Anda di halaman 1dari 4

15 Oktober 2011

resiko pencemaran laut akibat negatif lalu


lintas pelayaran di Semarang
Posisi wilayah Indonesia berada pada posisi letak geografis yang unik. Di samping letak
Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa, uga bentuk geografis Indonesia menurut
kenyataannya adalah negara kepulauan !archipelagic state" yang berada pada posisi silang
dunia, di antara dua benua yaitu benua #sia $ #ustralia dan di antara dua samudera yaitu
%amudera &india $ Pasifik.Demikian pula dengan perbandingan wilayah laut yang lebih luas
daripada wilayah daratannya. 'aut Indonesia yang (ukup luas tersebut menadi dasar kuat
Indonesia disebut sebagai )egara maritim, )egara yang memiliki wilayah laut luas berarti
uga memiliki tanggung awab yang besar pula untuk melindungi wilayah lautnya.
Pada lingkungan laut terdapat sumber kekayaan alam, baik kekayaan alam hayati maupun
non*hayati, sebagai sarana penghubung, media rekreasi, dan lain sebagainya. Oleh karena itu
sangat penting untuk melindungi lingkungan laut dari an(aman pen(emaran, seperti an(aman
pen(emaran yang bersumber dari kapal. &al ini dilakukan agar lingkungan laut dapat
dinikmati se(ara berkelanutan,baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan
datang. Dengan demikian, terdapat ketergantungan pada sumber kekayaan alam di laut dalam
umlah dan kualitas yang memenuhi syarat dan tersedia se(ara berkelanutan. !%uhaidi, 200+"
,ota %emarang sebagai salah satu dari 1- kabupaten.kota di /awa 0engah yang berbatasan
langsung dengan laut, dengan panang garis pantai menurut dinas Perikanan dan ,elautan
sepanang 21 ,m. dalam peren(anaan penataan pantai ,ota %emarang dapat dibagi
berdasarkan perwilayahan yaitu wilayah barat sebagai kawasan pengembangan yang lebih
berorientasi pada sektor primer, terutama usaha pertanian, wisata bahari dan areal
pertambakan. 1ilayah tengah sebagai kawasan pengembangan fungsi perkotaan. sektor
sekunder dan tersier terutama pelabuhan, industri, pemukiman dan fasilitasnya, pariwisata
dan konser2asi. %edangkan wilayah timur sebagai kawasan pengembangan lebih berorientasi
sektor primer dan sekunder seperti usaha budidaya perikanan tambak, tempat pelelangan ikan
!0PI", kawasan industri serta kawasan konser2asi. !'aporan #khir Dinas ,elautan dan
Perikanaan ,ota %emarang, 2010 3 1*1"
Pemanfaatan lahan pesisir ,ota %emarang tahun 2004 berdasarkan peruntukannya, diketahui
sebagian besar digunakan untuk areal pertambakan seluas 1.52+,51 ha, lahan pertanian 6-0
ha, Pelabuhan 0anung 7mas seluas 16- ha, kawasan wisata bahari seluas 55,12 ha, kawasan
industry seluas 645,64 ha, dan pemukiman penduduk seluas 45+,86 ha. Dengan demikian
diketahui +09 wilayah pantai ,ota %emarang dipergunakan untuk berbagai kepentingan
)egara terutama untuk Pelabuhan 0anung 7mas dan kawasan :andara #. ;ani sebagai
bagian dari keselamatan operasional penerbangan !,,OP" yaitu wilayah Pantai <aron.
%edangkan bagian lain dikelola pihak swasta seperti, kawasan industri, pemukiman dan
kawasan wisata Pantai <arina yang dikelola oleh swasta. %ebesar 609 lainnya wilayah
pesisir merupakan wilayah publik, yaitu Pantai <angunharo dan 0ugureo di ,e(amatan
0ugu !kompas, 10 mei 2010". :erbagai akti2itas diwilayah pesisir tersebut telah membawa
berbagai dampak bagi kelesterian sumber daya perikanan dan lingkungan kawasan pesisir
,ota %emarang. !'aporan #khir Dinas ,elautan dan Perikanaan ,ota %emarang, 2010 3 1*1"
%emarang uga memiliki satu pelabuhan besar yang (ukup sentral dipulau /awa selain
0anung Priok /akarta dan 0anung Perak %urabaya. Pelabuhan 0anung 7mas %emarang
sebagai pelabuhan utama di /awa 0engah mempunyai peran yang penting bagi perkembangan
wilayah /awa 0engah sehingga tuntutan akan asa pelabuhan semakin meningkat. permintaan
akan asa pelabuhan mendorong akti2itas di pelabuhan semakin tinggi.
'au lalu lintas pelayaran di ,ota %emarang yang keluar masuk melalui Pelabuhan 0anung
7mas %emarang terdapat peningkatan dalam 2 !dua" tahun terakhir, hal tersebut dapat dilihat
dalam table dibawah ini.
0abel 1.1.1 lalu lintas pelayaran dipelabuhan tanung emas %emarang tahun 2004 dan 2010
Keterangan satuan
Realisasi
2009 2010
ARUS KAPAL
Unit !"2# !$#1
%& 1$!'1!000 19!'$1!2#"
ARUS
(ARA)%
&on '!#!02 '!*9"!0'2
+
'
92!*91 9'2!#09
&on,liter 1!9'#!"00 2!2*$!9*"
ARUS
P-&.K-+AS
(o/ 2" '"1
&eus 29 '#$
&on 0 0
ARUS P-)U+PA)%
Luar negeri orang #!$$1 $!'*1
1alam negeri orang '$*!0" 2!29
ARUS 2-3A)
1alam negeri -kor 0 0
Luar negeri -kor 0 0
!http3..www.pp5.(o.id.(abang.Peralatan.php, diunduh pada tanggal 11 april 2011, pukul
22.00"
%esuai dengan amanat =ndang*=ndang Dasar !==D" 1465 pasal 55 ayat !5" yang berbunyi 3
>bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh )egara dan
dipergunakaan untuk sebesar*besarnya kemakmuran rakyat?
Pada mulanya orang berfikir bahwa dengan melihat luasnya lautan, maka semua hasil
buangan sampah dan sisa*sisa industri yang berasal dari aktifitas manusia di daratan
seluruhnya dapat di tampung oleh lautan tanpa membuat suatu akibat yang membahayakan.
:ahan pen(emar yang masuk ke dalam lautan akan dien(erkan dan kekuatan men(emarnya
se(ara perlahan*lahan akan diperlemah sehingga membuat mereka menadi tidak berbahaya.
Dengan makin (epatnya pertumbuhan penduduk dunia dan makin meningkatnya lingkungan
industri mengakibatkan makin banyak bahan*bahan yang bersifat ra(un yang dibuang ke laut
dalam umlah yang sulit untuk dapat dikontrol se(ara tepat. Pen(emaran laut merupakan
suatu an(aman yang benar*benar harus ditangani se(ara sungguh*sungguh. :anyak keadian
dilautan yang menyebabkan ter(e(ernya bahan*bahan yang bersifat ra(un dalam umlah yang
sangat besar.
Pada awalnya pengaturan tentang perlindungan terhadap pen(emaran lingkungan laut yang
bersumber dari kapal disebabkan oleh adanya pertentangan antara negara*negara pantai di
satu pihak yang menginginkan terlindungi wilayah perairannya. %edangkan di pihak lainnya
yaitu negara*negara pengguna kelautan !significant naval", seperti untuk komersil, dan
negara*negara maritim yang merasa teran(am hak tradisionalnya.!%uhaidi, 2005 3 2"
,emauan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan, khususnya industri perkapalan dewasa
ini, seiring dengan peningkatan kebutuhan dari masyarakat internasional mengakibatkan
Pemanfaatan laut di bidang pelayaran akan semakin meningkatkan, semakin meningkat pula
potensi pen(emaran pada lingkungan laut negara pantai.!%uhaidi, 2005 3 2"
Pen(emaran yang bersumber dari kapal umumnya berupa pembuangan rutin yang dilakukan
kapal berupa minyak, uga dapat berasal dari pembersihan kapal tanker dan kebo(oran kapal
pada waktu melakukan pelayaran. Pen(emaran dapat pula teradi sebagai akibat ke(elakaan
kapal, sehingga kapal tersebut pe(ah, kandas ataupun teradinya tabrakan.!%uhaidi, 2005 3 5"
Pen(emaran atau polusi laut teradi ika terdapat limba atau bahan pen(emar yang masuk
kedalam perairan !laut" sehingga menyebabkan teradi pen(emaran dilaut, mengotori fasilitas
pelabuhan, dan menbahayakan kehidupan biota laut. &al tersebut bisa disebabkan oleh
kesalahan . kelalaian dari lalu lintas pelayaran, seperti menimbulkan teradinya tumpahan
atau genangan minyak . bahan kimia lain yang berasal dari barang muatan, bahan bakar,
minyak pelumas atau bahan adiktif.!%ugiyanto, 2004 3 102"
<asalah pen(emaran atau polusi laut akibat dampak negatif pelayaran oleh tumpanhya
minyak dari kapal*kapal tanker raksasa, selalu membayangi lautan baik yang menadi alur
pelayaran maupun tidak. #palagi mengingat keadaan geografis negara kita yang sebagian
besar terdiri atas lautan dan posisi nusantara sebagai daerah lalu lintas kapal tanker antar
benua, sehingga hal tersebut akan selalu menadi resiko pen(emaran laut !sea pollution risk".
!,antaatmada, 1482 3 1"
<asalah penting lainnya yang timbul seak tahun $ tahun 14+0*an adalah masalah pengotoran
laut karena minyak atau karena bahan*bahan berbahaya lainnya, misalnya bahan*bahan to@i(,
radio aktif, dan lain*lain. <asalah ini mulai lebih terasa seak semangkin banyak dibuatnya
kapal*kapal yang digerakan oleh tenaga nuklir atau kapal*kapal yang membawa bahan*bahan
atau senata*senata nuklir.!Dalal, 14-4 3 55"
Aisiko pen(emaran laut (Sea pollution risk) ini bisa teradi dimana*mana tanpa memandang
lokasi, selama tempat tersebut masih menadi alur lintas dari kapal*kapal laut. <aka
kemungkinan risiko pen(emaran laut !sea pollution risk" bisa teradi, termaksud di Indonesia
yang pada dasarnya sebuah )egara kepulauan begitu pula dengan daerah*daerah pesisir yang
memiliki pelabuhan besar.
%emarang sebagai pintu masuk perdagangan melalui laut bagi /awa 0engah harusnya sudah
lebih peka atau siap menerima resiko dari dampak negatif lalu lintas pelayaran, apalagi
melihat Indonesia saat ini sudah masuk dalam Asean Free Trade Area !#B0#" serta Asean
China Free Trade Area !#CB0#". Dimana pintu perdagangan bebas telah dibuka maka
pelayaran yang merupakan alat tranportasi utama dalam melakukan pengiriman barang lintas
)egara pasti akan mengalami peningkatan begitupula dengan dampak negatif lalulintas
pelayaran akan semakin besar peluang teradinya seperti, tumpahnya muatan kapal atau
bahan bakar kapal yang berbahaya bagi lautan, ke(elakaan kapal yang menyebabkan
karamnya kapal uga bisa merusak lautan, pen(emaran laut karena buangan ballast kotor
yang ter(ampur dengan residu . oil sludge sering diumpai di Perairan Indonesia, sementara
dampak negatif lalulintas pelayaran yang semakin marak teradi sebagai buah dari
perdagangan bebas yang telah dilakukan pemerintah pusat akan meneror lingkungan hidup
%emarang khususnya 'aut %emarang. maka pemerintah ,ota %emarang dalam hal ini
diwakilkan kepada badan lingkungan hidup !:'&" ,ota %emarang harus melindungi atau
memberikan perlindungan terhadap 'aut %emarang.