Anda di halaman 1dari 46

batubara

Batubara

Analisis Kualitas Batubara


Sebelum mengetahui dan melaksanakan analisis batubara harus mengetahui tentang: Genesa terbentuknya batubara Teori terbentuknya batubara Pernah melihat obyeknya Lebih menguntungkan jika pernah berkecimpung di industri batubara

Analisis Kualitas Batubara Hasil analisa kualitas pada batubara dibuktikan dengan surat keterangan / sertfikat sbb :

CV. Labbaika

Proksimat / Proximate/ Pendahuluan


Merupakan analisa pendahuluan untuk mengetahui kualitas batubara secara pasar / perdagangan Bersifat mendasar dan hanya dilakukan untuk mengetahui hal-hal pokok unsur pembentuk batubara Biasa dilakukan oleh perusahaan pengelola batubara maupun perorangan melalui konsultan kualitas batubara.

Analisis sederhana dan memerlukan peralatan khusus namun standar Analisis proksimat terdiri dari 4 nilai analisis yg jika dijumlahkan akan bernilai 100%, yaitu : 1. Moisture (kadar lengas/Air) 2. Ash (kadar abu) 3. Volatille matter (zat terbang) 4. Fixed Carbon (karbon tertambat)

Ke-4 nilai tersebut tidak dapat memberikan gambaran data mengenai struktur batubara Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan btbr di dalam industri pengguna batubara

1. Lengas/kandungan air
Lengas dapat menempel dipermukaan partikel atau di dalam partikel batubara. Sehingga dikenal : 1. kadar lengas bebas (free moisture), 2. kadar lengas inherent (inherent moisture) 3. kadar lengas total (total moisture)

Kadar lengas total adalah hilangnya berat yg terjadi setelah conto batubara km digerus 3mm, kmd dipanaskan dalam oven suhu 105-110C. Lengas bebas akan terlepas ke udara apabila btbr dibiarkan di dalam suatu ruang pd suhu kamar, sampai tjd kesetimbangan dg kondisi udara disekitarnya

Kehilangan berat selama conto ditempatkan di dalam ruang pd suhu kamar disebut lengas bebas. Kadar lengas inherent (inherent moisture) diperoleh dari kehilangan berat yg tjd setelah conto btbr tanpa lengas bebas dipanaskan di dalam tungku pada suhu 105-110C.

Inherent moisture/kelembaban inherent Kandungan air yg tdpt di dalam pori-pori btbr

Kadar Inherent moisture (IM) dpt dianggap sbg karakteristik dasar dari batubara. Kadar IM semakin tinggi dengan semakin rendahnya peringkat batubara. Contoh antrasit 1-2%, low volatile bituminous 1-4%, high volatile bituminous 5-10%, dan lignit > 45%

2.Kadar Abu
Sebagai residu anorganik yg tjd setelah btbr dibakar. Kadar abu dihitung dg cara membakar conto btbr 815C dan dengan mengalirkan udara secara lambat ke dalam tungku. Abu btbr terbentuk dari sisa pembakaran mineral-mineral yg tdp di dlm btbr.

Makin banyak mineral yg tdpt di dlm btbr mk kadar abunya juga semakin tinggi. Sehinnga salah satu tujuan pencucian btbr untuk menghasilkan btbr dgn kadar abu rendah. Hal tsb berarti bahwa kadar mineral di dlm btbr diturunkan.

3. Zat Terbang (Volattille Matter)


Adalah bagian dari btbr yg menguap saat btbr dipanaskan tanpa udara (dalam oven tertutup) pada suhu 900C.

Contoh : CH4 adalah senyawa yg mudah menguap


Untuk menganalisa maka conto ditempatkan di krusible/cawan besi amu keramik kmd dimasukan ke oven 7-10 menit. Akan tertinggal residu padat yg terdiri dari karbon dan mineral yg telah berubah bentuk.

Menentukan batas tinggi rendahnya kadar abu.

4. Karbon Tertambat (Fixed Carbon)


Diperoleh dari 100% dikurangi jumlah nilai kadar lengas, kadar abu, dan kadar zat terbang.

Analisis Ultimate / Ultimat


Bermanfaat untuk menentukan kelas btbr Mrpk analisis sederhana menunjukkan unsur pembentk btbr dan dengan mengabaikan senyawa-senyawa kompleks yg ada. Hanya menentukan unsur-unsur kimia pembentuknya

Data kadar sulfur sgt diperlukan, karena samapi dengan jumlah tertentu dapat dikontrol di dalam operasi pencucian. Sebagian besar senyawa organik penysusun btbr terdiri dari C dan H. Biasaya jumlah nitrogen di dalam btbr nilainya lebih rendah drpd unsur yg lain. Kadar oksigen biasanya dihitung dengan cara mengurangi 100% dengan jumlah presentase unsur-unsur yg lain.

Senyawa organik pbntuk btbr tdr dari 5 unsur : 1. C (karbon) 2. H (hidrogen) 3. O (oksigen) 4. N (nitrogen) 5. S (sulfur) 6. P (fosfor)

Hasil analisa ultimate digunakan untuk menentukan kualitas dan jenis lapisan btbr selama penyelidikan cadangan btbr. Sehingga dpt ditentukan kelas atau keperluan teknis lainnya.

Sulfur dijumpai di dalam btbr Jumlah bervariasi sgt kecil 4% Terdapat dlm bentuk utama : 1. Sulfur Piritik (FeS2)

Kadar Sulfur

Umumnya dapat dihilangkan dengan pencucian


Susah dihilangkan dalam pencucian, secara kimia terikat di dlm btbr, berasosiasi dgn sulfat/sulfida selama proses pembentukannya
Kebanyakan sbg kalsium sulfat, natrium sulfat, besi sulfat.

2. Sulfur Organik

3. Sulfur Sulfat

Pirit dapat dihilangkan pada saat penggerusan dan pencucian, krn hanya melekat secara fisik pd btbr. Btbr dgn kadar sulfur tinggi mempunyai nilai jual yg rendah.

Btbr digunakan sbg bahan bakar, maka akan menimbulkan gas SO2 atau SO3, yag dpt menimbulkan hujan asam. Gas tsb dapat merusak sistem pemanasan lengas di dalam boiler pd pembangkit tenaga listrik. Mempercepat keausan pada boiler industri semen.

Basis Pelaporan Hasil Analisa

Pada umumnya menggunakan air dry based (adb) dan as received (ar) Sering digunakan di beberapa konsultan analisa kualitas batubara

Basis (dasar) Pelaporan

Basis pelaporan : 1. As Received (ar) 2. Air Dried Based (adb) 3. Dry Based (db) 4. Dray Ash Free (daf) 5. Dry Mineral Matter Free (dmmf)

As Received / As sampled

Apa adanya seperti pada saat diambil dari lapangan. Menunjukan data dan dinyatakan sbg presentase tdh btbr total termasuk kandungan air sebagimana seperti keadaan diambil dari lapangan. Biasanya berupa ukuran massa conto batuan (ex = 4,28 Kg)

Air Dried Based (adb)

Rumus Perhitungan Basis

Keterangan : M = Moisture/Lengas A = Abu

100 - Mar Contoh ar = ad . -------------------100 - Mad

Contoh Soal

Lengas Inherent = 2,6% Abu = 8,1 % Zat Terbang = 35,9 % Karbon Tertambat = 53,4% Jumlah Total = 100% % lengas bebas = 11,1%

Maka analisis proksimat pada basis ar adalah : 100-11,1 Total Lengas = 11,1 + 2,6 --------------100 = 13,4%

Abu

(100-13,4) = 8,1 x ---------------(100-2,6) = 7,2%

(100-13,4) Zat Terbang = 35,9 x --------------(100-2,6) = 31,9%

(100-13,4) Karbon tertambat = 53,4 x ----------------(100-2,6) = 47,5 %

Total = 13,4 + 7,2 + 31,9 + 47,5 = 100 %