Anda di halaman 1dari 14

HUKUM II TERMODINAMIKA

Kelompok 14
Nahzim Rahmat
Ratih Noviyanti
I Putu Eka Andipa Suryanada
Putu Dika Wilyana Dewi

1113031027
1113031028
1113031051
1113031057

Termodinamika I

Reversibel dan Ireversibel

Memberi penjelasan tentang kekalan energi


energi tidak bisa diciptakan ataupun
dimusnahkan, melainkan energi dapat
dirubah dari bentuk satu kebentuk lainnya

Reversibel proses yang berlangsung


tanpa adanya kebocoran (kerja maksimum).
Berlangsung lambat dan selalu
berkesetimbangan. Proses hipotetik..

Memberikan besaran termodinamika enegi


dalam (U) dan entalpi (H) yang sangat
berguna dalam menentukan energi yang
menyertai suatu proses dan perubahan
sistem

Ireversibel jika ada kebocoran (banyak


dialam)

Termodinamika I tidak memberi gambaran


bahwa perubahan yang energinya kekal
tidak terjadi sembarang Untuk
menjelaskan arah proses, dibutuhkan
besaran termodinamika yag lain
termodinamika II

Mesin
Kalor
Perkembangan
termodinamika pd abad XIX

Permasalahan industri
Mesin uap

Kajian termodinamika = mesin kalor


Proses /perubahan sistem
selalu diikuti dengan kalor
dan kerja

Lloyd Henderson :
Sains berhutang lebih
banyak kepada mesin
kalor (mesin uap) : utang
mesin kalor kepada sains

Utang besar sains


Mesin kalor

Hukum II
termodinamika
Besaran entropi

Cara kerja Mesin Uap

Api = memanaskan material (working substance)


Yang menyebabkan uap mengembang dan
menggerakkan piston, dan kerja diperoleh
Uap menjadi dingin karena ekspansi dan
dikeluarkan melalui katup sehingga piston
bisa dikembalikan ke posisi semula dan siap
memulai proses lagi
Suatu proses dimana posisi sistem
dikembalikan ke keadaan awal
(semula)

Proses siklik

Semua perubahan
besaran keadaan sistem
pd proses siklik = 0

Mesin Uap

Golongan mesin kalor

Mesin kalor dapat dianggap menyerap


kalor Q1 dari sumber kalor dengan
temperatur lebih tinggi

Reservoir kalor

Mengubahnya sebagian menjadi kerja, W


dan melepaskan sisa kalor Q2 ke reservoir
kalor yang temperaturnya lebih rendah

Reservoir Kalor, T1

Mesin

Reservoir Kalor, T2

Reservoir kalor = suatu model


resevoir yg mempunyai
temperatur homogen dan
temperatur ini tidak berubah
bila terjadi transfer sejumlah
tertentu panas/kalor dari atau
ke reservoir

SIKLUS CARNOT
Kerja mesinkalor dipandang sebagai
proses siklik reversibel
Proses
1
Proses
2
Proses
3
Proses
4

Ekspansi
reversibel
Ekspansi
reversibel
Kompresi
reversibel
Kompresi
reversibel

isotermal
adiabatik
adiabatik
adiabatik

Kalor dan kerja dari siklus Carnot dapat


dihitung dengan Hk. Termodinamika I
Ekspansi isotermal
reversibel

dU = dQrev - PdV atau dU = dQrev + dW


Proses isothermal dU = 0,
sehingga:

- dW = dQrev = PdV
- nRT
W1 =
dV

V
W1 = - Q1 = - nRT ln

V2
V1

Ekspansi adiabatik
reversibel
Proses adiabatic Q = 0,
sehingga:

dU = dW = - PdV
dW = C v dT

dW = C v (T2 - T1 ), dimana T1 > T2

Kompresi
reversibel

W3 = - Q 2 = - nRT ln

isothermal

V4
, dimana V3 > V4
V3

Kompresi
adiabatik
reversibel
W4 = C v (T1 - T2 ), dimana T1 > T2
Total kerja (W) yang dilakukan oleh mesin
Carnot dalam 1 siklus

Efisiensi mesin Carnot adalah perbandingan


antara kerja yang dilakukan mesin dengan
kalor yang diserap, Q1
-

W
Q1

(Q1 Q 2
Q
1 2
Q1
Q1

Q2/Q1
sebanding
dengan
temperatur
termodinamika dari resevoir, maka Efisiensi
mesin Carnot dinyatakan sbb:

W W1 W2 W3 W4
W nRT ln

V2
V
Cv T2 T1 nRT ln 4 Cv T1 T2
V1
V3

W nRT ln

V2
V
nRT ln 4
V1
V3

Q2 berharga negatif karena V4< V3. Sesuai


dengan fakta bahwa kalorini dilepaskan oleh
sistem. Sehingga:
atau

T2
T1

SIMPULAN RUMUSAN EFISIENSI MESIN CARNOT:

W Q1 Q2

W = - Q1 + Q 2

- W = Q1 - Q 2

Kerja yang dilakukan oleh mesin dalah selisih


antara kalor yang diserap,Q1 dengan kalor yang
dilepaskan Q2

Semua mesin Carnot yang bekerja pada


dua reservoir kalor yang sama mempunyai
efisiensi yang sama
Efisiensi mesin kalor tidak tergantung pada
jenis material yang digunakan
Temperatur
termodinamika
tidak
tergantung pada jenis material.

TEMPERATUR
TERMODINAMIKA
Prinsip mesin Carnot

efisiensi mesin kalor paling besar


yang mungkin adalah 1

Temperatur termodinamika
terendah = 0
Tidak akan pernah tercapai secara
praktis

Tidak bergantung pada jenis


material (working substance)
yang digunakan

Skala temperature
termodinamika ditentukan
berdasarkan rumusan
efisiensi mesin kalor ideal

Rumusan Hukum II
Termodinamika

Hukum II
Termodinamika:
Pernyataan Kelvin-Planck:
Tidak mungkin mengkonstruksi mesin kalor yang
bekerja menurut proses siklik yang hanya
menghasilkan perubahan kalor menjadi kerja tanpa
efek lain.
Pernyataan Clausius:
Tidak mungkin mesin kalor yang bekerja menurut
proses siklik hanya terjadi perpindahan kalor dari
reservoir yang lebih dingin ke yang lebih panas
tanpa melibatkan kerja dari luar.

Kaitan Hukum II
Termodinamika
dengan Reversibilitas
Hanya proses yang memenuhi kaidah yang termasuk proses
reversibel.
Proses siklik tanpa gesekan = reversibel.

Misal ada gesekan


Gaya gesek (Wgesekan)
Kerja (W) gas ada 2 bentuk:
1. Kerja untuk melawan kerja luar sistem (Win)
2. Kerja untuk melawan gesekan (Wkontragesekan)

Kerja luar sistem (Wout)

Saat Ekspansi
Win > Wout

Saat Reversibel:
Wgas = Win + Wkontra
gesekan
Win > Wout

Teorema Clausius dan


Besaran Entropi

Pada proses siklik reversibel


berlaku
= 1 Q2/Q1 = 1 T2/T1
(Q1 Q2)/Q1 = (T1 T2)/T1
Q1.T1 Q2.T1 = Q1.T1 Q1.T2
T1.Q2 = T2.Q1
Q2/T2 Q1/T1 = 0

Besaran termodinamik
ini disebut dengan Entropi
(S):
dS = Q rev/T

Secara umum:
Q/T = 0 (Teorema Clausius)

Ketidaksamaan Clausius
berlaku:
Q/T < 0
(Jika harga integrasi
lebih kecil dari nol,
maka berlaku pada
proses irreversibel).

Pada proses reversibel, Q/T


adalah suatu besaran
termodinamika baru, walaupun
Q sendiri bukan besaran
keadaan sistem. Faktor 1/T
adalah faktor pengintegrasi
yang menyebabkan menjadi
diferensial eksak yang
merupakan ciri besaran
keadaan sistem.