Anda di halaman 1dari 10

ANGKA KEJADIAN BATU OPAK GINJAL YANG DISERTAI DENGAN NYERI KETOK CVA YANG DITEMUKAN DENGAN PEMERIKSAAN

FOTO POLOS BNO PADA PASIEN SUSPECT NEFROLITHIASIS Nidya Ulfa1,


1 2

Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi

Latar Belakang Batu ginjal meru akan masalah kesehatan !ang mengalami eningkatan insidensi baik di seluruh dunia mau un di Indonesia de"asa ini# $re%alensi ada mas!arakat dunia adalah rata&rata 1&2' enduduk menderita batu saluran kemih# Menurut De kes RI, (ngka kejadian batu ginjal di Indonesia tahun 2))2 berdasarkan data !ang dikum ulkan dari rumah sakit di seluruh Indonesia !ang dilakukan oleh RS*M adalah sebesar +,#-+kasus baru, dengan jumlah kunjungan sebesar ./#0.0 orang# Sedangkan jumlah asien !ang dira"at adalah sebesar 10#)1/ orang, Diagnosis batu ginjal da at ditegak dengan rangkaian anamnesis dan emeriksaan 1oto emeriksaan enunjang lainn!a, dari segi radiologi, da at dilakukan emeriksaan olos B23 sebagai s4reening a"al# Kemudian dari

enunjang dengan melakukan n!eri ketok *5( untuk memeriksa a akah telah terjadin!a in1eksi atau hidrone1rosis# Met!"e Jenis $enelitian ini adalah enelitian deskri ti1 untuk melihat angka kejadian olos B23 ada asien sus e4t ne1rolithiasis di Instalasi Radiologi sus e4t batu o ak ginjal !ang disertai dengan n!eri ketok 4%a !ang ditemukan dengan emeriksaan 1oto Ha#$l RSUD Raden Mattaher Jambi# dari 62 orang res onden enelitian ini, dida atkan hasil angka kejadian batu o ak ginjal ada asien sus e4t ne1rolithiasis seban!ak +2 orang res onden 7--,,'8# Sedangkan angka kejadian batu o ak ginjal dengan n!eri ketok *5( ada asien sus e4t ne1rolithiasis !ang ditemukan dengan emeriksaan 1oto olos B23 di Instalasi Radiologi RSU Raden Mattaher berjumlah 1+ enderita atau sebesar 6),- '# Ke#$%&'lan (ngka kejadian sus e4t batu o ak ginjal !ang disertai dengan n!eri ketok 4%a adalah 6),-'# (ngka ini lebih sedikit dibandingkan dengan !ang ositi1 !ang da at disim ulkan bah"a tidak semua asien !ang memiliki gambaran sus e4t batu o ak ginjal !ang ositi1 ada emeriksaan 1ot olos B23 akan mengalami n!eri ketok 4%a ula#

PENDAHULUAN Konse tan a ela!anan kesehatan rimer ela!anan& ela!anan memadai termasuk tidak da at dilaksanakan dengan berhasil dukungan !ang diagnositik ginjal

Selain biasa

enegakan diagnosis dari dilakukan bebera a al asi dan

anamnesis dan radiogra1i, ada en!akit emeriksaan 1isik beru a

erkusi !ang da at membantu enegakan diagnosis sementara dari en!akit ginjal#$erkusi dilakukan ada ginjal membantu menilai ada sudut di 4osto%ertebra atas sudut ada tidakn!a rasa sakit atau n!eri# $erkusi dengan 4ara meletakkan tela ak tangan !ang tidak dominan kosto%ertebra, kemudian tangan !ang dominan menggunakan sisi ulnar tangan atau membentuk gum alan tinju melakukan engetukan diatas tangan !ang telah diletakkan ada sudut kosto%ertebra, emeriksaan emeriksaan ini n!eri biasa ketok disebut *5(

1asilitas untuk radiologi diagnostik#1,2 $emeriksaan radiogra1i diagnostik !ang da at dilakukan salah satun!a adalah 1oto olos B23# Radiogra1i 1oto olos B23 atau KUB 7Kidne!, Ureter, Bladder8 berguna untuk menilai total beban batu, ukuran, bentuk, kom osisi, dan lokasi batu ada bebera a asien# Batu !ang mengandung kalsium 7sekitar /.' dari semua jenis batu !ang terjadi ada saluran kemih bagian atas8 adalah radio ak, namun asam urat murni, indina%ir&diinduksi, dan batu sistin relati1 radiolusen 1oto ada radiogra1i olos#+ 9okasi batu saluran kemih

74osto%ertebral angle8#, $ada ne1rolitiasis, 2!eri ketok *5( !ang ositi1 7:8 menandakan bah"a batu telah men!ebabkan terjadin!a obstruksi ada aliran urin sehingga menimbulkan hidrone1rosis atau meregangn!a ka sula ginjal akibat tertahann!a aliran urin dari ginjal menuju ureter disertai dengan tanda&tanda retensi urine, dan in1eksi#-,/,0 Untuk "ila!ah (sia, telah ter4atat resiko untuk terkena batu ginjal dan batu saluran kemih lainn!a sebesar 2&.', /& 1.' untuk "ila!ah (sia barat, dan 2)' untuk (rab Saudi# Di negara berkembang, batu kandung kemih lebih umum terjadi dari ada batu saluran kemih bagian atas,

!ang khas dijum ai di bagian kaliks dan el%is renalis, jika besar akan men!umbat di el%is renalis, dan bila keluar akan Meski un 1oto olos B23 4uku olos bukan terhenti di ureter dan kandung kemih#. baik untuk mendeteksi adan!a sebuah batu o ak ginjal, 1oto meru akan sebuah gold standart untuk menentukan adan!a batu o ak ada ginjal dari segi emeriksaan radiologi diagnostik# Foto olos B23 lebih sering digunakan sebagai s4reening a"al untuk menentukan adan!a batu o ak ada ginjal atau tidak#

sedangkan

di

2egara

maju,

malah

2# RSUD

Raden

Mattaher

juga

sebalikn!a, batu saluran kemih bagian atas lebih sering terjadi# $erbedaan ini di!akini berhubungan diet, ola hidu dan konsumsi di masing&masing negara#+,/,11 Setia tahunn!a, terjadi eningkatan jumlah kejadian ne1rolithiasis baik di dunia, di Indonesia mau un di RSUD Raden Mattaher Jambi# Berdasarkan data !ang telah diambil eneliti ada Rekam Medis RSUD Raden Mattaher Jambi, ;erjadin!a eningkatan insidensi atau kasus kejadian ne1rolithiasis dari tahun 2)11 berjumlah ./ kasus dan ada tahun 2)12 meningkat menjadi 0. kasus, serta belum ernah dan belum adan!a data dasar mengenai angka kejadian batu o ak ginjal !ang disertai n!eri ketok *5( ada asien sus e4t ne1rolithiasis di Instalasi Radiologi RSUD Raden Mattaher Jambi, sehingga eneliti ingin melakukan enelitian mengenai hal tersebut# dan METODOLOGI PENELITIAN $enelitian dilaksanakan di RSUD Raden Mattaher jambi dimulai bulan Mei < Juni 2)1+# $emilihan tem at enelitian di RSUD Raden Mattaher dikarenakan = 1# RSUD Raden Mattaher meru akan Rumah Sakit $endidikan, sehingga eneliti memiliki akses untuk melakukan enelitian
21

meru akan Rumah Sakit $ro%insi !ang meru akan tem at rujukan untuk dilakukann!a tertentu, >aktu bebera a tindakan emeriksaan !ang diambil khususn!a enelitian

enunjang se erti rontgen# berdasarkan ertimbangan bah"a eneliti da at mengikuti sidang skri si dan jumlah sam el sesuai dengan jumlah asien !ang datang dan ke ositi1 instalasi radiologi ada untuk saat melakukan emeriksaan 1oto olos B23 ne1rolithiasis dilakukan enelitian hingga selesai# $o ulasi sam el ada enelitian ini adalah semua asien !ang memiliki hasil rontgen 1oto olos B23 ne1rolithiasis Sam el enelitian adalah sebagian ada "aktu "aktu sam el dan asien !ang memiliki hasil rontgen 1oto olos B23 ne1rolithiasis enelitian dilakukan# Dikarenakan kemam uan berdasarkan Jumlah menggunakan keterbatasan eneliti,

ditentukan dengan Consecutive sampling , kriteria inklusi, keter4a aian jumlah sam el# sam el Total diambil dengan sampling22 !aitu

jumlah sam el sama dengan jumlah o ulasi asien !ang ada ketika dilakukan enelitian# $engambilan sam el dengan menggunakan Total sampling oleh eneliti dikarekan berdasarkan data rekam medis dan data !ang di ambil oleh eneliti

di Instalasi radiologi ada bulan Januari hingga Desember 2)12 !aitu asien !ang melakukan emeriksaan 1oto olos B23 dengan diagnosis a"al dokter erujuk ke instalasi radiologi RSUD Raden Mattaher !ang sedikit !aitu berjumlah 0+ kasus, sehingga menjadi alasan eneliti menggunakan Total sampling, dengan erhitungan jumlah sam el minimal# 5ariabel bebas emeriksaan 1oto ada enelitian ini ada B23, olos adalah gambaran batu o ak ginjal

HASIL DAN PEMBAHASAN $o ulasi 2e1rolithiasis emeriksaan 1oto asien dengan sus e4t !ang olos B23 melakukan ada saat

dilakukan enelitian seban!ak 62 orang# Karena enelitian ini menggunakan total sam ling, maka seluruh o ulasi !ang ada di jadikan sam el ada enelitian ini# ;abel 1 Distribusi $asien dengan Sus e4t 2e1rolithiasis !ang melakukan emeriksaan 1oto $olos B23 Mei&Juni 2)1+ berdasarkan Jenis Kelamin 72A 628 Jenis kelamin 9aki&laki $erem uan Jumlah n 2/ 16 62 ' --,, ++,+ 1))

karakteristik asien dari segi umur, jenis kelamin, ekerjaan ?diting adalah menge4ek kembali lembar obser%asi !ang telah dikum ulkan dengan meneliti kembali ja"aban lembar obser%asi !ang diisi res onden a akah data terkum ul lengka , jelas, konsisten, dan keragaman satuan data da at diba4a# Sebelum dilakukan roses emasukan data ke dalam kom uter# Dalam melakukan enelitian ini, eneliti terlebih dahulu meminta i@in ke ada RSUD Raden Mattaher untuk meminta melakukan ersetujuan# Kemudian engambilan data dengan

menggunakan lembar obser%asi !ang akan diisi berdasarkan data asien# Kemudian menjaga kerahasiaan nama 7anonymity8 dan data in1ormasi !ang di eroleh dijamin kerahasiaan 7confidentiality8#

;abel 2 Distribusi $asien dengan Sus e4t 2e1rolithiasis !ang melakukan emeriksaan 1oto $olos B23 berdasarkan Usia 72A 628 Usia n ' 2-&+. + ,,1 +-&6. 11 2-,2 6-&.. 12 2/,.-&-. 11 2-,2 B-. . 11,0 Jumlah 62 1)) ;abel + Distribusi $asien dengan Sus e4t 2e1rolithiasis !ang melakukan emeriksaan 1oto $olos B23 berdasarkan $ekerjaan 72A 628 $ekerjaan $2S S"asta 9ain&lain Jumlah n 11 / 2+ 62 ;abel 6 ' 2-,2 10,) .6,/ 1))

$enderita sus e4t 2e1rolithiasis !ang mem erlihatkan gambaran batu o ak ada emeriksaan 1oto $olos B23 7 2A 628 Batu 3 ak Cinjal 2 ' $ositi1 +2 ,-,2 2egati1 Jumlah 1) 2 2+,/ 1))

Jumlah

+2

1))

;abel / Distribusi kejadian batu o ak ginjal dengan n!eri ketok *5( $ada $asien sus e4t ne1rolithiasis 72A +28 2!eri Ketok *5( $ositi1 2egati1 Jumlah 2 1+ 10 +2 ' 6),.0,+ 1))

;abel . Distribusi $asien dengan Sus e4t 2e1rolithiasis !ang mem erlihatkan gambaran batu o ak ada emeriksaan 1oto $olos B23 berdasarkan Jenis Kelamin 72A +28 Jenis kelamin 9aki&laki $erem uan Jumlah n 21 11 +2 ' -.,+6,+ 1))

Berdasarkan data !ang di eroleh dengan melakukan enelitian dida atkan angka kejadian batu o ak ginjal asien sus e4t ne1rolithiasis ada !ang

ditemukan dengan emeriksaan 1oto olos B23 seban!ak ,-,2 ' atau +2 orang dari 62 kasus !ang masuk ke Instalasi Radiologi RSU Raden Mattaher Jambi dengan sus e4t ne1rolithiasis# Meski un 0)' dari batu urin !ang buram ada 1oto olos B23, sensiti%itas untuk identi1ikasi 4alon batu indi%idu sekitar .)&-)', dan s esi1isitas sekitar ,)'# Sekitar 1)' dari batu !ang memiliki gambaran radiolusen#1 Foto olos B23 memiliki kinerja !ang 4uku baik untuk mendeteksi adan!a sebuah sus e4t batu o ak ginjal, namun 1oto olos bukan meru akan ada ginjal dari segi sering digunakan sebuah gold standart untuk menentukan adan!a batu o ak olos B23 lebih emeriksaan radiologi diagnostik# Foto

;abel Distribusi $asien dengan Sus e4t 2e1rolithiasis !ang mem erlihatkan gambaran batu o ak ada emeriksaan 1oto $olos B23 berdasarkan Usia 72A +28 Usia 2-&+. +-&6. 6-&.. .-&-. B-. Jumlah n 2 / / 1) 6 +2 ' -,+ 2.,) 2.,) +1,2. 12,. 1))

;abel , Distribusi $asien dengan Sus e4t 2e1rolithiasis !ang mem erlihatkan gambaran batu o ak ada emeriksaan 1oto $olos B23 berdasarkan $ekerjaan 72A +28 $ekerjaan $2S S"asta 9ain&lain n 2) ' 1/,/ 1/,/ -),2

sebagai s4reening a"al untuk menentukan adan!a batu o ak ada ginjal atau tidak# $ada hasil enelitian !ang dida atkan, 1oto olos B23 4uku baik mendeteksi adan!a batu ada ginjal dengan ukuran batu !ang relati1 besar se erti batu 4etak 7staghorn 4al4uli8 atau batu dengan ukuran sedang lainn!a ada asien sus e4t ne1rolithiasis# 2amun ada batu dengan ukuran ke4il akan sedikit sulit mendeteksi adan!a batu dari 1oto olos B23 anterior karena gambaran usus dide ann!a !ang men!ebabkan gambaran menjadi buram# Untuk batu dengan ukuran !ang lebih ke4il, akan lebih baik bila dilakukan emeriksaan lanjutan se erti Ultrasonogra1i atau I5$# Batu saluran kemih ada umumn!a mengandung unsur kalsium oksalat atau kalsium 1os1at, asam urat, magnesium amonium 1os1at 7M($8, Xanthin dan sistin# Batu saluran kemih mem un!ai kom onen dasar kalsium sekitar ,.' beru a kalsium oksalat, kalsium 1os1at atau 4am uran oksalat dan 1os1at# Diduga dua roses !ang terlibat dalam batu Su ersaturasi terjadi jika saluran kemih !akni su ersaturasi dan nukleasi# substansi !ang men!usun batu terda at dalam jumlah besar dalam urin, !aitu ketika %olume urin dan kimia urin !ang menekan $ada embentukan batu menurun# roses nukleasi, natrium h!drogen

membentuk inti# Ion kalsium dan oksalat kemudian merekat 7adhesi8 di inti untuk membentuk 4am uran batu#2. Dasil dari enelitian diatas ham ir mendekati dengan enelitian !ang dilakukan oleh De"a a!u dkk, dari umur enderita da at dilihat bah"a batu saluran kemih terjadi aling ban!ak ada rentang umur 6-&-) tahun !aitu 6. orang 7+0,/'8 dari seluruh sam el enelitian#2, !ang Sedangkan hasil enelitian

dilakukan Dardjonoe dkk, menunjukkan hal !ang berbeda dimana kelom ok usia terban!ak mengalami en!akit batu saluran kemih adalah kelom ok umur +1 sam ai 6. tahun ,1 7+.,,'8#2/ $ada enelitian !ang dilakukan oleh Sadh!a dkk, !ang meneliti mengenai en!akit batu saluran kemih dari segi etiologi dan e%aluasi, dimana dida atkan ada ria kejadian batu ginjal menurun tajam setelah -) tahun# Dimana ada usia tersebut terjadi enurununan en!era an ban!ak nutrisi !ang mem engaruhi embentukan batu oleh usus, se erti kalsium# Kemudian, ada usia !ang lebih tua, sering tejadin!a kekambuhan dari batu ginjal setelah dilakukan tera i dari en!akit batu saluran kemih itu sendiri# Sedangkan ada usia E-) tahun, di engaruhi oleh lama dan kurangn!a eksresi dari @at embentuk batu#20 2amun tinggin!a akti%itas tak selaman!a membuat risiko terjadin!a batu

urat, asam urat dan kristal hidroksi atit

saluran kemih menjadi lebih rendah# Dal ini dibuktikan di ;hailand oleh ;anthanu4h dkk !ang menemukan bah"a ekerja se erti batu saluran etani memiliki insiden kemih lebih tinggi

batu# Batu !ang berada didalam men!umbat ada

el%is

renalis berukuran diameter B 1 4m da at ersim angan uretero el%i4, umumn!a batu tersebut da at menimbulkan rasa n!eri dengan intensitas ringan hingga berat di sudut 4osto%ertebral 74osto%ertebral angle8, bagian lateral otot sa4ros inalis dan te at di ba"ah 4ostae ke&12, karena distensi dari ka sul ginjal# +,-,0 $ada gambaran batu non o ak ada ginjal un da at timbul n!eri ketok 4%a ositi1 dikarenakan ada bebera a jenis batu !ang memiliki gambaran 1oto olos B23 radiolusen 7hitam8 atau batu berada dibagian roksimal atau midureter sehingga men!umbat aliran urin dan men!ebabkan timbuln!a eregangan ada ka sula ginjal hingga timbuln!a n!eri# 2!eri ketok *5( juga da at timbul ada en!akit lain se erti ada !elone1ritis atau in1eksi ada ginjal akibat dari re1luks urine karena saluran !ang tersumbat ada bagian distaln!a# $ada enelitian !ang dilakukan oleh eneliti, han!a angka da at menggambarkan kejadian dari

dibandingkan Sedentary workers se erti ega"ai enelitian emerintah dan !ang telah ada elajar !ang dilakukan ega"ai mana hasil eneletian ini mendekati hasil menunjukan rendahn!a jumlah kasus batu o ak ginjal !ang terjadi negeri si il !aitu han!a 1/,/ ' dari kasus# $enemuan ini sekaligus bertentangan dengan e idemiologi dinegara barat !ang menunjukan sedentary workers memiliki insiden lebih tinggi#+) Untuk $ersara1an ransangan n!eri ada ginjal adalah sara1 sim atik reganglionik !ang men4a ai tingkat sumsum tulang belakang (ortorenal, 4elia4, ada ;horakal dan ganglia 11 ke lumbal 2 melalui akar sara1 dorsal# mesenterika in1erior juga terlibat# S inal transmisi sin!al rasa sakit ginjal terjadi terutama melalui saluran !ang naik ke s inotalamikus, sehingga a abila terda at eregangan ada ka sula ginjal maka ada bagian akan menimbulkan n!eri di ersara1i lainn!a#+ Cejala n!eri ada ginjal baik beru a kolik atau non kolik tergantung ada lokasi dari batu, se4ara anatomis, daerah !ang biasa terda at atau dile"ati oleh

sus e4t batu o ak ginjal !ang disertai dengan n!eri ketok *5( dimana kejadian batu o ak ginjal dengan n!eri ketok *5( ositi1 lebih rendah dari batu o ak ginjal dengan n!eri ketok *5( negati1# $enelitian ini belum da at menentukan ada tidakn!a hubungan antara adan!a

sudut 4osto%ertebra dan daerah !ang

gambaran 1oto

olos B23 batu o ak ositi1

2# dr# D# Dusn! ?d! ;au1ik S #Rad, sebagai dosen embimbing substansi atas segala bimbingan, saran dan moti%asi !ang telah diberikan selama en!usunan skri si enelitian ini# +# $ak 3kki $ermana SKM, Mkes, sebagai metodologi dosen !ang embimbing telah ban!ak

ginjal dengan n!eri ketok *5(

serta menggambarkan en!ebab asti KESIMPULAN DAN SARAN $eda enelitian !ang dilakukan Mei < Juni 2)1+ di RSU Raden Mattaher terda at 62 kasus sus e4t ne1rolithiasis# Dari emeriksaan !ang enunjang dilakukan se4ara !aitu memiliki radiologi +2

memberikan bimbingan, saran, serta moti%asi !ang telah diberikan selama en!usunan skri si enelitian ini# 6# Kedua orang tua serta keluarga !ang selalu !ang memberikan dorongan, erhatian, ketulusan dan semangat tidak akan mungkin da at diganti dengan a a un# .# ;eman&teman se erjuangan angkatan 2))0, atas kerja sama !ang baik dan kekom akkan selama ini#

emeriksaan 1oto

olos B23, seban!ak

enderita 7 --,, '8

gambaran batu o ak ginjal !ang ositi1 sedangkan sisan!a memilki gambaran batu o ak negati1 seban!ak 1) orang 72/,+ '8# Dari engambilan data tersebut da at disim ulkan bah"a = 1# (ngka kejadian batu o ak ginjal ada asien sus e4t ne1rolithiasis !ang ditemukan dengan emeriksaan 1oto olos B23 di Instalasi Radiologi Raden Mattaher sebesar --,, '# 2# (ngka kejadian batu o ak ginjal dengan n!eri ketok *5( ada asien sus e4t ne1rolithiasis !ang ditemukan dengan emeriksaan 1oto olos B23 di Instalasi Radiologi RSU Raden Mattaher berjumlah 1+ enderita atau sebesar 6),- '# UCAPAN TERIMA KASIH 1# Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Uni%ersitas Jambi Dr# dr# D# Fu"ono M#Biomed#

DAFTAR PUSTAKA 1# Dartono 9# $etunjuk memba4a 1oto untuk dokter umum# *etakan I5# Jakarta= ?C*G 100.# Dal /&, 2# Rasad S# Radiologi diagnosti4# ?disi ke&dua# Jakarta= FKUIG 2))0# Dal 2.&1 +# >ol1 SJ# 2e hrolithiasis# Meds4a e 7serial online8 2)12 Jan 7diakses 2. se t 2)128# Diunduh dari UR9= htt =HHemedi4ine#meds4a e#4omHarti4le H6+,)0-&o%er%ie" 4. Ja4kman S5, $otter SR, Regan F, Jarrett ;># $lain abdominal I&ra! %ersus 4om uteri@ed tomogra h! s4reening= sensiti%it! 1or stone

lo4ali@ation a1ter nonenhan4ed s iral 4om uteri@ed tomogra h!# J Urol# (ug 2)))G1-6728=+)/&1)# .# Kumar 5, *otran RS, Robbins S9# Buku ajar atologiG %ol 2# ?disi ke &,# Jakarta= ?C*G 2)),# Dal -)+&-)2 -# De Jong "# Buku ajar ilmu bedah# ?disi ke&dua# Jakarta= ?C*G 2)).# Dal ,-6&,.,# Bi4kle! 9# BatesJ guide to h!si4al eIamination and histor! taking# 11th ed# US(= 9i in4ott >illiams and >ilkins, a Klu"ers BussinesG 2))0# +66&+6+ /# $urnomo B# Dasar&dasar urologi# ?disi ke&tiga# Jakarta= *5 Sagung SetoG 2)11# Dal 00&/.# 0# ;anagho ?(, M4(nin4h J(# SmithJs general urolog!# 1,th ed# US(= ;he M4Cra"&Dill *om anies, In4G 2))/# # 2,.&261)# Rhoades R(, Bell DR, editors# Medi4al h!siolog!, rin4i ales 1or 4lini4al Medi4ine# +rd ed# US(= 9i in4ott >illiams and >ilkins, a Klu"ers BussinesG 2))0# # 6+0&6+/# 11# >indus D, editors# ;he >ashington manual subs e4ialt! 4onsult= ne hrolog! subs e4ialt! 4onsult# 2nd ed# US(= 9i in4ott >illiams and >ilkins, a Klu"ers BussinesG 2))/# # 26/&2+. 12# De kes RI 2))2 1+# Snell R# (natomi klinik# ?disi ke& enam# Jakarta= ?C*G 2))-# Dal 2.0& 2.) 16# *orr $# Mengenali ola 1oto&1oto diagnosti4# Jakarta= ?C*G 2)11# Dal= 10.&1/)# 1.# Menon M, Marten I, Resni4k# *am bell&"alsh urolog!# /th ed# $hiladel hia= >B# Saunders *om an!G 2))2# +202&+2+)

1-# $earl! MS, 2akada S# Urolithiasis medi4al and surgi4al management# US(= In1orma Dealth4areG 2))0# 21& 0 1,# Kidne! stone# Stru%ite 4al4uli 7online8# 7diakses 2. okt 2)128# Di unduh dari UR9 = htt =HHurolog!stone#4omHkidne!stones# html 1/# Smith JK# Urinar! 4al4uli imaging# Meds4a e 7serial online8 2)11 (ugst 7Diakses 2. okt 2)128# Diunduh dari UR9= htt =HHemedi4ine#meds4a e#4omHarti4le H+/100+&o%er%ie"Ka10 10# >isegeek# *osto%ertebral angle tenderness 7online8# 7diakses 1) no% 2)128# Di unduh dari UR9 = htt =HH"""#"isegeek#4omH"hat&is& 4osto%ertebral&angle&tenderness#htm 2)# Kambakone, (R# 2e" and en%ol%ing 4on4e ts in imaging and management o1 urolithiasis = urologist ers e4ti%e# adio!raphics# June 2)1)G+)7+8=-2+& -)+8 21# Sastroasmoro, Sudigdo, So1!an I# dasar&dasar metodologi enelitian klinis# ?disi ke&em at# Jakarta= *5# Sagung SetoG 2)11# Dal +-1 22# Dahlan, S# Besar sam el dan 4ara engambilan sam el dalam enelitian kedokteran dan kesehatan# Jakarta = $enerbit Salemba MedikaG 2)1)# Dal 166&1+.# 23. ?ge C, (kman D, Ku@u4u K, Fildi@ S# *an 4om uted tomogra h! s4out radiogra h! re la4e lain 1ilm in the e%aluation o1 atients "ith a4ute urinar! tra4t 4oli4# "cta radiol# Jul 2))6G 6.768=6-0&,+# 26# Ratu C, Badji (, Dardjonoe# ;he (nal!sis o1 Urethral Stone $ro1ile at

;he *lini4al $atholog! 9aborator!# #ndonesian Journal of Clinical $athology and %edical &a'oratory# Jul 2))-G 12 7+8= 116&11, 2.# R!al R9, dkk# Urinar! risk 1a4tor in 4al4ium oIalate stone disease= 4om arison o1 men and "omen# Brithis Journal 31 Urolog!# 10/,#-)=6/)&// 2-# Sarada B# Sat!anara!ana U# Urinar! 4om osition in men and "omen and the risk o1 urolithiasis# *lin Bio4hem# De4 1001G267-8=6/,&0) 2,# De"a (!u $R, (nak agung 2S# $ro1il analisis batu saluran ken4ing di instalasi laboratorium klinik RSU$ Sanglah Den asar# J $eny (alam# (ugs 2)),G/7+8=2)/&2), 2/# (bbagani S, De%i S, 5arre S, $onolla D# Kidne! stone disease= etiolog! and e%aluation# J")$T* 2)1)G1718= 1/2& 1,. 20# Kim Jul dkk# In4iden4e o1 urinar! tra4t 4al4uli in korea# +or med J 2)),G1227,8=,0/&/)1 +)# ;anthanu4h M, ( i"atgaroon (, ri atnont *# Urinar! tra4t 4al4uli in sourthen ;hailand# J med "ssoc Thai* 2)).G//718= /)&.