Anda di halaman 1dari 6

A.

Pengertian KLB
Menurut
Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

No.

1501/MENKES/PER/X/2010, Kejadian Luar Biasa adalah timbulnya atau meningkatnya


kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu
daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada
terjadinya wabah.
Selain itu, Mentri Kesehatan RI (2010) membatasi pengertian wabah sebagai berikut:
Kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah
penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan yang lazim pada waktu
dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
Istilah wabah dan KLB memiliki persamaan, yaitu peningkatan kasus yang melebihi
situasi yang lazim atau normal, namun wabah memiliki konotasi keadaan yang sudah
kritis, gawat atau berbahaya, melibatkan populasi yang banyak pada wilayah yang lebih
luas.
B. Klasifikasi KLB
Menurut Bustan (2002), Klasifikasi Kejadian Luar Biasa dibagi berdasarkan
penyebab dan sumbernya, yakni sebagai berikut:
1. Berdasarkan Penyebab
1. Toxin
o Entero toxin, misal yang dihasilkan oleh Staphylococcus aureus, Vibrio,
Kholera, Eschorichia, Shigella
o Exotoxin (bakteri), misal yang

dihasilkan

oleh Clostridium

botulinum,

Clostridium perfringens
o Endotoxin
2. Infeksi
o Virus
o Bakteri
o Protozoa
o Cacing
3. Toxin Biologis
o Racun jamur
o Alfatoxin
o Plankton
o Racun ikan
o Racun tumbuh-tumbuhan
4. Toxin Kimia
o Zat kimia organik: logam berat (seperti air raksa, timah), logam-logam lain
cyanida, nitrit, pestisida.
o Gas-gas beracun: CO, CO2, HCN, dan sebagainya.
2. Berdasarkan sumber

a. Sumber dari manusia


Misalnya: jalan napas, tangan, tinja, air seni, muntahan seperti: Salmonella, Shigella,
hepatitis.
b. Bersumber dari kegiatan manusia
Misalnya: toxin dari pembuatan tempe bongkrek, penyemprotan pencemaran
lingkungan.
c. Bersumber dari binatang
Misalnya: binatang peliharaan, rabies dan binatang mengerat.
d. Bersumber pada serangga (lalat, kecoak)
Misalnya: Salmonella, Staphylococcus, Streptococcus
e. Bersumber dari udara
Misalnya: Staphylococcus, Streptococcus virus
f. Bersumber dari permukaan benda-benda atau alat-alat
Misalnya: Salmonella
g. Bersumber dari makanan dan minuman
Misalnya: keracunan singkong, jamur, makanan dalam kaleng.
C. Penyebab KLB
Menurut Notoatmojo (2003), faktor yang mempengaruhi timbulnya Kejadian Luar Biasa
adalah:
1. Herd Immunity yang rendah
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya KLB/ wabah adalah herd immunity.
Secara umum dapat dikatakan bahwa herd immunity ialah kekebalan yang dimiliki oleh
sebagian penduduk yang dapat menghalangi penyebaran. Hal ini dapat disamakan dengan
tingkat kekebalan individu. Makin tinggi tingkat kekebalan seseorang, makin sulit terkena
penyakit tersebut.
2. Patogenesitas
Patogenesitas merupakan kemampuan bibit penyakit untuk menimbulkan reaksi pada
pejamu sehingga timbul sakit.
3. Lingkungan Yang Buruk
Seluruh kondisi yang terdapat di sekitar organism, tetapi mempengaruhi kehidupan
ataupun perkembangan organisme tersebut.
D. Penanganan KLB

Penanggulangan KLB adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk menangani penderita,


mencegah perluasan KLB, mencegah timbulnya penderita atau kematian baru pada suatu
KLB yang sedang terjadi.
Penanggulangan KLB dikenal dengan nama Sistem Kewaspadaan Dini (SKD-KLB), yang
dapat diartikan sebagai suatu upaya pencegahan dan penanggulangan KLB secara dini
dengan melakukan kegiatan untuk mengantisipasi KLB. Kegiatan yang dilakukan berupa
pengamatan yang sistematis dan terus-menerus yang mendukung sikap tanggap/waspada
yang cepat dan tepat terhadap adanya suatu perubahan status kesehatan masyarakat.
E. Peran Perawat dalam KLB
Terdapat 2 peran perawat dalam mengatasi masalah kejadian luar biasa yaitu, peran
perawat di puskesmas dan peran perawat di rumah sakit.
1. Peran perawat di puskesmas
Peran perawat di Puskesmas dlm penaggulangan KLB Pemberi pelayanan kesehatan :
memberikan yan kes kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berupa
asuhan keperawatan kes masy utk menangani wabah. Penemu kasus : berperan dlm
mendeteksi dan menemukan kasus sec aktif dan pasif, serta melakukan penelusuran
terjadinya penyakit maupun wabah KLB. Pendidik/ penyuluh kes: mengkaji kebutuhan
pesien dg melakukan penyelidikan epidemiologi thd gejala yg dicurigai, didukung dg
pems. Pengelola: melakukan koordinasi dlm sistem kewaspadaan dini dlm pelaksanaan
penanggulangan KLB difokuskan pada 3 keg utama penyelidikan KLB, kolaborasi dg
dokter dlm upaya pengobatan/ perawatan, pencegahan serta penegakan sistem
survailance ketat selama periode KLB Konselor: Memberi pelayanan/ informasi utk
menolong memecahkan masalah spesifik ttg pencegahan KLB, perawatan lingk,
perawatan klg dan pemanfaatan sarana kesehatan.
2. Peran perawat di rumah sakit
Peran perawat di RS dlm penaggulangan KLB Pelaksana: memberikan askep kpd
individu dan klg. Pendidik: sbg instruktur pelatihan penanggulangan KLB, baik tenaga
keperawatan di rawat inap dan atau rawat jalan Pengelola: mengkoordinasikan aktivitas
yan kep sec komprehensif serta melakukan koordinasi lintas sektoral & lintas program
Konselor: memberikan bimbingan konseling bagi pasien & klg thd masalah-masalah yg
dihadapi.

F. Kriteria KLB

7 (tujuh) Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010
adalah :
1. Timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak adaatau tidak
dikenalpada suatu daerah.
2. Peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama 3 (tiga) kurun waktudalam
jam,hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya.
3. Peningkatan

kejadian

kesakitan

dua

kali

atau

lebih

dibandingkan

denganperiodesebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, atau minggu menurut jenis
penyakitnya.
4. Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan menunjukkankenaikan
duakali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata jumlahper bulan dalam
tahunsebelumnya.
5. Rata-rata

jumlah

kejadian

kesakitan

per

bulan

selama

(satu)

tahunmenunjukkankenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata jumlah


kejadian kesakitan perbulan pada tahun sebelumnya.
6. Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1 (satu)kurun
waktutertentu menunjukkan kenaikan 50% (lima puluh persen) atau lebih
dibandingkan denganangka kematian kasus suatu penyakit periodesebelumnya dalam
kurun waktu yang sama.
7. Angka proporsi penyakit (Proportional Rate) penderita baru pada satu periode
menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding satu periode sebelumnya dalam
kurun waktu yang sama.

G. Penyakit KLB
Berdasarkan

Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

No.

1501/MENKES/PER/X/2010, penyakit menular tertentu yang menimbulkan wabah


adalah:
1. Kholera
2. Pes
3. Demam berdarah
4. Campak

5. Polio
6. Difteri
7. Pertusis
8. Rabies
9. Malaria
10. Avian Influenza H5N1
11. Antraks
12. Leptospirosis
13. Hepatitis
14. Influenza H1N1
15. Meningitis
16. Yellow Fever
17. Chikungunya
Penyakit-penyakit berpotensi Wabah/KLB:
a. Penyakit karantina/penyakit wabah penting: kholera, pes, yellow fever.
b. Penyakit potensi wabah/KLB yang menjalar dalam waktu cepat/ mempunyai memerlukan
tindakan segera: DHF, campak, rabies, tetanus neonatorum, diare, pertusis, poliomyelitis.
c. Penyakit potensial wabah/KLB lainnya dan beberapa penyakit penting: malaria,
frambosia, influenza, anthrax, hepatitis, typhus abdominalis, meningitis, keracunan,
encephalitis, tetanus.
d. Penyakit-penyakit menular yang tidak berpotensi wabah dan atau KLB, tetapi masuk
program: kecacingan, kusta, tuberkulosa, syphilis, gonorrhoe, filariasis, dan lain-lain.

H. Diagnosa Kasus
1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan
skunder terhadap diare.
2. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap
diare
3. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare.

Berikut ini adalah tabel perbedaan wabah dengan kejadian luar biasa (KLB):

No

Pembeda

Wabah

1. Jumlah kasus
2. Daerah

Besar/banyak
Cakupan daerah yang luas

3. Waktu
4. Dampak

Lama
Lebih berat, karena
mencakup daerah yang luas.

Kejadian Luar Biasa


(KLB)
Tidak selalu besar/banyak
Pada daerah populasi
tertentu.
Dalam waktu tertentu
Tidak lebih berat dari wabah