Anda di halaman 1dari 11

Latihan Soal Ujian Sumatif Modul Infeksi dan Imunologi

1. Imunogen adalah antigen yang dapat menimbulkan respon imun. Semakin asing suatu antigen maka
semakin baik respon imun yang dihasilkan. Jika organ dari ibu ditransplantasikan kepada anaknya,
maka respon imun yang timbul adalah . . .
A. Tidak terjadi respon imun
B. Terjadi respon imun berupa penolakan
C. Terjadi respon imun berupa penerimaan
D. Hipersensitivitas tipe I
E. Hipersensitivitas tipe IV
2. Superantigen dikenal pula dengan istilah supermitogen yang berarti dapat merangsang mitosis sel
limfosit T secara massif. Superantigen akan berikatan dengan . . .
A. MHC I dan TCR
B. MHC II dan Antigen
C. MHC I dan antigen
D. TCR dan Antigen
E. TCR dan sel Limfosit T
(Seharusnya MHC kelas II dan TCR)
3. Komplemen merupakan faktor termolabil yang dapat memberikan respon terhadap antigen yang
masuk. Salah satu fungsi dari komplemen ialah sifatnya yang dapat melisiskan sel yang didahului
oleh perlekatan antigen dan antibody. Jalur ini dikenal dengan istilah . . .
A. Jalur klasik
B. Jalur alternative
C. Jalur lectin
D. Jalur utama
E. Jalur manosa
4. Dalam melawan benda asing masuk ke dalam tubuh, manusia memiliki 3 garis pertahanan.
Komponen sistem imun yang berperan dalam pertahanan lini kedua adalah . . .
A. Mucus (line 1)
B. Limfosit (line 3)
C. Antibody (line 3)
D. Fagosit
E. Enzim (tidak jelas)
5. Sel granulosit berikut memiliki fungsi melawan parasit yang masuk dalam tubuh. sel ini juga akan
membunuh parasit yang terselubung oleh antibody. Sel yang dimaksud ialah . . .
A. Sel makrofag
B. Sel neutrofil
C. Sel basofil
D. Sel eosinofil
E. Sel limfosit
6. Sitokin adalah protein yang dihasilkan oleh seluruh sel berinti atau sel dalam tubuh. sitokin berperan
dalam memodulasi dan meregulasi respon imun. Sitokin ini berfungsi dalam melawan virus yang
masuk dalam tubuh, yaitu . . .
A. Interleukin
B. Interferon
C. TNF
D. Colony stimulating factor
E. Kemokin
7. Sitokin yang mempunyai beberapa sifat. Jika suatu jenis sitokin memiliki beberapa peran dalam
respon imun, maka dikenal dengan istilah . . .
A. Pleiotropism
B. Redundancy
C. Synergy (efek sama)
D. Agonis (saling mendukung)

E. Polimorfism
8. Ketika ada antigen yang masuk kedalam tubuh manusia, ia akan difagosit oleh makrofag. Di dalam
makrofag antigen akan dipecah dan dipresentasikan oleh molekul permukaan ini, yaitu . . .
A. MHC I
B. MHC II
C. Antibody
D. Limfosit
E. Dendritik
9. Efektor humoral ini memiliki afinitas yang sangat baik dan dapat berikatan dengan komplemen.
Efektor ini merupakan efektor utama dalam respon imun primer, yaitu . . .
A. IgG
B. IgM
C. IgA
D. IgD
E. IgE
10. Antigen berasal dari luar tubuh akan direspon oleh APC dengan cara dipresentasikan melalui
molekul permukaan. Sel efektor akan mengenali molekul permukaan ini sebagai benda asing
sehingga terjadi respon imun. Sel efektor yang dimaksud adalah . . .
A. Sel B
B. Sel T CD8
C. Sel T CD4
D. Sel neutrofil
E. Sel fagosit
11. Seorang laki-laki berusia 20 tahun mengeluhkan badannya panas. Panas dirasakan berangsur-angsur
naik terutama pada malam hari dan akan sedikit turun pada pagi harinya. Tipe demam apakah yang
dialami oleh anak ini . . .
A. Septic
B. Hektik (sama dengan septic, tapi turun sampai normal)
C. Remiten (turunnya ga harus pagi hari, tidak sampai normal)
D. Intermiten (sama dgn remiten, cuman sampai normal)
E. Periodic
12. Dalam menghadapi agen infeksi yang masuk, tubuh melawannya melalui respon imun nonspesifik
dan spesifik. Sel berikut ini memiliki peran sebagai fagosit pada respon imun nonspesifik dan APC
pada respon imun spesifik. Sel yang dimaksud adalah . . .
A. Makrofag
B. Neutrofil
C. Dendritik
D. Langerhans
E. Leukosit
13. Respon imun spesifik akan melibatkan humoral dan selular yang mana keduanya saling
bersinggungan. Untuk membantu sel B berdiferensiasi dan berproliferasi diperlukan dari komponen
seluler berikut ini, yaitu . . .
A. APC
B. Sel Tc
C. Sel Th 2 (IL-4, IL-5, IL-10)
D. Sel Th 1 (memanggil sel CD8; IL-2 dan IFN- gamma)
E. Sel CD4
14. Sel T yang beredar di pembuluh darah merupakan sel T yang matang, dimana pematangan tersebut
terjadi didalam kelenjar timus. Sel T precursor akan melalui beberapa tahapan, dalam usahanya
menjadi matang. Sel T yang tidak dapat mengenali MHC diri, maka akan mati (apoptosis). Proses ini
dinamakan . . .
A. Seleksi positif
B. Seleksi negative

C. Seleksi reseptor
D. Seleksi diferensiasi
E. Seleksi proliferasi
15. Sel T precursor akan memiliki molekul CD4 dan CD8 dalam proses awal pematangan sel T. sel ini
disebut juga sebagai double positif. Sel double positif akan berubah menjadi sel dengan hanya
memiliki salah satu molekul dengan cara melalui proses seleksi dibawah ini, yaitu . . .
A. Seleksi positif (infinitas terhadap MHC sendiri)
B. Seleksi negative (tidak dapat membedakan antigen self dan nonself)
C. Seleksi reseptor
D. Seleksi diferensiasi
E. Seleksi proliferasi
16. Komplemen dapat berperan dalam respon imun nonspesifik dan spesifik. Dalam respon imun
spesifik, komplemen akan melalui salah satu jalur berikut ini yaitu . . .
A. Jalur klasik
B. Jalur alternative
C. Jalur lectin
D. Jalur utama
E. Jalur manosa
17. Salah satu respon imun nonspesifik adalah dikeluarkannya molekul stress dari suatu sel jika
terinfeksi mikroba. Sel yang menanggapi molekul stress dari sel tersebut adalah . . .
A. Sel neutrofil
B. Sel dendritik
C. Sel makrofag
D. Sel NK
E. Leukosit
18. Antibody merupakan salah satu respon imun spesifik yang humoral. Antibody memiliki beberapa
peran, diantaranya . . .
A. Netralisasi dan lisis
B. Opsonisasi dan aglutinasi
C. Lisis dan aktivasi komplemen
D. ADCC dan lisis
E. DTH dan Immediate hipersensitivitas
(seharusnya opsonisasi, netralisasi, dan aktivasi komplemen)
19. Seorang laki-laki berusia 35 tahun mengeluhkan demam yang sudah dirasakan selama 3 hari
berturut-turut. Pasien mengatakan jika malam hari panas dirasakan semakin naik dan membuat
pasien menggigil. Pasien juga mengatakan akan menggunakan selimut jika ia menggigil. Pasien
merasa baikan jika keringatnya sudah keluar. Respon yang dialami oleh pasien diatas menunjukkan
peran hipotalamus dalam mengatasi demam yaitu melalui . . .
A. Adaptasi perilaku dan sistem saraf parasimpatis
B. Neuron motorik dan neuron sensorik
C. Sistem saraf simpatis dan parasimpatis
D. Adaptasi perilaku dan sistem saraf simpatis
E. Neuron motorik dan parasimpatis
20. Seorang laki-laki berumur 20 tahun mengalami demam tinggi selama 3 hari berturut-turut. Respon
imun spesifik manakah yang sedang berlangsung pada pasien ini . . .
A. Inflamasi
B. Fagositosis
C. Antibody
D. Komplemen
E. Sitotoksisitas
21. Seorang wanita, umur 20 tahun datang ke IGD RS dikarenakan keluhan timbul kemerahan dan gatalgatal diseluruh tubuh sejak satu hari yang lalu. Pasien mengaku sedang dalam pengobatan epilepsy
oleh dokter, 2 hari terakhir pasien mengkonsumsi obat antikejang jenis baru dari dokter. Dari kasus

diatas diduga pasien mengalami reaksi alergi akibat penggunaan obat antikejang. Mekanisme reaksi
hipersensitivitas yang mungkin pada pasien ini adalah . . .
A. Terjadi polimorfisme genetic pada pasien tersebut
B. Obat tersebut mengalami metabolism oleh CYP450 menjadi metabolit aktif
C. Diduga terjadi gangguan enzim (defisiensi glutation) pada pasien tersebut
D. Terjadi peningkatan stress oksidatif
E. BSSD
22. Pada pasien dengan infeksi HIV dapat terjadi peningkatan reaksi alergi, hal ini disebabkan oleh,
kecuali . . .
A. Peningkatan produksi sitokin dan ekspresi HLA
B. Penggunaan obat jangka panjang
C. Penggunaan obat yang multiple
D. Perubahan metabolism obat
E. Polimorfisme genetik
23. Contoh penggunaan obat yang dapat menyebabkan terjadi intoleransi obat berupa metabolic shift
adalah . . .
A. Penisilin
B. Alupurinol
C. Aspirin
D. Kortikosteroid
E. Kontrasepsi oral
24. Pada penggunaan obat dapson pada penderita kusta sering menimbulkan suatu reaksi alergi. Hal ini
dikarenakan perubahan pada metabolism yang menghasilkan suatu metabolit yang bersifat reaktif
yang disebut . . .
A. Hapten
B. Hidroksilamin
C. N-asetilasi
D. N-hidroksilasi
E. BSSD
25. Pada penggunaan kontrasepsi oral terjadi interaksi obat jika diberikan dengan obat yang menginduksi
enzim spesifik, sehingga menyebabkan dosis kontrasepsi oral tersebut menjadi tidak adekuat. Contoh
obat tersebut adalah . . .
A. Fenobarbital
B. Aspirin
C. Asam valproat
D. Paracetamol
E. BSSD
26. Contoh induksi toleransi obat yang bersifat imunologis non IgE adalah . . .
A. Kotrimoksazol
B. Cefadroxil
C. Quinolon
D. Ampisilin
E. BSSD
27. Seorang pria berusia 35 tahun, timbul bentol-bentol, gatal dan kemerahan di daerah punggung dan
dada. Beberapa jam yang lalu pria tersebut melakukan pemeriksaan radiologi dengan suntikan
kontras. Yang dialami oleh pria tersebut merupakan . . .
A. Psedoalergi
B. Intoleransi
C. Alergi obat
D. Idiosinkrasi
E. BSSD
28. Beberapa penyakit yang mempengaruhi reaksi hipersensitivitas adalah, kecuali . . .
A. HIV/AIDS
B. Infeksi virus Eipsten Barr

C. Fibrosis kistik
D. Leukemia limfatik
E. Penyakit atopi
29. Mekanisme terjadinya resistensi acyclovir akibat :
A. Pengubahan struktur enzim thiamin kinase
B. Pengubahan struktur DNA polymerase
C. Adanya jalur alternative dari proses pembentukan trifosfat tanpa lewat jalur thiamin kinase
D. Semua benar
E. A dan B benar
30. Mother turkey and baby turkey strategy dilakukan virus untuk mempertahankan diri dengan cara . . .
A. Melakukan sistem imun turn of signal pada Fas Ligand dan Fas reseptor
B. Membentuk MHC homolog
C. Meniadakan signal enzim litik
D. Mencegah terjadinya apoptosis sel
E. Mencegah respon aktivasi sitokin dan TNF alpha serta proinflamasi
31. COX 2 expression:
A. Melewati jalur NfKB sebagai jalur konstitutif
B. Family NfKB p50, p65, rel B, p52, p100, dan p34
C. Dapat diaktivasi oleh radikal bebas, virus, bakteri
D. Melewati jalur rel B pada pembentukan sitokin proinflamasi
E. Semua benar
32. Jalur apoptosis melalui:
A. Fas ligan dan caspase 3 pada jalur mitokondria
B. Caspase 8 dan fas ligan melalui jalur death receptor
C. Caspase 3 dan caspase 9 melalui jalur death receptor
D. Bcl-2 dan caspase 3 melalui jalur death receptor
E. Caspase 8 teraktivasi melalui p53 dan melewati jalur apoptosome
33. Mekanisme kerja obat anti HIV
A. Viral fusion inhibitor
B. Protease inhibitor
C. Integrase inhibitor
D. Reverse transcriptase inhibitor
E. Semua benar
34. Oseltamivir
A. Digunakan pada kasus flu hongkong
B. Bekerja sebagai neuroamidase inhibitor
C. Menghambat pelepasan coat virus
D. Semua benar
E. A dan B benar
35. Obat yang digunakan pada kasus hepatitis B dan telah terjadi resistensi kecuali:
A. Lamivudin
B. Zidovudin
C. Entecavir
D. Penciclovir
E. Telbivudine
36. Rabies
A. Pada histopatologi ditemukan adanya negri bodies
B. Diberikan vaksin pada hari ke 1,3,7,14,28
C. Dapat ditularkan melalui anjing, monyet, kucing, kelelawar
D. Brand name vaksin verorab
E. Semua benar
37. Obat pilihan pada kasus varicella dengan kehamilan:
A. Valacyclovir
B. Gancyclovir
C. Methisoprinol

D. Penciclovir
E. Acyclovir
38. Obat pilihan pada kasus cytomegalovirus
A. Acyclovir
B. Interferon
C. Lamivudin
D. Amantadine
E. Cidofovir
39. Pada kasus bells palsy akibat herpes zoster oticus diberikan
A. Kortikosteroid
B. Acyclovir
C. Cinnarizine
D. Semua benar
E. A dan B benar
40. Obat-obat dibawah ini berfungsi sebagai imunomodulator, kecuali:
A. Astaksantin
B. Beta glucan
C. Reishi mushroom
D. Methisoprinol
E. Orthosipon
41. Tatalaksana meningitis bacterial, kecuali:
A. Ampicilin + kloramfenikol
B. Ceftriaxon
C. Levofloksasin
D. Gentamisin + amfoterisin B
E. Ceftriaxon + meropenem
42. Kortikosteroid kecuali:
A. Memacu produksi sumsum tulang
B. Dapat terjadi peningkatan resiko terjadinya polisitemia vera
C. Efek samping hiperglikemia
D. Boleh digunakan pada kasus trauma kepala
E. Dapat digunakan pada kasus meningitis untuk menceah perlengketan jaringan otak
43. NfKB:
A. Memacu pembentukan IL-1 beta
B. Memacu pembentukan TNF alfa
C. Memavu pembentukan COX 2
D. Semua benar
E. A dan B benar
Ilustrasi kasus untuk nomor 44-48
An. Infe, 2 bulan, 4 kg, datang ke tempat praktek dr. anda dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu.
Ibunya mengatakan bahwa anaknya tersebut sering demam dalam 2 minggu terakhir ini. Riwaya persalinan
cukup bulan, dengan BB lahir 2,4 kg, PB lahir 48 cm. sampai saat ini anaknnya belum pernah mendapat
imunisasi apapun juga. Dari anamnesa didapatkan bahwa ibu pasien pernah mengidap penyakit paru, dan
mendapat pengobatan selama 6 bulan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,6 o C, yang lain dalam
batas normal.
44. Terapi farmakologi yang tepat untuk pasien tersebut adalah
A. Pemberian vitamin A
B. Pemberian antibiotic
C. Pemberian antipiretik
D. Pemberian imunisasi BCG
E. Pemberian imunostimulan
45. Resep rasional berikut yang sesuai adalah
A. R/parasetamol tablet 100 mg No. VI

S 2 dd tab p.r.n
B. R/parasetamol tablet 250 mg No. VI
S 3 dd tab p.r.n
C. R/ sirup parasetamol tablet 125 mg/ml No. I
S 3 dd cth 1 p.r.n
D. R/parasetamol oral drops 60 mg/ml No. I
S 3 dd 1 ml p.r.n
E. R/parasetamol tablet 500 mg No. II
m.f pulv No. X
S 3 dd pulv 1 p.r.n
46. Mekanisme kerja dari obat yang diresepkan tersebut adalah
A. Bakterisid
B. Bakteriostatik
C. Menghambat sintesis PGE2
D. Menghambat selektif COX 1
E. BSSD
47. Imunisasi yang tepat diberikan pada pasien tersebut adalah
A. Polio
B. Hepatitis B
C. BCG
D. DPT
E. Campak
48. Imunisasi tersebut (no. 47) termasuk ke dalam golongan imunostimulan. Pernyataan berikut yang
tidak sesuai adalah . . .
A. Digunakan untuk mencegah penyakit infeksi bakteri
B. Digunakan untuk menghambat progresifitas infeksi virus
C. Diberikan pada pasien usia 0-2 bulan
D. Merupakan bakteri yang dilemahkan
E. BSSD
49. Glukokortikoid merupakan salah satu golongan imunosupresan. Pernyataan berikut yang sesuai
dengan mekanisme kerja glukokortikoid adalah . . .
A. Menghambat ekspresi gen yang mengkode sitokin
B. Menghambat opsonisasi oleh komplemen
C. Menghambat proliferasi sel T
D. A dan B benar
E. A dan C benar
50. Dosis yang dianjurkan untuk penggunaan glukokortikoid sebagai imunosupresan adalah . . .
A. 10-15 mg/kgBB/ kali pemberian
B. 5-15 mg/kgBB/kali
C. 10-20 mg/kgBB/hari
D. 10-100 mg/ hari
E. 100 mg/ hari
51. Mekanisme berikut merupakan faktor terjadinya penyakit autoimun, kecuali . . .
A. Infeksi
B. Mimikri
C. Genetic
D. Sel T poliklonal
E. Obat-obatan
Untuk soal no. 52-53
Seorang wanita usia 17 tahun mengalami kelemahan pada derah ekstremita disertai rasa baal yang dimulai
dari ujung kaki menjalar hingga kedua tangannya. Hal ini tiba-tiba ia rasakan sejak 1 hari yang lalu.
Menurut pengakuannya, sekitar 1 bulan yang lalu ia mengalami influenza, namun sembuh sendiri.
52. Apa diagnose yang tepat untuk kasus diatas?

A. Myasthenia gravis
B. GBS
C. Demam reuma
D. Sicca complex
E. RA
53. Penyakit yang dialami wanita tersebut merupakan salah satu bentuk penyakit autoimun yang
mengenai . . .
A. Reseptor aseilkolin pada neurotransmitter junction (myasthenia gravis)
B. Gangliosides saraf perifer
C. Sel-sel otot jantung
D. Epitel kelenjar lakrimalis dan saliva
E. Membrane basalis glomerulus
Untuk soal no. 54-55
Seorang pria usia 35 tahun mengalami batuk berdarah disertai urin berwarna kemerahan sehak 1 bulan
terakhir. Tidak ada demam maupun penurunan berat badan. Menurut dokter yang memeriksanya, pria
tersebut didiagnosa mengalami penyakit autoimun.
54. Apa diagnosis yang tepat untuk penyakit diatas?
A. Sindrom Goodpasture (infeksi pada glomerulus dan alveolus)
B. Sindrom Sjorgen
C. Scleroderma
D. Anemia hemolitik autoimun
E. SLE
55. Apa penyebab yang mendasari terjadinya penyakit tersebut?
A. Adanya anti asam nukleat
B. Adanya antibody terhadap kolagen tipe IV
C. Adanya antigen yang meliputi membrane sel darah merah
D. Adanya antibody terhadap epitel kelenjar lakrimalis
E. Adanya antibody terhadap rheumatoid faktor
56. Seorang anak perempuan usia 12 tahun diduga mengalami anemia kronis sejak 3 bulan terakhir.
Sejak 3 bulan terakhir, sering timbul lebam pada kulit dan sering terjadi perdarahan gusi serta
mimisan. Apa penyakit yang diderita oleh wanita ini?
A. Anemia hemolitik autoimun
B. Anemia defisiensi besi
C. Trombositopenia idiopatik
D. Leukemia akut
E. Anemia pernisiosa
57. Salah satu penyakit autoimun yang cukup berbahaya yaitu tirotoksikosis yang ditandai denfan
palpitasi, BB turun, dan gejala hipertiroid lainnya. Apakah hal yang mendasari terjadinya penyakit
ini?
A. Antibody terhadap sel B pulau langerhans
B. Antibody terhadap double strain DNA diri sendiri
C. Antibody terhadap tiroglobulin
D. Antibody terhadap reseptor TSH (dGrave)
E. Antibody terhadap epitel kelenjar tiroid
58. Hal berikut adalah keadaan/kondisi yang berkaitan dengan sindrom CREST pada scleroderma,
kecuali:
A. Calcinosis
B. Fenomena raynaud
C. Dismolitas esophagus
D. Sklerodaktili
E. Thalasemia (Telangiektasis)
59. Pernyataan dibawah ini sesuai dengan postulat Koch, kecuali

A. Mikroba harus ada dalam setiap kasus penyakit


B. Mikroba harus dapat diisolasi dari hospes yang sakit dan alat tumbuh dalam kultur murni
C. Penyakit ini harus dihasilkan kembali jika kultur murni dipaparkan ke host yang rentan tetapi
tidak sakit
D. Mikroba harus diperoleh kembali dari host yang diinfeksi secara eksperimental
E. Mikroba harus dapat dikultur secara in vitro
60. Seorang laki-laki, 40 tahun, seorang tukang kebun datang ke IGD RS dengan keluhan kaki kanannya
bengkak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan eritema pada kaki kanan, nyeri, dan terasa panas. Pasien
mengaku jarang menggunakan alas kaki saat berkebun. Enzim yang dimiliki oleh bakteri yang
berperan pada pathogenesis penyakit tersebut adalah . . .
A. Collagenase
B. Streptokinase
C. Koagulase
D. Leukosidin
E. IgA protease
61. Seorang laki-laki 35 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan kekakuan pada otot. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan trismus dan spasme otot berulang kali. Berdasarkan keterangan
keluarga, dua hari yang lalu pasien tertusuk paku berkarat. Faktor virulensi yang berperan pada
penyakit ini adalah . . .
A. Cytotoxin (merusak sel secara umum)
B. Neurotoxin
C. Enterotoxin (sel di mukosa usus)
D. Endotoxin (lipid A=> demam, inflamasi, syok, darah beku)
E. Lipid A
62. Berikut merupakan faktor virulensi yang terdapat pada bakteri, kecuali:
A. Faktor adhesi
B. Toksin
C. Faktor antifagosit
D. Phenotypic switching
E. Sideropore
63. TSST. Toksin yang berperan adalah:
A. Endotoksin
B. Membrane disrupting toxin
C. Superantigen
D. Toxin A-B
E. Lipid A
64. Berikut merupakan faktor virulensi yang terdapat pada jamur, kecuali:
A. Phenotype switching
B. Sideropore
C. Morphological dimorphism
D. Molekul adhesi
E. Sekresi senzim hidrolitik
65. Seorang wanita berusia 25 thun datang ke dokter ahli kandungan dengan keluhan adanya secret
vagina kambuhan disertai dengan perasaan seperti terbakar dan gatal. Pemeriksaan fisik
menunjukkan adanya eritema dan pembengkakan vagina. Pemeriksaan mikroskopik langsung secret
vagina menggunakan KOH 10% memperlihatkan adanya sel-sel ragi. Perubahan fenotipe yang
terjadi pada jamur yang diduga menginfeksi adalah: (Cryptococcus neoformans)
A. Perubahan koloni opaque menjadi koloni berwarna putih
B. Jamur menghasilkan melanin
C. Perubahan dari bentuk pseudohypa menjadi hypa
D. Menghasilkan aflatoxin
E. Mensekresi enzim lipase
66. Seorang wanita, 39 tahun terinfeksi HIV, datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit kepala berat
dan disorientasi yang semakin menghebat. Saat di rawat di RS, dilakukan pemeriksaan dengan tinta

india pada cairan otak yang menunjukkan sel ragi dikelilingi oleh kapsul. Adapun faktor virulensi
jamur yang berperan pada penyakit ini adalah:
A. Menghasilkan glikotoxin
B. Menghasilkan aflatoxin
C. Menghasilkan manitol
D. Menghasilkan SAP 2
E. Mensekresikan enzim lipase
67. Sekresi enzim hidrolitik pada jamur berperan pada hal berikut, kecuali:
A. Merusak jaringan host
B. Penyebaranluasan penyakit
C. Berperan pada proses nutrisi
D. Pengambilan zat besi
E. Mempermudah fagositosis
68. Seorang anak laki-laki, 9 tahun datang ke praktek dokter anak dengan keluhan adanya benjolan pada
wajah selama 2 minggu. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya nodul multiple, tidak nyeri, berwarna
seperti daging tanpa ada tanda peradangan. Anak tersebut di diagnosis menderita moluskum
kontangiosum. Berdasarkan virus penyebab, maka mekanisme masuk virus ke dalam sel host adalah:
A. Secara langsung (poliovirus)
B. Endositosis (poxvirus)
C. Eksositosis
D. Fusi (influenza)
E. Pinositosis
69. Seorang pria 20 tahundi bawa ke IGD RS oleh teman sekamarnya karena rasa baal pada lengan dan
tangannya, iritabilitas, suka melawan, dan serangan hiperaktivitas selama seminggu terakhir. Ia
menolah minum cairan apapun. Kakinya digigit oleh seekor anjing sekitar 1 bulan yang lalu, namun
tidak diberi pengobatan. Apabila dilakukan pemeriksaan patologi anatomi pada kasus serupa, maka
dapat ditemukan:
A. Owls eye
B. Cowdry tipe A
C. Negri bodies
D. Intranuklear basophilic
E. Intracytoplasmic acidophilic
70. Perubahan atau transformasi sel yang disebabkan oleh virus onkogen melalui beberapa mekanisme,
kecuali:
A. Pertumbuhan terus menerus
B. Perubahan metabolism sel
C. Penurunan pertumbuhan sel
D. Kehilangan penghambatan pertumbuhan sel
E. Perubahan morfologi sel
71. Virus influenza berdasarkan kemampuan dan kecepatan respon imun individu, merupakan jenis
infeksi:
A. Infeksi akut
B. Infeksi persisten
C. Infeksi laten
D. Reaktivasi
E. Slow virus infection
72. Seorang pasien, usia 32 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan penurunan kesadaran sejak 4 jam yang
lalu. Dari anamnesis didaparkan riwayat demam 3 hari. Disertai nyeri tenggorokan dan nyeri kepala.
Dari pemeriksaan didapatkan: kesadaran: koma, TD 110/80, nadi: 92x/menit, RR: 24x/menit, suhu
39 oC, kaku kuduk (+), kernig sign (+). Pasien kemudian dirawat di ICU. Setelah 5 hari perawatan di
RS, pasien tampak sesak. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, pasien didiagnoa
menderita pneumonia. Berikut benar mengenai pengambilan specimen darah untuk kultur dari pasien
tersebut:

A. Darah harus diambil saat pasien tidak demam


B. Volume darah yang diambil paling banyak 10 ml
C. Darah harus diambil saat periode pasien demam tinggi
D. Pungsi darah cukup dilakukan pada satu lokasi
E. Darah yang diambil diberikan antikoagulan berupa heparin selama transportasi ke lab
73. Seorang pasien usia 40 tahun datang dengan keluhan diare berdarah dan disertai lender, frekuensi >
8x/ hari sejak 1 hari yang lalu. Pasien tampak lemas. Dari Pemfis didapatkan: TD 90/60, RR 20x,
Pulse 104x, suhu 38,8 oC. Dari pemeriksaan feses didapatkan bakteri gram negative bentuk batang.
Dari kultur feses didapatkan bakteri tersebut resisten terhadap cephalosporin dan aztreonam. Pasien
tersebut mengalami infeksi yang diakibatkan oleh bakteri yang multiresisten terhadapt antibiotic
yang termasuk ke dalam kelompok:
A. MRSA
B. ESBL
C. CHE class B beta-laktamase
D. MDRS
E. VRE
74. Berikut ini pernyataan yang benar mengenai HAI:
A. Terdapatnya kolonisasi bakteri pada kulit tapi tidak menimbulkan gejala
B. Infeksi yang berkaitan dengan komplikasi dari penyakit saat pasien masuk RS
C. Infeksi local atau sistemik yang terjadi selama perawatan tapi dipastikan tidak ada saat awal
masuk RS
D. Infeksi pada bayi yang terjadi kurang dari sama dengan 48 jam setelah kelahiran dan
diakibatkan oleh penyakitpenyakit yang ditularkan transplasenta
E. Inflamasi yang terjadi sebagai respon terhadap trauma
75.