terlambat bicara/komunikasi)

ADHD
Gangguan Perilaku Ketidak Mampuan Anak Memusatkan

Perhatian (Sangat Buruk) Tingkah Laku Hiperaktif (Dpt menghambat perkembangan Kognitif, Emosi, Perilaku Sosialisasi dan Komunikasi)

Lanjutan ADHD
Usia Bayi Sangat sensitif thd Suara, Cahaya, Temperatur Pada Usia Bayi dan perubahan lingkungan Mudah rewel (Sering menangis) Sangat sensitif thd Suara, Cahaya, Temperatur dan Aktif ditempat tidur (Tidur sedikit) perubahan lingkungan. Orang tua kesulitan merawat (difficult child)

Mudah rewel (Sering menangis) Usia pra-sekolah Aktif Kurang Konsentrasi ditempat tidur (Tidur sedikit) Aktivitas berlebih, tdk dpt diatur, perlu pengawasan *orang tua kesulitan merawat khusus (difficult child) Tak mampu untuk menunggu giliran
Bermain tak pernah selesai dg baik (Bosan) Emosional (Marah yg meledak) shg rentan kecelakaan Perilaku agresif thd teman-teman bermain Menentang thd guru dan teman Kesulitan dalam belajar dan bergaul

Usia Sekolah

Pemeriksaan
KLINIS

*Hiperaktifitas *Gangguan Motorik Perseptual (Sulit *Labilitas Emosi *Kurang konsentrasi *Gangguan Daya Ingat & Cara Berfikir,

Koordinasi)

Sulit Belajar

*Terlambat Bicara, Pendengaran


Berkurang PENDUKUNG dan Disfungsi Dalam perjalanan Th Dlm Segala :Melihat tanda2 Neurologi Samar *Gangguan dapat hilang sebelum umur 12 *Terjadi Keterlambatan Perkembangan Aspek * Dapat menetap smp Dewasa *Tanda2 Gangguan Kepribadian (TL),

Antisosial

GANGGUAN TINGKAH LAKU (GTL)

*Kenakalan pada anak ADHD *Merugikan diri sendiri/ Orang lain *Dilakukan sendiri, berkelompok dg orang
lain

Persamaan ADHD dan GTL


Aktivitas Berlebihan Sikap menentang terhadap aturan Keras kepala Tak patuh kepada aturan Tindak kekerasan Tidak meras abersalah Tidak menyesal Tidak disiplin Suka ngempbek Perlu pengawasan

Perbedaan antara ADHD dan GTL


GPPH

GTL

1.Konsentrasi masih mampu 2.Tujuan aktivitas jelas dan runtut 3. Lama aktivitas, lama kelelahan

1. Tak mampu 2. Tak dipikir, impulsivitas 3. Tak pernah lelah

4. Sosialisasi dapat diterima teman 4. Tak dapat diterima 5. Sering berubah, jatuh dari 5. Kondisi tidur, mengigau, teriak, jalan tempat waktu tidur 6. Patologi otak normal tidur 7. Perilaku (Perkemb) penyimpangan6. Melinisasi akson tak normal 7. Keterlambatan 8. Terapi, bermain, keluarga 8. Medikamentosa, bermain, keluarga

Autisme
Keterlambatan dalam berkomunikasi Gangguan dlm berinteraksi sosial

Gangguan dlm komunikasi verbal dan non

verbal Minat dan aktivitasnya, ragamnya terbatas, cenderung Stereotipik, aktivitas imaginatif

Deteksi Dini Autisme


Peilaku

*Gangg pd masa kanak2 *Gambaran kesendirian (Bermain sendiri) *Keterlambatan dlm perkembangan *Menghafal sesuatu tanpa berfikir *Aktivitas spontan terbatas, Stereotip *Obsesi thd cemas, takut akan perubahan *Kontak mata dg orang lain buruk *Suka gambar2/ benda mati *Prevalensi 2-5 kasus/ 10.000 anak (12 *20 ks/ 10.000 (Gangg Retardasi Mental

bahasa

Epidemiologi

Th) berat) * banyak 3-5 kali, terjadi serius, *kecenderungan terdapat riwayat keluarga *Status Ekonomi

Etiologi

struktur

*Gangg perkemb yg berhub dg perilaku krn kelainan otak/ fungsi otak *Mendukung lainnya:

Biologik Perinatal,

-F. Psikodinamik & Keluarga -Kel. Organik-Neurologik-F. Genetik, Imunologik, Neuroanatomi, Biokimia

Diagnosis dan Gambaran Klinis

kecil)

*Sulit mendiagnosis, ada kemiripan dg gangg perkemb lain (anak

*Bicara dan ketrampilan berfikirnya masih dlm taraf perkembangan *Gunakan tes kesehatan berupa pemeriksaan pendengaran (Audiometri) Electro Encephalogram (EEG), Magnetic Resonance Imaging (MRI), Computer Assisted Axial Tomography (CATSCAN), tes Genetik
Evaluasi Penanganan dlm satu tim Integratif Hasil Observasi dan Tes Diagnosis autismedg bukti

komunikasi

(Hub Sos yg terbatas dan buruk, blm sempurna, perilaku ber-ulang2,

Persamaan Autisme dan ADHD


1. Kurang mampu berkonsentrasi 2. Tidak mampu tunggu giliran 3. Minta sesuatu dengan cara non verbal 4. Tidak peduli lingkungan 5. Marah sulit ditenangkan 6. Sulit bermain interaktif 7. Ibu bukan satu-satunya berlindung 8. Respon emosi kurang/berlebih 9. Sosialisasi rendah 10. Gangg. Dalam persepsi sensorik

Perbedaan antara autisme dan ADHD


AUTISME ADHD

1. Hasil stimulasi, lambat dan sulit 2. Ganti2 mainan, sulit ganti 3. Arahan, sangat sulit

1. Maju secara bertahap

2. Terus ganti mainan

3. Sulit diarahkan 4. Respon reaksi, sering sangat aneh 4. Kadang2 aneh 5. Emosi, sangat sulit diredakan 5. Sulit diredakan 6. Ingin tapi ditolak teman 7. Kadang2 menyimpang

6. Sosialisasi, tidak mau


7. Penyimpangan perilaku, sering, sangat menyimpang

8. Persepsi sensorik, nolak unt dibelai 8. Kadang mau dibelai

9. Pengobatan, dengan antipsikotika 9. Dengan psikostimulansia

TERLAMBAT BICARA

*Terlambat bicara berdasarkan usia anak *Proses perkembangannya melalui fase2 1.Mampu menerima bhs Isyarat 2.Mampu melakukan bhs Isyarat 3.Mampu menerima bhs Verbal 4.Mampu melakukan bhs Verbal usia 2 tahun---- Mampu Berkomunikasi Penyebab: ADHD, gangguan pendengaran, RM, Kurang stimulasi