Anda di halaman 1dari 2

Dalam kehidupan sekolah

ataupun kampus ujian


merupakan sesuatu yang
harus dilakukan untuk
menuju kelas yang lebih
tinggi. Begitu pula dalam
hidup kita, ketika Allah
memberikan ujian kepada
kita, sesungguhnya itu
adalah jalan bagi kita
untuk mencapai derajat
yang lebih tinggi di sisi
Allah, dengan melewati
setiap ujian dengan cara
terbaik yang diridhoi-Nya
Awal perhitungan tahun hijriah adalah ketika
Rasulullah SAW berhijrah dari makah ke madinah.
Peristiwa hijrah ini merupakan suatu momen yang
sangat berharga dalam kemajuan dakwah Rasulullah
SAW. Kita sebagai umat Rasulullah SAW, kita harus
terus memiliki semgat hijrah tersebut, yaitu terus
berhijrah dari amalan-amalan yang mengundang azab
Allah kepada amalan-amalan yang mengundang
keridhoan Allah.
Idealnya sebagai seorang musli dalam
menyambut tahun baru baik itu tahun baru hijriah
ataupun masehi bukanlah dengan cara yang kurang
baik seperti berpoya-poya, begadang tanpa makna dan
melupakan Allah yang maha rahman. Sebagai orang
beriman alangkah indahnya jikalau kita menyambut
tahun baru dengan mentafakuri nikmat Allah yang
maha rahman dan intropeksi diri dari akhlak kita
ditahun yang telah lalu serta lebih mendekatkan diri
kita kepada Allah.
Mari kita tafakuri makna dari tahun baru.
Saudara seiman, mungkin kita sering melupakan
hakikat dari pergantian tahun yang sebenarnya, ketika
tahun baru tiba kita sering melupakan sesuatu yang
sangat penting yaitu nikmat umur dari Allah yang maha
rahman, bukankan sesungguhnya ketika tiba tahun
baru, sisa jatah usia kita hidup di dunia ini akan
semakin berkurang, waktu kita untuk kembali kepada
Allah akan semakin dekat, lalu mari kita tayakan pada
diri kita sendiri, bekal apa yang telah kita siapkan untuk
MM
pulang ke kampung akhirat, untuk menjaga diri kita dari azab Allah ketika kita
kembali kelak, bukankan Allah telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 281 :
1. !., _`->. , _|| < . . _ _. !. ,. > `,lL`, __
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu
semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan
yang Sempurna terhadap apa yang Telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun
tidak dianiaya (dirugikan).
Dalam firman Allah yang maha rahman tersebut, menunjukan betapa
cintanya Allah kepada kita sebagai manusia. Allah memperingatkan kita untuk
memelihara diri kita dari azabnya, tetapi kita jarang mengingat Allah yang maha
rahman dan malah melakukan amalan-amalan yang mengundang azabnya,
mungkin kita lihat diri kita sendiri apa yang kita lakukan ketika menyambut tahun
baru baik hijriah ataupun masehi, mungkin kita pernah begadang untuk melihat
kembang api, dan coba kita intripeksi diri ketika kita begadang melihat kembang
api, apakah kita mengingat Allah yang menciptakan cahaya yang keluar dari
kembang api tersebut atau kita menyambu tahun baru dengan begadang dengan
mendekatkan diri kita kepadanya.
Semoga ditahun yang akan datang jika kita diberikan nikmat usia, kita
menjadi orang yang bisa terus memperbaiki diri, lebih dekat kepada Allah lebih
serius mengamalkan Al-Quran, dan semoga semoga sisa umur ini menjadi sisa
umur yang berkah dan menjadikan diri kita menjadi penyebar manfaat bagi orang
lain.
Assalamualaikum WR WB
Hadis syahih
Abdullah bin Mughaffal berkata,
"Nabi bersabda, 'Di antara
setiap dua azan (yakni antara
azan dan iqamah) terdapat
shalat, di antara dua azan
terdapat shalat.' Kemudian
beliau bersabda pada kali
ketiga, 'Bagi siapa yang mau."
(HR. Bukhari)
Buletin Al-Qalam diterbitkan oleh Departemen Kajian dan Strategi Rohis Nurul Ilmi FMIPA Unpad,Jatinangor
Nuril : Insan Gaufuan Penanggung Jawab :Departemen Kajian dan Strategi Ketua Departemen :Nur Anwar
Buletin :Dadan Suhendar,Purwansyah,Nyai Mona,Elsa Desain & Layout :Dadan Suhendar
Ilmi FMIPA Unpad Jl. Raya Bandung-Sumedang KM.21 Jatinangor,Sumedang 45363 E-Mail :kastratnuril@yahoo.co.id
: Rohis Nuril CERIARedaksi menerima sumbangan naskah,artikel,pertanyaan,kreativitas maupun kritik dan saran*
*naskah yang masuk menjadi hak milik Departemen Kajian dan Strategi.
Memperbaharui diri di tahun Baru
Tahun baru hijriah merupakan tahun
muslim. Perhitungan tahun hijriah ini dimulai dari
hijrahnya Rasulullah SAW dengan para sahabatnya dari
mekah ke madinah, peristiwa hijrah inilah yang
merupakan titik tolak perkembangan dakwah islam
yang tertekan di makah menjadi berkembang pesat
madinah.
Umat muslim pada masa sekarang sudah mulai
melupakan peristiwa bersejarah tersebut. Salah
satunya dapat dilihat dari kurangnya antusias umat
muslim dalam menyambut tahun baru hijriah
dibandingkan dengan tahun baru masehi.
Dalam menyambut ta
semua orang merayakannya. Hampir di setiap sudut
negeri ini semua orang
menyalakan kembang api, begadang sampai larut
malam untuk merayakan tahun baru masehi. Tetapi,
ketika tahun baru hijriah datang, hanya sebagi
saja yang menganggapnya merupakan hari yang
istimewa, padahal sebenarnya sebagai umat muslim
seharusnya tahun baru hijriah ini merupakan momen
yang lebih istimewa dari
Qalam diterbitkan oleh Departemen Kajian dan Strategi Rohis Nurul Ilmi FMIPA Unpad,Jatinangor Ketua Rohis
Ketua Departemen :Nur Anwar Isi
Desain & Layout :Dadan Suhendar Sekretariat : Masjid Nurul
Mail :kastratnuril@yahoo.co.id
el,pertanyaan,kreativitas maupun kritik dan saran*
Jumat 24 Dzulhijjah
1433 H
Subuh 04:01
Zuhur 11:38
Asar 14:52
Magrib 17:47
Isya 18:55
Memperbaharui diri di tahun Baru
hijriah
Tahun baru hijriah merupakan tahun baru umat
muslim. Perhitungan tahun hijriah ini dimulai dari
hijrahnya Rasulullah SAW dengan para sahabatnya dari
mekah ke madinah, peristiwa hijrah inilah yang
merupakan titik tolak perkembangan dakwah islam
yang tertekan di makah menjadi berkembang pesat di
madinah.
Umat muslim pada masa sekarang sudah mulai
melupakan peristiwa bersejarah tersebut. Salah
satunya dapat dilihat dari kurangnya antusias umat
muslim dalam menyambut tahun baru hijriah
dibandingkan dengan tahun baru masehi.
Dalam menyambut tahun baru masehi hampir
semua orang merayakannya. Hampir di setiap sudut
negeri ini semua orang menyambutnya dengan
menyalakan kembang api, begadang sampai larut
malam untuk merayakan tahun baru masehi. Tetapi,
ketika tahun baru hijriah datang, hanya sebagian kecil
saja yang menganggapnya merupakan hari yang
istimewa, padahal sebenarnya sebagai umat muslim
seharusnya tahun baru hijriah ini merupakan momen
yang lebih istimewa dari pada tahun baru masehi.
Departemen Kastrat
Rohis Nurul ilmi