Anda di halaman 1dari 3

Mitos mitos seputar kehamilan

1. Jangan makan nenas, tape, soda, kandungan bisa menjadi panas


Memakan nenas, tape, dan soda dapat menyebabkan kandungan menjadi panas itu
tidak benar, kandungan tidak akan terkontaminasi hanya dengan mengkonsumsi
nenas, tape, dan soda. Hanya saja karena makanan tersebut mengandung gas,
dikhawatirkan menimbulkan rasa tidak enak di uluhati (epigastrium) yang
kemungkinan besar mengakibatkan terjadinya hyperemesis.
2. Makan pare atau sesuatu yang pahit membuat plasenta lengket
Dalam bidang kesehatan, makan pare atau sesuatu yang pahit tidaklah berpengaruh
terhadap plasenta, yang menyebabkan plasenta lengket ialah karena saat penempelan
plasenta terjadi, sebagian plasenta menempel lebih dalam bahkan bisa sampai
menembus rahim.
3. Minum minyak memperlancar persalinan
Minum minyak tidaklah berpengaruh terhadap kelancaran persalinan. Minyak yang
diminum tidaklah akan sampai ke vagina, akan tetapi akan diserap oleh darah.
4. Hindari Rontgen karena membahayakan perkembangan janin
Mitos ini benar, rontgen sangat berbahaya terutama pada kehamilan trimester
pertama. Tetapi para dokter menyarankan sebaiknya hindari rontgen sama sekali saat
hamil. Salah satu resikonya dapat mengakibatkan kecacatan bayi bahkan sampai bisa
menyebabkan abortus. Efek radiasi memang tidak selalu timbul dengan segera, sering
baru akan timbul setelah lama terpapar radiasi.
5. Jangan ber-sauna pada saat hamil karena bayi bisa kepanasan
Hal ini tidak benar, sauna tidak akan membuat bayi kepanasan. Akan tetapi yang
benar ialah, saat sauna akan terjadi perbedaan suhu yang signifikan sehingga Ibu
rentan mengalami dehidrasi, dehidrasi inilah yang berbahaya bagi janin.
6. Orgasme meningkatkan resiko keguguran
Bagi wanita yang sedang hamil normal tanpa pemberat, orgasme sama sekali tidak
menimbulkan keguguran, sebaliknya beberapa ahli dalam penelitiannya mengatakan
melakukan hubungan seks di saat hamil memiliki efek positif. Bahkan kalau
dilakukan secara reguler bisa menurunkan resiko preeklamsi.
7. Mengkonsumsi ikan mentah bayi menjadi bau amis
Tidak ada hubungannya antara ikan mentah yang dimakan dengan bau amis yang
timbul pada bayi. Hanya saja dikhawatirkan ikan yang belum matang terkontaminasi
merkuri atau pun mengandung zat atau parasit lain, dan jika itu dikonsumsi dapat
berpengaruh buruk pada kehamilan.
8. Minum air es bayi menjadi besar
Berat bayi ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya ras, gaya hidup dan kadar
glukosa yang meningkat (Diabetes Mellitus). Jika dihubungkan dengan es, maka
komponen gula dalam es teh manis atau es sirup inilah yang bisa membuat bayi
menjadi besar.

9. Kotoran sebabkan keguguran

Mitos lain mengatakan, ibu hamil tidak boleh menginjak kotoran kucing, ayam atau
burung. Karena bisa menyebabkan keguguran. Bagaimana jika tidak sengaja
menginjak kotoran kucing? bila menginjak kotoran kucing atau ayam secara tidak
sengaja, ibu hamil tersebut harus mengucapkan penolak keguguran, yang bunyinya
tidak menginjak-injak kotoran kucing atau ayam, melainkan menginjak-injak tanah
kotor
Menurut kacamata medis, mitos ini pun tidak beralasan menyebabkan keguguran.
Anggapan ini tidak lebih hanya sebuah kepercayaan yang diwariskan. Tapi kalau
ditinjau dari segi higienis, ada unsur positifnya juga. Karena kotoran kucing atau
ayam merupakan barang kotor yang merupakan sarang penyakit atau kumankuman. Di samping itu dari segi keselamatan sang ibu. Bisa saja ibu hamil terpeleset
karena menginjak kotoran tersebut. Akibatnya karena perut ibu terbentur ke tanah,
bisa menyebabkan keguguran. Apalagi bila usia kandungan masih muda.
Kepercayaan ini ada benarnya juga bila dihubungkan dengan kuman toksoplasmosis
yang dibawa oleh kucing, ayam dan burung.
Jadi, ada benarnya juga bila ibu hamil tidak boleh menginjak kotoran kucing atau
ayam karena dalam kotoran kucing dan ayam terdapat banyak kuman toksoplasmosis
yang bila menyerang ibu hamil bisa menyebabkan keguguran. Tetapi, yang
menyebabkan
keguguran bukan karena kotorannya, melainkan kuman
toksoplasmosis yang ada dalam kotoran ayam dan kucing tadi. Karena itu, jika ibu
merencanakan hamil atau sedang hamil, sebaiknya jauhi binatang atau kotoran yang
menjadi media penularan kuman toksoplasmosis.
10. minum air kelapa muda
Selain ada mitos yang bersifat pantangan, ada juga yang berupa anjuran, misalnya
saran agar ibu hamil rajin minum air kelapa muda pada bulan terakhir menjelang
persalinan. Katanya air kelapa muda dapat memperlancar proses persalinan, tanpa
perlu terlalu lama mengejan, atau menahan sakit.
Kenyataannya, air kelapa muda tak menyebabkan jalan lahir jadi licin atau membuka
lebar. Namun demikian kepercayaan ibu hamil untuk sering minum air kelapa muda
ini juga tidak mengandung unsur negatif, karena air kelapa muda memang bersih,
sepanjang belum tercemar kuman.
Boleh jadi anggapan ini menjadi manjur karena kepercayaan ibu hamil yang kuat
terhadap keampuhan air kelapa muda. Semacam sugesti yang memberikan dorongan
sehingga secara psikologis ibu hamil siap menghadapi persalinan. Kesiapan
psikologis inilah yang mempengaruhi lancar tidaknya proses persalinan. Bila secara
mental ibu siap menghadapi persalinan, maka proses persalinan akan berjalan lancar.
Sebaliknya, bila secara mental ibu tidak siap, ragu-ragu akan khasiat air kelapa muda
tersebut, meski setiap hari minum air kelapa muda, tidak akan ada manfaatnya.

Sumber: www.bidanku.com