Anda di halaman 1dari 4

Parasit adalah organisme yang hidupnya menumpang hidup kepada organisme lainnya dan menjadikan organisme yang di tumpanginya

sebagai inang. Parasit ini bersifat merugikan karena parasit dapat menurunkan produktivitas inangnya.

Parasit terdiri dari dua macam yaitu, endoparasit dan ektoparasit. -

Endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inangnya, pada ikan bagian tubuh yang di serang adalah organ, saluran pencernaan, perdaran darah, araf, dll. Contoh parasit yang endoparasit biasanya dari golongan protozoa, bakteri, virus dll. o Contoh Endo spesies: Anisakis sp, Camallanus sp, Trichinella sp (class secernentea), Nepa rubra (class insecta), Clinostomum sp, Lecitochirium sp, Acanthocephala sp, - Ektoparasit yaitu parasit yang hidup pada bagian luar tubuh inangnya, pada ikan bagian yang biasa di serang adalah sirip, sisik dan insang. Contoh parasit yang ektoparasit biasanya dari golongan insekta dan arthropoda. o Contoh Ekto spesies: Acarus sp (class insecta), Dactylogirus, Diplozoon, Diplectanum dan Transversotrema (class trematoda), Lernea sp, Lethoceros sp (crustacea) o Contoh vektor spesies: Chironomus sp, Cyclops sp, Culex sp (class insecta), Simolium sp, Triatoma infestans Golongan parasit yang masuk endoparasit salah satunya adalah Nematoda Contoh ikan laut biasanya terinfeksi oleh nematoda yang berasal dari golongan : 1. Ascaridoidoiea (Contracecum, Pseudoterranova, Anisakis, Cotracaecum) 2. Camallanoidea (Camallanus, Culcullanus), 3. Dracunculoidea (Philonema, Philometra), 4. Spiruroidea (Metabronema, Ascarophis) Anisakis sp dewasa ditemukan di dalam perut mamalia laut, dimana mereka melekat dalam mucosa secara berkelompok Camallanus sp menginfeksi saluran pencernaan cychlids, guppies dan swordtails serta spesies lain ikan air tawar. Biasanya infeksi pertama ditandai warna merah dan cacing menonjol dari anus ikan Spesies Trichinella umumnya terdapat pada usus dan jaringan otot hewan pada cacing dewasa dapat menyebabkan rangsangan dalam dinding usus dan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan entenstis (radang usus). Infeksi berat dapat menyebabkan kematian, terutama karena kelumpuhan otot pernapasan.

Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang) karena itulah mereka disebut pula Hexapoda yang berarti berkaki enam.

Dapat disimpulkan bahwa dari kelas Insecta terdapat dua jenis spesies yang dapat dikategorikan sebagai parasit pada ikan yaitu Chironomus sp. dan Nepa Rubra. Chironomus sp. merupakan parasit vector bagi Trematoda tetapi memiliki manfaat yaitu dapat berperan sebagai pakan ikan yang baik dan juga dapat menjadi indikator perairan yang tercemar , Chironomus memiliki beberapa ciri diantaranya tubuhnya berwarna kemerahan, memanjang dan hidup di air tawar.

Nepa rubra merupakan parasit predator yang dapat memakan ikan ikan kecil, Nepa rubra pun memiliki beberapa ciri diantaranya memiliki capit, mempunyai ekor sebagai alat pernafasan dan juga mempunyai mulut yang bertipe penusuk dan penghisap.

Clinostomum sp. merupakan trematoda yang paling parasitik yang banyak menyerang ikan air tawar baik di Eropa, Amerika Utara, dan Asia (Kitagawa et al., 2003).Spesies ini hanya terdapat pada air tawar atau air payau dikarenakan tidak dapat hidup dalam perairan yang bersalinitas tinggi seperti di laut. Cacing dewasa ini bersifat hemaphrodite. Parasit ini bisa dikatakan sebagai mesoparasit karena menyerang kulit dan juga organ bagian dalam ikan seperti daging atau otot

Lecitochirium sp. reproduksi terjadi secara seksual pada individu dewasa dimana parasit ini bersifat hermaprodit. Parasit jenis Lecithochirium dapat ditemukan baik di perairan darat maupun di laut. Di Indonesia sendiri parasit ini biasa menyerang ikan kakap. Upaya pengendalianya itu dengan menggunakan larutan acriflavin 100 ppm dalam air tawar selama 1 menit, atau acriflavin 10 ppm selama 60 menit.

Acarus merupakan ektoparasit pada ikan yang menyerang organ tubuh bagian kulit, sisik, dan insang. Kadang-kadang dapat ditemui dalam bentuk kista di daerah oseophagus ikan. Namun, tidak semua organisme yang ada di perairan hidup sebagai parasit. seperti Cyclops sp merupakan vector dari cacing Diphyllobothrium latum yang menyebabkan penyakit cacing pita ikan pada manusia. Culex sp merupakan golongan serangga penular (vektor) yang pada saat stadium telur hidup di permukaan air dan dapat menyebarkan berbagai penyakit seperti Japanese Encephalitis (radang otak), dan Filariasis. Bentuk dan strutur organ tubuh parasit yang menyerang ikan bebeda tergantung spesies dari inang yang terkena parasit dan fungsi dari struktur tubuh dari parasit. Umumnya parasit menyerang pada kulit, insang, organ dalam.

Perbedaan dari spesies parasit Dactylogirus, Diplozoon, Diplectanum dan Transversotrema di filum Platyhelminthes adalah bentuk tubuh, inang, habitat dan cara penanganan ketika ikan terserang parasit ini. Berdasarkan siklus hidup parasit yaitu Intermiten parasites, Facultative

parasites, Obigatery parasites. Siklus hidup parasit umumnya dari inang perantara kemudian ke inang devinitif. Perbedaan inang ini disebut monogenea (satu inang) dan digenea (dua atau lebih inang). Inang dapat digolongkan berdasarkan sifat parasit yang menumpanginya yaitu Intermediate host (inang sementara), Ultimate host (inang terakhir), Definitive host (inang tetap), Indefinitive host (inang tidak tetap). Pengobatan dan antisipasi parasit yang menyerang ikan ini adalah dengan mencuci terlebih dahulu pakan alami yang akan diberikan kepada ikan, sesering mungkin melakukan pergantian air dan sering melakukan pengecekan kualitas air Digenea adalah trematoda endoparasit yang memiliki siklus hidup kompleks yang melibatkan satu atau lebih inang antara. Digenea dapat menyerang usus, kandung kemih, empedu, dan darah inang. Digenea memiliki dua organ pelengkap, yaitu oral sucker dan ventral sucker (asetabulum). Perkembangan stadia Digenea terdiri dari telur, mirasidium, sporocist, redia, serkaria, metaserkaria, dan Digenea dewasa (Grabda, 1991). Pencegahan dan pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan mengurangi inang perantara di perairan dan pemberian larutan acriflavin di dalam perairan. Pengobatan yang dapat dilakukan antara lain dengan membersihkan ikan dari kista dan cacing parasit tersebut serta pemberian Mengoleskan cairan Mercurochrome pada bagian yang terinfeksi. Pada Diphlobothnumn merupakan cacing pita yang hidup sebagai parasit. Telur berkembang untuk beberapa minggu, coracidium (onchosphere berkait 6 dilengkapi embriophore yang bercilia) berada di air, kemudian dimakan h.i. I cyclopid/diaptomid (berkembang menjadi procercoid) di haemochole dalam 2-3 minggu selanjutnya h.i. I dimakan h.i. II ikan (berkembang menjadi plerocercoid) di viscera dan otot. H.i. II dimakan h.d dan menjadi dewasa dengan periode prepaten 3-4 minggu. Proteocephalus memiliki scolex (4 penghisap) tidak berkait, memiliki 4 sucker, telur membulat. Tubuh terdiri dari bagian kepala yang disebut Scolex dan bagian badan yang disebut strobila. Telur Proteocephalus spdiisi oleh proglottids ini dilepaskan dari cacing dewasa melalui kotoran ikan ke dalam air. Setelah di air telur menetas, lalu proglottid dan telur tersebar ke dalam air. Lalu telur dimakan oleh berbagai organisme krustasea. Dalam tubuh krustasea tersebut, telur menetasdan berkembang menjadi larva, yang disebut "proceroid". Ketika crustacea dimakan oleh hampir semua ikan, larva proceroid menetap di dinding saluran pencernaan ikan dan menyerang

organ perut. Selama migrasi ini telur mengalami transformasi dari procercoid menjadi plerocercoid lalu menjadi cacing dewasa yang menyebabkan kerusakan perut internal. Acanthocephala disebut juga sebagai cacing kepala duri, bagian kepala cacing tersebut disebut probiscus, kemudian bagian leher dan tubuh. Acanthocephala memiliki siklus hidup yang kompleks, melibatkan beberapa host pada tahap perkembangannya. Hospes awal pertamma adalah moluska. Dalam hospes perantara Acanthocephala bergerak masuk melalui rongga tubuh ke dalam usus. Kemudian pada tahap ini akan melakukan transformasi infektif

Serangga akuatik tergolong vector merupakan serangga yang membantu penyebaran suatu parasit yang dapat menyebabkan penyakit ke organisme lainnya. Menurut Cahyati dan Suharyo (2006), Vektor penyakit adalah suatu kelompok arthropoda atau serangga penular penyakit. Vektor penyakit terbagi dalam beberapa kelompok yaitu vektor biologik, vektor mekanik, vektor primer, dan vektor sekunder.

Contoh insekta akuatik tergolong vektor antara lain Simolium sp dan Triatoma infestans yang merupakan vektor dari Onchocerca volvulus dan Trypanosoma cruzi. Lethoceros sp merupakan predator ikan dari ordo Hemiptera kelas Insekta yang berbahaya bagi ikan. Lethoceros disebut juga kepinding air. Lethoceros menyerang ikan dan krustacea kecil Lethoceros merupakan predator ikan, siput, dan crustacean kecil dari sejak larva hingga dewasa Cara penanggulangan dan pencegahan Lethoceros adalah dengan insektisida bagi Lethoceros dewasa dan menggunakan filter pada kolam budidaya.

Lernea sp merupakan parasit yang menyerang kulit dan insang ikan Lernea sp merupakan parasit bagi ikan dari kelas crustacea, nama lainnya adalah anchor worm Cara penanggulangan dan pencegahan Lernea dapat dilakukan dengan melakukan pengeringan kolam, filter air sebelum dialirkan ke kolam atau menggunakan bahan kimia untuk membasmi cacing jangkar pada stadium nauplius dan copepodid