Anda di halaman 1dari 11

THE ENRICHMENT OF FORM

(PENGAYAAN BENTUK)

1.1 BENTUK DALAM ARSITEKTUR


Beberapa pengertian bentuk dalam arsitektur:

Penampilan luar yang dapat dilihat

Gambar struktur formal, tatasusun, komposisi yang menghasilkan gambaran nyata

Massa 3 dimensi, wujud, penampilan, konfigurasiDalam arsitektur, bentuk selalu


dihubungkan dengan wujud yaitu

sisi luar karakteristik atau konfigurasi permukaan

suatu bentuk tertentu

Suatu perwujudan dari organisasi ruang yang merupakan hasil dari suatu proses
pemikiran. Proses ini didasarkan atas pertimbangan fungsi dan usaha pernyataan
diri/ekspresi (Hugo Haring).

Wujud dari penyelesaian akhir dari konstruksi yang pengertiannya sama (Mies van der
Rohe).

Suatu keseluruhan

dari fungsi-fungsi

yang

bekerja

secara

bersamaan,

yang

hasilnyamerupakan susunan benda (Benyamin Handler).

Hasil dipenuhinya syarat-syarat kokoh, guna, dan indah (Vitruvius).

Beberapa definisi bentuk oleh beberapa arsitek:

Menurut vitivirus, tidak ada istilah bentuk. Bentuk bagi vitivurus, bila mau di kaitkan
dengan fungsi/utilitas tentunya merupakan gabungan antara firmitas ( thecnic ) dengan
venustas ( beauty/delight )( saliya99).

Obyek dalam persepsi kita memiliki wujud/ujud (sha ) ( abecrombie, 1984 : 37 )

Wujud merupakan hasil konfigurasi tertentu dari permukaan-permukaan dan sisi bentuk (
ching, 1979 : 50 )

Ciri-ciri visual bentuk menurut Ching (1996:50,51) adalah :

Wujud yaitu cirri-ciri pokok yang menunjukkan bentuk yang merupakan hasil konfigurasi
tertentu dari permukaan-permukaan dan sisi-sisi suatu bentuk.

Dimensi yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Dimensi-dimensi ini menentukan proporsinya,
sedangkan skala ditentukan oleh perbandingan ukuran relatifnya terhadap bentukbentuk lain disekelilingnya.

Warna yaitu corak, intensitas dan nada pada permukaan suatu bentuk, merupakan
atribut yang paling menyolok yang membedakan suatu bentuk terhadap lingkungannya.
Warna juga mempengaruhi bobot visual suatu bentuk.

Tekstur yaitu karakter permukaan suatu bentuk,tekstur mempengaruhi baik perasaan


kita pada waktu menyentuh maupun kualitas pemantulan cahaya menimpa permukaan
bentuk tersebut.

Posisi yaitu letak relative suatu bentuk terhadap suatu lingkungan atau medan visual.

Orientasi yaitu posisi relative suatu bentuk terhadap bidang dasar, arah mata angin, atau
terhadap pandangan seseorang yang melihatnya.

Inersia visual yaitu derajat konsentrasi dan stabilitas suatu bentuk, inersia suatu bentuk
tergantung pada geometrid an orientasi relatifnya terhadap bidang dasar dan garis
pandangan kita.

Semua ciri-ciri visual bentuk diatas pada kenyataannya dipengaruhi oleh keadaan
bagaimana kita memandangnya , seperti perspektif/sudut pandang kita, jarak kita terhadap
bentuk tersebut, keadaan pencahayaan, lingkungan visual yang mengelilingi benda tersebut.
1. Perspektif atau sudut pandang yang berbeda memperlihatkan wujud ataupun aspekaspek bentuk dalam pandangan mata manusia.
2. Jarak kita terhadap bentuk tersebut menentukan ukuran yang tampak.
3. Keadaan pencahayaan dimana kita melihat suatu bentuk akan mempengaruhi
kejelasan dari wujud dan strukturnya.
4. Lingkungan visual yang mengelilingi benda tersebut mempengaruhi kemampuan kita
dalam menterjemahkan dan mengidentifikasi bentuk tersebut

BENTUK BERATURAN
Bentuk beraturan adalah bentuk-bentuk yang berbubungan satu sama lain dan

tersusun secara rapi dan konsisten. Pada umumnya bentuk-bentuk tersebut bersifat stabil
dan simetris terhadap satu sumbu atau lebih. Bola, silinder, kerucut, kubus, dan piramida
merupakan contoh utama bentuk-bentuk beraturan.
Bentuk-bentuk

dapat

mempertahankan

keteraturannya

meskipun

dimensi-

dimensinya diubah, ataupun unsure-unsurnya ditambah atau dikurangi. Berdasarkan


pengalaman dalam membangun bentuk-bentuk serupa, kita dapat membangun suatu bentuk
teratur yang baru berdasarkan bentuk dasar meskipun dengan menghilangkan atau
menambahkan beberapa bagiannya.

contoh :

Gambar 1.1

Bentuk beraturan

BENTUK TAK BERATURAN


Bentuk tak teratur adalah bentuk yang bagian-bagiannya tidak serupa dan hubungan

antar bagiannya tidak konsisten. Pada umumnya bentuk ini tidak simetris dan lebih dinamis
dibandingkan bentuk beraturan. Bentuk tak beraturan bisa berasal dari bentuk beraturan
yang dikurangi oleh suatu bentuk tak beraturan ataupun hasil dari komposisi tak beraturan
dari bentuk-bentuk beraturan.
Selama kita berkecimpung baik dengan massa padat maupun ruang kosong di dalam
arsitektur, bentuk-bentuk beraturan bisa berada dalam bentuk-bentuk tak beraturan.
Demikian juga bentuk-bentuk tak beraturan bisa berada dalam bentuk-bentuk beraturan

Sedangkan Eppi, dkk (1986:52,53) menguraikan bahwa bentuk-bentuk arsitektur


memiliki unsur-unsur : garis, lapisan, volume, tekstur, dan warna. Kombinasi atau perpaduan
dari kesemua unsure akan menghasilkan ekspresi bangunan. Ini menghasilkan suatu
pengungkapan maksud dan tujuan bangunan secara menyeluruh.

Dengan melalui uraian tersebut diatas dapat dipahami bahwa kondisi fisik bentuk
menentukan ekspresi bangunan, menghasilkan citra tertentuyang merupakan aspek filosofis
desain yang menentukan kekhasan desain. Dengan demikian bentuk memiliki peran
mendasar dalam setiap keputusan pada proses perancangan arsitektur
contoh :

Gambar 1.2

Bentuk tidak beraturan

1.2

Teori Tentang Bentuk Arsitektural


Bentuk arsitektural adalah titik temu antara massa dan ruang . Bentuk-bentuk

arsitektural, tekstur, material, pemisahan antara cahaya dan bayangan, warna, merupakan
perpaduan dalam menentukan mutu atau jiwa dalam penggambaran ruang. Mutu arsitektur
akan ditentukan oleh keahlian seorang perancang dalam menggunakan dan menyatukan
unsure-unsur tadi, baik dalam pembentukan ruang dalam (interior) maupun ruang-ruang luar
(eksterior) di sekeliling bangunan-bangunan1
Bentuk merupakan sebuah istilah inklusif yang memiliki beberapa pengertian. Bentuk
dapat dihubungkan pada penampilanluar yang dapat dikenali seperti sebuah kursi atau
seseorang yang mendudukinya. Hal ini juga menjelaskan kondidi tertentu di mana sesuatu
dapat mewujudkan keberadaannya, misalnya bila kita bicara mengenai air dalam bentuk es
atau uap. Dalam seni dan perancangan, seringkali dipergunakan istilah tadi untuk
menggambarkan
mengkoordinasikan

struktur

formal

unsure-unsur

sebuah
dan

pekerjaan-cara

bagian-bagian

dari

dalam
suatu

menyusun
komposisi

dan
untuk

mengahsilkan suatu gambaran nyata. Dalam konteks studi ini, bentuk dapat dihubungkan
baik dengan struktur internal maupun garis isternal serta prinsip yang memberikan kesatuan
secara menyeluruh. Jika bentuk lebih sering dimaksudkan sebagai pengertian massa atau
isi tiga-dimensi, maka wujud secara khusus lebih mengarah pada aspek penting bentuk
yang mewujudkan penampilannya-konfigurasi atau perletakan garis atau kontur yang
membatasi suatu gambar atau bentuk,

1.3 Wujud
Sisi luar karakteristik atau konfigurasi permukaan suatu bentuk tertentu. Wujud juga
merupakan aspek utama di mana bentuk-bentuk dapat diidentifikasi dan dikategorikan
Disamping wujud, bentuk memiliki cirri-ciri visual seperti:
1. Dimensi
Dimensi fisik suatu bentuk berupa panjang, lebar dan tebal. Dimensi-dimensi ini menentukan
proporsi dari bentuk, sedangkan skalanya ditentukan oleh ukuran relatifnya terhadap
bentuk-bentuk lain dalam konteksnya.

Edmund N. Bacon, Perancangan Kota, 1974

2. Warna
Merupakan sebuah fenomena pencahayaan dan persepsi visual yang menjelaskan persepsi
individu dalam corak, intensitas dan nada. Warna adalah atribut yang paling menyolok
membedakan suatu bentuk dari lingkungannya. Warna juga mempengaruhi bobot visual
suatu bentuk.
3. Tekstur
Adalah kualitas yang dapat diraba dan dapat dilihat yang diberikan ke permukaan oleh
ukuran, bentuk, pengaturan dan proporsi bagian benda. Tekstur juga menentukan sampai di
mana permukaan suatu bentuk mementulkan atau menyerp cahaya dating.

1.4 Sifat-sifat Bentuk


Bentuk juga memiliki sifat-sifat tertentu yang menentukan pola dan komposisi unsureunsurnya:
1. Posisi
Letak dari sebuah bentuk adalah relative terhadap lingkungannya atau lingkungan visual
di mana bentuk tersebut terlihat.
2. Orientasi
Arah dari sebuah bentuk relative terhadap bidang dasar, arah mata angin, bentuk-bentuk
benda lain, atau terhadap seseorang yang melihatny.
3. Inersia Visual
Merupakan tingkat konsetrasi dan stabilitas suatu bentuk. Inersia visual suatu bentuk
tergantung pada geometri dan orentasinya relative terhadap bidang dasar, gaya tarik
bumi, dan garis pandang manusia
Semua sifat-sifat bentuk ini pada kenyataannya dipengaruhi oleh keadaan bagaimana kita
memandangnya:

Perspektif atau sudut pandang yang berbeda memperlihatkan wujud ataupun aspekaspek bentuk dalam pandangan mata manusia.

Jarak kita terhadap bentuk tersebut menentukan ukuran yang tampak.

Keadaan pencahayaan dimana kita melihat suatu bentuk akan mempengaruhi


kejelasan dari wujud dan strukturnya.

Lingkungan visual yang mengelilingi benda tersebut mempengaruhi kemampuan kita


dalam menterjemahkan dan mengidentifikasi bentuk tersebut.

1.5 Wujud
wujud memperlihatkan sisi luar karakteristik suatu bidang atau konfigurasi
permukaan suatu bentuk runang. Wujud merupakan sarana pokok yang memungkinkan kita
mengenal, mengindentifikasi dan mengkategorikan gambar-gambar dan bentuk-bentuk
tertentu. Persepsi kita terhadap suatu wujud sangat tergantung pada tingkat ketajaman
visual yang terlihat sepanjang kontur yang memisahkan suatu gambar dari latar
belakangnya atau antara suatu bentuk dan daerahnya.
Dalam arsitektur, kita berkonsentrasi dengan wujud-wujud dari:

Bidang lantai, dinding dan langit-langit yang membatasi ruang

Bukaan-bukaan jendela dan pintu di dalam ruang tertutup.

Baying-bayang (silhouette) dan kontur bentuk-bentuk bangunan.

1.5.1 Wujud Dasar


secara psikologis manusia secara naluriah akan manyederhanakan lingkungan
visualnya untuk memudahkan pemahaman. Dalam setiap komposisi bentuk, kita cenderung
mengurangi subyek utama dalam daerah pandangan kita ke bentuk-bentuk yang paling
sederhana dan teratur. Semakin sederhana dan teraturnya suatu wujud, semakin mudah
untuk diterima dan dimengerti.
Secara geometri kita ketahui wujud-wujud beraturan seperti lingkaran dan sederetan
segi banyak beraturan (yang memiliki sisi-sisi dan sudut-sudut yang sama) yang tak
terhingga banyaknya dapat dilukiskan di dalam lingkaran, segitiga, dan bujur sangkar.

Lingkaran

: sederetan titik-titik yan disusun dengan jarak yang sama dan

seimbang terhadap sebuah titik tertentu di dalam lingkungan.

Segitiga

: sebuah bidang datar yang dibatasi oleh tiga sisi dan mempunyai

tiga buah sudut.

Bujur sangkar : sebuah bidang datar yang mempunyai empat buah sisi yang sama
panjang dan empat buah sudut siku-siku.

1.6 PENGAYAAN BENTUK


1.6.1 Bentuk dengan Simbol

Gambar 1.2

Pengayaan Bentuk dengan


simbol

Gambar 1.3

Pengayaan Bentuk dengan


struktur

1.6.2 Bentuk dan struktur

1.6.3 Bentuk dan perubahan dimensi

Gambar 1.4 Pengayaan Bentuk dengan


Perubahan dimensi

Suatu bentuk dapat diubah dengan menggai salah satu atau beberapa dimensi-dimensinya
dan tetap mempertahankan identitasnya sebagai anggota bagain dari suatu bentuk. Sebuah
kubus misalnya, dapat diubah menjadi bentuk-bentuk prisma serupa dengan mengubah
ukuran tinggi, lebar atau panjangnya. Bentuk tersebut dapat dipadatkan menjadi bentuk
bidang pipih atau direntangkan menjadi suatu bentuk linier.

1.6.4 Bentuk dengan pengurangan

Gambar 1.5

Pengayaan Bentuk dengan


Pengurangan

Kita selalu mencari keteraturan dan kesenambungan di dalam bentuk-bentuk yang


dapat dilihat dalam batas pandangan. Apabila sebagian dari bentuk pejal utama tersebut
tersembunyi

dari

pandangan

kita,

kita

cenderung

melengkapi

bentuknya

dan

memandangnya seakan-akan bentuk tersebut utuh karena secara naluriah benda tersebut
akan terlihat utuh meskipun secara kasat mata tidak terlihat. Sama halnya dengan bentukbentuk beraturan yang volumenya hilang sebagian, bentuk-bentuk tersebut dapat
mempertahankan identitas formalnya jika kita menganggapnya sebagai bentuk yang tidak
lengkap. Kita menyebut bentuk-bentuk terselubung ini sebagai bentuk-bentuk yang
dikurangi. Karena sangat mudah dikenali, bentuk-bentuk deometrik sederhana.
Seperti bentuk pejal utama, dapat menerima secara langsung adanya pemotongan.
Bentuk-bentuk ini akan tetap mempertahankan identitas formalnya jika bagian-bagian
volumenya dihilangkan tanpa merusak sisi, sudut dan profil keseluruhan.
Keraguan akan identitas asli akan timbul jika sebagian dari bentuk tersebut
dihilangkan dari volumenya dengan merusak sisi-sisinya dan secara drastis mengubah
profilnya.
Suatu bentuk dapat diubah dengan mengurangi sebagian dari volumnya. Tergantung dari
banyaknya pengurangan, suatu bentuk mampu mempertahankan identitas asalnya atau
diubah menjadi suatu bentuk yang lain sama sekali. Sebagai contoh, sebuah kubus dapat
mempertahankan identitasnya sebagai kubus walaupun sebagian dari kubus tersebut
dihilangkan

atau

diubah

menggambarkan suatu bola.

menjadi

serangkaian

bentuk

polyhedron

teratur

yang

1.6.5 Bentuk dengan penambahan

Gambar 1.6

Pengayaan Bentuk dengan


Penambahan

Suatu bentuk dapat diubah dengan menambah unsure-unsur tertentu kepada volume
bendanya. Sifat proses penambahan serta jumlah dan ukuran relative unsure yang
ditambahkan akan menentukan apakah identitas bentuk asal dapat dipertahankan atau
berubah.
Apabila sebuah bentuk terpotong diperoleh dengan menghilangkan sebagian dari volume
asalnya, maka suatu bentuk dengan penambahan dihasilkan dengan menghubungkan satu
atau beberapa bentuk tambahan lain
terhadap volume yang sudah ada
1.6.7 Bentuk Komposit baru
Yaitu dimana kedua bentuk dapat saling
menyerap identitas masing masing dan
menyatu

menciptakan

suatu

bentuk

baru.

Gambar 1.6 Pengayaan Bentuk dengan


penyatuan (komposit)