Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Klasifikasi mahluk hidup terdapat 6 kingdom : 1.

Kingdom Plantae (tumbuhan) Tumbuhan atau kingdom plantae terdiri dari tumbuhan lumut (bryophyta), tumbuhan paku (pteridophyta), tumbuhan biji terbuka

(gymnospermae), tumbuhan berbiji tertutup (angyospermae). 2. Kingdom Animalia (hewan) Hewan mempunyai sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel juga berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak bisa mebuat makanannya sendiri hingga berbentuk heterotrof grup ini terdiri dari seluruh hewan, yakni hewan tak bertulang belakang (invertebrat), serta hewan bertulang belakang (vertebrata). 3. Kingdom Fungi (jamur) Fungi mempunyai sel eukariotik, fungi tidak bisa membuat makanannya sendiri. Langkah makannya berbentuk heterotrof, yakni menyerap zat organik dari lingkungannya hingga hidupnya berbentuk parasit secara saptofit. Grup ini terdiri dari seluruh jamur, jika jamur lendir (myxomicota) serta jamur air (oomycota). Sebagian grup klas diantaranya: a. Klas myxomycetes (jamur lendes) perumpamaannya physarum

policephalius.

b. Klas phycomycetes (jamur ganggang) perumpamaannya jamur tempe (Rhyzopus Orizae, Mucor Mue) dan spesies jamur lainnya.

4.

Kingdom Eubacteria Beberapa mahlukhidup di kingdom eubakteria berbentuk mahluk hidup sel tunggal (uniseluler) mahluk hidup yang dimasukan di dalam eubakteria mempunyai sel prokariotik (sel simple yang tak memiliki kapsul sebagai susunan terluarnya serta dingding sel didalamnya). Eubakteria juga dikenal dengan arti bakteria. Organisme yang dikelompokan kedalam kingdom ini menpunyai peptidoglikandi dalam dingding sel mereka.

5.

Kingdom Archae Bakteria Pada tahun 1977 seorang microbiologi bernama Carol Weoese serta peneliti lain dari univercity of illionis mendapatkan satu grup bakteri yang mempunyai ciri unik serta tidak sama dari bagian kingdom monera yang lain. Grup tersebut di beri nama archae bakteria. Archae bakteria sendiri telah mendekati mahluk hidup eukariota jika dibanding bakteri lain yang disebut prokariota. Prihal itu menakibatkan terciptanya sistim klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom archae bakteria dari bagian kingdom monera lain yang kemudian dimaksud eubacteria mahluk hidup di kingdom archae bakteria sedikit perbedaannya dengan yang ada di kingdom eubacteria dikarenakan dulunya mereka satu kingdom. Perbedaannya archae bakteria tahan di lingkungan yang lebih ekstrim.

6.

Kingdom Protista Mahluk hidup yang dimasukan kedalam kingdom protista mempunyai sel eukariotik. Protista mempunyai tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel namun tak berdiferensiasi. Protista biasanya mempunyai karakter pada hewan serta tumbuhan. Grup ini terdiri dari protista mirip tumbuhan (ganggang), protista mirip jamur, serta protista mirip hewan (protozoa), protozoa memiliki klasifikasi menurut sistem alat geraknya, yakni flagelata/ mastogopora (bulu cambuk, perumpamaan euglena, volvox, noctiluca, rivanosoma, serta trichomonas), cilliata/ infusiora (rambut getar,

perumpamaan parameocium), lizopoda/ sarcodina (kaki semu, perumpamaan amueba), serta sporozoa (tak memiliki alat gerak, perumpamaan

plasmodium). Pembagian jenis hewan vertebrata dan invertebrata. 1. Invertebrata atau avertebrata Adalah sebuah istilah untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Contoh invertebrata adalah serangga, ubur-ubur, hidra, cumi-cumi dan cacing, invertebrata mencakup sekitar 97% dari seluruh kimhdom animalia. Ada 9 filum dalam klasifikasi invertebrata: a. Anelida Adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sitem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Anelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus

dalam satu tubuh atau hemafrodit contohnya yakni cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas, dan lintah. Ciri-cinya: 1) Tubuh simetri bilateral. 2) Segmentasi jelas. 3) Tubuh terdiri dari tiga lapisan lembaga. 4) Rongga tubuh sejati. 5) Kulit tertutup kutikula yang lembab. 6) Mempunyai alat tambahan berupa rambut halus. 7) Alat pencernaan sempurna. 8) Alat ekskresi. 9) Hemaprodit 10) Alat pernafasan belum ada, oksigen diserap melalui kulit. b. Antropoda Adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh antropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh laba-laba, lipan, kalajengking, jangkrik, belalang, kaki seribu, udang, lalat, dan kecoa. Ciri-cirinya: 1) Tubuh dan kaki beruas-ruas. 2) Tubuh bilateral simetri. 3) Memiliki rangka luar dari zat kitin atau zat kapur. 4) Tubuh terdiri dari tiga bagian. 5) Ada yang mengalami metamorfosis.

6) Ada yang mengalami ganti kulit. 7) Alat pernafasan insang trakea dan paru buku. 8) Peredaran darah terbuka. 9) Jenis kelamin terpisah. 10) Alat indra dan antena. 11) Sistim saraf tangga talim. 12) Reproduksi seksual. 13) Habitat di darat,air tawar, dan air laut. c. Coelenterata Adalah hewan berongga berselbanyak yang memiliki tentakel contohnya seperti ubur-ubur dan polip. Sismetris tubuh coelenterata adalah simestris bilateral hidup dilaut. Contoh hidra, koral, polip dan jellyfhis atau uburubur. Ciri-cirinya: 1) Bentuk tubuh seperti tabung. 2) Simerti radial. 3) Ditengah tubuh terdapat rongga besar untuk mencerna makanan. 4) Habitat di air tawar dan air laut. 5) Ada yang bentuk polip dan medusa. d. Ecinodermata Adalah binatang berkulit duri yang hidup diwilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh ecinodermata sudah berkembang dengan baik. Misalnya teripang/tripang

(ketimun laut), bulu babi, bintang ular, dolar pasir, bintang laut, dan lilia laut. Ciri-cirinya: 1) Tubuh di tutupi duri dari CaCO3. 2) Tubuh tyerdiri dari oral dan aboral. 3) Jenis kelamin terpisah. 4) Habitat dilaut. 5) Memilikin daya regenerasi yang tinggi. 6) Pernafasan papula. 7) Umumnya alat pencernaannsempurna. 8) Sistim saraf (cincin saraf melingkar). e. Molusca Adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya, contoh kerang, gurita, cumicumi, siput darat dan siput laut. Ciri-cirinya: 1) Tubuh lunak tidak bersegmen. 2) Hidup di darat, air laut, dan air tawar. 3) Memiliki cangkang dari zat kapur. 4) Memiliki sistim pencernaan, respirasi, ekskresi, dan reproduksi. 5) Memiliki sistem peredaran darah. 6) Memiliki sistim saraf. 7) Alat pernafasan insang dan paru-paru.

8) Reproduksi secara seksual. 9) Ada yang berhemafrodit dan ada yang berkelamin tunggal. f. Nemathelmithes atau cacing gilik Adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tidak ada sistim peredaran darah contoh cacing askaris, cacing akam, cacing tambang, cacing filaria. Ciri-cirinya: 1) Tubuh berbentuk bulat panjang. 2) Tidak beruas. 3) Tubuh terdiri dari tiga lapisan lembaga. 4) Tubuh ditutupi kutikula. 5) Alat pencernaan sudah sempurna. 6) Oksigen diserap secara difusi. 7) Refroduksi secara seksual. 8) Jenis kelamin terpisah. 9) Ada yang parasit dan hidup bebas g. Platyhelminthes Adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat saraf yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup sebagai parasit pada binatang atau hewan dan manusia. Contoh planaria, cacing pita, cacing hati, polikladida. Ciri-cirinya: 1) Tubuh pipih, bilateral simetris. 2) Tubuh terdiri dari tiga lapisan lembaga.

3) Alat pencernaan belum sempurna, ada mulut tapi tidak ada anus. 4) Tidak memiliki rongga tubuh. 5) Tidak memiliki rangka tubuh 6) Tidak memiliki alat peredaran darah. 7) Alat pengeluaran adalah sel api. 8) Saraf tangga tali. 9) Bersifat hemaprodit. h. Porifera Adalah binatang atau hewan berpori karena tubuhnya berpori-pori mirip spon. Hidup di air dengan memakan makanan dari air yang disaring oleh organ tubuhnya contoh bunga karang, spon, grantia. Ciri-cirinya: 1) Merupakan metazoa (hewan bersel banyak) 2) Habitat di air tawar dan air laut. 3) Berbentuk seperti vas bunga. 4) Tubuh simetri radial. 5) Kerangka tubuh berupa duri kecil dari zat kersik atau kapur disebut spikela. i. Protozoa Adalah hewan bersel satu karena hanya memiliki satu sel alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis hanya dapat dilihat dengan microskop. Protozoa dapat hidup di air atau di dalam tubuh mahluk hidup atau organisme lain sebagai parasit. Hidupnya dapat sendiri atau soliter atau beramai-ramai atau koloni. Contohnya amoeba.

2. Hewan bertulang belakang (vertebrata) Adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong sumbu primer atau notokorda. Notokorda vertebrata hanya ada dalam masa embrionik, setelah sewasa akan mengalami penulanagan menjadi sistim penyokong skunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). Vertebrata terdiri dari 5 klas: a. Pisces Memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan ini memiliki sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air termasuk hewan berdarah dingin, yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Berkembang biak dengan bertelur. Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi dua kelompok yaitu: 1) Chondrichthys atau ikan tulang rawan, cntoh ikan pari, ikan hiu, ikan cucut. 2) Osteichthyees atau ikan tulang keras, contoh ikan emas, ikam gurame, ikan tongkol. b. Amphibia Merupakan hewan yang dapat hidup dalam dua habitat, yaitu darat dan laut namun tidak semua jenis ampibia hidup di dua tempat kehidupan. Beberepa jenis katak, salamandar, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hidup di darat namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat

yang lembab seperti rawa dan hutan hujan tropis. Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm berkembangbiak dengan bertelurdan pembuahan terjadi diluar tubuh. c. Reptilia Memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk. Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reftil adalah: anggota tubuh berjari 5, bernafas dengan paru-paru, jangtung beruang 3 atau 4, menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovivar dengan telur bercangkang. Reftilia mencakup 3 ordo besar , yaitu chelonia atau testudines 9reftilia bercangkang, squamata atau lepidosauria 9reftilia dengan kulit bersisisk dan krokodilia bangsa buaya. d. Aves Aves memiliki suhu badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhui lingkungan memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang berbentuk sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang biak secara bertelur (ovivar) dan pembuahan di dalam tubuh. Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Berbafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang. Contoh ayam, pinguin, bebek, angsa. e. Mamalia

Ciri khas dari mamalia adalah memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar mamae yang terdapat di daerah perut dan dada. Tubuh mamalia tertutup oleh rambut yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan linmgkungan, sebagai indra peraba, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melimdungi dari mangsa, dan sebagai menciri kelamin. Mamalia berkembangbiak dengan cara melahirkan (vivivar). Hewan ini memeiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh teteap)dan bernafas dengan oparuparu, mamalia memiliki otak yang lebih berkembang di bandingkan dengan hewan vertebrata yang lainnya. B. RumusanMasalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana klasifikasi dari Molusca dan Echinodermata ? 2. Bagaimana ciri-ciri morfologi dari Molusca dan Echniodermata ? 3. Bagaimana peranan dari Molusca dan Echinodermata ? C. Tujuan Makalah Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan : 1. Klasifikasi dari Molusca dan Echinodermata 2. Ciri-ciri morfologi dari Molusca dan Echinodermata 3. Peranan dari Molusca dan Echniodermata

Bab II ISI

I.

Moluska Mollusca adalah hewan berbadan lunak berasal dari Bahasa Latin Molluscus yang berarti lunak, tetapi sebagian besar terlindungi oleh cangkang keras yang mengandung karbonat. Tubuh moluska dilindungi oleh rangka luar yang disebut shell. Shell itu dibina atas kapur yang sangat keras, dan silapisi oleh bahan tanduk, dan pada beberapa jenis juga oleh lapisan mutiara yang berkilau bening. Shell ada yang dapat membuka, ada yang tetap tertutup, dan lewat salah satu lobangnyalah kepala dan kaki binatangnya dapat dijulurkan. Umumnya hidup di air, sedikit ada juga didarat. Yang di air bernapas dengan insang, yang di darat dengan paruparu. Ada yang menempuh tingkat berudu, ada yang tidak. Contoh lokan, siput, kimang, siput telanjang, cumi sotong dan cumi. Sistem saraf Terdiri atas tiga pasang ganglion yaitu ganglion cerebral, ganglion visceral dan ganglion pedal yang ketiganya dihubungkan oleh tali-tali saraf longitudinal. Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang nengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan Mollusca memiliki alat pencernaan sempurna mulai dari mulut, esofagus, lambung, usus, sampai dengan anus yang terbuka di daerah rongga

mantel. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada mollusca tertentu. Lidah bergigi (lidah parut) yang melengkung kebelakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan. Di samping itu juga terdapat kelenjar pencernaan yang sudah berkembang baik. Reproduksi Mollusca termasuk hewan hermaprodit, yaitu mempunyai alat kelamin jantan dan betina dalam satu individu (berumah satu), tetapi ada juga yang alat kelaminnya terpisah (berumah dua). Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain.Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur.Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa Sistem Respirasi Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang. Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Sistem Ekskresi Organ ekskresinya berupa sepasang nefridia yang berperan sebagai ginjal. Sistem Transportasi Peredaran darah terbuka ini terjadi pada semua kelas Mollusca kecuali kelas Cephalopoda

Moluska terdiri dari 3 kelas yaitu : A. Lamellibranchiata 1. Pengertian Lamellibranchiata Hewan golongan ini bernafas menggunakan insang yang berlapis-lapis yang berbentuk seperti lembaran sehingga disebut juga sebagai Lamelibranchiata (lamela = lembaran, branchia = insang). Dari celah cangkangnya akan keluar kaki yang pipih seperti mata kapak sehingga hewan ini disebut juga Pelecypoda (pelecy = pipih, podos = kaki). Hewan kelas ini disebut sebagai bivalvia karena tubuhnya dilindungi cangkangnya yang stangkup, memiliki tubuh simetri bilateral. Salah satu contoh hewan yang termasuk dalam golongan ini adalah Malaegrina margaritivera (kerang mutiara), kerang air tawar (Anadonta sp.) dan kima raksasa (Tridacna maxima). 2. Habitat dari Lamellibranchiata Kehidupan bivalvia atau lamellibranchiata sering ada di perairan yang dipermukaannya terdapat substrat pasir atau lumpur. Bivalvia biasanya hidup dengan membenamkan dirinya di pasir, lumpur atau permukaaan subtrat. Tetapi ada juga yang hidup dengan menempel di permukaan benda yang keras. Binatang infauna seringkali memberikan reaksi yangmencolok terhadap ukuran butir atau tekstur dasar laut, sehingga habitat bivalvia dari berbagai lereng pasir lumpur akan berbeda. 3. Sistem Organ

Sistem pencernaannya dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Mulut dan anusnya terletak dalam rongga mantel. Sistem ekskresinya menggunakan sepasang nefridium yang berfungsi seperti ginjal. Adapun sistem sarafnya terdiri atas otak, simpul saraf kaki, dan simpul saraf otot. Sistem peredaran darahnya terbuka, jantungnya terdiri atas sebuah bilik dan dua serambi. Respirasinya dengan menggunakan insang. 4. Ciri-ciri Morfologi Bivalvia bisa hidup di air tawar, dasar laut, danau, kolam, atau sungai yang lainnya banyak mengandung zat kapur. Zat kapur ini digunakan untuk membuat cangkoknya. Hewan ini memiliki dua kutub ( bi = dua, valve = kutub) yang dihubungkan oleh semacam engsel, sehingga disebut Bivalvia. Kelas ini mempunyai dua cangkok yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkok ini berfungsi untuk melindungi tubuh. Cangkok di bagian dorsal tebal dan di bagian ventral tipis. Cangkok ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu periostrakum adalah lapisan terluar dari zat kitin yang berfungsi sebagai pelindung, lapisan prismatik, tersusun dari kristalkristal kapur yang berbentuk prisma dan Lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel. Kepalanya tidak nampak dan kakinya berotot. Fungsi kaki untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir. Kelas bivalvia mencangkup kerang - kerangan. Tubuhnya bilateral simetris

terlindung oleh cangkang kapur yang keras . Kepala tereduksi, memiliki cangkang pipih atau rata dengan dua katup ingsang berpasangan, memiliki mantel yang membentuk sifon, mulutnya terdapat pada rongga mantel dilengkapi dengan labial palpus dan tidak memiliki rahang atau radula. 5. Klasifikasi dari Lamellibranchiata Terbagi menjadi 3 ordo yaitu: a. Prionodesmacea Contoh spesies dari ordo ini adalah :

Mytilus sp

Pecten sp

Anodonta sp

Corbicula sp

Unio sp b. Teleodesmacea Contoh dari ordo ini adalah

Mya sp

Venus sp

Cardium sp c. Anomalodesmacea Contoh dari ordo ini adalah

Lyonsia sp B. Cephalopoda 1. Pengertian Cephalopoda berasal dari bahasa Yunani yitu chephalo yang berarti kepala dan podos yang artinya kaki. Jadi Cephalopoda adalah mollusca berkaki di kepala atau kepalanya dilingkari oleh kaki-kaki yang termodifikasi menjadi tentakel-tentakel. Umumnya mereka juga

memiliki kantung tinta, kecuali nautilus, yang menghasilkan cairan tinta hitam yang akan disemburkan dalam keadaan bahaya untuk menghindar dari musuhnya. 2. Habitat Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut. 3. Ciri-Ciri morfologi Hidup Cephalopoda seluruhnya di laut dengan merayap atau berenang di dasar laut. Makananya berupa kepiting atau invertebrata lainnya. Sebagai hewan pemangsa, hampir semua Cephalopoda bergerak cepat dengan berenang. Kebanyakan Cephalopoda memiliki organ pertahanan berupa kantong tinta. Kantong tinta berisikan cairan seperti tinta berwarna

coklat atau hitam yang terletak di ventral tubuhnya. Tinta ini akan di keluarkan jika hewan ini merasa terancam dengan cara

menyemburkannya .Cephalopoda memiliki kaki berupa tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya. Cephalopoda memiliki sistem saraf yang berpusat di kepalanya menyerupai otak. Untuk reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Cephalopoda memiliki organ reproduksi berumah dua (dioseus). Pembuahan berlangsung secra internal dan menghasilkan telur. Ukuran dari tubuhnya bervariasi dan tidak memiliki cangkang. Tubuh lunaknya diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang disebutmantel tanpa cangkang kecuali Nautilus. Tubuh berbentuk gelendong (streamline) dengan otot yang cukup kuat sehingga memiliki kemampuan bergerak yang sangat cepat diair. Kulit mengandung zat kromatofor sehingga dapat berubah warna sesuaidengan lingkungan hal ini bermanfaat untuk penyamaran (kamuflase). Di bagian chepal terdapat cerobong penyemprot air yang berfungsisebagai alat kendali saat bergerak. Air disemprotkan dari bagian rongga mantel. Memiliki alat pencernaan yang lengkap ditambah dengan organ pencernaan tambahan berupa kelenjar ludah, pankreas dan hati. Sistem peredaran darah ganda (terdapat dua macam jantung yaitu jantung sistemik yang memompa darah ke seluruh tubuh dan jantung insang yang memompa darah ke insang untuk mengikat oksigen. Peredaran darah tertutup . Darah berwarna biru karena mengikat Cu bukan Fe. Alat eksresi berupa nefridia berbentuk segitiga, terdapat juga kantungyang

berisi cairan serupa tinta yang akan dikeluarkan melalui sifon jika dalam keadaan terancam. Kelas Cephalopoda terbagi menjadi 2 ordo yaitu: a. Tetrabranchia Tetrabranchiata memiliki cangkang luar dari kapur yang membelit dan memiliki beberapa lengan. Hewan ini mempunyai dua pasang insangserta dua pasang nefridia dan tidak mempunyai kromatofora dan kantung tinta. Contoh dari ordo ini adalah

Nautylus b. Dibranchia Dibranchiata memiliki cangkang dalam atau tidak sama sekali dengan lengn lebih sedikit dibandingkan tetrabranchiata. Hewan ini mempunyai kantung tinta, sepasang insang, sepasang nefrida, serta memiliki kromatofora. Contoh dari ordo ini adalah

Sepia sp

Loligo C. Gastropoda 1. Pengertian

Octopus

Gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu gaster yang berarti perut dan podos yang berarti kaki. Jadi Gastropoda berarti hewan bertubuh lunak yang berjalan dengan menggunakan perutnya. 2. Habitat Kelas gastropoda memiliki keanekaragaman habitat yang sangat luas. Gastropoda umumnya hidup di laut tetapi ada sebagian yang hidup di darat. Beberapa jenis juga bisa ditemukan di danau, sungai, selokan kecil, muara, intertidal yang berbatu atau berpasir, laut, bahkan di gurun pasir juga ada. Ditemukannya Gastropoda di berbagai macam habitat,

dapat disimpulkan bahwa Gastropoda merupakan kelas yang paling sukses di antara kelas yang lain. Anatomi, perilaku, makan dan adaptasi reproduksi dari gastropoda sangat bervariasi antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya. 3. Ciri-ciri Morfologi Morfologi Gastropoda terwujud dalam morfologi cangkangnya. Hewan kelas gastropoda umumnya bercangkang tunggal, yang terpilin membentuk spiral, beberapa jenis diantaranya tidak mempunyai cangkang, kepala jelas, umunya dengan dua pasang tentakel kaki lebar dan pipih, memiliki rongga mantel dan organ-organ internal, bagi yang bercangkang antara kepala dan kaki terputus, insang berjumlah kurang lebih satu atau dua buah, bernafas dengan paru-paru, organ reproduksi jumlah satu atau dua, fertilasi secara internal dan eksternal. Sebagian besar cangkangnya terbuat dari bahan kalsium karbonat yang di bagian luarnya dilapisi periostrakum dan zat tanduk. Cangkang Gastropoda yang berputar ke arah belakang searah dengan jarum jam disebut dekstral, sebaliknya bila cangkangnya berputar berlawanan arah dengan jarum jam disebut sinistral. Siput-siput Gastropoda yang hidup di laut umumnya berbentuk dekstral dan sedikit sekali ditemukan dalam bentuk sinistral. Pertumbuhan cangkang yang melilin spiral disebabkan karena pengendapan bahan cangkang di sebelah luar berlangsung lebih cepat dari yang sebelah dalam. 4. Klasifikasi Gastropoda

Gastropoda terbagi menjadi 3 ordo yaitu: a. Prosobranchiata Contoh dari spesies ini adalah

Murex sp

Purpura sp

Pteroceras b. Ophisthobranchiata Contoh dari spesies ini adalah

Patella

Paludina

Melania c. Pulmonata Contoh dari ordo ini adalah

Lymnea

Lymax

achatina fulica

Pila

Vaginula