Anda di halaman 1dari 17

ANGGARAN RUMAH TANGGA

ASPEK INDONESIA
13
BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Tata cara menjadi anggota
1. Permohonan untuk beraffiliasi dilakukan dengan mengisi formulir yang telah
ditetapkan diserahkan untuk disetu!ui De"an Pengurus Pusat atas
sepengetahuan Pimpinan #a!elis Nasional$
%. Permohonan beraffiliasi !uga harus menyerahkan salinan konstitusi atau
AD&A'( data keanggotaan dan keterangan yang dibutuhkan$
). Permohonan men!adi anggota&berafiliasi dapat ditolak apabila terdapat
alasan*alasan yang kuat se+ara organisastoris dan bertentangan dengan
AD&A'( ASPEK Indonesia.
Pasal 2
I!IP"IN KEANGGOTAAN
!tat#s $eanggotaan
1. Anggota&afiliasi dilarang merangkap sebagai anggota&afiliasi organisasi
federasi&asosiasi serikat peker!a lain$
%. Permintaan Serikat Peker!a Afiliasi untuk berhenti men!adi anggota afiliasi
disampaikan se+ara tertulis kepada DE,AN PEN-.'.S P.SA( dengan
pemberitahuan sekurang*kurangnya / 0enam1 bulan sebelumnya dan
diketahui oleh Pimpinan #A2E3IS NASIONA3.
Pasal %
!$orsing dan &em'er(entian $eanggotaan
1. Anggota&afiliasi dapat diskor atau diberhentikan sementara atau
diberhentikan karena melakukan perbuatan yang bertentangan atau
melanggar AD*A'( atau dengan senga!a tidak men!alankan ke"a!iban
sebagai anggota atau melanggar disiplin organisasi dan&atau men+emarkan
kehormatan dan nama baik organisasi.
%. Sebelum diberhentikan anggota yang bersangkutan diberi peringatan tertulis
sebanyak ) 0tiga1 kali oleh DE,AN PI#PINAN P.SA(. (enggang "aktu
dari pengeluaran peringatan tertulis pertama dan selan!utnya sekurang*
kurangnya 14 0empat belas1 hari$
14
). Apabila dalam "aktu 14 0empat belas1 hari setelah peringatan terakhir tidak
diperhatikan maka yang bersangkutan dapat diskorsing atau diberhentikan
sementara selama ) 0tiga1 bulan. Selama skorsing SP afiliasi yang
bersangkutan tidak dapat menikmati hak*haknya sebagai afiliasi.
4. 5ilamana dalam !angka "aktu pemberhentian sementara yang bersangkutan
tidak melakukan klarifikasi untuk kembali kepada organisasi maka status
keanggotaannya gugur dengan sendirinya$
6. Pengesahan pemberhentian dilakukan oleh #A2E3IS NASIONA3 pada
'apat #A2E3IS NASIONA3 dan Surat pemberhentian sebagai anggota
afiliasi diterbitkan oleh DE,AN PEN-.'.S P.SA(atas Keputusan
delegasi 'apat #A2E3IS NASIONA3.
/. Dalam hal ada pengurus pada SP afiliasi yang diberhentikan yang men!abat
suatu !abatan tertentu dalam DE,AN PEN-.'.S P.SA( dan !abatan
lainnya maka pengurus yang bersangkutan tersebut se+ara otomatis
berhenti dari !abatannya tersebut.
7. Anggota&afiliasi yang diberhentikan sementara dan &atau diberhentikan dapat
membela diri dengan menga!ukan permintaan penin!auan kembali atas
kepdelegasi tersebut kepada 'apat #a!elis Nasional dan &atau Konggres.
BAB II
Kongres
Pasal )
Ke*enangan Kongres
1. #enetapkan anggaran Dasar & Anggaran 'umah (angga.
%. #emilih Pimpinan #a!elis Nasional yang terdiri dari 8 Ketua ,akil*"akil
ketua dari unsur sektoral Sekretaris dan Internal Auditor$
). #emilih dan menetapkan Presiden De"an Pimpinan Pusat.
4. #enetapkan -aris 5esar 9aluan Organisasi dan 'ekomendasi program
strategis organisasi.
6. #eminta 3aporan pertanggung !a"aban dari DPP
Pasal +
1. Afiliasi DPP KP KP#SEK(O'A3 5adan khusus DP, "a!ib
menyerahkan
kepada panitia Konggres sekurang*kurangnya 6 0lima hari1
sebelum Kongres berlangsung 8
Nama*nama anggota delegasi : Obser;er
15
.sulan*usulan yang akan dibahas dalam kongres
%. Setiap Afiliasi ,a!ib menyerahkan kepada panitia Kongres sekurang*
kurangnya lima hari sebelum kongres berlangsung mengenai 8 Nama
per"akilan afiliasi yang duduk dalam #a!elis Nasional$
). Panitia Konggres "a!ib mengirimkan kepada afiliasi sekurang*kurangnya 7
hari sebelum kongres berlangsung yaitu 8
Agenda
Semua laporan kongres
.sulan dan daftar +alon yang diusulkan untuk berbagai !abatan
4. Setiap Afiliasi berhak mengirimkan delegasi dalam Kongres Nasional yang
dihitung berdasarkan iuran yang dibayarkan kepada ASPEK Indonesia
sebagaimana table diba"ah ini 8
2umlah anggota Delegasi
< 6== 1
6=1 * %=== %
%==1 * 6=== )
6==1 * 1=.=== 4

Diatas 1=.=== setiap kelipatan 6=== mendapat !atah 1 delegasi.

6. Afiliasi tidak dii>inkan mengirimkan delegasinya ke kongres sebelum
membayar semua ke"a!iban keuangan kepada organisasi termasuk iuran
untuk bulan pada "aktu kongres diadakan.
/. 5iaya untuk delegasi afiliasi selama kongres ditanggung oleh organisasi.
Semua
biaya yang ditimbulkan diluar kongres ditanggung sendiri.
7. ?ang mempunyai hak sebagai peserta delegasi dalam Kongres adalah 8
a. Per"akilan Afiliasi sesuai dengan kuota$
b. Satu per"akilan badan* badan khusus$
+. Pimpinan DPP mulai dari Presiden "akil Presiden Sek!end ,akil
Sek!end 5endahara dan para Ketua Departemen.
d. Satu per"akilan setiap DP,
e. 9anya delegasi dari unsur afiliasi yang mempunyai hak suara untuk
memilih pimpinan ma!elis Nasional dan presiden.
@. Kongres dianggap sah dan memenuhi kuorum !ika !umlah delegasi yang
hadir me"akili lebih dari setengah total afiliasi yang memenuhi syarat AD
A'($
A. 2ika kuorum tidak ter+apai setelah !angka "aktu )= menit setelah "aktu yang
ditetapkan untuk kongres yang ditunda tersebut para delegasi mempunyai
16
"e"enang untuk melan!utkan kongres tetapi mereka tidak ber"enang
mengubah AD A'( organisasi$
1=. Pelaksanaan kongres diatur oleh AD A'( dan tata tertib kongres akan
disahkan dalam kongres$
11. Keputusan kongres sedapat mungkin diperoleh melalui musya"arah mufakat
!ika diperlukan pemungutan suara maka keputusan kongres berdasarkan
suara terbanyak ke+uali dalam hal usulan amandemen konstitutsi harus
disetu!ui oleh dua pertiga !umlah total afiliasi$
1%. Salinan naskah berita a+ara berikut hasil keseluruhan Kongres yang telah
ditandatangani oleh Pimpinan Sidang untuk selan!utnya dibagikan oleh
Sekretaris 2enderal kepada seluruh afiliasi paling lambat 1 0satu1 bulan
setelah Kongres.
Pasal ,
Kon-erensi *ila.a(
1. Konferensi "ilayah merupakan musya"arah delegasi affiliasi di tingkat
"ilayah. syarat pembentukan kepengurusan "ilayah akan diatur dalam
pedoman organisasi$
%. Konferensi ,ilayah diselenggarakan empat tahun sekali.
Pasal /
$e*enangan
1. #enetapkan program ker!a ,ilayah$
%. #emilih pengurus De"an Pimpinan ,ilayah.
Pasal 0
Tata terti'
1. Peserta konferensi "ilayah terdiri dari pengurus affiliasi di tingkat "ilayah $
%. De"an Pimpinan "ilayah adalah penanggung !a"ab penyelenggaran
Konferensi "ilayah$
). Peserta delegasi Afiliasi adalah pemegang suara$
4. Peserta penin!au adalah undangan khusus dari DP, atau penin!au dari
afiliasi$
6. Peserta delegasi affiliasi pemegang suara mempunyai hak suara dan hak
bi+ara sedangkan penin!au hanya mempunyai hak bi+ara.
Pasal 1
Peserta $on-erensi *ila.a(
1. Peserta Konferensi ,ilayah adalah 8
a. Anggota DP, periode sebelumnya$
b. Para ketua& pengurus Afiliasi yang tidak mempunyai kepengurusan
tingkat DP,$
17
+. Delegasi Serikat Peker!a Afiliasi sesuai kuota !umlah anggota SP afiliasi
yang bersangkutan di"ilayah pro;insi tersebut memiliki hak suara sesuai
kuota !umlah anggota SP afiliasi yang bersangkutan sebagai berikut
dalam table 8
2umlah anggota Delegasi
<%== 1
%=1*6== %
6=1*1=== )
B1=== 4
Pasal 12
Kon-erensi *ila.a( l#ar 'iasa
1. Konferensi "ilayah luar biasa dapat diselenggarakan Apabila terdapat
keadaan yang dinilai dapat mengan+am keberlangsungan hidup organisasi$
%. Konferensi "ilayah luar biasa dapat diadakan berdasarkan permintaan lebih
dari %&) SP Afiliasi yang masih memiliki hak penuh$
). Ke"enangan konferensi "ilayah luar biasa sama dengan ke"enangan
konferensi "ilayah$
4. Ketentuan*ketentuan mengenai Konferensi "ilayah 3uar 5iasa ke+uali
ketentuan tentang ran+angan materi Konferensi "ilayah luar biasa yaitu
harus disampaikan kepada seluruh SP afiliasi selambat* lambatnya 0tu!uh1
hari sebelum Konferensi "ilayah 3uar 5iasa dilaksanakan.
BAB III
!TRUKTUR ORGANI!A!I
Pasal 11
Majelis Nasional
1. #asa !abatan #a!elis Nasional adalah empat tahun terhitung se!ak
pelantikan & serah terima !abatan dari pengurus demisioner$
18
%. 5ila ada unsur pimpinan #a!elis Nasional yang tidak terisi maka posisi
lo"ong tersebut dapat ditetapkan pada saat 'apat #a!elis Nasional.
Pasal 12
E3AN PIMPINAN PU!AT
1. Cormasi De"an Pimpinan Pusat sekurang*kurangnya terdiri dari Presiden
"akil presiden Sek!end "akil sek!end5endahara dan "akil bendahara$
%. ?ang dapat men!adi Presiden ASPEK Indonesia adalah anggota afiliasi yang
sedang& pernah men!abat kepengurusan dari salah satu affiliasi ASPEK
Indonesia pada saat terpilih. 2ika Presiden yang sedang men!abat kemudian
keluar dari afiliasinya maka penentuan akhir masa !abatan ditentukan oleh
'apat #a!elis Nasional.
). Selambat*lambatnya )= hari setelah kongres Presiden mengumumkan
nama D nama personalia de"an Pimpinan Pusat$
4. .ntuk pengurus di DPP diisi oleh seseorang yang mempunyai prestasi &
kapabilitas dibidangnya.
6. Sekretaris 2enderal ,akil Sekretaris 2enderal 5endahara ,akil
5endahara dan Ketua*ketua Departemen & 3embaga diba"ah DPP
merupakan pengurus penuh "aktu organisasi .
PA!A" 1%
TUGA! dan 3E3ENANG
1. (ugas "e"enang dan tanggung !a"ab DPP sebagai berikut 8
a. #elaksanakan kebi!akan nasional sesuai ketetapan oleh Kongres
Nasional $
b. 5ertindak untuk dan atas nama organisasi$
+. #enun!uk utusan yang akan me"akili organisasi pada badan*
badan nasional atau international dimana ASPEK Indonesia
berafiliasi atau badan*badan lainnya yang dianggap perlu untuk
kepentingan afiliasi$
d. #embentuk unit*unit organisansi yang diperlukan untuk tu!uan
tertentu atas persetu!uan #a!elis Nasional dan membuat aturan
ketentuan yang mengatur hal tersebut$
e. #enyusun ren+ana ker!a : anggaran setiap tahun$
19
f. #elaksanakan fungsi dan tugas lainnya yang diputuskan oleh
Kongres dan #a!elis Nasional.
%. De"an Pimpinan Pusat yang dipilih dalam kongres Nasional hanya posisi
Presiden sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan ASPEK
Indonesia.
). Seorang pengurus DPP yang tidak hadir tiga kali berturut*turut dalam rapat
DPP akan didiskualifikasi dari !abatannya ke+uali !ika ia dapat memberikan
pen!elasan yang dapat diterima dan mendapat pertimbangan #a!elis
Nasional$
4. DPP mengadakan rapat sekurang*kurangnya sekali dalam sebulan dan
dianggap kourum !ika dihadiri oleh setengah dari !umlah anggotanya 5erita
a+ara dari rapat DPP tersebut akan disahkan dalam rapat berikutnya$
6. 'apat DPP diadakan oleh Sek!en setelah berkonsultasi dengan Presiden.
Pemberitahuan mengenai rapat beserta agenda tanggal dan tempatnya.
Permintaan untuk mengadakan rapat oleh para anggota DPP lainnya
dilakukan se+ara tertulis dan di tu!ukan kepada Sekretaris 2enderal$
/. Dalam mendukung kegiatan organisasi DPP ber"enang untuk merekrut
tenaga administrasi dan operasional.
7. DPP bertanggung !a"ab kepada Kongres.
Pasal 1)
KEPENGURU!AN !EKTORA"
1. Kepengurusan Sektoral adalah badan pembantu De"an Pimpinan Pusat$
%. Kepengursan Sektoral ASPEK Indonesia dibentuk untuk mengkoordinir
affilaisi yang mempunyai kesamaan sektor$
). kepengurusan sektor sekurang*kurangnya terdiri dari Ketua .mum
Sekretaris .mum 5endahara$
4. ?ang dapat men!adi ketua pengurus sektoral adalah anggota afiliasi yang
sedang & pernah men!adi pengurus inti dari affiliasi ASPEK Indonesia$
6. atas persetu!uan De"an Pimpinan Pusat pengurus se+toral dapat
menga!ukan pengangkatan staf full timer yang dianggap layak.
Pasal 1+
TUGA! AN 3E3ENANG
1. #elaksanakan hasil*hasil Konggres hasil*hasil 'apat #a!elis Nasional dan
Keputusan DPP$
%. #elaksanakan dan mengembangkan kebi!akan DPP tentang berbagai
permasalahan sektoral$
). #e"akili DPP menyelesaikan persoalan intern di "ilayah koordinasinya
tanpa harus meninggalkan koordinasi dengan De"an Pimpinan Pusat$
4. #enghadiri pelantikan kepengurusan di tingkat affiliasi$
6. #elaksanakan sidang pleno per enam bulan sekali$
/. #eminta laporan affiliasi*affiliasi dalam "ilayah koordinasinya$
7. #embantu DPP menyiapkan materi Konggres dan 'apat #a!elis Nasional.
20
BAB I4
E3AN PIMPINAN 3I"A5AH
Pasal 1,
1. De"an Pimpinan ,ilayah merupakan suatu kesatuan organisasi yang
dibentuk di tingkat pro;insi& "ilayah yang terdapat anggota ASPEK
Indonesia$
%. #asa !abatan De"an Pimpinan ,ilayah adalah 4 tahun maksimum %
periode$
). Cormasi kepengurusan DP, sekurang*kurangnya terdiri dari 8 Ketua
.mum Sekretaris 5endahara$
4. atas persetu!uan DPP pengurus DP, dapat menga!ukan pengangkatan staf
full timer yang dianggap layak.
Pasal 1/
TUGA! AN 3E3ENANG
1. De"an Pimpinan ,ilayah bertugas untuk melaksanakan hasil*hasil
Konferensi ,ilayah serta melaksanakan instruksi De"an Pimpinan Pusat$
%. #enyiapkan materi Konferensi ,ilayah$
). #enyampaikan laporan pertanggung !a"aban ke anggota melalui Konferensi
,ilayah$
4. #elaporkan kegiatan kondisi anggota afiliasi dan kondisi keuangan kepada
DPP$
6. #elakukan pembinaan terhadap anggota di"ilayahnya.
/. DP, dalam kondisi tertentu dapat membentuk dan membekukan
kepengurusan
DPE atas persetu!uan #a!elis Nasional.
Pasal 10
PENIRIAN P3
1. Pendirian De"an pimpinan ,ilayah di sebuah Pro;insi& "ilayah merupakan hasil
keputusan Konggres atau 'apat #a!elis Nasional$
%. .ntuk menga!ukan pembentukan DP, kepengurusan Afiliasi yang ada di satu
pro;insi& "ilayah dapat menga!ukan kepada #a!elis Nasional dengan syarat
8
a. (elah ter;erifikasi minimal )== anggota$
21
b. Dia!ukan oleh minimal % 0 dua 1 kepengurusan affiliasi di satu
pro;insi&"ilayah.
PA!A" 11
e*an Pim&inan 6a'ang
1. Kepengurusan DPE dipilih dan diberhentikan se+ara demokratis oleh DP,$
%. DPE bertugas me!alankan tugas D tugas yang diberikan oleh DP,$
BAB 4
BAAN7BAAN KHU!U!
Pasal 22
!TATU!
1. 5adan Khusus adalah perangkat organisasi yang
berfungsi membantu DPP melaksanakan kebi!akan organisasi khususnya
yang berkaitan dengan kepentingan peker!a dan merupakan basis anggota
serta sumber kader organisasi di berbagai segmen dan&atau lapisan peker!a$
%. 5adan Khusus dapat di bentuk oleh #a!elis
Nasional atas usulan DPP berdasarkan kepentingan per!uangan organisasi
yang berkaitan dengan bidang ketenagaker!aan so+ial budaya pendidikan
hukum dan kemanusiaan yang pelaksanaan dan pen+apaiannya
memerlukan garis instruksi dan atau konsolidasi dan atau koordinasi se+ara
mudah +epat efektif dan efisien$
). 5adan khusus adalah badan yang dibentuk ditingkat pusat dan bertanggung
!a"ab diba"ah DPP
Pasal 21
MU!5A3ARAH BAAN KHU!U!
1. Susunan organisasi dan kepengurusan 5adan Khusus diatur di dalam
pedoman Organisasi masing*masing lembaga$
%. #usya"arah 5adan Khsusus dilakukan setelah Konggres dan selambat*
lambatnya /= hari setelah Konggres$
). 5adan Khusus berke"a!iban menyesuaikan asas tu!uan dan usahanya
dengan Aspek Indonesia$
4. Keputusan permusya"aratan tertinggi 5adan Khusus yang menyangkut
AD&A'( harus mendapat persetu!uan DE,AN PI#PINAN P.SA( baik
se+ara keseluruhan maupun dengan perubahan$
6. Keputusan permusya"aratan tertinggi 5adan Khsusus tidak menyangkut
Konstitusi harus dilaporkan kepada DE,AN PI#PINAN P.SA(. DE,AN
Pimpinan P.SA( berhak mengadakan perubahan !ika terdapat hal*hal yang
bertentangan dan&atau tidak sesuai dengan garis kebi!akan organisasi.
22
BAB 4I
RAPAT7 RAPAT PENGAMBI"AN KEPUTU!AN
Pasal 22
RAPAT MA8E"I! NA!IONA"
1. 'apat #a!elis Nasional dilaksanakan oleh #a!elis Nasional minimal 1 tahun
sekali yang dibantu se+ara teknis oleh De"an Pimpinan Pusat$
%. 'apat ini adalah forum e;aluasi dan Konsultasi De"an Pimpinan Pusat
kepada #a!elis Nasional dalam rangka mengembangkan keterpaduan dan
koordinasi kiner!a De"an Pimpinan Pusat$
). 'apat #a!elis Nasional dinyatakan kuorum apabila dihadiri oleh lebih
setengah anggota #a!elis Nasional$
4. .ndangan rapat dibuat oleh Pimpinan ma!elis Nasional dikirimkan oleh DPP
kepada anggota #a!elis Nasional tu!uh hari sebelum rapat dilaksanakan$
6. 'apat ma!elis Nasional dapat menhadirkan DPP dan perangkat organisasi
lainnya bila diperlukan$
/. Setiap keputusan #a!elis Nasional dinyatakan sah apabila disetu!ui oleh
dua pertiga peserta rapat.
7. Ke"enangan 'apat #a!elis Nasional
a. #enilai dan menetapkan efekti;itas dan efisiensi dan ruang lingkup
kebi!akan organisasi dan membuat rekomendasi untuk dipertimbangkan
oleh De"an Pimpinan Pusat mengenai pengembangan dan pen+apaian
tu!uan organisasi$
b. #engesahkan pedoman Organisasi dan afiliasi baru untuk menghadapi
keadaan khusus suatu kasus dengan ke"a!iban memberikan laporan
kepada kongres berikutnya$
+. #elakukan fungsi +ontrol terhadap De"an Pimpinan Pusat terkait
pelaksanaan hasil *hasil Konggres$
d. #enga"asi !alannya pelaksanaan AD&A'( memutuskan suatu masalah
yang ketentuannya tidak diatur dalam AD&A'( itu sendiri. Keputusan ini
setelah diberitahukan kepada semua afiliasi bersifat mengikat. Adapun
pembatalannya dilakukan dalam Kongres berikutnya$
e. 5ersama* sama DPP #emberhentikan anggotanya serta mengeluarkan
afiliasi yang dianggap merugikan atau berusaha merugikan atau
melakukan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan organisasi.
f. #elindungi dana organisasi dari tindakan berlebihan atau
penyalahgunaan. #a!elis Nasional diberi kuasa pula untuk
menginstruksikan kepada Sekretaris 2endral atau pengurus lainnya
23
menuntut anggota pega"ai atau serikat peker!a afiliasi karena
penyalahgunaan atau penahanan uang atau harta milik organisasi.
g. #emutuskan hal*hal yang berkaitan dengan afiliasi.
h. #elaksanakan fungsi dan tugas lainnya yang diputuskan oleh Kongres.
i. Setiap masalah dalam rapat #a!elis Nasional diputuskan berdasarkan
suara untuk mufakat$
!. #a!elis Nasional berhak mempertimbangkan permohonan permohonan
dispensasi serikat peker!a afiliasi yang mengalami kesulitan dalam
pembayaran iuran organisasi$
k. #a!elis Nasional dapat mempertimbangkan seorang pengurus untuk
tetap memangku !abatannya kendati yang bersangkutan tidak lagi
men!adi pengurus di serikat peker!a afiliasinya$
l. 5erita A+ara dan hasil rapat #a!elis Nasional setelah ditandatangani
oleh Pimpinan Sidang #a!elis Nasional untuk selan!utnya oleh Sek!en
DPP dikirimkan kepada seluruh afiliasi paling lambat 1 0satu1 bulan
setelah pelaksanaan rapat #a!elis Nasional.
Pasal 2%
RAPAT PIMPINAN NA!IONA"
'apat Pimpinan Nasional dapat diadakan 5ila ter!adi sesuatu peristi"a atau
masalah penting yang akan berpengaruh terhadap keberlangsungan organisasi
namun karena kondisi tertentu tidak memungkinkan untuk mengundang seluruh
afiliasi
1. 'apat ini hanya dihadiri oleh Pimpinan #a!elis Nasional : Pimpinan DPP$
%. .ndangan rapat dikirimkan oleh DPP kepada peserta rapat pimpinan
Nasional tu!uh hari sebelum rapat dilaksanakan$
). Setiap keputusan 'apat Pimpinan Nasional dinyatakan sah apabila disetu!ui
oleh dua pertiga peserta rapat.
BAB 4II
RAPAT 9 RAPAT TINGKAT PU!AT
Pasal 2)
Ra&at e*an Pim&inan P#sat
1. 'apat ker!a De"an Pimpinan Pusat minimal dilakukan 1 tahun sekali untuk
membuat ren+ana ker!a 1 tahun dan menge;aluasi program ker!a tahun
sebelumnya.
%. 'apat bulanan De"an Pimpinan Pusat dilaksanakan minimal 1 bulan sekali
untuk e;aluasi dan koordinasi program ker!a bulanan$
24
Pasal 2+
Ra&at $erja *ila.a(
1. 'apat ker!a De"an Pimpinan ,ilayah minimal dilakukan 1 tahun sekali
untuk membuat ren+ana ker!a 1 tahun dan menge;aluasi program ker!a
tahun sebelumnya.
%. 'apat bulanan De"an Pimpinan ,ilayah dilaksanakan minimal 1 bulan
sekali untuk e;aluasi dan koordinasi program ker!a bulanan$
Pasal 2,
Ra&at Pim&inan *ila.a(
1. 'apat Pimpinan ,ilayah dapat diadakan 5ila ter!adi sesuatu peristi"a atau
masalah penting yang akan berpengaruh terhadap keberlangsungan
organisasi di tingkat "ilayah namun karena kondisi tertentu tidak
memungkinkan untuk mengundang seluruh afiliasi$
%. 'apat ini dihadiri oleh pimpinan Afiliasi tingkat "ilayah dan DP,$
). .ndangan rapat dikirimkan oleh DPP kepada peserta rapat pimpinan
,ilayah tu!uh hari sebelum rapat dilaksanakan$
4. Setiap keputusan 'apat Pimpinan ,ilayah dinyatakan sah apabila disetu!ui
oleh dua pertiga peserta rapat.
BAB 4II
RANGKAP 8ABATAN : "O3ONGAN ANTAR 3AKTU
Pasal 2/
1. (idak diperbolehkan bagi pengurus ASPEK Indonesia men!abat dua !abatan
di le;el ASPEK Indonesia.
%. 3o"ongan antar "aktu personalia pengurus organisasi ter!adi karena 8
a. #eninggal dunia$
b. #engundurkan diri$
+. Diberhentikan.
25
). Pemberhentian sementara personalia pengurus organisasi hanya dapat
dilakukan melalui 'apat #a!elis Nasional berdasarkan alasan*alasan yang
kuat se+ara organisastoris dan tidak bertentangan dengan Konstitusi
pdelegasi forum*forum permusya"aratan organisasi dan peraturan
organisasi$
4. Pemberhentian se+ara tetap atau permanent personalia pengurus organisasi
yang dipilih se+ara langsung dalam forum permusya"aratan tertinggi
organisasi hanya dapat dilakukan melalui forum permusya"aratan tertinggi
luar biasa sesuai tingkatannya$
6. #ekanisme dan tata +ara mengenai pemberhentian personalia pengurus
organisasi akan diatur lebih lan!ut dalam peraturan organisasi.
Pasal 20
1. Pengisisan lo"ongan antar "aktu personalia pengurus organisasi dilakukan
oleh 'apat #a!elis Nasional$
%. Pengisisan lo"ongan antar "aktu personalia pengurus organisasi yang
dipilih se+ara langsung dalam forum permusya"aratan tertinggiorganisasi
hanya dapat dilakukan melalui forum permusya"aratan tertinggi luar biasa
atau forum permusya"aratan tertinggi khusus sesuai tingkatannya$
). Sebelum ada kepdelegasi pengisian lo"ongan antar "aktu maka #a!elis
Nasional dapat mengisi lo"ongan tersebut dengan menun!uk pe!abat
sementara yang disahkan melalui surat kepdelegasi organisasi pada
tingkatan masing*masing melalui 'apat Pleno.
BAB 4III
ANA AN "APORAN KEUANGAN
Pasal 21
1. Dana organisasi bersumber dari 8
.ang pendaftaran Afiliasi.
Iuran rutin afiliasi.
Pungutan khusus.
5antuan dari organisasi lain yang tidak mengikat.
Pendapatan dari kegiatan pengumpulan dana yang disetu!ui dan
sah.
Pendapatan dari hasil kegiatan unit usaha
%. Dana organisasi hanya dapat dikeluarkan sesuai dengan ren+ana ker!a dan
anggaran sebagai berikut 8
26
a. Pembayaran ga!i tun!angan dan biaya untuk pada
pengurus dan pega"ai organisasi
b. Pembayaran biaya dan pengeluaran administrasi
organisasi termasuk audit pembukuan
+. Pembayaran biaya Ad;okasi$
d. Pembayaran iuran afiliasi kepada8
1. Konfederasi Nasional
%. Cederasi Internasional
e. Pelaksanaan kegiatan sosial olahraga pendidikan
dan amal untuk para anggota.
). 2enis*!enis laporan keuangan berupa nera+a keuangan dan laporan
pendapatan dan pengeluaran. #ekanisme konsolidasi keuangan dilakukan
oleh 5endahara$
4. Setiap organ DPP harus menyusun laporan keuangan se+ara terpisah dan
dikonsolidasikan oleh 5endahara DPP$
6. Setiap laporan keuangan yang telah diperiksa harus dipublikasikan dan
dituangkan sedetailnya agar seluruh afiliasi mengerti !elas.
BAB 4III
ATRIBUT ORGANI!A!I
Pasal %2
Bendera
ASPEK Indonesia mempunyai 5endera ber"arna putih sebagai dasar dengan
lambang organisasi ditengah* tengahnya.
Pasal %1
"am'ang
3ambang orgnisasi terdiri atas tulisan ASPEK dengan huruf garamond "arna hi!au
tua dan tulisan Indonesia dengan huruf mistral "arna merah tua. 3ambang
ASPEK INDONESIA sebagai identitas diri organisasi yang berfungsi sebagai
sarana per!uangan aspirasi peker!a Indonesia yang memiliki kehendak
men+iptakan tatanan kehidupan peker!a yang adil dan se!ahtera.
Pasal %2
Ma$na lam'ang
1. Arti gambar adalah sebagai berikut 8
a. (ulisan ASPEK singkatan dari Asosiasi Serikat Peker!a bermakna
federasi&sarana bersatu dan persatuan dari berbagai Serikat Peker!a
yang merupakan basis per!uangan organisasi dalam usahanya untuk
men+apai tu!uan organisasi$
b. (ulisan Indonesia bermakana nilai nasionalisme dan persatuan yang
memuat 7 0tu!uh1 nilai yaitu kemerdekaan keadilan kebenaran
kerakyatan persamaan persaudaraan dan profesionalisme.
27
%. Arti "arna adalah sebagai berikut 8
a. Putih bermakna kesu+ian ketulusan dan kebenaran yang men!adi etos
per!uangan organisasi$
b. 9i!au bermakna kemakmuran lahir dan batin bagi seluruh peker!a
Indonesia yang men!adi tu!uan per!uangan$
+. #erah bermakna keberanian Peker!a yang men!adi nuansa
pembaharuan dan berpi!ak pada kebaikan dan kepentingan peker!a.
Pasal %%
Pengg#naan lam'ang
1. 3ambang organisasi digunakan pada atribut D atribut organisasi yang
ketentuan penggunaannya akan diatur lebih lan!ut dalam peraturan
organisasi$
%. Setiap afiliasi "a!ib men+antumkan lambang organisasi didalam kartu
anggota yang akan diatur lebih lan!ut dalam peraturan organisasi
Pasal %)
"ag#
ASPEK INDONESIA mempunyai lagu berupa hymne aspek Indonesia dan #ars
ASPEK Indonesia 0 terlampir 1
BAB I;
KETENTUAN PENUTUP
Pasal %+
1. 9al*hal yang belum diatur dalam konstitusi ini akan diatur lebih lan!ut di
dalam pedoman organisasi$
%. AD&A'( ini mulai berlaku se!ak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di 8 2akarta
(anggal 8 %A D No;ember* %==A
28