Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS KECIL SEORANG PEREMPUAN USIA 43 TAHUN DENGAN OEDEM TUNGKAI KIRI, Ca OVARII POST KEMOTERAPI, ANEMIA

NORMOKROMIK NORMOSITIK, TROMBOSITOPENIA, AZOTEMIA, HIPERURISEMIA, DAN ISK

Oleh : Dinar Handayani Muhamad Muamar G9911112056 G9911112098

Residen

Pembimbing

dr. Fahrudin

dr. Agung Susanto, SpPD

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA 2012

DAFTAR MASALAH No Masalah Aktif Tegak Teratasi Inaktif

1 Oedem tungkai kiri e/c Limfadenopati 2 Ca ovarii stadium IIIc post kemoterapi 3 Anemia normokromik normositik 4 Trombositopenia 5 Azotemia 6 Hiperurisemia 7 ISK 10 Agustus 2012 12 Agustus 16 Agustus 2012 2012 12 Agustus 2012 12 Agustus 2012 12 Agustus 2012 10 Agustus 2012

LAPORAN KASUS

A. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Alamat Tanggal masuk No. RM B. ANAMNESIS 1. Keluhan Utama Kaki kiri bengkak dan nyeri 2. Riwayat Penyakit Sekarang Sejak 8 hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh kaki kiri bengkak. Bengkak diawali dari pangkal paha kiri sampai ujung kaki. Bengkak dirasakan semakin hari semakin membesar. Pasien juga merasakan nyeri pada kakinya. Nyeri dirasakan saat dipakai bergerak sehingga pasien tidak bisa berjalan dan harus selalu tiduran. Pasien merasa lebih nyeri saat tidur menghadap kiri dan merasa membaik saat tidur terlentang atau menghadap ke kanan. Pasien tidak mengeluh kesemutan, tidak ada luka dan memar, tidak mrongkol di perut, serta tidak demam. Pasien tidak merasakan mual, tidak muntah, nafsu makan baik, dan tidak nyeri ulu hati. Namun, pasien merasa sedikit lemas, kadang-kadang tubuh nggliyer saat dipakai berjalan. BAK 6-7x/hari @ gelas belimbing, warna kuning jernih, tidak ada lendir dan darah, tidak nyeri suprapubik, tetapi pasien mengeluh nyeri dan panas saat BAK. BAB 1x/hari @ 1 gelas belimbing konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan, tidak ada darah, tidak berlendir, dan tidak nyeri. : Ny. S : 43 tahun : Perempuan : Islam : Pensiunan PNS : Ranudimejan RT.5/2 Sendowo 15A Banaran, Boyolali : 10 Agustus 2012 : 01110515

Tanggal pemeriksaan : 24 Agustus 2012

3. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sakit serupa Riwayat darah tinggi Riwayat kencing manis Riwayat sakit ginjal Riwayat asma Riwayat jantung Riwayat sakit kuning Riwayat kemoterapi : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : Pasien memiliki riwayat kemoterapi atas indikasi Carcinoma Ovarii Grade IIIc, dan telah mendapat kemoterapi di bagian Radioterapi RSDM sebanyak 6x. Kemoterapi terakhir pada 25 Juli 2012. Riwayat mondok : (+) di RSUD Boyolali kemudian dirujuk ke RSDM untuk operasi Ca Ovarii. 4. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat DM Riwayat hipertensi Riwayat sakit jantung Riwayat sakit ginjal Riwayat stroke Riwayat sakit liver 5. Riwayat Kebiasaan Riwayat merokok Riwayat minum obat bebas Riwayat minum jamu-jamuan Riwayat minum alkohol 6. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien adalah seorang pensiunan PNS. Pasien tinggal di sebuah rumah dengan : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

Riwayat alergi obat/makanan : disangkal

seorang suami dan 2 anak. Pasien membayar biaya perawatan di RS dengan fasilitas Askes. C. ANAMNESIS SISTEMIK 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Keluhan Utama Kulit Kepala Mata Hidung Telinga Tenggorokan Respirasi Kardiovaskuler : Kaki kiri bengkak dan nyeri : Kering (-), pucat (-), gatal (-), petechie (-), turgor kulit cukup : leher cengeng (-), sakit kepala (-), nggliyer (+) : Mata kuning (-/-), berkunang-kunang (+/+), Pandangan kabur (-/-), pandangan ganda (-/-) : Mimisan (-), pilek (-), hidung tersumbat (-), gatal (-) : Berdenging (-), pendengaran berkurang (-/-), keluar cairan (-), keluar darah (-) tak ada keluhan : Nyeri telan (-), gatal (-), suara serak (-) : Sesak napas (-), batuk (-), batuk darah (-), mengi (-), tidur mendengkur (-) : Nyeri dada (-), berdebar-debar (-) bengkak (-) 11. Gastrointestinal 12. Extremitas Atas : : luka (-/-), nyeri (-/-), tremor (-/-), kesemutan (-/-), bengkak (-/-), terasa tebal (-/-), ujung jari dingin (-/-), sakit sendi (-/-), panas (-/-), berkeringat (-/-) Bawah : luka (-/-), nyeri (-/+), tremor (-/-), kesemutan (-/-), bengkak (-/+), terasa tebal (-/-), ujung jari dingin (-/-), sakit sendi (-/-), panas (-/-). D. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum Status gizi BB : 42 kg : Sakit sedang, compos mentis : Nafsu makan berkurang (+), mual (-), muntah (-) Nyeri (-), BAB hitam (-) 10. Muskuloskeletal : Lemas (+), kaku (-), nyeri sendi (-), nyeri otot (-),

TB IMT Vital sign TD Nadi RR 1. Kulit

: 150 cm : 18,67 kg/m2 (underweight) :110/70 mmHg : 84x/ menit, kuat, irama reguler, isi dan tegangan cukup : 20x/ menit

Suhu : 36,60C (per aksiler) Ikterik (-), turgor turun (-), kering (-), teleangiektasis (-), petechie (-), kuning (-), ekimosis (-), pucat (-) 2. Kepala Bentuk mesocephal, rambut mudah dicabut (-), alopecia aerata (-), luka (-) atrofi M.temporalis (-) 3. Mata Konjungtiva pucat (+/+), ikterik (-/-), oedem palpebra (-/-), lensa keruh (-/-), reflex cahaya (+/+), pupil isokor (3mm/3mm) 4. Telinga Membran timpani intak, sekret (-), darah (-), nyeri tekan mastoid (-), tragus pain (-) 5. Hidung Simetris, napas cuping hidung(-/-), sekret (-/-), darah (-/-), septum di tengah, concha hiperemis (-/-) 6. Mulut Sianosis (-), bibir pucat (-), lidah kotor (-), mukosa basah (+), papil lidah atrofi (-), ulcus di palatum (-), gigi tanggal (-) 7. Tenggorokan Uvula di tengah, tonsil T1 -T1, faring hiperemis (-), 8. Leher Trachea ditengah, kelenjar thyroid tidak membesar, KGB tidak membesar, JVP R+2 cm 9. Thorax : Gynecomasti (-), spider nevi (-), retraksi (-), benjolan (-)

10. Cor Inspeksi Palpasi Perkusi : Ictus cordis tidak tampak : Ictus cordis teraba di SIC V pada 1 cm medial LMCS, tidak kuat angkat : batas jantung Kanan atas Kanan bawah Kiri atas sinistra Kiri bawah Auskultasi 11. Pulmo Depan Inspeksi Statis Dinamis Palpasi Statis Dinamis Perkusi Kanan Kiri : Sonor mulai redup di SIC VI : Sonor, mulai redup sesuai pada batas jantung, batas paru-lambung di SIC VI linea medioclavicularis sinistra. Auskultasi Kanan : Suara dasar vesikuler, wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-). : Simetris, sela iga tidak melebar, retraksi (-), tidak ada yang tertinggal : Pengembangan paru simetris, tidak ada yang tertinggal Fremitus : Fremitus raba simetris kanan = kiri : Normochest, simetris kanan-kiri, sela iga tak melebar, retraksi (-) : Simetris, sela iga tak melebar, retraksi (-) : SIC V linea midklavikula Kesan : Batas jantung tidak melebar. : Bunyi jantung I-II intensitas normal, reguler, bising (-), gallop (-) : SIC III linea sternalis dextra : SIC V linea sternalis dextra : SIC II linea para sternalis

Kiri Belakang Inspeksi Statis Palpasi Perkusi Auskultasi Kanan Kiri 12. Punggung costovertebrae (-) 13. Abdomen Inspeksi

: Suara dasar vesikuler (+) normal, wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-)

: Punggung kanan kiri simetris : Fremitus raba simetris kanan = kiri : Paru kanan sonor, paru kiri sonor : Suara dasar vesikuler, wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-) : Suara dasar vesikuler, wheezing (-), ronki basah kasar (-), ronki basah halus (-) : kifosis (-), lordosis (-), skoliosis (-), nyeri ketok sudut

Dinamis : Pengembangan dada simetris

: Dinding perut > dari dinding dada, kulit teregang (+), ascites (-), venektasi (+), sikatrik (-), striae (-), caput medusae (-)

Auskultasi Perkusi Palpasi

: bising usus (+) normal, metalic sound (-) : pekak alih (-), undulasi (-) : supel, nyeri tekan (-), nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan lien tidak teraba, shifting dullness (-)

14. Ekstremitas Superior (Ka / Ki) Tremor(-/-), berkeringat(-/-), edema (-/-), sianosis (-/-), pucat (-/-), akral dingin (-/-), ikterik (-/-), luka (-/-), Spoon nail (+/+), clubbing finger (-/-), flat nail (-/-), nyeri tekan dan nyeri gerak (-/-), deformitas (-/-), selulitis (-/-). Inferior (Ka / Ki)
Berkeringat(-/-), oedem(-/+), sianosis (-/-), pucat (-/-), akral dingin (-/-), ikterik (-/-), luka (-/-), Spoon nail (+/+), hofman sign (-/+), pratt sign (-/+), clubbing finger (-/-), flat nail (-/-), nyeri tekan dan nyeri gerak (-/-), deformitas (-/-), selulitis (-/-), pulsasi a.dorsalis pedis (+/+), a.poplitea (+/+), a.tibialis anterior (+/+),

regio inguinal sinistra :

Inspeksi - tampak benjolan, warna kulit kemerahan, darah (-), ulkus (-), venektasi (-) Palpasi - teraba benjolan ukuran 3 cm x 2 cm x 2 cm, konsistensi padat, permukaan berbenjol-benjol, batas tegas, tidak dapat digerakkan, nyeri tekan (+) Wells skor atau kriteria (PE): Aktif kanker (pengobatan dalam terakhir 6 bulan atau paliatif) - 1 poin (+) Betis membengkak >3cm dibandingkan dengan betis lainnya (diukur 10 cm di bawah tuberositas tibialis) - 1 poin (+) Kolateral Superficial Vena (non-varises) - 1 poin Pitting edema (terbatas pada kaki) - 1 poin (+) Pembengkakan seluruh bagian kaki- 1 poin (+) Localized sakit sepanjang distribusi titik dalam vena-1 sistem Kelumpuhan, kelumpuhan, atau immobilisasi ekstremitas bawah -1 point Terbaring di tempat tidur > 3 hari, atau operasi besar yang memerlukan anestesi regional atau umum di masa lalu 4 minggu-1 point (+) Sebelumnya didiagnosa DVT-1 poin. Alternatif diagnosis-Kurangi 2 poin Limfadenopati inguinal (+)

Interpretasi: Skor 3 kemungkinan deep vein thrombosis. Pertimbangkan pencitraan pembuluh darah kaki. E. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium Darah Pemerikasaan 10/08 Hb Hct AL AE AT MCV MCH MCHC RDW HDW MPV PDW -netrofil -limfosit -monosit -eosinofil -basofil -LUC -Retikulosit GDS GDP SGOT SGPT Albumin Globulin Kreatinin Ureum Asam urat Besi (SI) TIBC Sat.transferin 7.3 22 17.3 2.49 263 89.2 29.3 32.8 19.1 3.2 6.4 49 90.60 4.00 2.70 2.10 0.20 0.50 12/08 9.5 29 11.6 3.06 125 16/08 10.2 32 13.3 3.23 106 Satuan g/dl % 106/l 103/l 103/l /um Pg g/dl % g/dl Fl % % % % % % % mg/dl mg/dl u/l u/l g/dl g/dl mg/dl mg/dl mg/dl ug/dl ug/dl % Nilai normal 11.8 - 17.5 33 45 4.5 - 11.0 4.50 - 5.90 150-450 80-96 28-33 33-36 11.6 - 14.6 2.2 - 3.2 7.2 - 11.1 25 65 55.00-80.00 22.00-44.00 0.00-7.00 0.00-4.00 0.00-2.00 0.50-1.50 60-140 70-110 0-35 0-45 3.2 - 4.6 0.8 -1.3 < 50 2.4 - 6.1 27 138 228 428 15 45

1.11 104 14 6 3.2 2.5 131 11.4 20 168 12

Feritin Na K Cl Ca ion HbsAg PT APTT INR 135 4.2 104 1.39 Non reaktif 15.2 25 1.190

ng/dl mmol/l mmol/l mmol/l mmol/l 12.5 19.8 0.910 Detik Detik

20.0 - 200.0 132 146 3.3 - 5.1 98 106 1.17 - 1.29 Non reaktif 10.0 15.0 20.0 40.0

Pemeriksaan laboratorium urin (10 Agustus 2012) Pemeriksaan Makroskopis Warna Kejernihan Kimia urin Berat jenis pH Leukosit Nitrit Protein Glukosa Keton Urobilinogen Bilirubin Eritrosit Mikroskopis Leukosit Leukosit Epitel Ep. Squamous Ep. Transisional Ep. Bulat Silinder Hyline Granulated Lekosit Bakteri Kristal Sperma Konduktivitas Lain-lain Hasil Yellow Sl.cloudy 1,020 5,5 500 Negatif 25 Normal Negatif Normal Negatif 150 417.9 75 12-13 0-1 1,015-1,025 4,5-8,0 Negatif Negatif Negatif Normal Negatif Normal Negatif Negatif 0-5,8 0-12 Negatif Negatif Negatif 0-3 Negatif Negatif 0-2150 0 0 3-32 Satuan Rujukan

/l mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl /l /l /LPB /LPB /LPB /LPB

0 /LPK 1-2 /LPK /LPK 709.5 /l 0.2 /l 0 /l 8.7 mS/cm kristal amorf (+)

Hasil Pemeriksaan GDT (12 Agustus 2012) Eritrosit Lekosit Trombosit Simpulan : normokromik, normositik, anisositosis, makrosit, mikrosit, ovalosit, eritroblas(-) : jumlah normal, hipergranulasi netrofil (+) : jumlah menurun : Anemia normokromik normositik dengan trombositopeni. Suspek e/c penyakit kronis bersamaan dengan proses infeksi. Hasil Pemeriksaan Foto Rontgen, USG (8 Agustus 2012) Lumbosacral AP/Lat - Spondilosis lumbalis Vascular Doppler Terbatas / Ekstremitas satu sisi (sinistra): - Sistema vena (v.femoralis, v.poplitea, v.tibialis anterior, v.tibialis posterior) tak tampak tanda trombus - Tampak multiple limfadenopati pada daerah inguinal kiri diameter 8-15 mm - Tampak hipodermis edema ekstremitas inferior sinistra Kesan : - Tak tampak tanda-tanda DVT - Limfadenopati inguinal sinistra - Hipodermis edema ekstremitas inferior F. RESUME Sejak 8 hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh kaki kiri bengkak. Bengkak dirasakan semakin hari semakin besar. Pasien juga merasakan nyeri pada kakinya. Nyeri dirasakan saat dipakai bergerak sehingga pasien tidak bisa berjalan dan harus selalu tiduran. Bengkak diawali dari pangkal paha sampai ujung kaki. Kesemutan (-), mrongkol (-), demam (-), lebam (-), luka (-) Pasien tidak merasakan mual, tidak muntah, nafsu makan baik, nyeri ulu hati (-). Pasien juga merasa sedikit lemas, tubuh nggliyer kadang-kadang saat dipakai berjalan, sehingga lebih nyaman duduk atau tiduran. BAK 6-7x/hari @ gelas belimbing, warna seperti kuning jernih, lendir (-), darah (-), nyeri suprapubik (-), nyeri saat BAK (+), dan panas saat BAK (+).

BAB 1x/hari @ 1 gelas belimbing konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan, tidak ada darah, tidak berlendir, dan tidak nyeri. Pasien memiliki riwayat kemoterapi atas indikasi Carcinoma Ovarii Grade IV, dan telah mendapat kemoterapi sebanyak 6x. Pada pemeriksaan fisik kepala didapatkan conjungtiva pucat dan pada abdomen didapatkan dinding perut > dinding dada, spoon nail di kedua ekstremitas inferior, oedem ekstremitas inferior sinistra. Pada pemeriksaan darah didapatkan penurunan dari Hb, Hct, AE, AT, SI, TIBC, dan saturasi transferin. Namun, terjadi peningkatan pada AL, netrofil, reticulosit, ureum, kreatinin dan asam urat. Hasil kimia urin didapatkan leukosit, protein, keton, bilirubin, eritrosit, dan kristal amorf. Pada pemeriksaan GDT didapatkan anemia normokromik normositik dengan trombositopeni suspek e/c proses kronis bersamaan dengan proses infeksi. USG Doppler mengesankan tanda-tanda limfadenopati inguinal sinistra, hipodermis edema ekstremitas inferior, tak tampak tanda-tanda DVT. G. DAFTAR ABNORMALITAS Anamnesis 1. Kaki kiri bengkak dan nyeri 2. Badan lemas 3. Nggliyer 4. Mata berkunang-kunang 5. Perut membesar 6. Nyeri saat BAK 7. Panas saat BAK 8. Sedang menjalani kemoterapi karena ca ovarii Pemeriksaan Fisik 9. Conjungtiva pucat 10. Dinding perut > dinding dada 11. Spoon nail 12. Teraba limfadenopati inguinal sinistra 13. Oedem ekstremitas inferior sinistra

Pemeriksaan Penunjang Hematologi rutin 14. Hb 7.3; 9.5; 10.2 g/dl 15. Hematokrit 22; 29; 32 % 16. AE 2.49; 3.06; 3.43 x106 /L 17. AT 263; 125; 106 x103 /L 18. AL 17.3; 11.6; 13.3 x103 /L 19. MCV 89.2 / um 20. MCH 29,3 pg 21. MCHC 32.8 g/dl 22. RDW 19.1 % 23. Netrofil 90.60 % 24. Limfosit 40.00 % 25. LUC 0.50 % Kimia Klinik 26. Kreatinin 2,5 mg/dl 27. Ureum 131 mg/dl 28. Asam urat 11.4 mg/dl 29. SI 20 ug/dl 30. TIBC 168 ug/dl 31. Saturasi transferin 12 % 32. Feritin 15.0 ng/ml 33. PT 15.2; 12.5 detik 34. APTT 25; 19.8 detik 35. INR 1.190; 0.910 Lab.Urin 36. Leukosit 500 37. Protein 25 mg/dl 38. Eritrosit 150 /l Mikroskopis 39. Leukosit 417.9 /l 40. Leukosit 75 /LPB

41. Epitel squamous 12-13 /LPB 42. Epitel transisional 0-1 /LPB 43. Silinder granulated 1-2 /LPK 44. Kristal 0.2 /l Pemeriksaan Gambaran Darah Tepi 45. kesan Anemia normokromik normositik dengan trombositopeni. Suspek ec proses kronis bersamaan dengan proses infeksi. Pemeriksaan Foto USG Doppler 46. kesan Tak tampak tanda-tanda DVT, tampak limfadenopati inguinal sinistra, tampak hipodermis edema ekstremitas inferior H. ANALISIS DAN SINTESIS 1. Problem 1,2,3,4,12,46 Oedem tungkai kiri e/c limfadenopati dd DVT 2. Problem 8Ca ovarii stadium IIIc post kemoterapi 3. Problem 2,3,4,8,11,13,14,15,19,20,21,30,31,32,45 Anemia normokromik normositik 4. Problem 17,33,34 Trombositopenia 5. Problem 26,27,37,38,39,40 Azotemia 6. Problem 28,44 Hiperurisemia 7. Problem 6,7,17,22,23,24,36 ISK

I. PROBLEM 1. Oedem tungkai kiri e/c limfadenopati dd DVT 2. Ca ovarii stadium IIIc post kemoterapi 3. Anemia sedang normokromik normositik 4. Trombositopenia 5. Azotemia 6. Hiperurisemia 7. ISK J. RENCANA PEMECAHAN MASALAH

Problem 1. Oedem tungkai kiri Ass : Kaki kiri bengkak dan nyeri,Badan lemas, Nggliyer, Mata berkunangkunang, Oedem ekstremitas inferior sinistra, kesan Tak tampak tandatanda DVT, tampak limfadenopati inguinal sinistra, tampak hipodermis edema ekstremitas inferior dd Limfadenopati inguinal e/c metastase Ca Ovarii grade IIIc post kemoterapi Deep Vein Thrombosis IpDx IpTx : Venografi : Bed rest total Diet 1700 kkal, infus NaCl 0,9% 20 tpm, Inj Ceftriaxone 2 gr/24 jam, inj. Ketorolac 1 amp (k/p) IpMx IPEx : KUVS, Balance cairan, observasi ekstremitas : Penjelasan kepada pasien tentang kondisinya tidak banyak bergerak, pindah posisi tidur tiap 2 jam. Problem 2. Ca ovarii stadium IIIc post kemoterapi Ass IpDx IpTx IpMx IpEx : Riwayat penyakit dahulu ca ovarii stadium IIIc, sudah kemoterapi 6x :: Rawat bersama obgyn : KUVS : penjelasan tentang penyakitnya dan komplikasinya.

Problem 3. Anemia normokromik normositik Ass : Badan lemas, Nggliyer, Mata berkunang-kunang, Conjungtiva pucat, Spoon nail, Hb 7.3; 9.5; 10.2 g/dl, hematokrit 22; 29; 32 %, AE 2.49; 3.06; 3.43 x106 /L, MCV 89.2 / um, MCH 29,3 pg, MCHC 32.8 g/dl, RDW 19.1 %, SI 20 ug/dl, TIBC 168 ug/dl, Saturasi transferin 12 %, Feritin 15.0 ng/ml, kesan Anemia normokromik normositik dengan trombositopeni. Suspek ec proses kronis bersamaan dengan proses infeksi.

dd penyakit kronis perdarahan akut Anemia hemolitik IPDx IPTx IPMx IPEx : Comb test, Benzidin test : Sulfas Ferosus 3 x 200mg, Transfusi PRC 2 kolf/ hari sampai Hb10 : Hb, Eritrosit, Hematokrit : Penjelasan kepada pasien tentang kondisinya konsumsi daging dan sayuran hijau. Problem 4. Trombositopenia Ass : AT 263; 125; 106 x103 /L, PT 15.2; 12.5 detik, APTT 25; 19.8 detik, kesan : Anemia normokromik normositik dengan trombositopeni. Suspek ec penyakit kronis bersamaan dengan proses infeksi. dd perifer sentral Ip Dx Tx Mx Ex :: Observasi bila ada perdarahan : Cek AT, PT, APTT /24 jam : penjelasan pasien tentang penyakitnya

Problem 5. Azotemia Ass : Kreatinin 2,5 mg/dl, Ureum 131 mg/dl dd AKI akut on CKD Ip Dx IpTx IpMx IpEx : USG Urologi : Rehidrasi NaCl 0,9% 20 tpm. : cek ureum dan kreatinin per 3 hari, BC harian. : Penjelasan tentang penyakitnya dan komplikasinya

Problem 6. Hiperurisemia Ass : Asam urat 11.4 mg/dl, Kristal 0.2 /l dd etiologi intake berlebih

ekskresi berkurang IpDx IpTx IpMx IpEx : asam urat urin 24 jam, renal function test : Diet rendah purin Allopurinol 1 x 300 mg (0-0-3) : kadar asam urat : penjelasan tentang penyakitnya dan komplikasinya

Problem 7. ISK Ass IpDx IpTx IpMx IpEx : Nyeri BAK (+), anyang-anyangan (+), panas saat BAK (+), urin rutin: Leukosituria (+) : Kadar nitrit dalam urin. : Cotrimoxazole 960 mg/12 jam : Keluhan BAK, urin rutin ulang : Penjelasan tentang penyakitnya dan komplikasinya jaga higienitas lubang kencing.