Anda di halaman 1dari 4

V.

PEMBUKTIAN : Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam pemeriksaan persidangan maka sampailah kami pada pembuktian mengenai Unsur-unsur Tindak Pidana yang didakwakan kepada terdakwa dengan dakwaan Alternatif yaitu Pertama melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP atau kedua melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP atau ketigal pasal 385 ayat (1) KUHP. Karena dakwan kami berbentuk Alternatif maka kami akan langsung membuktikan dakwaan yang menurut kami terbukti yaitu atau kedua melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP, yang unsur-unsur berikut pembuktianya sebagai berikut: 1. Unsur Barang Siapa Bahwa yang dimaksud unsur barang siapa berarti orang atau siapa saja sebagai subyek hukum yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum atas tindakan pidanayang dilakukannya. Untuk itu berdasarkan fakta-fakta yang terungkap didalam persidangan maka sebagai pelau Tindak Pidana adalah terdawaka M. TAHIR Bin H. SYAMSUDIN dan terdakwa telah membenarkan identitasnya secara lengkap sebagaimana telah diuraikan dalam pemeriksaan pendahuluan, surat dakwaan dan dalam pemeriksaan dipersidangan adalah manusia tidak cacat mental dan selama dalam pemeriksaan dipersidangan pada diri terdakwa tidak ditemukan alasan-alasan yang dapat menghapus tindak pidananya sehingga dapat dan mampu dipertanggung jawabkan secara hukum. Dengan demikian unsur Barang Siapa ini telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum. 2. Unsur Dengan Sengaja Menurut Memorie van Toelichting (Mvt), yang dimaksud dengan kesengajaan adalah jurusan yang didasari dari pada kehendak terhadap suatu kejahatan tertentu. (Roeslan Saleh Perbuatan Pidana dan Pertanggung Jawaban Pidana Aksara Baru, Jakarta, 1988, hal 48) yang dalam doktrin ilmu pengetahuan hukum pidana dikenal adanya teori kehendak dan teori pengetahuan. Dalam pada itu perlu diterangkan opzet atau kesengajaan dapat timbul dalam beberapa bentuk antara lain Sengaja (opzet) sebagai tujuan. Yang dimaksud dengan opzet sebagai tujuan adalah: Dalam delict formil, bila seseoran melakukan sesuatu perbuatan dengan sengaja, sedang perbuatan itu memang menjadi tujuan si pelaku. Dalam hal ini maka perbuatan itu adalah dihendaki dan dituju (gewil en beoogd). Dalam delict materiil, bila seseorang melakukan sesua perbuatan dengan sengaja untuk menimbulkan sesuatu akibat, sedang akibat itu merupakan tujuan si pelaku. Sehingga dalam hal ini, akibat itu adalah gewild (dikehendaki) dan beoogd (dituju). Dihubungkan dengan fakta persidangan terungkap bahwa ketika saksi Zul Akmal menanyakan mengani kebun milik terdakwa apakah mau di jual terdakwa mengatakan mau menjual tanah yang di akui miliknya yang di peroleh dari pembagian warisan orang tuanya yaitu H. Syamsudin Als Bilal Syam, Alm yang dibagikan kepada anak-anaknya , yaitu : H. Husin (Oirang Tua Sdr Abdul Rahman). M. Diah., Mahfud., Drs Ibrahim ., Maimunah., Hj. Khalijah, Thaher (terdakwa)., Hajar., Saripah., Hasan Syam. Dan tanah warisan tersebut terletaka di Kebun 9,10 dan 11 Desa Grunggung masing-masing ahli waris mendapatkan tanah dengan ukuran selebar 210 meter dan panjang akan ditentukan kemudian hari berdasarkan ukuran panjang yang terpendek, sehingga apabila terdakwa akan menjual hak waris miliknya sesuai pembagian harta warisa maka seharusnya terdakwa memberitahukan kepada ahli warisan yang lain tentang hal tersebut karena berdasarkan kesapakatan dengan saksi Zul Akmal mau membeli tanah tersebut bila ada surat surat yang menerangkan penguasaan tanah milik terdakwa saja. Namun terdakwa kepada husaini mengatakan bahwa tanahnya tersebut terletak di RT. 03 Desa Gerunggung Kec. Sekernan Kab. Muaro Jambi dan untuk luasnyta adalah kurang lebih 21,8 Ha (dua puluh satu koma delapan hektare) dan untuk batas-batasnya adalah, sebelah utara berbatasan dengan tanah H. Husin, sebalah selatan berbatasan dengan tanah Hj. Halijah., sebelah timur berbatasan dengan tanah M. Thahir., sebelah barat berbatasan dengan tanah H. Gimin dan setelah surat sporadik an M. Tahir beserta lampirannya selesai saksi Husaini buat maka surat-surat tersebut husaini serahkan kepada terdawka untuk tandatangankan oleh para pihak yang ada dalam surat sporadik itu namun oleh terdakwa sporadic tersebut yang sebelah utara tanahyna berbatasan dengan H. Husin yang telah meninggal dunia pada tahun 2010 oleh terdakwa di minta yang manandatanganinya adalah

saksi elianis dengan alasan hanya untuk menerangkan batas tanah saja bukan mengakatan untuk dasar jual beli nantinya, begitu juga saksi batas pada nama Hj. Halijah bukanlah yang bersangkutan tapi di tandatangani oleh dan saksi Jangcik, namun tidak juga mengatakan apa tujuan dari tanda tangan tersebut. Dengan demikian unsur Dengan Sengaja ini telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum. 3. Unsur Memakai surat Palsu atau yang di palsukan seolah olah sejati Sesuai fakta-fakta yang terungkap dalam perisdangan berdasarkan keterangan saksisaksi, surat dan keterangan terdakwa bahwa setelah ada kesepakatan harga tanah itu, kemudian saksi zul minta surat-surat tanah yang hendak dijual dilengkapi terdakwa dan setelah surat sporadik tanah milik terdakwa selseai, terjadilah proses jual beli tanah seluas 21, 81 Ha (dua puluh satu kom delapan puluh satu hektare) antara Sdr M. Thaher dengan Saksi Zul Akmal yang dilaksanankan pada tanggal 5 Desember 2011 di Desa Gerunggung sesuai dengan surat keterangan jual beli tanggal 5 Desember 2011 dan nilai Uang yang harus saksi Zul Akmal bayar sebesar Rp 540.000.000.,- ( Lima ratus empat puluh juta rupiah) dan sudah Saksi Zul Akmal bayar kurang lebih Rp 440.000.000,- ( Empat ratus empat puluh juta rupiah) serat kurang Rp 100.000.000.; (seratus juta rupiah) Namun sisanya belum di bayar saksi zul karena saksi batas an. H. Gimin belum tanda tangan di surat Jual beli tanggal 5 Desember 2011 tersebut. Selanjutnya sesuai keterangan Saksi Mustopa selak Kades Gerunggung yang mendapatkan informasi dari Skasi Abdurahman yang merupakan ahli waris dari Almarhum H. Husin yang tanahnya berbatasan dengan tanah terdakwa bahwa kalau ada Terdakwa datang akan membuat Sporadik supaya jangan dilayani karena belum ada kesepakatan tentang batas tanah yang akan dibuatkan sporadik tersebut, karean data data tentang ukuran tanah dalam sporadik tersebut tidak lah data ukuran yang sebenarnya. Selanjutnya Saksi Mustopa meminta kepada Terdakwa untuk menyelesaikan terlebih dahulu tentang batas tanah dengan pihak ahli waris yang lain, sebelah utara berbatasan dengan tanah H. Husin, sebelah selatan berbatasan dengan tanah Hj. Halijah. Sebelah timur berbatasan dengan tanah M. Thahir, sebelah barat berbatasan dengan tanh H. Gimin, kemudian terhadap sporadic tersebut pada lampiran petan tanh yang sebelah utara tanahnya berbatasan dengan H. Elianis pada kolom tanda tangan H. Husin., dan mengatakan agar saksi Elianis tandatangan karena hanya sebagai saksi batas saja, sedangkan sebelah selatan yang berbatasan dengan Hj. Halijah terdakwa meminta tanda tangan saksi Jangcik pada kolom tanda tangan Hj Halijah selaku ahli warisnya karena Hj Halijah telah meninggal dunia. Setelah para pihak saksi batas tanda tangan, bebarapa hari kemudian terakwa datang lagi kerumah saksi Mustopa saksi Husaini dan saksi M. Nur dan memperlihatkan kepada saksi Mustopa bahwa para pihak ahli waris telah bertanda tangan. Namun saksi Mustopa kurang yakin makan tanda tangan Sdri Eli diatas nama H. Husin yang menurut terdakwa di tanda tangani oleh Sdr Eli selaku ahli warism maka saksi Mustopa meminta agar terdakwa menghadapkan Sdri Eli kepada saksi Mustopa dan membenarkan akan tanda tangan yang ada pada nama H. Husin dengan Terdakwa, selanjutnya karena tandatangan saksi-saksi belum lengkap saksi Jang cik datang lagi dan membawa Sporadik itu menemui H. Gimin namun saksi H. Gimin tidak mau tanda tangan, maka hal itu di tanyakan saksi mustopa kepada saksi Jang cik kepada saksi H. Gimin belum/tidak tanda tangan. Saksi Jang cik menjelaskan bahwa Ianya telah capek datang menemui saksi H. Gimin namun H. Gimin tidak mau dengan alsan mengapa tidak terdakwa langsung menemuinya. Setelah terjadi laporan polisi dan penyidikan dan setelah dilakukan pengukuran batas bidang tanah milik saksi korban sdr Abdurahman selaku ahli waris H. Husin syam oleh pihak Badan pertahanan Nasional (BPN) berdasarkan surat pembagian harta warisan tanggal 25 Februari 2008 dan surat sporadik dan peta bidang tanah nomor : 549/13/10/GRG/2011, tanggal 10 September 2011 ditemukan beksa rintisan dan beberapa patok atau pancang milik terdakwa yang masuk kedalam batas tanah bagian milik sdr H. Husin dan juga masuk kedalam batas tanah bagian milik sdr Khalijah ( ahli warisnya Anang Cik) denga rincian sebagai berikut : Masuk ke dalam bidang tanah bagian sdr H. Husin Syam, alm (ahli wawrisnya Abdurahman Bin Husin Syam) seluas 84.611 m2. Masuk ke dalam bidang tanah bagian sdr H. Kholijah, alm seluas 20.788 m2. Masuk ke dalam bidang tanah yang masih hak bersama dari 10 ahli waris dan H. Syamsudin Syam seluas 35.000 m2.

Sehingga dengan berbekal surat sporadik dan peta bidang tanah nomor : 549/13/10/GRG/2011, tanggal 10 September 2011 yang seolah olah itu adalah benar dan sah yang telah menerangkan penguasaan sebidang lahan atau tanah oleh terdakwa maka terdakwa melakukan proses jual beli dengan saksi Zul akmal denga surat ketrang jual beli, tanggal 5 Desember 2011, padahal di ketahui saksi saksi batas bukanlah orang yang seharusnya bertanda tangan karena yang seharusnya bertanda tangan sudah meninggalk dunia yaitu untuk saksi batas H. Husin meninggal dunia tahun 2010 sesuai surat keterangan kematian no 474/07/PO/2012 batas H.Halijah meninggal dunia tahun 2005 sesuai surat keterangan kematian no. 02/SKK/VI/PO?2011 bulan april tahun 2011 yang di keluarkan oleh kepala desa Penyengat Olak. Begitu juga terhadap terhadap surat keterangan jual beli, tanggal 5 Desember 2011, saksi Elianis tidak mau lagi bertanda tangan karena merasa perbuatan terdakwa telah membohongi saksi elianis, sehingga dalam kolom saksi saksi surat keterangan jual beli, tanggal 5 Desember 2011 mau tandantangani karena tidak mau menjadi maslaah di kemudian hari. Dengan demikian unsur ini pun telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum 4. Unsur jika Pemakaian surat itu dapta menimbulkan kerugian. Sesuai dengan Yurispruedensi H.R 23 APRIL 1923, N.J 1923, 1934, W. 11 078 yang menjelaskan kerugian itu tidak perlu telah timbul, dan cukuplah jika memungkinkan timbulnya kerugianitu ada. Dihubungkan dengan perkara ini, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan berdasarkan keterangan saksi-saksi. Surat dan terdakwa akibat dari perbuatan terdakwa, terjadilah proses jual beli tanah seluas 21,81 (dua puluh satu koma delapan satu) Hektar antara Sdr M. Taher denga saksi Zul Akmal yang dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2011 di Desa Gerunggung sesuai dengan surat keterangan jual beli tanggal 5 Desember 2011 dan nilai Uang yang harus saksi Zul Akmal bayar sebesar Rp 540.000.000,; ( Lima ratus empat puluh juta rupiah) dan sudah Saksi Zul Akmal bayar kurang lebih Rp 440.000.000,; ( Empat ratus empat puluh juta rupiah) serta kurang RP 100.000.000,- (seratus juta rupiah), sehingga dalam hal ini ada pihak lain yaitu saksi zul akmal yang nantinya akan mengambil alih dan menguasai lahan atau tanah tersebut karena merasa telah membeli secara sah dengan terdakwa sehingga hal ini menimbulkan kerugian terhadap saksi korban Abdurahkman karena tidak dapat menguasai tanah milik orang tuanya sepenuhnya denga luas kurang lebih 9 Ha ( sembilan hektar) dan jika dinilai dengan harga tanah sekarang ini saksi korban mengalami kerugan kurang leibh Rp. 270.000.000, (dua ratus tuju puluh juta rupiah) Dengan demikian Unsur ini telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Berdasarkan uraian-uraian tersebutdi atas, maka kami berkesimpulan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana : dengan sengaja memakai surat palsu atau yang di palsukan seolah olah sejati jika pemakaian surat tersebut dapat menimbulkant kerugian sebagaiman diatur dalam dakwaan atau Kedua melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP. Mengingat dalam pemeriksaan dipersidangkan pada diri terdakwa tidak ditemukan adanya perbuatan atau alasan-alasan yang dapat menghapus kesalahannya, karena itu terdakwa harus dijatuhi hukuman. Sebelum kami sampai pada Tuntutan Pidan atas terdakwa perkenankanlah kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini mengemukakan hal-hal yang dijadikan pertimbangan dalam mengajukan Tuntuanan Pidana terhadap terdakwa yaitu: Hal-hal yang memberatkan : Perbuaatan terdakwa telah merugikan orang lain yang masih keluarganya sendiri Antara terdakwa dan saksi korban tidak ada perdamaian walaupun saksi korban telah membuka jalan untuk berdamai. Hal-hal yang meringankan: Terdakwa bersikap korban sopan dalam persidangan; -

Terdakwa telah berusia lanjut Berdasarkan uraian seperti tersebut diatas, kami Jaksa Penuntut Umum dan Kejaksaan

Negeri Sengeti memperhatikan ketentuan Undang-Undang yang bersangkutan :

5. VI.