Anda di halaman 1dari 6

Go Green: Masalah Kemasan Plastik Terkait Dengan

Kelestarian Lingkungan
Pengemasan adalah salah satu hal yang sangat penting dalam industri pangan. Dalam industri
pangan, pengemasan berkaitan langsung dengan keamanan produk disamping pada aspek
lainnya. Kemasan memiliki fungsi utama untuk melindungi produk dari kerusakan yang
ditimbulkan oleh lingkungan.
Hal ini sangat jelas mengingat produk-produk pertanian dan industri pertanian kebanyakan
sangat rentan mengalami kerusakan yang berakibat pada turunnya kualitas produk.Selain untuk
menjaga kualitas produk, kemasan juga berfungsi sebagai media informasi produk kepada
konsumen. Dalam kemasan dapat dicantumkan segala macam informasi tentang produk seperti
komposisi, kandungan nilai gizi dan standard mutu yang digunakan. Selain itu, kemasan juga
memiliki nilai penting dalam bidang pemasaran. Karena itu, selain mempertimbangkan aspek
keamanan produk juga harus diperhatikan aspek estetika dan preferensi konsumen yang
berhubungan dengan kemasan produk.
Salah satu bahan pengemas yang paling populer digunakan adalah plastik. Plastik merupakan
salah satu bahan yang paling umum kita lihat dan gunakan. Bahan plastik secara bertahap mulai
menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini disebabkan bahan plastik mempunyai beberapa
keunggulan, yaitu ringan, kuat dan mudah dibentuk, anti karat dan tahan terhadap bahan kimia,
mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, dan dapat dibuat berwarna maupun transparan dan
biaya proses yang lebih murah. Salah satu contoh kemasan plastik yang sering digunakan adalah
kemasan botol. Popularitas botolplastik telah menggeser popularitas botol gelas karena lebih
murah, lebih ringan dan lebih fleksibel.
Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik dan luar biasa. Polimer adalah
suatu bahan yang terdiri dari unit molekul yang disebut monomer. Jika monomernya sejenis
disebut homopolimer, dan jika monomernya berbeda akan menghasilkan kopolimer.
Secara garis besar, plastik dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu lastik
thermoplast dan plastik thermoset.
Plastik thermoplast adalah plastik yang dapat dicetak berulang-ulang dengan adanya panas. Yang
termasuk plastikthermoplast antara lain : PE, PP, PS, ABS, SAN, nylon, PET, BPT, Polyacetal
(POM), PC dll. Sedangkan palstik thermoset adalah plastik yang apabila telah mengalami
kondisitertentu tidak dapat dicetak kembali karena bangun polimernya berbentuk jaringan tiga
dimensi. Yang termasuk plastic thermoset adalah : PU (Poly Urethene), UF (Urea
Formaldehyde), MF (Melamine Formaldehyde), polyester, dan epoksi (Mujiarto, 2008).Plastik
adalah salah satu polimer yang paling sukar terurai secara alami. Beberapa sumber menyatakan
rata-rata plastik memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Sehingga masalah
terbesar yang ditimbulkan dari kemasan plastik adalah masalah sampah. Sampah plastik menjadi
salah satu polutan yang sangat mengancam kelestarian lingkungan. Sebagai contoh menurut
www.reusablebags.com fakta mengenai permasalahan botol plastik antara lain adalah:
1. Orang amerika membeli rata-rata 25 milyar minuman botol plastik per tahun dan 22
milyar botol akan berakhir di tempat sampah.
2. Pembotolan air adalah pemborosan. Konsumen membayar $ 7 milyar untuk air botolan di
amerika tiap tahun.

3. 2,7, juta ton plastik dunia digunakan untuk pembotolan air tiap tahun.
4. 1,5 juta barrel minyak digunakan untuk memproduksi botol plastik untuk amerika. Hal ini
sama dengan bahan bakar untuk 100.000 mobil amerika untuk satu tahun.
5. Botol air minum dapat menjadi karsinogenik jika digunakan lebih dari satu kali karena
mengandung polyethylene terephthalate.
6. Seperti semua plastik, botol akan terus bersama kita selamanya karena tidak dapat terurai
secara biologis (non biodegradable). Botol akan terpecah menjadi serpihan kecil yang
meracuni tanah dan air.
7. Sampah botol akan menjadi polutan.
Sedangkan menurut sumber dari www.coolcitibag.com permasalahan utama plastik yang terkait
dengan kelestarian lingkungan antara lain adalah:
1. Tas plastik dibuat dari sumber daya alam yang langka yaitu minyak dan menciptakan
polusi mulai dari pembuatan sampai pembuangannya. 120 juta barel minyak mentah ,
sumber alam yang tidak dapat diperbaharui, diperlukan untk produksi satu trilion kantong
plastik setiap tahun diseluruh dunia.
2. Plastik menimbulkan masalah sampah di jalan-jalan , sungai dan saluran air, pantai dan
lingkungan kelautan. 47% sampah yang terbawa angin dari tempat pembuangan akhir,
sebagian besar adalah kantong plastik
3. Sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik. Dalam
bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan setiap mil persegi ada 46,000
sampah plastik mengambang dilautan.
4. Suatu laporan. Sampah Plastik Dilaut Dunia, oleh Greenpeace, menyatakan bahwa
sedikitnya 267 jenis biota laut telah menderita dari jeratan atau mencerna sampah laut.
Diperkirakan 1 juta burung laut menelan atau terjerat jaring plastik atau sampah lainnya
setiap tahun.
5. Kantong plastik dianggap sebagai produk yang dapat dibuang dan tidak hancur ditempat
pembuangan. Diperlukan 1,000 tahun bagi plastik untuk terurai dan hancur.
6. Hanya 0.6% s/d 1% kantong plastik yang dapat didaur ulang diseluruh dunia, sisanya
tetap mengendap ditanah.
7. Sampah plastik yang dibuang sem barangan menyumbat sa luran air dan menyebab kan
banjir.
8. Sampah tas plastik yang dibuang ke saluran air mengakibat kan genangan air yang
menjadi sarang pembiak an nyamuk penyebab pe nyakit demam berdarah.9. Negara dan
kota-kota yang telah melarang atau mengu rangi penggunaan kan tong plastik adalah San
Francisco, Hong Kong, Singapura, Australia, Irelandia,Taiwan, Mumbai Scotlandia,
Perancis, Tanzania, Switzerland, Denmark, Jerman, Afrika Selatan, Philippina.10.
Pengenaan cukai sebesar 15 sen atas tas belanja plastik di Republik Irlandia telah
menurunkan pemakaian nya sampai dengan 90%.

PermasalahanSampai saat ini, belum ada solusi yang benar-benar efektif dan efisien untuk
menyelesaikan masalah polusi akibat sampah plastik. Usaha yang paling populer dilakukan
adalah 3 R yaitu reduce, reuse, dan recycle. Reduce atau pengurangan merupakan upaya-upaya
yang dilakukan untuk menekan penggunaan penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan.
Hal ini telah banyak dilakukan dengan berbagai cara antara lain membawa tas sendiri saat
berbelanja, mengganti kantong plastik dengan kertas. Selain itu juga dilakukan usaha-usaha
untuk mecari bahan pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan. Reuse atau penggunaan
kembali merupakan langkah yang dilakukan untuk menekan penggunaan plastik yang merupakan
sebuah pemborosan. Karena produk plastik merupakan sebuah produk yang awet dan tahan lama,
produk plastik dapat digunakan secara berulang-ulang. Recycle atau daur ulang adalah sebuah
langkah yang dapat diimplementasikan dalam skala besar. Daur ulang terbukti adalah sebuah
langkah yang paling efektif dalam menekan sampah plastik saat ini. Tetapi daur ulang sampah
plastik tidak begitu saja menyelesaikan masalah karena tidak 100% dari sampah plastik dunia
berhasil melalui proses daur ulang.Selain 3 R, solusi penanganan sampah plastik adalah seperti
kebanyakan sampah lainnya. Di negara maju proses pengolahan sampah dilakukan dengan
incinerator yang dapat menghasilkan energi (listrik). Sedangkan di negara berkembang seperti
Indonesia, kebanyakan pengolahan sampah masih menggunakan metode landfill tidak peduli
apakah itu sampah organik atau sampah anorganik termasuk juga plastik. Tetapi proses
pengolahan sampah dengan incinerator tidak dapat dikatakan ideal. Meskipun dapat
menghasilkan energi listrik, incinerator juga menghasilkan emisi gas yang berasal dari
pembakaran sampah yang dapat menyebabkan polusi udara. Sedangkan metode landfill terbukti
sangat tidak efektif untuk mengurai sampah plastik.Untuk mereduksi penggunaan minyak dan
gas sebagai bahan baku plastik, dalam perkembangannya plastik dibuat dari bahan-bahan
sintetis. Tetapi hal ini tidak dapat mereduksi masalah sampah yang ditimbulkan oleh plastik.
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan plastik sebagai bahan kemasan
produk pangan berdampak besar bagi kelestarian lingkungan. Masalah terbesar yang ditimbulkan
adalah masalah sampah plastik yang tidak dapat terurai secara alami dan dapat menjadi polutan
bagi tanah dan air.Solusi masalah sampah plastik terbaik untuk saat ini adalah dengan metode 3
R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Karena pengolahan sampah menggunakan incinerator dapat
menimbulkan masalah pencemaran udara.Perlu dilakukan upaya-upaya untuk mecari pengganti
plastik sebagai bahan kemasan produk pangan yang lebih ramah lingkungan. Sebuah keputusan
yang sangat logis mengingat produk industri pertanian memiliki shelf life yang sangat pendek
jika dibandingkan dengan kemasan plastik yang dapat bertahan selama ratusan tahun.

http://ceriwis.us/showthread.php?t=22504

http://riekonaicha.co.cc/2010/03/plastik-ramah-lingkungan/

Plastik Ramah Lingkungan


Posted on March 12, 2010 by Jendral Berani Mati

Bioplastik atau plastik organik adalah salah satu jenis plastik yang terbuat dari sumber biomassa
terbarukan, seperti minyak nabati, pati jagung, pati kacang polong dan mikrobiota, jika
dibandingkan dengan plastik konvensional yang terbuat dari bahan baku petroleum. Bioplastik
pada umumnya bersifat dapat terdegradasi secara alami.
Plastik biodegradable telah berkembang lebih dari 10 tahun lalu, dan perkembangan kearah
plastik komersial sangat lambat. Hal ini disebabkan umumnya karena harga mahal dan sifat agak
lain dari plastik konvensional. Namun dengan isu menipisnya cadangan minyak bumi maka
bioplastik akan segera menjadi kompetitif dibanding plastik lainnya. Kelebihan lain dari plastik
biodegradable adalah diproduksi dari sumber terbarukan bukan dari minyak dan mempunyai
sifat dapat terdegradasi secara alami. Hal ini menjadi salah satu poin penting karena besarnya
angka polusi lingkungan oleh sampah plastik seperti global warming yang disebabkan oleh panas
dan gas yang dibebaskan pada saat pembakaran. Selain itu, pembebasan gas-gas beracun pada
saat pembakaran sampah plastik dapat mengganggu kesehatan manusia dan makhluk hidup
lainnya.

Biodegradable Plastic Bag


Banyak polimer yang disebaut biodegradable, namun pada kenyataannya polimer tersebut adalah
bioerodable, hydro-biodegradable atau photo-biodegradable. Untuk itu plastik yang ramah
lingkungan dapat disimpulkan sebagai: terdegradasi karena biodegradable, compostable,
hydro-biodegradable, photo-biodegradable dan bioerodable. Di pasaran jenis plastik tersebut
dapat sebagai Fotodegradable Polimer, Polimer bebasis pati, polimer terlarut dalam air,
biodegradable polyester.

Foto degradasi pada palastik disebabkan oleh ketidak beraturan dalam polimer atau ditambahkan
bahan yang sensitif terhadap sinar UV atau sinar matahari. Kecepatan degradasi biasanya
bertambah dengan adanya bahan tambahan ini yang disebut juga promotor. Promotor yang
umum digunakan adalah dari gugus karbonil atau karbon, C, berikatan rangkap (double bonded)
dengan oksigen, O, dan logam komplek yaitu logam yang dicampurkan dengan berbagai
kompon. Degradasi ini masih menyisakan pertanyaan apakah produk degradasi akan benar-benar
menjjadi produk non plastik atau hanya terdegradasi menjadi partikel yang lebih kecil. Bahan
kopolimer yang ditambahkan untuk membantu proses fotodegradasi dapat sebagai monomer
ketika proses kopolimerisasi. Komonomer yang ditambahkan biasanya yang mempunyai gugus
keton dan karbonmonoksida. Bahan logam biasanya ditambahkan kketika proses sebagai aditif.
Kopolimer karbonil keton diperoleh dengan penambahan komonomer vinil keton dalam
polimerisasi polietilena dan polistirena. Hasil kopolimer akan terdegradasi jika gugus karbonil
mengabsorb sinar matahari. Selanjutnya hasil degradasi memerlukan bantuan mikroba untuk
merubah menjadi CO2 dan air. Karena degradasi memerlukan sinar matahari langsung maka
produk ini sesuai untuk penggunaan film mulsa yang biasanya berakhir menjadi sampah.
Kopolimer dengan karbonmonoksida dikomersialisasikan oleh Dow Chemical, DuPont dan
Union Carbide. Kopolimer yang diperoleh biasanya dari jenis PE, kemudian dengan bantuan
sinar matahari plastik akan terdegradasi.
Aditif komplek logam ditambahkan dalam plastik untuk inisiasi proses dekomposisi. Kelebihan
dari aditif ini tidak terlalu tergantung pada sinar matahari. Pada kenyataannya jika plastik ini
telah menerima sinar UV yang cukup, ketika ditimbun dalam tanah, plastik dapat teregradasi.
Masalah yang menjadi perhatian dari jenis aditif ini adalah kemungkinan adanya sisa logam
berat yang bersifat racun setelah proses degradasi. Aditif ini dikenal dengan prodegradant
konsentrat biasanya berupa katalis berbasis logam transisi sepertii Co-stearat, Mn-stearat. Bahan
tersebut ditambahkan dalam jumlah 1-3% dan akan menambah biaya antara 10-35% dari harga
polietilena.
Penambahan pati dalam plastik diharapkan akan terjadi proses degradasi yang diawali dengan
proses biologi dilanjutkan dengan fotodegradasi dan terakhir biodegradasi lagi. Degradasi pati
akan meninggalkan ruang kosong dalam plastik sehingga memperluas permukaan kontak antara
plastik dan logam dalam tanah. Energy dari sinar matahari bersama katalis logam dalam tanah
akan merusak polimer menjadi rantai yang lebih pendek. Jika molekul telah ppendek maka
mikroba akan dapat mencerna polimer sebagai sumber karbon. Pati dapat diperoleh dari sumber
pertanian seperti jagung, kentang dan beras yang mudah dicerna oleh mikroba. Setiap pati akan
memberikan produk film dengan ketebalan yang berbeda. Ada tiga metoda untuk penambahan
pati dalam polimer.
Pati merupakan polimer linear dari monomer glukosa membentuk polisakarida dihubungkan
pada posisi karbon 1-4. Panjang rantai pati bervariasi tergantung sumber tanaman antara 2002000 unit glukosa. Pada dasarnya ada dua macam molekul pati yaitu amilosa dan amilopektin.
Ikatan pati alfa amilosa membuat flekksibel dan dapat dicerna oleh mikroba.

Modifikasi permukaan pati sebagai aditif, dimana dilakukan proses dengan penambahan sedikit
lemak tak jenuh atau oksidator asam lemak dari minyak sayur. Bahan tersebut ditambahkan ke
dalam campuran untuk memperbaiki kompatibilitas dengan polimer. Campuran akan dapat
dicetak dengan injection molding, film blowing dan blow molding. Waktu dan kecepatan
degradasi tergantung dari polimer dan ketebalan serta suasana lingkungan.
Aditif pati tergelatinasi didorong oleh pemerintah Amerika Serikat untuk fil PE ko-asam akrilat
(EAA) dan dalam campuran EAA dan LDPE. Pencampuran dilakukan dengan 40% pati, 60%
EAA dan air. Penambahan EAA hharus diperlukan untuk membuat sejumlah besar pati
kompatibel dengan PE. Bahan campuran bersifat transparan dan lentur, yang berguna untuk
penggunaan mulsa.
Bahan thermoplastic pati, biasanya pati dengan kandungan amilosa lebih besar dari 70% yang
kemudian di-gelatinasi dengan solven spesifik. Bahan ini tidak hanya menggunakan pati dalam
jumlah besar tetapi kelarutan dalam air bertambah. Selain itu bahan ini sangat mudah dikonsumsi
oleh mikroba. Pati ini dapat kurang tahan terhadap air dengan melakukan asetilisasi, esterifikasi
atau esterifikasi pada gugus OH yang terkandung pada pati. Jenis ini kemungkinan dapat
digunakan untuk mulsa, tas, untuk makanan binatang, pupuk dan produk yang akan terbuang di
saluran air atau fasilitas pengolahan air buangan.

Pendidikan pengelolaan sampah rumah tangga : ; suatu eksperimen tentang


pemilahan sampah bagi ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Kebon Bawang Jakarta
Utara; Paskhalis Riberu