Anda di halaman 1dari 2

Beberapa Istilah Medis dalam Obat-Obatan:

Pernahkah ketika kalian membeli obat, kalian melihat bahan-bahan yang terkandung pada obat tersebut? Misalnya ketika kalian membeli obat sakit kepala, ada tulisan Parasetamol 500mg di bungkusnya. Berarti, obat tersebut tiap tabletnya mengandung 500mg Parasetamol. Lalu, pernahkah kalian bertanya-tanya tentang kandungan obat lain yang biasa kalian gunakan kalau kalian sedang sakit? Nah, karena itu pada postingan kali ini, akan saya uraikan beberapa istilah obat-obatan yang sering digunakan. 1. Analgesik Analgesik adalah obat pereda nyeri. Analgesik digunakan juga untuk mengurangi peradangan dan demam. Obat yang termasuk analgesik adalah parasetamol atau aspirin untuk orang dewasa dan parasetamol cair untuk anak-anak. 2. Antasid Antasid adalah obat penetral asam lambung. Mengandung bahan kimia sederhana seperti sodium karbonat, kalsium karbonat, alumunium hidroksida, dan atau magnesium trisilikat. 3. Antibiotik Antibiotik adalah zat-zat yang mampu membunuh atau mencegah tumbuhnya bakteri di dalam tubuh. Setiap jenis antibiotik akan efektif hanya terhadap bakteri tertentu saja, walaupun ada jenis antibiotik yang bisa melawan infeksi bakteri cukup beragam. Terkadang ada bakteri yang menjadi kebal terhadap bakteri tertentu dan penggantinya harus dipilih berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Biasanya kalau kalian sedang sakit, dokter sering memberikan antibiotik ini untuk mempercepat penyembuhan. 4. Antihistamin Antihistamin adalah obat pelawan gejala alergi akibat pelepasan histamin, sejenis zat tubuh. Gejalanya meliputi ingus mengalir dan mata berair, gatal-gatal, serta uticaria. Atihistamin dapat diberikan secara oral atau dalam bentuk salep dan spray yang disapukan pada ruam di kulit. 5. Antihipertensi Antihipertensi adalah obat penurun tekanan darah. Obat yang dipakai adalah jenis-jenis beta-blocker dan diuretika. Obat yang lebih mutakhir adalah inhibitor enzim atau blocker receptor (yang mempengaruhi kerja hormon pengatur tekanan darah). 6. Bronkhodilator Bronkhodilator adalah obat pembuka saluran bronki yang menyempit oleh denyutan otot. Bronkhodilator memudahkan bernapas pada para pengidap penyakit sejenis asma, umumnya tersedia dalam bentuk semprotan aerosol. Selain itu, ada juga yang berbentuk tablet, cairan, dan obat sisip (suppositoria).

7. Sitotoksik Sitotoksik adalah obat yang membunuh ataupun merusakkan sel-sel pengganda. Sitotoksik dipakai sebagai obat kanker serta sebagai penekan kekebalan. Obat jenis ini diberikan secara oral dalam bentuk tablet atau disuntikkan. 8. Dekongestan Dekongestan adalah obat yang beraksi pada selaput dinding hidung untuk mengurangi produksi ingus sehingga meredakan hidung yang sering berair atau tersumbat akibat pilek atau alergi. Obat jenis ini bisa dalam bentuk tetes hidung, seprotan, atau tablet. 9. Hipoglikemi Hipoglikemi adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Obat hipoglikomi oral digunakan untuk mengatasi diabetes yang tidak bisa diatasi dengan sekadar pengaturan makanan dan tidak bisa dirawat dengan suntikan insulin. 10. Laksatif Laksatif adalah obat untuk memperlancar dan memudahkan buang air besar. Bekerja dengan merangsang dinding usus, dengan menambah isi usus atau dengan menambah kadar air tinja. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi (susah BAB).