Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Jembatan mempunyai arti penting bagi setiap orang. Akan tetapi tingkat kepentingannya
tidak sama bagi tiap orang, sehingga menjadi suatu bahan studi yang menarik. Jembatan
adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang
berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa).
Jika jembatan itu berada diatas jalan lalu lintas dinamakan viaduct.
Konstruksi jembatan dapat diklasifikasikan berdasarkan aspek yang berbeda, seperti jenis
material dari konstruksi (beton, kayu, baja, komposit, dan lain-lain); bentuk struktur (rangka,
gelagar, dinding penuh, dan lain-lain); tipe perletakan (gelagar sederhana, overhang,
menerus, dan lain-lain); lalu lintas kendaraan (jembatan jalan raya, jembatan kereta api, dan
lain-lain); letak lantai kendaraan (lantai di atas, lantai di bawah, lantai di tengah atau
kombinasi ketiganya); jembatan permanen atau sementara; dapat atau tidak dapat digerakkan
dan sebagainya.
Terlepas dari pengklasifikasian tersebut diatas, adapun bentuk-bentuk dari konstruksi
jembatan umumnya dapat kita bedakan :
1. Bangunan bawah, ialah bagian-bagian yang menjadi penupang dan dasar dari bangunan
atas, yaitu kepala jembatan, tiang-tiang dan pemikul jembatan. Beban-beban diteruskan
oleh bangunan bawah ke tanah bawah. Bahan-bahannya adalah kayu, batu atau beton,
sekali-kali baja. Kadang-kadang pancang-pancangnya merupakan satu kesatuan dengan
konstruksi yang langsung mendukung lalu lintas, sehingga yang termasuk bangunan
bawah tinggal terbatas pada landasan dari titik tumpu.
2. Bangunan atas yang pada umumnya terdiri atas:

Gelagar-gelagar induk, terbentang dari titik tumpu ketitik tumpu

Konstruksi tumpuan diatas pangkal jembatan kuk atau pancang

Konstruksi dari lantai kendaraan dengan apa yang diperlukan untuk itu pemikul lintang
dan pemikul memanjang yang disambung dengan gelagar-gelagar induk.

Bangunan atas menerima beban dari lalu lintas, kadang-kadang dengan tambahan banting dan
tekanan angin, dan diteruskan pada bangunan bawah, ditambah dengan berat konstruksinya.
Suatu bagian struktur komposit adalah terdiri dari dua jenis bahan yang berbeda, yang bekerja
secara parallel dengan menumpu sebuah beban. Semua bagian struktur beton yang diberi
1

penulangan merupakan komposit dari beton dan baja yang bekerja sama untuk menahan
tegangan-tegangan lentur pada balok dan kolom. Di daerah perkotaan biasanya sering kita
jumpai jembatan komposit dengan gelagar baja yang dihubungkan dengan shear connector untuk
memikul beban yang bekerja. Pada kesempatan ini, penulis ingin menganalisa suatu jembatan
komposit gelagar kayu.
Ada tiga jenis bahan utama yang digunakan dalam konstruksi bangunan ini yaitu kayu, baja dan
beton. bangunan tersebut mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh
bahan lain. Kelebihan pada kayu yaitu ringan, mudah dikerjakan dan harga relatif murah.
Kelebihan pada baja yaitu mempunyai kuat tarik yang tinggi dan kelebihan pada beton yaitu
mempunyai kuat tekan yang tinggi. Untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut maka
dibuat perpaduan pada ketiga jenis bahan bangunan yaitu menjadi balok komposit dengan
gelagar kayu. Dengan demikian dapat diperoleh sifat gabungan yang lebih baik dari komponen
penyusunnya. Berat jenis kayu lebih ringan bila dibanding baja ataupun beton. Ditinjau dari segi
struktur, kayu cukup baik dalam menahan gaya tarik, tekan dan lentur. Ditinjau dari segi
arsitektur, bangunan kayu mempunyai nilai estetika yang tinggi.
Ketersediaan bahan kayu akan sangat terkait erat dengan potensi hutan di suatu wilayah. Seperti
halnya Indonesia yang memiliki cukup luas hutan tropis tentunya akan sangat menunjang dalam
proses konstruksi jembatan dari kayu. Elemen kayu biasanya mempunyai potongan melintang
berbentuk persegi sehingga paling mudah untuk dianalisis. Jembatan dari kayu hampir tidak
pernah digunakan, kecuali sebagai perancah dan sebagai jembatan sementara. Pada umumnya
jembatan dari kayu digunakan untuk lalu lintas biasa pada bentangan kecil/sederhana. Untuk
jembatan berat dengan bentang yang sangat panjang, tentunya jembatan dari kayu sudah tidak
ekonomis lagi karena dibatasi oleh panjang dan kemampuan bahan.

1.2 Tujuan
Menempatkan jembatan, pertama-tama harus diingat tentang keamanan lalu lintas karena
jembatan yang dibikin untuk keperluan lalu lintas dan bukan asal ada jembatan saja. Biasanya
penggunaan jembatan dari kayu ini banyak terdapat didaerah pedesaan karena lalu lintasnya yang
masih sedikit terutama bagi yang memiliki kendaraan, dalam laporan ini penulis ingin
menganalisa jembatan komposit gelagar kayu lantai beton agar kita dapat memprediksi cara
struktur menahan beban dengan membahas gaya-gaya yang alami yang bekerja pada strukur
tersebut. Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut
beberapa hal antara lain . Kondisi tata guna lahan, baik yang ada pada jalan pendukung maupun
lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada.

Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas. Struktur tanah,
geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya. Dasar utama penempatan jembatan
2

sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui, sependek, sepraktis dan
sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan. Beberapa ketentuan dalam pemilihan
lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan ketersediaan lahan adalah sebagai
berikut :

Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan


kebutuhan lahan yang besar sekali.

Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya,
dan diusahakan mengikuti as jalan existing.

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah agar kita mengetahui bagaimana menganalisa atau
mendesain suatu struktur jembatan komposit dengan gelagar kayu lantai beton oleh karena itu
kita harus dapat memastikan suatu tingkat keamanan agar tidak terjadi kegagalan dalam struktur.
Dan untuk dapat memberikan arahan dan pedoman terhadap pembangunan prasarana transportasi
yang berupa jembatan yang memenuhi stndar mutu dan berdaya guna sehingga dapat
menunjang strategi Pembangunan Wilayah di Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Propinsi.
Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mendapatkan cara penanganan yang efisien dan efektif
dalam pencapaian mutu jembatan yang memenuhi stndar.
1.3 Permasalahan
1. Apakah beton gelagar kayu bias menahan gempa yang terjadi dengan kekuatan yang
sangat besarsekitar 7.5 SR
2. Mungkinkah dengan jembatan gelagar kayu dapat bertahan lama dengan bahan yang
ringan dan relatif murah
3. Apakah gelagar kayu dapat menahan beban yang tinggi dari atas jembatan
4. Bagaimana kayu bias beretahan lama dengan cuaca yang extrim
5. Apa bias kayu sebagai pengganti poondasi

1.4 Batasan Masalah


Pada bagian pendahuluan secara umum telah disinggung jenis jembatan yang akan dibahas.
Tetapi mengingat parameter-parameter yang harus diperhitungkan sehingga diperlukan beberapa
batasan sebagai berikut:

1. Konstruksi jembatan ditumpu diatas dua perletakan dengan panjang bentang dan gelagar
jembatan berupa bahan kayu yang akan mendukung semua beban yang bekerja.
2. Lantai kendaraan terbuat dari beton.
3. Jenis kayu yang dipakai untuk gelagar adalah kayu damar laut, dimana termasuk dalam
kayu kelas I menurut PKKI 1961 yang memiliki berat jenis 0.96 gr/cm3;lt
=150kg/cm2 ;tk //=130 kg/cm2;tk = 40 kg/cm2;//=20 kg/cm2.
4. Penghubung Geser/Shear Connector dengan menggunakan baut/paku.
5. Adapun beban-beban yang bekerja/muatan yang disesuaikan dengan peraturan yang
berlaku adalah: -

Beban Primer:
1. Beban mati
Dalam menentukan besarnya beban mati tersebut, harus digunakan berat isi untuk bahan- bahan
bangunan tersebut,antara lain:

A. Beton bertulang 2,50 t/m3


B. Kayu .. 1,00 t/m3
2. Beban hidup

Beban hidup pada jembatan dinyatakan dalam dua macam, yaitu :


1. beban D atau beban jalur adalah susunan beban pada setiap jalur lalu lintas yang terdiri
dari beban terbagi rata sebesar q ton per meter panjang perjalur dan beban garis P ton
per jalur lalu lintas tersebut.
2. Beban T yang merupakan beban terpusat untuk lantai kendaraan.
3. Beban pada trotoir, kerb dan sandaran .
4. Konstruksi trotoir harus diperhitungkan terhadap beban hidup sebesar 500 kg/m2
5. Kerb yang terdapat pada tepi-tepi lantai kendaraan harus diperhitungkan untuk dapat
menahan satu beban horizontal ke arah melintang jembatan sebesar 500 kg/m yang
4

bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan pada tinggi 25 cm diatas permukaan lantai
kendaraan apabila kerb yang bersangkutan lebih tinggi 25 cm,
6. Tiang-tiang sandaran pada tepi trotoir harus diperhitungkan untuk dapat menahan beban
horizontal sebesar 100kg/m, yang bekerja pada tinggi 90 cm diatas lantai trotoir.
3. Beban kejut
Untuk memperhitungkan pengaruh-pengaruh getaran-getaran dan pengaruh-pengaruh dinamis
lainnya, tegangan-tegangan akibat beban garis P harus dikalikan dengan koefisien kejut yang
akan memberikan hasil maksimum, sedangkan beban merataqdan beban T tidak dikalikan
dengan koefisien kejut.
1. Beban Sekunder, terdiri dari : beban angin, gaya akibat perbedaan suhu karena adanya
perubahan bentuk akibat perbedaan suhu antara bagian-bagian jembatan, gaya rem, gaya
akibat gempa. Beban khusus, terdiri dari gaya sentrifugal, gaya dan beban selama
pelaksanaan
1.5 Metode Penelitian
Umumnya digunakan untuk perhitungan struktur bawah jembatan (fondasi). Untuk tipe jembatan
simple girder, perhitungan dapat dilakukan secara manual dengan Excel. Untuk tipe jembatan
yang berupa rangka, perhitungan struktur dilakukan dengan komputer berbasis elemen hingga
(finite element) untuk berbagai kombinasi pembebanan yg meliputi berat sendiri, beban mati
tambahan, beban lalu-lintas kendaraan (beban lajur, rem, pedestrian), dan beban pengaruh
lingkungan (temperatur, angin, gempa) dengan pemodelan struktur 3-D (space-frame). Metode
analisis yang digunakan adalah analisis linier metode matriks kekakuan langsung (direct stiffness
matriks) dengan deformasi struktur kecil dan material isotropic.
Program komputer yang digunakan untuk analisis adalah Metodologi atau Metode Penelitian
yang dipergunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan literatur yang
berhubungan dengan perencanaan jembatan komposit gelagar kayu lantai beton dengan cara
penghitungan beban-beban yang bekerja dan tegangan-tegangan yang terjadi sehingga kita dapat
membatasi tegangan yang bekerja yang disebabkan oleh beban aktual sejauh tegangan yang
diijinkan. Metode perencanaan struktur jembatan yang digunakan ada dua macam, yaitu metode
perencanaan ultimit (Load Resistant Factor Design, LRFD) dan metode perencanaan tegangan
ijin (Allowable Stress Design, ASD). Perhitungan struktur atas jembatan umumnya dilakukan
dengan metode ultimit dengan pemilihan faktor beban ultimit sesuai peraturan yang berlaku.
Metode perencanaan tegangan ijin dengan beban kerja SAP2000 V-11. Dalam program tersebut
berat sendiri struktur dan massa struktur dihitung secara otomatis.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sifat Bahan Struktur
Ada tiga jenis bahan utama yang digunakan dalam konstruksi bangunan yaitu kayu, baja dan
beton. Dari masing-masing bahan bangunan tersebut mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri
yang tidak dimiliki oleh bahan lain. Kelebihan pada kayu yaitu ringan, mudah dikerjakan dan
harga relatif murah. Kelebihan pada baja yaitu mempunyai kuat tarik yang tinggi dan kelebihan
pada beton yaitu mempunyai kuat tekan yang tinggi.
Untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan tesebut maka dibuat perpaduan ketiga jenis bahan
bangunan yaitu menjadi balok komposit baja beton dengan gelagar kayu. Dengan demikian kita
perlu mengetahui sifat-sifat yang umum dari bahan struktur yang dimaksud.
2.2 Sifat Bahan Kayu
Kayu mempunyai kuat tarik dan kuat tekan relatif tinggi dan berat yang relatif rendah,
mempunyai daya tahan tinggi terhadap pengaruh kimia dan listrik, dapat dengan mudah
dikerjakan, relatif murah, dapat mudah diganti dan bisa didapat dalam waktu singkat
(Felix,1965).
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan
untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat
digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. sebagai pengguna dari kayu yang setiap
jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga
dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai
dengan yang kita inginkan. Berikut ini diuraikan sifat-sifat kayu (fisik dan mekanik) serta macam
6

penggunaannya.
2.3 Pengenalan Sifat-Sifat Kayu
Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan
kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain.
Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan
tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari
pengetahuan sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan
yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu
lainnya apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secara kontinu atau terlalu mahal.
Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda. Bahkan
dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda. Dari sekian banyak sifat-sifat kayu
yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu
:
1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam - macam dan susunan dinding
selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta
lignin (non karbohidrat).
2. Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika
diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).
3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau melepaskan
kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara
disekelilingnya.
4. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama dalam keadaan
kering.

A. Sifat Fisik Kayu

1. Berat dan Berat Jenis


Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat ekstraktif
didalamnya. Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya. Kayu mempunyai berat
jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu
nani). Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan semakin kuat pula.
2. Keawetan
Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar
7

seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif
didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu. Zat ekstraktif tersebut terbentuk
pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet
dari kayu gubal.
3. Warna
Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu yang
berbeda-beda.
4. Tekstur
Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan kedalam
kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur sedang (contoh: jati, sonokeling
dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).
5. Arah Serat
Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon. Arah serat dapat
dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan serat diagonal
(serat miring).
6. Kesan Raba
Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar, halus, licin,
dingin, berminyak dll). Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu,
kadar air, kadar zat ekstraktif dalam kayu.
7. Bau dan Rasa
Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka. Beberapa jenis kayu
mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan
bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat penyamak
(jati),bau kamper(kapur),dsb.
8. Nilai Dekoratif
Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan pemunculan riapriap tumbuh dalam pola-pola tertentu. Pola gambar ini yang membuat sesuatu jenis kayu
mempunyai nilai dekoratif.
9. Higroskopis
Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air. Makin lembab udara disekitarnya
makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya.
Dalam kondisi kelembaban kayu sama dengan kelembaban udara disekelilingnya disebut
kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium Moisture Content).
10. Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :
8

1. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan elastisitas
kayu.
2. Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang suara. Kualitas
nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayu banyak dipakai untuk bahan
pembuatan alat musik (kulintang, gitar, biola dll).
11. Daya Hantar Panas
Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat barangbarang yang berhubungan langsung dengan sumber panas.
12. Daya Hantar Listrik
Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran listrik. Daya hantar listrik
ini dipengaruhi oleh kadar air kayu. Pada kadar air 0 %, kayu akan menjadi bahan sekat listrik
yang baik sekali, sebaliknya apabila kayu mengandung air maksimum (kayu basah), maka daya
hantarnya boleh dikatakan sama dengan daya hantar air.

B. Sifat Mekanik Kayu


1. Keteguhan Tarik
Keteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu.
Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tarik yaitu :
1. Keteguhan tarik sejajar arah serat dan
2. Keteguhan tarik tegak lurus arah serat.
Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah serat. Kekuatan tarik tegak
lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat.
2. Keteguhan tekan / Kompresi
Keteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban. Terdapat 2 (dua)
macam keteguhan tekan yaitu :
1. Keteguhan tekan sejajar arah serat dan
2. Keteguhan tekan tegak lurus arah serat. Pada semua kayu, keteguhan tegak lurus serat
lebih kecil daripada keteguhan kompresi sejajar arah serat.
3. Keteguhan Geser
Keteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang membuat suatu

bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain di dekatnya. Terdapat 3 (tiga) macam
keteguhan yaitu :
1. Keteguhan geser sejajar arah serat
2. Keteguhan geser tegak lurus arah serat dan
3. Keteguhan geser miring
Keteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser sejajar arah serat.
4. Keteguhan lengkung (lentur)
Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha
melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban pukulan.
Terdapat 2 (dua) macam keteguhan yaitu :
1. Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara
perlahan-lahan.
2. Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara
mendadak.
5. Kekakuan
Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau lengkungan.
Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.
6. Keuletan
Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar atau tahan
terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang melampaui batas
proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakan sebagian.
7. Kekerasan
Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau lekukan atau
kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan suatu ukuran tentang
ketahanan terhadap pengausan kayu.
8. Keteguhan Belah
Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha membelah
kayu. Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan sirap dan kayu bakar.
Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk pembuatan ukir-ukiran (patung). Pada
umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah radial) dari pada arah tangensial.
Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat kekuatan kayu atau sifat mekaniknya
10

dinyatakan dalam kg/cm2. Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat mekanik kayu secara garis
besar digolongkan menjadi dua kelompok :
1. Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu, kelembaban lingkungan, pembebanan dan
cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak kayu.
2. Faktor dalam kayu (internal): BJ, cacat mata kayu, serat miring dsb.

Menurut Vademecum Kehutanan Indonesia, kelas kekuatan kayu didasarkan kepada berat jenis,
keteguhan lengkung mutlak dan keteguhan tekan mutlak.

2.4 Tegangan tegangan yang diperkenankan


Untuk mengetahui suatu konstruksi kayu perlu diketahui tegangan-tegangan yang diizinkan
untuk jenis kayu yang akan dipergunakan dalam konstruksi tersebut.
Adapun besarnya tegangan tersebut menurut PKKI adalah sebagai berikut
Korelasi tegangan yang diperkenankan untuk mutu A.
lt = 170g (kg/cm2)
tk// = tr// = 150g (kg/cm2)
tk = 40g (kg/cm2)
// = 20g (kg/cm2)
Disini
g = berat jenis kering udara
lt = tegangan izin untuk lentur
tk// = tegangan izin sejajar serat untuk tekan
tr// = tegangan izin sejajar serat untuk tarik
tk = tegangan izin tegak lurus serat untuk tekan
// = tegangan izin sejajar serat untuk geser
Angka-angka diatas tetap berlaku untuk konstruksi yang terlindung dan yang menahan muatan
tetap. Yang disebut dengan konstruksi terlindung, ialah konstruksi yang dilindungi dari
perubahan udara yang besar, dari hujan dan matahari, sehingga tidak akan menjadi basah dan
kadar lengasnya tidak akan berubahubah banyak.

11

1. Yang dimaksudkan muatan tetap ialah: muatan yang berlangsung lebih dari 3 bulan dan
beban bergerak yang bersifat tetap atau terus-menerus seperti berat sendiri, tekanan tanh,
tekanan air, barang-barang gudang, kendaraan diatas jembatan, dan sebagainya.
2. Yang dimaksudkan dengan muatan tidak tetap ialah: muatan yang berlangsung kurang
dari 3 bulan dan muatan bergerak yang bersifat tidak tetap atau tidak terus-menerus,
seperti berat orang yang berkumpul , tekanan angin, dan sebagainya.
3. Tegangan akibat perubahan suhu boleh diabaikan.
Pengaruh keadaan konstruksi dan sifat muatan terhadap tegangan yang diperkenankan
diperhitungkan sebagai berikut:
a. Tegangan-tegangan diatas harus digandakan dengan:

Faktor 2/3 untuk konstruksi yang selalu terendam air dan untuk konstruksi yang tidak
terlindung dan kemungkinan besar kadar lengas kayu akan selalu tinggi.

Faktor 5/6 untuk konstruksi yang tidak terlindung tetapi kayu itu dapat mongering dengan
cepat.

b. Tegangan-tegangan diatas boleh digandakan dengan 5/4 untuk:

Bagian-bagian konstruksi yang tegangannya diakibatkan oleh muatan tetap dan muatan
angin.

Bagian-bagian konstruksi yang tegangannya diakibatkan oleh muatan tetap dan tidak
tetap.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Manajemen Konstruksi Jembatan


Keberhasilan setiap proyek tergantung pada bagaimana cara terbaik kegiatan dikelola dari
konsepsi sampai selesai. Ada berbagai langkah yang menambah dalam penyelesaian keseluruhan
yaitu proyek. tepat waktu pengambilan, persetujuan tepat waktu desain, & gambar dan
manajemen keuangan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "jahitan pada waktunya menghemat
sembilan." Dalam kasus jembatan juga penyelesaian akhir tergantung pada bagaimana cara
terbaik isu kritis / dikelola / memutuskan selama proses konstruksi. Untuk mendapatkan proyek
selesai pada titik waktu yang paling penting adalah pemilihan kontraktor yang tepat untuk
melaksanakan pekerjaan, jadwal waktu pragmatis dan manajemen yang efisien kontrak. Semua
12

hambatan akan dihadiri sebagai upaya bersama dari proyek. Manajemen harus sepenuhnya fasih
dengan pertumbuhan kegiatan dalam proyek jembatan di muka. Berbagai aspek manajemen
konstruksi jembatan yang efektif kegiatan telah dibahas dalam makalah ini.
3.2 Persyaratan Manajemen
Dengan jumlah besar kegiatan pembangunan infrastruktur di sekitar kita, khusus untuk empat
laning dan pekerjaan jalan raya lain, dana yang cukup besar yang didedikasikan untuk konstruksi
untuk proyek jalan, maka akan lebih bijaksana untuk memiliki proyek-proyek diselesaikan
dengan baik dalam waktu daripada harus selesai tertunda. Oleh persiapan proyek dan proses
pemberian pekerjaan kepada kontraktor yang cocok bijaksana memutuskan.
Kebutuhan manajemen yang efisien adalah benar-benar merasa karena:
1. Pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu sesuai jadwal kerja sesuai dengan dana yang
sepenuhnya didedikasikan.
2. Kebutuhan kualitas dan desain teknik canggih untuk memberikan anggota struktur
ramping dan memberikan optimasi.
3. Peningkatan ukuran proyek yang melibatkan sejumlah besar bahan bangunan untuk
ditangani dan desain yang inovatif untuk jembatan sedang diselesaikan yaitu jembatan
cable stayed atau jembatan bentang panjang.
4. Peningkatan kompleksitas proyek yang melibatkan bahan kelas tinggi.
5. Kekurangan tenaga kerja terampil khusus dalam proyek-proyek kasus jembatan terletak
di daerah terpencil.
Karena persyaratan di atas, peralatan konstruksi yang diperlukan untuk secara hati-hati
diidentifikasi dan dinilai, sehingga keuntungan penuh dapat diambil dari potensi produktif
selama penggunaannya di situs. Persyaratan ini dapat diselesaikan berdasarkan jenis desain
pondasi atau suprastruktur dan strata tanah dan periode diusulkan penyelesaian proyek tertentu.
Peralatan mahal tidak dapat dibiarkan diam dan harus dimanfaatkan secara cermat untuk
memiliki penggunaan yang optimal. Pengambilan keputusan selama proses eksekusi memainkan
peran penting dalam penyelesaian keseluruhan.
Ini mungkin hal yang terkait teknis, administratif dan lainnya. Untuk tipe diulang masalah kita
harus berbaring jadwal keputusan dan tidak harus menunda luar periode tertentu. Keputusan
tepat waktu membayar dividen tetapi tindakan tertunda memiliki efek multidimensi pada
pekerjaan tertentu. Setiap komite atau Dewan Pejabat dibentuk untuk mengambil keputusan /
ulasan rincian teknis tertentu berdasarkan masalah konstruksi aktual vis--vis masalah
diantisipasi sebelum memulai pekerjaan ditinjau untuk tetap jadwal waktu. Tidak ada ekstensi
13

untuk seperti Dewan / Komite dipertimbangkan. Hal ini akan memberikan kelancaran arus
kegiatan di situs dan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu.
3.3 Pembangunan Jembatan Ikhtisar
Perencanaan dan pemantauan pada dasarnya apa yang harus dilakukan pada waktunya waktu,
dan bagaimana hal itu akan dieksekusi pada periode yang direncanakan / dialokasikan untuk
jembatan tertentu. Semua pro dan kontra dari masalah kemungkinan dalam periode diantisipasi
perlu diperiksa. Juga catatan poin penting yang dibuat tersedia di situs dengan eksekutif sebagai
berikut:

Mengapa situs tertentu dipilih untuk jembatan.

Mengapa jenis tertentu dari jembatan diusulkan. (Susunan struktural)

Situs Data

Proposal untuk menggambar persiapan.

Tanah strata dalam bentuk log membosankan.

Model rinci belajar jika sudah dilakukan untuk menjelajahi penilaian.

Fitur yang menonjol dari jembatan dan jumlah setiap item yang terlibat.

Upto tanggal disetujui gambar struktural.

Rincian dari semua rapat dan up to date keputusan jika sama sekali diambil.

Mekanisme pengambilan keputusan dalam kasus sengketa Sengketa yaitu Tinjauan Borad
(DRB) harus sudah diselesaikan.

3.4 Bridge Foundation dan substruktur


Yayasan konstruksi untuk jembatan besar membutuhkan waktu. Masalah yang dihadapi selama
konstruksi pondasi tergantung pada jenis pondasi, strata tanah yang dihadapi, peralatan / tanaman
masalah dikerahkan dan logistik. Konstruksi kesulitan diantisipasi selama eksekusi disimpan
dalam tampilan ketika merencanakan karya / periode untuk pekerjaan itu. Yayasan dapat dibuka
yayasan, tumpukan yayasan, baik yayasan atau jenis lainnya dari yayasan. Dalam kasus yayasan
baik, berbagai jenis tanah yang ditemui dan menjadi sulit untuk memberikan jadwal waktu yang
jelas tentang tenggelamnya sumur kecuali rincian tanah adalah sangat jelas dan profil diantisipasi
cocok dengan yang dihadapi sebenarnya.
14

Dalam kasus tanah liat bouldery dan laju jadwal tenggelam cenderung lambat bila dibandingkan
dengan tanah berpasir. Juga mungkin ada persyaratan teknik pneumatik tenggelam berikutnya
untuk membuka menyambar karena kesulitan dalam tenggelamnya baik. Sebagai biaya
tenggelam pneumatik sangat tinggi, ini harus dikerahkan bijaksana. Dalam kasus tersebut, ada
kebutuhan untuk menjaga rincian semua kesulitan tenggelam dalam urutan yang sistematis dan
ini dapat ditinjau dalam konsultasi dengan kewenangan mengambil keputusan. Tinjauan
parameter tanah jika diperlukan akan diberikan perhatian lebih dan dimanapun diperlukan
rincian dapat disebut laboratorium bahan percobaan tapi dalam jadwal waktu. Ini mungkin
membantu untuk merekomendasikan revisi di tingkat dasar, sedapat mungkin berdasarkan
laporan tanah data. Strata sulit dalam tahap dasar harus dianggap sebagai rekayasa ramah
3.5 Suprastruktur
Untuk situs tertentu ada pengaturan struktural banyak mungkin. Proposal akhir dibuat
berdasarkan pemeriksaan yang lebih besar dari kondisi situs mungkin teknis, estetika dan
metodologi konstruksi. Perhatian khusus perlu diambil dalam kasus ngarai yang dalam di mana
ada perbedaan yang cukup besar antara tingkat soffit dan tingkat tidur. Hal ini dapat
menimbulkan kesulitan untuk pementasan dan shuttering. Proposal direkomendasikan untuk situs
harus banyak membaca di muka. Setelah proposal telah diselesaikan untuk jembatan tertentu,
konstruksi dapat direncanakan. Kuantitas setiap item yang terlibat dan metode eksekusi terdaftar.
Pada dasarnya pernyataan metode harus selalu siap untuk eksekusi secara keseluruhan termasuk
estimasi pekerjaan. Data ini akan disimpan untuk menjamin kelancaran proyek.
3.6 Pengelolaan Kegiatan Konstruksi
Manajemen konstruksi jembatan tuntutan bahwa manajer konstruksi untuk reorientasi semua
sumber daya sedemikian rupa bahwa proyek selesai tanpa ada waktu / biaya atas berjalan. Output
dari pekerjaan tergantung pada bagaimana cara terbaik kegiatan dikelola yang akan bervariasi
dari situs ke situs berdasarkan banyak faktor. Berdasarkan pengalaman, berbagai aspek
diidentifikasi untuk manajemen konstruksi yang efisien. Jadwal konstruksi Metode Jalur Kritis
berdasarkan (BPT) disusun bersama dengan tonggak utama dan Grafik Bar. Software terbaru alat
manajemen dapat digunakan untuk kasus ini di proyek jembatan utama. Desain Bridge adalah
sanksi dalam kasus pasca konstruksi departemen dan setelah tender tindakan dalam kasus
jembatan seluruh kontrak.
Hal ini diperlukan bahwa desain harus didahului oleh setidaknya enam sampai delapan bulan
atau katakanlah 50% menjelang pelaksanaan acara yang bersangkutan. Ini harus memastikan
bahwa ini harus diselesaikan dengan baik dalam waktu. Reviseddesign jika ada harus diperbarui
dan diklarifikasi tanpa penundaan. Pengamatan pada desain disetujui gambar jika ada diteruskan
untuk merancang kantor segera untuk membuat perubahan. Hal yang paling penting dalam kasus
yayasan mana desain parameter tanah harus ditaati. Ini mungkin bervariasi pada eksekusi aktual
15

dan membutuhkan review desain. Untuk menyimpan rincian dengan kantor desain itu perlu
bahwa kemajuan pekerjaan pondasi baik informasi ke kantor desain.Setelah staf telah dilaporkan
di situs tindakan yang diperlukan harus diambil untuk memanfaatkan semua peralatan. Fasilitas
yang diperlukan untuk servis dan perbaikan harus ditetapkan untuk memenuhi persyaratan.

A.Manajemen Material
Manajemen material adalah kegiatan paralel bersama dengan dimulainya Proyek. Ini mencakup
pengadaan bahan kamp, peralatan kantor, barang yang dibeli besar, seperti agregat, pasir, semen,
baja, baja struktural, habis shuttering, peralatan listrik. Peramalan jumlah dan biaya dari berbagai
item secara bulanan harus dilakukan setidaknya tiga sampai enam bulan di muka yang harus
ditinjau secara rutin.
B. Manajemen Keuangan

Tidak ada proyek atau manajemen proyek dapat bermakna tanpa ini. Dalam hal pekerjaan
Pemerintah manajer harus mendapatkan anggaran tertuju secara bulanan, berdasarkan kerja yang
dilakukan atau minimum harus diberi makan di situs, pada keputusan otoritas yang lebih tinggi.
Kunci untuk mengukur perencanaan keuangan terletak pada mengambil semua tindakan di atas
dan mengambil langkah yang tepat pada waktu yang tepat untuk memastikan bahwa input
individu dicapai dengan maksimal dan investasi modal tetap pada tingkat terendah.
C. Manajemen Mutu
Kualitas pekerjaan di situs adalah kegiatan yang paling penting dan manajer harus selalu bergulat
untuk memperbaiki yang sama. Pelatihan untuk staf harus disediakan untuk memperbarui
langkah pengendalian kualitas dan itu harus menjadi bagian dari budaya kerja. Di laboratorium
situs dibentuk untuk memeriksa kualitas beton.
Tes dianalisis di situs berdasarkan pada ukuran pekerjaan. Perencanaan campuran harus disusun
berdasarkan pada kode terbaru dan untuk menghasilkan beton kekuatan yang diinginkan.
Pemadatan beton harus diberikan perhatian lebih sebelum menetapkan akhir. Pedoman terbaru
yang dikeluarkan oleh IRC dan Mort & H harus diikuti untuk jaminan kualitas sistematis.
Jaminan kualitas di tanah meningkatkan estetika struktur.
D. Manajemen Keselamatan
Keselamatan karyawan di situs harus diamati dengan sangat serius. Semua pekerja harus
diberikan briefing tentang persyaratan keselamatan berdasarkan bahaya situs. Khususnya ketika
16

struktur cukup didukung dicoba pada ngarai yang dalam, pengaturan yang cocok harus dilakukan
untuk menghindari kecelakaan di situs selama pengecoran insitu dari suprastruktur. Juga dalam
kasus dasar, jika penggalian yang mendalam terlibat, kualitas tanah dikelilingi disimpan dalam
tampilan. Ada beberapa insiden di mana pekerja mendapat terkubur dalam penggalian yang
mendalam karena geser tiba-tiba, ini harus diambil dari perawatan. Dalam kasus dasar juga
sedang mencoba menggunakan perawatan winch ganda drum yang perlu diambil selama proses
menyambar. Selama proses menyelam koordinasi yang tepat perlu dibuat antara penyelam dan
petugas untuk intim tentang masalah jika ada, yang pengaturan sinyal lokal yang digunakan, ini
dapat diselesaikan pada situs berdasarkan kenyamanan. Dalam kasus tenggelamnya pneumatik
sedang digunakan untuk pondasi dengan baik, berikut langkah-langkah keselamatan, dapat
diamati:

Mempercepat sirkulasi udara

Lambat dekompresi

Duplikat dan cadangan peralatan

Penerangan dalam ruang kerja

Signaling pengaturan

Perhatian tentang pemuatan insidental

Tindakan pencegahan ini harus diikuti secara serius untuk menghindari bencana di situs.
Manajemen keselamatan juga penting dalam kasus pada stadium shuttering untuk suprastruktur.
Ada kasus-kasus di masa lalu di mana runtuhnya shuttering / pementasan telah menyebabkan
hilangnya nyawa. Hal ini perlu check-in sebelum pengecoran suprastruktur. Dalam rangka kasus
baja yang digunakan sebagai desain pementasan pengaturan, dan meluncurkan pengaturan
diperiksa secara menyeluruh.
E. Manajemen Dokumentasi
Dokumen manajemen selama kontrak adalah seni dalam dirinya sendiri. Manajemen yang tepat
dan sistematis dokumen adalah kebutuhan paling untuk departemen maupun sebagai kontraktor.
Semua rincian harus diperiksa properti oleh kedua belah pihak. Dokumentasi yang lebih baik
akan menghindari perselisihan selama mata uang dan setelah selesai kontrak (kasus arbitrase
yaitu areavoided). Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari para manajer dari kedua belah
pihak. Sebagian besar kasus yang ditangani oleh arbiter di negara kita, karena kurangnya
pemahaman antara dua pihak yang, lebih lanjut dipengaruhi oleh dokumentasi yang tidak tepat.
Dalam dokumentasi Bahkan lebih mencerminkan sistem manajemen di setiap proyek. Estimasi
kontrol diperlukan untuk dipersiapkan setiap tahun untuk menilai posisi pekerjaan. Ini harus
17

mencakup pekerjaan yang dilakukan sampai tanggal dan bekerja keseimbangan dalam hal uang.
Ini akan menjadi prinsip untuk kemajuan pekerjaan dalam periode selanjutnya sampai selesai.
Praktek ini adalah suatu keharusan dalam semua jembatan utama dalam pembangunan. Sebagai
manajemen proyek telah berkembang, dokumentasi telah menjadi keterampilan kunci terutama
sebagai proyek menjadi lebih kompleks dan sulit. Diselenggarakan dokumentasi adalah
pertahanan terbaik terhadap klaim. Dokumentasi bahwa setiap manajer proyek harus memiliki
pembuangan mereka adalah sebagai di bawah:
1. Proposal dan Tawaran Perkiraan - Dokumen-dokumen ini menggambarkan bagaimana
kontraktor membayangkan pembangunan proyek dan rencananya untuk menyelesaikan
pekerjaan. Ini mencakup informasi tentang biaya dan jadwal serta metode konstruksi.
2. Jadwal Proyek - Ini adalah salah satu catatan proyek yang paling diabaikan dan dapat
menyediakan dokumentasi terbaik dalam situasi klaim. Jadwal baseline asli set tanda
untuk memantau efek dari setiap keterlambatan atau gangguan proyek tak terduga.
3. Ubah pesanan Proyek - Setiap varians dari persyaratan kontrak asli harus
didokumentasikan dan dipisahkan dari ruang lingkup asli dari persyaratan kerja. Laporan
harian, lembar waktu, surat menyurat dan pertemuan menit atau dokumentasi lainnya
membahas perjanjian yang dibuat antara pihak harus siap tersedia.
F. Manajemen Personalia
Manajer harus menempatkan para insinyur, untuk kegiatan mereka dapat melakukan yang lebih
baik. Perbedaan individu harus dipelajari secara rinci untuk menetapkan pekerjaan yang cocok
untuk insinyur, administrasi dan staf akun. Pengelola harus menjadi Psikolog yang baik untuk
menetapkan pekerjaan berdasarkan kecenderungan orang-orang di tempat kerja. Sebuah tangan
bebas yang cukup besar diberikan untuk melihat apa yang seorang individu dapat menghasilkan.
Ia harus dibimbing dari waktu ke waktu dan pekerjaan disimpan pada kemajuan.
Pengambilan keputusan beredar, kegiatan kritis dibersihkan oleh manajer setelah pertimbangan
yang tepat. Juga perawatan harus diambil untuk memilih setelan pendatang baru untuk pekerjaan
untuk kebutuhan.

18

DAFTAR PUSTAKA

xcontohmakalah.blogspot.com

19