Anda di halaman 1dari 2

Beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin menyaksikan perayaan Waisak di k omplek Candi Borobudur:

Tentukan transportasi Pesawat: Bandara terdekat dari lokasi perayaan Waisak adalah Bandara Adi Sucipto di Yogya karta. Banyak maskapai penerbangan lokal yang melayani rute penerbangan ke Yogya karta dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Citilink, Garuda Indonesia, Lio n Air, Mandala Airlines, Merpati, dan Sriwijaya Air. (Contoh tarif penerbangan d ari Makassar Yogyakarta.) Kereta Api: Bagi yang memilih jalan darat, kereta api adalah pilihan yang nyaman. Beberapa t iket menuju Yogyakarta pada tanggal-tanggal menjelang Waisak semakin menipis. Ag ar tak kehabisan, segera cek di kereta-api.co.id. Transportasi lokal: Lokasi perayaan Waisak tersebar di beberapa titik. Untuk yang berniat hunting fo to dan mengikuti seluruh rangkaian acara, akan lebih nyaman menggunakaan kendara raan bermotor agar mudah berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Jika pergi b eramai-ramai, patungan sewa mobil saja. Kendaraan umum seperti becak memang teta p ada, namun tarifnya akan melonjak saat acara-acara khusus seperti ini.

Pilih akomodasi Seluruh rangkaian acara perayaan Waisak berlangsung di kota Magelang. Meskipun k ota ini dapat ditempuh dari Yogyakarta dengan 1 1,5 jam berkendara, akan lebih n yaman jika penginapan kita berada tak begitu jauh dari lokasi penyelenggaraan. B anyak penginapan di kota Magelang yang bisa dipilih, mulai dari kelas hotel mela ti hingga bintang lima sekalipun.

Persiapan fisik dan mental Mengikuti prosesi ritual yang berlangsung sehari penuh tentu akan menguras tenag a, ditambah lagi cuaca yang tak bisa kita tebak. Untuk meminimalisir hal-hal yan g tidak diinginkan, pastikan barang-barang berikut ada di dalam tas: Buat rencana. Selain jadwal resmi yang dilansir Walubi di situs mereka, sempatka n diri untuk mencari jadwal pasti dari panitia setempat. Secara garis besar, ada lima ritual yang dilakukan setiap pelaksanaan Waisak. Berbekal jadwal ini, buat lah rencana agar perjalanan kalian lebih jelas dan terarah. Terutama lokasi dan rute-rute yang akan dilalui. Jangan pergi dengan perut kosong. Sarapan dulu sebelum berangkat, dan jangan sam pai melewatkan makan siang. Jika perlu, sediakan pula makanan kecil di dalam tas . Air mineral. Bawa setidaknya dua botol air mineral di dalam tas. Bayangkan betap a repotnya jika harus mencari penjual minuman saat berada di tengah kerumunan or ang banyak. Perlengkapan segala cuaca. Misalnya payung, topi, jaket, atau jas hujan yang dap

at melindungi dari panas matahari atau hujan. Jadilah fotografer yang bertanggungjawab dengan tidak menggunakan flash saat mem otret prosesi ibadah Waisak.

Tips memotret Tips praktis yang bisa kita terapkan saat memotret perayaan Waisak terbesar di I ndonesia ini: Kamera saku: Bawa charger dan baterai cadangan minimal 1 (satu) buah. Bawa memory card berkapasitas besar. Jika perlu, bawa memory card cadangan. Datang lebih awal agar bisa menempati posisi yang bagus untuk memotret. Tidak memotret menggunakan flash. Kamera SLR: Bawa 2 (dua) body kamera, dengan lensa 17-55mm atau 24-70mm untuk memotret l anskap atau suasana, dan lensa 70-200mm atau 80-400mm untuk memotret jarak dekat atau close up. Bawa charger dan baterai cadangan minimal 1 (satu) buah. Bawa memory card berkapasitas besar. Jika perlu, bawa memory card cadangan. Datang lebih awal agar bisa menempati posisi yang bagus untuk memotret. Bawa tripod yang ringan, sehingga tidak merepotkan ketika harus berpindah te mpat. Tidak memotret menggunakan flash.

Jaga sopan santun Meskipun perayaan Waisak dapat dinikmati tak hanya oleh umat Buddha, kita sebaga i pengunjung tetap harus menjaga sikap dan perilaku sepanjang pelaksanaan ritual . Kenakan pakaian yang sopan. Hindari memakai celana pendek dan kaos lengan buntun g. Sebaliknya, pakailah celana panjang serta kaos yang nyaman. Untuk alas kaki, pakai sepatu agar lebih nyaman berjalan kaki dan tidak mudah lelah. Dahulukan rombongan biksu dan umat. Pastikan kita tidak menghalangi akses masuk maupun keluar lokasi ritual yang akan dilalui oleh rombongan biksu dan umat yang akan beribadah. Tidak berisik. Posisikan diri kita sebagai umat yang sedang beribadah. Tentu tid ak ingin terganggu oleh suara bising orang-orang di sekitar bukan? Memotret tidak memakai flash, apalagi dalam jarak dekat. Selain tidak sopan, lam pu kilat kamera akan sangat mengganggu para biksu yang sedang berdoa. Intinya, j angan hanya karena ingin mendapatkan gambar yang sempurna, kita sampai menggangg u jalannya ibadah Waisak.

*sumber : http://www.wego.co.id/berita/tips-menyaksikan-perayaan-waisak-2013-dicandi-borobudur