Anda di halaman 1dari 35

1|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.

Kom

BAHASA RAKITAN (Assembler) ?


Bahasa Rakitan termasuk ke dalam bahasa tingkat rendah dan merupakan bahasa dasar komputer. Bahasa ini memerlukan logika yang cukup rumit di samping instruksinya yang jauh berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya. Program yang dihasilkan memiliki kecepatan yang paling baik. Kelebihan dari bahasa rakitan adalah :

1. Memiliki fasilitas fungsi dan makro (ciri khas bahasa pemrograman yang menyebabkan pemrograman menjadi lebih mudah). 2. Program dapat dibuat secara modular (dipecah dalam modul-modul kecil dan dapat diintegrasikan kembali). 3. Ukuran program lebih kecil, sehingga lebih menghemat media penyimpan. 4. Lebih dekat ke hardware sehingga seluruh kemampuan komputer dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Apa saja yang diperlukan untuk belajar Bahasa Rakitan atau Assembler ? Untuk mempelajarai bahasa rakitan / assembler diperlukan :

1. Sistem bilangan antara lain Biner, Oktal, Desimal dan Hexadesimal 2. Pengenalan Microprocessor 3. Sistem Memori dan Pengalamatan Memori 4. Interupt / Interupsi 5. Register 6. Instruksi Assembly atau Mnemonic 7. Mode pengalamatan data 8. Operasi-operasi pada assembler 9. Pembuatan program

2|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

SISTEM BILANGAN
Untuk mempelajari bahasa rakitan kita harus mengenal beberapa sistem bilangan yang sangat berguna dalam pengaksesan port ataupun menghafal kode ASCII yang penting. Bilangan desimal sering kita gunakan sehari-hari untuk segala keperluan, sedangkan bilangan lainnya sangat dibutuhkan dalam pemrograman bahasa rakitan atau assembler, karena bahasa ini dipakai untuk menjalankan sistem mikroprosessor. Setiap mikroprosesor memiliki bahasa rakitan sendiri. Adapun sistem bilangan yang dipelajari adalah sebagai berikut :

1. Bilangan Biner Bilangan ini hanya mengenal angka 0 dan 1 sehingga bilangan ini berdasar 2. Cara mengkonversi ke bilangan desimal adalah dengan mengalikan dua dengan pangkat N (suku ke-N) seperti bilangan desimal mengalikan 10 dengan pangkat N Contoh: 1110 (biner) dikonversi ke desimal menjadi : (1 * 23) + (1 * 22) + (1 * 21) + (0 * 20) = 8 + 4 + 2 + 0 = 14 (desimal) Operasi tambah pada sistem biner : 0 + 0 = 00 1 + 0 = 01 0 + 1 = 01 1 + 1 = 11 Contoh : 1110001 + 1011000 = 11001001 (biner) desimalnya : 113 + 89 = 201

2. Bilangan Oktal Bilangan Oktal merupakan bilangan berdasar 8. Jadi bilangan ini hanya terdiri dari angka 0 hingga 7. Konversi bilangan octal ke desimal mempunyai cara yang sama dengan bilangan biner, hanya memakai bilangan dasar 8. Contoh: 355 bilangan octal ke desimal 355 oktal = (3 * 82) + (5 * 81) + (5 * 80) = 192 + 40 + 5 = 237 desimal

3|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

3. Bilangan Desimal Bilangan ini sudah tidak asing lagi, karena digunakan dalam kehidupan seharihari. Sistem bilangan ini terdiri dari angka 0 sampai 9 dengan menggunakan dasar 10.

4. Bilangan Hexadesimal Bilangan ini mutlak harus dikuasai, karena dalam bahasa rakitan kita sering menemukan bilangan ini. Kode ASCII ditulis dalam bilangan hexadesimal yang mewakili huruf, angka, tanda baca dan karakter unik lainnya sebanyak 255 buah. Bilangan hexadesimal merupakan bilangan dasar 16 terdiri dari :

0123456789ABCDEF. Cara mengkonversi ke bilangan desimal sama dengan biner dan octal Contoh: 3A hexa = (3 * 161) + (10 * 160) = 48 + 10 = 58 desimal

4|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

MEMORI
Pengertian Memori
Memori merupakan bagian terpenting dalam komputer untuk menyimpan data dan program. Dalam microprosesor 8088 terdapat 16 saluran alamat (address) dan 8 saluran data secara multiplex. Saluran alamat lainnya yang tersedia ada 4, khusus untuk menunjuk segmen memori, dimana tiap segment menjangkau memori sebesar 64 kliobyte. Sehingga dari 16 saluran alamat dapat menggarap isi memori hingga 1 megabyte dan bekerja dengan data 16 bit. Ukuran memori 1 kilobyte = 1024 byte, 1 megabyte = 1024 x 1024 byte = 1.048.576 byte. Maka alamat memori dari 0 sampai 1 megabyte memerlukan penulisan dengan 5 digit angka hexadesimal dari 00000H sampai FFFFFH. Sebagai contoh : Memori di PC XT 640 kilobyte terdiri dari alamat 00600H sampai alamat A0000H.RAM dan ROM merupakan komponen IC yang dapat menyimpan data dan program yang dapat dialamati terdiri dari jalur alamat (address) dan jalur data. RAM dapat menulis dan membaca data, sedangkan ROM hanya membaca saja. Kombinasi saluran/jalur data berupa 8 bit atau 16 bit yang dinyatakan dalam bilangan hexadesimal. Sedangkan jalur alamat (address) memiliki pola yang sama dengan jalur data memakai bilangan hexadesimal. Sekarang telah berkembang memori dengan jumlah saluran 32 bit dan 64 bit. Tempat menyimpan data ukuran 1 byte di RAM dan ROM harus diberi nomor urut agar mudah diidentifikasi berupa alamat memori (memori address). Jika ada data berupa 5AH disalurkan melalui jalur data ke memori dengan alamat memori 0F2B4H, maka berarti di lokasi memori nomor 0F2B4H terdapat data 5AH. Memori dengan jalur alamat yang banyak akan memiliki kapasitas simpan yang dinyatakan dalam byte, kilobyte, megabyte atau gigabyte. Memori berkapasitas 64 KB berarti memiliki kemampuan merekam 64 x 1024 byte data. Suatu media penyimpan berupa Hard disk 10 M berarti memiliki kapasitas rekam 10 x 1024 x 1024 byte. Istilah dalam memori yang sangat lazim dan sering ditemui dalam setiap pemrograman bahasa rakitan adalah : Bit adalah singkatan dari binary digit Byte adalah 8 bit Word adalah 2 byte

5|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

Pembagian memori
Diantara register dalam CPU untuk mencatat alamat memori yang dipergunakan terdapat segment register digabung dengan offset register yang mengatur pembagian memori. Offset register dapat berupa register lain yang bukan segment register dengan aturan pasangan :

SSSS : OOOO
S = digit hexadesimal pada segment register O O = digit hexadesimal pada offset register

Satu segment memori berukuran 64 kilobyte terbagi atas beberapa segment offset yang dapat dialamati oleh offset register. Sedangkan memori (RAM & ROM) pada PC dapat terdiri dari beberapa/banyak segment memori tergantung kapasitas memori pada PC tersebut.

Pengalamatan Memori
Merupakan suatu cara untuk mencatat atau menunjuk alamat memori sesuai aturan pasangan SSSS : OOOO artinya penulisan alamat memori menuruti aturan bahwa bobot digit terendah pada Segment Register adalah 16 pangkat 1 dan bobot tertinggi 16 pangkat 4. Sedangkan pada Offset Register bobot digit terendah adalah 16 pangkat 0 dan bobot digit tertinggi 16 pangkat 3. Contoh: Misalkan: SSSS dipilih 1234H OOOO dipilih DCBAH Maka pengalamatan memori dapat dinyatakan 1234:DCBA. Angka alamat absolutnya dapat dihitung dari : 12340 0DCBA + 1FFFA

6|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

Cara penulisan alamat memori 1234:DCBA memberi alamat absolute 1FFFAH. Penunjukan alamat memori oleh mikroprosesor dilakukan oleh register BX. Jika kita ingin menaruh data dengan pencatatan alamat memori memakai segment register BX dan offset register DS. Pencatatan alamat dinyatakan dengan rumus DS:BX Contoh: 0100 : 0234 artinya DS mencatat 0100H, BX mencatat 0234H Alamat memori 0000 : 0234 dapat dinyatakan dengan : DS:BX+DI yaitu DS berisi 0000, BX diisi 0200H dan DI diisi 0034H Penulisan BX+DI disebut offset address terhadap segment address.

Memori pada dasarnya dapat menyimpan data dan program yang bersifat sementara. Memori memiliki jalur data dan jalur alamat (address) agar dapat diidentifikasi oleh microprosessor pada saat sedang membaca data dan program. Memori memiliki kapasitas dalam satuan byte, kilobyte, megabyte, gigabyte dll. Pengalamatan memori diatur berdasarkan pembagian segment dan offset. Satu byte data dimemori memiliki satu alamat offset. Penunjukkan alamat memori dilakukan oleh CPU dengan memanfaatkan register BX. Pencatatan alamat memori dapat ditulis dengan DS:BX atau DS:BX+DI

7|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

INTERRUPT DAN REGISTER


Pengertian Interrupt
Interrupt atau interupsi adalah proses dalam komputer untuk meminta dilayani oleh mikroprosesor sesuai dengan tingkat prioritasnya yang telah diatur sedemikian rupa oleh sistem hardware computer. CPU banyak melaksanakan routin untuk melakukan pelayanan pemrosesan ataupun koordinasi kepada IC penunjang atau chipset dan peripherals pada saat diperlukan. Sehingga CPU dapat melakukan operasi dengan 2 cara yaitu :

1. Operasi dengan polling 2. Opreasi dengan interrupt

Operasi dengan polling berarti CPU selalu terus menerus menanyakan/ memantau ke tiap-tiap komponen penunjang satu persatu meskipun komponen itu sedang tidak memerlukan pelayanan. Sedangkan operasi interrupt atau interupsi dilakukan oleh tiaptiap komponen kepada CPU bilamana memerlukan pelayanan pemrosesan, sehingga CPU tidak terus-menerus menanyakan /memantau komponen itu. Setiap interupsi yang datang di kontrol oleh interrupt controller di luar CPU. Dalam keadaan CPU terkena interupsi, maka CPU untuk sesaat menghentikan kegiatan pelayanan utama dan beralih melayani komponen yang menginterupsinya. Setelah selesai dilayani CPU kembali melakukan pelayanan utamanya. Cara interupsi sangat meningkatkan effisiensi operasi CPU dan melakukan tugasnya dengan cepat. Interupsi dapat dilakukan dengan cara hardware dan software, sehingga CPU dapat menerima 3 macam interupsi antara lain :

1. Interupsi software (instruksi INT nH n= bilangan 00H s/d FFH) 2. Non Maskable Interrupt (Interupsi hardware dimana interupsi ini mutlak tidak dapat dicegah karena berasal dari sistem board atau IC. 3. Maskable Interrupt (berasal dari hardware melalui pin INTR) yang dapat ditutup atau dicegah dengan instruksi CLI berasal dari interupsi perangkat lunak.

Interupsi software terdiri dari 256 dan diberi nomor 00H hingga FFH. Alamat awal masing-masing program pelayanan terdiri dari 4 byte, 2 byte untuk Code Segment dan 2 byte untuk Instruction Pointer. Dalam pemrograman assembler kita dapat melakukan

8|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

interupsi secara software dengan perintah INT yang dapat dilihat dalam tabel interupsi. Interrupt Software dalam PC terbagi dua yaitu :

1. Interrupt BIOS (Basic Input Output Sistem) 2. Interrupt DOS (Disk Operating Sistem)

Interrupt BIOS diwujudkan dalam bentuk interupsi software berjumlah 32 dan akses pelayanannya tinggal memerintahkan dengan instruksi INT nH asal parameternya diwajibkan telah terpenuhi dahulu. INT nH terdiri dari 00H sampai 1FH yang disusun berurutan dan diberi servis number (nomor pelayanan) tersendiri. Interrupt DOS merupakan interupsi dari software Sistem Operasi terdiri dari INT 20H untuk kembali ke DOS dan INT 21H untuk operasi Input/Output.

Pengertian Register
Register tidak dapat dilepaskan dari mikroprosessor, sebab pada mikroprosessor terdapat register yang berfungsi untuk menyimpan sementara hasil dari tahapan operasi arithmetika dan logika pada mikroprosessor. Register dalam bahasa rakitan

menggunakan real mode memory yang sesuai dengan mikroprosessor Intel generasi 8088 s/d Pentium. Register yang terdapat pada mikroprosessor Intel terdiri dari :

1. General purpose register (register serbaguna) 2. Pointer register (register pointer) 3. Index register (register indeks) 4. Segment register (register segment) 5. Flag register (register status).

Semua register di atas lebarnya 32 bit, kecuali register segment (CS, DS, ES, SS, FS dan GS) hanya 16 bit. Register 32 bit dapat digunakan sebagai register 16 bit, kecuali register General purpose register dapat dibagi menjadi 8 bit (AL,AH, BL, BH, CL, CH, DL dan DH) yang berasal dari 16 bit (AX, BX, CX, DX). Register 32 bit diberi kode di depan register dengan E misalnya: EAX, EBX, ECX dan EDX.

9|Bahasa Rakitan ||| Rolis Afrian, S.Kom

Macam-macam Jenis dan Fungsi Register


Berikut ini jenis dan fungsi dari masing-masing Register yaitu : 1. General Purpose Register (Register Serbaguna) Register untuk keperluan umum yang terdiri atas : a. Register AX (Accumulator register) berfungsi sebagai tempat: Sementara hasil suatu operasi arithmetika atau logika (AL, AH, AX dan EAX) o Memasukkan nomor layanan interupsi, untuk keperluan pemesanan sebuah layanan interupsi (register AH). o Menyimpan bilangan yang dikalikan (reg AL, AX, EAX) dan setengan bagian terkecil (LSB) dari hasil perkalian (register DX-AX dan EDX-EAX). o Menyimpan setengah bagian terkecil(LSB) sebuah bilangan dibagi (DX-AX dan EDX-EAX) dan hasil bagi (AL, AX, EAX).

b. Register BX (Base Register) Base register adalah register untuk menyimpan alamat offset data yang terletak di memori (BL, BH, BX dan EBX) c. Register CX (Counter Register) Counter register adalah register serbaguna yang berfungsi sebagai: o Pencacah untuk operasi loop (CX dan ECX) o Pencacah untuk operasi shift dan rotate (CL) o Pencacah (counter) untuk operasi string (CX) d. Register DX (Data register) Data register adalah register serbaguna yang berfungsi sebagai : o Penyimpan hasil perkalian 16 bit (DX-AX) dan 32 bit (EDX-EAX). o Penyimpan hasil pembagian (DX-AX dan EDX-EAX) o Penyimpan data hexadesimal (kode ASCII) di reg DL untuk dicetak di layar monitor.

2. Pointer Register Register ini untuk menunjukkan alamat sebuah data di lokasi memori, dipakai saat operasi perpindahan data (dari/ke memori), operasi stack (PUSH/POP) dan penunjukkan alamat suatu instruksi. Berikut adalah macam-macam pointer

10 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

register: SP (Stack Pointer) dan ESP, BP (Base Pointer) dan IP (Instruction Pointer).

3. Index Register Sama dengan pointer register, sering digunakan untuk menunjukkan alamat sebuah data di lokasi memori pada operasi string. Macam-macam register Index adalah : SI (Source Index), DI (Destination Index).

4. Segment Register Segment register membentuk alamat memori untuk data. Pada operasi real mode suatu segment register akan berbeda dengan segment register pada operasi protected mode. Yang termasuk ke dalam segment register antara lain : Code segment -> untuk menunjukkan alamt instruksi berikutnya. Data segment -> untuk menunjukkan alamat data pada transfer register Extra segment -> register tambahan untuk operasi string Stack segment -> dengan SP untuk menunjukkan stack dan memanggil suatu prosedur (CALL) dan mengarah ke program utama (RET). FS dan GS register -> register tambahan untuk segmen memori yang besar.

5. Flag Register Berfungsi untuk menunjukkan status (keadaan) sesaat dari mikroprosessor. Bit-bit pada flag akan mengalami perubahan, tergantung proses yang baru saja berlangsung. Adapun kode bit yaitu sebagai berikut : C (carry) -> 1=ada carry out 0= tdk ada carry out P (Parity) -> 1=paritas genap 0= paritas ganjil A (auxxiliary carry) -> 1=ada carry 0=tdk ada carry Z (zero) -> 1=hasilnya nol 0=hasilnya bukan nol S (sign) -> 1=hasilnya negatif 0=hasilnya positif T (trap) -> bila diset 1 dimungkinkan melakukan debugging. I (interrupt) -> 1= pin INTR enable 0=pin INTR disable D (direction) -> 1=cacahan turun 0=cacahan naik (Overflow) -> menunjukkan adanya kelebihan kapasitas atau tidak IOPL (input-output privalege level) -> untuk protected mode NT (nested task) -> indikasi dari penggabungan dengan operasi lain.

11 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

RF (resume) -> untuk debugging VF (Virtual mode) -> untuk operasi virtual pada protected mode

AC (alignment check) -> untuk data word dialamati ke memori

Register merupakan tempat menyimpan data sementara yang berada dalam CPU. Register terdiri atas 5 bagian yaitu : General Purpose Register, Pointer Register, Index Register, Segment Register, Flag Register. Fungsi setiap register bermacam-macam sesuai peruntukannya yang telah diatur oleh pembuat mikroprosesor.

12 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

PERLENGKAPAN BAHASA RAKITAN


Untuk membuat bahasa rakitan diperlukan perlengkapan yang merupakan software antara lain dari DOS berupa DEBUG.COM atau dari Borland International berupa Turbo Assembler atau program lainnya. Khusus untuk membuat program dengan Turbo Assembler maka perlengkapannya terdiri dari : Compiler dan Linker yang compatible dengan computer PC XT/AT/Pentium dan processor Intel, AMD, Cyrix.

Compiler dan Linker


Pada pemrograman assembler dikenal istilah Compiler merupakan suatu program yang dapat mengubah suatu file berextensi .ASM (assembler) menjadi file Object berekstensi .OBJ. Compiler ini juga dapat memberitahukan isi suatu program yang akan dikompilasi apakah mengandung kesalahan (error) per baris atau perintah yang tidak sesuai. Compiler pada bahasa rakitan khususnya Turbo Assembler menggunakan TASM.EXE. Source program yang dikompile dengan compiler TASM dibuat dengan teks editor DOS atau Windows dan disimpan dengan nama file .ASM di directori yang berisi TASM.EXE agar lebih mudah dalam mengkompilasinya. Cara mengkompilasi program sumber (source program) menjadi program objek adalah : TASM [nama file .ASM] [nama file .OBJ] Contoh: LATIH1.ASM dikompile dengan TASM.EXE di directory A menjadi : C:\>TASM LATIH1.ASM LATIH1.OBJ (enter) atau C:\>TASM LATIH1 (enter)

Maka di layar tampak:

Turbo Assembler Version 2.0 Copyright (c) 1988 by Borland International Assembling file: LATIH1.ASM Error messages: None Warning messages: None Remaining memory: 16k

13 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Jika kita ingin membuat file objek dari source program assembler disertai dengan nomor kesalahan yang mungkin terjadi pada baris program (file .LST), maka kita dapat memberi perintah sebagi berikut: C:\>TASM /L nama_file.ASM (enter) Untuk membuka file .LST kita harus menjalankan teks editor dan membuka file .LST C:\>Edit nama_file.LST (enter) Sedangkan Linker merupakan program yang dapat mengubah file Objek menjadi file COM atau EXE. Program Linker dapat mengkonversi file objek yang berupa relocatable object code yang berupa bahasa mesin yang secara relative masih harus ditepatkan kedudukannya dan disesuaikan dengan aturan DOS. Program pelayanan Linker pada Turbo Assembler adalah TLINK.EXE

Penggunaan linker TLINK.EXE mernghasilkan file dengan nama file berekstensi COM atau EXE yang terdiri dari kode bahasa mesin yang telah pasti penempatannya sehingga dapat disimpan di memori (RAM) untuk melaksanakan program. Semua proses assembly dan semua proses link harus tidak ada kesalahan artinya error harus 0. Jika masih ada error program harus diedit dengan membuka source program (file .ASM). Untuk menjalankan file yang telah dilinker dengan TLINK.EXE, maka langsung dapat dieksekusi dengan mengetik nama file di depan prompt DOS atau di run melalui Windows. Cara melakukan linker pada sebuah objek program (.OBJ) menjadi program COM atau EXE adalah : TLINK /T (nama file .OBJ) untuk menjadi file berekstensi OBJ atau TLINK (nama file .OBJ) untuk menjadi file berekstensi .EXE

Perbedaan file COM dan EXE


Program COM adalah salah satu jenis executable program. Ada beberapa sifat antara COM dengan EXE. Perbedaan sifat (kelebihan dan kekurangan) masing-masing adalah sebagai berikut: Program COM : 1. Relatif lebih kecil dibanding EXE 2. Lebih cepat dibanding EXE 3. Hanya menggunakan 1 segment 4. Ukuran file maksimal 64 KB 5. Sulit mengakses data/prosedur di segment lain 6. Dapat dibuat dengan Debug

14 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

7. Source file tidak boleh menggunakan referensi segment tertentu 8. Source file tidak boleh memakai data segment 9. Source file tidak boleh memakai stack segment 10. Harus diawali dengan ORG 100H, artinya pada Code segment yang dipilih, executable code ahrus mulai di CS:0100

Program EXE : 1. Relatif lebih besar dibanding COM 2. Lebih lambat dibanding dengan COM 3. Bisa menggunakan lebih dari 1 segment 4. Ukuran berkas tidak terbatas (sesuai kemampuan memori) 5. Mudah mengakses data/prosedur di segment lain 6. Tidak dapat dibuat dengan Debug dari DOS. 7. Source file boleh memilih memakai segment tertentu. 8. Source file boleh memakai data segment 9. Source file boleh memakai stack segment 10. Tidak perlu menggunakan ORG 100H untuk setiap Code segment.

Dari perbandingan tersebut terlihat bahwa program COM lebih sederhana dibanding program EXE. Baris-baris instruksi program dikenal dengan nama Mnemonic, ditulis dan disimpan dalam file berekstensi .ASM misalnya: Coba1.ASM

Label dan Komentar


Label pada program merupakan address memori yang diberi nama unik misalnya : Pada alamat 0000:0400 akan diberi nama label Data_BIOS. Maka susunan penulisan Label dalam pernyataannya adalah : SEGMENT AT 0000H ORG 0400H Data_BIOS LABEL WORD

Atau jika kita ingin memulai suatu program dan diberi Label MULAI maka penulisannya adalah: Code Segment Assume CS: Code ORG 100H

15 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

MULAI: ..... ..

Label yang dibuat untuk pengarah data (directive) sering digunakan adalah EQU singkatan dari EQUate. Kegunaannya untuk memberi nama pada angka atau konstanta yang dianggap penting. Contohnya: ANGKA EQU 0B800H ANGKA Kolom EQU 80 ; 0B800H diberi nama ; angka 80 diberi nama Kolom

Sedangkan komentar pada program dibuat hanya sebagai catatan atau remark yang tidak berarti apa-apa dan tidak dieksekusi oleh CPU. Komentar pada program diberi tanda titik koma (;) diberi kata-kata atau kalimat tentang program. Misalnya: ; Program ini dibuat dengan Turbo Assembler (komentar) ; Author by : ; Date : Code segment Assume Cs: Code Org 100h Mulai: (merupakan suatu Label)

Perintah MOV
Perintah ini merupakan perintah dasar pemrograman bahasa rakitan untuk memindahkan data dari lokasi asal ke lokasi tujuan berupa register atau lokasi memori. Instruksinya (mnemonic) adalah MOV dengan sintaks:

MOV lokasi tujuan, lokasi asal Contoh: MOV CX, 05 MOV AX, 005AH MOV BX, AX MOV [200], BX MOV [BX], [200] ; angka 5 disimpan di register CX ; angka 005AH disimpan di AX ; isi AX disimpan ke BX ; isi BX disimpan di lokasi memori 200 ; isi data di lokasi memori 200 disim- pan di alamat BX.

16 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Untuk membuat program bahasa rakitan /assembler memerlukan perlengkapan berupa software antara lain: DOS dengan DEBUG.COM atau TURBO ASSEMBLER dengan TASM.EXE dan TLINK.EXE Perlengkapan lainnya adalah Teks Editor berupa EDIT.COM, SK.COM (Side Kick) atau Notepad pada Windows. Membuat program COM dapat menggunakan 2 cara yaitu dengan Debug pada DOS atau dengan Turbo Assembler. Label pada program merupakan nama yang dapat mewakili alamat memori (memory address), sebagai directive (pengarah), start program, prosedur atau keperluan lainnya. Komentar merupakan tanda titik koma pada program yang tidak akan dieksekusi hanya keterangan tentang program atau baris program. Perintah MOV merupakan perintah dasar dalam bahasa rakitan yang dipakai untuk mentransfer data angka, register, alamat memori (lokasi memori)

17 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

DEBUG.COM
DEBUG.COM adalah alat bantu dalam perancangan peralatan berbasis mikroprosesor, karena dapat mencapai tingkat perangkat keras yang paling dalam dari suatu komputer, misal menulis informasi ke dalam boot sector, direktori, FAT, menjalankan interupsi BIOS atau DOS. Hal-hal penting dalam Debug : Hanya mengenal dan selalu bekerja dengan bilangan-bilangan heksadesimal Bekerja dengan penunjukan ke alamat-alamat memori memakai format segment : offset. Kemampuan mengakses daerah "very low level access" (software / hardware).

Setiap jenis komputer (mainframe, minicomputer, microcomputer) memiliki sarana debugging berbeda. Langkah mengaktifkan DEBUG.EXE / DEBUG.COM : C:\> Debug (enter) -

Perintah DEBUG.COM
1. R (Register) Untuk menampilkan informasi komposisi register-register di dalam mikroprosesor, alamat memori, serta isi dari alamat memori tersebut yang mungkin berupa instruksi yang akan dilaksanakan oleh komputer, atau data. Contoh : C:\>DEBUG (enter) r (enter) AX=0000 BX=0000 CX=0000 DX=0000 SP=FFEE BP=0000 SI=0000 DI=0000

DS=29E7 ES=29E7 SS=29E7 CS=29E7 IP=0100 NV UP EI PL NZ NA PO NC 29E7:0100 0114 ADD[SI],DX DS:0000=20CD

AX, BX, CX, DX, SP, BP, SI, DI, DS, ES, SS, CS, dan IP adalah register internal mikroprosesor yang dipakai dalam CPU. NV, UP, EI, PL, NZ, NA, PO, dan NC adalah output dari sebuah register yang disebut register status atau register flag.

18 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Angka 29E7:0100 adalah alamat lokasi memori dengan format segment:offset. Kedua nilai tersebut merupakan kombinas antara register CS (Code Segment) dengan IP (Instruction Pointer). 0114 adalah isi alamat memori bersangkutan, byte ke-1 berisi nilai '01', dan byte ke-2 berisi nilai '14'. Karena setiap alamat memori berisi satu byte, tentunya nilai 01 itulah yang berdiam pada alamat offset 0100, sedangkan nilai 14 ada di alamat 0101 ADD[SI],DX adalah terjemahan intruksi dari alamat memori bersangkutan.

Untuk mengubah nilai-nilai register internal dapat menggunakan perintah : RAX = mengubah nilai register AX RBX = mengubah nilai register BX RCX = mengubah nilai register CX RDX = mengubah nilai register DX RSP = mengubah nilai register SP RBP = mengubah nilai register BP RSI = mengubah nilai register SI RDI = mengubah nilai register DI RDS = mengubah nilai register DS RES = mengubah nilai register ES RSS = mengubah nilai register SS RCS = mengubah nilai register CS RIP = mengubah nilai register IP Sebagai contoh untuk mengubah nilai register AX dari nilai '0000' ke nilai '1111' : C:\>Debug (enter) -RAX (enter) AX 0000 : 1111 (diisi setelah ':' dan enter)

Contoh diatas juga berlaku untuk register internal lainnya dan untuk diperhatikan bahwa angka-angka yang dimasukkan kedalam register harus nilai heksadesimal.

19 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

2. D (Dump) Berfungsi untuk melihat isi blok memori. Contoh : C:\>Debug (enter) -d 0100 (enter)

Hasil yang diperoleh : (import dari sidekick ke text !)

Dari tampilan tersebut, terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : Bagian kiri : menampilkan alamat-alamat memori dengan format segment:offset Bagian tengah : menampilkan angka-angka dalam heksadesimal sebagai isi dari alamat-alamat memori Bagian kanan : menampilkan kode-kode karakter ASCII sebagai terjemahan dari angka heksadesimal tersebut.

Debug hanya akan memperlihatkan 96 jenis karakter ASCII tercetak (printable character), mulai dari nilai desimal 33 - 127. Di luar nilai itu, karakter yang ditampilkan hanyalah berupa tanda titik (dot atau period). Beberapa parameter yang dapat digunakan : L (length / panjang) Memiliki arti menampilkan data sepanjang 2 byte, bila parameter 'L' tidak diberikan, maka otomatis akan ditampilkan 128 byte data. D 0100 L 2 (enter) Alamat awal - alamat akhir -D 0100 01FF (enter) Alamat segment:offset -D FFFF:0000 (enter) Alamat segment:offset sampai segment:offset -D F000:E000 F000:E000 (enter)

20 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

3. U (Unassemble) Berfungsi untuk menampilkan listring dari suatu program bahasa mesin. Contoh : C:\>Debug (enter) -U FFFF:0000 (enter) Hasil : import dari sidekick ke text ! Beberapa bentuk perintah 'U' : U F000:E05B (enter)

4. E (enter) Berfungsi untuk mengisi atau mengubah data dalam memori. Contoh : C:\>Debug (enter) -E 0100 (enter) Hasil : -E 0100 29E7:0100 01. Setelah angka 01, dapat dimasukkan nilai untuk mengganti angkat tersebut langsung di belakangnya yang diakhir dengan menekan ENTER atau menekan SPACE BAR untuk berpindah ke alamat berikutnya atau menekan tanda '-' (Hyphen) untuk mundur ke lokasi sebelumnya.

5. F (Fill) Berfungsi untuk mengisi lokasi memori. Perbedaan dengan perintah 'E (Enter)', yang menawarkan modifikasi memori secara satu alamt demi satu alamat, sedang 'F (Fill" untuk mengubah isi alamat memori dalam jumlah besar, sesuai dengan rentang (range) yang dikehendaki. Contoh : C:\>Debug (enter) -F 0100 017F 58 (enter)

21 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Berarti isilah mulai alamat offset 0100 sampai offset 017F dengan nilai heksa 58 (karakter ASCII 'x'). atau - F F 0100 017F 'x' (enter)

Beberapa bentuk perintah 'F' : F 0100 L 1 41 (enter) Arti : mulai offset 0100 sebanyak 1 byte diisi dengan nilai heksa 41 (karakter ASCII A)

6. C (Compare) Berfungsi untuk membandingkan isi sebuah blok memori dengan isi blok memori lainnya. Format perintah : C alamat1 panjang alamat2 Contoh : C:\>Debug (enter) -C 0100 L 10 0200 (enter) Berarti mulai offset 0100 sebanyak 16 byte (10 heksa) bandingkan dengan offset 0200. Hasil yang dimunculkan hanyalah nilai-nilai yang berbeda setiap alamat. Apabila dilayar tidak memberikan reaksi apapun selain kembali ke prompt '-' atau hyphen, berarti kedua blok memori persis sama.

7. S (Search) Berfungsi untuk mencari data baik yang berupa karakter maupun untaian karakter (string) di dalam suatu blok memori tertentu. Apabila dalam pencarian, data yang dicari diketemukan, maka akan ditampilkan semua alamat dari data tersebut lengkap dengan nilai segment dan offsetnya, sebaliknya bila tidak diketemukan akan kembali ke prompt '-'. Format perintah : S alamat awal panjang alamat akhir

Contoh : C:\>Debug (enter) -S F000:E000 L FF "IBM" (enter) Berarti mulai alamat F000:E000 sebanyak FFh byte cari string "IBM". -S F000:E000 L FF "A" (enter) Berarti mulai alamat F000:E000 sebanyak FFh byte cari string "A"..

22 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

8. M (Move) Berfungsi untuk memindahkan atau menyalin data yang ada di suatu lokasi memori ke alamat memori lainnya. Format perintah : M alamat asal panjang alamat tujuan Contoh : C:\>Debug (enter) -M 0100 L 7F 0200 (enter) Berarti mulai alamat offset 0100 sebanyak 7Fh byte isi memorinya pindahkan atau kopikan ke offset 0200.

9. A (Address) Memulai program pada Address alamat offset memori. Contoh: -A100 ; memulai program pada offset 100

10. G (Go) Untuk menjalankan/mengeksekusi kode program. Contoh: -G ; menjalankan/mengeksekusi program

11. W (Write) Untuk menyimpan program yang telah ditulis ke media penyimpan. 12. Q (Quit) Untuk keluar dari program DEBUG.com

Selain perintah-perintah yang disebutkan diatas masih banyak perintah DEBUG yang lainnya, dari pembahasan perintah-perintah DEBUG.com dapat disimpulkan bahwa DEBUG.com dibuat dengan tujuan untuk dapat mengeksplorasi program-program yang sudah dibuat berikut segala dampaknya terhadap sistem dan aplikasi, sedangkan ASSEMBLY diadakan dengan untuk mempermudah seorang programmer dalam menyusun instruksi-instruksi pada sebuah program yang sedang dibuat.

23 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

MEMBUAT PROGRAM .COM


Model Program COM
Program yang berekstensi COM (Command) merupakan program yang berisi perintah assembler berupa instruksi mnemonic yang dapat ditulis dengan Debug atau Turbo Assembler. Struktur model program COM yang dibuat dengan Turbo Assembler bisa dengan 2 model yaitu: Model 1: Title Nama_program ;judul program ;nama makro

Makro MACRO --------------ENDM Code SEGMENT

; isi makro berada (bila ada) ;akhir makro ;(nama label segment)

ASSUME CS: Code ;(register CS berisi label segment) ORG 100h MULAI: ------------------------INT 20h Code ENDS END MULAI ; berhenti dan kembali ke DOS ; akhir penulisan program di segment ; akhir dari isi program ;(origin 100h menuju ke alamat offset 100h) ;(label mulai) ; isi program

24 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Model 2: Bentuk struktur program di bawah ini lebih ringkas dibanding dengan model 1 yaitu: .model small .code org 100h MULAI: ------------------------INT 20h END MULAI ; berhenti dan kembali ke DOS ;akhir program ;(label mulai) ; isi program ;program dimulai pada alamat 100h

Kita dapat mengganti model 1 dengan model 2 dimana pengetikan isi program sama dengan model 1 di atas.

Pembuatan program dengan Debug


Program yang tersedia dalam PCDOS atau MSDOS berupa Debug.Com, Pengetikan program dapat langsung ditulis dalam program Debug. Caranya : Ketik Debug di depan prompt C atau A (debug.com ada di directory tersebut) C> Debug (enter) Langkah berikutnya adalah memasukkan baris-baris program dengan perintah A100 (assembly) di depan prompt debug ( _ )

25 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Perintah A100 berarti instruksi pertama akan diletakkan pada alamat offset 100h pada segment memori tersebut. -A100 (enter) xxxx : 0100 _

xxxx: adalah alamat segment dan 0100 adalah alamat offset dimana program akan ditempatkan mulai alamat tersebut. Ketiklah isi program bahasa rakitan (assembler) di depan alamat segment offset xxxx : 0100 misalnya: xxxx : 0100 MOV DL,61 : 0103 MOV AH,02 : 0105 INT 21 : 0107 INT 20 : 0109 _ (enter) Alamat segment offset dari 0100 s/d 0109 akan keluar sendiri setelah kita mengetik program disertai dengan menekan enter. Setelah instruksi INT 20 tekan enter 2 kali dan program akan kembali ke prompt debug ( _ ). ;kode ASCII huruf a ;nomor pelayanan 02H ;cetak di layar ;kembali ke DOS ;menuju ke prompt debug

Menentukan panjang program pada debug dilakukan dengan mengisi register BX:CX. Terlihat dari mulai alamat offset awal 0100h dan alamat offset akhir 010Fh, sehingga dapat diperoleh panjang programnya adalah (0109h 0100h) = 9 byte, maka register BX diisi dengan 0 dan register CX dengan 9. Jadi pada prompt Debug ketik RBX lalu isi 0, dan ketik RCX lalu isi dengan 9. -RBX (enter) BX 0000 :0 enter -RCX (enter) CX 0000 :9 enter

Setelah selesai ditik perintah RCX kemudian memberi nama file dengan perintah N (name). Contoh : -N COBA1.com (enter)

26 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Untuk menyimpan program ke disket atau harddisk berikan perintah W (write) lalu enter.

Menjalankan program harus memberi instruksi G (go) dan lihat hasilnya di layar. Bila program berjalan dengan benar (tidak ada kesalahan) komputer akan memberi komentar Program terminated normally. Selengkapnya contoh cara membuat program dengan Debug : C> debug (enter) -A100 enter xxxx : 0100 xxxx : 0103 xxxx : 0105 xxxx : 0107 xxxx : 0109 -rbx enter BX 0000 :0 enter -rcx enter CX 0000 MOV DL,61 MOV AH,02 INT 21 INT 20

:9 enter -N coba1.com -W Writing 000F bytes -G a (hasil dari program assembler tampil huruf a di layar)

Program terminated normally -

27 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Pembuatan dengan Macro Assembler atau Turbo Assembler.


Adanya keterbatasan pembuatan program dengan Debug, maka kita dapat menggunakan bantuan assembler compiler dengan Macro assembler atau Turbo Assembler (TASM.EXE dan TLINK.EXE). Untuk membuat program assembler dengan Turbo Assembler kita memerlukan source program yang ditulis dengan teks editor (fasilitas untuk mengetik program). Teks editor dapat memakai Edit.com, Side Kick (SK.com) pada DOS atau Notepad pada Windows dan lain-lain. Program assembler dapat membuat file berekstensi COM atau berekstensi EXE

Mencetak Huruf
Membuat program untuk mencetak huruf dapat dilakukan dengan menyusun kode ASCII satu persatu yang ditempatkan dalam register DL sebagai tempat menyimpan data yang akan ditampilkan di layar dengan memanfaatkan nomor pelayanan interupsi INT 21H service 02H yang disimpan dalam register AH. Contoh menggunakan DEBUG.COM

Untuk membuat program COBA2.COM dengan Turbo Assembler, maka file harus diberi nama COBA2.ASM yang diketik dalam teks editor yang ada yaitu : Contoh menggunakan TASM: Coba segment Assume Org 100h CS: Coba

28 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

MULAI: MOV AH,02H huruf di layar MOV DL,41H INT 21h INT 20h Coba ENDS END MULAI

; isi register AH dengan 02h untuk pelayanan cetak

; isi register DL dengan 41H kode ASCII huruf A ; cetak huruf di layar ; berhenti dan kembali ke DOS

Simpan file tersebut dengan nama COBA2.ASM Compile nama coba2.asm dengan TASM.EXE dan di-link mengikuti langkah pembuatan program selanjutnya sehingga menjadi COBA2.COM.

Operasi Loop
Merupakan operasi pengulangan atau iterasi untuk digunakan dalam cacahan atau penampilan karakter string berulang-ulang. Perintah ini memakai register CX sebagai penentu jumlah cacahan atau jumlah pengulangan, diakhiri dengan perintah LOOP untuk lompat kembali melakukan pengulangan. Contoh program loop menggunakan DEBUG.COM

29 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

A100 MOV AH,02 MOV CX,1A MOV DL,41 INT 21 INC DL LOOP 0107

;mulai program pada offset 100h ;service tampilan mode text ;mengisi register CX dengan nilai 26 ;mengisi register DL dengan huruf A ;mencetak ke layar ;menambah nilai DL dengan 1 ;perulangan dimulai offset 0107 ;sejumlah register CX (26 kali)

INT 20 G

;akhir program ;jalankan program

Contoh program loop bersarang/bertingkat menggunakan DEBUG.COM

-A100

;mulai offset 100

30 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

MOV AH,02 MOV CX,0D MOV DL,41 PUSH CX MOV CX,04 INT 21 LOOP 010B POP CX INC DL INT 21 INC DL LOOP 0107 INT 20 -G

;mode text ;isi register counter CX dengan angka 0D ;isi register data dengan karakter A (hex:41) ;simpan isi register CX ;isi register counter CX dengan angka 04 ;tampilkan ke layar ;lakukan perulangan ;ambil kembali isi register CX ;naikkan nilai isi register data ;tampilkan dilayar ;naikkan nilai isi register data ;lakukan perulangan ;akhir program ;eksekusi

Mencetak beberapa huruf


Mencetak beberapa huruf dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Menyusun beberapa huruf dalam kode ASCII satu persatu yang setiap huruf disimpan di DL Menggunakan operasi loop untuk mencetak beberapa huruf memakai instruksi INC untuk menambah isi register dengan 1 sehingga nilai DL bertambah lagi untuk dicetak.

Contoh menampilkan NAMA dan NIM menggunakan DEBUG.COM A100 MOV AH,02 ;mulai program pada offset 100h ;service tampilan mode text

31 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

MOV DL,53 INT 21 MOV DL,55 INT 21 MOV DL,4B INT 21 MOV DL,49 INT 21 MOV DL,4F INT 21 MOV DL,4E INT 21 MOV DL,4F INT 21 MOV DL,20 INT 21 MOV DL,2D INT 21 MOV DL,20 INT 21 MOV DL,32 INT 21 MOV DL,30 INT 21 MOV DL,31 INT 21 MOV DL,30 INT 21 MOV DL,32 INT 21 MOV DL,32 INT 21 MOV DL,30 INT 21

;mengisi register DL dengan huruf S ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf U ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf K ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf I ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf O ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf N ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf O ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan spasi ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan karakter ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan spasi ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 2 ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 0 ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 1 ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 0 ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 2 ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 2 ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 0 ;mencetak ke layar

32 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

MOV DL,39 INT 21 MOV DL,31 INT 21 INT 20 G

;mengisi register DL dengan huruf 9 ;mencetak ke layar ;mengisi register DL dengan huruf 1 ;mencetak ke layar ;akhir program ;jalankan program

Output yang dihasilkan:

Untuk membuat beberapa huruf yang disusun satu persatu dengan Turbo Assembler, maka program harus diketik dalam teks editor yaitu : ;Menyusun beberapa huruf kode ASCII Coba segment Assume CS: Coba Org 100h MULAI: MOV AH,02h ; isi register AH dengan 02h untuk pelayanan cetak huruf di layar MOV DL,41h huruf A \ INT 21h MOV DL,42h INT 21h MOV DL,43h ; cetak huruf di layar ; isi register DL dengan 42H huruf B ; cetak huruf di layar ; isi register DL dengan 43H huruf C ; isi register DL dengan 41H kode ASCII

33 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

INT 21h INT 20h Coba ENDS END MULAI

; cetak huruf di layar ; berhenti dan kembali ke DOS

Simpan file tersebut dengan nama COBA3.ASM Compile nama coba2.asm dengan TASM.EXE dan di-link mengikuti langkah pembuatan program selanjutnya sehingga menjadi COBA3.COM.

Contoh pembuatan beberapa huruf memakai operasi loop dengan DEBUG C\Assembler>debug (enter) -A100 (enter) xxxx : 0100 MOV CX,05 (enter) ;loop sebanyak 5 kali : 0103 MOV DL,61 : 0105 MOV AH,02 : 0107 INT 21 : 0109 INC DL ;kode ASCII huruf a ;nomor pelayanan 02H ;cetak di layar ;tambahkan isi DL dengan 1

: 010B LOOP 0107 ;kembali ke alamat 0107H : 010D INT 20 : 010F _ (enter) -RCX :F -RIP :100 ;kembali ke DOS ;menuju ke prompt debug

34 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

-N COBA3.COM -W Writing 000F bytes -G abcde (tampilan ABC di layar) Program terminated normally

Untuk pembuatan beberapa huruf memakai operasi loop dengan TURBO ASSEMBLER kita dapat memodifikasi dari program dengan Debug seperti contoh operasi loop di atas.

Langkah-langkah pembuatan program bahasa rakitan dengan Turbo Assembler sebagai berikut : 1. Buat source program dengan teks editor dan beri nama file berekstensi .ASM dan simpan didirektory yang berisi TASM.EXE dan TLINK.EXE. 2. Compile source program ASM dengan perintah compiler TASM dari Turbo Assembler menjadi Objek program (file akan berekstensi OBJ). Caranya : C:\>TASM KAMPUS>ASM (enter) 3. Compile source program ASM dengan perintah compiler TASM dari Turbo Assembler menjadi Objek program (file akan berekstensi OBJ). Caranya : C:\>TASM KAMPUS.ASM (enter) 4. Setelah menjadi coba1.obj, kita harus me-link berkas objek menjadi COM dengan perintah TLINK. Caranya : C:\>TLINK /t KAMPUS (enter) 5. Jika pada pengetikan TLINK tidak diberi tanda /t , maka objek program akan menjadi file berekstensi EXE. 6. Coba1.com dapat langsung dieksekusi dari DOS prompt untuk melihat hasilnya di layar monitor dengan mengetik C:\>KAMPUS (enter) 7. Jika terdapat kesalahan, Turbo Assembler akan memberi tahu letak kesalahan pada baris program dan diedit dengan membuka kembali teks editor dan file .ASM 8. Perbaiki program yang salah, kemudian dicompile ulang seperti langkah 2 dan 3. Membuat program COM dapat dengan Turbo Assembler dapat dilakukan dengan 2 model pilihan yaitu model 1 (Code segment) atau model 2 (Model Small).

35 | B a h a s a R a k i t a n | | | R o l i s A f r i a n , S . K o m

Membuat program dengan debug harus diketik satu persatu, jika ada kesalahan maka program harus diketik dari awal lagi. Membuat program dengan Turbo Assembler jauh lebih baik, karena jika ada kesalahan kita tidak perlu lagi mengetik ulang tinggal kita perbaiki program yang mengalami kesalahan tadi melalui teks editor dan dicompile ulang. Program mencetak huruf memakai kode ASCII yang disusun satu persatu dengan memanfaatkan pelayanan interupsi INT 21H servive numer 02H. Operasi Loop digunakan untuk melakukan pengulangan atau iterasi dan banyaknya nilai pengulangan ditentukan oleh nilai register CX sebelumnya. Program membuat beberapa huruf dapat disusun satu persatu dengan kode ASCII atau dengan memanfaatkan operasi loop.