Anda di halaman 1dari 32

Sistem Operasi Mikrotik Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi

Oleh : Nama : Hendyeka Angga Putra NIM : 1102412103

Prodi : Kurikulum dan Teknlogi Pendidikan Makul : Teknologi Informasi dan Komunikasi Rombel: 01

KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis kepada Allah SWT, karena atas taufik dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Sistem Operasi Mikrotik tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Namun demikian penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Ini semua disebabkan karena keterbatasan dan kemampuan penulis dalam hal mencari data yanag akan dijadikan sebagai sumber pengembangannya. Maka dari itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini agar menjadi hasil yang baik untuk ke depannya.

Selain itu tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik materi maupun spiritualnya dalam penulisan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Semoga perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia mampu bersaing dengan negara yang sudah maju.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................2 Daftar Isi.........................................................................................3

Bab I

Pendahuluan A. Latar Belakang................................................................................4 B. Rumusan Masalah...........................................................................5 C. Tujuan Penulisan.............................................................................5

Bab II

Pembahasan

A. Pengertian Mikrotik........................................................................6 B. Jaringan Wireless............................................................................6 C. Definisi LAN Nirkabel....................................................................6 D. Sejarah Mikrotik..............................................................................6 E. Keamanan Jaringan Wireless ..........................................................8 F. Kelebihan dan Kekurangan Mikrotik...............................................9 G. Implementasi Mikrotik.....................................................................9 H. Tips Untuk Mengamankan Jaringan Wireless..................................16 I. Me-setup jaringan Wireless..............................................................17 J. Membuat Koneksi Antar Komputer.................................................19 K. Fitur-fitur mikrotik...........................................................................28

Bab III Penutup A. Kesimpulan.......................................................................................30 Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Pada saat ini, bidang telekomunikasi telah berkembang dengan pesatnya di seluruh dunia. Perkembangannya sendiri terus berlanjut tiap tahunnya. Banyak peneliti di seluruh dunia selalu mencoba untuk menemukan teknologi baru di bidang ini dengan terus membenahi kekurangan yang ditemukan dari penemuan sebelumnya. Salah satu bidang dalam telekomunikasi yang saat ini sedang banyak digunakan oleh masyarakat luas adalah Jaringan Nirkabel (WLAN) DAN Internet. Jaringan Nirkabel ini telah berkembang dengan pesat dimana contoh dari jaringan ini adalah komunikasi data dengan menggunakan infra merah (IrDa) dan Bluetooth. Karena kemampuannya dalam pengiriman data, manusia di seluruh dunia menggunakannya dalam berbagai aplikasi yang berkaitan dengan jaringan nirkabel dimana salah satunya adalah penggunaannya dalam komunikasi data. Untuk mengatasi perkembangan penggunaan komunikasi data dengan jaringan nirkabel, diharapkan jaringan komunikasi di masa mendatang dapat menggunakan jaringan nirkabel dengan lebih baik dalam area lokal maupun area yang luas. Hampir sama dengan jaringan nirkabel, Internet merupakan media pengakses informasi yang sangat popular dan digemari oleh seluruh penduduk Negara di dunia yang mengikuti perkembangan sains dan teknologi. Orang terkadang menyamakan istilah Internet dengan WWW (World Wide Web). Namun sebenarnya kedua istilah ini memiliki makna yang berbeda, dimana akan di jelaskan di BAB Pembahasan. Berdasarkan pada pandangan bahwa walaupun seseorang sudah sering menggunakan internet, namun bukan berarti mereka mengenal betul segala hal tentang Internet seperti kesalahpahaman di atas, maka di susunlah makalah ini. Keamanan Jaringan Wireless atau jaringan nirkabel bisa jadi merupakan hal terakhir yang anda pikirkan dalam usaha anda membangun jaringan wireless baik dirumah maupun dikantor. Anda tidak sadar bahwa banyak sekali orang disekitar anda menghabiskan waktu berusaha untuk mencuri file pribadi orang, mencuri data credit card di Internet, bahkan kalau di kantor banyak juga karyawan berusaha iseng menghabiskan waktu untuk me-lihat lihat data pribadi orang lain baik berupa file, photo, atau bahkan email jika mereka dapat kesempatan untuk itu.

2. Rumusan Masalah Masalah kurangnya keamanan dari hubungan nirkabel telah menjadi topik perdebatan. Sistem keamanan yang digunakan oleh WLAN awalnya adalah WEB, tetapi protokol ini hanya menyediakan keamanan yang minimum dikarenakan kekurangannya yang serius. Pilihan lainnya adalah WPA, SSL, SSH, dan enkripsi piranti lunak lainnya.

3. Tujuan Penulisan Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Agar kita dapat mengetahui apa itu jaringan wireless. 2. Agar kita dapat membedakan jaringan wireless.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Mikrotik Cisco tentunya bukan nama yang asing lagi dalam dunia router, yaitu perangkat yang berfungsi untuk mengarahkan alamat di internet. Namun selain Cisco, terdapat nama lain yang dikenal sebagai salah satu solusi murah untuk membangun sebuah router, yaitu Mikrotik. Mikrotik adalah sistem operasi yang dirancang khusus untuk network router. Dengan sistem operasi ini, anda dapat membuat router dari komputer rumahan (PC).

B. Definisi Jaringan Wireless Jaringan wireless merupakan jaringan yang menggunakan teknologi nirkabel,dalam hal ini merupakan hubungan telekomunikasi suara maupun data dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel,teknologi nirkabel sering disebut dengan jaringan wireless. Wireless adalah teknologi elektronika yang beroprasi tanpa kabel.Teknologi wireless juga digunakan sebagai komunikasi dan pengontrolan.

C. Sejarah Mikrotik

Dalam dunia router, mesin yang berfungsi mengarahkan alamat di Internet, Cisco merupakan nama yang sudah tidak diragukan lagi. Tetapi di dunia lain, nama Mikrotik, yang berbentuk software, lumayan dikenal sebagai penyedia solusi murah untuk fungsi router, bahkan kita dapat membuat router sendiri dari komputer rumahan. Untuk negara berkembang, solusi Mikrotik sangat membantu ISP atau perusahaan-perusahaan kecil yang ingin bergabung dengan Internet. Walaupun sudah banyak tersedia perangkat router mini sejenis NAT, dalam beberapa kondisi penggunaan komputer dan software Mikrotik merupakan solusi terbaik. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah orang Amerika yang berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanik di sekitar tahun 1995. Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Molcova, tetangga
6

Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Ketika saya menanyakan berapa jumlah pelanggan yang dilayaninya saat ini, Arnis menyebut antara 10 sampai 20 pelanggan saja, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Padahal dengan wireless di Jogja dan Bandung saja, kemungkinan besar mereka sudah kalah bersaing. Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya. Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton. Ketika ditanya siapa saja pesaing Mikrotik, Arnis tersenyum dan enggan mengatakannya. Sewaktu saya simpulkan tidak ada pesaing, Arnis dengan sedikit tertawa menyebut satu nama yang memang sudah lumayan terkenal sebagai produsen perangkat keras khusus untuk teknologi W-LAN, yaitu Soekris dari Amerika. Tujuan utama mereka berdua adalah membangun software untuk routing, sementara kebutuhan akan perangkat keras juga terus berkembang, sehingga akhirnya mereka membuat berbagai macam perangkat keras yang berhubungan dengan software yang mereka kembangkan. Semangat Mikrotik ini agak berbeda dari kebanyakan perusahaan sejenis di Amerika, karena mereka berkonsentrasi di pengembangan software lalu mencari solusi di hardware-nya dengan mengajak pihak ketiga untuk berkolaborasi. Dan kita dapat melihat ragam perangkat yang mereka tawarkan menjadi semakin banyak, mulai dari perangkat yang bekerja di frekwensi 2,4GHz dan 5,8GHz sampai ke interface dan antena. Keahlian Mikrotik sebetulnya di perangkat lunak routernya, karena terlihat mereka berjualan perangkat W-LAN dengan antena omni yang sangat tidak dianjurkan pemakaiannya di dunia W-LAN, karena sangat sensitif terhadap gangguan dan interferensi. Walaupun punya tujuan yang sangat jelas, yaitu mendistribusikan sinyal ke segala arah sehingga merupakan solusi murah. Kepopuleran Mikrotik menyebar juga ke Indonesia. Pertama kali masuk tahun 2001 ke Jogja melalui Citraweb oleh Valens Riyadi dan kawan-kawan, lalu meluas menjadi satu solusi murah untuk membangun ISP, terutama yang berbasis W-LAN. Kebetulan sekali,
7

Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang populasi pemakaian W-LAN-nya terbesar kalau dibandingkan luas daerahnya. Keberhasilan Mikrotik me-routing dunia merupakan satu contoh, bahwa kita semua mampu membantu calon pemakai Internet untuk masuk ke dunia maya, terutama membantu membangun infrastrukturnya. Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya. MikroTik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk IP network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP, provider hotspot, & warnet.

D. Definisi LAN Nirkabel LAN nirkabel adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kable, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel. LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau

5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP.

E. Kelebihan dan Kekurangan Mikrotik Kelebihan Mikrotik : Mikrotik memiliki sebuah Operating System bila tidak salah disebut dengan RouterOs. Mikrotik yang dibangun dengan Core LINUX, yang menyebabkan produk Router ini lebih murah dibanding dengan router lainnya seperti Cisco. Dari segi pengoprasiannya Mikrotik tergolong friendly dengan software winbox yang merupakan tempat setting administratornya. RouterOS Mikrotik juga dapat mendeteksi berbagai macam ethernet card (LAN CARD) dari berbagai vendor yang telah ada. Kekurangan Mikrotik : Mikrotik mengeluarkan sertifikasi, namun sertifikasi tersebut masih kurang terkenal dibandingkan dengan vendor router yang lain seperti cisco yang sudah diakui secara international. Mungkin kurang bagus untuk menangani jaringan sekala yang besar karena dukungan hardwarenya yang kurang hebat seperti punya Cisco.

F. Implementasi Mikrotik Konfigurasi Network Address Transalation (NAT) digunakan untuk mentranslasikan IP Lokal ke IP Global ataupun sebaliknya. Misalnya kita punya server di jaringan lokal menggunakan IP Private, tentunya server tersebut hanya bisa diakses dari jaringan lokal atau dengan cara mengatur proxy. Nah, tujuan akhir dari praktikum ini adalah kami bisa mengakses Internet tanpa harus mengatur proxy. Berikut langkah-langkahnya.
1. Colokkan kabel LAN pada ether13 Mikrotik, kemudian sambungkan ke laptop yang

digunakan untuk mengkonfigurasi. Buka aplikasi WinBox.


2. Untuk kabel LAN kedua, colokkan pada ether1 Mikrotik, kemudian sambungkan ke

switch yang sudah diset untuk NAT.


3. Kembali ke WinBox, pastikan pada field Connect to telah muncul alamat MAC Address. 4. Kemudian klik connect.

5. Kemudian lakukan konfigurasi Addrest list sbb:

a) Address 10.10.25.1/24 dengan network 10.10.25.0 dan interface ether2 b) Address 192.168.1.63/24 dengan network 192.168.1.0 dan interface ether1 Poin a merupakan Address untuk client dan poin b merupakan address untuk switch yang sudah diset untuk NAT

6. Kemudian lakukan konfigurasi Route List sbb:

a) Destination Address 0.0.0.0/0 dengan gateway 192.168.1.1. b) Destination Address 10.1.1.0/24 dengan gateway ether2. c) Destination Address 192.168.1.0/24 dengan gateway ether1. Semua gateway harus dalam keadaan status reachable.

10

11

7. Selanjutnya Konfigurasi pada Firewall, tepatnya pada menu NAT. Pada field Action pilih

Masquerade. Masquaerade adalah jenis NAT dengan satu IP public yang dipetakan ke beberapa host di private network.

12

1. Sambungkan host (komputer lain) dengan kabel LAN di ether2 Mikrotik. Lakukan

konfigurasi berikut pada komputer host. Setting IP Address dan DNS-nya.

13

2. Lakukan PING untuk mengetahui apakah host sudah terhubung dengan server.

3. Tanpa melakukan setting proxy, buka Google Chrome dan masukkan alamat web. Nah,

kami dapat membuka alamat ini tanpa melalui proxy. Artinya praktikum kali ini telah berhasil.

14

4. Untuk mengetahui rute yang dilalui oleh paket maka dapat dilihat dengan menjalankan

perintah ip firewall connection print detail

Dapat dilihat informasi pada nomor 0, source address 10.10.25.2:37540 (IP Address komputer host : port) dengan destination address 88.190.51.208:80. Namun disini, destination address memberikan balasan bukan ke 10.10.25.2 melainkan ke 192.168.1.63:37540 (IP beda, nomor port sama) yang merupakan IP public. Jadi IP Address yang dilihat oleh destination address bukan 10.10.25.2 melainkan IP public-nya. IP inilah yang nanti akan meneruskan
15

G. Keamanan Jaringan Wireless Keamanan Jaringan Wireless Lebih Mudah Di Crack Dibanding Keamanan pada Jaringan Kabel. Keamanan bisa jadi merupakan hal terakhir yang anda pikirkan dalam usaha anda membangun jaringan wireless baik dirumah maupun dikantor. Anda tidak sadar bahwa banyak sekali orang disekitar anda menghabiskan waktu berusaha untuk mencuri file pribadi orang, mencuri data credit card di Internet, bahkan kalau di kantor banyak juga karyawan berusaha iseng menghabiskan waktu untuk me-lihat lihat data pribadi orang lain baik berupa file, photo, atau bahkan email jika mereka dapat kesempatan untuk itu. Tentunya anda tidak ingin membiarkan komputer atau laptop anda tanpa suatu proteksi dan keamanan tertentu bukan? Sebagai rumusan umum, anda harus memberikan suatu system tingkat keamanan yang memadai dan sebanding dengan tingkat sensitifitas data yang harus anda lindungi. Tidak seperti system jaringan LAN kabel, dimana secara fisik adalah aman, jaringan wireless tidaklah bisa hanya dibatasi oleh dinding didalam gedung. Jaringan wireless bisa menembus dinding pembatas gedung anda, dan tergantung seberapa bagus kualitas jangkauan jaringan wireless anda, jangkauan wireless bisa sejauh sekitar 300 an meter diluar gedung hanya dengan menggunakan labtop dan antenna penguat. Hal ini menjadikan jaringan wireless sangat rentan dan lemah terhadap segala macam usaha pencegatan dan perampokan data anda. Seperti halnya pada jaringan LAN kabel, jaringan wireless juga rentan terhadap segala macam ancaman dan gangguan jaringan seperti DoS, Spamming, Sniffers dll. Ada beberapa alasan dimana anda mengharuskan untuk melindungi komputer anda dari segala bentuk ancaman jaringan yaitu: Data personal dan financial anda ataupun data sejarah medical anda ada di hard-disk komputer atau laptop anda Koneksi Internet anda bukanlah murah, tentunya anda tidak mau membagi dengan semua orang yang tidak berhak, bukannya pelit sebenarnya, akan tetapi efek dari system yang rentan yang bisa menyebabkan kerugian kita. Anda tidak ingin ada orang yang menggunakan komputer anda untuk dipakai menyebarkan spam dari komputer anda atau dari email address anda. Kemanan jaringan wireless pada dasarnya lebih mudah di crack daripada jaringan LAN kabel, karena sebenarnya anda tidak memerlukan koneksi secara fisik terhadap jaringan wireless. Transfer data terjadi lewat gelombang udara, yang oleh karenanya pengaksesannya

16

jadi lebih gampang. Maka dari itu, suatu pendekatan yang systematic dalam keamanan jaringan wireless termasuk perlindungan terhadap serangan virus menjadi suatu keharusan. Namun, karena wireless menggunakan gelombang radio, maka akan lebih mudah untuk diretas (hack) dari pada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips di sini untuk mengamankan wireless network.

H. Tips Untuk Mengamankan Jaringan Wireless Berikut adalah beberapa tips untuk mengamankan jaringan wireless: Menggunakan Enkripsi. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (AP) tidak menggunakan enkripsi sebagai default-nya. Meskipun banyak AP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di security-nya, dan seorang peretas yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik dari pada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk mengaktifkan metode WEP authentication dengan shared key daripada open system. Untuk open system, AP tidak melakukan enkripsi data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP hindari menggunakan 40-bit. Gunakan Enkripsi Kuat. Karena kelemahan-kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, AP harus men-support-nya. Sisi client juga harus dapat support WPA tersebut. Namun, saat ini hampir semua Access Point maupun user/client sudah mendukung WPA. Ganti Password Administrator standar. Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua AP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh peretas, yang nantinya dapat digunakan untuk merubah setting di AP Anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi AP adalah mengganti password default. Gunakan minimal 8 karakter, kombinasi antara huruf, function dan angka, dan tidak menggunakan kata-kata yang ada dalam kamus.

17

Matikan SSID Broadcasting. Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari AP akan di-broadcast atau disiarkan. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network Anda, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agar dapat terkoneksi dengan network. Matikan AP Saat Tidak Dipakai. Cara yang satu ini kelihatannya sangat mudah dan remeh, tetapi beberapa perusahaan atau individual tidak melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi penyusup untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak digunakan. Ubah default SSID. Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita. Memakai MAC Filtering. Kebanyakan AP akan memperbolehkan kita memakai filter Media Access Control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat white list dari komputer-komputer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing-masing PC atau laptop. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan yang lumayan bagi seorang penyusup yang masih belum jago banget. Mengisolasi Wireless Network dari LAN. Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ (Demiliterize Zone) atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya, memasang firewall antara wireless network dan
18

LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi. Mengontrol Signal Wireless. 802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antena omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket AP standard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari penyusup. Sebagai tambahan, ada beberapa AP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tersebut. Memancarkan Gelombang pada Frekuensi yang Berbeda. Salah satu cara untuk bersembunyi dari peretas yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekuensi yang berbeda (yaitu di frekuensi 5 GHz), NIC yang didesain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tersebut. Namun, tentu saja Anda akan mengalami penurunan kualitas kecepatan transmisi data pada jaringan wireless Anda.

I. Me-setup jaringan Wireless

19

Apakah anda tahu bahwa Anda bisa me-setup jaringan Wireless Adhoc untuk menshare koneksi internet di rumah tanpa harus menggunakan router atau switch?? Tentu saja anda bisa. Anda juga bisa menggunakannya untuk men-share file atau printer antara 2 atau lebih komputer dengan jaringan wireless. Perlu diketahui bahwa Anda bisa mempunyai 9 jaringan, dimana komputer bisa mengirimkaan data secara langsung satu sama lain. Kelemahan dari jaringan ini adalah jangkauannya yang terbatas. Anda akan perlu router wireless atau akses poin untuk jangkauan jaringan wireless yang lebih luas. Alokasi Alamat IP Anda bisa mengalokasikan alamat IP untuk setiap komputer yang masuk ken jaringan Ad-hoc wireless. JIka Anda menggunakan 3 komputer, Anda bisa dengan mudah meng-assign 192.168.0.1, 192.168.0.2,192.168.0.3 ke masing-masing komputer dengan netmask 255.255.255.0. Catatan : Jika Anda mempunyai Internet Connection Sharing yang di-enable pada host komputer, Anda bisa men-setup komputer klien untuk mendapat alamat IP secara otomatis, kemudian komputer-komputer tersebut akan bisa mengakses ke Internet. Konfigurasi Komputer Host

Klik Start -> Control Panel -> Network Connections. Klik kanan pada wireless network connection, lalu klik Properties

20

Pada Wireless Network Connection Properties, klik tab Wireless Networks. Klik Add pada bagian Preferred networks.

21

Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan Anda buat. Jangan lupa untuk mencentang check box This is a computer-to-computer (ad hoc)network: wireless access point are not used.

Anda juga dapat membubuhkan WEP Password agar koneksi anda aman.

22

Klik OK dan OK lagi untuk menyimpan konfigurasi Anda.

Konfigurasi Komputer Klien Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada Wireless Network yang aktif

Klik kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik View Available Wireless Networks.

23

Wireless Network Connection akan menampilkan list SSID wireless anda. Klik SSID wireless Anda lalu klik Connect .

Jika pada komputer host , Anda bubuhkan WEP Password maka windows XP meminta anda untuk mengisi password sebelum anda terkoneksi ke jaringan Ad Hoc Anda.

J. Membuat Koneksi Antar Komputer Membuat koneksi antar komputer, baik PC maupun laptop, via Wi-Fi. Jangan hanya pake Wi-Fi buat konek ke Access Point / Hot Spot Internet, Wi-Fi bisa lebih dari itu. Kebanyakan mungkin belum tahu, sebelumnya ini tutorial untuk Windows 7 saja dulu. Sebelumnya pastikan Wi-Fi anda sudah terinstal drivernya, liat aja di Properties dari My Computer trus menu Device Manager, liat apakah Wi-Fi sudah kedetect dan statusnya working properly, gak ada tanda seru atau warning di iconnya. Terus nyalakan Wi-Finya, beda Laptop beda cara, ada yang pake geser, tombol, atau shortcut keyboard. Kalo sudah, di taskbar kanan ada logo koneksi, klik aja trus masuk ke menu Network and Sharing Centre.

24

Buat Koneksi baru dengan menu Set up new a connection or network.

Scroll sampai ketemu pilihan koneksi Set up wireless adhoc bla bla bla. Koneksi adhoc adalah koneksi antar komputer sehingga memungkinkan pembuatan jaringan berbasiskan WiFi.

25

Setelah itu silahkan isi nama network yang ingin dibuat beserta securitynya, pengen pake password ato gak, kalo pengen aman mending pake password aja, ato kalo males setting gituan pilih mode No Authentication (Open), klik Next dan selesailah sudah.

26

Untuk nyambung ke network yang udah dibuat pilih aja network tersebut di taskbar dan tekan Connect. Komputer lain juga bisa nyambung ke jaringan ini dengan cara yang sama.

Habis itu tinggal setting IP address aja, pilih properties dari koneksi tersebut, rubah alamat IP staticnya. Biasanya sih isi IP yang gampang-gampang aja yang penting bisa connect, misal
27

1.1.1.2, 1.1.1.3, 1.1.1.4, pokoknya gak jauh-jauh amat lah nilainya, cukup ganti angka paling belakangnya, sedang yang depan biarin aja sama. Oh ya jangan sampai sama ya IPnya, soalnya gak bisa nanti, bentrok sama yang lain. Kalau sudah, coba ping antar komputer ya, caranya buka Command prompt, si layar hitam sakti, trus ketik ping [alamat IP komputer tujuan], jika ada reply berarti udah konek tuh, kalo gak ada reply bisa aja settingan IPnya salah ato kena blok Firewall komputer tujuan, kalo kena firewall gampangnya matikan aja (Firewall Windows ato Software lain yang punya Firewall, contohnya antivirus)

Nah, dasar koneksi sudah ada, jaringan udah terbentuk, komputer udah terhubung semua, tinggal kalian mau apa dengan jaringan ini, mau maen game multiplayer silahkan, sharing file ok, ato mau bagi koneksi internet juga boleh. K. Fitur-fitur mikrotik 1. Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama 2. Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, dengan otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports. 3. Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi cepat. 4. Bridge : Mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface, bridging firewalling. 5. Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer 6. DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay; DHCP Client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases. 7. Firewall dan NAT : Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP Flags dan MSS. 8. Hotspot : Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung limit data rate, SSL ,HTTPS.
28

9. IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmann groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkirpsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256; Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5 10. ISDN : mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol. 11. M3P : MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet. 12. MNDP : MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukung Cisco Discovery Protokol (CDP). 13. Monitoring / Accounting : Laporan Traffic IP, log, statistik graph yang dapat diakses melalui HTTP. 14. NTP : Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasi menggunakan system GPS. 15. Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP Access Consentrator; protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi dan laporan Radius; enkripsi MPPE; kompresi untuk PPoE; limit data rate. 16. Proxy : Cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy; transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOCKS; mendukung parent proxy; static DNS. 17. Routing : Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4. 18. SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan. 19. Simple Tunnel : Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP). 20. SNMP : Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only. 21. Synchronous : V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media ttypes; sync-PPP, Cisco HDLC; Frame Relay line protokol; ANSI-617d (ANDI atau annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI. 22. Tool : Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dinamik DNS update. 23. UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play. 24. VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging. 25. VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP. 26. VRRP : Mendukung Virtual Router Redudant Protocol.
29

27. WinBox : Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi MikroTik RouterOS.

30

BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Jaringan wireless merupakan jaringan yang menggunakan teknologi nirkabel,dalam hal ini merupakan hubungan telekomunikasi suara maupun data dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel,teknologi nirkabel sering disebut dengan jaringan wireless. LAN nirkabel adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Sebagai rumusan umum, anda harus memberikan suatu system tingkat keamanan yang memadai dan sebanding dengan tingkat sensitifitas data yang harus anda lindungi. Tidak seperti system jaringan LAN kabel, dimana secara fisik adalah aman, jaringan wireless tidaklah bisa hanya dibatasi oleh dinding didalam gedung.

2. Saran Adapun saran dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Dalam pembuatan makalah ini seheharusnya pembaca dapat mengoreksi kesalahan yang adalam makalah ini. 2. Sebaiknya dalam pembagian kelompok harus di lihat atau di pisahkan dari yang pintar dengan yang kurang pintar aga terjadi keseimbangan.

31

DAFTAR PUSTAKA http://nasiyatun.blogspot.com/


http://haji-muhidiin37.blogspot.com/2013/01/makalah-mikrotik.html http://ikha-khana.blogspot.com/2012/10/sejarah-mikrotik.html

http://arnandatkj.blogspot.com/2011/08/pengertian-dan-sejarah-mikrotik.html http://afeef-tkj.blogspot.com/2012/03/kelebihan-dan-kekurangan-mikrotik.html https://skydrive.live.com/view.aspx?resid=D520079B5EAE517C!123&app=Word&wdo=2& authkey=!AMS2pGLkxwrlfm8

32