Anda di halaman 1dari 3

MAKALAH MIKOLOGI

Dispersal Fungi

Disusun oleh :
Ekky Yudha Pratomo
NIM. 12308141034

PROGRAM STUDI BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
Fungi adalah nama regnum atau kingdom dari sekelompok besar makhluk
hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu
menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi atau jamur pada umumnya
multiseluler atau bersel banyak.
Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan,
struktur tubuh, pertumbuhan dan reproduksinya. Jamur ada yang mikro dan ada
juga yang makro. Jamur berukuran makro dapat dilihat dengan mata telanjang,
contohnya cendawan. Jamur yang berukuran mikro tidak dapat dilihat secara
kasat mata jika masih dalam bentuk sel dan dapat dilihat dengan bantuan alat
mikroskop.
Selain ciri tersebut, beberapa ciri jamur lainnya adalah: memiliki spora, tidak
memiliki klorofil, berkembang biak secara seksual maupun aseksual, tubuh
berfilamen dan dinding selnya mengandung kitin, glukan, selulosa dan penyusun
lainnya.
Reproduksi jamur dapat secara seksual atau generatif dan aseksual atau
vegetatif. Secara seksual dengan kontak langsung pada satu atau dua koloni
jamur dan secara aseksual, jamur menghasilkan spora-spora jamur berbedabeda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler. keberadaan spora yang
juga berfungsi sebagai alat dispersal atau penyebaran. Baik itu melalui udara
atau angin, air, hewan (umumnya serangga), tumbuhan dan manusia.
Fungi atau jamur memiliki habitat yang beragam. Beberapa fungi akuatik,
sebagian besar hidup di perairan tawar, ada juga yang hidup di perairan laut.
Sebagian besar dari fungi bersifat terrestrial. Mereka hidup di tanah atau
tumbuhan yang sudah mati dan memainkan peran yang sangat penting dalam
mengurai materi organik.

BAB II
ISI

BAB III
PENUTUP