Anda di halaman 1dari 49

REFERAT

Gejala Positif dan Negatif pada


Skizofrenia

Gadis Mona Permata Randa C111 10 801

Skizofrenia
Skizofrenia adalah suatu deskripsi
sindrom dengan variasi penyebab
(banyak belum diketahui) dan perjalanan
penyakit (tak selalu bersifat kronis atau
deteriorating) yang luas, serta sejumlah
akibat yang tergantung pada
perimbangan pengaruh genetik, fisik,
dan sosial budaya.

Diagnosis Skizofrenia
Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini
yang amat jelas (dan biasanya dua gejala
atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam
atau kurang jelas):
a) Thought
b) Delusion
c) Halusinasi Auditorik
d) Waham-waham menetap jenis lainnya,
yang menurut budaya setempat dianggap
tidak wajar dan sesuatu yang mustahil

Tipe Skizofrenia
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Skizofrenia Paranoid
Skizofrenia Hebefrenik
Skizofenia Katatonik
Skizofrenia Tak Terinci
Depresi pasca-skizofrenia
Skizofrenia residual
Skizofrenia simpleks

Gejala Positif dan Gejala Negatif


Pada tahun 1980, T.J. Crow
mengajukan klasifikasi pasien
skizofrenik ke dalam tipe I dan II,
berdasarkan ada atau tidaknya gejala
positif (atau produktif) dan negatif
(atau defisit).

Gejala Positif
Perilaku psikotik tidak terlihat pada
orang sehat. Orang-orang dengan
gejala positif sering "kehilangan
sentuhan" dengan realitas. Gejalagejala ini bisa datang dan pergi.
Kadang-kadang parah dan kadang
tidak terlihat, tergantung pada individu
yang menerima pengobatan.

Gejala Positif
Halusinasi: hal yang seseorang
melihat, mendengar, bau, atau
merasakan apa yang orang lain tidak
dapat lihat, dengar, cium, atau rasa.
Delusi: keyakinan palsu yang bukan
merupakan bagian dari budaya
seseorang dan tidak berubah.

Gejala Negatif
Berhubungan dengan gangguan
emosi dan perilaku yang normal.
Gejala-gejala ini sulit untuk
dikategorikan sebagai bagian dari
gangguan skizofrenia dan bisa
salah untuk depresi atau kondisi
lain.

Gejala Negatif
"Flat affect" (wajah seseorang tidak
bergerak atau ia berbicara dengan suara
kusam atau monoton)
Kurangnya kesenangan dalam kehidupan
sehari-hari
Kurangnya kemampuan untuk memulai dan
mempertahankan kegiatan yang
direncanakan
Berbicara sedikit, bahkan ketika dipaksa
untuk berinteraksi.

Positive and Negative Syndrome


Scale (PANSS)
1.

Skala positif (P)


a) Waham
b) Kekacauan proses pikir atau
conceptual disorganization
c) Halusinasi
d) Gaduh gelisah atau excitement
e) Waham kebesaran
f) Waham curiga atau waham kejar
g) Permusuhan

Positive and Negative Syndrome


Scale (PANSS)
2. Skala negatif (N)
a) Afek tumpul
b) Penarikan emosional atau emotional
withdrawal.
c) Kemiskinan raport
d) Penarikan diri dari hubungan sosial
secara pasif atau apatis
e) Kesulitan dalam pemikiran abstrak
f) Kurangnya spontanitas dan arus
percakapan

Positive and Negative Syndrome


Scale (PANSS)
3. Skala psikopatologi umum (G)
a) Kekhawatiran somatik
b) Anxietas
c) Rasa bersalah
d) Ketegangan
e) Gerakan dan sikap tubuh
f) Depresi
g) Retardasi motorik

Positive and Negative Syndrome


Scale (PANSS)
h) Tidak kooperatif
i) Isi pikiran yang tidak biasa
j) Disorientasi
k) Perhatian buruk
l) Kurangnya daya nilai dan tilikan
m) Gangguan dorongan kehendak, makan dan
minum, dan pengendalian pikiran, perilaku,
gerakan, serta pembicaraan
n) Pengendalian impuls yang buruk.
o) Preokupasi
p) Penghindaran sosial secara aktif

Pengobatan
Skizofrenia diobati dengan antipsikotika
(AP). Obat ini dibagi dalam dua kelompok,
berdasarkan mekanisme kerjanya, yaitu:
1. Dopamine receptor antagonist (DRA) atau
antipsikotika generasi I (APG-I)
2. Serotonin-dopamin antagonist (SDA) atau
antipsikotika generasi II (APG-II)
Obat APG-I disebut juga antipsikotika
konventional atau tipikal sedangkan APG-II
disebut juga antipsikotika baru atau atipikal.

Pengobatan
Obat APG-I berguna terutama untuk
mengontrol gejala-gejala positif
sedangkan untuk gejala negatif hampir
tidak bermanfaat. Obat APG-II
bermanfaat baik untuk gejala positif
maupun negatif.

Pengobatan
Obat-obat antipsikotik yang baru
dengan efikasi yang lebih baik dan
efek samping minimal. Ada beberapa
jenis APG-II, antara lain:
Clozapine
Risperidone
Olazapine
Quetiapine
Ziprasidone

Prognosis
Angka pemulihan: 10-60%
20-30% dari semua pasien
skizofrenik mampu menjalani
kehidupan kurang lebih normal
20-30% pasien terus mengalami
gejala sedang
40-60% pasien tetap memiliki
hendaya secara signifikan
Pasien skizofrenia memiliki prognosis

LAPORAN KASUS
Gangguan Panik (F41.0)

Gadis Mona Permata Randa C111 10 801

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Tn. S
No. RM
: 318518
Umur
: 32 tahun
Agama
: Islam
Suku
: Makassar
Status Pernikahan
: Menikah
Pendidikan Terakhir : D3
Pekerjaan
: Pegawai
Alamat / No. Telpon : Jl. Toddopuli XIX Blok
34 No.4 / 081280522103
Datang ke poli jiwa RSUD Labuang Baji untuk
pertama kalinya pada tanggal 08 April 2015.

RIWAYAT PSIKIATRI
A.Keluhan Utama
Cemas
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Cemas sudah dialami pasien sejak 2
bulan yang lalu. Saat cemas, pasien merasa
sesak nafas seperti dada nya terikat, tangan
dan kaki dingin, jantung berdebar dan
lambung dirasa tidak enak terutama bila
mulai berpikir mengenai kematian.

RIWAYAT PSIKIATRI
Awalnya pasien mulai cemas bermula dari sejak pasien
check-up kesehatan 2 bulan yang lalu dan dikatakan
kolesterolnya agak tinggi. Pasien juga susah tidur dank arena
bila serangan cemasnya datang, pasien sangat merasa tidak
nyaman, pasien menjadi takut dan cemas bila naik kendaraan
dan berpergian sendiri. Biasanya perasaan cemasnya 40
menit dan pasien mengatakan bahwa gangguan ini muncul
rata-rata 3 kali dalam sehari. Berat badan pasien turun 5kg
dalam 1 bulan karna mengatur pola makannya.
Ada riwayat berobat ke poli interna karena awalnya pasien
mengira ada masalah pada lambungnya dan juga pasien
pernah berobat ke poli jantung karena sesak napas dan
jantung berdebar-debar tetapi tidak ditemukan adanya
kelainan.

RIWAYAT PSIKIATRI
C. Riwayat Gangguan Sebelumnya
1. Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak ditemukan adanya riwayat penyakit fisik seperti
infeksi, trauma kapitis dan kejang.
2. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif
Pasien tidak pernah merokok, mengkonsumsi alkohol
dan obat-obatan terlarang.
3. Riwayat Gangguan Psikiatri Sebelumnya
Ada riwayat keluhan yang sama sebelumnya pada tahun
2009, berobat secara rukiyah dan sembuh.

RIWAYAT PSIKIATRI
D.Riwayat Kehidupan Pribadi
1. Riwayat Prenatal dan Perinatal
Pasien lahir normal, ditolong oleh dokter pada tanggal 28
Maret 1983. Selama kehamilan, ibu pasien dalam
keadaan sehat. Pada saat bayi, pasien tidak pernah
mengalami panas tinggi dan kejang serta minum susu
formula.
2. Riwayat Masa Kanak Awal (Usia 1-3 tahun)
Pasien diasuh oleh kedua orangtuanya. Diberi susu
formula. pertumbuhan dan perkembangan pasien pada
masa anak-anak awal sesuai dengan perkembangan
anak seusianya. Tidak ada masalah perilaku yang
menonjol.

RIWAYAT PSIKIATRI
3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (Usia 4-11 tahun)
Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan cukup
mendapat perhatian dan kasih sayang. Pada usia 7 tahun mulai
masuk salah satu SD swasta di Makassar. Pasien tidak pernah
tinggal kelas dan memiliki prestasi yang baik di sekolah.
4. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja (Usia 12-18
tahun)
Tamat dari SD pasien melanjutkan ke SMP Negeri di Makassar,
lalu melanjutkan ke SMA Negri di Makassar. Saat di SMP dan
SMA, pasien tidak pernah tinggal kelas dan prestasinya juga
cukup bagus di sekolah. Setelah tamat SMK , pasien
melanjutkan pendidikan D3 Komputer & Akuntansi di salah satu
perguruan tinggi swasta di Makassar.

RIWAYAT PSIKIATRI
5. Riwayat Masa Dewasa
a. Riwayat Pekerjaan
Pasien bekerja sebagai pegawai di salah satu provider HP di Makassar.
b. Riwayat Pernikahan
Pasien sudah menikah dan memiliki 2 orang anak (, ).
c. Riwayat Agama
Pasien memeluk agama Islam, dan menjalankan kewajiban agama
dengan cukup baik.
d. Riwayat Militer
Pasien tidak pernah mengikuti kegiatan militer.
e. Riwayat Pelanggaran Hukum
Selama ini pasien tidak pernah terlibat dengan masalah hukum.
f. Aktivitas Sosial
Pasien dikenal sebagai orang yang pandai bergaul dan sering terlibat
dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

RIWAYAT PSIKIATRI
6. Riwayat Keluarga
Pasien adalah anak ke-2 dari 4
bersaudara (,,,)
Ada riwayat keluarga dengan keluhan
yang sama (ibu dan kaka kandung)
Hubungan dengan keluarga baik

7. Situasi Kehidupan Sekarang


Pasien tinggal dengan istri dan
kedua anaknya.

PEMERIKSAAN FISIK DAN


NEUROLOGI
1. Status Internus
Keadaan umum tidak tampak sakit
Kesadaran kompos mentis
Tekanan darah 120/70 mmHg
Nadi 80 kali/menit
Frekwensi pernafasan 24 kali/menit
Suhu tubuh 36,5 C
konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus,
jantung, paru dan abdomen dalam batas normal,
ekstremitas atas dan bawah tidak ada kelainan.

PEMERIKSAAN FISIK DAN


NEUROLOGI
2. Status Neurologi
Gejala rangsang selaput otak : kaku
kuduk (-), Kernigs sign (-)/(-), pupil bulat
dan isokor 2,5 mm/2,5 mm, refleks
cahaya (+)/(+), fungsi motorik dan
sensorik keempat ekstremitas dalam
batas normal, tidak ditemukan refleks
patologis.

STATUS MENTAL
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Seorang laki-laki, wajah sesuai umur, postur tubuh tinggi,
kulit sawo matang, menggunakan kemeja hitam garis-garis
putih dan celana kain panjang berwarna hitam, perawatan diri
baik.
2. Kesadaran
Baik
3. Perilaku dan Aktivitas Psikomoto
Tenang
4. Pembicaraan
Spontan, lancer, intonasi biasa.
5. Sikap terhadap pemeriksa
Kooperatif

STATUS MENTAL
B.
1.
2.
3.

C.
1.

Keadaan
Mood
Afek
Empati

Afektif
: Takut, depresif
: Cemas
: Dapat dirabarasakan

Fungsi Intelektual (Kognitif)


Taraf Pendidikan
Pengetahuan umum dan kecerdasan pasien sesuai dengan
tingkat
pendidikannya.
2. Orientasi
a. Waktu
: Baik
b. Tempat
: Baik
c. Orang
: Baik

STATUS MENTAL
3. Daya Ingat
a. Jangka Panjang
: Baik
b. Jangka Sedang
: Baik
c. Jangka Pendek
: Baik
d. Jangka Segera
: Baik
4. Konsentrasi dan Perhatian : Baik
5. Pikiran Abstrak
: Baik
6. Bakat Kreatif
: Belum diketahui
7. Kemampuan Menolong diri sendiri : Baik

STATUS MENTAL
D. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi : tidak ada
2. Ilusi
: tidak ada
3. Depersonalisasi dan derealisasi : tidak ada
E. Proses Berpikir
1. Arus Pikiran: Produktivitas spontan, intonasi biasa,
kontinuitas relevan dan tidak didapatkan adanya
hendaya berbahasa.
2. Isi Pikiran
Perokupasi
: tidak ada
Gangguan isi pikiran : tidak ada
F. Pengendalian Impuls
Tidak terganggu

STATUS MENTAL
G.Daya Nilai dan Tilikan
1. Norma Sosial
: Baik
2. Uji daya nilai
: Baik
3. Penilaian Realitas : Baik
4. Tilikan
: Derajat 6 (Pasien
mengetahui
dirinya sakit dan
butuh
pertolongan)
H.Taraf Dapat Dipercaya
Dapat dipercaya

IKHTISAR PENEMUAN
BERMAKNA
Cemas sudah dialami pasien sejak 2 bulan
yang lalu. Saat cemas, pasien merasa sesak nafas
seperti dada nya terikat, tangan dan kaki dingin,
jantung berdebar dan lambung dirasa tidak enak
terutama bila mulai berpikir mengenai kematian.
Awalnya pasien mulai cemas bermula dari sejak
pasien check-up kesehatan 2 bulan yang lalu dan
dikatakan kolesterolnya agak tinggi. Pasien juga
susah tidur dank arena bila serangan cemasnya
datang, pasien sangat merasa tidak nyaman,
pasien menjadi takut dan cemas bila naik
kendaraan dan berpergian sendiri. Biasanya
perasaan cemasnya 40 menit dan pasien

IKHTISAR PENEMUAN
BERMAKNA
Ada riwayat berobat ke poli interna karena
awalnya pasien mengira ada masalah pada
lambungnya dan juga pasien pernah berobat
ke poli jantung karena sesak napas dan
jantung berdebar-debar tetapi tidak
ditemukan adanya kelainan.

EVALUASI MULTI AKSIAL


Aksis I
Berdasarkan autoanamnesis dan pemeriksaan status
mental didapatkan gejala klinis yang bermakna yaitu
berupa cemas sudah dialami pasien sejak 2 bulan
yang lalu. Saat cemas, pasien merasa sesak nafas
seperti dada nya terikat, tangan dan kaki dingin,
jantung berdebar dan lambung dirasa tidak enak
terutama bila mulai berpikir mengenai kematian.
Keadaan ini menimbulkan penderitaan bagi pasien
serta terdapat hendaya pada fungi sosial, psikososial,
pekerjaan dan penggunaan waktu senggang sehingga
dapat disimpulkan bahwa pasien menderita gangguan
jiwa.

EVALUASI MULTI AKSIAL


Pada pemeriksaan status mental tidak ditemukan hendaya
dalam menilai realitas dikarenakan daya tilik dari norma sosial,
uji daya nilai, dan penilaian realitas baik. Serta tidak terdapat
hendaya dalam fungsi mental berupa tidak ada gangguan
persepsi, derealisasi, sehingga didiagnosis sebagai gangguan
jiwa non psikotik.
Berdasarkan autoanamnesis didapatkan gejala klinis yang
bermakna yaitu berupa cemas sudah dialami pasien sejak 2
bulan yang lalu. Saat cemas, pasien merasa sesak nafas seperti
dada nya terikat, tangan dan kaki dingin, jantung berdebar dan
lambung dirasa tidak enak terutama bila mulai berpikir
mengenai kematian. pasien mengatakan bahwa gangguan ini
muncul rata-rata 3 kali dalam sehari. Sehingga berdasarkan
Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ III)
diagnosis diarahkan pada Gangguan Panik (F41.0).

EVALUASI MULTI AKSIAL


Aksis II
Pasien adalah seorang yang mudah bergaul
Aksis III
Tidak ada diagnosa
Aksis IV
Stressor ialah hasil pemeriksaan kesehatan yang kurang baik
Aksis V
GAF Scale: 70-61. Beberapa gejala ringan dan menetap,
disabilitas ringan dalam fungsi secara umum masih baik

DAFTAR MASALAH
Organobiologik
Tidak ditemukan kelainan fisik yang bermakna.
Psikologik
Ditemukan adanya kelaian secara psikologik
sehingga membutuhkan farmakoterapi.
Sosiologik
Ditemukan adanya hendaya dalam bidang sosial,
pekerjaan dan penggunaan waktu senggang
sehingga perlu dilakukan psikoterapi.

PROGNOSIS
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prognosis
pasien
Faktor pendukung:
Keinginan untuk berobat
Dukungan dari keluarga baik
Faktor penghambat:
Ada riwayat yang sama dalam keluarga
Prognosis: Bonam

RENCANA TERAPI
A. Psikofarmakoterapi :

Fluoxetine 20mg 1 tablet (pagi)


Clobazam 10mg tablet pagi, tablet
malam

RENCANA TERAPI
B. Psikoterapi
Suportif :
. Memberikan dukungan kepada pasien untuk dapat membantu
pasien dalam memahami dan menghadapi penyakitnya. Memberi
penjelasan dan pengertian mengenai penyakitnya, manfaat
pengobatan, cara pengobatan, efek samping yang mungkin timbul
selama pengobatan, serta memotivasi pasien supaya mau minum
obat secara teratur.

Sosioterapi :
. Memberikan penjelasan kepada orang-orang terdekat pasien
sehingga bisa menerima keadaan pasien dan memberikan
dukungan moral serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk
membantu proses penyembuhan dan keteraturan pengobatan.

FOLLOW UP
Memantau keadaan umum pasien serta
perkembangan penyakitnya, selain itu
menilai efektivitas dan kemungkinan efek
samping dari farmakoterapi yang diberikan.

DISKUSI
Berdasarkan PPDGJ III, gangguan panik baru ditegakkan sebagai
diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya gangguan anxietas
fobik.
Untuk diagnosis pasti, harus ditemukan adanya beberapa kali
serangan anxietas berat (severe attacks of autonomic anxiety)
dalam masa kira-kira satu bulan:
Pada keadaan-keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak
ada bahaya
Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat
diduga sebelumnya (unpredictable situasions)
Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala-gejala anxietas
pada period diantara serangan-serangan panik (meskipun
demikian, umumnya dapat terjadi juga anxietas antisipatik,
yaitu anxietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yang
menghawatirkan akan terjadi)

LAMPIRAN
AUTOANAMNESA
D : Selamat siang pak
P : Siang dok...
D : Perkenalkan saya dokter muda, Gadis Randa, kalau boleh tahu, siapa namanya
Ibu?
P : Saya S dok ...
D : Bapak S bisa menceritakan kepada saya ada apa sampai bapak S datang ke sini?
P : Saya sering merasa cemas dok.
D : Cemas bagaimana pak?
P : Awalnya, waktu saya medical check-up dan hasil kolesterolku agak tinggi tapi
sebenarnya masih dalam batas tidak terlalu tinggi, masih dibawah 200 kolesterolnya.
Mungkin karna saya stress saya pergi lari, pikiranku itu bagaimana caranya
kolesterolku ini turun. Saya pergi lari di UNHAS, lari terus dan saya tidak pedulikan
fisikku. Akhirnya saya jatuh, drop, keram semua badan sampai saya dibawa ke UGD.
D : Oh begitu.. Kapan itu pak?
P : Sekitar dua bulan yang lalu.
D : Ini cemasnya pertama kali muncul pada saat itu?
P : Iya pas saat itu, setelah habis lari itu langsung mulaimi serangan panik, cemas..

D : Oh begitu.. Kalau serangan panik nya itu bagaimana pak?


P : Tangan kaki ku dingin dok, kadang perut keram terus sesak napas
dan jantung berdebar-debar.
D : Sesak napasnya bagaimana pak?
P : Seperti dadaku di ikat begitu dok.
D : Apa yang bapak S buat ketika dapat serangan itu pak?
P : Saya biasanya menenangkan diri dengan cara baring atau
ditenangkan dengan keluarga, paling dikasih air gula begitu
D : Biasa cemas nya itu muncul karna apa pak?
P : Kadang dia datang sendiri di waktu-waktu tertentu, biasanya kalau
saya lagi beraktifitas ngantor. Saya sudah sering pada saat ngantor
dikena serangan itu, kalau saya lagi bikin laporan, lagi telponan sama
user. Terus suka tiba-tiba muncul cemasnya dan serangan paniknya.
D : Biasa berapa kali dalam sehari itu serangan nya muncul pak?
P : Sering dok, tidak tentu, tapi rata-rata sehari bisa tiga kali dok
D : Sebelum ini pernah berobat ke dokter pak?
P : Pernah masuk UGD dua kali dok, waktu saya jatuh drop waktu yang
lari keliling UNHAS itu, sama pernah satu kali sekitar satu bulan jeda dari
yang saya drop karna lari keliling UNHAS itu saya masuk lagi UGD Ibnu
Sina ketika saya kena serangan dok, karna tiba-tiba sesak napas dan
jantung berdebar pada saat di kantor.

D : Waktu itu dokter di UGD yang rawat bapak dokter apa pak?
P : Yang pertama dokter interna, yang kedua dokter jantung kalau nda salah dok. Sama saya
juga sudah dua kali medical check-up, EKG dua kali, tapi normalji, paru-paru juga normal.
D : Oh begitu ya pak, terus ini yang pertama kalinya bapak berobat ke dokter jiwa?
P : Iya ini pertama kalinya dok, karna awalnya saya pikir ini asam lambung ku ji dok sama
ada asma, tapi ternyata dokter bilang saya tidak asma, jadi asam lambungku ji yang saya
selalu obati, saya coba terapi akupuntur. Karna saya sebelumnya nda pernah berfikir kalo ini
ada masalah psikis, setelah saya sharing sama kakak saya, yang dulu juga pernah kayak saya,
baru saya pergi kesini
D : Oh kakak bapak juga pernah mengalami yang bapak alami sekarang? Selain kakak bapak,
ada lagi keluarga yang pernah mengalami ini?
P : Iya dok, tapi kakak saya sudah sembuh. Ibu saya juga begini dok sudah sekitar 10 tahun,
saya yang paling dekat dengan ibu saya dan sebelum ini saya yang paling banyak support ibu
saya, tapi sekarang hampir terbalik, ibu saya yang justru menenangkan saya (pasien tertawa)
D : Oo begitu.. Bapak ada pernah dengar suara-suara bisikkan yang tidak ada orang nya pak?
P : Ada dok ketika panik, ada bisikkan-bisikkan tentang kematian begitu dok.
D : Bisikkan bagaimana pak? Siapa yang ngomong itu?
P : Langsung dok
D : Langsung bagaimana pak? Maksudnya dari diri bapak sendiri begitu, bukan suara orang
lain?
P : Iya dok, sepertinya dari diri saya sendiri, kayak pikiran-pikiranku sendiri begitu dok yang
berbicara. Kadang begini dok, saya kan suka buka-buka socmed kayak instagram gitu, terus
kalau misalnya saya lihat gambar seperti gambar kuburan, langsung disitu kebawa terus
kadang bisa sampe seharian, langsung muncul pikiran-pikiran tetang kematian. Kadang lagulagu tentang kematian juga dok, bisa bikin serangannya muncul.
D : Bapak takut kalau sudah pikiran-pikiran tentang kematian itu muncul?
P : Takut. Itu yang bikin cemas berlebihan. Tapi cikal bakalnya itu dok yang waktu saya tahu
kalau kolesterol saya agak tinggi

D : Bapak pernah lihat hal-hal yang orang lain tidak bisa lihat?
P : Ndaji, kalau yang begitu saya nda pernah lihatji dok
D : Bapak pernah minum obat untuk mengatasi kecemasannya?
P : Nda ada dok, tp ada obat herbal saya minum, temulawak dari therapist. Saya di akupuntur, tapi
itu untuk lambung bukan untuk cemasnya kata terapistnya. Selama satu bulan ini saya food combine,
diatur makan saya, Alhamdulillah ada perubahan dari sisi fisik saya. Saya dulu gendut sekali,
sekarang sudah turun kurang lebih 5kg.
D : Oh iya pak, itu kecemasannya mengganggu aktifitas sehari-hari nya bapak? Atau mengganggu
jam tidur?
P : Mengganggu.. Mengganggu pekerjaan dan saya jadi susah tidur.
D : Bapak S sekarang masih kerja?
P : Masih dok, tapi saya kurangi. Saya sudah izin ke atasan saya, mungkin sekarang saya kerjanya
mobile dulu. Lebih banyak dirumah daripada ke kantor, karna sering kalau saya di kantor, pikiranpikirannya sering muncul
D : Kalau dirumah, pikiran-pikirannya ga muncul pak?
P : Bisa dibilang nda pernah
D : Kalau waktu kosong, apa yang bapak kerjakan?
P : Kadang dzikir
D : Ga pernah muncul pikiran-pikirannya pak kalau lagi kosong?
P : Ada sih.. Tapi tergantung saya nya, kalau saya sendiri baru muncul, kadang kalau saya mandi
bahkan suka muncul. Jadi kalau misalnya saya nda bisa tidur, saya suka kasih bangun istri saya untuk
temani saya ngobrol supaya saya tenang. Tapi kasian juga kalau begitu terus.. Oia kadang dok, saya
suka berpikir tentang teman-temanku yang sudah menginggal. Kan ada yang meninggal yang
seumuran saya, kadang saya berpikir, kalau saya begitu juga bagaimana, terus munculmi serangan
panik yang saya bilang tadi.
D : Selain cemas, ada lagi keluhan lain pak?
P : Alhamdulillah tidak dok
D : Baik bapak S, dokter jiwa nya sudah panggil, terima kasih pak.
P : Terimakasih dok...(sambil tersenyum dan menjabat tangan)