Anda di halaman 1dari 4

A. Penuaan Penuaan meruapakan suatu kejadian yang alamiah, yaitu proses degenerasi yang berlangsung pada setiap orang.

Proses menua disebabkan oleh faktor intrinsik, yang berarti terjadi perubahan struktur anatomis, fungsi sel maupun jaringa yang disebabkan oleh penyimpangan didalam sel atau jaringan dan bukan disebabkan oleh faktor luar (penyakit). Penuaan dapat didefinisikan sebagai suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki atau mengganti diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap serangan dari agen penyebab jejas dan berkurangnya kemampuan memperbaiki kerusakan yang diderita.1 Penuaan merupakan hal biologis yang terjadi yang berkaitan dengan proses genetik, suatu terminasi yang tidak terelakkan dari pertumbuhan normal. Sisi patologis dari penuaan termasuk :1 1. Proses destruksi, yang kemungkinan berkaitan dengan reaksi autoimun, atau 2. Akumulasi dari pengaruh trauma-trauma minor yang terjadi sepanjang hidup. Penurunan metabolisme selular menyebabkan berkurangnya kemampuan sel untuk bertumbuh dan reparasi. Laju pembelahan sel (mitosi) menurun sehingga pada usia 65 tahun depresi selular mendekati 30%. Perubahan yang terjadi pada rongga mulut mirip dengan yang terjadi pada kulit dan wajah. Dijumpai keadaan atrofi, pengurangan ketebalan mukosa dan submukus, demikian juga dengan kelenturan jaringan ikat. Berkurangnya vaskularisasi menyebabkan memburuknya nutrisi dan pemberian oksigen ke jaringan. Mukosa menjadi peka terhadap iritasi, mekanis, khemis dan bakteri. Waktu penyembuhan penyakit melambat. Atrofi umum dapat dikaitkan dengan merosotnya output estrogen karena menopause. Radang mukosa dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin B12, riboflavin dan zat besi pada diet pasien lanjut usia. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan lambatnya penyembuhan luka, kerapuhan kapiler dan perdarahan serta pembengkakan pada gingival.1

Teori tentang penuaan 1. Teori Biologi Teori Selular Sel-sel dalam tubuh memiliki kemampuan membelah dalam jumlah yang terbatas. Maksudnya, pada titik tertentu atau nilai tertentu sel tersebut tidak dapat lagi melakukan pembelahan. Rata-rata sel memiliki kemampuan membelah sebanyak 50 kali. Selama kehidupan, sel pada sistem tubuh kita cenderung mengalami kemunduran dan kerusakan bahkan kematian akibat dari berbagai hal, baik karena usia maupun faktor penyakit. Untuk beberapa sistem, jika terjadi kerusakan atau kematian sel maka sel tersebut tidak dapat diganti. Misalnya saja pada sistem saraf, sistem musculoskletal dan jantung.1 Teori sintesis Protein Proses penuaan mempengaruhi sintesis protein dalam tubuh. Dimana akibat dari penuaan, protein dalam tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang flexibel dan kurang elastin. Hal tersebut juga mengenai jaringan tertentu misalnya kulit, kartilago yang kehilangan elastisitasnya pada lansia sehingga kehilangan flexibilitasnya dan menjadi lebih tebal.1 Teori Keracunan Oksigen Manusia mempunyai kemampuan untuk melawan efek racun oksigen dan kemampuan itu akan menurun sebanding dengan bertambahnya usia, khususnya pada lansia. Hal itu disebabkan karena penurunan sel tubuh untuk mempertahankan diri dari oksigen yang mengandung racun dengan kadar yang tinggi, dan membuat bentuk atau struktur membrane sel mengalami perubahan dan rigid. Sedangkan fungsi dari membrane sel adalah untuk memfasilitasi sel dalam berkomunikasi dengan lingkungan yang juga mengendalikan proses pengambilan nutrient dan proses ekskresi zat-zat toksik dari dalam sel yang dipengaruhi oleh rigiditas membran tersebut.1

Teori Sistem Imun Sistem imunitas merupakan kemampuan tubuh dalam merespon segala sesuatu yang masuk kedalam tubuh serta kemampuan untuk mempertahankan keadaan agar tubuh tetap dalam keadaan normalnya. Sistem yang terbagi menjadi sistem imun spesifik dan non-spesifik ini, akan mengalami hal yang sama seperti sistem yang lainnya akibat dari proses penuaan yaitu kemunduran. Hal ini yang menyebabkan pada umumnya lansia sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit. Jika terjadi kemunduran pada sistem limfatik khusunya sel darah putih maka merupakan kemunduran yang besar pada proses penuaan.1 Hal ini dimanifestasikan dengan meningkatnya infeksi, penyakit autoimun dan kanker. Perlu diketahui juga bahwa, sistem imunitas seseorang secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi proses menua. Misalnya saja infeksi yang menyerang organ tertentu, sehingga mengakibatkan terjadinya penyakit yang kemudian memacu terjadinya proses menua. Jadi dapat disimpulkan, bahwa terdapat hubungan timbal balik antara sistem imun dengan proses menua.1 2. Teori Psikologi Secara tidak langsung keadaan psikologi seseorang dapat menjadi salah satu faktor yang sangat mendukung percepatan proses menua. Stres adalah salah satu contoh keadaan psikologi ini. Stres sendiri dapat berupa :1 Degenerasi Degenerasi dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu pembengkakan sel dan perubahan perlemakan. Pembengkakan sel timbul jika sel tidak dapat mengatur keseimbangan ion dan cairan yang menyebabkan hidrasi sel. Sedangkan perubahan perlemakan bermanifestasi sebagai vakuola-vakuola lemak di dalam sitoplasma dan terjadi karena hipoksia atau bahkan toksik. Perubahan perlemakan dijumpai pada sel yang tergantung pada metabolisme lemak seperti sel hepatosit dan sel miokard.1 Fisik : radisasi, trauma dan lain-lain

Biologik : efek radikal bebas, obat-obatan, infeksi Psikososaial

1. Tambayong Jan, Dr. 2000. Patofisiologi untuk keperawatan. EGC:Jakarta.