Anda di halaman 1dari 6

Alat-alat yang digunakan:

Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam laboratorium mikrobiologi
yang memberikan perbesaran yang membuat kita dapat melihat struktur
mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop yang
tersedia menungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali
hingga ribuan kali.

Autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang
digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.
Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan
suhu 121C (250F). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda
adalah 15 pon tiap inchi (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi
yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121C.

Inkubator (Incubator)
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu
yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur
waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya
adalah 10-70C.

Hot plate stirrer dan Stirrer bar


Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk
menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang
terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat
proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate
dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS misalnya mampu
menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600
rpm dan dapat dipanaskan sampai 425C.

Colony counter
Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh
setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu
alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk

pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan


Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset.

Laminar Air Flow (LAF)


Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara
aseptis karena LAF mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara
sehingga menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum
digunakan.

Mikropipet (Micropippete) dan Tip


Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup
kecil, biasanya kurang dari 1000 l. Banyak pilihan kapasitas dalam
mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya
(adjustable volume pipette) antara 1l sampai 20 l, atau mikropipet yang
tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume
pipette) misalnya mikropipet 5 l. dalam penggunaannya, mikropipet
memerlukan tip.

Cawan Petri (Petri Dish)


Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme.
Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai
penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan
yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml,
sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10
ml.

Tabung reaksi (Reaction Tube / Test Tube)


Di dalam mikrobiologi, tabung reaksi digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan
menumbuhkan mikroba. Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair.
Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau
aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur
menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak (deep tube agar)
dan agar miring (slants agar). Untuk membuat agar miring, perlu diperhatikan
tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara
tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang
terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi.

Untuk alasan efisiensi, media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap


tabung.

Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)


Berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan. Labu Erlenmeyer
dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan
komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam kultur cair
dan lain-lain. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang
dapat ditampungnya yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml,
1000 ml dan sebagainya.

Gelas ukur (Graduated Cylinder)


Berguna untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas
ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Pada saat
mengukur volume larutan, sebaiknya volume tersebut ditentukan berdasarkan
miniskus cekung larutan.

Tabung Durham
Tabung durham berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya
lebih kecil dan berfungsi untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk
akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Penempatannya terbalik
dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan
sampai ada sisa udara).

Jarum Inokulasi
Jarum inokulasi berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam atau
ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulasi biasanya terbuat dari kawat
nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Bentuk
ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating
loop/transfer loop, dan yang berbentuk lurus disebut inoculating
needle/Transfer needle. Inoculating loop cocok untuk melakukan streak di
permukaan agar, sedangkan inoculating needle cocok digunakan untuk
inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating).

Spektrofotometer

Spektrofotometer
merupakan
alat
yang
digunakan
untuk
mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang
gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet.
Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai
absorbansi
dari cahaya yang
dilewatkan
akan
sebanding
dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.

Pembakar Bunsen (Bunsen Burner)


Pembakar Bunsen berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril. Api yang
menyala dapat membuat aliran udara karena oksigen dikonsumsi dari bawah
dan diharapkan kontaminan ikut terbakar dalam pola aliran tersebut.
Pembakan Bunsen ini digunakan untuk sterilisasi jarum ose atau yang lainnya.

Pinset
Pinset berfungsi untuk mengambil atau memindahkan benda dengan menjepit
misalnya saat memindahkan cakram antibiotik.

http://risaluvita.wordpress.com/2013/12/17/sterilisasi-dan-pengenalan-alat/
Prinsip cara kerja autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat & bahan yang
menggunakan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu 121C. Suhu dan tekanan tinggi yang
diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih
besar untuk membunuh sel dibanding dengan udara panas. Biasanya untuk
mesterilkan media digunakan suhu 121C dan tekanan 15 lb/in2 (SI = 103,4 Kpa)
selama 15 menit. Alasan digunakan suhu 121C atau 249,8F adalah karena air
mendidih pada suhu tersebut jika digunakan tekanan 15 psi. Untuk tekanan 0 psi pada
ketinggian di permukaan laut (sea level) air mendidih pada suhu 100C, sedangkan
untuk autoklaf yang diletakkan di ketinggian sama, menggunakan tekanan 15 psi
maka air akan mendidih pada suhu 121C. Ingat kejadian ini hanya berlaku untuk sea
level, jika dilaboratorium terletak pada ketinggian tertentu maka pengaturan tekanan
perlu disetting ulang. Misalnya autoklaf diletakkan pada ketinggian 2700 kaki dpl,
maka tekanan dinaikkan menjadi 20 psi supaya tercapai suhu 121C untuk
mendidihkan air. Semua bentuk kehidupan akan mati jika dididihkan pada suhu
121C dan tekanan 15 psi selama 15 menit.

Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoklaf lama kelamaan akan mendidih
dan uap air yang terbentuk mendesak udara yang mengisi autoklaf. Setelah semua
udara dalam autoklaf diganti dengan uap air, katup uap/udara ditutup sehingga
tekanan udara dalam autoklaf naik. Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai,
maka proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu mundur. Setelah
proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun
perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan
mencapai 0 psi. Untuk mendeteksi bahwa autoklaf bekerja dengan sempurna dapat
digunakan mikroba pengguji yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu
Bacillus stearothermophillus, lazimnya mikroba ini tersedia secara komersial dalam
bentuk spore strip. Kertas spore strip ini dimasukkan dalam autoklaf dan disterilkan.
Setelah proses sterilisai lalu ditumbuhkan pada media. Jika media tetap bening maka
menunjukkan autoklaf telah bekerja dengan baik.
Oven
prinsip kerja oven yaitu sterilisasi melalui mekanisme konduksi panas. Panas akan
diabsorbsi pleh permukaan luar obat yang disterilkan selanjutnya merambat kebagian
dalam dari permukaan hingga pada akhirnya suhu sterilisasi tercapai sehingga
mikroorganime mati melalui mekanisme oksidasi sampai terjadinya koagulasi protein
sel mikroorganisme. Bekerja pada suhu 170-180oC selama 2-3 jam. Untuk alat-alat
dari logam dan gelas. Dan 150oC elama 1 jam untuk bahan-bahan berupa minyak,
parafin atau salep.
http://www.syindjia.com/2012/04/pengenalan-alat-dan-pembuatan-medium.html
Pada Laminar Air Flow, terdapat 2 macam filter:
1.
Pre-filter, yang menggunakan saringan pertama terhadap debu-debu dan bendabenda yang kasar. Pori-porinya kira-kira 5 mm sehingga efisiensinya dapat mencapai
95 mm untuk objek-objek yang 5 mm.
2.
HEPA filter dengan pori-pori 0.3 mm dan terdapat pada bidang keluar udara
kearah permukaan tempat kerja.
Pre-filter harus sering dibersihkan dengan cacum cleaner dan sebaiknya diganti 1
tahun sekali. Namun HEPA filter diganti setelah melalui pemeriksaan dengan
particulate count atau dengan alat yang disebut magnehelic gauge. Laminar air flow
cabinet ada yang dilengkapi dengan lampu U.V., ada juga yang tanpa. Pada laminar
air flow cabinet yang tidak dilengkapi dengan lampu U.V., blower harus dijalankan
terus menerus walaupun laminar air flow cabinet tersebut sedang tidak dipergunakan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan ruang kerja didalam laminar air flow
tersebut. Pada laminar air flow yang dilengkapi dengan lampu U.V., dianjurkan agar
menyalakan lampu U.V. minimum 30 menit sebelum laminar air flow digunakan.
Ketika laminar air flow sedang digunakan, lampu U.V. harus dimatikan, sedangkan
blower dijalankan. Blower pada laminar air flow cabinet yang dilengkapi dengan
lampu U.V., hanya dijalankan pada saat laminar air flow sedang digunakan.
http://www.syindjia.com/2012/04/pengenalan-alat-dan-pembuatan-medium.html
Adapun alat yang dapat disterilisasi dengan menggunakan autoclave antara lain
petridisk, botol jam, pinset, scalpel. Setelah dilakukan sterilisasi maka alat-alat
tersebut menjadi steril. Untuk tetap menjaga sterilitas alat-alat tersebut, setelah
diangkat dari dalam autoclave kemudian dimasukkan ke dalam oven untuk
penyimpanannya.
http://nikku92.wordpress.com/2010/10/21/sterilisasi-alat-dan-bahan-pada-pengujianmikrobiologi/
Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer,
tabung reaksi dll. Sebelum dimasukkan ke dalam oven alat/bahan teresbut dibungkus,
disumbat atau dimasukkan dalam wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi ketika
dikeluarkan dari oven.
http://medhypaputungan.wordpress.com/2013/01/31/4/
Prinsip Kerja dari Laminar Air Flow (LAF) adalah Laminar Air Flow digunakan
sebagai meja kerja steril untuk kegiatan inokulasi/ penanaman. Laminar Air Flow
mengutamakan adanya hembusan udara steril yang digerakkan oleh blower yang
disaring oleh HEPA Filter. Sebelum dioperasikan Laminar Air Flow harus dinyalakan
minimal 30 menit dan harus dilakukan penyemprotan dengan alcohol agar alat dan
ruang kerja tersebut terjamin kesterilannya. Pada saat melaksanakan pekerjaan, harus
dinyalakan blowernya yang berfungsi sebagai penghembus udara steril dan lampu TL
sebagai penerang. Agar Laminar Air Flow dapat difungsikan setiap saat,
pemeliharaan dan perawatan alat harus selalu dilakukan.
http://abbmal.wordpress.com/2013/02/01/