Anda di halaman 1dari 3

Resiko Penyakit Akibat Bersalon

1. Hepatitis C karena Fish Spa


Beberapa waktu lalu badan perlindungan kesehatan di Ingrris memperingkatkan
masyarakat tentang bahaya pedikur dengan ikan atau yang lebih dikenal dengan fish spa
itu. Ikan jenis garra rufa yang sering dipakai dalam perawatan fish spa bisa menyebarkan
penyakit berbahaya yang berpotensi mematikan.
Jika pelanggan sudah terinfeksi dengan virus yang dapat menular melalui darah seperti
hepatitis C atau HIV, maka terdapat kesempatan kecil bisa menularkan ke pelanggan
salon lainnya lainnya. Baik itu melalui gigitan ikan atau air yang sudah terkontaminasi.
Untuk mengurangi risiko tersebut, sebelum melakukan perawatan, sebaiknya orang yang
memiliki luka yang terbuka dan belum kering sebaiknya harus disembuhkan dulu. Selain
itu orang yang memiliki penyakit kulit psoriasis dan diabetes sebaiknya tidak melakukan
fish spa di tempat umum.

2. Stroke karena Tempat Pencuci Rambut di Salon
Pernahkan Anda merasakan leher menjadi pegal setelah mencuci rambut di salon?
Penelitian menemukan ternyata tidak hanya pegal tapi bisa berisiko stroke. Hal tersebut
karena leher harus menahan saat hairstylist mencuci rambut.
Stroke yang terjadi itu dikenal dengan nama Beauty Salon Stroke Syndrome. Kondisi
tersebut terjadi karena arteri di leher terbatas, sehingga memotong peredaran aliran darah
yang menuju otak.
Akibatnya kepala menjadi pusing, mati rasa pada wajah bahkan pembekuan darah di
otak. Ini sangat jarang terjadi, tapi bagi mereka yang memiliki radang pada persendian
dan pembekuan pada arteri maka menjadi lebih rentan.
Pamela Crabb, dari Poole, Dorset, Inggris, menderita stroke setelah melakukan
perawatan di salon. Wanita 51 tahun itu melakukan pemulihan selama 4 tahun tapi
sayangnya nyawanya tidak bisa tertolong. Suaminya, Malcolm, memperingatkan kepada
orang lain dengan bahaya Beauty Salon Stroke Syndrome itu, terutama bagi orang yang
memiliki tekanan darah tinggi. Jika Anda khawatir dengan risiko tersebut, Anda bisa
menggunakan tumpukan handuk sebagai bantalan.

3. Rambut Berkutu karena Sisir Salon
Meskipun salon eksklusif sekalipun, mereka menggunakan sisir yang sama untuk
beberepa klien. Sisir yang tidak rajin dibersihkan dan disterilkan dapat menularkan telur
kutu di rambut orang lain. Karena bisa saja, pengguna sisir sebelum ada rambutnya
berkutu.

4. Luka Bakar karena Lilin Waxing
Waxing merupakan metode penghilang bulu menggunakan lilin. Bartletts Solicitors,
perusahaan yang bekerja untuk menangani kasus kesalahan pada kecantikan dan rambut
menulis di Websitenya, bahwa ada kliennya yang kulitnya terbakar setelah lilin panas
dari waxing tumpah di kakinya. Wanita tersebut sampai ditangani oleh medis. Agar
kulitnya kembali ke bentuk normal, wanita itu membutuhkan pencangkokan kulit. Dia
menuntut salon tersebut dan menerima uang sebesar 4,500 atau sekitar Rp 55 juta.

5. Bisul di Kaki karena Foot Bath
Setiap perawatan pedikur, kaki Anda pasti akan direndam di dalam footh bath atau
baskom. Baskom merupakan tempat lembab yang menjadi sarang perkembangbiakan
kutu.
Kasus di California pada tahun 2000, ditemukan lebih dari 110 klien yang mengalami
infeksi kulit tersebut. Diawali dengan timbulnya bintik-bintik merah yang berubah
menjadi bisul.
Dr Sam Bunting, seorang dermatolog menyarankan agat tidak melakukan spa kaki
setelah waxing atau mencukur bulu kaki, minimal 24 jam. Hal tersebut untuk
menghindari kulit berisiko infeksi pada kulit.

6. Hepatitis C karena Gunting Rambut & Kuku
Tidak hanya gunting rambut tapi gunting kuku ketika manikur dan pedikur juga berisiko
menularkan hepatitis C, jika gunting tidak disterilkan dengan benar. Mike Comins, ketua
Asosiasi Dokter Kosmetik di Inggris menjelaskan, hepatitis C adalah virus yang kuat
hidup di luar tubuh untuk waktu yang cukup lama dan tidak menunjukkan gejala apapun.
Hal tersebut dapat meningkatkan risiko hirosis dan kanker hati.




Penyakit penyakit yang bisa timbul akibat dari bekerja disalon adalah :

1. Penyakit saluran pernafasan akibat debu, kapas, bahan kimia dari obat kecantikan,
mis; hair spray, dan lain-lain
2. Asma akibat dari sensitivitas zat perangsang dari zat kimia bahan kecantikan
(terutama yang disemprotkan).
3. Penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur misalnya Hepatitis C, Aids
dll.
4. Dermatitis kontak. Penyakit ini bisa timbul pada pekerja terutama pada penata
rambut.Dermatitis kontak pada tangan merupakan hal utama yang diperhatikan pada
penyakit akibat kerja untuk penata rambut. Hal utama yang harus diperhatikan bagi
penata rambut adalah unsur kimia dari bahan yang digunakan serta tekhnik dan seni
dalam mencuci rambut, memberi kondisioner pada rambut, memotong, mengeriting,
menata rambut, dan mewarnai rambut ( shampooing, conditioning cutting, wavin,
styling dan coloring )
Pencuci rambut merupakan orang yang memiliki risiko besar dermatitis kontak iritan
(DKI) yang kemudian akan berkembang menjadi dermatitis kontak alergik. Penyebab
DKA yang paling sering adalah phenhylenediamine (PPA) yang terdapat pada pewarna
rambutglyceryl thioglycolate pada larutan pengeriting rambut permanen, ammonium
persulfatepemudar warna rambut (bleaching).