Anda di halaman 1dari 50

Prosedur pemasangan ,

perawatan serta
pencabutan
Kateterisasi kandung kemih
dr Gardjito Sipan Sp U
Dokter umum : FKUI
Spesialis Urologi : FKUI-RSCM
TNI-AL
Purna
Kateter dalam
kesehatan/medis
Suatu pipa tipis berbahan medical grade yang
dipakai untuk berbagai prosedur medis
Dimasukan kedalam tubuh untuk perawatan atau
tindakan operasi
cardiovascular, urological, gastrointestinal,
neurovascular, and ophthalmic
Kateterisasi adalah proses memasukan kateter
kedalam tubuh
Kandung kemih
Organ dengan fungsi menampung urin yang
di ekskresi ginjal
Air seni masuk kandung kemih melalui ureter
, sedang keluarnya melalui urethra
Kateterisasi kandung kemih adalah
dimasukkannya kateter melalui urethra ke
kandung kemih
Kateterisasi urine : tindakan memasukan
kateter kedalam kandung kemih melalui
uretra ,dengan tujuan mengeluarkan urin
kateterisasi uretra: Tindakan memasukkan
kateter kedalam buli-buli melalui uretra

Sejarah
"kathiemai " = "to sit, Greek, - to let or
send down.
4,000 B.C. : Egyptian-mengobati nyeri retensi urin
Malleable/lunak catheters diciptakan pada abad XI.
Emas ,Perak/silver sebagai basis bahan catheters
karena dapat dibengkokkan dan berdaya antiseptik .
Coud tip catheters dirancang abad 18 & 19 guna
memudahkan dipakai pria dan sekarang masih terus
populer
self-retaining catheters : Foley-balon (1935); Malecot-
sayap; Pezzer- pundak
Guttman Sterile intermittent cathetherization : SIC
PD II
CIC = clean intermittent cathetherization 1971 -
Lapides

Kateterisasi buli-buli
urethral
Suprapubic-Cystostomy
Intermittent
Lains diversi urin
Kondom ( Condom external catheter )
Nefrostomi
Trocar cystostomy
Kateterisasi suprapubik
Kateterisasi Suprapubik
Randall stone forcep
Coude tip/Tiemann

Kateter hidrofilik lapis perak/emas
Reduced
45% hospital
infection
Journal of
Hospital
Infection
Volume 60,
Issue 4,
August 2005,
Pages 298
303

J enis-jenis kateter
Tip/ujung : Coude/Tiemann, Lempang
Diameter luar : 1 mm = 3 Fr / Ch
( Fr French ; Ch Charriere )
Basis bahan : Latex , Siliconized, Silikon,
stainless
Cara pakai : menetap Foley, Malecot, Pezzers
Cabang pangkal : 2, 3 , 4 cabang
Kateter hematuri : diperkuat nylon coil
Pelicin/hidrofilik : polyvinyl-pyrrolidone (PVP)
Antibakteri : silver/perak, antibiotika

Indikasi
Diagnostik
sample urin untuk kultur urin
residu urin
Memasukan bahan kontras
Urodinamik
Monitor produksi urin (balance cairan dll).
Mengukur tekanan intra abdomen secara tidak langsung
Terapi
keluhan berupa tidak bisa kencing (retensi urine )
Diversi urine
Sebagai splint
bagian dari pra operasi dan post operasi
Memasukkan obat : antibiotiks, kemoterapi
Gagal terapi obat / obat pada inkontinen urin berat


Kontra indikasi
Ruptur urethra:
Meatal bleeding # pendarahan
floating prostat ( Colok dubur )
Hematoma perineum

Straddle Injury
Urethra anterior
Straddle injury
Urethra posterior
Pilih Kateter
Ketersediaan
External / condom catheter ( malam hari saja )
Suprapubic
Latex


Model Balon Foley Kateter
Test bentuk balon
Standart/Robinson/Nelaton Catheter
CIC
SIC

Condom/External/Texas Kateter
Kondom khusus
Singkat malam hari saja
> nyaman
Latex
Perekat
Resiko :
UTI / CAUTI
Laserasi kulit penis
Sumbatan urethra
Kaliber urethra
female urethra :
3.7 0.7 cm long and 7.5 0.6 mm (23.7 1.9 Fr) in
diameter.
male urethra
double curve/ huruf S : penis relax
Panjang : 17.5 to 20 cm.
Diameter : 24 Fr
Bayi anak anak :
* 0 tahun 11.6+0.8 F
* Variasi diameter meningkat > umur 12 tahun
* Normal minimal diameter :10 F. (J Urol R.O.C., 12:20-3,
2001)
#Rumus : 11 + n
Urethra
Diameter & Panjang
Umur ( > 12 tahun )
Berat
Tinggi
# BMI - body mass index

Memperkirakan diameter urethra :
Inspeksi lokal dikaitkan dengan / mengingat diameter
minimal 10 F / rumus n + 11

van
Buren
Dittel
Guyon
Relevant Anatomy

Urethra anterior - posterior
Kemasan kateter
Nomer referensi
Basis material
Panjang kateter
Diameter dan isi balon
Kode produksi serta kadaluwarso
Segel
Ukuran kateter
Panjang ada 3 macam :
female (23-26cm)
paediatric (30cm)
standard (40-44cm) = male
Charriere ( diameter luar )
Kenyamanan
Paraurethra
Gunakan kateter dengan diameter dan isi balon yang
paling memberi rasa nyaman dan aman
Penggunaan kateter 20 F keatas harus dikonsultasikan
kepada spesialis urologi
# Terkecil 6F, naik 2F sampai 28F
Ukuran kateter
Dewasa - Foley (straight tip) catheter (16-18F)
Lakis dewasa dengan BPH - Coud tip (18 F)
Dws gross hematuria - Foley catheter (20-24F) or 3-
way irrigation/ hematuria catheter (20-24F)
Children umur dibagi 2 ditambah 8F
Infants 6 bulan - Feeding tube (5F) + plester
NGT : 5F, 3.5F kateter umbilikus
Kateter Foley bayi dan anak
Age Weight (kg) Foley (Fr)
0-6 months 3.5-7 6
1 year 10 6-8
2 years 12 8
3 years 14 8-10
5 years 18 10
6 years 21 12
8 years 27 12
12 years varies 12-14
Neonate < 1200g 3.5Frumbilical catheter
Neonate 1200-1500g 5Fr umbilical catheter
Neonate 1500-2500g 5Fr umbilical catheter or
size 6 Foley







Balon kateter
Pediatrik 2,5 5 cc
Dewasa : 10 30 cc
Urologi - kateter :- 50 -80 cc
Rutinitas : 10 cc
Air destilasi steril - rekomendasi
Air keran, air dipanaskan, air garam, air dextrose,
udara : dilarang

Basis material kateter
plain latex, bonded latex, plastic, pure silicone or
nylon re-inforced materials (urological use)
Kerak
pH > 7.2 ( < 5,5 )
Struvite amonium, magnesium, fosfat
Calcium phosphate
Sumbatan partial / total
Foley catheter
Paling banyak digunakan :
RS / masyarakat
subcategories:
1/short-to-medium-term
2/long-term catheters.
short-to-medium-term
PolyvinyI chlorine or plastic : 7 14 hari
Balon latex : 7 14 hari
Non balon : SIC/CIC disposable/kebijakan lokal
Plain latex : 7 14 hari
Outer coating silicone
kerak
Absorb cairan diameter >, lumen <
Polytetrafluoroethylene (PTFE)
Latex bonded teflon
4 minggu medium term
Long-term catheters
12 minggu
Silicone elastomer/ Silastic
# Outer & inner surface silicone bonding
# Kerak<
Hydrogel
Polymer hydromer
Pure silicone
Alergi latex
Diffusi cairan balon - terlepas
Dinding tipis internal diameter lebih lebar

Proses Kateterisasi Urethra
Prinsip - prinsip umum
informed consent
halus / gentle
Asepsis &antiseptic
Anastesi lokal dan pelicin
Kateter ukuran sesuai/lebih kecil
-Perhatian isi balon
Perawat atau dokter yang kompeten

Tata Tartib
Pasien
Aman nyaman
Informed consent

Penolong
Perawat
Dokter
Urolog
20 F
Kateterisasi suprapubik

Perlengkapan
Alat kesehatan ( tak habis pakai )
Pinset anatomis / chirurgis ( Minor set )
baskom bengkok
Duk lobang
Perlak
# Selimut

Perlengkapan
Material kesehatan
Obat
Gel xylocain 2%
Pehacain/Lidocain
Antibiotik
Povidone iodine
Bahan habis pakai
Kateter
Kasa
Sarung tangan
Tata cara Kateterisasi urin
Pasien dan perlengkapan sudah siap
A dan antisepsis OUE serta sekitarnya
Pasang duk lubang
Posisi penolong sebelah kiri ( right handed )
Tarik penis dng kasa 90 tubuh
Semprotkan gel xylocain melalui OUE
Masukkan kateter sampai pangkal cabang
Isi balon
Sambung kateter dengan kantong urin
Fiksasi kateter
Posisi kantong lebih rendah dari bulis

Fiksasi kateter
Penoskrotal iskemia
Membersihkan OUE
OUE titik pusat


Posisikan penis 90
S curve
CIC Clean Intermittent
Catheterization
Langkahs kerja Clean Intermittent Self Catheterization
1. Cuci tangan dan kateter dengan air sabun
2. Bilas ad1 dengan air minum ( putih ).
3. Kateterisasi sendiri (tanpa sarung tangan).
4. Setelah pakai, cuci seperti ad1,2 simpan dalan
kontainer berventilasi agar kering
5. Taruh dalam kantung plastik beresleting / wadah
bersih.
( perhatian pada personal hygiene, kabijakan , 6-8
jam)
CIC : lesi spinal cord,
Kebijakan kearifan lokal - SIC

CDC = Centers for Disease Control and
Prevention
Komplikasi
Infections
:
urethritis, cystitis, pyelonephritis,
=Intravesical instillation antibiotica=
Paraphimosis : praeputium terjerat
Creation of false passages
Striktur urethra kronik problem
Urethral perforation
Bleeding
Inability to catheterize
Psychological trauma



Komplikasi
-Bacteriuria
-Catheter-Associated Urinary Tract Infections/CAUTI
-Catheter-Associated Biofilms
-Encrustations
-Urosepsis
-Urethral Damage : Urethritis, Laceration urethra, false passage,
fistel
Kateter menetap/lama
Epididymitis
Hematuria
Bladder stones occur in at least 8%
Bladder cancer
Pain and discomfort
Perawatan kateter
Measure urine output hourly and document
Normal urine output is 0.5-1ml/kg/hr. Report any variation from
this
Maintain unobstructed urine flow.
Hygiene
Daily warm soapy water is sufficient meatal care or PRN if build
up of secretions is evident
Uncircumcised boys should have the foreskin gently eased down
Drainage system
Infection surveillance
Record fluid balance
Perawatan
Atasi Masalah
Catheter leaking
Remove catheter. If indication for IDC remains follow
insertion procedure with new catheter
Catheter not draining/ patient oliguric
Check catheter/tubing not kinked
Check catheter is still secured to patient leg and hasn't
migrated out of bladder
Checking patency by irrigating catheter with 2-3ml of
sterile 0.9% normal saline. Do not use force to instil
fluid. This is an aseptic procedure
* Selama kateter berfungsi baik, tidak harus/ perlu
diganti

PELEPASAN KATETER
1.Memasang sampiran/menjaga privacy
2.Pasien : posisi dorcal recumbent , lepas
pakaian pasien
3.Memasang perlak, pengalas
4.Memasang selimut
5.Memakai sarung tangan
6.Melepas plester dan membersihkan sisa plester
7.Melakukan aspirasi balon kateter hingga habis isinya
8.Mengarahkan penis keatas
9.Menarik kateter perlahan-lahan - lepas - lengkap
10.Merapikan pasien
Dealing with difficulties - lepas
kateter
Try a different syringe;
Leave the syringe attached to the inflation valve,
with the plunger removed, for 20 minutes;
Milk the catheter along its length to help
unblock any debris or obstructions;
Insert a few millilitres (5ml) of sterile water
which may help to clear any blockage;
Attach a 25 gauge (orange) needle into the
inflation chamber just above the cuff and draw
back; this will bypass a faulty valve
Dealing with difficulties- lepas
kateter
Do not attempt to burst the balloon by
overinflation as this could break it into
fragments within the bladder.
Never cut the inflation arm or catheter. The
balloon may not deflate and, if there is any
traction on the catheter, it could retract into
the bladder.
(a number of simple techniques can be tried
before referral to the care of a urologist)
Pilihan selain Dauer Catheter
( dauer/insitu/menetap/permanent/indwelling )
Kesimpulan
The ability to insert a urinary catheter is an essential
skill in medicine.
Urinary catheterization is a simple and valuable
technique that can be performed by the patient,
physician, or nurse -
prevention is better than cure, CAUTI can be
prevented by appropriate selection of patients and by
strict aseptic techniques in using catheters.
Lepas bila tidak diperlukan lagi