Anda di halaman 1dari 5

HUBUNGAN SIFAT TANAH DENGAN PERTUMBUHAN

TANAMAN
Tanaman termasuk pohon tergantung pada tanah untuk tubuh dan
bertahan hidup. Tanah hutan memiliki beberapa fungsi, yaitu :
-

Penopang mekanis
Media tanam
Sumber makanan dan unsur hara
Tempat pertukaran gas, air dan mineral
Habitat bagi organisme-mikroba

Tanah mempunyai sifat fisik (tekstur, warna, porositas, kerapatan tanah,


suhu tanah); sifat kimia (pH tanah, unsur hara makro, mikroba); dan sifat
biologi (kandungan organisme, jamur/mikoriza) yang akan menentukan
kegagalan atau keberhasilan di dalam penanaman.
Pertumbuhan tanaman dan aliran air serta larutan sangat erat kaitannya
dengan sifat fisik tanah, yaitu pupuk ditabur di atas permukaan tanah, air
digunakan untuk melarutkan pupuk tersebut, karena sifat tanah fisik tanah
yang jelek maka pupuk yang larut tidak dapat diserap oleh akar tanaman.
Sifat fisik tanah mempengaruhi bagaimana tanah berperan dan bagaimana
tanah seharusnya diolah.
WARNA TANAH
Warna Tanah, sifat tanah yang paling mudah dilihat dan mudah
ditetapkan. Tidak banyak berpengaruh langsung pada tanah, tetapi sebagai
indikator penciri tanah tersebut subur atau tidak.
Tanah berwarna hitam biasanya subur dan mengandung banyak bahan
organik. Tanah dengan warna merah atau bata merupakan penciri tanah
tersebut sudah terdegradasi dengan besi, mengandung racun dan sedikit
unsur hara yang terkandung didalamnya.
Warna tanah yang gelap lebih cepat menyerap panas dan lebih cepat
kering.
Hubungan warna tanah dengan DRAINASE TANAH
Drainase Tanah : Lamanya kondisi tergenang / jenih air, bukan merupakan
ukuran berapa cepat air terbuang dari tanah.
TEKSTUR TANAH
Pengertian Kualitatif : Menggambarkan sifat berat atau ringannya tanah
apabila diolah.

Pengertian Kuantitatif : Perbandingan jumlah (massa) partikel pasir, debu


dan liat dalam bagian mineral tanah.
Tekstur mencerminkan ukuran partikel tanah yang dominan, misalnya
pasir memiliki tekstur yang besar; debu memiliki tekstur tanah meso
(sedang); tanah liat memiliki tekstur tanah yang mikro.
Pengaruh tekstur pada lingkungan tanah :
-

Pergerakan dan retensi air, misalnya pasir cepat meresap; debu


berada diantara pasir dan liat, bisa meresap bisa juga tidak; liat
membutuhkan waktu lama untuk meresap.
Pergerakan udara tanah, yaitu pori makro dalam air gravitasi dan pori
mikro ada air kapiler (yang digunakan oleh tanaman).
Serapan hara, misalnya pasir tidak dapat menyimpan unsur hara lebih
lama, tetapi tanah liat bisa.
Mudah tidaknya tanah diolah

POROSITAS
Porositas berpengaruh terhadap penyerapan air. Tanah padat
menyebabkan akar tidak berkembang, akar tidak dapat mengmbil unsur
hara, terjadi genangan karena air susah untuk meresap.
PROFIL TANAH

Tanah di kawasan perbukitan kapur : abu-abu


Tanah di kawasan pegunungan : agak hitam
Tanah di kawasan pantai : agak kecoklatan

STRUKTUR TANAH
Berkaitan erat dengan
gumpalan yg disebut agregat.
-

susunan

partikel

tanah

primer

menjadi

Bentuk : gumpal, pipih, kubus, prisma.


Ukuran : kasar, sedang, halus.
Kemantapan : kuat, sedang, lemah.

Pentingnya Struktur Tanah :

Meningkatkan infiltrasi air, jadi mengurangi limpasan permukaan


(runoff) dan erosi seta meningkatkan jumlah air tersedia untuk
tanaman
Meningkatkan daya perkecambahan biji, pertumbuhan akar dan
kedalaman akar
Meningkatkan permeabilitas

Permeabilitas tanah : tanah yang dapat menunjukkan kemampuan


tanah meloloskan air. Tanah dengan tingkat permeabilitas tinggi dapat
menaikkan laju infiltrasi sehingga menurunkan laju air larian.
Upaya mempertahankan struktur tanah :

Mengolah tanah pada kandungan air yang sesuai


Tidak mengolah tanah jika terlalu basah karena jika terus disiram dan
basah terus maka tanah akan berada pada posisi jenuh air
Menanami permukaan tanah dengan tanaman legum atau rerumputan
Mempertahankan dan menambah bahan organik seperti pupuk
kandang
atau
kompos,
untuk
perbaikan
sifat
fisik
yaitu
menggemburkan tanah dan menyediakan unsur hara

KONSISTENSI TANAH
-

Basah : Kelekatan dan Plastisitas


Lembab : Sangat rapuh, rapuh, teguh, sangat teguh
Kering : Lepas, lunak, agak keras, keras, sangat keras, amat sangat
keras

BIOLOGI TANAH
Kehidupan dalam tanah, menyangkut kegiatan jasad hidup dala tanah dan
peranannya serta peranan BO dengan segala sifat dan cirinya.
Faktor yang mempengaruhi aktivitas mikroorganisme tanah :
-

Iklim (curah hujan, suhu, kelembaban)


Tanah (kemasaman, kelembaban, suhu, hara)

Aktivitas organisme tanah dicirikan :


- Jumlah dalam tanah
- Bobot tiap unit isi tata luas tanah (biomassa)
- Aktivitas metabolik
KESUBURAN TANAH
Kesuburan tanah merupakan keadaan tanah dalam keadaan optimal
untuk pertumbuhan tanaman,erdiri dari :
-

Komposisi tanah yang ideal,


mineral tanah

menentukan tinggi rendahnya kadar

Kapasitas tanah untuk menyediakan unsur hara tanaman, menentukan


mudah tidaknya mineral/ unsur hara dapat diserap / diabsorpsi oleh
tanaman

Komposisi ideal dari bahan penyusun tanah :


-

Udara tanah 25%


Air tanah 25%
Mineral tanah 45%
Bahan organik tanah 5%

Usaha agar komposisi tanah ideal, adalah dengan :


-

Pengolahan tanah
Pemberian pupuk :
a. Pupuk organik, pupuk hayati (biofertilizer), pupuk kandang dan
pupuk hijau
Pupuk hayati : pupuk yang berasal dari hewan peliharaan,
kotoran dan air seni ternak sapi, unggas, babi, domba, kuda.
Pupuk hijau : pembenaman tanaman segar yang masih hijau
ke dalam tanah, misal tanaman leguminoceae dan bukan
leguminoceaea.
Pupuk hayati : pupuk yang menggunakan makhluk hidup
terutama mikroba (bakteri dan jamur).
b. Pupuk anorganik

BAHAN ORGANIK :
Memperbaiki aerasi dan porositas tanah
Suplay hara bagi pohon dan mikroba
Memegang dan mempertukarkan hara
Serasah: bahan organik diurai menjadi unsur-unsur (hemiselulosa,
lignin, mineral)
ORGANISME TANAH
Merupakan organisme yang bertanggung jawab terhadap pengahancuran
dan sintesa organic.
Organisme tanah berfungsi :
- Mendekomposisi tanah dan menyediakan hara
- Memperbaiki struktur tanah dan aerasi (cacing, tikus, dll)
PEMELIHARAAN TANAH

Kesuburan Tanah dan tersedianya unsur hara tanah akan menurun


dengan seiringnya waktu, penyebabnya adalah:
-

Pertanaman dan pemanenan yang terus menerus, tanpa diimbangi


dengan pemupukan, akan menguras unsur-unsur hara tanah, sehingga
kemampuan tanah untuk berproduksi menurun
Erosi air penyebab tercucinya unsur-unsur hara tanah

Pemeliharaan tanah diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah :


-

Pemberian pupuk organik dan anorganik


Mencegah erosi tanah permukaan dengan,
a. Penutupan tanah dengan tanaman
b. Penutupan tanah dengan mulsa
c. Pembuatan terasering pada lahan miring
Pengolahan tanah
Pengolahan tanah untuk mencegah pemadatan tanah (soil
compaction), pemadatan tanah(diameter pori-pori tanah menyempit)
tidak baik untuk pertumbuhan akar, akar tidak dapat menembus
tanah, tanaman mudah roboh oleh angin.