Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Peningkatan jumlah penduduk dan segala aktivitasnya di Indonesia

mengakibatkan kebutuhan masyarakat terhadap pangan juga semakin meningkat.


Untuk itu, sektor insutri sebagai penunjang kebutuhan pangan sedang berusaha
mengembangkan teknologi guna memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu
industri yang berkembang di Indonesia adalah industri pupuk, dimana industri
tersebut sangat bermanfaat bagi sektor pertanian untuk meningkatkan hasil
produksinya yang pada akhirnya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan
masyarakat.
PT. Petrokimia Gresik merupakan perusahaan yang menititikberatkan
aktivitasnya pada pembuatan pupuk dan bahan bahan kimia yang telah
mengusai pasar karena produknya yang bervariasi dan berkualitas. Hal ini dapat
dibuktikan dengan diberikannnya sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 yang berarti
proses produksinya yang selalu memperhatikan aspek lingkungan dan telah
memenuhi standar internasional.
Seperti perusahaan kimia lainnya , proses PT. Petrokimia Gresik ini juga
menghasilkan buangan atau limbah baik berupa limbah cair, gas , padat maupun
limbah B-3. Semua buangan tersebut telah dikelola dengan baik dari segi
pemantauan dan pengandalian pengolahannya. Dalam hierarki pengolahan
limbah, diupayakan untuk meminimalisir limbah yang dihasilkan oleh masing
masing unit produksi. Cara cara yang ditempuh antara lain dengan
mengupayakan reduksi pada sumber dengan pengolahan bahan, substitusi bahan,
pengaturan operasional kegiatan, dan penerapan produksi bersih (cleaner
production). Jika limbah masih tetap dihasilkan maka diupayakan pengolahannya
dengan cara daur ulang (recycling), perolehan kembali (recovery), dan
penggunaan kembali (reuse).

I-2

Untuk merealisasikan pencapaian limbah minimum atau nirlimbah maka


dilakukan penerapan konsep produksi bersih dalam industri. Proses produksi
bersih ini menerapkan konsep penggunaan bahan mentah yang optimal (kuantitas
dan kualitas), pemakaian peralatan dan teknologi tepat guna (appropriate
technology), dan sumber daya manusia (SDM) yang handal yang akan
menghasilkan produk bahan dan barang berkualitas dengan limbah minimal /
nirlimbah. Pencegahan pencemaran langsung dari sumber telah mampu
mendorong perkembangan teknologi industri pada paradigma baru yaitu
mengurangi bahan pencemar pada sumbernya, disamping meningkatkan efisiensi
pemakaian bahan dan energi sampai pencapaian limbah minimum atau nirlimbah.
Konsep inilah yang akan ditekankan dalam penerapan produksi bersih (cleaner
production) di bidang industri.
PT. Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan pupuk yang telah
menerapkan konsep produksi bersih (Cleaner Production) hampir pada semua
proses produksinya. Hal ini dilakukan sebagai wujud partisipasi dalam menjaga
lingkungan hidup untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan khususnya
dalam mengurangi tingkat pencemaran lingkungan.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka perlu dilaksanakan Kerja Praktek,
untuk mengetahui penerapan sistem produksi bersih (Cleaner Production) di PT.
Petrokimia Gresik. Diharapkan dengan adanya Kerja Praktek tersebut, dapat
diketahui penerapan sistem produksi bersih yang optimal, khususnya untuk
mengurangai pencemaran di industri pupuk.
1.2.

Dasar Pelaksaan Kerja Praktek


Adapaun dasar kegiatan dari Kerja Praktek ini adalah:

1. Tri Dharma Perguruan Tinggi.


2. Kurikulum Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas
Diponegoro, Semarang.

I-3

3. Surat Tugas pelaksanaan Kerja Praktek dari Program Studi Teknik


Lingkungan

Fakultas

Teknik

Universitas

Diponegoro

No.

Kp

2862/H7.3.3.TL/AK/2011 tertanggal 1 agustus 2011 s/d 26 agustus 2011


sebagai

tindak

lanjut

dari

PT.

Petrokimia

Gresik

No.209/NK.02.02/03/Fax/2011 tertanggal 20 April 2011.


1.3.

Rumusan Masalah Pelaksanaan Kerja Praktek


Adapun rumusan masalah dari Kerja Praktek ini adalah :

1. Apakah proses dan penerapan sistem Produksi Bersih Departemen Produksi III
Unit Asam Fosfat PT. Petrokimia berfungsi secara optimal ?
2. Apa manfaat pelaksanaan Produksi Bersih Departemen Produksi III Unit
Asam Fosfat PT. Petrokimia Gresik ?
1.4.

Tujuan Pelaksanaan Kerja Praktek


Adapun tujuan dari Kerja Praktek ini adalah :

1. Mengetahui proses produksi dan penerapan sistem Produksi Bersih yang


dimiliki oleh Departemen Produksi III Unit Asam Fosfat PT. Petrokimia
Gresik.
2. Mengetahui manfaat dari pelaksanaan sistem Produksi Bersih oleh
Departemen Produksi III Unit Asam fosfat PT. Petrokimia Gresik baik
ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek lingkungan.
1.5.

Rumusan Manfaat
Kegiatan Kerja Praktek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :

1. Bagi Penulis
a. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai penerapan
produksi bersih industri, khususnya industri yang bergerak pada proses
pembuatan pupuk.
2. Bagi Perguruan Tinggi
a. Memberikan masukan pengetahuan bagi lembaga pendidikan mengenai
penerapan produksi bersih industri terutama untuk industri pupuk.

I-4

3. Bagi Masyarakat
a. Memberikan

informasi

kepada

masyarakat

mengenai

pencegahan

pencemaran yang telah di lakukan oleh PT. Petrokimia Gresik.


4. Bagi Perusahaan
a. Memberikan beberapa rekomendasi yang bermanfaat bagi perusahaan agar
penerpan sistem produksi bersih menjadi lebih baik.