Anda di halaman 1dari 1

Senang bisa bertemu denganmu

.
.
.
.
.
.
.
.
Ajari aku mencintaimu
Seperti kelak, kamu mengajari diri sendiri untuk mencintai anakmu
Sesuatu yang ku harap hasil dari pertemuan cinta kita nanti
Kita, aku lupa, sampai sekarang pun
temu masih dalam tahap citaku untukmu
Aku setia menatap mata dalam potretmu
Yang satu kalipun
nyatanya belum pernah menyaksikkan bola matamu
bergerak secara langsung
Salahkah aku yang mencintaimu
Yang bahkan aku tak tahu
Bagaimana ketuk langkah kakimu
Aku yang tak tahu harumnya deras rambutmu
Terlebih bisikan kata dari mulut manismu
Pada telingaku yang berulang ulang
Salahkah aku
Jarak terdekat kita adalah dua langkah dari sepasang kakiku
Aku bisa melihatmu sangat bisa
Itu adalah satu kesempatan luar biasa dalam hidupku
Bahkan irama suaramu pun jelas kudengar
Sayang bukan aku tujuan darimu saat itu
Aku hanya anak malang yang terhalang dinding pembatas yang tak berbatas
Aku harap bisa melihat tatapmu secara langsung
Beranikan diriku wujudkan citaku
Perkenalkan, Senang berkenalan denganmu