Anda di halaman 1dari 38

Oleh :

Rizweta Destin ( 110.2009.253 )


Pembimbing :
Dr. Citra Dewi M. Kes

Nama : Ny. U
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 61 tahun
Status : Menikah
Alamat : Rawasari Timur RT 04/RW 02
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SD
Agama : Islam
No.Rekam medis : 3910/14
Puskesmas : Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
Tanggal berobat : 14 Juli 2014

Keluhan
utama
BAK bercampur darah
Keluhan
tambahan
BAK sering tetapi sedikit-sedikit
demam
nyeri perut bagian bawah.

NOW
keluhan semakin memberat
5 hari
SMP
Demam
Nyeri perut bagian bawah
Nafsu makan menurun
3 hari
SMP
Demam
BAK bertambah sering tetapi sedikit-sedikit
BAK keruh bercampur darah
Rasa tidak lampias setelah BAK
Nafsu makan menurun
Nyeri perut bagian bawah
Riwayat penyakit ginjal tidak ada.
Riwayat penyakit hati tidak ada.
Riwayat penyakit kencing manis tidak ada.

Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan
pasien. Riwayat penyakit jantung (+) padaibu kandung pasien
Biaya hidup pasien dan anggota keluarga diperoleh dari
penghasilan suaminya yang bekerja sebagai pedagang serta anak
keempat dan kelima pasien yang bekerja sebagai karyawan
swasta.
Jumlah penghasilan sekitar Rp. 1.500.000 Rp.2.000.000 per
bulan.
A. Pasien minum teh sebanyak tiga sampai empat gelas per hari.
B. Pasien jarang sekali minum air putih ( 2 - 3 gelas per hari)
C. Pasien biasa membilas sisa BAK dan BAB dari arah depan ke
belakang.
D. Pasien tidak bisa menahan BAK sehingga sering mengompol. Jika
mengompol, pasien tidak berganti celana atau membersihkan
sisa air seni.
E. pasien tidak mengeringkan organ intimnya setelah BAK atau
BAB
F. Pasien biasa menggunakan celana dalam 2x dalam satu hari.
Kesadaran : Composmentis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Keadaan penyakit : sakit sedang
Berat badan : 58 kg
Tinggi badan : 160 cm
Status gizi : 22, 6 kg / m
2
: gizi normal
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 76 x / menit
Pernafasan : 20 x / menit
Suhu : 38 C

o Bentuk : Normal, simetris
o Rambut : Hitam beruban, tidak mudah rontok
o Mata : Konjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/-
udem palpebra -/-
RCL/ RCTL +/+
o Telinga : Bentuk normal, serumen (-), membran
timpani intak
o Hidung : Bentuk normal, septum di tengah, tidak deviasi
o Mulut : bentuk normal
KEPALA
LEHER
o Kelenjar getah bening tidak teraba
o Trachea berada di tengah
o Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
o JVP tidak meningkat

THORAKS
Paru- paru
Inspeksi : Bentuk dada simetris kanan dan kiri
Pergerakan dinding dada simetris kanan
dan kiri
Palpasi : Fremitus taktil dan vocal simetris kanan dan
kiri Tidak ada krepitasi
Perkusi : Suara sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Suara vesikuler dan bronchial normal
Ronkhi -/-, wheezing -/-


JANTUNG
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba pada ICS 5
linea midclavicula sinistra
Perkusi
Batas atas : ICS 3 linea parasternalis sinistra
Batas kanan : ICS 5 linea sternalis dextra
Batas kiri : ICS 5 linea midclavicula sinistra
Pinggang jantung : ICS 3 linea midclavicula sinistra

Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni regular,
murmur ( - ), gallop ( - )
ABDOMEN
Inspeksi : simetris, datar
Auskultasi : Bising usus ( + ) normal
Perkusi : timpani di seluruh lapang abomen
Shifting dullness ( - )
Palpasi : nyeri tekan suprapubik (+),
nyeri ketuk (-)
hepatomegali (-)
spleenomegali (-)

EKSTREMITAS
Superior : Akral hangat
Udema -/-
CTR < 2
Inferior : Akral hangat
Pitting udema pretibial -/-
CTR < 2


Pemeriksaan urinalisa tanggal 14 Juli 2014:
- Warna urin : keruh
- Darah : +2
- Protein : +2
- Sendimen leukosit : penuh (tidak terhitung)
- Sendimen eritrosit : 25 50
- Epitel : +4

A. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. D
Usia : 63 Tahun
B. Identitas Istri
Nama : Ny. U
Usia : 61 tahun

Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal serumah

No. Nama Status
keluarga
Gender Usia Pendidikan Pekerjaan
1. Tn. D Kepala
keluarga
L 63 th SMP Pedagang
2. Ny. U Istri P 61 th SD IRT
3. Tn. R Anak ke-4 P 28 th SMA Karyawan
4. Nn. N Anak ke-5 P 23 th SMA Karyawan
a. Lingkungan tempat tinggal
Status kepemilikan rumah: milik sendiri
Daerah perumahan: padat
Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan
Luas rumah: 9 x 6 m
2
Rumah dengan total penghuni empat
orang, memiliki ventilasi dan
penerangan cukup baik, terdapat
jamban keluarga, ketersediaan air
bersih dan tempat pembuangan
sampah yang cukup memadai. Lokasi
tempat tinggal pasien berada di
lingkungan komplek perumahan padat
bersih dan ramai.

Jumlah penghuni dalam satu rumah: 4 orang
Luas halaman rumah: teras 2 x 1 m
2

Bertingkat/tidak bertingkat: tidak bertingkat
Lantai rumah terbuat dari: lantai
Dinding rumah terbuat dari: tembok
Jamban keluarga: ada
Tempat bermain: tidak ada
Penerangan listrik: 900 watt
Air bersih: ada (PAM)
Tempat pembuangan sampah: ada
b. Kepemilikan Barang-Barang Berharga
1. barang elektronik (satu buah televisi berwarna, satu buah
kipas angin, satu buah dispenser, satu buah kompor gas.
2. dua buah sepeda motor
c. Denah rumah
Kamar tidur
anak
9 m
6m
Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga
a.Tempat berobat : Puskesmas dekat rumah.
b. Asuransi/Jaminan kesehatan: BPJS
Faktor Keterangan Kesimpulan
Cara mencapai pusat
pelayanan kesehatan
Motor Pasien berobat ke puskesmas dengan motor
dari rumahnya, sekitar 15 menit. Tarif
berobat gratis. Untuk kualitas pelayanan
kesehatan dikatakan cukup memuaskan.
Tarif pelayanan
kesehatan
Gratis
Kualitas pelayanan
kesehatan
Cukup
memuaskan
Sarana Pelayanan Kesehatan
a. Kebiasaan Makan
1. Keluarga pasien makan sebanyak dua sampai tiga kali sehari
2. Keluarga pasien tidak membiasakan diri untuk sarapan pagi
3. Makanan yang dimakan dimasak sendiri oleh pasien
4. Keluarga pasien membiasakan diri untuk mencuci tangan
sebelum dan sesudah makan

b. Penerapan Pola Gizi Seimbang
1. belum dapat memenuhi pola gizi seimbang
2. kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang
3. keterbatasan biaya untuk memenuhi gizi seimbang
4. menu makanan sehari-hari (nasi, sayur-sayuran, tahu, tempe,
telur, dan ikan)

Pola makan pasien tiga hari terakhir ialah :

Tanggal 11 Juli 2014
Pagi : teh manis, nasi, ikan goreng
Siang : Nasi, ikan goreng, tempe
Sore : Nasi, tempe, telur

Tanggal 12 Juli 2014
Pagi : teh manis, nasi, telur
Siang : Nasi, tahu, ikan goreng, sayur
Malam : Nasi, tahu, ikan goreng

Tanggal 13 Juli 2014
Pagi : teh manis, bubur ayam
Siang : nasi, ayam, sayur
Malam : nasi, telur

A. Faktor Pendukung Terselesaikannya Masalah dalam Keluarga
Suami Ny. U memberikan dukungan kepada Ny. U dengan
cara:
1. mengantar Ny. U berobat ke puskesmas jika sakit.
2. mengingatkan Ny. U untuk minum obat dari dokter secara
rutin.
3. mengingatkan Ny. U untuk segera kontrol ke puskesmas jika
obat habis.
4. mengingatkan Ny. U agar lebih banyak mengkonsumsi air
putih dan mengurangi konsumsi teh
5. mengingatkan Ny. U untuk menjaga kebersihan organ intim
dan sering mengganti celana dalam jika mengompol
6. membantu melayani keperluan Ny. U selama sakit
B. Faktor Penghambat Terselesaikannya Masalah dalam Keluarga
faktor-faktor yang menghambat dalam kesembuhan Ny. U antara lain:
1. Anak-anak pasien kurang memberikan perhatian terhadap penyakit
pasien karena sibuk dengan urusan pekerjaan dan keluarga masing-
masing.
2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit yang diderita
oleh Ny. U
3. Kurangnya kesadaran anggota keluarga untuk hidup sehat, seperti
tidak membiasakan diri untuk berolah raga, sarapan pagi, dan
makan dengan makanan yang bergizi seimbang.
1. Bentuk Keluarga
Bentuk keluarga ini adalah nuclear family

2. Tahapan Siklus Keluarga
berada pada tahapan siklus keluarga yang ke tujuh, yaitu
keluarga orang tua usia pertengahan (middle-anged family).

A. Masalah dalam organisasi keluarga :
1. Pasien adalah seorang istri yang bekerja sebagai ibu rumah
tangga.
2.Suami pasien adalah seorang pedagang dan menjadi tulang
punggung keluarga.
3.Kedua anak yang tinggal dirumah, memberikan sedikit
penghasilannya sebagai tambahan pendapatan keluarga.
4. Anak pasien kurang memperhatikan Ny. U karena sibuk dengan
pekerjaan dan keluarga masing-masing.
B. Masalah dalam fungsi biologis :
1. Faktor usia menyebabkan penurunan fungsi tubuh, termasuk
fungsi perkemihan, sehingga pasien sering sulit menahan BAK
2. kebiasaan pasien tidak berganti celana dalam ketika basah


C. Masalah dalam fungsi psikologis:
1. Pasien dan suami pasien adalah sepasang suami istri yang sudah
lansia.
2. Pasien menderita penyakit infeksi saluran kemih
3. suami pasien dalam keadaan sehat.
4. anak kurang memberi dukungan karena sibuk dengan urusan
masing-masing.

C. Masalah dalam fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan:
1. Perekonomian keluarga bergantung dari penghasilan suami
pasien dan uang kiriman anak pasien
2. Penghasilannya diakui cukup untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya.
3. Untuk biaya kesehatan, pasien telah memiliki Kartu BPJS

D. Masalah lingkungan :
1. Lingkungan tempat tinggal pasien merupakan lingkungan
cukup padat penduduk dengan letak rumah yang berdekatan
satu sama lainnya.
2. Kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal tergolong
cukup bersih.
D. Masalah perilaku kesehatan :
1. Ny. U jarang mengkonsumsi air putih dan lebih seirng minum
teh
2. Ny. U tidak segera membersihkan sisa BAK dan tidak segera
mengganti celana dalam jika basah terkena air seni
3. Apabila sakit, pasien dan keluarga biasanya akan minum obat
warung terlabih dahulu
1. Aspek Personal
a. Alasan kedatangan :
Pasien datang berobat ke puskesmas dengan keinginan sendiri

B. Harapan :
Pasien memiliki harapan untuk dapat sembuh dari penyakitnya

C. Kekhawatiran :
Pasien memiliki kekhawatiran akan mengkonsumsi obat dalam
jangka waktu yang lama dan akan menambah penyakit akibat
efek samping obat. Pasien khawatir jika suaminya terlalu lelah
dalam menemani pasien berobat dan bekerja mencari nafkah

2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Diagnosis Kerja : Infeksi Saluran Kemih
Diagnosis Banding : Batu Saluran kemih

3. Aspek Risiko Internal
a. ISK dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor internal antara lain
jenis kelamin, usia, daya tahan tubuh dan kebiasaan pasien
b. wanita anatomi antara uretra lebih pendek dan dekat dengan
anus lebih mudah terinfeksi oleh bakteri.
c. berusia lanjut daya ahan tubuh mudah terinfeksi oleh
bakteri.
d. Berusia lanjut menepouse esterogen pH vagina basa
kuman cepat berkembang biak
e. Berusia lanjut fungsi organ tubuh fungsi sitem perkemihan
sering mengompol kuman berkembang biak
e. kebiasaan kurang minum air putih
f. Tidak segera mengganti celana dalam ketika basah
4. Aspek Psikososial Keluarga
a. faktor-faktor yang dapat menghambat kesembuhan pasien:
1.kurangnya dukungan dari anak pasien terhadap penyakit
pasien
2. kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit yang
diderita pasien
3.kurangnya kesadaran keluarga untuk hidup sehat.

b. faktor pendukung kesehatan pasien
1. dukungan dari suami pasien dengan menjaga pola makan
pasien
2. membantu mengubah kebiasaan pasien
3. Menemani pasien berobat

5. Aspek Fungsional
pasien berada pada tingkat dua dimana ada kesulitan dalam
melakukan kegiatan berat

Aspek Kegiatan Sasaran Waktu
Hasil yang
diharapkan
Biaya
Aspek
Personal
1. Menjelaskan kepada
pasien bahwa setiap
penyakit itu ada
obatnya dan bisa
disembuhkan dengan
izin Allah. Manusia
hanya bisa berusaha,
salah satunya dengan
cara berobat ke
dokter, terus
bersabar dan
berdoa kepada Allah
untuk kesembuhan
penyakitnya.
Pasien Pada saat
kunjungan ke
rumah (satu
kali)
1. Pasien mau
segera
berobat jika
sakit
2. pasien
menjadi
optimis
bahwa
penyakitnya
dapat
disembuhkan.
Transportasi:
Rp. 10.000
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu
Hasil yang
diharapkan
Biaya
Aspek
personal
2. Menjelaskan
kepada pasien
bahwa
kesembuhan
penyakit juga
dapat dipengaruhi
oleh adanya
keyakinan dalam
diri pasien
sendiri. Jika
pasien memiliki
keyakinan dan
semangat untuk
sembuh, maka
penyakit tersebut
akan lebih mudah
untuk
disembuhkan
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang
diharapkan
Biaya
Aspek Klinik
1. Menjelaskan
kepada pasien
tentang
penyakit yang
dideritanya
yakni infeksi
saluran kemih
(definisi,
penyebab,
gejala.)
2. Menjelaskan
kepada pasien
tentang aturan
minum obat
sebagai berikut:
a. Ciprofloxacin
2 x 250 mg
tablet selama
7 hari
b. paracetamol
3 x 500 mg
(jika demam
dan nyeri)
3. Senam kegel
untuk melatih
otot perkemihan
Pasien Pada saat
kunjungan ke
puskesmas (satu
kali)
1. Pasien dapat
memahami
dengan baik
tentang
penyakit yang
sedang
dideritanya
sehingga di
kemudian hari ia
dapat
mengupayakan
pencegahan
untuk
penyakitnya
tersebut.
2. Pasien dapat
minum obat
dengan teratur
dan kontrol
kembali ke
puskesmas jika
obat habis.
1.Transportasi: Rp.
10.000
2. Leaflet:
Rp. 1000
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang
diharapkan
Biaya
Aspek Risiko
Internal
Menjelaskan
kepada pasien
bahwa salah satu
penyebab dari
penyakit yang
dideritanya
adalah akibat dari
kebiasaan
hidupnya yang
kurang sehat,
seperti tidak
membiasakan diri
untuk minum air
putih,
membiasakan diri
untuk ssering
berganti celana
dalam jika basah
Pasien Pada saat
kunjungan ke
puskesmas (satu
kali)
Pasien dapat
meninggalkan
kebiasaan-
kebiasaan hidup
yang kurang sehat
yang dapat
menyebabkan
timbulnya
penyakit,
sehingga penyakit
yang dideritanya
saat ini tidak
bertambah buruk
ataupun kambuh
lagi di kemudian
hari.
Transportasi
: Rp. 10.000

Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan Biaya
Aspek
Psikososial
Keluarga
a. Menjelaskan kepada
pasien dan
keluarganya
tentang penyakit
yang diderita
pasien (definisi,
penyebab, gejala,
dan terapinya).
b. Menjelaskan kepada
pasien dan
keluarganya
tentang perilaku
hidup sehat.
c. Menganjurkan
anak-anak pasien
agar lebih
memberikan
dukungan dan
perhatian kepada
pasien.

Pasien dan
keluraga
Pada saat
kunjungan
ke rumah
(satu kali)
Pasien dan
keluarganya dapat
memahami dengan
baik tentang penyakit
yang sedang diderita
pasien sehingga di
kemudian hari mereka
dapat mengupayakan
pencegahan untuk
penyakit tersebut.
Anak pasien lebih
memperhatikan dan
memberikan dukungan
kepada pasien.
Pasien dan
keluarganya dapat
berperilaku hidup
sehat dengan
membiasakan sarapan
pagi, makan makanan
bergizi, dan tidak
merokok di dalam
rumah.


Transportasi
: Rp. 10.000
Leaflet:
8 x Rp. 1000 =
Rp. 8000
Poster:
Rp. 50.000

Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang
diharapkan
Biaya
Aspek Fungsional
Menyarankan
kepada pasien
untuk
melakuakan
aktivitas jasmani
setelah sembuh
dengan
berolahraga yang
ringan-ringan
saja seperti jalan
sehat atau
senam.
Pasien Pada saat
kunjungan ke
rumah (satu kali)
Kondisi tubuh
pasien menjadi
lebih sehat dan
bugar serta
kualitas hidupnya
meningkat.
Transportasi:
Rp. 10.000