Anda di halaman 1dari 3

Urinalisis Makroskopis Pemeriksaan urin berguna untuk berbagai hal, seperti memberikan fakta tentang ginjal dan saluran

urin, serta fungsi berbagai organ dalam tubuh seperti hati, saluran empedu, pankreas, korteks adrenal, dll. Berikut adalah beberapa faktor yang dinilai dalam urinalisis secara makroskopis Jumlah urin o Untuk menentukan adanya gangguan fungsi ginjal, kelainan dalam homeostasis cairan badan o Faktor yang berpengaruh terhadap diuresis : pemasukan cairan, diet, temperatur, kesehatan umum, kesehatan mental, sekresi ADH, ekskresi cairan melewati jalur non-ginjal o Normalnya sekitar 600 1600 mL / 24 jam, produksi lebih banyak 2 3 kali pada siang hari dibanding malam hari Warna urin o Dapat menandakan adanya kelainan untuk kebutuhan klinis o Warna urin diuji pada tebal lapisan 7-10 cm dengan cahaya tembus o Warna normal berkisar antara kuning muda sampai kuning tua yang disebabkan berbagai zat warna, terutama urochrom dan urobilin o Berbagai warna urin : Kuning Zat warna normal dalam jumlah besar (urobilin, urochrom) Zat warna abnormal (bilirubin) Obat dan diagnostika (santonin, PSP, riboflavin). Santonin dan PSP jadi kuning pada lingkungan asam Dapat juga disebabkan oleh zat warna dalam makanan Merah Zat warna normal dalam jumlah besar (uroerythrin) Zat warna abnormal (hemoglobin, porfirin, porfobilin) Obat dan diagnostika (santonin, PSP, amidopyrin, Congored, BSP). Zat tersebut berwarna merah dalam lingkungan lindi Kuman-kuman (B. Prodigiosus) Hijau Zat warna normal dalam jumlah besar (indikan) Obat dan diagnostika (methyleneblue, Evans blue) Kuman-kuman (B. Pyocyaneus) Coklat Zat warna normal dalam jumlah besar (urobilin) Zat warna abnormal (bilirubin, hematin, porfobilin) Coklat tua atau hitam Zat warna normal dalam jumlah besar (indikan) Zat warna abnormal (darah tua, alkapton, melamin) Obat (derivat fenol, argyrol) Serupa susu Zat warna dalam jumlah besar (fosfat, urat)

Zat abnormal (pus nanah, hetah prostatm, chylus, zat lemak, bakteri, protein yang membeku)

Berat jenis o Dapat dilakukan penelitian dengan menggunakan urinometer dan refraktometer o Sangat berhubungan erat dengan diuresis, makin besar diuresis makin rendah berat jenis dan sebaliknya o Pada urin 24 jam normal, berkisar 1.016 - 1.022, penulisan yang lazim tanpa koma 1016 - 1022, tetapi dapat ditoleransi menjadi 1003 1030 o Pada urin normal sewaktu, batas normal adalah 1003 1030. Pada orang yang memiliki berat jenis 1025 atau lebih tinggi dan tidak ada protein serta reduksi negatif, maka fungsi ginjal orang tersebut normal. Apabila lebih dari 1030 terdapat kemungkinan glukosuria Bau urin o Bau normal disebabkan oleh asam organik yang mudah menguap o Beberapa penyebab bau abnormal : Makanan yang mengandung zat atsiri (jengkol, petai, durian, asperse) Obat-obatan (terpentin, menthol) Amoniak disebabkan perombakan baakteriil dari ureum. Terjadi pada urin yang dibiarkan tanpa pengawet Pada ketonuria bau ada dari semula dan menyerupai bau buah-buahan atau bunga setengah layu (mirip dengan bau aceton, tetapi tidak persis aceton murni) Bau busuk berasal dari perombakan zat protein, dapat dikarenakan oleh karsinoma dalam saluran kencing. Mungkin juga karena pembusukan urin yang mengandung banyak protein saat di luar badan Kejernihan o Penilaian : jernih, agak keruh, keruh, sangat keruh o Tidak semua kekeruhan bersifat abnormal, urin normal dapat menjadi agak keruh apabila dibiarkan atau didinginkan (istilah lainnya nubeccula) o Sebab urin keruh : Dari awal : Fosfat amorf dan karbonat dalam urin yang jumlahnya besar. Dapat dikarenakan karena seseorang makan banyak Bakteri. Disebabkan oleh perkembang biakan kuman, bertambahnya umur sedimen Unsur sediment dalam jumlah besar o Eritrosit, yang menyebabkan urin menjadi keruh dan berwarna serupa air daging o Leukosit, dapat dideteksi dengan percobaan Donne (dibubuhkan NaOH pekat pada urin, apabila terjadi massa sangat kental ada leukosit) o Sel epitel, terlhat dalam sediment pada pemeriksaan lebih lanjut Chylus dan lemak, urin menjadi keruh menyerupai susu encer. Disebabkan oleh adanya butir lemak (lipuria)

Benda koloid, sukar diketahui jenis koloid apa dan mengapa ada koloid dalam urin Setelah dibiarkan Nubeccula Urat amorf yang terbentuk dalam urin asam dan dingin. Keruh lenyap apabila urin dipanasi Fosfat amorf dan karbonat, mengendap dalam urin lindi atau urin yang menjadi lindi Bakteri, dikarenakan bakteri mungkin tidak berasal dari badan, namun bakteri berkembang biak dalam urin yang ditampung dalam botol kotor. Tanda bakteri tidak berasal dari badan adalah bakteri tidak disertai pertambahan unsur sedimen dalam urin