Anda di halaman 1dari 6

Teori Produksi

Teori Produksi
Produsen mengalokasikan dananya untuk penggunaan factor produksi atau
yang akan diproses menjadi output.
Dalam penggunaan Faktor Produksi berlaku The Law of Diminishing Return
(Hukum pertambahan hasil yang semakin menurun)

Dimensi Jangka Pendek dan jangka panjang


Faktor Produksi Tetap : Faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak
tergantung pada jumlah produksi, ada atau tidak adanya kegiatan produksi
factor produksi itu harus ada.(contoh : mesin; dikarenakan mesin dalam jangka
pendek susah untuk ditambah atau dikurangi)
Faktor Produksi Variable : factor yang jumlahnya tergantung pada tingkat
produksinya, makin besar tingkat produksi makin banyak factor produksi variable
yang digunakan.(contoh : tenaga kerja ; karena jumlah kebutuhannya dapat
disediakan dalam waktu kurang dari setahun).
Periode Jangka Pendek : periode produksi dimana perusahaan tidak mampu
dengan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau
beberapa factor produksi. (perusahaan barang modal 5 tahun periodenya,
perusahaan olahan <5 tahun)
Periode jangka panjang : periode produksi dimana semua factor produksi
menjadi factor produksi variable.

Model Produksi dengan satu factor produksi Variable


Adalah Pengertian analisis jangka pendek dimana ada factor produksi yang
tidak dapat dirubah.
Fungsi produksi : hubungan matematis penggunaan factor produksi yang
menghasilkan output maksimum. Yang terdiri dari factor barang modal (Kapital),
dan Tenaga Kerja (Labour).
Q = f(K . L)

Produksi Total, Marjinal, dan rata rata


Total (TP): banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total factor
produksi
Marginal (MP): tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit
factor produksi
Rata2(AP) : rata-rata output yang dihasilkan perunit factor produksi.

MP > 0 ; perusahaan dapat menambah tenaga kerja apabila MP < 0 maka


penambahan tenaga kerja mengurangi total produksi. Ini merupakan indikasi
LDR.

Tiga Tahap Produksi


1.Tahap I
-Penambahan tenaga kerja akan meningkatkan TP maupun AP
-Hasil yang diperoleh tenaga kerja jauh lebih besar dari tambahan upah yang
akan dibayarkan
-Perusahaan akan rugi kalau berhenti pada tahap ini (Slove TP meningkat tajam).

2.Tahap II
-Berlakunya LDR
-MP dan AP mengalami penurunan ; namun nilainya masih positif
-Penambahan tenaga kerja akan menambah TP sampai mencapai maksimum.
(slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).

3.Tahap III
-Perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi
-Penambahan Tenaga kerja justru menurunkan TP
-Produksi akan mengalami kerugian (slove kurva TP negatif).

Perusahaan sebaiknya berproduksi pada tahap II.


Perusahaan akan berhenti menambah tenaga kerja pada saat MP yang harus
dibayar = MR yang diterima. Jika tambahan biaya < tambahan pendapatan ;
perusahaan akan menambah tenaga kerja.
Tamabahan BIaya = wage (W) tenaga kerja, tambahan pendapatan = produksi
marjinal dikalikan harga jual barang. W = MP (P)

Perkembangan Teknologi.
Kemajuan teknologi dapat membuat tingkat produktivitas meningkat , artinya
jumlah output yang dihasilkan perunit factor produksi meningkat.
Apabila AP meningkat karena mesinnya semakin modern tidak berarti efisiensi
meningkat.

Modernisasi SDM lebih penting dikarenakan mengubah cara berpikir dan sikap
hidup, dengan modernisasi SDM, kemajuan teknologi akan meresap ke dalam diri
manusia dan mendorong peningkatan efisiensi.
TFP (Total Faktor Productivity) sebagai ukuran efisiensi, pada prinsipnya metode
ini ingin memisahkan pengaruh barang modal, teknologi dan SDM terhadap
pertumbuhan ekonomi. Angka TFP semakin besar mengindikasikan
perkembangan efisiensi yang semakin signifikan .

Model Produksi dengan 2 faktor produksi Variable.


Isokuant adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan
dua macam factor produksi variable secara efisien dengan tingkat teknologi
tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama.

Asumsi Asumsi ISOKUAN :


1.Konveksitas (convexity)
-Analogi dengan asumsi pada pembahasan perilaku konsumen, yaitu kurva
indeferensi yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
-MTRS : kesedian produsen untuk mengorbankan factor produksi yang satu demi
yang menambah penggunaan factor produksi yang lain untuk menjaga tingkat
produksi pada isokuan.
-MTRSlk : bilangan yang menunjukan beberapa factor produksi L harus
dikorbankan untuk menambah 1 unit factor K pada tingkat produksi yang sama
-MTRlk : bebrapa unit tenaga kerja yang harus dikorbankan untuk menambah 1
mesin u/ menjaga keseimbangan produksi.
-Dasar pertimbangan substitusi factor produksi adalah perbandingan rasio
produktivitas.
-L = MPL . L (pertambahan 1 L)
-K = MPK. K (pengurangan 1 K)
-MTRSlk = MPL/MPK = - K/L

2.Penurunan nilai MRTS


-Ini terjadi apabila produsen menganggap makin mahal factor produksi yang
semakin langka
-MRTS konstan apabila dua factor produksi bersifat substitusi sempurna
-MRTS = nol apabila kedua factor produksi mempunyai hubungan proporsional
tetap

3.HUkum pertambahan nilai yang semakin menurun (LDR)


-Jika produksi K tetap dan terjadi penambahan tenaga kerja maka output akan
bertambah
-K akan semakin menurun apabila L = M unit

4.Daerah produksi yang ekonomis


-Batas daerah produksi ekonomis atau BPE merupakan daerah Tahap II, apabila
terjadi diluar batas areal tersebut maka tidak akan meingkatkan produksi.
Dimana perusahaan hanya dapat melakukan ekspansi di batas BPE saja.

5.Perubahan output karena perubahan sekala penggunaan produksi (Return to


scale)
-Konsep yang menjelaskan seberapa besar output berubah bila jumlah factor
produksi dilipatgandakan.

6.Skala hasil naik (increasing return to scale)


-Apabila penambahan factor produksi sebanyak I unit menyebabkan output
meningkat lebih dari satu unit.output meningkat dikarenakan kemampuan
manajemen dalam menangani produksi skala besar, ada sinergi antara mesin
dan tenaga kerja.

7.Skala hasil konstan (Constant return to scale)


-Jika pelipatgandaan factor produksi menambah output sebanyak dua kali lipat
juga

8.Skala hasil menurun (decreasing return to scale)


-Jika penambahan I unit factor produksi menyebabkan output berkurang 1 unit

9.Perkembangan teknologi
-Kemajuan teknologi memingkinkan peningkatan efisiensi penggunaan factor
produksi
-Tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan penggunaan factor produksi
yang lebih sedikit
-Teknologi Padat Modal : barang modal > tenaga kerja
-Teknologi Padat Karya : Tenaga Kerja > Barang modal
-Teknologi Netral : Barang modal = Tenaga kerja

-Tiga tahap teknologi sebelum dapat mempengaruhi efisiensi


a.Invention : riset untuk menemukan teknologi baru untuk proses produksi
b.Inovation : Inovasi melakukan terobosan baru aplikasi dari temuan baru
c.Spread of innovation : penyebaran inovasi agar tingkat penerimaannya
mencapai 100%

10.Kurva anggaran produksi


-Kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam
factor produksi yang memerlukan biaya yang sama.
-I = rK + WL ; I (isocos), r(factor produksi barang modal), W (tenaga kerja)
-Sudut kemiringan kurva isocost = perubahan harga factor produksi
-Jika yang berubah adalah kemampuan anggaran , isocos bergeser sejajar.

11.Keseimbangan Produsen
-Terjadi ketika kurva I bersinggungan dengan kurva Q
-Keseimbangan berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun
factor produksi
-Perubahan Faktor produksi = intereaksi kekuatan efek substitusi dan efek skala
produksi
-Faktor produksi Inferior = factor produksi yang penggunaanya justru menurun
bila kemampuan anggaran perusahaan meningkat. Contoh tenaga kerja apabila
ditingkatkan jumlah penggunaannya berkurang.
-Maksimalisasi Output = dengan anggaran yang sudah ditentukan tercapai
output yang maksimum
-Minimalisasi Biaya = target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan
biaya minimum.
-Perusahaan umumnya bertujuan memaksimalkan laba = prinsip efisiensinya
maksimalisasi output
-Lembaga berorientasi laba maksimum = menggunakan prinsip minimalisasi
biaya u/ efisiensi

12.Pola jalur ekspansi (Expantion Path)


-Untuk mempertahankan efisiensi = perusahaan menargetkat output yang
dicapai maksimum dengan biaya minimum
-Dalam jangka panjang perusahaan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam
mengkombinasikan factor produksi. Agar alokasi anggaran lebih efisien

-Garis Isoclin = dimana titik2 keseimbangan tercapai pada tingkat MRTS konstan
-Isoklin merupakan garis expantion path apabila harga factor produksi tidak
berubah, berubah karena penambahan tingkar produksi.