Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Bangunan kontruksi yang terdapat di Indonesia pada umumnya

menggunakan beton sebagai bahan struktur utama. Sifat-sifat beton baik beton segar maupun setelah mengeras sangat bergantung dari sifat pasta dan agregatnya. Semakin kuat pastanya semakin kuat betonnya. Beton mempunyai beberapa sifat yang menguntungkan diantaranya adalah bahan baku beton yang mudah didapat, harga relatif murah, mudah dibentuk sesuai kebutuhan dan tidak memerlukan biaya yang terlalu mahal untuk perawatannya. Disamping mempunyai kelebihan, sifat-sifat yang kurang disenangi pada beton adalah adanya deformasi-deformasi yang bergantung pada waktu disertai penyusutan akibat mengeringnya beton dan lain - lain gejala yang berhubungan dengan itu. Namun, bilamana pengaruhpengaruh keadaan lingkungan, penyusutan, pembebanan yang mengakibatkan perubahan-perubahan dimensi pada struktur-struktur beton serta elemen-elemen struktural memperoleh perhatian yang cukup pada taraf perencanaan, maka tidak akan dialami kesukaran-kesukaran untuk mengatasi hal tersebut. Beton memiliki sifat yang getas sehingga praktis tidak mampu menahan tegangan tarik. Dalam perancangan struktur beton, tegangan tarik yang timbul akibat pembebanan dipikul oleh baja tulangan. Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah timbulnya retak retak pada beton akibat tegangan tarik tersebut dikarenakan sifat beton yang getas. (wahyu k, 2007) Nipah atau Nypa fruticans adalah salah satu pohon anggota famili Arecaceae (palem) yang umumnya tumbuh di di daerah rawa yang berair payau atau daerah pasang surut di dekat pantai. Nipah tumbuh di bagian hutan bakau, terutama di dekat aliran sungai yang memasok lumpur ke pesisir. Nipah mampu bertahan hidup di atas lahan yang agak kering atau yang kering sementara air surut. Palm jenis ini umum ditemukan di sepanjang garis pesisir Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik, khususnya di pesisir pulau jawa. Berbagai

bagian tumbuhan nipah (Nypa fruticans) telah dimanfaatkan manusia sejak lama. Dari rimpangnya tumbuh daun majemuk (seperti pada jenis palem lainnya) hingga setinggi 9 meter dengan tangkai daun sekitar 1-1,5 m. Daun nipah yang sudah muda berwarna kuning sedangkan yang tua berwarna hijau. Sifat dan karakteristik daun nipah sangat berbeda dari pohon palm jenis lainnya baik dilihat dari segi umur pemanfatan yang cukup lama sekitar 3-3,5 tahun, dilihat dari sifat seratnya daun nipah memiliki karakteristik serat yang cukup ulet yang tidak mudah putus ketika ditarik dan tidak mudah pecah ketika sudah mengering. (Steenis, CGGJ van.1981) Tumbuhan nipah di pulau jawa banyak terdapat pada pesisir pantai pulau jawa, khususnya pantai selatan. Di desa Nusadadi kecamatan Sumpiuh kabupaten Banyumas, tumbuhan nipah mulai dari akar sampai daun dapat di manfaatkan. Akar dan batang daun nipah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kayu bakar pengganti minyak tanah, dari air nira tumbuhan nipah dapat dimanfaatkan sebagai campuran air nira kelapa untuk bahan dasar pembuatan gula jawa, dan daunnnya di kecamatam sumpiuh banyak dimanfaatkan sebagai suatu produk usaha penopang ekonomi keluarga yaitu berupa hasil kerajinan baik itu topi, keranjang, tas dan lain sebagainya. Pembuatan kerajinan dengan bahan dasar dari daun nipah kering tentu saja bisa meningkatkan nilai dari daun nipah kering itu sendiri, akan tetapi limbah hasil berupa daun yang sudah terseleksi dan potongan-potongan limbah daun nipah kering oleh warga desa Nusadadi hanya dibiarkan begitu saja, dibuang ataupun dibakar. Maka dari itulah diperlukan adanya analisis khusus mengenai pemanfaatan limbah potongan daun nipah kering. Berangkat dari permasalahan diatas, dimana karakteristik dan sifat daun nipah tersebut diatas sangatlah menarik jika dilakukan kajian mengenai pemanfaatan daun nipah secara optimal sebagai bahan tambah pada beton, khususnya untuk serat pada beton yang bertujuan untuk menghidari retakanretakan pada beton yang terjadi akibat kuat tarik beton itu sendiri. Serat daun nipah adalah suatu bahan serat yang dibuat dari potongan limbah kering daun

nipah yang dimodifikasi menjadi serat-serat kecil dengan ukuran tertentu dan dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan kuat tarik beton. Maka dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menganalisis tentang kualitas beton dengan bahan tambah potongan limbah daun nipah kering terhadap peningkatan kuat tarik beton. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada beton khususnya mengenai masalah kuat tarik beton yang menimbulkan retakan-retakan pada beton yang mempunyai sifat getas. 1.2. Rumusan Masalah Dari uraian diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana sifat fisik beton dengan bahan tambah serat dari potongan limbah daun nipah kering? 2. Berapa prosentase penambahan serat potongan limbah daun nipah kering yang menimbulkan peningkatan kuat tari beton yang paling optimum? 3. Berapa besar kuat tarik beton terhadap penambahan serat potongan limbah daun nipah kering? 4. Berapa persen peningkatan kuat tarik beton serat potongan limbah daun nipah kering terhadap beton normal?

1.3. Tujuan Penelitian Dari perumusan masalah tersebut diatas maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui sifat fisik beton dengan bahan tambah serat dari potongan limbah daun nipah kering. 2. Untuk mengetahui prosentase penambahan serat potongan limbah daun nipah kering yang menimbulkan peningkatan kuat tari beton yang paling optimum.

3.

Untuk besar kuat tarik beton terhadap penambahan serat potongan limbah daun nipah kering.

4.

Untuk mengetahui persen peningkatan kuat tarik beton serat potongan limbah daun nipah kering terhadap beton normal.

1.4. Manfaat Penelitian Dari penelitian ini, manfaat yang dapat diambil adalah sebagai berikut: 1. 2. Ikut memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu bahan struktur. Menambah pengetahuan mengenai beton serat khususnya dengan serat dari potongan limbah daun nipah kering. 3. Menambah pengetahuan tentang sifat fisik mengenai beton serat khusunya dengan serat limbah daun nipah kering. 4. Memberikan alternatif pilihan serat pada beton yang murah dan mudah didadapat untuk meningkatkan kualitas beton. 5. Memberikan informasi tentang pemanfaatan penggunaan limbah hasil sisa kerajinan daun nipah kering.

1.5. Batasan Masalah Untuk membatasi obyek penelitian dan memberikan langkah yang sistematis, maka penelitian ini dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Semen yang digunakan adalah semen gresik tipe I. Agregat halus (pasir) yang digunakan adalah pasir sungai serayu. Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah. Air yang digunakan adalah air yang berasal dari Laboratorium Teknik Sipil Universitas Jenderal Soedirman.

5.

Kadar percampuran serat limbah daun nipah kering yaitu 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%.

6.

Penelitian ini menghitung kuat tarik beton terhadap penambahan serat potongan limbah daun nipah kering dengan kadar yang telah ditentukan.

7.

Digunakan campuran adukan beton dengan metode DOE (Departement of Environment).

8.

Pengujian dilakukan pada umur 28 hari.

1.6. Hipotesis Potongan limbah daun nipah kering sebagai bahan serat pada beton untuk campuran beton normal dengan kadar pencampuran tertentu dapat meningkatkan kuat tarik pada beton.