Anda di halaman 1dari 4

Factor yang

dapat di
ubah
Factor yang
tidak dapat di
ubah
Merokok, hipertensi,
hiperlipidemia, obesitas,
DM, lipoprotein (a), CRP,
aktivitas fisik
Foam sel menebal berbentuk
keputihan pada fase fibrous fague
Arteri mengeras dan menyempit
membentuk ateroma dan nekrosis
(atherosclerosis) pada fase
complicated lesion
Terbentuk lesi awal berbercak kuning
(foam sel)
Pase Faty streak
Ras, keturunan,
usia, riwayat
keluarga, jenis
kelamin
Darah masuk ke ateroma dan
ateroma semakin menyempit
Ateroma membentuk endapan
kalsium dan pecah





























Terjadi bekuan darah atau thrombus
dan terlepas terbawa darah ke
jantung
STEMI
Unstabil
Angina
Nyeri dada, mual sampai dengan
muntah, berkeringat dingin dan sesak
nafas
Aliran oksigen ke jantung berkurang otot
jantung mengalami iskemik
Penyumbatan arteri coroner jantung
Nitroglisein,me
roprolor,
heparin, aspirin
Heparin
60U/kg,
isorbida
dinitrat 1-
4mg/jam,
metoprolol 50-
200mg/12jam,
nipedipin 10-
20mg/8jam,
aspirin
160mg/8jam
NSTEMI
HASIL
RO:PULMO
TENANG
EKG : DEPRESI
SEGMEN ST
RO : PULMO TENANG TIDAK
ADA PEMBESARAN
EKG : ST DEPRESI
Peningkatan enzim CK-MB
DAN TROPONIN
RO : PULMO
TENANG DAN
TIDAK ADA
PEMBESARAN
EKG : ST Elevasi
Isorbidat
dinitrat ,
nitrogliserin,
verapamil,
metroprolol,he
parin,aspirin





























Nyeri akut
Resiko nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh
Pola nafas
tidak efektif
Penurunan curah
jantung
Oxygen therapy
(3320)
1. Monitor tanda-tanda
dispnea pada klien
2. Siapkan alat
oksigenasi untuk klien
dan posisikan klien
semifowler
3. Anjurkan klien untuk
menggunakan alat
bantu nafas yang
diberikan
4. Kolaborasi dengan
dokter untuk
pemberian terapi
oksigen

Cardiac Care (4040)
1. Monitor keadaan
status kardiovaskuler
klien
2. Evaluasi dan
dokumentasikan
adanya nyeri dada
yang dirasakan klien
3. Anjurkan keluarga
dan klien agar klien
tidak banyak
berbicara
4. Kolaborasi dengan
dokter dalam
pemberian obat-
obatan
Cardiac Care
1. Vital sign monitoring
2. Evaluasi adanya nyeri
dada
3. Monitor status
pernafasan yang
menandakan gagal
jantung
4. Monitor abdomen
sebagai indicator
penurunan perfusi
5. Monitor adanya
perubahan tekanan
darahmonitor adanya
dyspneu
6. Catat respon terhadap
aktivitas dan
peningkatan istirahat
dengan tepat
7. Ajarkan keluarga dan
lingkungan untuk
tidak sering mengajak
klien bicara atau
beraktifitas lebih
8. Kolaborasi
pemberikan oksigen
tambahan sesuai
indikasi, cairan masuk
IV/heparin sesuia
indikasi,dan pantau
data laboratorium,
enzim jantung, GDA,
elektrolit

Pain management
1. Kaji nyeri secara
komprehensif
termasuk lokasi ,
karakteristik, durasi,
frekuensi, kwalitas
dan factor presifitasi
2. Control lingkungan
yang dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan
pencahayaan dan
kebisingsan
3. Evaluasi
pengalaman nyeri
di masa lalu
4. Ajarkan teknik non
farmakologi untuk
mengurangi nyeri
5. Kolaborasikan
dalam pemberian
analgesic


Nutrisi management
1. Kaji adanya alergi
makanan
2. Kaji kemampuan pasien
untuk mendapatkan
nutrisi yang di butuhkan
3. Monitor jumlah nutrisi
dan kandungan kalori
4. Berikan informasi
tentang kebutuhan
nutrisi
5. Kolaborasi engan ahli gizi
untuk menentukan diet
dan jumlah nutrisi yang
masuk

Nutrition monitoring

1. BB pasien dalam batas
normal
2. Monitor adanya
penurunan berat badan
3. Monitor mual dan muntah
4. Monitor turgor kulit
5. Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik
papilla lidah dan cavitas
oral