Anda di halaman 1dari 4

POLIMER adalah molekul besar yang tersusun secara berulang dari uni kimia kecil yang

disebut mer. Poly artinya banyak, mer artinya bagian atau unit.
Polimer merupakan senyawa yang mempunyai massa molekul sangat tinggi dan tersusun dari
unit ulangan sederhana yang tergabung melalui proses polimerisasi.
Unit ulangan polimer merupakan molekul sederhana bermassa rendah (monomer).
Mirip dengan makromolekul karbohidrat, protein, lipid.
POLIMER BIOMEDIK
1. Polimer Biostabil, digunakan untuk waktu yang lama.
e.g. implant, organ buatan (pompa darah, bejana darah prostheses, penyambung
kerangka, prostheses ginjal)
2. Polimer Bioerodable, untuk jangka pendek dalam tubuh.
Mengalami metabolism dalam tubuh terurai atau dikeluarkan dari tubuh. E.g. benang
jahit operasi.
3. Polimer yang larut dalam air, biasanya bioerodable. Merupakan bagian dari plasma
atau sebagai obat makromolekul.
1 dan 2 di bidang biomedik, 3 di bidang farmasi.
PENGGOLONGAN
1. Berdasakan asalnya
Alam terdapat di alam yaitu hewan dan tumbuhan. E.g. protein, selulosa, karet, pati,
wool, sutra. (proses polimerisasi kondensasi)
Buatan (sintetis) polimer yg dibuat oleh manusia dan sering digunakan di
kehidupan sehari-hari. E.g. plastic, serat buatan, karet buatan, nilon, polietilen. (proses
polimerisasi adisi)
Turunan (semi sintetik) turunan polimer dari alam. E.g. selulosa santat, selulosa
nitrat, selulosa asetat.
2. Berdasarkan struktur ruang
Pol. Linier unit monomer bergabung bersama membentuk rantai panjang yg lurus.
Polimer ini biasanya dapat larut dalam beberapa pelarut, dan dalam keadaan padat
pada temperatur normal. Polimer ini terdapat sebagai elastomer, bahan yang fleksibel
(lentur) atau termoplastik). E.g. polietilen, PVC
Pol. Bercabang polimer linier yang mempunyai cabang berbeda panjang pada
rantai utama. E.g. glikogen
Pol. Ikatan silang polimer yg terbentuk karena rantai saling berikatan satu sama
lain pd rantai utamanya. Jika sambungan silang terjadi ke berbagai arah maka akan
terbentuk sambung silang tiga dimensi (polimer jaringan).
Adanya rantai silang pd rantai sifatnya keras, kaku, rapuh. E.g. bekelite : asbak, resin
urea formaldehida.
3. Jenis monomer
Homo polimer (monomernya sejenis) e.g. polivinil klorida (pvc) : pipa, mainan
anak2, karet alam
Kopolimer (monomernya beberapa macam) e.g. polimer SBS (stirenabutadiena-stirena), dakron (asam tereftalat dan etandiol), bakelit (fenol dan metanal)
4. Komposisi kimia
Polimer organik
Polimer anorganik
5. Sifat termal
Polimer termoplastis proses melunak dan mengeras yg dapat terjadi berulang
kali. Mudah diolah kembali, bahan2 tsb dapat dituangkan kedalam cetakan yg berbeda
untuk membuat produk plastic yg baru. Linier (dipanaskan melebur, didinginkan
mengeras lagi)

E.g. polietilen: botol plastic, ember, jas hujan, kantong plastic; PVC: pipa air, pipa
plastic, pipa kabel listrik; polipropena: karung, tali, kursi plastic, bungkus makanan;
polistirena: sol sepatu, penggaris, gantungan baju.
-sifat2: mudah diregangkan, fleksibel, melunak jk dipanaskan, titik leleh rendah, dpt di
daur ulang, mudah larut dlm pelarut, struktur molekul linear/bercabang
Polimer thermosetting tdk dapat larut dlm pelarut apapun, tdk meleleh jika
dipanaskan, tahan asam basa, dipanaskan lagi dapat rusak dan tidak dpt kembali
seperti semula, struktur molekul mempunyai ikatan silang antar rantai (jadinya bersifat
keras, kaku, mudah patah). Permanen dlm bentuk pertama kali mereka dicetak. E.g.
alat2 rumah tangga, spt cangkir yg tahan panas, bakelit: asbak, fitting lampu listrik
-sifat2: keras rigid kaku (tdk fleksibel), sukar didaur ulang, tidak dapat larut dalam
pelarut, tahan asam basa dan panas, punya ikatan silang antarmolekul
6. Pemakaian
Pol. Plastis (tdk elastis), tdk dapat kembali ke semula setelah gaya.
Dimanfaatkan untuk plastic. E.g. bakelit, polietilena, pvc, polisterina, polipropilena.
Pol. Serat gaya Tarik-menarik paling tinggi, elastisitas rendah.
Dimanfaatkan sebagai serat. E.g. untuk kain dan benang : polyester, nilon, dakron
Pol. Elastomer gaya tarik-menarik paling lemah. Derajat elastisitas tinggi.
e.g. karet, silicon, lateks
7. Kristalinitas
Pol. Kristalin susunan rantai yg teratur
Pol. Amorf susunan rantai tidak teratur (glass)
Pol. Semi kristalin sebagian kristalin, sebagian amorf
8. Jumlah satuan penyusun
Makro BM 10rb-1jt
Mikro molekul
Nanomolekul (<100nm) sifat berbeda
IKATAN KIMIA (ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul)
IKATAN PRIMER (kuat) ikatan gaya interatomiknya relative yg sangat besar.
1. Ikatan ionik ikatan yang terbentuk oleh gaya tarik ion negative dan ion positif.
Melakukan transfer electron. Donor membentuk ion(+) dan yg menerima jadi ion(-).
E.g. NaCl
Antara atom logam (gol. IA, IIA, sebagian IIIA dan nonlogam gol. VIA dan VIIA).
[Ikatan ini tidak dijumpai pd makromolekul]
2. Ikatan kovalen ikatan yang terbentuk oleh pemakaian bersama pasangan electron.
Masing2 atom yg berpasangan menyumbangkan 1 elektron, kemudian dipakai
bersama.
Terjadi antara unsur non logan dan non logam.
a. Kovalen polar : memiliki perbedaan keelektronegatifan. Psangan electron ikatannya
cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan bentuk molekul asimetris,
punya momen dipol. E.g. HCl, HI, H2O, NH3
b. Kovalen non polar : tidak memiliki perbedaan keelektronegatifan. PEI tertarik sama
kuat, tdk terjadi pengutuban, memon dipol 0. E.g. H2 (diatomic), CH4
3. Ikatan kovalen koordinasi ikatan kovalen yg pasangan electron untuk berikatan
hanya berasal dari salah satu atom.
salah 1 atom punya pasangan electron bebas, atom yg lain punya orbital yg kosong.
[tnda panah]
e.g. Amonia
4. Ikatan logam ikatan dimana gaya antar atomnya terbentuk karena penggunaan
electron bersama-sama tp tnpa memilih arah yg tertentu.
Unsur logam punya electron valensi sedikit, sehingga kulit terluar relative longgar
dpt berpindah2 (delokalisasi) membentuk satu awan yg membungkus ion2(+) logam
didalamnya.

IKATAN SEKUNDER (lemah) ikatan dg gaya interatomiknya relative lbh kecil. Timbul dari
dipol atom atau molekul
1. Ikatan hydrogen ikatan antara atom hydrogen dengan atom yg memiliki harga
keelektronegatifan tinggi (e.g. N, O, F) yang terjadi antar molekul.
e.g. H2O, HF (terbesar, krn perbedaan elektronegativitasnya paling tinggi)
2. Ikatan dipol terjadi pada iktan kovalen polar yg tidak membentuk ikatan hydrogen
(e.g. HCl, HBr, HI) atau seny kovalen non polar yg memiliki sedikit perbedaan
keelektronegatifan (e.g. PCl5, SF6 [?]) (gaya Van Der Walls)
3. Ikatan induksi interaksi dipol-nondipol. Ujung dipol yang bermuatan (+)
menginduksi awan electron molekul nondipol terbentuk dipol sesaat, akhirnya terjadi
interaksi antara dipol dan dipol sesaat (gaya Van Der Walls).
4. Ikatan dispers (gaya London) gaya tarik menarik-menarik antara molekul2 dlm
zat yg nonpolar. Electron senantiasa bergerak dalam orbital, yg menyebabkan dipol
sesaat terjadi interaksi. Titik leleh dan didih rendah
TAHAPAN POLIMERISASI (reaksi kimia dimana monomer2 bereaki untuk membentuk rantai
yg besar)
[Jenis reaksi yg monomernya mengalami perubahan reaksi tergantung pada strukturnya]:
Polimerisasi adisi polimer yg terbentuk dr reaksi polimerisasi disertai dg
pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomer2nya yg membentuk
ikatan tunggal (monomer2nya ikatan tak jenuh/rangkap). Memilik atom yg sama spt
monomer dlm unit ulangnya
1. Aktivasi membuat monomer aktif : panas, cahaya, seny kimia
2. Inisiasi monomer mulai berikatan.
dimulai dari penguraian inisiator dan adisi molekul monomer pada salah satu radikal
bebas yang terbentuk.
3. Propagasi pemanjangan rantai.
tahap ini terjadi reaksi adisi molekul monomer pada radikal monomer yang terbentuk
dalam tahap inisiasi.
4. Terminasi pemanjangan rantai selesai
Polimer kondensasi mengandung atom2 yg lbh sedikit krn terbentuknya produk
sampingan selama proses polimerisasi. E.g. H2O atau NH3.
di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi secara adisi
untuk membentuk rantai. Setiap ikatan yg baru, akan dihasilkan suatu molekul kecil, spt air.
Monomer harus harus punya dua gugus fungsi shg dpt menambahkan pd setiap ujung ke unit
lainnya dr rantai tsb (missal atom H ujung monomer bergabung dg gugus OH).
e.g. polisakarida : amilum, sellulosa (dari monomer glukosa)

-B-BB

-B-BB

POLA STRUKTUR RANTAI [KOPOLIMER]


ALTERNASI bergantian. Silang teratur kesatuan berulang yg berbeda, berselang-seling scr
teratur dlm rantai polimer A-B-A-B-A-B-A-BACAK sejumlah kesatuan berulang yg berbeda tersusun scr acak dlm rantai polimer -A-A-AB-B-A-B-A-B-B-B-A
BLOK kelompok suatu kesatuan berulang berselang-seling dg kelompok kesatuan berulang
yg lainnya -A-A-A-B-B-B-A-A-A-B-B-BCANGKOK/CABANG rantai utama terdiri dari satuan berulang yg sejenis dan rantai
cabang monomer yg sejenis -A-A-A-A-A-A-A-A-A

KERAMIK

Keramik dibentuk dari pasir dan tanah liat seperti batu bata, gerabah dll yg digunakan dlm
aktivitas sehari2 manusia. Tp skrg ini struktur keramik lbh baik dari yg tradisional yaitu dibuat
semurni mungkin yg tahan thd temperature tinngi dan struktur yg tangguh.
Bahan keramik adalah bahan dasar penyusun kerak bumi : SiO2, Al2O3, CaO, MgO, K2O,
Na2O, dst. Paduan 2 unsur logam dan nonlogam [bahan padat anorganik yg merupakan
paduan dari unsur logam dan non logam]
Unsur :
1. Logam
2. Non logam oksida, nitrida, silikat
Keramik tradisional [porselen, bata ubin, gelas, dll]
Keramik modern [bidang elektronik, computer, komunikasi, aerospace, dll]
Ikatan atom pd keramik umumnya ikatan ion, kovalen ada sebagian.
Ikatan atom atom logam : kation dan atom nonlogam : anion
Bentuk : [SiO2 dlm bentuk kedua2nya)
1. Kristalin (terdapat keteraturan jarak dekat maupun jarak jauh quartz,
crystobalite, tridymite
2. Amorf (mungkin keteraturan jarak pendeknya ada, namun pada jarak jauh
keteraturannya tidak ada) > glass, yg susunan atomnya acak.
KEGUNAAN KERAMIK [SiO2]
1. Filler tumpatan komposit
Komposit merupakan bahan tambal (menggantikan struktur gigi yg hilang) yg
mementingkan estetik.
Komponen komposit : resin matrix, partikel bahan pengisi/filler, bahan coupling.
Filler komposit terdiri dari keramik quartz SiO2, litium-aluminium silikat, BaO.
Fungsi memperbaiki sifat mekanis spt kekuatan, kekakuan, kekerasan dan resisten
terhadap abrasi.
2. Tumpatan glass ionomer cement (GIC)
GIC alumina silikat kaca (powder) dan asam poliakrilik (liquid)
GIC dipakai sebgai tumpatan karena antikariogenik, dpat melepaskan fluoride, juga
alumunium, sodium, kalsium, dan stronsium.
Dipakai untuk kavitas kelas III dan V tidak perlu estetik tinggi.
Keuntungan : potensi antikariogenik, biokompatibel, melekat secara kimia dengan
struktur gigi, sifat fisik yg stabil, mudah dimanipulasi
Kerugian : retensi terhadap abrasi turun, estetik kurang baik, wrna tambalan lbh opak
shg dapat dibedakan sr jelas tambalan dg gigi asli.
3. Gigi tiruan porcelain
Mempunyai estetik yg tinggi, namun brittle (rapuh).
e.g. gigi tiruan tetap (jembatan, crown).
Kelebihan : estetik tinggi, biokompabilitas baik, terlihat natural, kekuatan > akrilik tp
< logam, isolator yg baik, tahan serangan kimia, daya kompresif strength yg tinggi
Kekurangan : rapuh, suara klicking saat kontak, tidak dapat diasah, tidak dapat
diletakkan pada gigi kunyah belakang, tidak cocok untuk penderita bruxism
(kalo akrilik : warna dapat disesuaikan, murah tampilan menarik, namun mudah
berubah,)
(kalo logam : kekuatan baguusss buat gigi kunyak posterior, tidak korosif tdk
berkarat, estetik jelek)