Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MENGGOSOK GIGI
DI RUANG 304 UPN VETERAN JAKARTA

Disusun Oleh :
1. Desi Miranti Citranitya
2. Yayah Fauziah
3. Dhita Eka Risdiyanti
4. Dewi Muktiana
5. Vivi Fitria
6. Sarah Apriani
7. Dewi Silvyanita
8. Dinda Ayu Alestine
9. Meryl Reni Anggraeni
10. Winda Purba
11. Maria Novita
12. Diah Widiarti
13. Taufik Hidayatullah
14. Veri Endaryeni
15. Wella Kurnia
16. Wafa Murnianti

(1010.711.015)
(1010.711.016)
(1010.711.017)
(1010.711.029)
(1010.711.034)
(1010.711.046)
(1010.711.047)
(1010.711.069)
(1010.711.077)
(1010.711.087)
(1010.711.092)
(1010.711.094)
(1010.711.095)
(1010.711.100)
(1010.711.103)
(1010.711.106)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


MENGGOSOK GIGI
I.

Tujuan Instruksional
1. Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti penyuluhan

dan
1

mendapatkan penjelasan tentang menggosok gigi, pasien dapat mengetahui


tentang menggosok gigi dan bagaimana cara melakukannya.
2. Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mengikuti penyuluhan pasien
diharapkan:
a. Pasien dapat menjelaskan pengertian menggosok gigi
b. Pasien dapat menjelaskan manfaat menggosok gigi
c. Pasien dapat menjelaskan akibat bila tidak menggosok gigi
d. Pasien dapat menjelaskan waktu yang tepat untuk menggosok gigi
e. Pasien dapat menjelaskan cara menggosok gigi yang benar
II.

SASARAN
Anak-anak usia sekolah dasar

III. WAKTU
Hari

: Kamis

Tanggal

: 20 Juni 2013

Pukul

: 09.00 WIB 10.00 WIB

IV. LAMA
Tiga Puluh (60) menit
V.

METODE
1. Ceramah
2. Diskusi (tanya jawab)

VI. MEDIA
1. Power Point
2. Video
3. Demontrasi

VII. MATERI
1. Pengertian Menggosok gigi
2. Manfaat menggosok gigi
3. Akibat bila tidak menggosok gigi
4. Waktu yang tepat untuk menggosok gigi
2

VIII. PENGORGANISASIAN DAN URAIAN TUGAS


1.

Moderator

: Diah Widiarti

2.

Penyuluh/pengajar

: Veri Endaryeni

3.

Fasilitator

4. Observer

IX.

a.

Yayah Fauziah

b.

Dhita Eka Risdiyanti

c.

Dewi Muktiana

d.

Vivi Fitria

e.

Dinda Ayu Alestine

f.

Dewi Silvyanita

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Sarah Apriani
Meryl Reni Anggraeni
Winda Purba
Maria Novita
Desi Miranti Citranitya
Taufik Hidayatullah
Wella Kurnia
Wafa Murnianti

SUSUNAN ACARA
No.
Kegiatan
1.
Pembukaan

Waktu
09.00-09.05

Pelaksana
Pembawa Acara

2.

Penyampaian Materi

09.05-09.15

Penyuluh

3.

Demonstrasi

09.15-09.30

4.

Diskusi (Tanya jawab)

09.30-09.45

Moderator,
fasilitator, observer

5.

Penutup

09.55-10.00

Pembawa acara

IX. KRITERIA EVALUASI


1. Evaluasi struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan diruang Kenari Rumah Sakit Jiwa Menur
Surabaya
c. Pengorganisasian penyelenggara dilakukan setelah peserta penyeluhan
diseleksi.
2. Evaluasi proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Peserta mengikuti jalannya penyuluhan sampai selesai
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
3

a. Peserta mengetahui pengertian menggosok gigi.


b. Peserta mengetahui tujuan menggosok gigi.
c. Peserta mengetahui akibat bila tidak menggosok gigi.
d. Peserta mengetahui waktu yang tepat untuk menggosok gigi.
e. Peserta mengetahui cara menggosok gigi yang benar.
MENGGOSOK GIGI
( SIKAT GIGI )
1. PENGERTIAN MENGGOSOK GIGI
kegiatan rutin yang selalu kita lakukan tiap hari, setidaknya 2 kali sehari kita
menggosok gigi.
2. TUJUAN MENGGOSOK GIGI
gigi tampak bersih dan putih
mengurangi bau mulut
mencegah sakit gigi (misal karies gigi/gigi berlubang)
3. AKIBAT BILA TIDAK MENGGOSOK GIGI
gigi menjadi kuning kecoklatan
bau mulut bertambah
sakit gigi
4. WAKTU YANG TEPAT UNTUK MENGGOSOK GIGI
Minimal kita menggosok/menyikat gigi dua kali dalam sehari yaitu pagi
setelah sarapan dan kedua menjelang tidur.
Yang paling ideal sebaiknya menyikat gigi setelah makan dan menjelang
tidur.
Apabila kita tidak mampu menggosok gigi setelah makan, dianjurkan untuk
kumur-kumur dengan air yang bersih untuk mengurangi sisa-sisa makanan
yang masih menempel di gigi.
5.

CARA MENGGOSOK GIGI YANG BENAR


1. Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di
daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
2. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap
gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45derajat berlawanan dengan garis
gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
4

3. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
4. Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.
Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan
ringan

sehingga

bulu

sikat

tidak

membengkok.

Biarkan

bulu

sikat

membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.


5. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak
dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
6. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
7. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat
membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan
struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan
asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah
terkikis.
8. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering
sehingga dapat mongering setelah dipakai.
9. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi
mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain
meski sikat sudah dibersihkan.

EVALUASI PENYULUHAN MENGGOSOK GIGI


PADA TANGGAL 20 Juni 2013
1. Evaluasi struktur
Peserta yang hadir pada penyuluhan Menggosok Gigi pada tanggal 20 Juni
2013 adalah anak-anak usia sekolah dasar di ruang 303 UPN Veteran Jakarta
yang hadir berjumlah 10 orang. Penyuluhan dilaksanakan di ruang 303 pada jam
11.00 wib. Penyuluhan dilaksanakan dengan media video dan demonstrasi
2. Evaluasi proses
Penyuluhan berlangsung dengan tertib dan lancar. Penyuluhan berlangsung
selama 30 menit mulai jam 11.00 wib sampai jam 11.30 wib. Pasien mengikuti
acara penyuluhan sampai selesai.
5

3. Evaluasi hasil
Peserta mengetahui cara menggosok gigi yang benar.