Anda di halaman 1dari 26

VAKSINASI

PADA AYAM BIBIT

BEBERAPA PENGERTIAN

VAKSIN
VAKSINASI
ANTIBODI
ANTIGEN.

VAKSIN :

ADALAH SUATU BAHAN YANG DIHASILKAN


OLEH SUATU MIKROORGANISMA ATAU
MIKROORGANISME ITU SENDIRI YANG TELAH
DIMATIKAN ATAU DILEMAHKAN, DAN BILA
DIBERIKAN KEPADA SUATU MAHLUK HIDUP
DALAM JUMLAH SEDIKIT TIDAK MENIMBULKAN
PENYAKIT MELAINKAN MERANGSANG
PEMBENTUKAN ANTIBODI YANG SESUAI
DENGAN JENIS VAKSIN TERSEBUT.

VAKSINASI :

ADALAH KEGIATAN ATAU USAHA


YANG DILAKUKAN UNTUK
MEMASUKKAN VAKSIN KE DALAM
TUBUH SUATU MAHLUK HIDUP
AGAR MENDAPATKAN KEKEBALAN
(IMUNITAS) YANG DIINGINKAN).

ANTIBODI :

ADALAH SUATU BAGIAN DARI


PROTEIN TUBUH YANG MEMPUNYAI
FUNGSI KEKEBALAN, SELANJUTNYA
DAPAT PULA DISEBUT
IMMUNOGLOBULIN.
TIMBUL SEBAGAI AKIBAT DARI
RANGSANGAN ADANYA ANTIGEN.

ANTIGEN :

ADALAH PROTEIN BENDA ASING


YANG MASUK KE DALAM TUBUH
SEBAGAI BIBIT PENYAKIT ATAU
VAKSIN.

JARINGAN LIMFE SEBAGAI SISTEM


KEKEBALAN TUBUH PADA AYAM :

JARINGAN LIMFE PUSAT : BURSA


FABRICIUS DAN TIMUS.
JARINGAN LIMFE TEPI : TERDAPAT
PADA SUMSUM TULANG, USUS
HALUS (PEYERS PLAQUES) DAN
SICCA TONSIL PADA USUS BUNTU.

RESPON KEKEBALAN :

RESPON KEKEBALAN PERTAMA DIBENTUK OLEH TIMUS YANG


MENGHASILKAN THYMAL LYMPHOCYTE ATAU SEL T.
INDUKSI SEL T KEPADA BURSA FABRICIUS MENGHASILKAN
ANTIBODI BURSAL LYMPHOCYTE ATAU SEL B.
BILA SEL B DIRANGSANG OLEH ADANYA ANTIGEN, MAKA
DENGAN CEPAT MEMBELAH DAN MEMBENTUK SEL PLASMA
YANG MENGHASILKAN ANTIBODI KHUSUS (IG M, IG G, IG A).
SERTA SE-SEL MEMORI.
ANTIBODI KHUSUS TERSEBUT BERTUGAS MELAWAN ANTIGEN
YANG MERANGSANGNYA, SEDANG SEL MEMORI BERTUGAS
MENYIMPAN KODE ANTIGEN YANG BERSANGKUTAN SEHINGGA
SELANJUTNYA BILA ADA INFEKSI DAPAT DIHASILKAN ANTIBODI
YANG LEBIH CEPAT LAGI.

PADA AYAM ADA TIGA JENIS IMMUNOGLOBULIN (IG):


IG M , IG G, IG A.

IG M :
-ADALAH IG YANG PERTAMA KALI TERBENTUK
BILA AYAM DISERANG PENYAKIT. YAITU
SETELAH SATU MINGGU.
- PALING CEPAT MENGHILANG DARI PEREDARAN
TUBUH ( 4- 6 MINGGU).
- DAPAT DIKETAHUI KEBERADAANNYA YAITU
DENGAN RAPID AGLUTINATION TEST).

PADA AYAM ADA TIGA JENIS IMMUNOGLOBULIN (IG):


IG M , IG G, IG A.

IG G :
- DAPAT DIPERIKSA KEBERADAANYA
SETELAH ADANYA IG M.
- JUMLAHNYA PALING BANYAK DAN
MENCAPAI KONSENTRASI TERTINGGI 3
MINGGU SETELAH INFEKSI.
- KEBERADAANNYA DIKETAHUI DENGAN
ADANYA UJI HI, SN, DAN ELISA.

PADA AYAM ADA TIGA JENIS IMMUNOGLOBULIN (IG):


IG M , IG G, IG A.

IG A :
- MUNCUL BERSAMAAN DENGAN IG G.
- DAPAT DITEMUKAN DI DALAM SEKRESI SEMUA
LENDIR.
- BERFUNGSI SEBAGAI PERINTANG PERTAMA
TERHADAP ADANYA AGEN PENYUSUP. HAMPIR
SEMUA INFEKSI BERASAL MELALUI SELAPUT
LENDIR SEPERTI MULUT, HIDUNG, KLOAKA.
- DENGAN CARA YANG STANDAR
KEBERADAANYA SULIT DIKETAHUI.

RESPON KEKEBALAN HUMORAL


TERHADAP INFEKSI PERTAMA

IG G

IG M
mg1

mg2

mg3

mg4

mg5

mg6

INFEKSI I

mg7

mg8

mg9

RESPON KEKEBALAN HUMORAL


TERHADAP INFEKSI KEDUA

IG G

IG M
mg1

mg2

mg3

mg4

mg5

mg6

INFEKSI II

mg7

mg8

mg9

HAL-HAL YANG MENJADI PERTIMBANGAN


DALAM MEMBUAT PROGRAM VAKSINASI

KEMAMPUAN AYAM DALAM


MEMBANGUN KEKEBALAN
KEBERADAAN PENYAKIT DALAM
SUATU WILAYAH PETERNAKAN
TIPE VAKSIN YANG TERSEDIA
FREKWENSI VAKSINASI

KEMAMPUAN AYAM DALAM MEMBANGUN


KEKEBALAN

TERDAPATNYA ANTIBODI MATERNAL, YAKNI

ANTIBODI YANG DITURUNKAN DARI INDUK.


TERDAPATNYA KEKEBALAN AKTIF YAITU DARI:
INFEKSI ALAM DAN VAKSINASI SEBELUMNYA.
UMUR AYAM. AYAM YANG TUA LEBIH CEPAT
MEMBANGUN KEKEBALAN.
KONDISI AYAM. AYAM YANG SEHAT RESPON
KEKEBALANNYA LEBIH BAIK DARI AYAM YANG
LEMAH.

KEBERADAAN PENYAKIT DI
WILAYAH PETERNAKAN
PETERNAKAN DI WILAYAH
DENGAN KEPADATAN
PETERNAKAN YANG TINGGI
MEMPUNYAI RESIKO
MENDAPATKAN INFEKSI
PENYAKIT YANG LEBIH BESAR.

TIPE VAKSIN YANG TERSEDIA


TIPE VAKSIN HARUS SESUAI
DENGAN TIPE/ SEROTIPE
ANTIGEN PENYAKIT YANG ADA
DI LAPANGAN.

FREKWEKSI VAKSINASI YANG


TERLALU SERING MENIMBULKAN :

REAKSI PENGHAMBATAN TERHADAP


PENGEBALAN VAKSINASI LAINNYA.
NETRALISASI KEKEBALAN YANG
SUDAH ADA SEBELUMNYA.
LEBIH BANYAK STRESS PADA AYAM
PEMBUANGAN SUMBER DANA ,
TENAGA DAN WAKTU.

MEMBAWA DAN MENYIMPAN VAKSIN HARUS

MENGHINDARI FAKTOR YANG MERUSAK DAN


MENURUNKAN POTENSI VAKSIN (SEPERTI:SUHU
TINGGI,SINAR UV MATAHARI, BAHAN
DESINFEKTAN DLL)
MEMBAWA VAKSIN DI DALAM TERMOS YANG SUDAH BERISI ES
BATU.
TERMOS HARUS BERTUTUP ,UNTUK MENGHINDARI SINAR
MATAHARI.
HINDARI PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN DESINFEKTAN SELAMA
MEMBAWA VAKSIN.
SETELAH SAMPAI DAN VAKSIN TIDAK SEGERA DIGUNAKAN,
SIMPAN PADA ALMARI ES(REFRIGERATOR).PERHATIKAN SUHU
ALMARI TSB(VAKSIN KERING BEKU : SUHU 20 S/D 70 C.
BILA VAKSINNYA BERUPA CELL ASSOCIATES SEPERTI VAKSIN
MAREKS, MAKA SELAMA PERJALANAN, KONTAINER NITRIGEN
CAIR HARUS TETAP BERDIRI TEGAK, DAN DISIMPAN PADA
RUANGAN BER AC. VOLUME NITROGEN CAIR HARUS SELALU
LEBIH DARI SEPARUH DAN SELALU DIPERIKSA VOLUMENYA.

CARA APLIKASI VAKSINASI


TERGANTUNG PADA :
JENIS PENYAKIT & VAKSINNYA.
UMUR AYAM.
KEBERAPA KALI VAKSINASI
DILAKUKAN.

Aplikasi vaksin yang sering


dilakukan adalah :

TETES MATA, TETES HIDUNG, TETES


MULUT.
AIR MINUM.
INTRA MUSCULAIR/SUBCUTANEOUS.
TUSUK SAYAP (WING WEB).
SPRAY.

HAL- HAL YANG HARUS


DIPERHATIKAN SAAT VAKSINASI :
CARA MEMBAWA VAKSIN YANG BENAR.
CARA APLIKASI VAKSIN SESUAI PETUNJUK DOKTER HEWAN ATAU
PABRIK PEMBUAT VAKSIN . HINDARI APLIKASI YANG SALAH.
WAKTU VAKSINASI DIPILIH DENGAN SUHU UDARA YANG CUKUP
NYAMAN BAGI AYAM(PAGI SEKALI ATAU MALAM HARI).
HANDLING AYAM DENGAN CUKUP TENANG, DAN KEPADATANNYA
CUKUP, AGAR TIDAK TERLALU STRESS.
AYAM YANG DIVAKSIN ADALAH AYAM YANG SEHAT.
VAKSINASI DILAKUKAN SECERMAT DAN SECEPAT MUNGKIN.(
MAKSIMUM 1 JAM UNTUK 1000 EKOR AYAM), UNTUK MENGHINDARI
MELEMAHNYA POTENSI VAKSIN.
BAGIAN TUBUH YANG TERKENA VAKSIN HARUS SEGERA DICUCI.
BOTOL & VIAL BEKAS VAKSIN HARUS SEGERA DIBAKAR/
DIMUSNAHKAN.
MEMILIH VAKSINATOR DENGAN KETRAMPILAN YANG TINGGI/
MEMADAI.

CONTOH PROGRAM VAKSINASI UNTUK


BREEDER GP
UMUR
1 HARI
3 HARI
5 HARI
10 HARI
14 HARI
21 HARI
28 HARI
8 MINGGU
10 MINGGU
12 MINGGU
14 MINGGU
16 MINGGU
18 MINGGU
28 MINGGU

VAKSINASI
CARA APLIKASI
MAREKS +GUMBORO
S/C & SPRAY(Hatchery)
ND + IB
TETES MATA/SPRAY
KOKSIDIOSIS
SPRAY DI PAKAN
VIRAL ARTHRITIS
S/C
GUMBORO (intermediate) TETES MULUT
ND
TETES MATA/SPRAY
GUMBORO (intermediate) TETES MULUT
ND + IB
TETES MATA
REO + ILT
TETES MATA&IM
SALMONELLA +FP+AE
S/C & WW
ND + IB(LIVE)
TETES MATA
SALMONELLA +ND+IB(variant) S/C & IM
REO + IBD (KILLED)
S/C & IM
ND + IB (LIVE)
TETES MATA/ SPRAY

FAKTOR KEGAGALAN
VAKSINASI(DITUNJUKAN OLEH ADANYA
WABAH DAN REAKSI STRESS BERLEBIHAN):

PROGRAM VAKSINASI YANG TIDAK TEPAT, YANG


CUKUP MENJAMIN KEKEBALAN.
HANDLING TERLALU KASAR, ADANYA INFEKSI
SEKUNDER SETELAH VAKSINASI.
CARA MENYIMPAN DAN APLIKASI VAKSIN TIDAK
TEPAT.
ADANYA BEBERAPA SEROTIPE LAPANGAN SEHINGGA
ANTIBODI YANG TERBENTUK SEBAGAI AKIBAT
VAKSINASI TIDAK SESUAI / MELINDUNGI SEMUA
SEROTIPE AGEN PENYEBAB PENYAKIT .
ADANYA CARRIER (AYAM PEMBAWA AGEN PENYAKIT
SETELAH SEMBUH), VARIASI UMUR/FLOCK DI FARM.

PEMBERIAN ANTISTRESS SEBELUM,


SEWAKTU DAN SESUDAH VAKSINASI
MELAKUKAN VAKSINASI BERARTI:MEMBERIKAN STRESS

PADA AYAM BAIK AKIBAT VAKSIN MAUPUN


PENANGANAN VAKSINASI.
STRESS TERSEBUT BERMANIFESTASI SEBAGAI INFEKSI
IKUTAN MAUPUN GANGGUAN KONDISI KESEHATAN YANG
BERAKIBAT PADA GANGGUAN PRODUKSI DAN
PERTUMBUHAN.
UMUMNYA DIBERIKAN MULTIVITAMIN DAN
ELEKTROLIT SEBELUM, SEWAKTU DAN SESUDAH
VAKSINASI.
PADA VAKSINASI YANG BEREFEK STRESS BERAT SEPERTI,
VAKSINASI ND, ILT, TUSUK, PEMBERIAN PENCEGAHAN
DENGAN ANTIBIOTIK DENGAN PERTIMBANGAN
SEBIJAKSANA MUNGKIN DILAKUKAN.

PENCATATAN VAKSINASI :

TANGGAL VAKSINASI, TANGGAL SEBENARNYA


DILAKUKAN VAKSINASI.
SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB.
JENIS VAKSINASI
TIPE, DOSIS DAN CARA APLIKASI.
NAMA VAKSIN, PABRIK PEMBUAT,NOMOR DAN
TANGGAL KADALUARSA.
CATATAN-CATATAN
MENGENAI:PENYIMPANGAN,SERTA
ALASANNYA.