NAMA : SITI KHOIRUN NISA
KELAS : AKS-R31/18
NPM : 18308009
1. Pada sistem imun adaptif, molekul yang berfungsi mengenali antigen adalah
a. Toll like reseptor
b. Dendritik reseptor
c. Mannosa reseptor
d. Sel B reseptor
e. Endotel reseptor
2. Imunoglobulin yang berfungsi sebagai reseptor sel B adalah
a. IgA dan IgE
b. IgE dan IgG
c. IgG dan IgA
d. IgE dan IgM
e. IgM dan IgD
3. Antibodi
a. Terdiri atas 2 rantai berat dan 4 rantai ringan
b. Rantai berat berikatan dengan satu sama lain oleh ikatan hidrogen
c. Constan region berfungsi mengikat sel seperti sel mast dan eosinofil
d. Rantai ringan tidak memiliki constant region
e. Variable region tertanam pada membran sel
4. Reseptor sel T
a. Terutama terdiri dari rantai αβ
b. Berfungsi mengenali MHC
c. Tidak terdapat pada sel T efektor
d. Terdiri atas Fc dan Fb
e. Bisa bersifat soluble
5. Reseptor sel B atau sel T
a. Terbentuk akbiat proses cloning
b. Variasinya lebih sedikit dari jumlah pathogen yang ada didalam
c. Proses yang terjadi meliputi seleksi-proliferasi-ekspresi reseptor
d. Semua jenis reseptor yang dibuat di bone marrow atau thymus diedarkan
diperifer (limfonodus)
e. Terbentuk akibat rekombinasi dari segmen V(D)J
6. Sirkulasi dari sel T/sel B naive dari satu limfonodus ke limfonodus lainnya disebut
a. Homing
b. Migrasi
c. Lisensing
d. Aktifasi
e. Seleksi
7. Pasangan yang benar pada proses aktifasi sel T oleh APC
a. B7-TCR
b. TCR-MHC
c. CD4-peptida
d. CD8-MHC
e. iCAM1-CD28
8. Co-reseptor
a. B7
b. CD8
c. TCR
d. MHC
e. iCAM-1
9. Aktifasi sel T pada cellular mediated immunity dimulai dari pengenalan
a. Peptide oleh TCR
b. Kuman oleh Toll Like Reseptor
c. Glukosa oleh IgM
d. Kuman oleh sel dendritik
e. Protein oleh TCR
10. Salah satu reseptor complex pada sel T
a. B7
b. TCR
c. MHC
d. iCAM1
e. CD3
11. Merupakan komponen dari BCR kompleks
a. Molekul ζ dan Igµ
b. Igα dan Igβ
c. CD3 dan Igβ
d. Molekul ζ dan Igα
e. CD3 dan Molekul ζ
12. Naive CD8 setelah mengalamin aktifasi dapat menjadi efektor yaitu
a. CD8Th1
b. CD8Th2
c. CD8CTL
d. CD8CD3
e. CD8NK
13. Efektor CD4Th1 melakukan migrasi ke area infeksi
a. Melalui afferent limfonodus
b. Untuk menolong sel yang terinfeksi
c. Difasilitasi oleh molekul adhesi
d. Mengeluarkan IFN-ɤ
e. Untuk membunuh sel yang terinfeksi
14. Sitokin yang bekerja pada sel yang didekatnya disebut bersifat
a. Endocrine
b. Autocrine
c. Redundancy
d. Pleiotropism
e. Paracrine
15. Cytomegalo virus dapat menghindari respon imun dengan cara
a. Mengikat TAP
b. Menghambat pelepasan IFN-ɤ
c. Menghambat display MHC
d. Menghambat fusi fagosom-lisosom
e. Mengikat IFN-ɤ
16. NK sel membantu sel yang terinfeksi jika sel tersebut
a. Mendisplay peptida yang diikat MHC II
b. Mendsiplay peptida yang diikat MHC I
c. Melepaskan IL-12
d. Tidak mengeluarkan sitokin
e. Melepaskan IL-2
17. Reseptor sel B mengangkap pathogen yang berbentuk
a. Asam Amino
b. RNA
c. DNA
d. Peptida
e. Makromolekul
18. Setelah sel B melakukan konfirmasi dengan sel T yang terjadi adalah, sel B
a. Bergerak ke area sel T
b. Menuju germinal center
c. Keluar melalui afferent lymphonodus
d. Masuk ke sel dendritik
e. Melepaskan IFN
19. Heavy chain berganti isotype
a. Isotype switching
b. Affinitas maturasi
c. Netralisasi
d. Opsonisasi
e. Licensing
20. Efektor antibody terhadap patogen ekstraseluler dalam ukuran besar seperti cacing
a. Netralisasi
b. Opsonisasi
c. Fagositosis
d. ADCC
e. Aktifitas komplemen
21. Seorang pria berusia 17 tahun menderita infeksi bakteri pada traktus digestivus sejak
8 jari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya demam, ngilu pada otot
betis, ikterus dan pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan titer IgM
terhadap antigen spesifik Laptospira Icterohaemorrhagica. Mekanisme efektor dari
sistem imun humoral yang terjadi sehingga meningkatnya titer IgM dapat melalui
pathway:
a. Pembentukan memori sel B oleh TGF Beta
b. Adanya signal transuksi terhadap TLR-4 oleh LPS I, Icterohaemorrhagica
c. Adanya penekanan proliferasi CD8 oleh SOCS-3
d. Peningkatan aktifitas chitotriosidase dalam serum
e. Penekanan memori sel CD8 oleh SOCS-1
22. Proses awal fagositosis terhadap sel bakteri disebut:
a. Engulfment
b. Chemotaxis
c. Formasi fagosom
d. Fusion
e. Digestion
23. Sitokin yang berfungsi dalam menginduksi demam pada infeksi bakteri:
a. IL-12
b. IL-8
c. IL-1
d. IL-5
e. IL-9
24. Hal dibawah ini merupakan komponen utama yang bersifat antigenik kuat dari
mikroorganisme Gram Negatif:
a. Peptidoglikan
b. Lipopolisakarida
c. Asam mikolik
d. Lipoprotein
e. Phenolic Glycolipid-1 (PGL-1)
25. Jenis sitokin yang berfungsi sebagai antiviral:
a. IL-10
b. INF –α
c. TGF beta
d. IL-1
e. TNF-α
26. Seorang laki-laki berusia 26 tahun yang didiagnosa suspek demam tifoid mengalami
melena lidah kotor, subcomatous. Selain pemeriksaan kultur darah sebagai
pemeriksaan konfirmasi labolatorium dapat dilakukan juga pemeriksaan erologis
yang tepat dengan tes:
a. Haemogglutination test
b. Lateral flow
c. Microscopic Agglutination Test (MAT)
d. Floculation Test
e. Complement Fixation Test
27. Pemeriksaan serologis pada penderita demam tifoid untuk mendeteksi
imunoglobulin
a. IgA
b. IgD
c. IgE
d. IgG
e. IgM
28. Seorang laki-laki umur 36 tahun Guru SD datang ke Poliklinik THT dengan riwayat
sering bersin disertai ingus encer dan hidung tersumbat. Gejala ini dirasakan sejak 1
tahun yang lalu dan sangat mengganggu dalam melaksanakan tugas sehari-hari
sebagai guru. Riwayat asma pada waktu kecil (+)
Diagnosis yang paling mungkin untuk kasus diatas adalah:
a. Rhinitis alergi intermitten sedang
b. Rhinitis alergi persisten berat
c. Rhinitis alergi persisten sedang
d. Rhinitis alergi persisten sedang-berat
e. Rhinitis alergi intermitten berat
29. Tes invivo yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis kasus diatas adalah:
a. Pemeriksaan Foto Sinus Paranasalis
b. Skin Prict Test
c. Pemeriksaan kadar eosinofil darah
d. Nasal sitologi
e. Imunoterapis
30. Komplikasi yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah, KECUALI
a. Otitis media
b. Sinusitis
c. Ozaena
d. Polip nasi
e. Asma bronkhiale
31. Rinitis alergi merupakan problem kesehatan global sebab, kecuali
a. Mengenai 10-25% dari populasi dunia
b. Biaya pengobatan besar
c. Mortalitas tinggi
d. Dapat menyebabkan gangguan tidur
e. Dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup
32. Sel inflamasi yang sering ditemukan pada mukosa hidung pada Rinitis Alergi adalah
a. Sel Eosinofil
b. Sel Neutrofil
c. Sel Limfosit
d. Sel Eritrosit
e. Sel Trombosit
33. Setelah pemberian parasetamol, seorang penderita mengalami urtikaria. Dokter
memberikan obat loratadine. Obat ini adalah
a. Antihistamin generasi I
b. Antihistamin generasi II
c. Antihistamin generasi III
d. Antihistamin generasi IV
e. Antihistamin generasi V
34. Setelah pemberian ampisilin, seorang penderita mengalami utrikaria. Penyakit ini
adalah:
a. Reaksi alergi tipe I
b. Reaksi alergi tipe II
c. Reaksi alergi tipe III
d. Reaksi alergi tipe IV
e. Reaksi alergi tipe V
35. Setelah pemberian parasetamol, seorang penderita mengalami urtikaria. Dokter
memberikan obat chlor pheniramine maleat. Efek samping obat ini adalah
a. Tidak bisa tidur
b. Hipertensi
c. Hipotensi
d. Mual-muntak
e. Mengantuk
36. Setelah pemberian parasetamol, seorang penderita mengalami urtikaria. Dokter
memberikan loratadine. Cara pemberian obat ini adalah:
a. Intra muskular
b. Intra vena
c. Intra thecal
d. Per oral
e. Subkutan
37. Pada syok anafilaksi, obat yang terpilih adalah adrenalin. Efek samping obat ini
adalah
a. Bronkhokonstriksi
b. Vasodilatasi kapiler
c. Takhikardi
d. Hipotensi
e. Mengantuk
38. Yang bukan merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi adalah
a. Status gizi
b. Kualitas vaksin
c. Kuantitas vaksin
d. Harga vaksin
e. Frekuensi pemberian
39. Yang benar mengenai imunisasi adalah
a. Respon imun pada anak kurang gizi buruk lebih baik daripada gizi baik
b. Pada penderita Leukemia lebih baik di imunisasi dengan vaksin hidup yang
dilemahkan
c. Imunisasi termasuk dalam pencegahan sekunder
d. Imunisasi lebih ditujukan untuk merangsang innate immunity
e. Imunisasi ditujukan untuk menghilangkan suatu penyakit pada kelompok
masyarakat.
40. Manakah pernyataan dibawah ini yang benar
a. Vaksin polio sebaiknya diberikan bersamaan dengan ASI
b. Vaksinasi pada masa neonatus hasilnya lebih baik dari masa anak-anak
c. Jarak pemberian vaksinasi tidak berpengaruh terhadap hasil vaksinasi
d. Reaksi Arthus terjadi karena kontaminasi kuman saat vaksinasi
e. Ajuvan adalah zat yang secara non spesifik meningkatkan respon imun
41. Di bawah merupakan pernyataan yang benar tentang ajuvan
a. Zat yang spesifik
b. Tidak berpengaruh terhadap imunitas penjamu
c. Bisa mengaktivasi APC (Antigen Precenting Cell)
d. Berguna supaya vaksin tidak terlokalisir pada tempat pemberian
e. Menurunkan respon imun penjamu
42. Kelainan organ tubuh yang sering terlibat atau terkena pada penyakit PHS adalah:
a. Kulit
b. Ginjal
c. Sendi
d. Mata
e. Abdomen
43. Penyakit vaskulitis yang menyerang saluran respirasi adalah
a. PHS
b. Penyakit Kawasaki
c. Poliarteritis nodosa
d. Penyakit Takayasu
e. Wegener granulomatosis
44. Hasil pemeriksaan labolatorium berikut menunjang diagnosis penyakit poliarteritis
nodosa (PAN) yaitu:
a. Anemia makrositik
b. Lekopenia
c. Sedimen urin selalu normal
d. Didapatkan faktor von willebrand
45. Pemeriksaan labolatorium yang menggunakan metode aglutinasi adalah:
a. Tes Widal
b. Tes anti TPO
c. Tes B-hCG urin
d. Tes B-hCG darah
e. Tes anti HIV
46. Pemeriksaan anti TPO menggunakan metode:
a. Aglutinasi
b. EIA
c. Elektroforesis
d. ELISA
e. Flow cytometry
47. Pemeriksaan B-hCG urin menggunakan metode:
a. Aglutinasi
b. EIA
c. Elektroforesis
d. Immunochromatography
e. Floc cytometry
48. Metode western blot, digunakan untuk konfirmasi pemeriksaan labolatorium
a. Tes anti TPO
b. Tes anti HIV
c. Tes B-hCG urin
d. Tes B-hCG darah
e. Tes Widal
49. Metode pemeriksaan elektoforesis adalah:
a. Gabungan imunodefisiensi ganda dan listrik
b. Imunodifusi aktif
c. Elektroimunodifusi, kuantitatif
d. Pemisahan protein pada medan listrik
e. Mengukur cahaya dengan medan listrik
50. Asam amino yang merupakan sumber energi limfosit dan mukosa saluran cerna
sehingga mencegah atrofi mukosa dan translokasi bakteri:
a. Arginin
b. Glutamin
c. Triptofan
d. Tirosin
e. Metionin
51. Seorang laki-laki 26 tahun mengalami nyeri perut dan berak darah setelah
mengkonsumsi roti. Dokter mendiagnosa pasien ini menderita penyakit celiac.
Mekanisme imunologi yang mendasari penyakit ini adalah:
a. Hipersensitivitas tipe I
b. Hipersensitivitas tipe II
c. Hipersensitivitas tipe III
d. Hipersensitivitas tipe IV
e. Benar semua
52. Bentuk intoleransi makanan yang paling sering ditemukan di Asia
a. Penilketonuria
b. Intoleransi laktosa
c. Intoleransi biogenic amin
d. Intoleransi terhadap MSG
e. Intoleransi terhadap food additive
53. Sifat-sifat reaksi hipersensitivitas pada makanan:
a. Paling banyak adalah reaksi hipersensitivitas tipe 2
b. Reaksi hipersensitivitas tipe 1 biasanya tidak multiorgan
c. Reaksi hipersensitivitas tipe 4 dimediasi oleh IgE
d. Reaksi hipersensitivitas tipe 2 biasanya berupa kelainan kulit
e. Reaksi alergi susu dapat melibatkan IgE dan non-IgE
54. Pernyataan yang benar tentang Reaksi Negatif terhadap makanan
a. Reaksi toksik hanya mengenai orang tertentu saja
b. Reaksi enzimatik akibat kelebihan enzim dalam tubuh
c. Reaksi farmakologik akibat konsumsi makanan dan obat secara bersamaan
d. Reaksi non-imunologik disebut intoleransi makanan
e. Reaksi imunologi dan non-imunologik gejalanya berbeda
55. Tes yang paling terpercaya untuk diagnosa alergi makanan
a. Skin test
b. IgE
c. RAST
d. Food challenge
e. IgG4
56. Yang termasuk ciri khas penyakit asma ialah:
a. Sesak waktu beraktifitas
b. Inflamasi saluran napas
c. Batuk dengan lendir banyak
d. Bunyi inspirasi lebih panjang dari pada bunyi ekspirasi
e. FEV1 naik lebih 15% setelah inhalasi agonis β2
57. ‘Hyperresponsiveness” saluran napas pada asma disebabkan oleh
a. Latihan yang mengeluarkan banyak keringat
b. Inflamasi eosinofilik pada saluran napas
c. Infeksi bakteri pada saluran napas
d. Spasme otot polos bronkus
e. Faktor psikis
58. Obat utama penyakit asma dalm serangan akut ialah
a. Sedativa
b. Antitusif
c. Antihistamin
d. Inhalasi “LABA”
e. Inhalasi “SABA” + Kortikosteroid
59. Obat yang bisa ditambahkan pada asma yang sering kumat dan kurang mampan
dengan terapi biasa adalah
a. Salisilat
b. Mukolitik
c. Beta-Blocker
d. Antileukotrien
e. Antiinflamasi nonsteroid
60. Seorang ibu datang membawa anak laki-laki usia 7 bulan dengan keluhan gatal dan
rewel. Sudah dialami 1 tahun kadang sembuh lalu kambuh lagi. Pada pemeriksaan
fisik ditemukan plak eritem, madidians dikedua pipi, krusta. Riwayat alergi makanan
belum diketahui. Diagnosis penyakit anak tersebut:
a. Dermatitis Atopik
b. Dermatitis numuler
c. Dermatitis kontak alergi
d. Dermatitis kontak iritan
e. Dermatitis seborroik
61. Seorang pria berusia 15 tahun datang ke poli dengan keluhan gatal di lipatan lutut
sejak 2 minggu yang lalu, sudah diderita sekitar 3 tahun, sering berulang biasanya
dilipat sikunya juga terkena. Lesi kulit papul eritem dan likenifikasi. Pasien gemar
makan telur. Apa diagnosis banding yang tepat pada pasien ini?
a. Psoriasis vulgaris
b. Dermatitis kontak
c. Dermatitis atopik
d. Dermatitis kutis
e. Dermatitis numular
62. Dasar penyakit Dermatitis Atopik jika ditinjau dari mekanisme dasar penyakit
termasuk hipersensitivitas (menurut Comb & Gell)
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe III
d. Tipe IV
e. Tipe V
63. Laki-laki 7 bulan dengan keluhan gatal dan kemerahan dikedua pipi. Diagnosis
penyakitnya Dermatitis atopik akut. Maka patomekanisme penyakitnya diperankan
oleh?
a. Sel T helper 1
b. Sel T helper 2
c. Sel T regulator
d. Sel T sitotoksik
e. Sel T memori
64. Seorang wanita 40 tahun sejak 2 hari mengeluh gatal dan kemerahan seluruh badan
seperti sarampah setelah demam 3 hari yang lalu dan minum obat demam. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan bercak merah diseluruh badan, agak hangat pada
perabaan. Diagnosis yang tepat adalah:
a. Erupsi obat alergik
b. Dermatitis seborroik
c. Pemfigus vulgaris
d. Psoriasis vulgaris
e. Varicella
65. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke UGD dengan keadaan lemah, bercak
merah diseluruh tubuh, mata merah dan bibir pecah-pecah terkelupas sejak 5 hari
yang lalu awalnya hanya bercak kemerahan dan gatal. Diagnosis yang mungkin
adalah?
a. Sindrom Steven Johnson
b. Eritema multiforme minor
c. Nekrolisis epidermal toksik
d. Staphyloccal scald skin syndrome
e. Pemfigus vulgaris
66. Seorang laki-laki berusia 37 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal diwajah
dan badan, pada pemeriksaan fisik tampak papul polimorf. Dikedua lengan dan
tungkai terdapat tatto. Keluhan lain berat badan menurun drastis dalam 1 bulan
terakhir. Penderita sudah berobat ke puskesmas tapi tidak ada perubahan hasil
pemeriksaan dokter ada TB (Tuberkulosis Paru). Apa penyebab yang paling mungkin
untuk kasus diatas?
a. Human Immunodeficiency Virus
b. Human Papilloma Virus
c. Varicella Zoster Virus
d. Hepatitis Virus
e. Herpes Simpleks Virus
67. Yang tidak bisa menularkan Human Immunodeficiency Virus adalah:
a. Air susu Ibu
b. Air liur
c. Hubungan sexual
d. Darah yang sudah terkontaminasi
e. Jarum suntik
68. Seorang wanita usia 26 tahun menderita HIV/AIDS, virus ini masuk menembus CD4
menggunakan?
a. Gp120 dan Gp41
b. Gp160 dan Gp41
c. P17 dan P24
d. P 7 dan P 9
e. CXCR4 dan CCR5
69. Proses Clonal Deletion limfosit dalam maturasi adalah
a. Apoptosis Clone Limfosit yang berespon kuat terhadap antigen self
b. Apoptosis Clone Limfosit yang bereaksi lemah terhadap antigen self
c. Inaktipasi Clone Limfosit yang berespon terhadap antigen self
d. Inaktipasi Clone Limfosit yang bereaksi trerhadap antigen asing
e. Apoptosis Clone Limfosit yang bereaksi terhadap antigen asing
70. Reseptor editing yang terjadi pada central tolerance terjadi pada
a. Reseptor sel T yang autoreaktif diperbaiki menjadi tidak autoreaktif aktif
b. Reseptor sel B yang autoreaktif diperbaiki menjadi tidak autoreaktif lagi
c. Reseptor sel T diedit agar bisa menangkap lebih dari satu jenis antigen
d. Reseptor sel B diedit agar bisa menangkap lebih dari satu jenis antigen
e. Reseptor sel B diedit untuk bisa bereaksi dengan antigen self
71. Penyakit autoimun bisa muncul dari limfosit autoreaktif yang mengalami:
a. Clonal deletion
b. Clonal anergy
c. Reseptor editing
d. Menjadi regulatory T cells
e. Positif selection
72. Jenis imun yang paling diandalkan melawan sel tumor adalah:
a. Makrofag
b. Antibodi
c. Limfosit T
d. NK cell
e. Neutrofil
73. Tumor antigen dapat muncul akibat dari, KECUALI
a. Mutasi gen yang memang berkaitan dengan proses terjadinya tumor
b. Mutasi gen yang tidak ada kaitannya dengan proses terjadinya tumor
c. Adanya gen virus yang diselipkan virus dalam DNA sel
d. Aktifnya kembali gen yang sebenarnya hanya aktif waktu foetus (antigen
onkofetal)
e. Ekspresi Glycoprotein dan Glycolipid antigens
74. Penyakit yang masuk autoimun, kecuali
a. Rheumatic fever
b. Diabetes Tipe I
c. Dengue fever
d. Scleroderma
e. Systemic Lupus Erythematous
75. Seorang pria 51 tahun telah menjalani transplantasi ginjal. Selama menjalani
perawatan pasca operasi, pasien tersebut mengalami penurunan fungsi ginjal, graft
rejection yang terjadi adalah:
a. Hyperacute rejection
b. Acute rejection oleh telah terbentuknya antibodi terhadap sel endotel ginjal
c. Acute rejection oleh telah terbentuknya sel Tc (CTL) yang membentuk sel endotel
ginjal
d. Chronic rejection oleh karena terbentuknya sel Tc (CTL) yang membunuh sel
endotel ginjal
e. Chronic rejection oleh karena terbentuknya sel CD4 yang memicu terbentuknya
arteriosclerosis pada pembuluh darah ginjal (DTH)
76. Penolakan jaringan transplantasi/allograft rejection, terjadi karena sistem imun
recepient melihat allograft sebagai sesuatu asing, ini disebabkan karena:
a. Adanya perbedaan struktur histology dengan jaringan penerima
b. Adanya perbedaan molekul MHC dengan jaringan penerima
c. Adanya perbedaan molekul membran sel dengan jaringan penerima
d. Adanya perbedaan golongan darah antara penerima dan donor
e. Adanya perbedaan antigen asing yang dikenal oleh recepient
77. Hal-hal dibawah ini terjadi pada “Chronic Rejection” terhadap transplantasi, KECUALI
a. Aktifasi sel Th (CD4) oleh alloantigen dari graft
b. Terjadi Delayed Type Hypersensitivity
c. Arterisclerosis pembuluh darah penerima
d. Oklusi pembuluh darah arteri graft
e. Nekrosis graft
78. Untuk mengetahui kecocokan atau memprediksi derajat penolakan terhadap
jaringan transplantasi dilakukan pemeriksaan kompartibilitas donor dan penerima
dengan cara memeriksa:
a. Human Leukocyte Antigens (HLA)
b. T Cell Receptor (TCR)
c. CD4 dan CD8
d. Imunoglobulin
e. Strain donor recepient
79. Pada Ibu hamil akan didapatkan kondisi, KECUALI:
a. CMI melemah
b. Imunitas humoral tidak berubah
c. Lebih gampang terjadi infeksi
d. Innate Immunity bertambah hebat
e. Sel CD8 berkurang
80. CMI/ Cell Mediated Immunity melemah pada ibu hamil disebabkan beberapa hal,
KECUALI:
a. Plasenta mengekspresikan HLA A bukan klasik HLA klasik Class I dan II
b. NK cell melemah di organ reproduksi
c. Th2 dominan dari Th1
d. Sel T yang banyak di organ reproduksi adalah yang memiliki reseptor ɤδ
e. Steroid hormon menekan CMI
81. Molekul yang kita deteksi pada pemeriksaan immunohistokimia adalah:
a. DNA
b. RNA
c. Protein
d. Karbohidrat
e. Semua benar
82. Pada metode “direct” immunohistokimia, yang dilabel dengan kromogen atau enzym
adalah
a. Secondary antibody
b. Primary antibody
c. Avidin biotin complex
d. Bridging antibody
e. Complex antibody
83. Yang benar mengenai Syndrome DiGeorge di bawah ini adalah kecuali:
a. Penyebab adalah delesi 22q11
b. Hipoplasia thymus
c. Aplasia parathyroid
d. Peninggian kadar IgM
e. Sel T prekursor tidak berkembang
84. “Inflammatory like reaction” dengan IL-1β sebagai center piece, ditemukan pada
peristiwa:
a. Fertilisasi
b. Ovulasi
c. Ejakulasi
d. Menstruasi
e. Kehamilah trimester pertama
85. Metode hybridoma lebih tepatnya dilakukan untuk mendapatkan
a. Polyclonal antibody
b. Monoclonal antibody
c. Primary antibody
d. Secondary antibody
e. Tertiary complex
86. Di bawah ini yang termasuk organ limfoid primer adalah
a. MALT
b. Limfonodus
c. Timus
d. Epitel
e. Lien
87. Tempat pematangan limfosit B:
a. Limfonodus
b. Timus
c. Epitel
d. Bone marrow
e. Bukan salah satu diatas
88. Berdasarkan respon tubuh dalm menghasilkan imunitas maka antibodi yang
diperoleh bayi dari ibunya dikenal dengan:
a. Imunisasi aktif
b. Imunisasi pasif
c. Imunisasi alamiah
d. Imunisasi didapat
e. Vaksinasi
89. Proliferasi dan diferensiasi limfosit menghasilkan limfosit yang lebih spesifik yang
disebut
a. Naive
b. Imun
c. Limfosit sel T
d. Sel efektor
e. Sel sitolitik dan sitotoksik
90. Pernyataan yang benar mengenai sel dendritik yaitu
a. Berfungsi untuk menangkap antigen asing
b. Merupakan APC
c. Memiliki berbagai reseptor permukaan seperti TLR
d. Ditemukan pada jaringan
e. Semua pernyataan diatas benar
91. Reseptor sel T hanya mengenal dan akan mengikat antigen yang sudah membentuk
kompleks dengan
a. CD4
b. MHC
c. NK sel
d. Antibodi
e. CD8
92. Molekul MHC hanya mengenali antigen dalam bentuk
a. Peptide
b. Lipid
c. Sakarida
d. Residu lipid
e. Carboksil
93. Yang termasuk APC (Antigen Presenting Cell) adalah
a. Hepatosit
b. Sel dendritik
c. Makrofag
d. Limfosit B
e. Semua benar
94. APC (Antigen presenting Cell) yang paling efektif dalam mengaktivasi CD4 dan CD8
sel T
a. Sel lemak
b. Sel endotel
c. Maskrofag
d. Limfosit B
e. Sel dendritik
95. Pernyataan yang benar mengenai MHC kelas 1 adalah
a. Dapat ditemukan pada semua sel berinti
b. Sel T yang responsif adalah CD4 sel T
c. Enzim yang bertugas menghasilkan peptide adalha lisosom
d. Enzim yang bertugas menghasilkan peptide adalah protease endosom
(cathepsin)
e. Tempat pengikatan peptida pada MHC adalah kompartemen vesikuler khusus
96. Jalur aktivasi komplemen adalah:
a. Jalur Alternatif dan Jalur klasik
b. Jalur Alternatif, Jalur Klasik dan Jalur lectin
c. Jalur Alternatif dan jalur Lectin
d. Jalur klasik dan jalur lectin
e. Jalur klasik, lectin dan melalui sirkulasi
97. Sitokin yang dilepaskan oleh sel NK adalah
a. IFN α
b. IFN β
c. IFN ɤ
d. TNF α
e. TNF β
98. Pertahanan pertama yang melawan imunogen yang masuk melalui permukaan tubuh
adalah
a. Sel dendritik
b. Epitel/mukosa
c. Sel Langerhans
d. Fagosit
e. MALT
99. Bagaimanakah sistem imun non spesifik menstimulasi limfosit T naive pada sistem
imun spesifik
a. Ekspresi co-stimulator B7
b. Produksi sitokin
c. Ekspresi reseptor CD28 pada limfosit T
d. Ekspresi reseptor sitokin pada limfosit T
e. Semua penyataan diatas benar
100. Epitel menghambat masuknya mikroba/imunogen dengan cara:
a. Melepaskan sitokin
b. Melepaskan hormon
c. Memproduksi antibodi
d. Mengekspresikan MHC
e. Melepaskan substansi antimicrobial