Anda di halaman 1dari 7

Eksperimen Laju Korosi 2014

1

MENENTUKAN NILAI LAJU KOROSI SUATU MATERIAL UNTUK MENGETAHUI DAYA
TAHAN UNGGUL ATAU RESISTAN TERHADAP KOROSI
Vina Puji Lestari
1
, Darmawan
2
, Dewi Karmila Sari
3
, Faridhatul Khasanah
4
, Ihfadni Nazwa
5
, Ika Wahyuni
6
,
Imroatul Maghfiroh
7
, Novitasari
8
, Nurul Khusnia
9
, Sarasati Istiqomah
10

Laboratorium Fisika Material, Departement Fisika,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Jalan Mulyorejo,
Surabaya
email: vina_pujilestari@yahoo.com



Abstrak
Dalam bidang material,dikenal adanya suatu korosi.Korosi merupakan kerusakan material khususnya
logam akibat bereaksi dengan lingkungan yang menghasilkan produk yang tidak diinginkan.Korosi
merupakan penurunan kualitas suatu bahan disebabkan oleh reaksi kimia logam dengan unsur-unsur lain
yang terdapat di alam..Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihindari,namun dapat dicegah dan
dikendalikan sehingga struktur atau komponen mempunyai massa pakai yang lama.Dari sini kita tahu
bahwa korosi dapat dikendalikan,sehingga untuk mendefinisikan hal tersebut diperlukan beberapa metode
dan salah satunya adalah proses pengujian immersion corrosion.Prinsip kerja dari metode ini adalah
dengan mencelupkan bahan uji ke dalam larutan cair pengkorosi.Adapun tujuan dari proses uji ini adalah
agar diketahui nilai laju korosi dan daya tahan unggul suatu material terhadap korosi. Sehingga nilai laju
korosi dapat menunjukkan ketahanan korosi relatif.Maka dari eksperimen ini diperoleh nilai laju korosi
sebesar dan bahan yang digunakan tidak dapat dibandingkan dengan tabel tingkat
ketahanan korosi karena waktu menjadi salah satu faktor penentu dari terjadinya korosi dan waktu dari
eksperimen ini sangat terbatas,sehingga pengurangan massa bahan menurun hanya sedikit bagian.
Keywords: immersion corrosion ,korosi ,nilai laju korosi
1 Pendahuluan
Semakin berkembangnya berbagai bidang teknologi, menghendaki manusia untuk memunculkan
suatu teknologi terbaru yang dapat menginovasi,dan peran material didalamnya sangat perlu
diperhatikan,yakni terkait jenis dari material yang digunakan.Sifat dari material yang dipilih juga
merupakan salah satu aspek yang tidak kalah pentingnya.Dari hal ini sifat material yang dimaksud adalah
bagaimana cara kita untuk memilih dan mengetahui sifat dari material tersebut,apakah mudah mengalami
korosi atau tidak,mudah rapuh atau tidak,dan sebagainya.
Sifat korosi yang mungkin sekali terjadi pada hampir seluruh bahan material tentunya akan
menimbulkan banyak permasalahan kerugian,mengingat bahwa korosi selalu menghasilkan produk yang
tidak diinginkan.Permasalahan yang ditimbulkan karena terjadinya korosi dalam berbagai bidang dapat
berupa:
Dalam bidang medis,berbahaya jika suatu alat kedokteran yang digunakan untuk tubuh manusia
bahkan yang tertanam dalam tubuh mengalami pengkorosian karena dapat menimbulkan
infeksi,kerusakan jaringan disekitarnya,dll.
Pada bahan industri,dapat berupa kebocoran yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar
Eksperimen Laju Korosi 2014

2

Pada berbagai instrumen industri, kurang kuatnya material bahkan dapat menyebabkan
kerobohan struktur bangunan dan yang terparah jika terjadi peledakan suatu pipa/bejana
bertekanan yang dapat berdampak sebagai pencemaran lingkungan.
Karena korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali,maka yang dapat kita lakukan
adalah melakukan pengendalian laju korosi yakni dengan ketelitian dalam memilih bahan material,dan
memperhitungkan nilai laju korosi yang akan terjadi sehingga dapat diperkirakan berapa batas atau
rentang waktu suatu material dapat bertahan atau resistan terhadap korosi.Berkaitan dengan hal
tersebut,eksperimen kali ini dilakukan dengan pengujian korosi yakni dengan memasukkan logam pada
furnace dengan derajat suhu yang tinggi kemudian mencelupkannya ke dalam larutan HCL dan
mengamati terjadinya laju korosi.
2 Dasar Teori
Pada hampir seluruh bahan material,dikenal terjadinya korosi.Korosi merupakan perusakan
bahan material khususnya logam karena bereaksi dengan berbagai zat dilingkungan yang menyebabkan
munculnya suatu produk yang tidak dikehendaki.Proses terjadinya korosi berlangsung secara perlahan
tetapi pasti.Korosi dapat menyebabkan suatu bahan memiliki keterbatasan pemakaian,yang artinya suatu
material yang diperkirakan memiliki waktu yang lama dalam kegunaannya tetapi ternyata material
tersebut hanya dapat digunakan pada waktu yang singkat karena telah mengalami pengkorosian.Hal ini
disebabkan karena proses korosi tidak dapat diperkirakan berapa rentang waktu suatu material mengalami
korosi.Pada umumnya,korosi terjadi pada besi karena besi merupakan logam yang mudah sekali
berkarat/berkorosi.Zat yang dihasilkan dari peristiwa pengkaratan besi adalah berupa zat berwarna merah
kecoklatan yang bersifat rapuh. Korosi disebabkan adanya udara dan air yang bereaksi terhadap bahan
logam dan peristiwa korosi dapat berlangsung lebih cepat ketika terdapatnya garam yang bereaksi dengan
udara dan air terhadap suatu bahan logam tersebut.
2.1 Penyebab Korosi
Faktor yang menyebabkan korosi dapat dibedakan menjadi 2,yakni yang bersal dari bahan itu
sendiri dan yang berasal dari lingkungan.Faktor yang disebabkan dari bahan meliputi kemurnian
bahan,struktur bahan,bentuk kristal,serta pencampuran bahan dengan materi lain didalamnya.Sedangkan
dari faktor lingkungan meliputi tingkat kelembapan,suhu,pencemaran yang terjadi disekitarnya,dan
keberadaan zat-zat korosif.
2.2 Pengendalian Korosi
Seperti yang telah dijelaskan diatas,bahwa korosi tidak dapat dicegah namun dapat dikendalikan
keberadaannya.Pengendalian korosi dapat dilakukan dengan:
Pengecatan
Pelapisan dengan bahan plastik
Pelumuran dengan oli atau yang mengandung minyak
Pelapisan dengan timah (Tin Plating)
Pelapisan dengan zink (Galvanisasi)
Pelapisan dengan kromium (Chromium plating)
Pengorbanan anode (Sacrificial protection)
Eksperimen Laju Korosi 2014

3

Dari berbagai pengendalian tersebut,dapat pula dihitung laju korosi suatu logam material,dan ini
hanya sebagai perkiraan terhadap ketahanan suatu material.Cara tersebut demi menghindari hal-hal
merugikan yang sangat tidak diinginkan. Dan salah satu cara tersebut dapat dinyatakan dengan
menggunakan rumus:




Keterangan:

Laju korosi (mm/tahun)


Luas permukaan specimen mula-mula (mm
2
)
Lama waktu pengujian korosi (detik)
Berat jenis specimen mula-mula(g/mm
3
)
Konstanta perubah satuan mm/s menjadi mm/tahun
Pengurangan berat specimen akibat uji korosi (gram)
Dari perumusan diatas,terdapat tingkat ketahanan korosi relatif yang ditunjukkan oleh tabel dibawah ini:
Ketahanan Korosi Relatif Kecepatan Korosi (mm/tahun)
Sangat Baik < 0,02
Baik Sekali 0,02 - 0,15
Baik 0,15 0,5
Cukup 0,5 - 1,25
Buruk 1,25 5
Sangat Buruk > 5

3 Metode Eksperimen

3.1 Alat dan Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada eksperimen ini adalah:
1. Logam Alluminium
2. Larutan HCL

Dan alat yang digunakan adalah:
1. Peralatan furnace
2. Gelas ukur
3. Timbangan digital

Eksperimen Laju Korosi 2014

4

4 Prosedur Eksperimen
1. Siapkan logam sebagai bahan uji
2. Timbang massa mula-mula bahan dan ukur diameter serta ketebalan bahan
3. Panaskan bahan uji dalam furnace pada suhu 550C selama 15 menit
4. Setelah selama 15 menit dipanaskan,angkat bahan uji dari furnace
5. Kemudian dinginkan dengan cepat pada medium quenching (pendinginan secara cepat) air.Proses ini
disebut dengan perlakuan panas pelarutan
6. Pengujian korosi dilakukan dengan mencelupkan bahan uji ke dalam larutan HCL dengan
konsentrasi 4%
7. Diamkan pada ruang terbuka selama 10 menit
8. Timbang massa bahan setelah dilakukan uji korosi dan hitunglah nilai laju korosi.
5 Data Hasil Eksperimen
Pengukuran Hasil Pengukuran
Diameter (D) 2,55 cm = 25,5 mm
Tebal 0,62 cm = 6,2 mm
Waktu (t) 10 menit = 600 sekon
Massa mula-mula (M
0
) 8,36 gram
Massa setelah korosi (M
1
) 8,34 gram
K 32258064,52

6 Analisis Data
Massa setelah uji korosi (M)


( ) ( )
Luas permukaan specimen (A)


( ()

) ( )



Volume bahan uji

()


Berat jenis specimen (D)


Eksperimen Laju Korosi 2014

5

Laju Korosi (






7 Pembahasan
Korosi merupakan perusakan atau degradasi yang disebabkan oleh bereaksinya suatu logam
dengan lingkungan sehingga menimbulkan suatu senyawa yang tidak dikehendaki dan mengakibatkan
kerugian.Proses terjadinya korosi pada besi,dimulai dari logam besi yang mengalami kontak dengan
udara dan dioksidasi menjadi ion Fe
2+
,yang kemudian ion tersebut larut oleh air dan bergerak menuju
katode melalui tetesan air,elektron yang bergerak ke katode adalah melalui logam dan elektron tersebut
mereduksi oksigen dari udara yang kemudian menghasilkan air.Sebagian oksigen tadi yang larut dalam
air mengoksidasi Fe
2+
menjadi Fe
3+
dan hasil dari oksidasi ini merupakan karat/korosi yang terjadi pada
besi.Berikut adalah reaksi besi yang mengalami oksidasi:
Besi dioksidasi oleh H
2
O atau ion hidrogen membentuk:
oksidasi : Fe

Fe
2+

+ 2e
-

reduksi : 2H
+
2H
Kemudian atom-atom H bergabung menghasilkan H
2
: 2H H
2

Atom-atom H bergabung dengan oksigen: 2H + O
2
H
2
O
Jika konsentrasi H+ cukup tinggi (pH rendah), maka reaksi yang terjadi adalah:
Fe + 2H
+
2H+ Fe
2+

2H H
2

Ion Fe
2+
juga akan bereaksi dengan oksigen dan membentuk pengkaratan berwarna coklat kemerahan
dengan menghasilkan ion H
+
yang selanjutnya direduksi menjadi H
2
-
sehingga membentuk:
4Fe
2+
+ O
2
+ 4H
2
O+ 2
x
H
2
O 2(Fe
2
O
3
H
2
O
2
) + 8H
+

Reaksi totalnya menjadi: 4Fe+ 3O
2
+ 2
x
H
2
O

2(Fe
2
O
3
H
2
O
2
)
Pada eksperimen yang dilakukan kali ini,pengujian korosi dilakukan dengan bahan alluminium
yang dicelupkan kedalam larutan HCL 4% setelah dipanaskan dalam furnace pada suhu 550C.Ketika
logam dicelupkan dalam larutan HCL,tampak adanya gelembung-gelembung yang keluar dari permukaan
logam,yang menandakan terjadi proses korosi didalamnya.Selama didiamkan hingga 10 menit,munculnya
gelembung terus berlangsung dan jika pada proses ini diteruskan hingga berjam-jam bahkan berhari-
hari,maka massa dari logam tersebut akan mengalami pengurangan,yang mungkin akan jauh berbeda dari
massa awalnya.Namun yang dapat kita amati dari eksperimen kali ini hanya sebentar dan tidak lebih dari
10 menit,karena adanya keterbatasan waktu sehingga pegujian korosi ini tidak mengalami pengurangan
massa yang signifikan,hanya sebagian atau 0,02 gram bagian yang mengalami pengkorosian.Karena
dalam prosesnya,semakin besar perubahan massa maka terjadinya korosi semakin besar.Berikut ini
adalah reaksi kimia korosi yang terjadi pada logam alluminium dengan larutan HCL:
Al + HCL AlCl
-

+ H
+
Eksperimen Laju Korosi 2014

6

Dari penjelasan diatas,dapat diketahui bahwa korosi dapat disebabkan oleh faktor tertentu.Suatu
logam belum tentu memiliki korosi yang sama sekalipun pada lingkungan yang berbeda dan juga pada
kondisi lingkungan yang sama,belum tentu suatu material yang berbeda mengalami korosi yang
sama.Sehingga faktor yang mempengaruhi korosi dapat dibedakan menjadi 2,yakni:
1. Faktor Metalurgi
Faktor yang bergantung pada jenis bahan yang digunakan.Berapa lama daya tahannya terhadap
korosi,berapa laju korosi yang terjadi dalam suatu kondisi,dan faktor yang mempengaruhinya
adalah:
Waktu pengkorosian
Jenis logam
Suhu saat proses korosi

2. Faktor Lingkungan
Terjadi karena adanya faktor dari lingkungan yang menurunkan kualitas suatu material bahkan
dapat merusak bahan material tersebut.Dan yang mempengaruhi terjadinya adalah:
a. Konsentrasi elektrolit
b. Komposisi kimia
c. Suhu lingkungan
d. Adanya oksigen terlarut
e. Adanya komponen gas, cair atau padat
f. Jenis logam
g. Kecepatan gerak elktrolit
h. Kondisi biologis
Dari banyaknya faktor tersebut,nyata bahwa hampir seluruh bahan material mengalami
korosi dan karena adanya faktor lingkungan,menyebabkan korosi sangat tidak bisa dicegah.
Serta dari eksperimen yang telah dilakukan, laju korosi dapat yang dihitung dari logam
alluminium sebesar .Tetapi hasil tersebut tidak dapat ditentukan dari tingkat
ketahanan korosi relatif,karena korosi memerlukan proses dan rentang waktu yang lebih lama sedangkan
dari eksperimen yang kami lakukan hanya berlangsung 10 menit,dimana waktu juga merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi dan waktu yang singkat tersebut hanya dapat sedikit
mengurangi massa dari alluminium sehingga tidak sebanding dengan kecepatan korosi (mm/tahun).
Berdasarkan kondisi lingkungan,korosi terbagi atas 3 keadaan,yakni:
1. Korosi basah,yakni korosi yang terjadi pada lingkungan yang lembab atau mengandung air.
2. Korosi atmosferik,yakni korosi yang terjadi di udara terbuka
3. Korosi temperatur tinggi,yaitu korosi yang terjadi pada lingkungan bertemperatur diatas 500
o
C.

Eksperimen Laju Korosi 2014

7

8 Kesimpulan
Berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan,dapat disimpulkan bahwa:

1. Korosi merupakan perusakan logam akibat logam yang bereaksi dengan lingkungan dan
menghasilkan senyawa baru yang tidak diinginkan
2. Nilai laju korosi yang diperoleh dari pengujian bahan alluminium ini sebesar
.
3. Nilai laju korosi yang diproleh tidak dapat dibandingkan dengan tabel tingkat ketahanan korosi
karena dalam proses terjadinya,waktu merupakan sebagai pengaruh.
4. Korosi dapat dikendalikan dengan melakukan pelapisan dengan bahan
plastik,pengecatan,pelumuran dengan oli,pelapisan dengan bahan timah,pelapisan dengan
zink,ataupun plapisan dengan kromiun,dan pengorbanan anode.


9 Daftar Pustaka
Anonim: http:// wordpress.com/category/koros.html. Diakses pada 10 Mei 2014
Narrayan, Raj., 1983, An Introduction to Metallic Corrosion and its Prevention, Oxford & IBH,
New Delhi
Sidiq,M Fajar. 2013.Jurnal Analisa korosi dan pengendaliannya, Akademi Perikanan Baruna
Slawi
Widharto, S. 2001, Karat dan Pencegahannya, P.T. Pradya Paramita, Jakarta