Anda di halaman 1dari 16

KONSEP PENYAKIT DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSYARAFAN: TUMOR OTAK ( S O P )

Oleh : Simon Sani Kleden, Skep


A. KONSEP PENYAKIT 1. Pengertian Tumor otak adalah lesi oleh karena ada desakan ruang baik jinak maupun ganas yang tumbuh di otak, meningen dan tengkorak. . Eti!"!gi a. Riwayat trauma kepala b. Faktor genetik c. Paparan bahan kimia yang bersifat carsinogenik d. Virus tertentu #. Pat!$i%i!"!gi Tumor otak terjadi karena adanya proliferasi atau pertumbuhan sel abnormal secara sangat cepat pada daerah central nervous system !"#$. #el ini akan terus berkembang mendesak jaringan otak yang sehat di sekitarnya, mengakibatkan terjadi gangguan neurologis gangguan fokal akibat tumor dan peningkatan tekanan intrakranial$.
T&'!r !ta(

%edema otak

Peningkatan massa otak

%bstruksi cairan cerebrospinal &idrosefalus

Perubahan suplai 'arah ke otak ). *. "ekrosis jaringan (ehilangan fungsi secara akut (ejang Per&*a+an ,er$&%i -aringan !ta( a. *. c. d. e.

(ompensasi Vasokontriksi pemb.drh otak +empercepat absorpsi !airan serebrospinalis

,agal Peningkatan T-( N)eri

"yeri kepala +ual muntah proyektil &ipertensi .radikardi (esadaran menurun

De$i%it (n!."e/ge

0. a.

K"a%i$i(a%i .erdasarkan jenis tumor )$ /inak 0coustic neuroma +eningioma Pituitary adenoma 0strocytoma grade -$ *$ +alignant 0strocytoma grade *,1,2$ %ligodendroglioma

b.

0pendymoma .erdasarkan lokasi )$ Tumor intradural a$ 3kstramedular !leurofibroma +eningioma a$ -ntramedular 0pendymoma 0strocytoma %ligodendroglioma &emangioblastoma *$ Tumor ekstradural +erupakan metastase dari lesi primer, biasanya pada payudara, prostal, tiroid, paru 4 paru, ginjal dan lambung.

1.

Mani$e%ta%i K"ini% "yeri kepala "yeri bersifat dalam, terus 4 menerus, tumpul dan kadang 4 kadang bersifat hebat sekali. .iasanya paling hebat pada pagi hari dan diperberat saat beraktifitas, yang biasanya menyebabkan peningkatan T-( yaitu batuk, membungkuk dan mengejan. b. "ausea dan muntah 0kibat rangsangan pada medula oblongata c. Papiledema #tasis vena menimbulkan pembengkakan papila saraf optikus. a. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Peng(a-ian a. -dentifikasi faktor resiko paparan dengan radiasi atau bahan 4 bahan kimia yang bersifat carcinogenik. b. -dentifikasi tanda dan gejala yang dialami5 sakit kepala, muntah dan penurunan penglihatan atau penglihatan double. c. -dentifikasi adanya perubahan perilaku klien. d. %bservasi adanya hemiparase atau hemiplegi. e. Perubahan pada sensasi5 hyperesthesia, paresthesia. f. %bservasi adanya perubahan sensori5 asteregnosis tidak mampu merasakan benda tajam$, agnosia tidak mampu mengenal objek pada umumnya$, apra6ia tidak mampu menggunakan alat dengan baik$, agraphia tidak mampu menulis$. g. %bservasi tingkat kesadran dan tanda vital. h. %bservasi keadaan keseimbangan cairan dan elektrolit. i. Psikososial5 perubahan kepribadian dan perilaku, kesulitan mengambil keputusan, kecemasan dan ketakutan hospitalisasi, diagnostic test dan prosedur pembedahan, adanya perubahan peran. j. 7aboratorium5 )$ /ika tidak ada kontraindikasi5 lumbal puncti. *$ Fungsi endokrin k. Radiografi5 )$ !T scan. *$ 3lectroencephalogram 1$ 8 ray paru dan organ lain umtuk mencari adanya metastase. Diagn!%a Ke,era.atan Perubahan perfusi jaringan otak b9d kerusakan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor. b. "yeri b9d peningkatan tekanan intrakranial. a.

2. 1.

(urang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan b9d ketidakmampuan mengenal informasi. #. Ren3ana Inter4en%i a. Perubahan perfusi jaringan otak b/d kerusakan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor. 'ata penunjang5 peruabhan tingkat kesadaran, kehilangan memori, perubahan respon sensorik9motorik, gelisah, perubahan tanda vital. (riteria hasil5 Tingkat kesadaran stabil atau ada perbaikan, tidak adan tanda 4 tanda peningaktan T-(.
Inter4en%i Pantau status neurologis secara teratur dan bandingkan dengan nilai standar. Pantau tanda vital tiap 2 jam. Ra%i!na" +engkaji adanya perubahan pada tingkat kesadran dan potensial peningaktan T-( dan bermanfaat dalam menentukan okasi, perluasan dan perkembangan kerusakan ##P. "ormalnya autoregulasi mempertahankan aliran darah ke otak yang stabil. (ehilanagn autoregulasi dapat mengikuti kerusakan vaskularisasi serebral lokal dan menyeluruh. (epala yang miring pada salah satu sisi menekan vena jugularis dan menghambat aliran darah vena yang selanjutnya akan meningkatkan T-(. .ermanfaat sebagai indikator dari cairan total tubuh yang terintegrasi dengan perfusi jaringan. 0ktivitas ini akan meningkatkan tekanan intra toraks dan intra abdomen yang dapat meningkatkan T-(.

c.

Pertahankan posisi netral atau posisi tengah, tinggikan kepala *::81::.

Pantau ketat pemasukan dan pengeluaran cairan, turgor kulit dan keadaan membran mukosa. .antu pasien untuk menghindari9membatasi batuk, muntah, pengeluaran feses yang dipaksakan9mengejan. Perhatikan adanya gelisah yang Petunjuk non verbal ini mengindikasikan meningkat, peningkatan keluhan adanya penekanan T-( atau dan tingkah laku yang tidak mennadakan adanya nyeri ketika pasien sesuai lainnya. tidak dapat mengungkapkan keluhannya secara verbal.

b.

Nyeri b/d peningkatan tekanan intrakranial. 'ata penunjang5 klien mengatakan nyeri, pucat pada wajah, gelisah, perilaku tidak terarah9hati 4 hati, insomnia, perubahan pola tidur. (riteria hasil5 (lien melaporkan nyeri berkurang9terkontrol, klien menunjukkan perilaku untuk mengurangi kekambuhan.
Inter4en%i Ra%i!na" Teliti keluhan nyeri5 intensitas, "yeri merupakan pengalaman subjektif karakteristik, lokasi, lamanya, faktor dan harus dijelaskan oleh pasien. yang memperburuk dan meredakan. -dentifikasi karakteristik nyeri dan faktor yang berhubungan merupakan suatu hal yang amat penting untuk memilih intervensi yang cocok dan untuk mengevaluasi keefektifan dari terapi yang diberikan.

%bservasi adanya tanda8tanda nyeri non verbal seperti ekspresi wajah, gelisah, menangis9meringis, perubahan tanda vital. -nstruksikan pasien9keluarga untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri timbul. .erikan kompres dingin pada kepala.

+erupakan indikator9derajat nyeri yang tidak langsung yang dialami. Pengenalan segera meningkatkan intervensi dini dan dapat mengurangi beratnya serangan. +eningkatkan rasa nyaman dengan menurunkan vasodilatasi.

c.

Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan b/d ketidakmampuan mengenal informasi. 'ata penunjang5 (lien dan keluarga meminta informasi, ketidakakuratan mengikuti instruksi, perilaku yang tidak tepat. (riteria hasil5 (lien9keluarga mengungkapkan pemahaman tentang kondisi dan pengobatan, memulai perubahan perilaku yang tepat.
Inter4en%i 'iskusikan etiologi individual dari sakit kepala bila diketahui. .antu pasien dalam mengidentifikasikan kemungkinan faktor predisposisi. 'iskusikan mengenai pentingnya posisi9letak tubuh yang normal. 'iskusikan tentang sampingnya. Ra%i!na" +empengaruhi pemilihan terhadap penanganan dan berkembnag ke arah proses penyembuhan. +enghindari9membatasi faktor8faktor yang sering kali dapat mencegah berulangnya serangan. +enurunkan regangan pada otot daerah leher dan lengan dan dapat menghilangkan ketegangan dari tubuh dengan sangat berarti. Pasien mungkin menjadi sangat ketergantungan terhadap obat dan tidak mengenali bentuk terapi yang lain.

obat

dan

efek

2a+an *a3aan: ). 0rthur !. ,uyton and /ohn 3. &all );;<$, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi , Penerbit .uku (edokteran 3,!, /akarta *. !arolyn +. &udak, .arbara +. ,allo );;=$, Kepera!atan Kritis" Pedekatan #olistik $olume %%, Penerbit .uku (edokteran 3,!, /akarta 1. +arylin 3. 'oengoes, +ary Frances +oorhouse, 0lice !. ,eissler *:::$, &encana Asuhan Kepera!atan' Pedoman (ntuk Perencanaan dan Pendokumentasian Pera!atan Pasien Edisi ), Peneribit .uku (edokteran 3,!, /akarta

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK ST. RM5 DENGAN TUMOR OTAK ( S O P ): TUMOR FOSSA POSTERIOR MEDU5O 25ASTOMA DI RUANG SYARAF A6 RSUD DR. SOETOMO SURA2AYA TANGGA5 17 # 8ANUARI 99

A. PENGKA8IAN ). I/entita%
"ama 5 #iti Romlah Tgl +R# 5 > 'esember *::) ?mur 5 > tahun Register 5 ):)):>@< /enis kelamin 5 Perempuan 'iagnose 5Tu.fossa post.meduloblastoma #uku .angsa 5 +adura 0gama 5 -slam Pekerjaan 5 88 Pendidikan 5 88 0lamat 5 'esa 'uko, Rubane, #umenep I/entita% !rang t&a: "ama -bu 5 +arwati "ama ayah 5 0bu Fadlal ?mur 5 *> tahun ?mur 5 1> tahun Pendidikan 5 tidak sekolah Pendidikan 5 #+0 Pekerjaan 5 Tani Pekerjaan 5 Tani 0gama 5 -slam 0gama 5 -slam 0lamat 5idem 0lamat 5idem 0lasan di rawat 5 Pembesaran kepala sejak * bulan yll mulai bulan %ktober$ disertai dengan sakit pada kepala, anak sering jatuh dan jalannya sempoyongan. Ke"&+an &ta'a 5 Pembesaran pada kepala dan keluhan sakit kepala. %e*e"&'n)a 5 #ejak * bulan yll, keluarga mulai merasakan kepala anak #t. +ebesar. 0nak #t.sering mengeluhkan kepalanya sakit, mual A$, muntah 4 muntah A$, kejang 8$, .0. dan .0( dikeluhkan sulit. 0nak #t. mulai tidak bisa menoleh karena nyeri yang hebat, jalan mulai terlihat goyang dan anak #t.sering terjatuh. (eluarga memeriksakan anak #t.di puskesmas terdekat, dan dirujuk ke R#?' #umenep. %leh pihak R#?', anak #t.disarankan untuk berobat ke R#?' 'r. #oetomo. Pada tanggal > 'esember *::), anak #t.+R# di ruang #araf 0 dengan diagnosa hydrocephalus dan susp. #%P.Therapi yang diberikan5 'e6amethason inj 1 6 )9* amp, cimetidine *6)9* amp, diet T(TP, obs ,!# dan V#. Pada tanggal @ 'esember *::), anak #t. kejang8kejang tonik sebanyak 1 kali dan diberi terapi 'ilantin 16) kaps. Tgl )2 'esember *::) dilakukan !T scan dengan hasil5 ditemukan massa dengan ukuran 2,< 6 2,< 6 > 6 :,> cm pada ventrikel -V yang menyebabkan communicating hydrocephalus dengan adanya oedem cerebri yang luas. ''5 meduloblastoma 9 apendimoma. Pada tgl ** 'esember *::) dilakukan pemasangan VP shunt untuk mempercepat absorbsi liBuor.Tgl < /anuari *::*, anak #t.

dikonsulkan ke !ardiologi anak karena ditemukan aritmia pada 3!,. Tgl )2 /anuari *::* dilakukan e6cisi jaringan tumor melalui operasi trepanasi serta sebagian kecil jaringan tumor diperiksakan ke P0 untuk memastikan jenis tumor hasil sampai saat ini belum$. Terapi setelah trepanasi 5 -VF' '> C "# )::: cc, !eftria6on )6) gr iv, Valtrian 16)9* amp, 'e6a 16)9* amp, Rantin 16)9* amp, +anitol 26>: cc9kg ... Tgl )= /anuari *::* anak #t. dipasang tracheostomy karena keluhan distres nafas setelah dikonsulkan ke bagian bedah. Pada saat pengkajian anak #t. terpasang tracheostomy, ma9mi mau per oral, mual 8$, muntah 8$, kejang 8$, sesak A$, sekret A$, penglihatan kabur A$, terpasang catheter dower, .0. A$ )6 per hari konsistensi padat, kebutuhan 0'7 dibantu, nyeri luka post op A$, posisi tidur head up 1: :. Terapi pada saat pengkajian tgl *) /anuari *::* pukul. )).1: D-. adalah5 inj "ovalgin 16)9* amp, !eftria6on )6) gr, 'ilantin 16) 1: mg$ caps. II Ri.a)at Ke,era.atan .1 Ri.a)at ,en)a(it %e*e"&'n)a 5 panas, batuk, pilek, trauma 8$. . Ri.a)at ,en)a(it %e(arang 5 88 .# Ri.a)at (e%e+atan (e"&arga 5 pernikahan ayah dan ibu anak #t. adalah pernikahan antar saudara sepupu jauh dimana ibu dari ibu +arwati bersaudara sepupu dengan ibu dari ayah 0bu Fadlal$ Penyakit keturunan dalam keluarga hipertensi, ginjal, kencing manis $ disangkal. Gen!gra':

(eterangan5

E laki8laki E perempuan

E anak - dgn autisme E anak #t. Etinggal satu rumah.

*.2 Kea/aan (e%e+atan "ing(&ngan5 menurut keluarga, keadaan lingkungan rumah cukup bersih. .1 Ri.a)at ,er(e'*angan ana( St 5 anak #t. lahir di dukun bayi, spontan, menangis, ..7 tidak diketahui, menyususi sampai umur *> bulan, imm lengkap di puskesmas, mulai belajar berjalan umur ),> tahun, setelah itu mulai mulai belajar bicara. +enurut keluarga sejak kecil anak #t. jarang sakit tidak seperti kakaknya umur ): tahun$ sejak kecil umur 2 bulan tidak bisa melihat dan mendengar, hyperaktif, sering bermain menyendiri, bicara sendiri. .: A"at *ant& )ang /i,a(ai ,igi palsu 5 88 (aca mata 588 Pendengaran 588 7ain8lain 588 III. O*%er4a%i /an Pe'eri(%aan Fi%i( 1. Kea/aan &'&' 5 ,!#5 32V>+=, komunikasi 8$, bicara tidak jelas, karena klien terpasang tracheostomy. . Tan/a 4ita" 5 #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt, RR5 1* 69mnt. #. 2!/) S)%te' #.1 Perna$a%an &idung 5 tersumbat. Trachea 5 terpasang tracheostomy, sekret A$, sesak A$ 'ada 5 pergerakan dinding thoraks A$, simetris. 8 .entuk 5 simetris 8 ,erakan 5 simetris

#uara nafas dan lokasi /enis nafas .atuk #putum !yanosis Frekwensi nafas #. Kar/i!4a%(&"er "yeri dada Pusing (ram kaki #akit kepala Palpitasi !lubing finger #uara jantung 3dema (apilari refill 7ainnya #.# Per%ara$an (esadaran ,!# (epala dan wajah trepanasi A$ belum kering. +ata #klera (onjunctiva Pupil 7eher Reflek fisiologis Reflek patologis Pendengaran Penciuman Pengecapan Penglihatan Perabaan 7ainnya

5 wheeFing 8$, suara redup A$ 5 spontan 5 AA 5 AA 5 88 5 1* 69mnt 5 88 5 88 5 88 5 AA 5 88 5 88 5 sinus rythem. 5 88 5 dbn, * dtk 5 88 5 !+ 5 32V>+= 5 bekas luka operasi pemasangan VP shunt sudah kering, luka op 5 penglihatan kabur, visus )9= 5 putih, hiperemis 8$ 5 merah muda, anemis 8$ 5 isokor. 5 terpasang tracheostomy. 5 patela A$, biceps9triceps A$ 5 babinsky A$. 5 dbn 5 dbn 5 dbn 5 kabur, visus )9= 5 dbn 5 88

#.0 Per(e'i+an ;E"i'ina%i Urine Produksi urine 5 >:: cc8 <:: cc Darna urine 5 kuning jernih ,angguan saat kencing 5 88 7ainnya 588 #.1 Pen3ernaan 7 E"i'ina%i A"4i +ulut 5 dbn Tenggorokan 5 88 0bdomen 5 peristaltik AA$, bentuk simetris, bekas luka op VP shunt kering$. Rectum 5 dbn. .ab 5 dbn, feses padat. %bat pencahar 5 88 7avement 588 7ain8lain 588 #.: T&"ang ; Ot!t ; Integ&'en (emampuan pergerakan sendi5 > 2 > 2

36tremitas 5 taki terpasang penvlon. 8 0tas 5 88 8 .awah 588 8 Tulang belakang588 (ulit5 8 Darna kulit 5 sawo matang 8 0kral 5 hangat

8 Turgor

5 baik

#.< Si%te' En/!(rin Terapi hormon 5 88 (arakteristik seks sekunder588 Riwayat pertumbuhan dan perkembnagan fisik5 88 #.= Si%te' He'at!,!ieti( 'iagnosis penyakit hematopoietik yang lalu5 88 Type darah5 % #.> Re,r!/&(%i 7aki 4 laki5 88 Perempuan5 dbn 0.9 P%i(!%!%ia" (onsep diri5 88 !itra diri5 - Tanggapan tentang tubuh5 88 - .agian tubuh yang disukai588 - .agian tubuh yang tidak disukai588 - Persepsi thd kehilangan bagian tubuh588 - 7ainnya, sebutkan588 -dentitas5 - #tatus klien dalam keluarga5anak kedua. - (epuasan klien thd status dan posisi dlm keluarga5 88 - (epuasan klie thd jenis kelamin588 - 7ainnya, sebutkan588 Peran5 - tanggapan klien thd perannya588 - (emampuan9kesanggupan klien melaksanakan perannya588 - (epuasan klien melaksanakan perannya588 -deal diri9harapan5 - harapan klien thd5 E Tubuh588 E Posisi dlm pekerjaan$588 E #tatus dlm keluarga588 E Tugas9pekerjaan588 - &arapan klien thd lingkungan588 - &arapan klien thd penyakit yg diderita5ingin cepat sembuh dan bisa pulang. &arga diri5 - Tanggapan klien thd harga dirinya588 - 7ainnya, sebutkan588 #osial9interaksi5 - &ubungan dengan klien5 orang tua - 'ukungan keluarga5 baik - 'ukungan kelompok9teman9masyarakat5baik - Reaksi saat interaksi5 komunikasi kooperatif, jelas dan terarah. - (onflik yang terjadi terhadap588 #.11 S,irit&a": - (onsep tentang penguasa kehidupan5 Tuhan #DT - #umber kekuatan9harapan saat sakit5 Tuhan #DT - Ritual agama yg berarti9diharapkan saat ini5 sembahyang sholat$. - #arana9peralatan9orang yg diperlukan dlm melaksanakan ritual agama yg diharapkan saat ini5 88 - ?paya keseatan yang bertentangan dgn keyakinan agama588 - (eyakinan9kepercayaan bahwa Tuhan akan menolong dlm menghadapi situasi sakit saat ini5 yakin Tuhan akan membantu penyembuhan. - (eyakinan9kepercayaan bahwa penyakit dapat disembuhkan5 yakin. - Persepsi thd penyebab penyakit5 karena pernikahan antar saudara. Pe'eri(%aan ,en&n-ang: ). +akroskopis5 warna 88, kekeruhan5 jernih. Tgl ** 'esember *::)57P

+ikoskopis5 jml sel5 >29cm, jenis sel5 mononuklear @:G, polinuklear *:G. ?ji kimiawi5 none 8$, pandy 8$, kadar gula 5 =@ mg9dl, protein5 = mg9dl. *. Tgl ; /anuari *::*5 foto thoraks Tidak ada keluhan, inspirasi kurang, cor5 besar, bentuk kesan normal, pulmo5 tidak ada keluhan, kedua sinus phrenicocostesis tajam. 1. Tgl *1 /anuari *::*5 '7 &asil belum. Tera,i ,a/a tangga" 1 8an&ari: -nj !eftria6on )6) gr iv, "ovalgin 16)9* amp. Ana"i%a Data: Data #5 88 %5 klien batuk8batuk, terpasang tracheostomy, sekret A$, sesak A$, RR51*69mnt, "5 )*: 69mnt. #5 88 %5 klien terpasang tracheostomy, terpasang dower catheter, terpasang penvlon, batuk A$, sekret A$, #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt. #5 88 %5 terdapat tu. Pada ventrikel -V, post op trepanasi, riwayat kejang A$, liBour otak A$, terpasang VP shunt, penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. #5 88 %5#5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt, mi9 per sendok. Eti!"!gi (etidakmampuan batuk batuk tidak efektif$. Pat!$!%i!"!gi .atuk tidak efektif ketidakmampuan mengeluarkan benda asing pada saluran nafas inspirasi H ekspirasi hiperventilasi bersihan jalan nafas tidak efektif. Prosedur invasif post de entry masuknya kuman penyebab infeksi nosokomial daya tahan tubuh melemah infeksi skunder. 'esak ruang pada otak peningkatan volume otak penurunan kemampuan jaringan otak dlm absorbsi liBour yg diproduksi secara berlebihan peningkatan T-(. -ntake cairan tidak adekuat sel8sel menarik cairan ekstrasel masuk ke dalam sel volume cairan ekstrasel menurun defisit cairan tubuh. (elemahan ketidakmampuan beraktifitas secara normal pemenuhan 0'7 terganggu. Ma%a"a+ .ersihan jalan nafas tidak efektif.

Prosedur invasif.

Resiko skunder.

infeksi

'esak ruang pada otak.

Resiko peningkatan T-(.

-ntake cairan kurang adekuat.

Resiko cairan

defisit

#5 88 %5 terdapat tu. Pada ventrikel -V, post op trepanasi, terpasang tracheostomy A$, terpasang dower catheter A$, terpasang VP shunt, penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. #5 %rangtua banyak bertanya tentang proses penyakit dan kemungkinan sembuh anaknya, kleuarga mengatakan sudah pasrah dengan keadaan anaknya. %5 -bu klien menangis, orang tua banyak diam.

(elemahan.

,angguan pemenuhan 0'7.

(etidakmampuan mengenal informasi tentang pengobatan dan perawatan.

(etidakmampuan mengenal informasi tentang pengobatan dan perawatan ketidakmampuan mengatasi keadaan psikologis yang negatif cemas.

!emas.

Diagn!%a Ke,era.atan 2er/a%ar(an ,ri!rita%: ). Resiko peningkatan T-( b9d 'esak ruang pada otak.

*.

1.

2.

>.

=.

'ata penunjang5 #5 88 %5 terdapat tu. Pada ventrikel -V, post op trepanasi, riwayat kejang A$, liBour otak A$, terpasang VP shunt, penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. .ersihan jalan nafas tidak efektif b9d (etidakmampuan batuk batuk tidak efektif$. 'ata penunjang5 #5 88 %5 klien terpasang tracheostomy, batuk A$, sekret A$, #5 1@,2 :!, "5 )*: 69mnt. Resiko infeksi skunder b9d Prosedur invasif. 'ata penunjang5 #5 88 %5 klien terpasang tracheostomy, terpasang dower catheter, terpasang penvlon, batuk A$, sekret A$, #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt. Resiko defisit cairan b9d -ntake cairan kurang adekuat. 'ata penunjang5 #5 88 %5 #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt, mi9 per sendok. ,angguan pemenuhan 0'7. b9d (elemahan. 'ata penunjang5 #5 88 %5 terdapat tu. Pada ventrikel -V, post op trepanasi, terpasang tracheostomy A$, terpasanag dower catheter A$, terpasang VP shunt, penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. !emas pada orang tua b9d (etidakmampuan mengenal informasi tentang pengobatan dan perawatan. 'ata penunjang5 #5 %rangtua banyak bertanya tentang proses penyakit dan kemungkinan sembuh anaknya, kleuarga mengatakan sudah pasrah dengan keadaan anaknya. %5 -bu klien menangis, orang tua banyak diam.

Ren3ana Tin/a(an Ke,era.atan: 1. Re%i(! ,ening(atan TIK *?/ De%a( r&ang ,a/a !ta(. 'ata penunjang5 #5 88 %5 terdapat tu. Pada ventrikel -V, post op trepanasi, riwayat kejang A$, liBour otak A$, terpasang VP shunt, penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. T&-&an -ang(a ,en/e(: tanda dan gejala peningkatan T-( tidak terjadi. T&-&an -ang(a ,an-ang: setelah diberikan asuhan keperawatan selama ) minggu, T-( tidak terjadi. Kriteria +a%i": penurunan kesadaran 8$, mual 8$, muntah 8$, kejang 8$, bradikardi 8$. Inter4en%i Ra%i!na" + Pantau status kesadaran dan status engkaji adanya perubahan pada kesadaran dan neurologis. potensial peningkatan T-(. " %bservasi vital sign tiap 2 jam. ormalnya autoregulasi mempertahankan aliran darah ke otak tetap stabil. + Pertahankan posisi head up 1::. encegah tertekannya vena jugularis sehingga menghambat aliran adrah ke otak dan meningkatkan T-(. 0 .antu klien mengurangi tekanan pada ktifitas ini akan meningkatkan tekanan intra intra abdominal seperti5 batuk, abdominal dan merangsang peningkatan T-(. mengejan. P etunjuk non verbal ini mengindikasikan adanya Pantau adanya gelisah, peningkatan peningaktan T-(. keluhan. + engurangi terjadinya proses infeksi akibat 'elegatif pemberian5 intervensi bedah yang dilakukan dan mencegah - !eftria6on )6) gr. terjadinya kejang. - 'ilantin 16 1: mg.

2er%i+an -a"an na$a% ti/a( e$e(ti$ *?/ Keti/a('a',&an *at&( (*at&( ti/a( e$e(ti$). 'ata penunjang5 #5 88 %5 klien terpasang tracheostomy, batuk A$, sekret A$, #5 1@,2 :!, "5 )*: 69mnt. T&-&an -ang(a ,en/e(5 klien dapat batuk. T&-&an -ang(a ,an-ang: setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1 hari, jalan nafas efektif. Kriteria +a%i"5 batuk A$, sekret 8$, sesak 8$, pergerakan otot bantu pernafasan 8$. Inter4en%i Ra%i!na" P %bservasi bunyi nafas, catat adanya eningakatn sekret dalam saluran nafas dapat kelainan suara nafas. diobservasi dengan cepat. P Pantau V# tiap 2 jam. eningaktan frekuensi nafas mengindikasikan adanya kesulitan inspirasi dan ekspirasi. . %bservasi karakteristik batuk. atuk tidak efektif karena kesulitan klien mengeluarkan sekret. &i Tingkatkan intake cairan hangat. drasi membantu mengencerkan sekret dan mempermudah pengeluaran. " 7akukan nebuliFer dan penghisapan ebuliFer membantu mengencerkan sekret dan lendir tiap = jam atau saat produksi memudahkan pengeluaran sekret dengan sekret banyak. slym Fuiger. !l 7akukan clapping saat melakukan Flym apping membnatu merontokkan sekret kental Fuiger secara perlahan. yang menempel pada saluran nafas.

#.

Re%i(! in$e(%i %(&n/er *?/ Pr!%e/&r in4a%i$. 'ata penunjang5 #5 88 %5 klien terpasang tracheostomy, terpasang dower catheter, terpasang penvlon, batuk A$, sekret A$, #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt, mi9 per sendok. T&-&an -ang(a ,en/e(5 tanda dan gejala infeksi tidak terjadi. T&-&an -ang(a ,an-ang5 setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1 hari, infeksi skunder tidak terjadi. Kriteria +a%i": tanda infeksi skunder tidak ada, luka post op kering, phlebitis 8$. Inter4en%i Ra%i!na" + %bservasi V# tiap 2 jam dan adanya embantu mengindikasikan adanya proses tanda infeksi. infeksi skunder karena pemakaian alat bantu perawatan. + .eri kompres hangat embantu meningkatkan vasodilatasi dan meningkatkan sirkulasi darah ke hypothalamus. ( .eri penjelasan keluarga tentang5 eluarga selalu berada di sisi klien dan dapat - Pentingnya minum banyak pada melaporkan adanya perubahan pada kondisi umum klien. klien. - +engawasi batuk dan produksi sekret klien. &i drasi hangat membantu vasodilatasi dan .eri minum hangat semau klien. mengencerkan sekret. P erawatan alat bantu perawatan penting untuk Rawat tracheostomy, catheter tiap hari. mencegah infeksi skunder sebagai akibat Rawat penvlon dan luka operasi tiap * adanya port de entry sebagai akibat proses hari.

%bservasi produksi kekentalan, jumlah.

sekret5 warna,

keperawatan dan pengobatan.

%bservasi keadaan luka kekeringan, tanda infeksi.

operasi5

(olaborasi 5 pemberian kombinasi antibiotika !ipro6in *6*>: mg$. (olaborasi p6. '7 untuk memantau leukosit dan 73'.

P erubahan pada sekret mengindikasikan adanya proses infeksi skunder pada saluran nafas. P erubahan pada keadaan luka operasi mengindikasikna adanya proses infeksi pada penyembuhan luka operasi. P emberian antibiotika kombinasi untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah infeksi skunder. P emeriksaan darah putih dan laju endap darah menginformasikan adanya proses infeksi dalam tubuh.

0.

Re%i(! /e$i%it 3airan *?/ Inta(e 3airan (&rang a/e(&at. 'ata penunjang5 #5 88 %5 #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt, mi9 per sendok. T&-&an -ang(a ,en/e(:kebutuhan cairan terpenuhi. T&-&an -ang(a ,an-ang: setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1 hari defisit cairan tidak terjadi. Kriteria +a%i": !+5 *81 liter atau sesuai jumlah !(, turgor baik, mata tidak cowong, V# dalam batas normal. Inter4en%i Ra%i!na" )$ 0wasi masukan dan keluaran, +emberikan informasi tentang kebutuhan bandingkan dengan .. harian. !atat cairan9elektrolit yang hilang. kehilangan melalui usus, contoh muntah dan diare. *$ (aji tanda vital, nadi perifer, -ndikator volume sirkulasi9perfusi. pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa. 1$ 0wasi nilai laboratorium5 &., &T, +enunjukkan hidrasi "a albumin. 2$ .erikan cairan sebanyak +emberikan cairan. mungkin semau klien *81 liter per *2 jam$. Gangg&an ,e'en&+an AD5. *?/ Ke"e'a+an. 'ata penunjang5 #5 88 %5 terdapat tu. Pada ventrikel -V, post op trepanasi, terpasang tracheostomy A$, terpasang dower catheter A$, terpasang VP shunt, penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. T&-&an -ang(a ,en/e(50'7 terpenuhi. T&-&an -ang(a ,an-ang5 setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1 hari, kebutuhan perawatan diri klien terpenuhi. Kriteria +a%i": personal hygiene baik, nekrosis jaringan 8$, mobilisasi dini A$. Inter4en%i Ra%i!na" )$ .antu +embantu memenuhi kebutuhan 0'7 klien pemenuhan kebutuhan 0'7 klien sehingga klien merasa nyaman dan kebutuhan seperti makan, mandi, berpakaian, perawatannya terpenuhi. eliminasi. (eluarga merupakan orang terdekat klien *$ 7ibatkan sehingga memudahkan dalam berinteraksi kleuarga dalam peraatan klien. dengan klien. 1$ .erikan +eminimalkan tekanan pada area tertentu untuk perawatan kulit yang baik. menurunkan resiko kerusakan jaringan. +emungkinkan perode tambahan istirahat tanpa 2$ 7akukan gangguan.

1.

tugas dengan toleransi. >$

cepat

dan

sesuai

7atih klien beraktifitas sesuai toleransi, bantu melakukan latihan rentang gerak sendi pasif9aktif.

Tirah baring lama dapat menurunkan kemampuan. -ni dapat terjadi karena keterbatasan aktifitas yang mengganggu periode istirahat.

:.

@e'a% ,a/a !rangt&a *?/ Keti/a('a',&an 'engena" in$!r'a%i tentang ,eng!*atan /an ,era.atan. 'ata penunjang5 #5 %rangtua banyak bertanya tentang proses penyakit dan kemungkinan sembuh anaknya, kleuarga mengatakan sudah pasrah dengan keadaan anaknya. %5 -bu klien menangis, orang tua banyak diam. T&-&an -ang(a ,en/e(5 cemas berkurang. T&-&an -ang(a ,an-ang: setelah diberikan penjelasan selama *6): menit, keluarga mampu mengenal pengobatan dan perawatan yang diberikan. Kriteria +a%i": keluarga tenang, gelisah 8$, kooperatif A$. Inter4en%i Ra%i!na" + 'iskusikan dengan kleuarga etiologi emberikan informasi kepada kleuarga perihal penyakit klien. penyebab penyakit klien sehingga menimbulkan respon psikologis yang positif. ( 'iskusikan tentang5 eluarga dapat memehami proses perawatan - pentingnya mempertahankan yang diberikan kepada klien bermanfaat untuk menurunkan regangan otot daerah leher. posisi tubuh klien. - (eteraturan minum obat. - Pentingnya minum banyak. ( etenangan psikologis orang tua berpengaruh .eri kesempatan keluarga untuk terhadap keadaan psikologis anak. melaksanakan ibadah.

I',"e'enta%i (e,era.atan: -mplementasi keperawatan mulai dilaksanakan pada tanggal *) /anuari *::* pukul )).1: D-.. s9d *1 /anuari *::* pukul )2.:: D-.. Tg"?+ari N! DA I',"e'enta%i E4a"&a%i *)8)8*::* 88 +emperkenalkan diri kepada (eluarga kooperatif. )).1: D-. klien dan kleuarga. *,1 +embantu perawatan 7uka bersih, infeksi 8$. tracheostomy. *,1 +embantu pelaksanaan #ekret A$, klien sesak 8$. nebuliFer. *,1 +embantu pelaksanaan slym Produksi sekret sedikit, encer, Fuiger. warna putih bening. *,1 +elakukan clapping. (lien batuk8batuk. *,1 +erawat anak canule. 0nak canule bersih dan telah dipasang. 1,= +emberikan penjelasan kepada (leuraga mengatakan mengerti. keluarga agar memberi minum hangat pada klien. = +enjelaskan kepada kleuarga (eluarga mengatakan mengerti. mengenai perawatan dan rencana pengobatan yang akan dilakukan terhadap klien. ),*,1,2 +engukur vital sign. #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt, RR5 1* 69mnt. 1 +emberi kompres hangat di (lien kooperatif, kompres ketiak dan kompres dingin di terpasang baik. kepala.

> *,1,> ),> 2,> > **8)8*::* > *,1,> ),> *,1 *,1 *,1 *,1 *,1 > ),*,1,2 1,> ),1,> > *,1,> ),*,1,2 > *,1,> ),> *,1 *,1 *,1 *,1 ),> > *18)8*::* > *,1,> ),1 ),*,1,2 1,> *,1 *,1 *,1 *,1

+embantu memberi makan bubur. +emberi minum per oral. +emberi obat 'ilantin ) caps. +embuang urine. +elakukan masage punggung klien. pada

.ubur habis C porsi, mual 8$, muntah 8$. +inum lk. ): sdm. %bat sudah diminum, muntah 8$. !(5 2:: cc. (lien tenang. .ubur habis I porsi. +inum lk. ):: cc. %bat sudah diminum, muntah 8$. (lien gelisah, batuk A$. (lien batuk8batuk, cyanosis 8$. Produksi sekret banyak, warna putih bening, bau 8$. 0nak canule bersih dan telah dipasang kembali. 7uka tracheostomy bersih, kering A$, tanda infeksi 8$. Tempat tidur klien bersih dan rapi. #5 1=,@:!, "5 )*: 69mnt, RR5 *@ 69mnt. Vulva bersih, infeksi 8$. Reaksi alergi 8$. Pisang habis ) buah, muntah 8$. +inum *:: cc. #5 1<:!, "5 ))= 69mnt, rr5 *@ 69mnt. .ubur habis C porsi, muntah 8$. +inum >: cc. %bat sudah diminum, muntah 8$. (lien tenang, batuk A$. (lien batuk8batuk, gelisah 8$. #ekret sedikit, warna putih bening, bau 8$. 0nak canule bersih dan telah dipasang. (lien tenang. Tempat tidur klien bersih. .ubur habis C porsi. +untah 8$. +inum lk >: cc. %bat sudah dimun, muntah 8$. #5 1=,@:!, "5 @@ 69mnt, RR5 *@ 69mnt. Rangsanagn .0( A$. (lien tenang. (lien batuk A$. #ekret sedikit, warna putih bening, bau 8$. 0nak canule telah dipasang kemabali.

+embantu klien makan pagi bubur$. +emberi minum per sendok. +emberi obat 'ilantin ) caps. +embantu melakukan nebuliFer. +elakukan clapping pada dada dan punggung. +embantu melakukan slym Fuiger. +erawat anak canule. +embnatu merawat tracheostomy. +embersihkan tempat tidur penderita. +engukur vital sign. +erawat catheter. +emberi obat per iv5 - !eftria6on ) gr. - "ovalgin inj C amp. +emberi makan pisang. +emberi minum bubur kacang hijau. +engukur vital sign. +emberi makan bbur. +emberi minum per sendok. +emberi obat oral5 'ilantin ) caps. +elakukan nebuliFer. +elakukan clapping. +elakukan slym Fuiger. +erawat anak canule. +emberi posisi head up 1::. +engganti stik laken penderita. +embantu memberi makan bubur. +emberi minum per sendok. +emberi obat5 'ilantin ) caps, "ootropil syr )cth, cipro6in *>: mg. +engukur vital sign. +elakukan toilet trainning. +elakukan nebuliFer. +elakukan clapping. +elakukan slym Fuiger. +erawat anak canule.

*,1 1 1 1 > > *,1,> > 1,= ),*,1,2 *,1 *,1 *,1 *,1 > 1 > *,1,> ),> > > ),*,1,2

+erawat tracheostomy. +elepas penvlon. +elakukan aff catheter. +engambil bahan p6 '7. +enggnati alat tenun klien. +emberi pisang ) buah. +emberi minum air bubur kacang hijau. +erawat punggung klien dengan bedak. +enjelaskan kepada kleuarga pentingnya minum banyak pada klien. +engukur vital sign. +elakukan nebuliFer. +elakukan clapping. +elakukan slym Fuiger. +erawat anak canule. +emberi posisi tidur miki. +emberi kompres hangat di a6illa. +emberi makan bubur. +emberi minum per sendok. +emberi obat oral 5 'ilantin ) caps. +embantu klien .0(. +engganti stik laken klien. %bservasi penderita.

7uka tracheostomy bersih, infeksi 8$. Phlebiits A$, penvlon aff A$. !atheter aff A$, .0( A$ >: cc. .ahan sssudah diambil, tunggu hasil. Tempat tidur klien bersih dna rapi. Pisang habis ) buah, muntah 8$. +inum habis *:: cc. (lien tenang, tanda nekrosis 8$. (eluarga mengatakan mengerti dan mengiyakan. #5 1<,>:!, "5 )*: 69mnt, RR5 *@ 69mnt. (lien batuk. (lien batuk, sekret keluar lewat anak canule. #ekret sedikit, warna putih bneing, bau 8$. 0nak canule bersih. (lien tenang. (ompre terapsang baik, klien tenang. .ubur habis C porsi. +inum habis ):: cc. %bat sudah dimun, muntah 8$. .0(5 >: cc. TT rapi dan bersih. (lien tidur, sesak 8$, gelisah 8$.

E4a"&a%i (e,era.atan: 3valuasi keperawatan dilaksanakan pada tanggal *1 /anuari *::* pukul )2.:: D-.. Diagn!%a Ke,era.atan E4a"&a%i ). Resiko peningkatan T-( Tangga" # 8na&ari 99 6 ,&(&" 10.99 WI2. b9d 'esak ruang pada otak. #5 (eluarga mengatakan pengliahtan klien masih kabur, lemas 'ata penunjang5 pada kaki A$, sakit pada kepala sudah berkurang. #5 88 %5 klien tenang, muntah 8$, kejang 8$, bradikardia 8$, "J )*: %5 terdapat tu. Pada ventrikel 69mnt, RR5 *@ 69mnt. -V, post op trepanasi, riwayat 05 +asalah belum teratasi, karena klien belum !T scan ulang, kejang A$, liBour otak A$, hasil P0 belum ada. terpasang VP shunt, P5 lanjutkan rencana secara keseluruhan. penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. *. .ersihan jalan nafas tidak efektif b9d (etidakmampuan batuk batuk tidak efektif$. 'ata penunjang5 #5 88 %5 klien terpasang tracheostomy, batuk A$, sekret A$, #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt. Resiko infeksi skunder b9d Prosedur invasif. 'ata penunjang5 Tangga" # 8na&ari 99 6 ,&(&" 10.99 WI2. #5 88 %5 batuk A$ sudah agak berkurang, sekret sedikit, warna putih bening, bau 8$, sesak 8$, #5 1<,>:!, "5 )*: 69mnt, RR5 *@ 69mnt. 05 masalah belum teratasi, selama klien masih terpasang tracheostomy. P5 lanjutkan rencana secara keseluruhan.

1.

Tangga" # 8an&ari 99 6 ,&(&" 10.99 WI2. #5 88 %5 catheter aff, penvlon aff, luka tracheostomy bersih, kering

#5 88 %5 klien terpasang tracheostomy, terpasang dower catheter, terpasang penvlon, batuk A$, sekret A$, #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt. Resiko defisit cairan b9d -ntake cairan kurang adekuat. 'ata penunjang5 #5 88 %5 #5 1@,2:!, "5 )*: 69mnt, mi9 per sendok. >. ,angguan pemenuhan 0'7. b9d (elemahan. 'ata penunjang5 #5 88 %5 terdapat tu. Pada ventrikel -V, post op trepanasi, terpasang tracheostomy A$, terpasanag dower catheter A$, terpasang VP shunt, penglihatan kabur A$, parese pada ekstremitas bawah A$. =. !emas b9d (etidakmampuan mengenal informasi tentang pengobatan dan perawatan. 'ata penunjang5 #5 %rangtua banyak bertanya tentang proses penyakit dan kemungkinan sembuh anaknya, kleuarga mengatakan sudah pasrah dengan keadaan anaknya. %5 -bu klien menangis, orang tua banyak diam. 2.

A$, infeksi 8$, sekret sedikit, warna putih bening, bau 8$, batuk A$ sudah agak berkurang, #5 1<,> :!, "5 )*: 69mnt, RR5 *@ 69mnt 05 masalah belum teratasi. P5 lanjutkan rencana, cek hasil P0 dan '7. Tangga" # 8an&ari 99 6 ,&(&" 10.99 WI2. #5 kleuarga mengatakan klien sudah mau minum banyak. %5 #5 1<,>:!, "5 )*: 69mnt, RR5 *@ 69mnt, !+5 1>: cc, !(5 ):: cc., turgor baik, mata cowong 8$. 05 masalah belum teratasi. P5 lanjutkan rencana. Tangga" # 8an&ari 99 6 ,&(&" 10.99 WI2. #5 keluarga mengatakan klien sudah tidak rewel lagi saat dilap. %5 (lien sudah mau belajar duduk, pusing 8$, dower cath aff, penvlon aff, penglihatan kabur, visus )9=, parese pada ekstremitas A$ nilai 2. 05 masalah belum teratasi. P5 lanjutkan rencana.

Tangga" 8an&ari 99 6 ,&(&" 10.99 WI2. #J keluarga mengatakan mengerti denagn penjelsana petugas, kleuarga mengiyakan penjelasan petugas. %5 kleuarga tenang, ibu sudah tidak menangis lagi, keluarga mengikuti petunjuk petugas seperti5 cara mengompres, memberi klien minum setiap saat, membantu klien mengerakkan kaki dan tangannya. 05 masalah teratasi. P5 pertahankan keadaan psikologis kleuarga secara maksimal.