Anda di halaman 1dari 50

Pola Penyakit

Oleh: ACHMAD DJAMIL.,MM.,M.KES

POLA PENYAKIT
Pola PENYAKIT menurut waktu Pola PENYAKIT menurut tempat Pola PENYAKIT menurut orang

Tujuan: Mengetahui pola penyebaran penyakit dan faktor-faktor determinan yg mempengaruhi terjadinya penyakit sehingga dpt diketahui cara pencegahan dan pemberantasan penyakit

Pertanyaan yg harus dijawab: - Siapa yang terkena? - Dimana penyakit terjadi? - kapan kejadiannya terjadi?

1. Person
Ahli epidemiologi menggunakan variabel deskriptif yang menggambarkan orang yang terkena penyakit. Variabel tersebut sbb: - umur - besar keluarga&struktur keluarga - golongan etnik - status perkawinan - pekerjaan - keadaan sosial ekonomi - adat istiadat - jenis kelamin

umur
Merupakan determinan paling penting Angka mortalitas dan morbiditas menunjukkan adanya hubungan dengan variabel ini Daya tahan tubuh berbeda Ancaman terhadap masalah kesehatan Kebiasaan hidup

Contoh: infeksi Tricius sering tjd pd anak-anak drpd org dewasa. Dikaitkan dgn kebiasaan tdk mencuci tangan

UMUR

umur

Langkah-langkah dlm mempelajari hub antara kesakitan dan umur

1. Menentukan pengelompokkan umur 2. Menghitung jumlah absolut


kesakitan/kematian mnrt klpk umur 3. Mengubah angka absolut ke dlm bentuk rate 4. Membuat diagram garis, histogram atau tabel rate

jenis kelamin
Perbedaan angka kematian antara lakilaki dan wanita disebabkan karena faktor-faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik Faktor intrinsik: faktor keturunan yg terkait dgn jenis kelamin atau perbedaan hormonal Faktor ekstrinsik: kebiasaan menghisap rokok pd pria, minum-minuman keras, dll

Jenis kelamin

Jenis kelamin

suku bangsa dan ras


Suatu penyakit frekuensi lebih tinggi pada suku bangsa dan golongan ras tertentu Perbedaan ini karena perbedaan imunitas dan kesempatan kontak dgn penyakit Contoh : kebiasaan makan, gaya hidup dan sifat biologis (kulit putih-hitam) org negro lbh sedikit dibanding org kulit putih thd serangan malaria vivax

Oesteoporosis ras
Wanita afrika - tinggal dekat khatulistiwa
Oesteoporosis lebih besar ?

Wanita Norwegia - jauh dari khatulistiwa

status perkawinan
Adanya perbedaan pola perilaku antara orang yg menikah dan belum menikah Hal ini berpengaruh terhadap: - risiko terkena penyakit - penatalaksanaan / penanggulangan penyakit

pekerjaan
Pekerjaan merupakan hal yg membedakan dlm memperoleh paparan terhadap sumber penyakit dan infeksi Contoh : pekerja tambang infeksi cacing tambang Dalam kemungkinan terjadinya penyakit, pekerjaan dpt merupakan faktor langsung ataupun tdk lgs

Faktor langsung : misal: silicosis paru perusahaan industri merkuri Faktor tdk langsung: misal: stress kerja merup faktor pemicu terjdinya hipertensi, tukak lambung

Besar keluarga, dan struktur keluarga


Keluarga yang besar mempunyai tanggungan ekonomi juga besar seperti penyediaan makanan dan keterbatasan tempat tinggal akan memudahkan penyebaran penyakit

keadaan sosial ekonomi


Keadaan sosial ekonomi yg baik memungkinkan kondisi lingkungan yg lebih baik Misal : lingkungan bersih dan tdk kumuh akan membuat tdk mudahnya terserang parasit

keadaan sosial ekonomi

adat istiadat
Kebiasaan dpt berpengaruh thd terjadinya infeksi penyakit seperti kebiasaan penyediaan makanan/minuman, kebiasaan dlm pengobatan penyakit,dll misal: masyarakat yg terbiasa makan dengan mencampur darah babi mentah akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi cacing.

2.

Place

Hubungan pola penyakit dgn tempat berkaitan dgn tempat yg dihuni dan penghuni yg merupakan faktor-faktor penyebab timbulnya penyakit Distribusi penyakit menurut geografis dpt berguna utk perencanaan kesehatan dan penjelasan thd etiologi

Manfaat:
Mengetahui besar dan jenis masalah kesehatan pd suatu daerah Mengetahui hal yg perlu dilakukan utk mengatasi mslh kesehatan Mengetahui keterangan ttg faktor penyebab timbulnya masalah kesehatan

Faktor-faktor yg perlu diperhatikan:

1. Perbedaan antara perkotaan-

perdesaan 2. Perbedaan wilayah menurut status ekonomi 3. Perbedaan wilayah geografis dgn skala luas

perbedaan urban-rural
Hal yg perlu diperhatikan adalah hubungan migrasi penduduk ke kota dan ke desa terhadap pola penyakit
Hal yg dpt mempengaruhi antara lain kepadatan penduduk, transportasi dan keberadaan vektor

Contoh: Mobilitas pddk transmigrasi yg kemungkinan daerah endemis dpt menularkan parasit penyebab malaria ke daerah asalnya Di pedesaan pd umumnya lbh banyak binatang yg terinfeksi yg dpt menularkan penyakit yg ditularkan dr binatang ke manusia

perbedaan mnrt status ekonomi


Kualitas lingkungan akan meningkatkan ketahanan masyarakat thdp penyakit Kondisi dan fasilitas kesehatan yg ada di daerah tsb misal: membandingkan desa tertinggal dan tak tertinggal

perbedaan wilayah geografis dgn skala luas


Banyak jenis penyakit yg ditemukan pd suatu negara atau sekelompok negara yg berada pd benua yg sama Hal ini karena pengaruh variasi geografis seperti kelembaban, temperatur yg mempengaruhi perkembangan dan penyebaran vektor penyakit

perbedaan wilayah geografis dgn skala luas

3. Times
Menjelaskan waktu org terkena penyakit tersebut Waktu dpt diukur dlm satuan tahun, bulan, hari, jam sesuai dgn kebutuhan dan jenis penyakitnya

Waktu
Periode waktu :
-Penelusuran dengan periode sepuluh tahunan (studi retrospektif, prospektif -- tahun per dekade (1970, 1980, 1990, 2000)

-Dekade tahunan
-Minggu, bulan, tahun & lima tahunan

Waktu
Penyajian
Bisa dipadukan dengan tempat, orang

Waktu
Penyajian data menurut waktu Grafik ------ mudah dimengerti Cara standar penyajian data menurut waktu : - jumlah/frekuensi kasus, rate per-1000, jumlah pajanan --- sumbu y / vertikal - Waktu ---- sumbu x / horisontal

manfaat:
Memahami kesepatan perjalanan penyakit Memahami lama terjangkitnya penyakit

waktu
Pola fluktuasi jangka pendek (shortterm variations) Pola fluktuasi periodik (periodik variations) Pola perubahan sekuler (secular trends)

Pola fluktuasi jangka pendek


Terjadi jika ada epidemi atau wabah Ditandai dgn - jumlah kasus penyakit yg melebihi jumlah normal - adanya penyakit yg sama dlm wkt yg sama atau hampir bersamaan - biasanya waktu inkubasinya rata-rata pendek

Pola fluktuasi jangka pendek

Pola fluktuasi periodik


Terjadi bila timbul dan memuncaknya angka kesakitan dan kematian terjadi berulang-ulang tiap beberapa bulan, tiap tahun atau tiap beberapa tahun
Bisa terjadi baik pada penyakit infeksi maupun penyakit bukan infeksi

Pola fluktuasi periodik

Faktor yg mempengaruhi:
Ada tdknya keadaan yg memungkinkan transmisi penyakit oleh vektor Adanya tmpt berkembang biak yg alami bagi vektor sehingga memudahkan peningkatan kepadatan vektor Adanya kerentanan Adanya kegiatan berkala dr org yg rentan yg menyebabkan mereka terserang vektor penular penyakit Adanya perubahan kemampuan agen infektif utk menimbulkan penyakit

Pola fluktuasi periodik


Contoh: keracunan makanan (beberapa jam) influensa (beberapa hari atau minggu) cacar (beberapa bulan)

Pola fluktuasi periodik

Pola perubahan sekuler


Menunjukkan perubahan angka kesakitan dan kematian suatu penyakit dlm jangka waktu yg panjang, puluhan atau ratusan tahun yg dinyatakan dlm bentuk rate

Pola perubahan sekuler

Pola perubahan sekuler

Faktor yg diperkirakan berperan dlm pembentukan pola sekuler


a. Meningkatnya mobilitas b. Meningkatnya transmigrasi spontan c. Berkurangnya isolasi tempat yg

terpencil dgn kemudahan transportasi d. Perubahan gaya hidup masyarakat

Faktor yg diperkirakan berperan dlm pembentukan pola sekuler


e. Perubahan lingkungan hidup dan ekologi yg timbul seiring dgn proses pembangunan dan industrialisasi f. Meningkatnya jumlah absolut penduduk g. Meningkatnya umur harapan hidup h. Perubahan intervensi akan memberikan efek pada perubahan pola kesakitan dan kematian