Anda di halaman 1dari 41

Laporan Project Simulasi Reservoir

HISTORY MATCHING DENGAN MENGGUNAKAN


APLIKASI

SOFTWARE ECLIPSE

Pada Suatu Lapangan Minyak Anggora Field oleh


DRILL GROUP COMPANY

Di Susun Oleh :
DRIIL GROUP
Aprillia Nur Anisa (1101143)
Della Septiani
(1101183)

TEKNIK PERMINYAKAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN 2013/2014

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T


karena atas kehendak-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan
Project Simulasi Resrvoir dengan menggunakan aplikasi software
Eclips ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Penyusunan laporan

project ini bertujuan untuk melengkapi

persyaratan dalam menyelesaikan Mata Kuliah Simulasi Resrvoir.


Dalam kesempatan ini tidak lupa penyusun mengucapkan
banyak terimakasih kepada :
1.

Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa

2.

Dosen pengajar mata kuliah Simulasi Resrvoir, Mas Firdaus.

3.

Temanteman seperjuangan yang telah membantu dalam


menyelesaikan laporan ini, mengerjakan bersama-sama dan
hingga tidak tidur pun bersama-sama demi project ini.

4.

Semua pihak yang telah ikut membantu baik secara langsung


maupun tidak langsung

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan kami sangat


mengharapkan segala kritik dan saran yang membangun guna

melengkapi kekurangan yang ada dalam laporan ini dan untuk


perbaikan dalam penyusunan untuk laporan selanjutnya.
Akhir kata saya hanya dapat berharap semoga laporan ini
dapat

bermanfaat

bagi

kita

semua

dan

dapat

memenuhi

persyaratan Mata Kuliah Simulasi Reservoir ini.

Balikpapan, 13 Desember 2014

Drill (Della_Aprillia) Group


Company

BAB I
PENDAHULUAN

PENGENALAN SIMULASI RESERVOIR


1.1.

Pengertian Simulasi Reservoir


Simulasi Reservoir adalah suatu proses matematik
yang

digunakan

untuk

memprediksi

perilaku

rsesrvoir

hidrokarbon dengan menggunakan suatu model. Suatu


model diasumsikan memiliki sifat-sifat yang mirip dengan
keadaan reservoir yang sebenarnya. Model tersebut memiliki
2 tipe ; model fisik dan model matematik. Model fisik
dimodelkan

dengan

menggunakan

objek

yang

tampak

sehingga mudah untuk diteliti atau dievaluasi, sedangkan


model matematik menggunakan persamaan matematik yang
memperhitungkan sifat-sifat atau kelakuan fisik, kimia dan
thermal

dari

Perumusan

reservoir

matematik

dalam
sangat

penginterpretasiannya.
sulit

untuk

dipecahkan

menggunakan metode analitis, sehingga pemecahannya


menggunakan cara numerik (misal, finite difference).
Simulasi

reservoir

merupakan

metode

membuat

model reservoir (cadangan minyak) berdasarkan model fisik


maupun model matematik yang dapat memberikan ilustrasi
dari bentuk model reservoir yang sesungguhnya,
tujuan

inti

dari

simulasi

reservoir

adapun

dapat meramalkan

(predict) atau memberikan kisaran tentang perilaku reservoir


terhadap

berbagai

metode

operasi

produksi,

adapun

keakuratan dalam simulasi ini sangat bergantung pada data


lapangan dan history matching, sedangkan
dalam melakukan simulasi reservoir

tahapan kerja

meliputi preparasi

data, matching (penyelarasan) dan prediksi.


Tahap

preparasi

data

meliputi

segala

sesuatu

persiapan data yang dibutuhkan selama proses simulasi


berlangsung, sedangkan data data yang dibutuhkan dapat
dikelompokkan data fluida, data batuan, data produksi, data
mekanik, data ekonomi dan data lainnya, untuk tahap

matching
matching,

dibagi

atas

dimana

penyelarasan

inplace

inplace

terhadap

matching
matching

cadangan

serta

history

merupakan

inisial (mula-mula)

hidrolarbon yang dihitung model terhadap perhitungan


secara volumetrik, adapun history matching merupakan
penyelarasan kumulatif produksi GOR dan WOR (GOR: Gas
Oil Ratio, WOR: Water Oil Ratio) serta penyelarasan tekanan
sebagai fungsi waktu yang dihitung model terhadap data
data hasil lapangan
Didalam melakukan proses simulasi reservoir dibagi
kedalam grid grid yang berbentuk sel, dan setiap sel yang
ada harus tersedia data dimana data data ini dipengaruhi
oleh heterogenitas reservoir serta kondisi pengukuran, untuk
itu nilai data yang akan dimasukkan perlu dievaluasi secara
detail agar proses matching untuk prediksi kondisi reservoir
dapat dilakukan dengan baik.
Anggora Field merupakan salah satu lapangan minyak
yang dikelola atau dikembangkan oleh DRILL

GROUP.

Secara geometry, lapisan ini memiliki ketinggian reservoir


sebesar `960 m dengan ketebalan reservoir sebesar 37.7 m.
Data- data yang mendukung untuk mempersiapkan history
matching untuk data petrophysis nya pada lapangan Anggora
Field dengan net porosity = 20.1 % dan net Permeability
sebesar 62.1 mD.
1.1.1. Tujuan Simulasi Reservoir
Tujuan
dari
simulasi
mengembangkan

model

reservoir

matematik

adalah
reservoir

untuk
dengan

memprediksi kelakuan aliran multifasa di dalam reservoir.


Model matematik ini berdasarkan model geologi dan sifat
karakteristik reservoir yang telah dibahas diatas. Secara
umum, simulasi reservoir ini terdiri dari pembuatan model,
inisialisasi, history matching dan prediksi reservoir.
1.1.1.1. Pembuatan Model
Simulator Eclipse dapat digunakan untuk memodelkan
sistem grid reservoir

suatu dari lapangan. Pemodelan

reservoir dilakukan dengan menggunakan model Black-Oil 3D, 3-fasa dan dengan tipe grid sel orthogonal corner point
sesuai dengan karakteristik area yang distudi. Dimensi grid
sel yang digunakan adalah 50 sel arah X dengan panjang 50
m, 44 sel arah Y dengan panjang 50 m dan 4 layer arah Z.
a. Inisialisasi
Sebelum proses history matching, model reservoir
diinisialisasi menggunakan simulator Eclipse black oil
untuk menetapkan kondisi kesetimbangan awal reservoir
dan menentukan initial volume in place dari reservoir.
Harga OOIP (Original Oil In Place) dihitung selama proses
inisialisasi model reservoir ini dan juga digunakan sebagai
parameter acuan pada saat proses history matching
produksi.
b. History Matching
Tujuan dari history matching adalah untuk
memvalidasi performance model dengan data sejarah
lapangan, dalam hal ini adalah data produksi lapangan.
Pada history matching ini yang digunakan sebagai acuan
adalah

liquid

rate

(control

liquid),

artinya

dengan

menetapkan bahwa laju produksi liquid yang dimasukkan

ke dalam model simulasi adalah sama dengan laju


produksi liquid data lapangan, selanjutnya laju produksi
minyak, laju produksi air, tekanan dan water cut harus
diselaraskan (di-matching) dengan data lapangan yang
sebenarnya.
Dalam rangka usaha untuk memvalidasi performance
model, pada prinsipnya terdapat tiga parameter utama
yang harus di-adjust pada proses history matching, yaitu:
- Matching Tekanan
- Matching Saturasi
- Matching PI (Produktivity Index)
c. Peramalan Produksi
Setelah proses history matching selesai, maka dapat
diasumsikan bahwa model dan karakteristik reservoir
telah menggambarkan kondisi reservoir yang sebenarnya.
Tujuan utama dari peramalan produksi reservoir adalah
untuk

memperkirakan

kinerja

reservoir

dengan

menjalankan beberapa skenario pengembangan. Hasil


peramalan produksi ini merupakan performance dari
reservoir tersebut di masa yang akan datang.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Introduction Anggora Case


Dalam project kali ini kami akan mencoba membuat
sebuah History Matching pada Anggora Field. Berikut datadata yang dapat mendukung dalam persiapan untuk Histroy
Matching pada Anggora Field di DRILL GROUP :

Figure 1. Anggora Reservoir model

1. Geometry
Top reservoir at 1960 m TVDSS
Reservoir thickness of 50 m
Thickness = 37.7 m
2. Petrophysics
Net porosity
= 20.1 %
Net permeability = 62.1 mD
3. Fluid Properties
Oil properties

Stock tank oil density


Gas solution factor =
Gas solution factor =
Saturation pressure =
Oil volume factor
Compressibility
Viscosity
Gas properties
Stock tank oil density
Gas volume factor =
Viscosity
Water Properties

Water

density

1000.5 kg/m3

Compressibili
ty = 0.44 x 10-4
bar-1

Viscosity
= 0.481 Cp

Formation

volume factor
= 1.01
vol/vol @250 bara

= 849.7 kg/m3
124.1 m3/m3
124.1 m3/m3
220 bara
= 1.15 vol/vol @Psat
= 0.5 x 10-4 bar-1
= 1.20 cP @ Psat
= 0.9 kg/m3
0.0059 rm3/m3 @220 bara
= 0.026 cP @220 bara

1. Initial State
Initial pressure =250 bars @2000 m TVDSS
Water oil contact
= 2160 m TVDSS (assumed)

2.1.1. Objektif
Objektivitas dari project ini adalah
1. mengidentifikasi dua parameter yang sangat berpengaruh
dari mekanisme produksi
2. mensimulasikan test sensitivitas
3. memberikan nilai dari 4 parameter yang berhubungan
dengan best match

2.1.2. Mekanisme produksi utama dari history data


Ketika kami menjalankan history data dari Lapangan
Anggora, kita dapat menemukan mekanisme produksi sebagai
hasil bagian dari diagram. Diagram ini dapat menjelaskan
berapa banyak produksi minyak di setiap mekanisme yang di
jalankan dari sistem tersebut.

WATER

GAS
GAS
ROCK

Gambar 2. Kontribusi Mekanisme Produksi pada history


produksi Minyak

Dari grafik ini menunjukkan bahwa adanya ekspansi oil


atau peningkatan oil yang sangat penting dalam drive
mekanism,

tetapi

terjadinya

penurunan

mekanisme

pendorong di waktu yang sama. Di sisi lain dari grafik ini


didapatkan informasi adanya efek peningkatan air dan terus
meningkat secara signifikan dari sebelumnya. Gas tidak
muncul pada saat pertama kali di karenakan reservoir
pressure masih lebih tinggi dari pada bubble point pressure,
sehingga belum terjadi adanya solution gas, tetapi akan
adanya efek produksi sampai 4 tahun kemudian dan ekspansi
rock tidak memiliki efek yang cukup besar. Sehingga dapat di
simpulkan bahwa mekanisme pendorong adalah water drive,
sehingga pada simulasi ini akan fokus pada water drive.
Berikut data awal dari history matching DRILL GROUP
COMPANY :
1. Data SCAL awal yaitu data Sw, Krw,Kro dan Pc yang
nantinya akan digunakan untuk mengubah data sehingga
mendekati data history.

Gambar 2.2 Tabel dan Grafik data awal

2. Anggora Case
Berikut adalah data Case yang digunakan pada eclipse

Berikut adalah data yang telah dirubah untuk mengubah nilai


data sehingga mendekati nilai history matching :
Pengelolaan dan analisa data SCAL ( Special Core Analysis )
dalam pembuatan data permeabilitas realatif sangat di
perlukan sebagai input simulasi reservoir . Data permeabilitas
realtif sangat di perlukan karena :
1. Dapat di analogikan dengan perbedaan sifat fisik batuan
dan fluida reservoir.
2. Menentukan flow karakteristik fluida reservoir di dalam
model simulasi.
3. Menentukan factor

perolehan

(RF)

dan

performance

produksi.

Gambar 2.3 Tabel Dan Grafik Data yang Telah Diubah

Berikut adalah hasil dari permodelan menggunakan data


baru yang diubah seperti pada Gambar 2.3 :

1. FOPT
( Field
Oil

Production Total )/ Cummulative Oil

Gambar 2.4. Grafik FOPT


2. FOGR (Field Oil Gas Ratio)

Gambar 2.5. Grafik FOGR


3. FLPR (Field Liquid Production Rate)

Gambar 2.6. Grafik FLPR


4. FWCT (Field Water Cut Total)

Gambar 2.7. Grafik FWCT


5. WBHP (Well Bottom Hole Pressure)

Gambar 2.7. Grafik FWCT


6. FOPR (Field Oil Production Rate)
Gambar 2.8. Grafik FOPR
7. OOIP (Original Oil in Place

Tabel. 2.1 OOIP (Original Oil in Place)


No.

Regio
n

Field

Field

Field

Field

Field

Field

Field

Field

Field

Oil(m^3)
8831574.
9
8831574.
9
8831574.
9
8831574.
9
8831574.
9
8831574.
9
8831574.
9
8831574.
9
8831574.
9

Water(m^

Mobile Oil Wrt

Gas(m^3)

Dis Gas (m^3)

2.19E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

12113441

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

4.30E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

2.19E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

2.19E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

2.19E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

2.19E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

2.19E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

2.19E+08

1.10E+09

1.10E+09

5365814.4

8829229.9

3)

Mobile Oil Wrt Gas(m^3)

Water(m^3)

2.2. SENSITIVITY
Di simulasi ini kita akan melihat efek dari beberapa parameter
yang akan di jalankan sensivitynya. Parameter parameternya yaitu
volume, permeabilitas di lapisan yang paling rendah, Kv/Kh rasio
anisotopi dan rasio permeabilitas air maksimum. Sebelum kita
melalukan aktifitas tersebut, pertama kita harus memutuskan kasus
dasar (kasus awaal) kita di simulasi sebagai referensi. Dari kasus
sebelumnya,

kita

mempunyai

kasus

dasar

seperti

digambarkan di modul. Kasus dasar (run_0) ditunjukkan

yang
seperti

dibawah ini :

Run

Aquifer

Layer

Kv/Kh

Krw max

(MULTPV)
50

5(MULTX)
1

0.05

0.3

A. Aquifer Volume Parameter (MULTPV)


Kita mencoba untuk mensimulasikan mekanisme pendorong air,
sehingga kita harus membuat jumlah yang besar dari volume air
di aquifer atau sebuah tindakan tanpa batas dari aquifer. Di
perintah

yang

harus

kita

lakukan

pada

simulator

untuk

menaikkan volume pori (MULTPV). Jarak sesitivitas MULTPV harus


diantara 10 100. Gambar 3.1 di bawah ini, menunjukkan hasil
simulasi yang mengubah nilai dari MULTPV vs kumulatif produksi
minya. hal itu ditunjukkan dibawah pada kasus dasar nilai
kumulatif minyak mengalami kenaikan dengan perbedaan yang
relative konstan. MULTPV = 100 memberi kenaikan untuk
produksi kumulatif minyak. Sehingga kita putuskan untuk
mencoba dari MULTPV 75 ke 100 untuk history matching.

Gambar 2.9. Tabel dan Grafik FOPT(Cumulative Oil) Vs


MULTPV

Pada simulasi reservoir ini oleh sensitivita MULTPV yang


akan berpengaruh pada nilai dari laju produksi minyak, GOR,
Water cut, dan BHP. Kenaikan nilai dari MULTPV akan
menaikkan rate produksi minyak (hubungannya positif),
menurunkan

GOR

(hubungannya

negative),

dan

tidak

berpengaruh terhadap BHP (dari kasus dasar). MULTPV vs


hubungan water cut juga memberi hubugan yang positif,
tetapi nilai yang digabungkan kecil untuk kurva history juga.
Grafik yang dekat dengan sejarah adalah BHP dan GOR
(menunjukkan grafik parallel) tetapi tidak cukup menutup.
Berikut adalah Sensitivity run result of MULTPV variations :

1. MULTPV ( Time vs FOPR)

Gambar 2.10 . Grafik MULTPV (FOPR Vs Time (Days))

2. MULTPV (Time Vs WBHP)

Gambar 2.11. Grafik MULTPV (WBHP Vs Time (Days))

3. MULTPV (Time Vs FWCT)

Gambar 2.12. Grafik MULTPV (FWCT Vs Time


(Days))

4. MULTPV (Time Vs FGOR)

Gambar 2.13. Grafik MULTPV (FGOR Vs Time (Days))

Hubungan MULTPV yang positif dengan produksi minyak


dan hubungan negative dengan GOR adalah karea kenaikan nilai
MULTPV yang akan diberi energy lebih tinggi untuk mendorong
tekanan reservoir, sehingga ekspansi air akan naik seiring
dengan

produksi

minyak

dan

mempertahankan

reservoir ke Pb sehingga GOR akan menurun.


B. Permeability in The lowestlayer parameter (MULTX)

tekanan

Untuk

simulasi

model

mekanisme

pendorong

air

harus

mempunyai permeabilitas lebih baik di dasar reservoir, kita


dapat melihat efek dari pendorong air yang mengisi dasar
lapisan dengan cepat (lakukan efek dari gangguan air). MULTX
mengutamakan membuat permeabilitas pada lapisan paling
terakhir agar membuat air lebih mudah untuk dikirim ke lapisan
terakhir. Gambar 5 adalah hasil dari perubahan jarak dari nilai
MULTX dari 0.20 2 yang menunjukkan hubungan positif. Nilai
Produksi kumulatif oil dibawah pada kasus dasar menunjukkan
penggabungan kenaikan lebih besar untuk menaikkan nilai
diatas kasus dasar.
Meningkatnya variable MULTX di simulasi reservoir anehnya
memberi sebuah history matching yang bagus. Hubungan positif
dengan laju produksi minyak, BHP dan water cut dan hubungan
negative dengan GOR. History matching dengan FOPR, FGOR
dan BHP mempunyai history matching lebih baik dibandingkan
untuk

kenaikan

MULTPV.

Bagaimanapun

history

matching

dengan FWCT masih jauh tertinggal tapi kurva bersikap pada

gradient yang sama.

Gambar 2.14. Grafik Dan Tabel FOPT Vs MULTX

Berikut adalah Sensitivity run result of MULTX variations :


1. MULTX ( Time vs FOPR)

Gambar 2.15. Grafik MULTX (FOPR Vs Time (Days))

2. MULTX (Time Vs WBHP)

Gambar 2.16. Grafik MULTX (WBHP Vs Time (Days)

3. MULTX (Time Vs FWCT)

Gambar 2.17. Grafik MULTX (FWCT Vs Time


(Days))

4. MULTX (Time Vs FGOR)

Gambar 2.18. Grafik MULTX (FGOR Vs Time (Days))

Terus meningkatnya MULTX memberi distribusi yang


lebih baik dari air dibawah reservoir, sehingga air berekspansi
dan akan terdistribusi ke sumur di dalam reservoir, dan

tekanan reservoir akan dipertahankan jauh lebih baik. Dari


semua grafik, hasil menunjukkan bahwa nilai maksimum
(MULTX = 2) dan parameter lain dengan case dasar, kita
mempunyai match yang baik dengan sejarah data, kita
memprediksi ini parameter yang penting.
C. Kv/Kh Anisotropy Ratio Parameter
Reservoir anisotropi artinya bahwa permeabilitas dari
fluida mengalir setiap arah yang tidak sama, reservoir
mempunyai komposisi heterogen. Anisotropi = 1, artinya
permeabilitas

isotropi,

vertical

dan

horizontal

sama.

Anisotrophy <1 maksudnya horizontal permeabilitas lebih


baik dari pada vertical, dan anisotrophy >1 maksudnya
bahwa permeabilitas vertical lebih baik dari pada horizontal.
Gambar 3 menunjukkan hubungan positif. Dibawah kasus
dasar

kenaikan

kenaikan

dari

sangat

bervariasi,

kumulatif

minyak

diatas

kasus

cenderung

dasar

konstan.

Walaupun yang ditunjukkan permeabilitas positif, anisotrophy


memberi

peningkatan

tidak

signifikan

untuk

kumulatif

minyak.

Gambar 2.19. Grafik dan Tabel FOPT Vs KV/KH

Berikut adalah Sensitivity run result of Kv/Kh variations :


1. Kv/Kh ( Time vs FOPR)

Gambar 2.20. Grafik KV/KH (FOPR Vs Time


(Days))

2. Kv/Kh (Time Vs WBHP)

Gambar 2.21. Grafik KV/KH (WBHP Vs Time


(Days))

3. Kv/Kh (Time Vs FWCT)

Gambar 2.22.Grafik KV/KH (FWCT Vs Time


(Days))

4. Kv/Kh (Time Vs FGOR)

Gambar 2.23.Grafik KV/KH (FGOR Vs Time (Days))

Simulasi
anisothropy

reservoir

memberi

menunjukkan

hubungan

bahwa

positif

kenaikan

dengan

FOPR,

hubungan negative dengan FGOR dan tidak ada perbedaan


yang

significant

dengan

BHP.

Water

cut

tidak

dapat

ditentukan karena nilainya yang begitu. Grafik tidak memberi


efek yang signifikan untuk history match.
Kebanyakan nilai dari Kv/Kh dekat dengan history
match yang maksimum (Kv/Kh = 0.1) yang berarti bahwa
lebih baik permeabilitas horizontal dari pada permeabilitas
vertical. Ini dapat di jelaskan karena permeabilitas vertical
buruk yang akan terjebak adalah gas didalam reservoir,
sehingga GOR yang akan berkurang dan gas di reservoir yang
akan berkembang dan memberi energy lebih untuk reservoir.
D. Maximum Water Permeability Ratio Parameter (Krw)
Permeabilitas relative dari air yang akan menentukan berapa
banyak air yang mengalir ke reservoir untuk endorong
hidrokarbon ke sumur produksi. Krw lebih besar yang akan
memberi energy yang lebih besar ke system, tetapi sesaat
kemudian akan menghasilkan water breakthrough. Gambar 4
menunjukkan

hubungan

yang

positif

diantara

Krw

vs

kumulatif minyak, bahw memberi hasil krw yang lebih besar


yang akan menghasilkan kumulatif minyak yang lebih besar.
Grafik juga menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Gambar 2.24. Grafik dan Tabel FOPT Vs KRW

Berikut adalah Sensitivity run result of Krw variations :


1. Krw ( Time vs FOPR)

Gambar 2.25. Grafik KRW (FOPR Vs Time (Days))

2. Krw (Time Vs WBHP)

Gambar 2.26. Grafik KRW (WBHP Vs Time (Days)

3. Krw (Time Vs FWCT)

Gambar 2.27. Grafik KRW (FWCT Vs Time (Days))

4. Krw (Time Vs FGOR)

Gambar 2.28. Grafik KRW (FGOR Vs Time (Days))

Simulasi

reservoir

memberi

hasil

hubungan

positive dengan FOPR dan hubungan negative dengan


FGOR oleh kenaikan Krw. Water cut tidak dapat di
tentukan karena nilai nya yang begitu kecil. Dan BHP
memberi nilai yang hampir sama. Perbedaan dari BHP
tidak memberi history match yang bagus.
Kenaikan permeabilitas air akan membuat air
untuk mengalir lebih cepat di reservoir, ini akan
membuat air melanggar lebih banyak begitu minyak di
produksikan jauh lebih baik, FGOR akan berkurang
karena tekanan di reservoir lebih baik dipertahankan,
tetapi pada kasus ini terlihat bahwa tidak ada efek yang
signifikan.

Optimum Parameter
Run sensitivitas menghasilkan 2 parameter yang
paling penting yaitu aquifer dan permeabiitas di layer
yang paling rendah. Kedua parameter yang lain, Kv/Kh
dan sistem efek permeabilitas air maksimum hanya
seikit. Begitu kita coba untuk run simulasi dengan jarak
maksimum yang diberikan, dimana MULTPV = 100,
MULTX = 2, Kv/Kh = 0.1 dan Krw max = 0.4. dan
kemudian
dibawah

kita

menemukan

hasil

seperti

gambar

Gambar 2.29.Grafik WBHP (Extreme_Value Vs Time(Days))

Gambar 2.30. Grafik FGOR (Extreme_Value Vs Time(Days))

Gambar 2.31.Grafik FWCT (Extreme_Value Vs Time(Days))

Gambar

2.32.

Grafik

FOPT

(Extreme_Value

Vs

Time(Days))

Kita menemukan bahwa disini tidak ada masalah


dengan GOR dan kumulatif produksi minyak. Ini hampir
sama dnegan history. Tetapi masalahnya tentang water cut

dan BHP. Pada case ini kita memprediksi begitu terlalu


bnyak volume aquifer yang diberikan water cut nya sangat
tinggi. Tetapi setelah kita running lagi dengan nilai
maksimum di MULTX, Kv/Kh dan Krw mas, dengan MULTPV
yang lebih rendah menghasilkan graik yang berbeda. Water
cut akan lebih rendah, tetapi kurga yang didapatkan
bersilangan dengan garis history dan juga BHP akan lebih
rendah. Sehingga, ini tidak dapat match dengan data
history. Kita menemukan sesuatu yang sama ketika kita
merubah nilai MULTX. Kurang dari MULTX = 2.0 yang akan
mempengaruhi water breakthrough. Kita membutuhkan
waktu yang lebih untuk mendapatkan breakthrough.
Satu

satunya

cara

untuk

mendapatkan

nilai

optimum adalah dengan mengurangi volume aquifer,


tetapi kenaikan permeabilitas lapisan sangat rendah. Jika
kita

dapat

mengurangi

volume

aquifer

kita

dapat

mengurangi produksi air di permukaan. Tetapi untuk


mendapatkan waktu air breakthrough seperti di data
history yang kita punya untuk membuat pergerakan air
lebih

cepat

dari

pada

sebelumnya.

Jadi,

kita

dapat

menentukan untuk membuat MULTPV yang lebih rendah


tetapi MULTX yang lebih tinggi. Pada run sebelumnya, jika
kita masih di jarak yag aksimum (MULTX=2), kita tidak
dapat mengurangi air, sehingga kita menaikkan nilai dari
MULTX lebih dari pada 2.
Untuk variable Kv/Kh, kita tidak membuat banyak
perbedaan yang significant, karena ini dapat berpengaruh
besar di system. Jadi kita membuat jarak 007 1.0 dan
untuk permeabilitas air maksimum, kita menggunakan

jarak 0.37 0.4, karena ini tidak berpengaruh terlalu besar


juga di system.
Setelah running beberapa perubahan parameter (kita
tidak dapat menunjukkan di paper), kita menemukan
bahwa kebanyakan matching system nilai parameternya
adalah

MULPV = 85
MULTX = 2.5
Kv/Kh = 0.1
Krw max
= 0.4
Hasil yang dapat ditunjukkan dalam gambar grafik

dibawah, Kita dapat melihat untuk water cut dan BHP yang
kita tidak dapat temukan lebih baik dari pada nilai yang
kita tentukan diatas. Water cut akan lebih tinggi dari pada
data

history,

tetapi

kita

mempunyai

waktu

water

breakthrough yang sama dan mempunyai gradient yang


paling dekat dengan data history. Untuk BHP kita masih
mempunyai masalah untuk itu, tetapi kebanyakan lebih
mendekati data history dari pada yang lain sebelumnya.
Tekanan di BHP masih tinggi karena pendorong air yang
kuat yang kita input sebelumnya. Tetapi ini merubah 4
propertis, kita tidak dapat menjangkau match untuk history
yang lainnya, seperti GOR, kumulatif minyak dan juga
water cut.

Gambar 2.33 Grafik FGOR Vs Time(Days)

Gambar 2.34.Grafik FWCT Vs Time(Days)

Gambar 2.35 Grafik FOPT Vs Time(Days)

Gambar 2.36 Grafik WBHP Vs Time(Days)

BAB III

KESIMPULAN

Setelah running simulasi kita dapat menyimpulkan:


1. Kebanyakan parameter yang berpengaruh untuk system
reservoir adalah volume aquifer (MULTPV) dan permeabilitas
di lapisan yang paling rendah (MULTX)
2. Efek dari setiap sesitivitas parameter di system ini adalah
sbb:
- Volume aquifer yang tinggi (MULTPV) : peningkatan
produksi minyak, mempertahankan tekanan reservoir,
membuat water cut yang tinggi, mengurangi GOR.
- Permeabilitas tinggi di lapisan yang paling rendah (MULTX)
: menaikkan produksi minyak, mempertahankan tekanan
reservoir, membuat water cut yang tinggi, water
breakthrough yang lebih cepa, menaikkan GOR.
- Kv/Kh anisotrophy yang tinggi : menaikkan produksi
minyak tetapi tidak signifikan, mengurangi GOR
- Permeabilitas air maksimum yang tinggi (Krw max) :
menaikkan produksi minyak tetapi tidak signifikan,
mengurangi GOR.
3. Mekanisme pendorong yang berperan dengan signifikan di
system yaitu pendorong air, tetapi pada waktu pertama
minyak berkembang memberi daya penggerak untuk
produksi minyak.
4. Nilai optimum untuk keempat sensitivitas parameter yaitu:
Aquifer (MULTPV)
: 85
Permeability of the lowest layer (MULTX) : 2.5

Kv/Kh anisotropy ratio


: 0.1
Maximum water relative permeability (Krw max) : 0.4