Anda di halaman 1dari 6

Ceramah Ramadhan Ke-28:

Zakat dan Pajak Sahabat Cerpi pada kesempatan kali ini CeramahPidato.Com akan
berbagi artikel mengenai Ceramah Puasa 201 atau Ceramah Ramadhan 1!" #$ %uduln&a
adalah 'akat (an Pa%ak$ simaklah.
)stilah &ang merupaka nama dari salah satu bentuk ibadah dalam )slam$ berasal dari huru*++ dan
&ang berarti pen&i,ian atau pembersihan dan pertumbuhan. Pertumbuhan disini$ menurut -l-
Raghib al--s*ahani& dimaksudkan bah.a /akat itu menumbuhkan ekonomi umat karena adan&a
berkat -llah. Se,ara termonilogi /akat adalah meng eluarkan se%umlah tertentu dari harta &ang
hukumn&a .a%ib untuk diserah kepada se%umlah pihak tertentu &ang disebut mustahik sesuai
dengan ketentuan S&ariat &ang diatur dalam al0uran dan Sunnah.
Kata /akat dan segala bentuk %adiann&a di dalam -l0uran ditemukan seban&ak "1 kali$ baik
dalam a&at-a&at 2akki&ah 311 kali4 maupun dalam surah-surah 2adani&ah 321 kali4. 5adi
sebenarn&a$ konsep /akat sudah dikenal dalam )slam se%ak sebelum Rasulullah sa.. #i%rah.
6ahkan$ menurut -l0uran dapat pula dikatakan bah.a ke.a%iban /akat terdapat dalam s&ariat
terdahulu. )ni dapat dipahami misaln&a dari 7.S. -l-6a&&inah 3184: "$ berbun&i:

" #

" &

' (

8 9: ) *

;ang -rtin&a:
Padahal mereka tidak disuruh ke,uali supa&a men&embah -llah dengan memurnikan ketaatan
kepada-<&a dalam 3men%alankan4 agama &ang lurus$ dan supa&a mereka mendirikan shalat dan
menunaikan /akat= dan &ang demikian itulah agama &ang lurus.
,eramah ramadhan
>ungsi-*ungsi /akat
)slam se,ara prinsipil menga%arkan umatn&a untuk dapat hidup bahagia dunia dan akhirat. )tu
berarti$ )slam menghendaki umatn&a menbangun peradaban &ang makmur dan bermoral$ %auh
dari kesan kemiskinan.(alam )slam dia%arkan kegiatan dan ibadah tertentu &ang mempun&ai
dampak langsung dan tidak langsung terhadap pengentasan kemiskinan. (i antara ialah a%aran
mengenai /akat$ in*a0 dan shadakah 3')S4. Selain itu$ )slam %uga mengaruskan umatn&a beker%a
keras dan meningkatkan etos ker%an&a= mengharapkan agar penguasa 3pemerintah4 )slam
memberi kemungkinan berkembangn&a tatanan kehidupan &ang menguntungkan rak&at ban&ak=
dan menga%ak agar setiap orang meninggalkan kebiasaan buruk &ang men%atuhkann&a ke%urang
kemiskina $ misaln&a boros 3muba//ir4 dan %udi.
Peman*aatan 'akat se,ara ?mum
'akat mempun&ai *ungsi sosial &ang sangat berat artin&a bagi pengentasan kemiskinan. Ciri
utama suatu kelompok miskin ialah ketidak mampun mereka memenuhi kebutuhan pokok
makanann&a. 2aka dalil &ang paling tegas men&ebut penggunaan /akat sebagai makanan pokok
adalah men&angku t /akat @tri$ &akn i ri.a&at &ang ai sampaikan oleh )bnu -bbas &ang
men&atakan dua hal$ &akni thuhrat li as-sha+im dan thu+mat li al-masakin 3pemberisan bagi
orang &ang berpuasa dari u,apan tak benar dan kotor dan bagian makana bagi orang-orang
miskin4. Se,ara lengkap$ hadis itu berbun&i:
sa%a berguna sebagai makanan bagi orang-orang miskin$ tetapi %uga seharusn&a di bagi kepada
delapan ashna* &ang disebutkan dalam -l-7uran:A+Sesungguhn&a sakat-sakat itu$ han&alah untuk
orang-orang *akir$ miskin$ pengurus-pengurus /akat$ para mua+alla* 3&ang dinu%uk hatin&a4$
untuk memerdekakan budak$ untuk %alan -llah dan ibn sabil$ sebagai ketentuan &ang di.a%ibkan
-llah= dan -llah maha mengetahui dan maha bi%aksana++.
delapan ashna*. Pandangan ini %uga dianut oleh Sa&&id Sabi0$ penulis kitab >i0h al-Sunnah=
bah.a lebih dari itu ia mengungkapkan bah.a -l-'uhri&$ -bu #ani*a$ 2uhammad dan -bu
S&abramah menbolehkan /akat @tri itu dibagikan kepada kaum /immi berdasarkan pengertian
umum dari 7.s. al-2umtahanahBC0: 8$ berbun&i:

&

- .

&

$!

/0

+&

&

) 3

4 5 $ 6

7 !


85 9 6 7 !

&ang artin&a:
-llah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang &ang tiada
memerangimu karena agama dan tidak 3pula4 mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhn&a
-llah men&ukai orang-orang &ang berlaku adil.
Sehubungan dengan ini -l-S&aikh -li -hmad -l-5ar%a.i&$ penulis kitab #ikmat al-Das&ri .a
>alsa*atuh$ %uga menerima pandangan &ang menbolehkan pembahagian /akat @tri kepada orang
/immi. <amun$ ia kembali menegaskan bah.a a&at 8 dari surah -l-2umtahanah di atas$
meskipun membuka %alan untuk bagian kaum /immi$ harus diakui bah.a /akat itu sela&akn&a
diperuntuhkan kepeda orang-orang 2uslim sa%a. -lasann&a ialah hadis dari 2u+a/$ &akni sabda
Rasulullah S-E:-mbillah /akat dari orang-orang ka&a mereka 3orang muslim4$ dan kembalikan
pula kepada orang-orang miskin mereka 3orang muslim4.
;ang %elas bah.a adan&a %alan untuk memberi /akat kepada kaum /immi menun%ukkan bah.a
upa&a mengentasan kemiskinan dalam )slam tidaklah bersi*at eksklusi*= tidak han&a untuk umat
)slam$ tetapi segenap bahagian mas&arakat &ang pantas meneriman&a. Folongan &ang
membolehkan kaum /immi menerima /akat @rti disamping berdasar pada arti umum 7GSG -l-
2umtahannah: 8 %uga surah -l-Da.bah: 1C0$ tentang sasaran /akat$ &ang salah satu di antaran&a
ialah al-mu=alla*at 0ulubuhun 3kaum muala*4.
Kata muala*$ &ang biasa di pahami dalam arti orang-orang &ang baru masuk )slam dan perlu
du%inakkan agar tidak menimbulkan @tnah 3an,aman4 terhadap )slam dan dengan harapan agar
mereka dapat menganut agama )slam.
-spek Sosial Peman*aatan 'akat >itridipahami dari redaksi &ang men&angkut /akat @tri
khususn&a$ &ang menekankan oada kalimat tha+am 3thu+mah4 dan masakin atau *u0ara+ &ang
semun&a menga,u kepada perlun&a pembnerian makanan bagi orang miskin$ dan terangkum
dalam satu kata &akni @thr 3berbuka4 &ang men%adi nama khas dari /akat tersebut.
6erdasarkan hadis )bnu ?mar &ang diri.a&atkan oleh 6ukhari bah.a /akat @tri harus ditunaikan
sebelum shalat A)d$ ad alah bertu%uan agar para orang ka@r tidak lagi berkeliaran men,ari
makanan pada hari itu$ sebagaimana &ang diharapkan <abi S-E menurut ri.a&atn&a )bn A-d&
dan-l-(ar0uthni dari hadis )bn ?nar$ dengan menegaskan: A+,ukupkanlah makann&a$ sehingga
tidak lagi berkeliling men,ari makanan pada hari Ra&a A)d ini++.
(ari sini kita dapat mengerti bah.a orang miskin adalah orang-orang &ang susah memperoleh
makanan$ sehingga diantara mereka ada &ang terpaksa men%adi pengemis. Keadaan seperti ini
%uga$ diis&aratka oleh @rman -llah s.t. (i dalam 7.s. al-#a%%B22:28$ berbun&i:
, :

&

<

/0 =
>

?>

- H
:

+, @

A 2

B =

CD

0 , F

;ang artin&a:
A+(anupa&a mereka men&aksikan berbagai man*aat bagi mereka dan supa&a mereka men&ebut
nama -llah pada hari &ang telah ditentukan atas re/eki &ang -llah telah berikan kepada mereka
berupa binatang ternak. 2aka makanlah sebahagian daripadan&a dan 3sebahagian lagi4
berikanlah untuk dimakan orang-orang &ang sengsara dan *akir.
-dan&a kaum miskin dan *akir dalam pengertian di atas$ se,ara historis diduga keras terdapat
dan masih mera%alela di/aman permulaan )slam. #ipotesis ini men%adi kuat %ika kita ingat
bah.a perintah menba&ar /akat @tri itu telah ada se%ak tahun kedua #i%ri&ah$ mendahului
ke.a%iban /akat lain. 2ungkin sa%a sesudah itu$ seiring dengan kema%uan )slam itu sendiri$ orang
miskin dalam arti sudah memperoleh makanan sudah tidak ditemukan$ dan karena itu pula
sudah %arang dari mereka ditemukan men%adi pengemis. -kibatn&a$ engertian A+miskin++ sudah
berubah pula. Perkataan tersebut tidak lagi dikenakan se,ara khusus terhadap orang-orang &ang
susah memperoleh makanan$ tapi sudah men,akup pula orang-orang &ang &ang memiliki harta$
namun belum memenuhi kebutuhan primern&a &ang lain. #adis ri.a&at 6ukhari menegaskan:
A+&ang disebut miskin bukanlah orang-orang &ang mendatangi manusia dan meminta sesuap
atau dua suap makanan$ sebi%i atau dua bi%i kurma$ tetapi &ang disebut miskin ialah orang &ang
tidak memiliki harta &ang men,ukupi hidupn&a$ orang lain tidak memberikan perhatian untuk
bersedekah kepadan&a$ dan tidak pula ia meminta orang lain untuk itu++.
Se%alan dendan hadist tersebut$ -l-S&a@+i& kemudian memahami pengertian A+miskin++ bebbeda
dengan pengertian *a0ir. 6agin&a$ *akir ialah orang &ang tidak pun&a harta dan tidak pun&a
peker%aan &ang menghidupin&a$ baik mengemis maupun tidak$ sedangkan miskin ialah orang
&ang pun&a harta atau peker%aan namun tidak men,ukupi hidupn&a$ baik meminta atau tidak.
Pengertian A+miskin++$ tern&ata mengalami perkembangan dari /aman ke /aman. 2asalahn&a$
apakah tu%uan /akat @tri %uga bergeser dari si*atn&a sebagai thu+mah 3makanan4 men%adi alat
pemenuhan kebutuhan lain di luar makanan ituI Du%uan utama /akat @tri sebagai makanan bagi
orang miskin$ tidak dapat dihapus$ akan tetapi tidak berarti tu%uan /akat @tri terpaku pada soal
itu sa%a. Pengertian kata thu+mah &akni makanan untuk memenuhi kebutuhan perut &ang sedang
lapar$ mungkin masih ,o,ok bagi mas&arakat &ang masih sangat melarat. <amun$ dalam
mas&arakat &ang sudah berkembang atau &ang sudah ma%u$ pengertian demikian tidak releJan
lagi. Perkataan tu+mah dalam kontes mas&arakat &ang sudah ma%u$ lebih tepat %ika diartikan
men%adi komsumsi se,ara luas$ men,akup segala ha%at hidup orang miskin 3ekonomi lemah4 di
luar pangan.
(alam pembendaharaan bahasa s&ariat$ perkataan A+makan++ selai diungkap dengan kata-kata
thu+mah atau tha+am$ %uga terkadang diungkap dengan kata akala 3al-akl4 dalam kata %adian:
ta+kul atau &a+kul. 2isaln&a larangan memakan harta anak &atim diungkap dengan kata
tersebut:mereka itu menelan api sepenuh perutn&a$ dan mereka itu akan masuk ke dalam api
neraka++. Karangan makan riba %uga diungkap dengan kata tersebut:A+ hai orang-orang beriman$
%anganlah kamu memakan riba dengan terlipat ganda++.
Kata A+&a+kulun++ dan ta+kulun &ang berarti A+memakan++$ tidaklah berarti bah.a peman*aatan
harta anak &atim dan perolehan riba han&a berlaku dalam proses makan 3dalam arti mengisi
perut4. Karangan mengkonsumsi dalam arti luas$ men,akup peman*aatan harta anak &atim dan
segala %enis peroleh riba. (alam kontes pengertian konsumsi se,ara luas itulah$ kita men,oba
memahami makna &ang terkandung dalam thu+mah. 6ah.a untuk ukurang mas&arakat &ang
sudah berkembang dan ma%u$ /akat @tri dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan golongan
ekonomi lemah$ diluar kebutuhan makan 3pangan4 mereka. 2aka dengan sendirin&a /akat @tri
%uga tidak mesti di ba&ar dalam bentuk bahan makanan sepeti gandung$ tamar dan anggur 3di
/aman <abi S-E4 atau beras dan %agung 3bagi mas&arakat )ndonesia dan -sia Denggara pada
umumn&a4. (alam kontes ini$ terasa ada benarn&a pendapat -bu #ani*ah &ang membolehkan
pemba&aran /akat dalam bentuk 0imah 3nilai4 &ang sesuai dengan kadar /akat &ang .a%ib
bagin&a. 6agin&a$ tradisi kita di )ndonesia$ ,ara ini tidak men%adi asing lagi. 2eskipun diketahui
bah.a sebahagiaan besar umat )slam di )ndonesia mengaku bermas/hab -l-S&a@+i&$ tern&ata
,ara pemba&aran /akat @tri dengan uang$ menurut %aln &ang di an%urkan -bu #anu*ah$ semakin
populer.
#al &ang perlu dipahami disini$ ialah apa &ang mendorong ,ara tersebut men%adi semakin
populer. Dern&ata hal &ang mendoromg kearah itu adalah tingkat kehidupan mas&arakat )slam di
)ndonesia$ &ang tidak lagi susah makan$ tetapi A+miskin++ dalam arti belum mampu memenuhi
kebutuhan hidupn&a se,ara la&ak$ seperti &ang diis&aratkan oleh hadis 6ukhari &ang telah di
kutip di muka. (alam skala &ang lebih luas$ konsep A+miskin++ tidak lagi berorientasi pada
indiJidu$ tetapi lebih bersi*at kolekti*. (ari sinilah timbuln&a istilah mas&arakat miskin$ atau
negara-negara miskin$ &ang artin&a menga,u kepada negara atau mas&arakat &ang
terkebelakang. (alam mas&arakat atau negara miskin$ mungkin sa%a masalah kekurangan
pangan tidak lagi men%adi isu$ tetapi digantikan oleh kekurangan lapangan ker%a. (engan
demikian sumber /akat$ termasuk /akat @tri sudah la&ak %ika pengunaann&a ditu%ukan kepada
aspek kehidupan lain dalam proses pembangunan umat$ dengan tetap mengingat sasaran
penda&agunaan /akat &ang men,akup delapan ashna*.
2embangkitkan Solidaritas )slam
Pemba&aran ')S hendakn&a tidak dipahami sebagai perintah ubudi&ah semata$ tetapi sangat
%elas e*ek solidaritasn&a antara sesama umat )slam. 6ah.a menurut )bn Khaldun$ stata sosial
mas&arakat &ang paling atas men%adi lapisan &ang paling ra.an$ sebab se,ara sosiologis$
mas&arakat tingkat atas itu tidak lagi mempun&ai rasa solidaeitas &ang kuat$ akibat kepedulian
sosialn&a semaking kurang. 6agi mas&arakat )slam$ prediksi )bn Khaldun itu dapat ditangkal
dengan tetap tumbuhn&a solidaritas orang-orang &ang sudah berkehidupan makmur
3mas&arakat hadharah4$ tidak akan mudah kehilangan rasa solidaritas$ asal sa%a tetap
menngamalkan dan mengha&ati makna ibadah /akat &ang mengandung pesan untuk membantu
mereka &ang dilanda penderitaan. (engan demikian$ kita tidak perlu takut menge%ar kema%uan
dan me.u%udkan mas&arakat makmur sebab kemakmuran &ang di%an%ikan )slam bukanlah
kemakmuran kapitalistik &ang mengunakan keka&aan menindas orang miskin agar semakin
miskin$ melainkam kemakmuran &ang memba.ah berkah bagi orang-orang miskin sekitarn&a.
Salah satu hikmah a%aran /akat adalah agar harta itu tidak han&a dinikmati oleh orang-orang
ka&a$ sebagaimana @rman Duhan dalam 7.S. -l-#as&r )3"14:L:

- H
:
< 2

M
:

0 J

<

K.

B !

H
:

H
:

& 7

7 /

&

3 E

*
M

) B N D

+

&

$O
J

< P.

&

, C - , LC0 !


Q R

;ang -rtin&a:
-pa sa%a harta rampasan 3*ai-i4 &ang diberikan -llah kepada Rasul-<&a 3dari harta benda4 &ang
berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk -llah$ untuk Rasul$ kaum kerabat$ anak-anak
&atim$ orang-orang miskin dan orang-orang &ang dalam per%alanan$ supa&a harta itu %angan
beredar di antara orang-orang ka&a sa%a di antara kamu. -pa &ang diberikan Rasul kepadamu$
maka terimalah. (an apa &ang dilarangn&a bagimu$ maka tinggalkanlah. (an bertak.alah
kepada -llah. Sesungguhn&a -llah amat keras hukumann&a.
(e.asa ini$ sebahagian umat kita ter%ebak oleh kemiskinan struktural. 2ereka miskin bukan
han&a karena kemalasann&a$ melainkan karena kondisi sosial &ang menepatkan mereka
beradadalam stata paling ba.ah$ kurangn&a lapangan ker%a$ serakahn&a orang-orang berada$
penekanan &ang berlebihan pada sektor pertumbuhan ekonomi. #al demikian diman*aatkan oleh
orang-orang tertentu untuk bersaing dalam mengaadakan kolusi memperoleh pro&ek-pro&ek
raksasa$ .alaupun rak&at ke,il harus digusur$ ditambah lagi dengan belum maksimalkan
pemerataan &ang ditimbulkan ke,emburuan sosial &ang terpendam.
2aka untuk melepaskan umat dari kondisi &ang demikian diperlukan pemikiran &ang mendasar
dan langkah konkret dengan menggalang solidaritas di antara mereka serta diperlukan adan&a
keberanian dan keari*an dari pemerintah &ang men&usun kebi%akan dari atas untuk lebih
memperhatikan nasib orang ke,il= menga%ak se,ara bi%aksana para konglomerat untuk lebih
bersi*at manusia.i$ mengelolah bisnis untuk kepentingan bersama$ bukan bisnis untuk kera%aan
bisnis semata-mata.
2endorong Ntos Ker%a ?mat
Sebenarn&a$ sebhagian orang-orang miskin itu mengalami kemiskinann&a adalah disebabkan
oleh perilakudan pola hidupn&a sendiri ang ,enderung malas$ pemboros$ tanpa perhitungan.
?ntuk mereka &ang keadaann&a demikian$ kita perlu membangkitkan semangat ker%a. Pada
dasarn&a )slam lebih men&enangi orang-orang &ang tangann&a diatas 3suka memberi4 dari pada
&ang tangann&a di ba.ah 3han&a tau minta tolong4. ?ntuk itu )slam sangat mengan%urkan ker%a
keras agar hidup seseorang semakin baik. (alam salah satu hadis Ri.a&at -l-6ukhari&$
Rasulullah S-E menegaskan: A+tidaklah seseorang itu memakan makanan &ang lebih baik dari
hasil usahan&a sendiri dan sesungguhn&a (aud -S memakan dari hasil ker%a tangann&a++.
(alam mendorong umatn&a untuk beker%a keras$ kama Rasulullah S-E pernah pula men&atakan
bah.a tiap petani &ang tanaman&a dapat dinikmati oleh burung atau he.ang ternak dan apalagi
manusia$ akan di,atat sebagai sedekah bagin&a. Deks hadist itu berbun&i: #adis ini bermaksud
untuk mendorong etos ker%a di kalangan petani agar tiap %engkal tanah pertanian diusahakann&a
men%adi lahan &ang produkti*.
Kemalasan dikalangan umat %uga disebabkan oleh adan&a paham bah.a semakin ka&a
seseorang semakin sulit masuk sorga$sebab ia harus lebih ban&ak mempertanggung %a.abkan
harta keka&aann&a. -pa lagi$ %ika dikaitka dengan ri.a&at &ang mengatakan bah.a Rasulullah
S-E akan masuk sorga bersama dengan orang-orang miskin. Paham seperti ini hendakn&a
diperbaiki$ %angan disalahgunakan. Sebaikn&a %ika kita baik$ bah.a sebenarn&a )slam
me.a%ibkan kita berusaha men%adi ka&a sebab han&a orang ka&a lah &ang dapat memenuhi
perintah Duhan untuk menba&ar /akat. #an&a orang ka&alah &ang dapat ber%ihad @ sabilillah di
/aman modern ini untuk menegakkan da+.ah )slam &ang semakin menbutuhkan *asilitas dan
dana &ang ban&ak.
2eningkatkan Kualitas Pendidikan
Kemalasan akan semakin sempurna %ika sebahagian mas&arakat masih dilanda kebodohan.
Kebodohan men&ebabkan seseorang men%adi tidak tahu apa &ang ia hharus perbuat demi
kehidupann&a. Karena itu$ umat )slam sekarang sangat membutuhkanperbaikan dan
peningkatan kualitas pendidikan. ?ntuk itu$ harapan agar lembaga-lembaga da+.ah dan
pendidikan )slam mau berupa&a untuk men,urahkan perhatiann&a pada pemberian kesempatan
&ang lebih luas bagi generasi muslim untuk menge,ap pendidikan$ antara lain dengan
memberikan bea sis.a sebagai upa&a konkret mengentaskan kemiskinan. A+berilah kail$ dan
%angan han&a memberikan ikan++. ?ntuk menberikan beasis.a maupun perbaikan sarana
pendidikan$ maka umat )slam dapat meman*aatkan /akat sebagai sumber dana pembia&aan.
?pa&a untuk itu memang telah dilakukan pemerintah$ tapi umat )slam harus sadar bah.a tanpa
menggali potensi umat sendiri berupa /akat disertai kesadaran untuk membantu sesama$ nasib
sebagai generasi muslim &ang ,erdas dan berprestasi akan kandas karena kelemahan ekonomi.
Pa%ak dan Pelaksanaann&a menurut #ukum )alam
(alam )slam$ istilah &ang releJan dengan pa%ak adalah %i/&ah atau khara%. (ua istilah ini masig-
masing terdapat dalam nash sebagai brikut: A+pangilang orang-orang &ang tidak beriman kepada
-llah dan tidak 3pula4kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa &ang telah
diharamkan oleh -llah dan Rasul-<&a dan tidak beragama dengan agama &ang benar 3agama
-llah4$ 3&aitu orang-orang4 &ang diberikan al kitab kepada mereka$ sampai mereka memba&ar
%i/&ah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk++. A+atau kamu meminta upah kepada
merekaI$ maka upah dari Duhanmu adalah lebih baik$ dan (ia adalah pemberi re/ki &ang paling
baik.
(ua a&at di atas digunakan oleh -l-2a.ardi dalam kitabn&a -l--hkam al-Sulthani&ah untuk
mengambarkan adan&a pungutan pemba&ar di luar /akat. 6edan&a dengan /akat ialah bah.a
/akat dipungut dari umat )slam$ sedang %i/&ah dipungut dari kalangan non muslim. -dapun
khara% dipungut dari non muslim dan muslim &ang menger%akan lahan tertentu. 5i/&ah adalah
pungutan &ang khusus diambil dari kaum mus&rikin 3non muslim atau d/immi4$ dan sama sekali
tidak dipungut dari mereka &ang sudah muslim. #al ini di sebut dalam #adis Ri.a&at -bi (a.ud
sbb:. A+dari )bni -bbas berkata$ sabda Rasulullah Sa.: tidak ada ke.a%iban %i/&ah atas umat
)slam= telah memberikan kepada kami )bn Katsir berkata$ Su*&an ditan&a tentang pemahaman
soal ini$ lalu ia berkata: %ika ia telah masuk )slam maka tidak berlaku ada %i/&ah.
(an tebih tegas lagi hadis ri.a&at -l-Durmud/i sebagai berkut:A+&ah&a )bn -ktam memberitakan
kepada kami$ telah memberitakan kami 7abus bin -bi 'hub&an dari bapakn&a dari )bn -bbas
berkata$ bersabda Rasulullah S-E tidaak pantas dua kiblat pada satu biumi$ dan tidak pantas
kaum 2uslimin dikenakan %i/&ah 3upeti4OOOOOOOO..dan pengamalan soal ini di kalangan
ulama bah.a kaum <ashrani$ %ika memeluk )slam maka lepaslah ke.a%iban memba&ar %i/&ah$
dan perkataan <abi sa..: A+tidak ada ke.a%iban memba&ar persepuluh &akni %i/&ah 3sema,an
pa%ak4$ dan dalam hadis dipahami hal ini ketika ia berkata pa%ak 3persepuluh4 itu han&a atas
;ahudi dan <ahrani$ dan tidak ada ke.a%iban us&ur atas umat )slam. -dapun khara% 3%enis pa%ak
lain4 biasan&a dikenakan atas diri seorang &ang diserani mengelola lahan pertanian. Kahan ini
akan kalan&a direbut dari tangan non muslim se,ara paksa atau tidak. Danah &ang direbut dari
non muslim kemudian pengelolaann&a diserahkan kepada non muslim tadi$ dikenakan pemba&ar
pa%ak 3us&ur4 &ang sekaligus merupakan %i/&ah. Detapi %ika ia memeluk )slam$ maka %i/&ahn&a
gugur kemudian han&a dikenakan khara% 3pa%ak4&ang %umlahn&a tidak sebesar %i/&ah tadi.
Penerapan 'akat dan Pa%ak atas ?mat )slam
(alam /aman modern$ khususn&a di negara kita )ndonesia$ setiap .arga &ang memenuhi
perhitungann&a di.a%ibkan memba&ar pa%ak. (engan demikian$ umat )slam mengalami
pemba&aran dua %enis$ &akni pa%ak dan /akat sekaligus$ sehingga terkesan agak memberatkan.
6an&ak orang &ang berusaha menemukan %alan agar umat islam tidak terkena beban
pemba&aran &ang memberatkan tersebut.
?ntuk meme,ahkan masalah ini$ kita dapat memilih salah satu dari empat alternati* berikut:
?mat )slam di sampin memba&ar pa%ak sesuai perhitungann&a$ %uga harus memba&ar /akat
sesuai dengan perhitungan nisabn&a.
?mat )slam han&a memba&ar /akat dan dibebaskan dari pemba&arak pa%ak sama sekali=
5ika pa%akn&a lebih besar dari /akat$ maka pa%ak &ang diba&ar adalah selisih lebih dari /akat
&ang sudah diba&arkan sebelumn&a. Detapi %ika /akat lebih besar dari pa%ak$ maka /akat &ang
diba&ar adalah selisih lebih dari %umlah pa%ak &ang sudah diba&ar sebelumn&a.
?mat )slam memba&ar pa%ak dari harta &ang sudah di/akati$ atau han&a memba&ar /akat dari
harta &ang sudah diba&ar pa%akn&a. -lternati* pertama merupakan alternati* &ang menarik dana
pembangunan umat dan bangsa sebesar mungkin$ tetapi terasa memberatkan dan rasan&a tidak
meme,ahkan persoalan. 2eskipun demikian$ terserah kepada setiap .arga negara muslim$ %ika
mereka ingin memberikan dana &ang lebih besar bagi pembangunan bangsa dan umat.
-lternati* kedua merupakan ,ontoh model &ang men&amai medol pemungutan dana sesuai &ang
disebutkan dalam se%arah )slam. Detapi kita harus memahami se,ara ari* bah.a kita hidup dalam
negara &ang .argan&a ,ukup heterogen$ ber,ampur antara umat )slam dengan non 2uslim. 5ika
umat )slam dibebaskan dari pa%ak$ dan han&a memba&ar /akat$ maka dibutuhkan suatu undang-
undang &ang mengharuskan negara &ang mengelola /akat itu sebagai dana pembangunan untuk
semua .argan&a. 3Kihat ?? <o. !8 tahun 11114.
6arangkali %alan &ang moderat &ang dapat ditempuh ialah memilih antara alternati* ketiga atau
ke empat diatas. -lternati* ketiga menun%ukkan bah.a pemba&aran dilakukan se,ara inklusi*
30iran4$ sehingga setiap orang pemba&arann&a ber*ungsi sebagai /akat dan pa%ak sekaligus.
Sedangkan alternati* keempat menun%ukkan bah.a umat )slam memba&arkan /akatn&a$
kemudian pemba&arak pa%ak han&a diperhitungkan dari harta &ang benar-benar telah bersih dari
/akat. -tau sebalikn&a$ umat )slam terlebih dahulu memba&ar pa%akn&a$ dan setelah itu barulah
dihitung /akat dari harta &ang bersih dari pa%ak itu.
?ntuk menetapkan mana alternati* &ang la&ak dipilih perlu upa&a memproduk undang-undang
atau peraturan &ang mendukungn&a. Eallahu a+lam bi al-Sha.ab.P,pQ