Anda di halaman 1dari 9

Makalah Hukum Islam

"Azas-azas Hukum Islam"

Kata Pengantar
Bismillahirrahmanirrahimi.
Segenap puja dan puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang melimpahkan
petunjuk, bimbingan dan kekuatan kepada diri kami, sehingga makalah ini tersusun dan
terselesaikan sebagaimana mestinya. Sholawat dan salam kita semoga dilimpahkan kepada
jungjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Para sahabat dan semua pengikutnya yang
setia sepanjang jaman Amiin..!
Hanya berkat pertolongan allah, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul :
Asas-asas Hukum Islam makalah ini sengaja kami buat untuk mengetahui tentang asas-asas
hukum islam yang digunakan di Indonesia, makalah ini hanya sebagian kecil dari beberapa
makalah yang lainya, untuk membekali mahasiswa tentang pemecahan beberapa yang
berhubungan tentang hukum islam dan asas-asasnya.
Islam adalah agama dan cara hidup berdasarkan syariat Allah yang terkandung
dalam kitab Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Setiap orang yang mengintegrasikan
dirinya kepada Islam wajib membentuk seluruh hidup dan kehidupannya berdasarkan
syariat yang termaktub dalam Al-Quran dan As-Sunnah. syariat Ilahi yang tertuang
dalam Al-Quran dan Sunnah merupakan dua pilar kekuatan masyarakat Islam dan agama
Islam merupakan suatu cara hidup dan tata sosial yang memiliki hubungan integral, utuh
menyeluruh dengan kehidupan idealnya Islam ini tergambar dalam dinamika hukum Islam
yang merupakan suatu hukum yang serba mencakup.
Tentu saja untuk memahami ini semua tidak sebatas pada makalah ini, makalah yang
tersaja dihadapan kita semua hanya sebagai pengantar, dengan cara inilah kita dapat
mengetahui tentang hukum islam dalam Negara Republik Indonesia.
Akhirnya, semoga makalah ini akan membawa manfaat yang sebesar-besarnya serta
akan sampai pada tujuannya.
Billahit Taufieq wal Hidayah Amiin!

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa melepaskan diri dari aktivitas-aktivitas
yang bernuansa hukum. Selama kita melakukan suatu aktivitas, kita berarti melakukan
tindakan hukum. Permasalahannya adalah, tidak banyak orang yang menyadari bahwa dirinya
telah melakukan aktivitas hukum. Agar kita menyadari dan memahami bahwa kita telah
melakukan aktivitas hukum, maka kita harus memahami apa dan bagaimana sebenarnya
hukum itu.
Setiap Muslim seharusnya (atau bisa dikatakan wajib) memahami hukum dan
permasalahannya, khususnya hukum Islam. Aktivitas seorang Muslim sehari-hari tidak bisa
lepas dari permasalahan hukum Islam, baik ketika dia melakukan ibadah kepada Allah atau
ketika dia melakukan hubungan sosial (muamalah) di tengah-tengah masyarakat.
Permaslahan yang muncul sama seperti di atas, yakni tidak sedikit kaum Muslim yang belum
memahami hukum Islam, bahkan sama sekali tidak memahaminya, sehingga aktivitasnya
banyak yang belum sesuai atau bertentangan dengan ketentuan hukum Islam.
Memahami hukum Islam secara mendalam bukanlah pekerjaan yang mudah.
Dibutuhkan kualifikasi yang cukup untuk melakukan hal itu dan juga membutuhkan waktu
yang tidak sebentar. Untuk melaksanakan hukum Islam diperlukan pemahaman yang benar
terhadap hukum Islam. Pemahaman terhadap hukum Islam masih menyisakan berbagai
persoalan, mulai dari pemahaman istilah atau konsep hukum Islam itu sendiri dan
beragamnya pendapat yang ada dalam setiap persoalan hukum Islam.
Tulisan ini tidak berpretensi mengungkap segala persoalan terkait dengan hukum
Islam. Untuk melakukan hal ini dibutuhkan usaha keras dan waktu yang cukup lama. Tulisan
ini hanya akan mengungkap hal-hal penting terkait dengan persoalan hukum Islam. Inilah
yang penulis maksudkan dengan hakikat hukum Islam.
B. Identifikasi Masalah
Dari beberapa masalah yang dapat kami simpulkan sabagai berikut :
1. Kurangnya pemahaman tentang hukum islam
2. Banyaknya hukum yang bertentangan dengan asas-asas hukum islam
3. Pengertian asas-asas hukum islam yang kurang jelas
4. Tidak adanya pembagian hukum islam yang terperinci
5. Asas-asas hukum islam yang bertentangan dengan sumber hukum
C. Batasan Masalah
Karena, adanya keterbatasa waktu, dana, tenaga, teori-teori dan supaya karya ilmiah
ini dapat dilakukan secara mendalam, maka tidak semua masalah yang diidentifikasikan akan

diteliti, untuk itu maka kami memberikan batasan masalah, dimana akan dilakukan penelitian
secara teoritis, tentang permasalahan Pengertian Asas-asas Hukum Islam Yang Kurang
Jelas dan Tidak Adanya Pembagian Hukum Islam Yang Terperinci, sangat menarik
untuk ditulis lebih lanjut.
D. Rumusan Masalah
Sehubungan dengan uraian batasan masalah di atas, maka rumusan masalah yang
akan diajukan sebagai berikut :
1. Apa pengertian dari Asas-asas hukum islam sesuai dengan kaidah-kaidah islam...?
2. Ada berapakah klasifikasi asas-asas hukum islam ?
E. Tujuan
Tujuan yang akan dicapai dalam suatu permasalahan ini yaitu : untuk mengetahui
tentang pengertian asas-asas hukum islam yang saat ini kurang dipakai dalam suatu
permasalahan hukum islam dan untuk suatu pembagian hukum islam yang jelas.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Asas
Perkataan asas berasal dari bahasa Arab, asasun. Artinya dasar, basis, pondasi. Kalau
dihubungkan dengan system berpikir, yang dimaksud dengan asas adalah landasan bepikir

yang sangat mendasar. Oleh karna itu, di dalam bahasa Indonesia, asas mempunyai arti (1)
dasar, alas, pondamen ( Poerwadarminta, 1976:60 ). Asas dalam pengertian ini dapat dilihat
misalnya, dalam urutan yang disesuaikan pada kata-kata : batu ini baik benar untuk
pondamen atau pondasi rumah, (2) kebenaran yang menjadi tumpuan berpikir atau pendapat.
Makna ini terdapat misalnya dalam ungkapan parnyataan ini bertentangan dengan asas-asas
hokum pidana; (3) cita-cita yang menjadi dasar organisasi atau Negara. Hal ini jelas dalam
kalimat: Dasar Negara Republik Indonesia adalah Pancasila.
Jika kata asas dikaitkan dengan hokum, yang dimaksud dengan asas adalah kebenaran
yang dipergunakan sebagai tumpuan berpikir dan alasan pendapat, terutama, dalam
penegakan dan pelaksanaan hukum pidana, misalnya, seperti disinggung diatas adalah tolak
ukur dalam pelaksanaan hukum pidana. Asas hukum, pada umumnya berfungsi sebagai
rujukan untuk mengembalikan segala masalah berkenaan dengan hukum.
Asas hukum islam berasal dari hukum islam terutama Al-Quran dan Al- Hadist yang
dikembangkan oleh akal pikiran orang yang memenuhi syarat untuk berijtihad. Asas-asas
hukum islam banyak, disamping asas-asas yang berlaku umum, masing-masing bidang dan
lapangan mempunyai asasnya sendiri-sendiri.
B. Beberapa Asas Hukum Islam BPHI-BPHN Departemen Kehakiman
Tim pengkaji hukum islam Badan Pembinaan Hukum Islam Badan Pembinaan
Hukum Nasional Departemen Kehakiman, dalam laporannya tahun 1983/1984. Menyebukan
beberapa hukum islam yang (1) bersifat umum, (2) dalam lapangan hukum pidana, dan (3)
lapangan hukum perdata, sebagai contoh. Asas-asas hukum lapangan hukum tata Negara,
internasional dan hukum islam lainnya tidak disebut dalam laporan itu.

Sebagai sumbangan dalam penyusunan asas-asas hukum nasional, tim itu hanya
mengedepankan :
1. Asas-asas Umum
Asas-asas umum hukum islam yang meliputi semua bidang dan segala lapangan hukum islam
adalah .
a.

Asas keadilan,

b. Asas kepastian hukum, dan


c.

Asas kemanfaatan.

2. Asas-asas dalam lapangan hukum pidana

Asas-asas dalam lapangan hukum pidana islam antara lain adalah


a.

Asas legalitas,

b. Asas larangan memindahkan kesalahan pada orang lain,


c.

Asas praduga tidak bersalah.

3. Asas-asas dalam lapanga hukum perdata


Asas-asas dalam lapangan hukum perdata islam antara lain adalah
a.

Asas kebolehan atau mubah.

b. Asas kemaslaharan hidup .


c.

Asas kebebasan dan kesukarelaan.

d. Asas menolak mudarat, mengambil manfaat.


e.

Asas kebajikan.

f.

Asas kekeluargaan.

g. Asas adil dan berimbang.


h. Asas mendahulukan kewajiban dari hak .
i.

Asas larangan merugikan diri sendiri dan orang lain.

j.

Asas kemampuan berbuat.

k. Asas kebebasan berusaha.


l.

Asas mendapatkan hak karena usaha dan jasa.

m. Asas perlindungan hak.


n. Asas hak milik berfungsi social.
o. Asas yang beritikad baik harus dilindungi.
p. Asas resiko dibebankan pada benda atau harta, tidak pada tenaga atau pekerja.
q. Asas mengatur sebagai petunjuk.
r.

Asas perjanjian tertulis atau diucapkan di depan saksi.

C. Asas-asas Hukum Islam


1. Azas Nafyul Haraji
Meniadakan kepicikan, artinya hukum Islam dibuat dan diciptakan itu berada dalam
batas-batas kemampuan para mukallaf. Namun bukan berarti tidak ada kesukaran sedikitpun
sehingga tidak ada tantangan, sehingga tatkala ada kesukaran yang muncul bukan hukum
Islam itu digugurkan melainkan melahirkan
hukum Rukhsah.
2. Azas Qillatu Taklif

Tidak membahayakan taklifi, artinya hukum Islam itu tidak memberatkan pundak
mukallaf dan tidak menyukarkan.
3. Azas Tadarruj
Bertahap (gradual), artinya pembinaan hukum Islam berjalan setahap demi setahap
disesuaikan dengan tahapan perkembangan manusia.
4. Azas Kemuslihatan Manusia
Hukum Islam seiring dengan dan mereduksi sesuatu yang ada dilingkungannya.
5. Azas Keadilan Merata
Artinya hukum Islam sama keadaannya tidak lebih melebihi bagi yang satu terhadap yang
lainnya.
6. Azas Estetika
Artinya hukum Islam memperbolehkan bagi kita untuk mempergunakan/memperhatiakn
segala sesuatu yang indah.
7. Azas Menetapkan Hukum Berdasar Urf yang Berkembang Dalam Masyarakat
Hukum Islam dalam penerapannya senantiasa memperhatikan adat/kebiasaan suatu
masyarakat.
8. Azas Syara Menjadi Dzatiyah Islam
Artinya Hukum yang diturunkan secara mujmal memberikan lapangan yang luas kepada
para filusuf untuk berijtihad dan guna memberikan bahan penyelidikan dan pemikiran dengan
bebas dan supaya hukum Islam menjadi elastis sesuai dengan perkembangan peradaban
manusia.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Itulah beberapa hal penting terkait dengan hukum Islam. Memahami hukum Islam
secara utuh membutuhkan perhatian dan keseriusan khusus. Tidak sedikit dari

umat Islam yang tidak peduli dengan masalah ini, meskipun sebenarnya setiap Muslim
dituntut untuk memiliki pemahaman yang cukup tentang hukum Islam, minimal untuk
mendasarinya dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban agama. Apa
yang diuraikan di atas bukanlah dasar-dasar pokok untuk melaksanakan aturan- aturan hukum
Islam, akan tetapi hanyalah sebagai pengantar untuk dapat memahami hakikat hukum Islam.
Karena itu, dibutuhkan perhatian khusus untuk dapat mengungkap aturan-aturan hukum
Islam yang lebih rinci lagi.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan mengenai prinsip-prinsip dan azas-azas hukum Islam diatas,
yang menjadi inti pemahaman prinsip-prinsip dan azas-azas hukum Islam dpat diketahui atau
diarahkan pada tujuan penyariatan syariat Islam itu sendiri dan apa yang akan dibawa hukum
Islam untuk mencapau tujuannya. Hal tersebut adalah sebagai berikut :
1. Islam telah meletakkan di dalam undang-undang dasarnya, beberapa prinsip yang mantap
dan kekal, seperti prinsip menghindari kesempitan dan menolak mudarat, wajib berlaku
adil dan bermusyawarah dan memelihara hak, menyampaikan amanah,
2. Dalam dasar-dasar ajarannya, Islam berpegang dengan konsisten pada perinsip
mementingkan pembinaan mental individu khususnya, sehingga ia menjadi sumber
kebaikan bagi masyarakat, karena apabila individu telah menjadi baik maka masyarakat
dengan sendirinya akan baik pula.
3. Syariat Islam, dalam berbagai ketentuan hukumnya, berpegang dengan konsisten pada
prinsip memelihara kemaslahatan manusia dalam kehidupan dunia dan akhirat.

DAFTAR PUSTAKA
Daud Muhammad, Prof. S.H, Hukum Islam, Rajawali Pres, Jakarta, 1998
Marzuki, DR. M.Ag, Makalah Memahami Hakikat Hukum Islam, diakses pada tanggal 25
Oktober 2010
Hakim Nurul, Makalah Prinsip-prinsip dan Asas-asas Hukum Islam, diakses pada tanggal 25
Oktober 2010