Anda di halaman 1dari 2

Nama : Nur Mariyam Saleha

NRP

: 123020174

Kelas : TP-D
TUGAS ILMU GIZI
GI-TRACT
1. Mulut
Makanan dikunyah di dalam rongga mulut, dipotong-potong dengan gigigeligi dan dicampur dengan air liur (saliva) yang mengandung enzim ptyalin
(amylase). Perannya untuk mengubah amilum menjadi sakarida sederhana.
Di dalam rongga mulut, protein di dalam makanan belum mengalami proses
pencernaan.
Lemak di dalam mulut oleh enzim lipase yang dihasilkan kelenjar Ebners
yang terdapat pada permukaan dorsal lidah dikenal sebagai enzim lipase lingual.
2. Kerongkongan
Tidak terjadi pencernaan secara kimiawi.
3. Lambung
Pencernaan karbohidrat pada lambung ditampung, disimpan, dan dicampur
dengan asam lambung, lender dan pepsin.
Pencernaan lemak pada lambung oleh enzim lipase di lambung,. Enzim lipase
lambung ini kurang memiliki peranan penting kecuali bila terjadi gangguan pankreas.
Didalam lambung terdapat enzim pepsin dan HCl yang bekerjasama memecah
protein makanan menjadi metabolit intermediate tingkat polipeptida, yaitu pepton
albumosa dan proteosa.
4. Usus halus
Pencernaan karbohidrat di dalam duodenum terdapat amylase untuk memecah
amilum menjadi monosakarida.
Maltosa

Glukosa + Glukosa
Maltase

Sukrosa
Laktosa

Sukrase
Laktase

Fruktosa + Glukosa
Galaktosa + Glukosa

Di dalam duodenum lemak dipecah oleh enzim lipase yang berasal dari sekresi
pankreas.

Trigliserida

dipecah

menghasilkan

campuran

metabolit

di

dan

monogliserida serta asam lemak bebas. Asam lemak dengan rantai karbon panjang
tidak larut didalam air, tetapi membuat ikatan kompleks dengan garam empedu yang

membuat menjadi dapat larut (emulsi). Asam lemak rantai karbon pendek dan
intermediate lebih mudah larut dalam air, sehingga lebih mudah diserap melalui
dinding epitel saluran pencernaan.
Di dalam usus halus protein makanan dicerna total menjadi asam-asam amino,
yang kemudian diserap melalui sel-sel epitel dinding usus. Semua asam amino larut
didalam air sehingga dapat berdifusi secara pasif melalui membrane sel. Pankreas
menghasilkan enzim-enzim proteolitik tripsin dan chemeotripsin, sedangkan sekresi
dinding usus mula-mula disangka hanya terdiri atas satu enzim (erepsine), tetapi
kemudian ternyata bahwa erepsine tersebut merupakan campuran dari sejumlah
enzim-enzim oligopeptidase, yaitu memecah ikatan-ikatan oligopeptida. Oleh
erepsine, oligopeptida dipecah lebih lanjut menjadi asam-asam amino. Cairan empedu
tidak mendung enzim yang memecah protein.
5. Usus besar
Karbohidrat yang tidak dicerna oleh tubuh, mengalami fermentasi oleh
mikroflora dan sisa protein serta asam amino mengalami pembusukkan. Proses
fermentasi menghasilkan gas CO2 dan pembusukkan menghasilkan H2S yang kadangkadang berjumlah cukup banyak dan dikeluarkan dari anus sebagai flafus (kentut).
6. Anus
Hasil pembuangan sisa pencernaan kemudian dibuang di saluran ini yang
berupa tinja.