Anda di halaman 1dari 11

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

I.1 Definisi Glaukoma adalah suatu neuropatik optik kronik didapat yang ditandai oleh pencekungan (cupping) diskus optikus dan pengecilan lapangan pandang, biasanya disertai peningkatan tekanan intraokular. II.2 Fisiologi A. Pembentukan dan pengaliran cairan mata Aqueous humor diproduksi oleh corpus ciliare. Ultra filtrat plasma yang dihasilkan di stroma processus sekretorius epitel siliaris. Setelah masuk ke bilik mata depan, aqueous humor kemudian mengalir ke bilik mata depan lalu ke anyaman trabekular di sudut bilik mata depan. Selama itu, terjadi pertukaran diferensial komponenkomponen dengan darah di iris. B. Komposisi cairan mata (aqueous humor) Cairan mata adalah cairan jernih yang mengisi bilik mata depan dan bilik mata belakang. Volumenya kira kira 125 mikro liter. Tekana osmotik sedikit lebih tinggi dibandingkan plasma. Komposisi aqueous humor serupa dengan plasma, kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat, dan laktat yang lebih tinggi; protein, urea, dan glukosa yang lebih rendah. II.3 Patofisiologi glaucoma Mekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah apoptosis sel ganglion retina yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan lapisan intidalam retina serta berkurangnya akson di nervus opticus. Diskus opticus menjadi atrofik, disertai pembesaran cawan optik. Patofisiologi peningkatan tekanan intraokular- baik disebabkan oleh mekanisme sudut terbuka maupun yang tertutup akam dibahas sesuai dengan entitas penyakitnya. Efek peningkatan tekanan intraokular dipengaruhi oleh perjalanan waktu dan besar peningkaran tekanan intraokular. Pada glaukoma sudut tertutup akut, tekanan intraokular mencapai 60-80 mmHg, menmbulkan kerusakan iskemik akut 1

pada iris yang disertai edema kornea dan kerusakan nervus opticus. Pada glaukoma sudut terbuka primer, tekana intraokular biasanya tidak meningkat lebih dari 30 mmHg dan kerusakan sel ganglion terjadi setelah waktu yang lama, sering setelah beberapa tahun. Pada tglaukoma tekanan normal, sel-sel ganglion retina mungkin rentan mengalami kerusakan akibat tekanan intraokular dalam kisaran normal, atau mekanisme kerusakannya yang utama mungkin iskemia caput nervi optici. II.3 Tehnik diagnostik Sejumlah uji diagnostik khusus telah dikembangkan untuk mambantu menemukan , mengklasifikasi, dan mengikuti perkembangan glaukoma. a. Tonometri. b. Gonioskopi. c. Uji lapang pandang Uji lapang pandang sangat penting untuk menemukan glaucoma sudut terbuka dan memantau penurunan tajam penglihatan, seperti: Tangent screen Perimeter Goldman

II.4 KLASIFIKASI, BATASAN, PATOFISIOLOGI, GEJALA KLINIS, DIAGNOSIS, PENATALAKSANAAN. Klasifikasi glaukoma dibedakan berdasarkan etiologi (primer, sekunder, congenital, dan absolut) dan klasifikasi berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intra okular (sudut terbuka dan sudut tertutup). II.4.1 Glaukoma Sudut Terbuka Primer a. Batasan Glaukoma yang terjadi karena hambatan pembuangan aquous humor akibat kondisi primer berupa kelainan pada saluran pembuangan dengan sudut terbuka. b. Diagnosis 1. TIO tinggi atau normal 2. Gaung pupil = cupping = excavatio Cup Disk Ratio (CDR) 3. Gambaran hilangnya lapang pandang yang khas 2 Lapangan pandang menghitam

Lap anga n pan dan g

4. Sudut BMD terbuka a. Penatalaksanaann Melancarkan pembuangan dengan membuka saluran pembuangan mengurangi produksi aqueus humor dengan menghambat produksi Bila TIO masih tinggi maka pilihan berikutnya adalah aplikasi LASER pada jaring trebekel (laser trabeculo plasty/LTP) Bila pilihan diatas masih belum berhasil , maka pilihan berikutnya adalah dengan bedah filtrasi yaitu membuat saluran pembuangan baru bagi penyaluran akuos dari BMD ke sub konjungtiva sebagai rongga penampungan aquos II.4.2 Glaukoma Sudut Tertutup Primer Akut a. Batasan Glaukoma yang terjadi karena sudut tertutup secara akut akibat blok pupil karena kondisi primer berupa BMD dangkal. b. Diagnosis Hiperemi limbal dan konjungtiva, edema kornea, bilik mata depan dangkal dengan flare dan cells, iris bombans tanpa adanya rubeosis iridis, pupil dilatasi bulat lonjong vertikal refleks negatif, lensa posisi normal tidak katarak, tekanan intraokular sangat tinggi, sudut bilik mata depan tertutup. c. Penatalaksanaan Terapi awal ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokular, gliserin 1-1,5 cc/kg BB dapat dicampur dengan sari jeruk dengan volume yang sama, dapat juga dipakai manitol 20% 1 cc/kg BB larutan intravena (infus 60 150 tetes/menit). Acetanolamide 500 mg IV atau 500 mg oral dapat dilanjutkan 250 mg 4x/hari, steroid topikal (prednisolone 1% atau dexametason 0,1% 4x/hari) untuk menekan reaksi radang dan menurunkan kerusakan iris dan trabekular. Sesudah 1 jam dilakukan pemeriksaan tonometri dan bilik mata depan, bila terjadi penurunan (<40mmHg) beri pilokarpin 2% dan bila jam tetap turun beri pilokarpin 1% 4x/hari, timolol 0,5% 2x/hari, bila kondisi mata sudah tenang, kornea sudah jernih dilakukan laser peripheral iridotomy atau iridektomy perifer. Tapi ingat jika tekanan tidak turun, ingat kemungkinan glaukoma sudut tertutup karena kelainan lensa, jangan diberi pilokarpin (menyebabkan lensa bergerak ke depan, blok pupil). Bila terjadi blok pupil siapkan untuk dilakukan argon laser peripheral 3

iridoplasti (ALPI), tekanan turun, mata tenang (2-3 hari) untuk selanjutnya dilakukan laser peripheral iridotomy. Untuk mata jiran sementara pilokarpin 1% 4x/hari sampai saat terbaik untuk dilakukan laser peripheral iridotomy. II.4.3 Glaukoma Sudut Tertutup Primer Kronis Dengan Gejala Sama dengan Glaukoma sudut tertutup primer akut terbengkalai atau glaukoma sudut tertutup primer akut yang lama a. Batasan kelainan mata yang terjadi akibat GSTP akut yang berlangsung lama. b. Diagnosis Riwayat serangan GSTP akut beberapa waktu yang lalu. c. Penatalaksanaan Iridektomi perifer adalah komponen terapi yang penting kemudian dilanjutkan dengan terapi medikamentosa (jangan menggunakan epinefrin dan miotik kuat karena dapat memperparah penutupan sudut). Bila sudut masih tertutup, menandakan bahwa fungsi trabekular sudah terganggu, maka harus dilakukan trabekulektomi II.4.4 Glaukoma Sudut Tertutup Karena Ektopia Lentis Anterior a. Batasan Kelainan mata yang terjadi karena tekanan intraokular meningkat dengan cepat sebagai hasil dari tertutupnya sudut akibat subluksasi lensa anterior. b. Diagnosis Riwayat trauma atau tanda-tanda sindroma tertentu, tekanan intraokular tinggi, tampak subluksasi lensa, sudut tertutup. c. Penatalaksanaan Pasien diposisikan terlentang, obat hiperosmotik, timolol, antiradang topikal. Bila kornea jernih lakukan laser peripheral iridotomi. Pilokarpin untuk mencegah lensa mengalami subloksasi. Jika tidak berhasil tindakan definitif adalah ekstraksi lensa.

II.4.5 Glaukoma Fakomorfik a. Batasan 4

Merupakan glaukoma sekunder sudut tertutup akibat lensa yang membesar pada katarak imatur atau matur. b. Gejala klinis Mata tiba-tiba merah dan nyeri, tajam penglihatan menurun. Didapatkan hiperemi limbal dan konjungtiva, bilik mata depan dangkal atau tertutup, pupil midriasis reflek menurun, lensa terdapat katarak imatur atau matur, tekanan intraokular tinggi..
f. Penatalaksanaan

Segera turunkan TIO dengan obat obatan : 1. Glycerol 1ml / kgBB dalam larutan ( dapat ditambah sari jeruk dan lain lain) 2. Acetazolamide 500 mg (2 tablet) langsung kemudian diteruskan dengan 250 mg tiap 4 jam 3. Kalau perlu Timolol 0,25 % tiap 12 jam /hari Kemudian pembedahan : Prinsip : ekstraksi lensa. Bila katarak sangat imatur atau TIO masih tinggi , maka dilakukan bedah iridektomi perifer.

II.4.6 Glaukoma Fakolitik a. Batasan


Glaukoma sekunder sudut terbuka akibat keluarnya protein lensa pada katarak matur dan hipermatur yang menyumbat jaringan trabekular b. Gejala Klinis Keluhan Tajam penglihatan menurun karena katarak Mata merah dan nyeri mendadak Tajam penglihatan menurun Tekanan intraokuler sangat tinggi Hiperemia konjungtiva dan siliar Edema kornea BMD dalam. Flare, sel, tanpa KP Katarak matur dan hipermatur Sudut terbuka

Gambaran klinis

d. Diagnosis Sesuai gejala klinis diatas e. Penatalaksanaan

Menurunkan tekanan intraokular dengan obat obatan, steroid topikal. Tindakan bedah secepat mungkin (ekstraksi lensa) II.4.7 Glaukoma Sekunder Karena Uveitis Anterior a. Batasan Merupakan glaukoma sudut terbuka maupun tertutupyang timbul akibat radang pada iris dan badan siliar. c. Diagnosis Glaukoma sekunder sudut terbuka karena uveitis - anamnesis : mata merah, fotofobia, epifora, nyeri - visus menurun - dengan lampu senter yang terang akan tampak : hyperemia perilimbal, pupil miosis, refleks lambat - tonometer : TIO 21 mmHg - gonioskopi : sudut bilik mata depan terbuka Glaukoma sekunder sudut tertutup karena uveitis - Anamnesis : mata merah, fotofobia, epifora, nyeri - Visus menurun - Dengan lampu senter yang terang akan tampak : Hyperemia perilimbal (siliar) Pupil sinekia posterior total Iris bombans - Tonometri : TIO 21 mmHg - Gonioskopi : sudut bilik mata depan tertutup e. Penatalaksanaan
Terhadap uveitis anterior Terhadap glaukoma : Obat obatan Timolol 0,25 % - 0,5 % 2 x sehari Acetazolamide 250 mg / 6 jam Pembedahan Bila sudut tertutup (blok pupil) : iredektomi perifer, atau laser uredektomi, tetapi bila sudah terjadi perlekatan iris dengan trabekula (Peripheral anterior synechia) maka dilakukan bedah filtrasi Bila sudut terbuka dilakukan bedah filtrasi II.4.8 Glaukoma Neovaskuler

a. Batasan

Merupakan glaukoma sekunder yang disebabkan adanya neovaskularisasi pada permukaan iris, sudut dan jaringan trabekular b. Gejala Klinis Pada stadium terbuka Mata tidak merah, tidak nyeri Visus kabur Tio tinggi Sudut BMD terbuka

Pada stadium sudut tertutup Mata tiba tiba nyeri, merah, berair Visus sangat kabur Kornea suram Neovaskularisasi pada iris TIO sangat tinggi Sudut BMD tertutup

c. Diagnosa Sudut terbuka Dari anamnesis mata tidak merah, tidak nyeri, tidak kabur. Didapatkan visus yang menurun, tampak neovaskularisasi pada iris, tonometri TIO > 21 mm Hg, genioskopi sudut bilik mata depan terbuka. Sudut tertutup Dari anamnesa mata tiba tiba merah, nyeri, mata berair dan sangat kabur, Di dapatkan hyperemia siliar, kornea suram, BMD tampak flare kadang hifema, TIO > 40 mmHg, sudut BMD tertutup d. Penatalaksanaan Pada stadium sudut terbuka Untuk neovaskularisasi digunakan fotokoagulasi parenteral atau fotokoagulasi sudut Untuk glaukomanya: Betaxolol atau, timolol dan acetazolamid Pada stadium sudut tertutup

Menurunkan TIO dan mengurangi rasa,nyeri, atropin untuk mengurangi rasa nyerinya. Pilokarpin harus dihindari Menekan reaksi radang : kortikosteroid topikal Mengurangi atau menghambat neovaskularisasi dengan fotokoagulasi panretinal, kriopeksi panretinal

II.4.9 Glaukoma congenital primer (Trabekulodisgenesis) a. Batasan Glaukoma bayi adalah suatu bentuk glaukoma perkembangan yang timbulnya pada usia tahun pertama. Seperempatnya ditemukan saat lahir. b. Patofisiologi Glaukoma yang timbul karena terhentinya pertumbuhan struktur sudut pada saat janin kira kira berumur tujuh bulan. Iris hipoplasts dan menempel pada permukaan trabekula didepan taji sclera yang pertumbuhannya tidak sempurna. c. Diagnosis : Anamnesis : epifora, mungkin fotofobia Tonometer : TIO tinggi Funduskopi : gaung papil (+) Gonioskopi : bilik mata depan bertambah dalam, iris depan menempel pada trabekel bukan ke badan siliar Garis tengah kornea bertambah (> 11,5 mm), sembab epitel, membrane descement robek, kekeruhan stroma kornea. e. Penatalaksanaan Prinsip : harus dilakukan pembedahan untuk memperoleh hasil yang bertahan lama. pemberian miotikum hanya bermanfaat sebagai tambahan sebalum dibedah. Macam tindakan bedah: 1. Goniotomi 2. Trabekulotomi eksterna 3. Trabekulektomi II.4.10 Glaukoma Absolut Merupakan hasil akhir dari glaukoma yang tidak terkontrol , mata menjadi keras, tajam penglihatan menjadi nol dan sering tersa nyeri.

BAB II PEMBAHASAN Nama Umur Bangsa Suku Pekerjaan Agama Alamat tanggal pemeriksaan Keluhan Utama : mata kiri cekot cekot Riwayat Penyakit sekarang : Mata kiri cekot cekot sejak + 3 hari yang lalu, penglihatan kabur, mata merah, sering keluar air mata,mual. kotoran (-), ngeres (+), gatal (-), silau (-) Riwayat Penyakit dahulu : - pernah MRS di RSUD Bojonegoro sekitar 2 bulan yang lalu karena Glaukoma. - HT disangkal - DM disangkal Pemeriksaan Fisik Umum : T N P VOD VOS TIOS : 140 / 90 mmHg : 88 x /mnt : 21 : 6/6 : LP (+) PI jelek segala arah : 6 / 10 31,8 mmHh : Tn. Basyir : 61 th : Indonesia : Jawa : Tani : Islam : Telogo rojo rt 4/ rw 1, kepoh baru : 29 5 - 2013

Pemeriksaan Fisik Kusus :

TIOD : 9 / 10 19,6 mmHg

Edema kornea (-) CVI (+), PCVI (+) pada OS Pupil bulat, 3mm, RC menurun pada OS Bilik mata depan dangkal (OS) Lensa leukokoria (OS)

DIAGNOSA OS post glaukoma sudut tertutup primer akut + katarak sennilis mature TERAPI - Timolol 0,5 % ed 2dd gtt II Azetazolamide 250 mg 3 dd I tab Gliserin 1,5 gr/kgBB + air jeruk ad

5. PEMBAHASAN KASUS Keluhan mata cekot cekot, mata kabur,riwayat pengobatan yang lalu sudah bisa mengarahkan kita kearah diagnosa, walaupun mungkin hal ini juga bisa terdapat pada ulkus kornea, mungkin kita sudah bisa menegakkan diagnosa glaukoma setelah dilakukan tonometri schiotz dan hasilnya tinggi, tapi kita tidak bisa mengklasifikasikan galukoma lebih kusus. DIdapatkan hasil edema kornea (-) , untuk menghindarkan dari diagnosa glaukoma akut , fakomorfik dan fakolitik . CVI (+) PCI (+) juga terdapat pada glaukoma akut tapi berbeda kualitasnya, lensa leukokoria menunjukan bahwa pasien juga menderita katarak senilis mature Pengobatan hanya ditujukan untuk mengurangi rasa mual, produksi Humor Akueus dan mengurangi volume korpus vitreus

10

BAB III DAFTAR PUSTAKA

1). Vaughan, D.Asbury,T., Eva,P. & Riordan, R. Oftalmologi Umum, 17th Ed. Jakarta : Widya Merdeka 2). Fakultas kedokteran Airlangga, 2006. Pedoman Diagnosa Dan Terapi Bagian SMF Ilmu Penyakit Mata Edisi III. Surabaya : FK Unair 3). Ilyas, Sidarta. 2008. Penuntun Ilmu Penyakit Mata edisi-3. Jakarta : Balai penerbit FKUI

11