Anda di halaman 1dari 74

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN

LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS


31 DESEMBER/DECEMBER 2007, 2006 DAN/AND 2005

www.global-reports.com

www.global-reports.com

www.global-reports.com

www.global-reports.com

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 1/1 - Schedule

CONSOLIDATED BALANCE SHEETS


AS AT 31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/

2007

2006

2005

2c,4

558,359

257,054

152,292

2d,5

62,764

43,300

50,207

2e,6

20,104
225,833

17,079
130,636

15,554
142,495

124,651
13,385
682
1,005,778

76,529
13,747
1,390
539,735

26,589
7,356
3,019
397,512

Notes
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha:
- Pihak ketiga
(setelah dikurangi penyisihan
piutang tak tertagih sebesar
Rp 2.500 pada 31 Desember
2007 dan Rp nihil pada
31 Desember 2006 dan 2005)
Piutang lain-lain:
- Pihak ketiga
Persediaan
Uang muka
(setelah dikurangi penyisihan
untuk nilai terpulihkan atas
uang muka untuk tanah sebesar
Rp 44.000 pada 31 Desember
2007 dan Rp nihil pada
31 Desember 2006 dan 2005)
Pajak dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka
Jumlah aktiva lancar

CURRENT ASSETS

7
2m,28a

AKTIVA TIDAK LANCAR


Piutang hubungan istimewa
(setelah dikurangi penyisihan
piutang tak tertagih sebesar Rp nihil
pada 31 Desember 2007 dan
Rp 33.615 pada 31 Desember
2006 dan 2005)
8,33
Piutang plasma
(setelah dikurangi penyisihan
piutang tak tertagih sebesar
Rp 18.000 pada 31 Desember
2007 dan Rp nihil pada
31 Desember 2006 dan 2005)
2h,9
Tanaman perkebunan:
- Tanaman telah menghasilkan
(setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 310.246,
Rp 269.843 dan Rp 230.752 pada
31 Desember 2007, 2006 dan
2005)
2f,10a
- Tanaman belum menghasilkan
2f,10b
Aktiva tetap (setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 314.104, Rp 271.212 dan
Rp 233.074 pada 31 Desember
2007, 2006 dan 2005)
2g,11
Biaya tangguhan hak atas tanah
(setelah dikurangi akumulasi
amortisasi sebesar Rp 29.168,
Rp 24.731 dan Rp 20.516 pada
31 Desember 2007,
2006 dan 2005)
2i,12
Aktiva lain-lain

NON-CURRENT ASSETS

7,999

6,231

22,103

43,125

75,083

69,432

787,355
874,622

671,791
693,347

671,495
495,690

1,108,134

882,595

826,530

109,476
1,651

114,561
1,869

117,654
1,757

Amounts due from related


parties (net of allowance
for doubtful accounts of Rp nil
as at 31 December 2007
and Rp 33,615 as at 31 December
2006 and 2005)
Plasma receivables
(net of allowance for doubtful
accounts of Rp 18,000 as at
31 December 2007
and Rp nil as at
31 December 2006 and 2005)
Plantation assets:
Mature plantations (net of accumulated
depreciation of Rp 310,246,
Rp 269,843 and Rp 230,752
as at 31 December 2007,
2006 and 2005)
Immature plantations Fixed assets (net of
accumulated depreciation
Rp 314,104, Rp 271,212 and
Rp 233,074 as at 31 December
2007, 2006 and 2005)
Deferred charges for landrights
(net of accumulated amortisation
of Rp 29,168, Rp 24,731
and Rp 20,516 as at
31 December 2007
2006 and 2005)
Other assets

Jumlah aktiva tidak lancar

2,932,362

2,445,477

2,204,661

Total non-current assets

JUMLAH AKTIVA

3,938,140

2,985,212

2,602,173

TOTAL ASSETS

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

www.global-reports.com

Cash and cash equivalents


Trade receivables:
Third parties (net of allowance for
doubtful accounts of Rp 2,500
as at 31 December 2007
and Rp nil as at 31 December
2006 and 2005)
Other receivables:
Third parties Inventories
Advances
(net of provision for recoverable
amount of advance payments
for land of Rp 44,000
as at 31 December 2007
and Rp nil as at 31 December
2006 and 2005)
Prepaid taxes
Prepaid expenses
Total current assets

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial


statements

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 1/2 - Schedule

CONSOLIDATED BALANCE SHEETS


AS AT 31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah,unless otherwise stated)

Catatan/

Notes
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha
Hutang lain-lain:
- Pihak ketiga
Uang muka penjualan
Hutang pajak
Biaya yang masih harus dibayar
Hutang bank
Surat Hutang Wajib Konversi

CURRENT LIABILITIES
43,567

45,624

16
2m,28b
17
2k,13a
14

20,377
56,691
199,884
232,717
260,275
-

13,749
71,662
72,304
153,108
173,709
405,092

20,561
33,730
15,082
162,453
101,579
405,092

Trade payables
Other payables:
Third parties Sales advances
Taxes payable
Accrued expenses
Bank loans
Mandatory Convertible Notes

833,347

933,191

784,121

Total current liabilities

NON-CURRENT
LIABILITIES
2k,13b
2m,28d
2n,18

539,152
68,459
182,155

466,856
97,585
141,679

488,012
89,945
115,158

Bank loans
Deferred tax liabilities
Provision for employment benefits

789,766

706,120

693,115

Total non-current liabilties

EQUITY

19
20

Share capital
Authorised capital
1,600,000,000 common shares
with par value of Rp 500
(full Rupiah) per share,
Issued and paid-up:
1,364,572,793
(2006 and 2005: 1,095,229,293)
547,615
ordinary shares
617,648
Additional paid-in capital
Appropriated
1,238
retained earnings
(41,564)
Accumulated income/(losses)

682,286
888,069

547,615
617,648

3,238
741,434

3,238
177,400

Jumlah ekuitas

2,315,027

1,345,901

1,124,937

Total equity

JUMLAH KEWAJIBAN
DAN EKUITAS

3,938,140

2,985,212

2,602,173

TOTAL LIABILITIES
AND EQUITY

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

www.global-reports.com

2005

63,403

Jumlah kewajiban tidak lancar


EKUITAS
Modal saham
Modal dasar 1.600.000.000
saham biasa dengan nilai
nominal Rp 500 (Rupiah penuh)
per saham,
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
1.364.572.793
(2006 dan 2005: 1.095.229.293)
saham biasa
Tambahan modal disetor
Saldo laba yang telah
ditentukan penggunaannya
Saldo laba/(rugi)

2006

15

Jumlah kewajiban lancar


KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang bank
Kewajiban pajak tangguhan
Kewajiban imbalan kerja

2007

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial


statements

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 2 - Schedule
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali laba bersih per saham dasar)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME


FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005
(Expressed in million Rupiah, except basic earnings per share)

Catatan/

Notes

Penjualan bersih
Beban pokok penjualan

Pendapatan/(beban) lain-lain
(Kerugian)/keuntungan selisih kurs
- bersih
(Kerugian)/keuntungan penjualan
aktiva tetap - bersih
Pendapatan bunga
Penyisihan untuk nilai terpulihkan
atas uang muka untuk tanah
Beban bunga dan keuangan
Penyisihan piutang plasma
tak tertagih
Beban piutang tidak tertagih
Beban penghapusan aktiva
Penyisihan piutang tak tertagih
atas pihak-pihak yang memiliki
hubungan istimewa - bersih
Pemulihan kompensasi bonus
Kerugian akuisisi aktiva dan
kewajiban pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
Lain-lain - bersih

2,148,413

1,832,860

Net sales

2l,23

1,810,836

1,596,085

1,300,825

Cost of goods sold

1,089,999

552,328

532,035

Gross profit

2l,24

22,908

23,588

28,653

2l,24

76,191

74,092

58,307

Selling expenses
General and administration
expenses

99,099

97,680

86,960

Total operating expenses

990,900

454,648

445,075

Operating income

Operating expenses

30b

Other income/(expenses)
2p
2g,10,11
25

(17,391)

32,989

(20,018)

(395)
9,574

3,700
4,133

(4,455)
4,247

(74,985)

(73,318)

7
26

(44,000)
(72,342)

9
2d
11

(18,000)
(10,640)
(3,879)

(Loss)/gain on foreign
exchange - net
(Loss)/gain on sale of
fixed assets - net
Interest income
Provision for recoverable amount
of advance payments for land
Interest and finance charges
Allowance for doubtful plasma
receivables
Bad debt expenses
Write off of assets

8
17

(22,115)
43,063

Allowance for doubtful related


parties receivables - net
Reversal of bonus compensation

3
27

962

9,477

(2,462)
3,925

Loss on acquisition of related


parties assets and liabilities
Others - net

Jumlah beban lain-lain - bersih

(156,111)

(24,686)

(71,133)

Total other expenses - net

Laba sebelum pajak penghasilan

834,789

429,962

373,942

Profit before income tax

(270,755)

(126,857)

(18,218)

Income tax expense

564,034

303,105

355,724

Net income

413

222

261

Basic earnings per share


(full Rupiah)

Beban pajak penghasilan

2m,28c

Laba bersih
Laba bersih per saham dasar
(Rupiah penuh)

2o,29

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

www.global-reports.com

2005

2,900,835

Jumlah beban usaha


Laba usaha

2006

2l,22,30a

Laba kotor
Beban usaha
Beban penjualan
Beban umum dan
administrasi

2007

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial


statements

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 3 - Schedule

CONSOLIDATED STATEMENTS OF
CHANGES IN EQUITY
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah)

(Expressed in million Rupiah)

Tambahan
modal
disetor/

Modal
saham/

Saldo
laba yang telah
ditentukan
penggunaannya/

Additional
paid-in
capital

Appropriated
retained earnings

547,615

617,648

1,238

547,615

617,648

1,238

(82,141)

(82,141)

Distribution of
cash dividend

Penyisihan cadangan
wajib

2,000

(2,000)

Appropriation for
statutory reserve

Laba bersih tahun


berjalan

303,105

303,105

Net income for


the year

547,615

617,648

3,238

177,400

1,345,901

Balance at
31 December 2006

Catatan/

Notes

Saldo
1 Januari 2005
Laba bersih tahun
berjalan
Saldo
31 Desember 2005
Pembagian dividen kas

21

Saldo
31 Desember 2006
Konversi Surat Hutang
Wajib Konversi menjadi
modal saham dan
tambahan modal disetor 1, 14, 20
Laba bersih tahun
berjalan
Saldo
31 Desember 2007

Share
capital

Accumulated
income/
(losses)

Jumlah/

Total

(397,288)

769,213

Balance at
1 January 2005

355,724

355,724

Net income for


the year

(41,564) 1,124,937

Balance at
31 December 2005

134,671

270,421

405,092

Conversion of Mandatory
Convertible Notes
to share capital and
additional paid-in capital

564,034

564,034

Net income for


the year

682,286

888,069

3,238

741,434

2,315,027

Balance at
31 December 2007

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

www.global-reports.com

Saldo
laba/(rugi)/

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial


statements

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 4 - Schedule

CONSOLIDATED STATEMENTS OF
CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

LAPORAN ARUS KAS


KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah)

(Expressed in million Rupiah)

2007
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kas kepada:
- Pemasok
- Karyawan dan buruh
Pendapatan bunga
Pembayaran pajak penghasilan badan
Pembayaran lain-lain
Pembayaran untuk biaya
tangguhan hak atas tanah
Penerimaan lain-lain
Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Hasil penjualan aktiva tetap
dan tanaman perkebunan
Pembelian aktiva tetap
Pembelian sekuritas hutang
Penerimaan dari/(pembayaran untuk)
aktiva lain-lain
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penerimaan dari pinjaman bank
Pembayaran wesel bayar
Pembayaran pokok pinjaman bank
Pembayaran bunga pinjaman bank
Pembayaran beban provisi atas
pinjaman bank
Penerimaan dari/(pembayaran kepada) pihak
yang mempunyai hubungan istimewa
Pembayaran dividen

2005

Cash flows from operating


activities
2,867,990

2,192,799

(1,196,430)
(601,622)
9,574
(161,722)
(246,243)

(1,144,829)
(516,902)
4,133
(64,001)
(201,859)

(764,741)
(611,444)
4,247
(4,823)
(177,835)

(125)
18,986

(1,122)
8,414

(14,341)
10,953

690,408

276,633

1,853,580

295,596

Receipts from customers


Payments to:
Suppliers Employees and labourers Interest income
Payments of corporate tax
Other payments
Payments for deferred
charges for landrights
Other receipts

Net cash flows provided from


operating activities
Cash flows from investing
activities

4,406
(282,727)
-

5,403
(99,049)
-

(32,485)

(31,156)

(310,806)

(124,802)

19,618
(137,806)
(41,608)
4,902
(154,894)

Proceeds from sale of fixed assets


and plantation assets
Purchase of fixed assets
Purchase of debt securities
Receipts from/(payments for)
other assets

Net cash flows used in


investing activities
Cash flows from financing
activities

244,745
(135,240)
(121,610)
(66,575)

657,640
(542,638)
(53,946)

(98,659)
(67,227)

Receipts from bank loan


Payment of notes payable
Payment of bank loan principal
Payment of bank loan interest

(1,293)

(24,307)

1,676
-

(1,768)
(82,050)

(37,661)
-

Payment of bank loan fees


Receipts from/( payments to) related
parties
Payment of dividend

Arus kas bersih yang digunakan


untuk aktivitas pendanaan

(78,297)

(47,069)

(203,547)

Net cash flows used in


financing activities

Kenaikan/(penurunan) bersih
kas dan setara kas

301,305

104,762

(62,845)

Net increase/(decrease) in cash


and cash equivalent

Kas dan setara kas pada


awal tahun

257,054

152,292

215,137

Cash and cash equivalents at


the beginning of the year

Kas dan setara kas pada


akhir tahun

558,359

257,054

152,292

Cash and cash equivalents at


the end of the year

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

www.global-reports.com

2006

The accompanying notes form an integral part of these consolidated financial


statements

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/1 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

www.global-reports.com

UMUM

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

1.

GENERAL

Pendirian Perusahaan

Incorporation of the Company

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra


Indonesia Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan
akta notaris Raden Kadiman No. 93 tanggal 18
Desember 1962 yang diubah dengan akta No. 20
tanggal 9 September 1963. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A5/121/20
tanggal 14 September 1963 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal
8 Oktober 1963, Tambahan No. 531.

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia


Tbk (the Company) was established based on notarial
deed No. 93 of Raden Kadiman dated 18 December 1962
and amended by notarial deed No. 20 dated
9 September 1963. The deed of establishment was approved
by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in
decision letter No. J.A5/121/20 dated 14 September
1963 and was published in State Gazette No. 81 dated
8 October 1963, Supplement No. 531.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami


beberapa kali perubahan dan terakhir adalah
berdasarkan akta notaris Dr. Irawan Soerodjo, SH.,
Msi. No. 35 tanggal 11 Januari 2008 mengenai
perubahan seluruh Anggaran Dasar Perusahaan guna
menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan
ini sedang dalam proses persetujuan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

The Companys Articles of Association have been amended


several times with the most recent amendment by notarial
deed No. 35 of Dr. Irawan Soerodjo, SH., Msi. dated 11
January 2008 concerning the amendment to the Articles of
Association of the Company to conform with Law No. 40 of
2007 regarding Limited Liability Companies. This
amendment is still in the process of approval by the Minister
of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia.

Perusahaan bergerak di bidang industri perkebunan


dengan menanam dan memelihara tanaman kelapa
sawit, karet, kakao, kelapa serta teh dan kopi,
mengolah hasil perkebunan tersebut dan menjual
hasilnya di dalam maupun di luar negeri, dengan
proporsi pemasaran lokal dan ekspor sebesar 72% dan
28% (2006: 69% dan 31%; 2005: 60% dan 40%).

The Company is engaged in the plantation business by


planting and developing palm oil, rubber, cocoa, coconut, tea
and coffee, cultivating such plantations and selling the
products in both the domestic and international markets with
a proportion of local and export of 72% and 28%
respectively (2006: 69% and 31%; 2005: 60% and 40%).

Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantorkantor cabang operasional berlokasi di Medan,


Palembang, Makassar, Surabaya dan Samarinda.

The Company is domiciled in Jakarta with operational


branch offices located in Medan, Palembang, Makassar,
Surabaya and Samarinda.

Perusahaan pada saat ini sedang mengusahakan


perkebunan yang telah menghasilkan dan belum
menghasilkan seluas masing-masing 69.429 hektar
(2006: 67.706 hektar; 2005: 67.673 hektar) dan 20.553
hektar (2006: 17.756 hektar; 2005: 13.971 hektar) di
Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa, Kalimantan
Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Produk
utama adalah minyak kelapa sawit dan karet, serta
sebagian kecil kakao, teh, kopi dan bibit.

The Company currently operates mature and immature


plantations with a total area of 69,429 hectares (2006:
67,706 hectares; 2005: 67,673 hectares) and 20,553
hectares (2006: 17,756 hectares; 2005: 13,971 hectares)
respectively, in North Sumatera, South Sumatera, Java,
East Kalimantan, North Sulawesi and South Sulawesi.
The main products are palm oil and rubber, with smaller
quantities of cocoa, tea, coffee and seeds.

Disamping mengelola perkebunannya sendiri,


Perusahaan juga mengelola perkebunan di atas tanah
yang dimiliki petani kecil setempat (perkebunan
plasma) sesuai dengan pola perkebunan inti plasma
yang dipilih pada saat Perusahaan melakukan ekspansi
perkebunan di Sumatera Selatan dan sebagian kecil di
Sulawesi dan Kalimantan pada tahun 1994.

In addition to the development of its own plantations, the


Company is developing plantations on behalf of local
smallholders (plasma plantations) in line with the inti
plasma plantation scheme selected when the Company
expanded its plantations in South Sumatera and to a
smaller extent in Sulawesi and Kalimantan in 1994.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/2 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

www.global-reports.com

UMUM (lanjutan)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

1.

GENERAL (continued)

Pendirian Perusahaan (lanjutan)

Incorporation of the Company (continued)

Pengelolaan
perkebunan
plasma
ini
akan
diserahterimakan kepada petani plasma pada saat
perkebunan plasma siap menghasilkan.

Management of these plasma plantations will be handed over to


the plasma farmers when the plantations are mature.

Penawaran Umum Saham Perusahaan

Public Offering of the Companys Shares

Pada tanggal 7 Juni 1996, Perusahaan memperoleh


pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal
(Bapepam)
melalui
suratnya
No. S912/PM/1996 untuk melakukan penawaran umum
saham perdana atas 38.800.000 saham Perusahaan
kepada masyarakat. Pada tanggal 5 Juli 1996, saham
tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta, efektif
mulai 1 Desember 2007 menjadi Bursa Efek
Indonesia.

On 7 June 1996, the Company obtained a Notice of


Effectivity of Share Registration No. S-912/PM/1996 from
the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency
(Bapepam) for its initial public offering of 38,800,000 shares.
On 5 July 1996, these shares were listed on the Jakarta Stock
Exchange, which from 1 December 2007 became in effect the
Indonesia Stock Exchange.

Pada tanggal 16 Juni 1997 Perusahaan mengeluarkan


saham bonus sebanyak 283.274.421 saham yang
berasal dari kapitalisasi agio saham hasil penawaran
umum saham perdana. Pada tanggal 24 Juli 1997,
saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya, efektif mulai 1 Desember 2007 menjadi
Bursa Efek Indonesia.

On 16 June 1997, the Company issued 283,274,421 bonus


shares from the capitalisation of additional paid-in capital from
the initial public offering. On 24 July 1997, these shares were
listed on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges, which
from 1 December 2007 became in effect the Indonesia Stock
Exchange.

Restrukturisasi Hutang

Debts Restructuring

Pada tanggal 28 April 2004, proses restrukturisasi


hutang Perusahaan telah diselesaikan berdasarkan
Perjanjian Utama Restrukturisasi (MRA Master
Restructuring Agreement) dengan para kreditur
Perusahaan dan selanjutnya Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan yang
diadakan pada tanggal 27 Mei 2004 telah menyetujui:

On 28 April 2004, the Companys debt restructuring process


was settled based on a Master Restructuring Agreement
(MRA) with the Companys creditors and the
Extraordinary General Shareholders Meeting (EGM) of
the Company held on 27 May 2004 approved:

- Konversi
hutang
Perusahaan
sebesar
USD 48.876.345,41 menjadi 280.096.500 saham
biasa yang dikeluarkan kepada First Durango
International, Ltd., Mauritius, melalui Penambahan
Modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih dahulu.

- Conversion
of
the
Companys
debts
of
USD 48,876,345.41 into 280,096,500 shares which
were issued to First Durango International, Ltd.,
Mauritius, through a Capital Increase without Pre-emptive
Rights.

- Penerbitan Surat Hutang Wajib Konversi (Mandatory


Convertible Notes) untuk 598.863.500 saham atas
hutang Perusahaan sebesar USD 104.500.627
kepada para kreditur, yang terdiri dari
USD 83.660.341 kepada Deutsche Bank AG,
London dan USD 20.840.286 kepada PT Namalatu
Cakrawala Securities.

- Issuance of Mandatory Convertible Notes of 598,863,500


shares to convert creditors debts amounting to
USD 104,500,627, consisting of USD 83,660,341 for
Deutsche Bank AG, London and USD 20,840,286 for
PT Namalatu Cakrawala Securities.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/3 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

www.global-reports.com

UMUM (lanjutan)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

1.

GENERAL (continued)

Restrukturisasi Hutang (lanjutan)

Debts Restructuring (continued)

Pada tanggal 18 Juni 2004, seluruh saham hasil


konversi hutang tersebut sejumlah 280.096.500 saham
telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya, efektif mulai 1 Desember 2007 menjadi
Bursa Efek Indonesia.

On 18 June 2004, the shares resulting from the debt conversion


of 280,096,500 shares were registered on the Jakarta and
Surabaya Stock Exchange, which from 1 December 2007
became in effect the Indonesia Stock Exchange.

Pada tanggal 31 Oktober 2007, Surat Hutang Wajib


Konversi yang telah dikonversikan menjadi saham biasa
adalah sejumlah 598.863.000 (2006 dan 2005:
329.519.500) saham (Catatan 14 dan 20).

On 31 October 2007, the Mandatory Convertible Notes which


had been converted to shares were 598,863,000 (2006 and
2005: 329,519,500) shares (Notes 14 and 20).

Pada tanggal 31 Desember 2007, seluruh saham


Perusahaan sejumlah 1.364.572.793 (2006 dan 2005:
1.095.229.293) lembar telah dicatatkan pada Bursa
Efek Jakarta dan Surabaya, efektif mulai 1 Desember
2007 menjadi Bursa Efek Indonesia.

As at 31 December 2007, all of the Companys


1,364,572,793 (2006 and 2005: 1,095,229,293) shares
have been listed in the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges,
which from 1 December 2007 became in effect the Indonesia
Stock Exchange.

Akuisisi Perusahaan oleh Salim Ivomas Pratama


(SIMP)

Acquisition of the Company by Salim Ivomas


Pratama (SIMP)

Pada tanggal 25 Mei 2007, Indofood Agri Resources


Ltd. (Indo Agri), dan anak perusahaan Indo Agri
dengan
kepemilikan
saham
90%,
SIMP,
menandatangani suatu perjanjian jual beli bersyarat
untuk mengakuisisi kepemilikan saham mayoritas
Perusahaan dari para pemegang saham mayoritas
(First Durango Singapore Pte. Ltd. dan Ashmore
Funds) dan dari Bapak Eddy Kusnadi Sariaatmadja,
salah satu direktur Perusahaan. SIMP mengakuisisi,
dengan jumlah sebagai berikut:

On 25 May 2007, Indofood Agri Resources Ltd. (Indo Agri),


and Indo Agris 90% owned subsidiary, SIMP, entered into a
conditional sale and purchase agreement to acquire a majority
shareholding in the Company from its major shareholders (First
Durango Singapore Pte. Ltd. and Ashmore Funds) and from
Mr Eddy Kusnadi Sariaatmadja, a director of the Company.
SIMP acquire, for a cash consideration as follows:

dari First Durango Singapore Pte. Ltd. dan


Ashmore Funds sejumlah 500.095.000 lembar
saham yang mewakili sekitar 45,7% dari modal
ditempatkan Perusahaan dan sekitar 36,6% dari
modal ditempatkan setelah konversi penuh Surat
Hutang Wajib Konversi;

dari Ashmore Funds, USD 47 juta dari Surat


Hutang Wajib Konversi yang jatuh tempo di tahun
2009 yang dapat dikonversikan menjadi
269.343.500 lembar saham baru Perusahaan yang
mewakili sekitar 19,7% dari modal ditempatkan
setelah konversi penuh Surat Hutang Wajib
Konversi.

- from Ashmore Funds, USD 47 million of mandatory


convertible notes due in 2009 which are convertible into
269,343,500 newly issued shares of the Company
representing approximately 19.7% of the enlarged issued
share capital after the conversion of the mandatory
convertible notes in full.

from First Durango Singapore Pte. Ltd. and Ashmore


Funds an aggregate of 500,095,000 shares representing
approximately 45.7% of the existing issued capital of the
Company and approximately 36.6% of the enlarged issued
share capital after the conversion of mandatory convertible
notes in full;

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/4 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

1.

UMUM (lanjutan)

GENERAL (continued)

Akuisisi Perusahaan oleh Salim Ivomas Pratama


(SIMP) (lanjutan)

Acquisition of the Company by Salim Ivomas


Pratama (SIMP) (continued)

Proses akuisisi ini telah diselesaikan di bulan Oktober


2007.

The acquisition process was completed in October 2007.

Indo Agri juga mengakuisisi sejumlah 109.521.000


lembar saham dari Bapak Eddy Kusnadi Sariaatmadja,
setelah beliau mengakuisi dari First Durango
Singapore Pte. Ltd., yang mewakili sekitar 8% dari
modal ditempatkan setelah konversi penuh Surat
Hutang Wajib Konversi. Proses akuisisi ini telah
diselesaikan pada tanggal 5 November 2007.

Indo Agri also acquired an aggregate of 109,521,000 shares


from Mr Eddy Kusnadi Sariaatmadja after he had acquired
them from First Durango Singapore Pte. Ltd., representing
approximately 8% of the enlarged issued share capital after the
completed of the mandatory convertible notes in full was
converted. The acquisition process was completed on 5
November 2007.

Pada tanggal 31 Desember 2007, setelah seluruh Surat


Hutang Wajib Konversi telah dikonversi, jumlah saham
Perusahaan yang dibeli oleh SIMP dan Indo Agri,
berjumlah 878.959.500 lembar, yang mewakili sekitar
64,4% dari modal ditempatkan (Catatan 19).

As at 31 December 2007, after the mandatory convertible notes


in full had been converted, the shares of the Company purchased
by SIMP and Indo Agri, which amount to an aggregate of
878,959,500 shares, represent approximately 64.4% of the
enlarged issued share capital (Note 19).

Dikarenakan Perusahaan terdaftar di Bursa Efek


Jakarta dan Surabaya, pada saat penyelesaian transaksi
akuisisi ini, telah dilakukan suatu penawaran tender
dengan nilai Rp 6.900 per saham untuk jumlah saham
tersisa Perusahaan (sekitar 35,6%) dari modal
ditempatkan setelah konversi penuh Surat Hutang
Wajib Konversi. Harga penawaran tender telah
ditentukan berdasarkan peraturan Bapepam. Masa
penawaran tender dimulai pada tanggal 22 Nopember
2007 sampai dengan 5 Desember 2007.

As the Company is listed on the Jakarta and Surabaya stock


exchange, on completion of the proposed acquisition, a tender
offer for the remaining shares of the Company (amounting to
approximately 35.6%) of the enlarged issued share capital after
the conversion of the mandatory convertible notes at the price of
Rp 6,900 per share had been made. The tender price offer had
been determined based on the rules of Bapepam. The tender offer
period starts on 22 November 2007 and ends on 5 December
2007.

Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

Board of Commissioners, Board of Directors and


Employees

Pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005,


susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan
adalah sebagai berikut:

As at 31 December 2007, 2006 and 2005, the composition of


the Companys Board of Commissioners and Board of Directors
were as follows:

2007
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2006

2005

Susanto Suwarto
Fofo Sariaatmadja
Benny Setiawan Santoso
Yohannes Hardian Purawimala
Widjonarko
Komisaris Independen
Rachmat Soebiapradja
Komisaris Independen
Tengku Alwin Aziz

Mark Howard Carnegie


Eddy Kusnadi Sariaatmadja
Joefly Joesoef Bahroeny
Jay Geoffrey Wacher

Mark Howard Carnegie


Eddy Kusnadi Sariaatmadja
Joefly Joesoef Bahroeny
Jay Geoffrey Wacher

Rachmat Soebiapradja
Tengku Alwin Aziz

Rachmat Soebiapradja
Tengku Alwin Aziz

Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur

Glenn Muhammad S. Yusuf Glenn Muhammad S. Yusuf


Arsyad Lahabu
Wirawan Giriputra
Bibin Busono
Handana Halim Wanawijaya
Bryan John Dyer
Bryan John Dyer
Zafril Ansgar Hamzah
Zafril Ansgar Hamzah
-

Eddy Kusnadi Sariaatmadja


Joefly Joesoef Bahroeny
Jay Geoffrey Wacher
Bryan John Dyer
Mark Wakeford
Paulus Moleonoto
Tjhie Tje Fie

President Commissioner
Commissioner
Commissioner
Commissioner
Independent Commissioner
Independent Commissioner
President Director
Director
Director
Director
Director
Director
Director

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/5 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

1.

UMUM (lanjutan)

GENERAL (continued)

Karyawan

Board of Commissioners, Board of Directors and


Employees (continued)

Jumlah rata-rata karyawan tetap dan buruh perkebunan


Perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2007, 2006 dan 2005 adalah masing-masing sebanyak
12.706, 12.910 dan 12.866.

The Company has an average total number of permanent


employees and labourers of 12,706, 12,910 and 12,866 for
the years ended 31 December 2007, 2006 and 2005,
respectively.

Kepemilikan pada Anak-anak Perusahaan

Ownership of Subsidiaries

Perusahaan mempunyai kepemilikan secara langsung


pada anak-anak perusahaan berikut:

The Company has direct ownership of the following


subsidiaries:

Dewan Komisaris,
(lanjutan)

Direksi

dan

Persentase kepemilikan/

Percentage of ownership

www.global-reports.com

Nama perusahaan/

Domisili/

Kegiatan usaha/

Companys name

Domicile

Business activity

2006

2007

2005

Tahun
beroperasi
komersial/

Jumlah aktiva/Total assets

Year
commercial
operations
commenced

2006

2007

2005

PT Dwi Reksa Usaha


Perkasa (DRUP)

Palembang

Perdagangan dan
perkebunan kelapa
sawit/
Trading and palm
oil plantation

95%

1,765

Lonsum Finance B.V.


(LBV)

Belanda/
Netherlands

Pembiayaan
perusahaan/
Financial services

100%

1997

1,086

PT Multi Agro
Kencana Prima
(MAKP)

Jakarta

Perkebunan,
pengolahan dan
pemasaran/
Plantation, processing
and trading

80%

80%

80%

2002

46,177

59,465

43,640

Lonsum Singapore
Pte. Ltd. (LSP)

Singapura/
Singapore

Perdagangan dan
pemasaran/
Trading and
marketing

100%

100%

100%

2004

3,048

4,169

4,015

Pada tanggal 18 Nopember 2003, Perusahaan


mendirikan anak perusahaan baru di Singapura dengan
nama Lonsum Singapore Pte. Ltd. (LSP)
berdasarkan Singapore Companies Act) dan telah
didaftarkan pada Registry of Companies and Businesses di
Singapura dengan modal dasar sebesar S$ 100.000.
Tujuan utama LSP adalah untuk memberikan jasa
pemasaran dan promosi atas produk-produk
perkebunan Perusahaan di luar negeri (Catatan 33).

On 18 November 2003, the Company incorporated a new


subsidiary in Singapore namely, Lonsum Singapore Pte. Ltd.
(LSP) based on the Singapore Companies Act and was
registered with the Registry of Companies and Businesses in
Singapore with an authorised capital of S$ 100,000. The
main purpose of LSP is to provide marketing and promotion
services of the Companys plantation products overseas (Note
33).

Pada tanggal 30 Desember 2004, pemegang saham


LBV telah menandatangani keputusan likuidasi
Lonsum Finance B.V. Likuidasi ini telah disetujui oleh
Chamber of Commerce for Amsterdam, Belanda pada
tanggal 11 Desember 2006 (Catatan 3).

As at 30 December 2004, the shareholders of LBV signed a


resolution for the liquidation of Lonsum Finance B.V. The
liquidation was approved by the Chamber of Commerce for
Amsterdam, the Netherlands on 11 December 2006 (Note
3).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/6 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

1.

UMUM (lanjutan)
Kepemilikan
(lanjutan)

pada

Anak-anak

Ownership of Subsidiaries (continued)

Perusahaan

Pada tanggal 17 Oktober 2006, Perusahaan telah


menjual seluruh saham PT Dwi Reksa Usaha Perkasa
(DRUP) (Catatan 3).
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN

On 17 October 2006, the Company sold all its shares of


PT Dwi Reksa Usaha Perkasa (DRUP) (Note 3).

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES

Laporan keuangan konsolidasian PT PP London


Sumatra Indonesia Tbk dan anak perusahaan disusun
oleh Direksi dan diselesaikan pada tanggal 12 Maret
2008.

The consolidated financial statements of PT PP London


Sumatra Indonesia Tbk and subsidiaries were prepared by the
Board of Directors and completed on 12 March 2008.

Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang diterapkan


dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk dan anak
perusahaan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia.

Presented below are the significant accounting policies adopted


in preparing the consolidated financial statements of PT PP
London Sumatra Indonesia Tbk and subsidiaries which are
in conformity with accounting principles generally accepted in
Indonesia.

a.

a. Basis of preparation of the consolidated


financial statements

Dasar penyusunan
konsolidasian

laporan

keuangan

Laporan keuangan konsolidasian


berdasarkan konsep harga perolehan.

www.global-reports.com

GENERAL (continued)

disusun

The consolidated financial statements have been prepared


on the basis of historical cost.

Laporan keuangan konsolidasian juga disusun


berdasarkan konsep akrual kecuali untuk laporan
arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun
menggunakan metode langsung dan arus kas
dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi,
investasi dan pendanaan.

The consolidated financial statements have also been


prepared on the basis of the accruals concept except for the
statements of cash flows. The consolidated statements of
cash flows are prepared based on the direct method by
classifying cash flows on the basis of operating, investing
and financing activities.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian


sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia mengharuskan manajemen
untuk membuat estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan
pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen
pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta
jumlah pendapatan dan beban selama periode
pelaporan. Hasil yang sebenarnya dapat berbeda
dengan jumlah yang diestimasi.

The preparation of consolidated financial statements in


conformity with accounting principles generally accepted in
Indonesia requires the management to make estimates and
assumptions that affect the reported amounts of assets and
liabilities and the disclosure of contingent assets and
liabilities at the date of the consolidated financial
statements and the reported amounts of revenues and
expenses during the reporting period. Actual results may
differ from these estimates.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/7 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
a.

Dasar penyusunan laporan


konsolidasian (lanjutan)

keuangan

Seluruh angka dalam laporan keuangan


konsolidasian ini, kecuali dinyatakan secara
khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam
jutaan Rupiah yang terdekat.
b. Prinsip-prinsip konsolidasi

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
a. Basis of preparation of the consolidated
financial statements (continued)
Figures in the consolidated financial statements are
rounded to and stated in millions of Rupiah unless
otherwise stated.

b. Principles of consolidation

Laporan
keuangan
konsolidasian
menggabungkan aktiva dan kewajiban pada
tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005 dan
hasil usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut dari Perusahaan dan
anak-anak perusahaan dimana Perusahaan
memiliki kemampuan secara langsung atau
tidak
langsung
untuk
mengendalikan
perusahaan-perusahaan tersebut.

The consolidated financial statements incorporate the


assets and liabilities as at 31 December 2007, 2006 and
2005 and results of operations for the years then ended of
the Company and subsidiaries in which the Company has
the ability to directly or indirectly exercise control.

Seluruh transaksi dan saldo yang material antara


perusahaan-perusahaan yang dikonsolidasi telah
dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan
konsolidasian.

All material transactions and balances between the


consolidated companies have been eliminated in the
consolidated financial statements.

Bila pengendalian atas entitas diperoleh dalam


periode berjalan, hasil usaha entitas tersebut
dimasukkan
dalam
laporan
laba
rugi
konsolidasian sejak tanggal pengendalian
diperoleh. Bila pengendalian berakhir dalam
periode berjalan, hasil usaha entitas tersebut
dimasukkan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian untuk bagian periode di mana
pengendalian masih berlangsung.

Where control of an entity is obtained during a financial


period, its results are included in the consolidated
statements of income from the date on which control
commences. Where control ceases during a financial period,
its results are included in the consolidated financial
statements for the part of the period during which control
existed.

Aktiva dan kewajiban anak perusahaan yang


berkedudukan di luar Indonesia, dijabarkan ke
dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan
kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada
akhir periode yang bersangkutan. Pendapatan dan
beban dijabarkan dengan kurs pada tanggal
transaksi atau kurs rata-rata selama periode yang
bersangkutan jika pendapatan dan beban
diperoleh atau terjadi secara merata sepanjang
periode itu.

The assets and liabilities of foreign subsidiaries based


outside Indonesia are translated into Rupiah using the
middle rates as published by Bank Indonesia as at the
period end. Revenue and expenses have been translated
using the rate on the date of the transaction or an average
rate when revenue and expenses are earned and incurred
evenly throughout the period.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/8 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
b. Principles of consolidation (continued)

Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam


penyajian laporan keuangan konsolidasian telah
ditetapkan secara konsisten oleh anak
perusahaan, kecuali dinyatakan secara khusus.
c.

Kas dan setara kas


Kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang
sewaktu-waktu bisa dicairkan, dan investasi
jangka pendek likuid lainnya dengan jangka
waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang, untuk
tujuan laporan arus kas konsolidasian. Cerukan
disajikan sebagai bagian dari kewajiban lancar
dalam neraca konsolidasian.

d. Piutang usaha
Piutang usaha disajikan sebesar jumlah neto
setelah dikurangi dengan penyisihan piutang
tidak tertagih, yang diestimasi berdasarkan
penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang.
Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut
dipastikan tidak akan tertagih.
e.

www.global-reports.com

Persediaan

The accounting policies adopted in preparing the


consolidated financial statements have been consistently
applied by the subsidiaries unless otherwise stated.

c.

Cash and cash equivalents


Cash and cash equivalents includes cash on hand, deposits
held on call with banks and other short-term highly liquid
investments with original maturities of three months or
less, for the purpose of the consolidated statements of cash
flow. Bank overdrafts are shown within borrowings in
current liabilities on the consolidated balance sheet.

d. Trade receivables
Trade receivables are recorded net of an allowance for
doubtful accounts, based on a review of the collectibility
of outstanding amounts. Accounts are written-off as bad
debts during the period in which they are determined to be
not collectible.

e. Inventories

Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah


antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
Harga perolehan produk dalam proses dan
produk jadi terdiri dari semua biaya yang terjadi
di kebun dan alokasi biaya tak langsung
menggunakan luas hektar sebagai dasar alokasi.
Harga perolehan bahan penunjang dan suku
cadang terdiri dari harga pembelian ditambah
dengan biaya angkut dan asuransi. Harga
perolehan ditentukan dengan menggunakan
metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih
adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan
usaha normal dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan biaya penjualan.

Inventories are stated at the lower of cost or net realisable


value. The cost of products in process and finished goods
comprises all costs incurred at the estates and an allocation
of indirect costs using hectares as the basis of allocation.
The cost of supporting materials and spare parts comprises
the purchase cost of such materials and spare parts plus
any freight cost and insurance. Cost is determined by the
weighted average method. Net realisable value is the
estimated selling price in the ordinary course of business,
less the estimated costs of completion and selling expenses.

Penyisihan untuk persediaan usang dan tidak


lancar
ditentukan
berdasarkan
estimasi
penggunaan atau penjualan masing-masing jenis
persediaan pada masa mendatang.

Provision for obsolete and slow moving inventory is


determined on the basis of estimated future usage or sale
of individual inventory items.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/9 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Tanaman perkebunan

g.

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
f. Plantation assets

Tanaman perkebunan dapat dibedakan menjadi


tanaman belum menghasilkan dan tanaman telah
menghasilkan.

Plantation assets are classified as immature plantations and


mature plantations.

Biaya-biaya pembibitan, persiapan lahan,


penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan
alokasi biaya tidak langsung berdasarkan luas
hektar dikapitalisasi ke tanaman belum
menghasilkan. Biaya-biaya tersebut termasuk
kapitalisasi biaya pinjaman dan rugi selisih kurs
yang timbul dari pinjaman yang digunakan untuk
mendanai tanaman belum menghasilkan selama
periode-periode tertentu.

Expenses for nurseries, field preparation, planting, upkeep


and cultivating and an allocation of indirect costs using
hectares as the basis of allocation are capitalised to
immature plantations. These expenses include borrowing
costs and foreign exchange losses on borrowings obtained to
fund the immature plantations for certain periods.

Tanaman belum menghasilkan direklasifikasi ke


tanaman menghasilkan pada saat tanaman
menghasilkan dan mulai disusutkan sejak saat
pemindahan. Tanaman kelapa sawit dianggap
dapat menghasilkan bila sudah berumur tiga
sampai dengan empat tahun, sedangkan untuk
tanaman karet sekitar lima sampai dengan enam
tahun.
Jangka
waktu
tanaman
dapat
menghasilkan ditentukan oleh pertumbuhan
vegetatif dan berdasarkan taksiran manajemen.

Immature plantations are reclassified to mature


plantations on maturity and are depreciated from the date
of transfer. Palm oil plantations are considered mature in
three to four years after planting, while rubber plantations
are considered mature in five to six years after planting.
The actual time of maturity is dependent upon vegetative
growth and is assessed by the management.

Tanaman telah menghasilkan dicatat sebesar


biaya perolehan saat reklasifikasi dilakukan dan
disusutkan sesuai dengan metode garis lurus
dengan taksiran masa ekonomis selama 20 25
tahun.

The mature plantations are stated at cost from the date of


transfer and depreciated using the straight line method over
the expected useful lives of 20 25 years.

Aktiva tetap dan penyusutan

g.

Fixed assets and depreciation

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan


dan tidak disusutkan.

Land is stated at cost and is not depreciated.

Aktiva tetap diakui sebesar harga perolehan


setelah dikurangi akumulasi penyusutan.

Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation.

Harga perolehan historis mencakup semua


pengeluaran yang terkait secara langsung dengan
perolehan aktiva tetap.

Historical cost includes expenditure that is directly


attributable to the acquisition of the items.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/10 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
g.

g. Fixed assets and depreciation (continued)

Aktiva tetap dan penyusutan (lanjutan)


Penyusutan aktiva tetap dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus sepanjang
estimasi masa manfaatnya sebagai berikut:

Depreciation on fixed assets is calculated using the


straight-line method over their estimated useful lives as
follows:

Tahun/Years
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat berat
Mebel dan perlengkapan kantor

www.global-reports.com

20 25
10 20
5
7 10

Buildings
Machinery and equipment
Motor vehicles and heavy equipment
Furniture, fixtures and office equipment

Apabila aktiva tetap tidak digunakan lagi atau


dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari laporan
keuangan konsolidasian, dan keuntungan dan
kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba
rugi konsolidasian.

When assets are retired or otherwise disposed of, their


carrying values and the related accumulated depreciation
are eliminated from the consolidated financial statements,
and the resulting gains and losses on the disposal of fixed
assets are recognised in the consolidated statement of
income.

Akumulasi biaya konstruksi bangunan dan


pabrik, serta pemasangan mesin dikapitalisasi
sebagai aktiva dalam penyelesaian. Biaya tersebut
direklasifikasi ke akun aktiva tetap pada saat
proses konstruksi atau pemasangan selesai dan
aktiva tersebut siap digunakan. Penyusutan mulai
dibebankan pada tanggal yang sama.

The accumulated costs of the construction of buildings and


plant and the installation of machinery are capitalised as
construction in progress. These costs are reclassified to
fixed asset accounts when the construction or installation
is complete and available for use. Depreciation is charged
from such a date.

Biaya bunga dan biaya pinjaman lain, baik yang


secara langsung maupun tidak langsung
digunakan untuk mendanai suatu proses
pembangunan aktiva tertentu yang memenuhi
syarat (qualifying asset), dikapitalisasi hingga saat
proses pembangunannya selesai. Untuk pinjaman
yang secara khusus digunakan untuk perolehan
qualifying asset, jumlah yang dikapitalisasi adalah
sebesar biaya pinjaman yang terjadi selama
periode berjalan, dikurangi dengan pendapatan
investasi jangka pendek dari pinjaman tersebut.

Interest and other borrowing costs, either directly or


indirectly used in financing the construction of a qualifying
asset, are capitalised up to the date when construction is
complete. For borrowings that are specific to the
acquisition of a qualifying asset, the amount to be
capitalised is determined as the actual borrowing costs
incurred during the period, less any income earned from
the temporary investment of such borrowings.

Untuk pinjaman yang tidak secara khusus


digunakan untuk perolehan qualifying asset, jumlah
biaya pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan
dengan mengalikan tingkat kapitalisasi tertentu
terhadap pengeluaran untuk qualifying asset
tersebut. Tingkat kapitalisasi adalah rata-rata
tertimbang dari biaya pinjaman terhadap seluruh
saldo pinjaman terkait dalam periode tertentu,
dengan mengecualikan jumlah pinjaman yang
secara khusus digunakan untuk perolehan
qualifying asset tertentu.

For borrowings that are not specific to the acquisition of a


qualifying asset, the amount to be capitalised is determined
by applying a capitalisation rate to the amount expensed
on the qualifying asset. The capitalisation rate is the
weighted average of the borrowing costs applicable to the
total borrowings outstanding during the period, excluding
borrowings directly attributable to finance certain
qualifying assets.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/11 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
g.

Aktiva tetap dan penyusutan (lanjutan)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
g.

Biaya perbaikan dan perawatan diakui sebagai


beban pada saat terjadinya. Pengeluaran yang
memperpanjang masa manfaat aktiva atau yang
memberikan
manfaat
ekonomis
berupa
peningkatan kapasitas atau mutu produksi,
dikapitalisasi dan disusutkan berdasarkan tarif
penyusutan yang sesuai.
h. Piutang plasma

i.

www.global-reports.com

Fixed assets and depreciation (continued)


The cost of repairs and maintenance is charged as an
expense as incurred. Expenditure that extends the useful
lives of assets or provides further economic benefits by
increasing capacity or quality of production is capitalised
and depreciated based on applicable depreciation rates.

h. Plasma receivables

Piutang plasma merupakan biaya-biaya yang


dikeluarkan untuk pengembangan perkebunan
plasma yang meliputi pengeluaran yang dibiayai
oleh bank dan yang sementara dibiayai sendiri
oleh Perusahaan menunggu pendanaan dari bank.

Plasma receivables represent costs incurred for plasma


plantation development which includes costs for plasma
plantations funded by banks and temporary self funding
by the Company awaiting bank funding.

Piutang plasma juga termasuk pinjaman talangan


kredit, pinjaman pupuk serta sarana produksi
pertanian lainnya kepada petani. Biaya-biaya ini
akan ditagihkan kembali ke petani plasma. Akun
ini disajikan dalam jumlah neto setelah dikurangi
pembiayaan yang diterima dari bank dan jumlah
yang disetujui yang telah diterima dari petani
plasma dan penyisihan piutang tak tertagih.

Plasma receivables also includes advances to plasma


farmers for topping up loan installments to banks,
advances on fertilisers and other agriculture supplies.
These costs should be reimbursed by the plasma farmers.
This account is presented net of funding received from the
banks, agreed amounts collected from the plasma farmers
and an allowance for doubtful accounts.

Penyisihan piutang tak tertagih dihitung dari


kelebihan jumlah biaya pengembangan atas
pembiayaan bank dan jumlah yang disetujui
petani plasma. Piutang dan penyisihan piutang
tak tertagih ini dihapuskan pada saat perkebunan
plasma diserahterimakan ke petani plasma.

An allowance for doubtful accounts is made based on the


excess of accumulated development costs over bank funding
and amounts agreed by the plasma farmers. The receivables
and allowance for doubtful accounts are written off when
the related plasma plantations are handed over to the
plasma farmers.

Selisih antara pembiayaan bank dengan jumlah


biaya pengembangan dibebankan pada laporan
laba rugi konsolidasian tahun berjalan.

The difference between bank funding and the accumulated


development costs is charged to the current years
consolidated statement of income.

Biaya tangguhan

i.

Deferred charges

Biaya tangguhan terutama terdiri dari biaya


pengurusan legal hak atas tanah dan biaya
tangguhan lainnya.

Deferred charges represent legal costs associated with the


acquisition of landrights and other deferred charges.

Jumlah biaya hukum yang material yang berkaitan


dengan pengurusan legal hak atas tanah
ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode
garis lurus sepanjang periode hak atas tanah.

Material amounts of legal costs associated with the


acquisition of landrights are deferred and amortised using
the straight-line method over the legal term of the
landrights.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/12 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
j.

k.

Penurunan nilai aktiva

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
j.

Setiap tanggal neraca Grup menelaah ada atau


tidaknya indikasi penurunan nilai aktiva.

At the balance sheet date, the Group review whether there


is any indication of asset impairment or not.

Aktiva tetap ditelaah untuk mengetahui apakah


telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai atau
apakah telah terjadi perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva
tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian
akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih
antara nilai tercatat aktiva dengan nilai yang dapat
diperoleh kembali dari aktiva tersebut. Nilai yang
dapat diperoleh kembali adalah yang lebih tinggi
diantara harga jual neto dan nilai pakai aktiva.
Dalam rangka menguji penurunan nilai, aktiva
dikelompokkan hingga unit terkecil yang
menghasilkan arus kas terpisah.

Fixed assets are reviewed for impairment losses whenever


events or changes in circumstances indicate that the
carrying amount may not be recoverable. An impairment
loss is recognised for the amount by which the carrying
amount of the asset exceeds its recoverable amount, which
is the higher of an assets net selling price and value in
use. For the purposes of assessing impairment, assets are
grouped at the lowest levels for which there are separately
identifiable cash flows.

Biaya tangguhan atas hutang bank

k. Deferred charges for bank loans


Costs associated with bank loans such as provision fees
and arranger fees are deferred and amortised using the
straight-line method over the period of bank loan. These
costs are deducted from the bank loan balance to
determine the net loan balance.

Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan


perolehan pinjaman bank seperti biaya provisi
dan biaya arranger ditangguhkan dan diamortisasi
dengan metode garis lurus selama periode
pinjaman. Biaya tangguhan tersebut dikurangkan
dari nilai pinjaman dalam rangka menentukan
nilai pinjaman bersih.
l.

www.global-reports.com

Impairment of asset value

Pengakuan pendapatan dan beban

l.

Revenue and expenses recognition

Penjualan bersih adalah pendapatan yang


diperoleh dari penjualan produk setelah dikurangi
retur, pajak ekspor dan pajak pertambahan nilai.

Net sales represent revenue earned from the sale of the


Companys products, net of returns, export tax and value
added tax.

Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat


penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan
pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada
saat barang dikapalkan (FOB Shipping Point).

Revenue from local sales is recognised when goods are


delivered to customers, while revenue from export sales is
recognised upon shipment of the goods to customers (FOB
Shipping Point).

Beban diakui pada saat terjadinya dengan


menggunakan dasar akrual.

Expenses are recognised as incurred on an accrual basis.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/13 - Schedule
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
m. Perpajakan

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
m. Taxation

Pajak penghasilan tangguhan disajikan dengan


jumlah penuh, dengan menggunakan metode
kewajiban. Pajak penghasilan tangguhan timbul
akibat perbedaan temporer yang ada antara
aktiva dan kewajiban atas dasar pajak dengan nilai
tercatat aktiva dan kewajiban dalam laporan
keuangan konsolidasian. Tarif pajak yang
berlaku atau yang secara substansial telah
berlaku digunakan dalam menentukan pajak
penghasilan tangguhan.

Deferred income tax is provided in full, using the liability


method, on temporary differences arising between the tax
bases of assets and liabilities and their carrying amounts
in the consolidated financial statements. Currently
enacted or substantially enacted tax rates are used in the
determination of deferred income tax.

Aktiva pajak tangguhan diakui apabila terdapat


kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal
pada masa datang akan memadai untuk
mengkompensasi perbedaan temporer yang
menimbulkan aktiva pajak tangguhan tersebut.

Deferred tax assets are recognised to the extent that it is


probable that future taxable profit will be available
against which the temporary differences can be utilised.

Amandemen terhadap kewajiban perpajakan


dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan,
atau apabila dilakukan banding, ketika hasil
banding sudah diputuskan.

Amendments to taxation obligations are recorded when


an assessment is received or, if appealed against, when the
results of the appeal are determined.

n. Imbalan kerja karyawan

www.global-reports.com

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

n. Employee benefits

Imbalan kerja jangka pendek

Short-term benefits

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat


terhutang kepada karyawan.

Short-term employee benefits are recognised when they


accrue to the employees.

Imbalan pensiun

Pension benefits

Kewajiban imbalan pensiun merupakan nilai kini


kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca
dikurangi dengan penyesuaian atas keuntungan
atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang
tidak diakui. Kewajiban imbalan pasti dihitung
sekali setahun oleh aktuaris independen dengan
menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini
kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan
mendiskontokan estimasi arus kas masa depan
dengan menggunakan tingkat bunga obligasi
jangka panjang yang berkualitas tinggi dalam mata
uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana
imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang
memiliki jangka waktu yang sama dengan
kewajiban imbalan pensiun yang bersangkutan.

The pension benefit obligation is the present value of the


defined benefit obligation at the balance sheet date less the
adjustments for unrecognised actuarial gains or losses and
past service costs. The defined benefit obligation is
calculated annually by an independent actuary using the
projected unit credit method. The present value of the
defined benefit obligation is determined by discounting the
estimated future cash outflows using the interest rates of
high-quality long-term bonds that are denominated in
Rupiah in which the benefits will be paid and that have
terms of maturity similar to the related pension liability.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/14 - Schedule
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Imbalan kerja karyawan (lanjutan)

www.global-reports.com

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
n. Employee benefits (continued)

Imbalan pensiun (lanjutan)

Pension benefits (continued)

Grup diharuskan menyediakan imbalan pensiun


minimum yang diatur dalam UU No. 13/2003,
yang merupakan kewajiban imbalan pasti. Jika
imbalan pensiun sesuai dengan UU No. 13/2003
lebih besar, selisih tersebut diakui sebagai bagian
dari kewajiban imbalan pensiun.

The Group are required to provide a minimum pension


benefit as stipulated in the Law No. 13/2003, which
represents an underlying defined benefit obligation. If the
pension benefits based on Law No. 13/2003 are higher,
the difference is recorded as part of the overall pension
benefits obligation.

Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul


dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsiasumsi aktuarial yang jumlahnya melebihi jumlah
yang lebih besar dari 10% dari nilai wajar aktiva
program atau 10% dari nilai kini imbalan pasti,
dibebankan atau dikreditkan ke laporan laba rugi
konsolidasian selama rata-rata sisa masa kerja
yang diharapkan dari karyawan tersebut.

Actuarial gains and losses arising from experience


adjustments and changes in actuarial assumptions in
excess of the greater of 10% of the fair value of plan assets
or 10% of the present value of the defined benefit
obligations are charged or credited to consolidated
statements of income over the employees expected average
remaining working lives.

Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan


laba rugi konsolidasian, kecuali perubahan
terhadap program pensiun tersebut tergantung
pada karyawan yang masih tetap bekerja selama
periode waktu tertentu (periode vesting). Dalam
hal ini, biaya jasa lalu akan diamortisasi secara
garis lurus sepanjang periode vesting.

Past service costs are recognised immediately in the


consolidated statements of income, unless the changes to the
pension plan are conditional on the employees remaining in
service for a specified period of time (the vesting period). In
this case, the past-service costs are amortised on a straightline basis over the vesting period.

Kewajiban imbalan pasca-kerja lainnya

Other post-employment obligations

Grup memberikan imbalan pasca-kerja lainnya,


seperti uang penghargaan. Imbalan berupa uang
penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja
hingga mencapai usia pensiun. Imbalan ini
dihitung dengan menggunakan metodologi yang
sama dengan metodologi yang digunakan dalam
perhitungan program pensiun imbalan pasti.

The Group also provides other post-employment benefits,


such as service pay. The service pay benefit vests when the
employees reach their retirement age. These benefits have
been accounted for using the same methodology as for the
defined benefit pension plan.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/15 - Schedule
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Imbalan kerja karyawan (lanjutan)

o.

www.global-reports.com

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
n. Employee benefits (continued)

Pesangon pemutusan kontrak kerja

Termination benefits

Pesangon pemutusan kontrak kerja terhutang


ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya
sebelum usia pensiun normal. Grup mengakui
pesangon pemutusan kontrak kerja ketika Grup
menunjukkan komitmennya untuk memutuskan
kontrak kerja dengan karyawan berdasarkan suatu
rencana
formal
terperinci
yang
kecil
kemungkinannya untuk dibatalkan. Pesangon
yang akan dibayarkan dalam waktu lebih dari 12
bulan setelah tanggal neraca didiskontokan untuk
mencerminkan nilai kini.

Termination benefits are payable whenever an employees


employment is terminated before the normal retirement
date. The Group recognise termination benefits when it is
demonstrably committed to terminate the employment of
current employees according to a detailed formal plan and
the possibility to withdraw the plan is low. Benefits falling
due more than 12 months after the balance sheet date are
discounted at present value.

Imbalan jangka panjang lainnya

Other long-term benefits

Imbalan lainnya seperti imbalan cuti jangka


panjang dihitung berdasarkan Peraturan Grup
dengan menggunakan metode projected unit credit
dan didiskontokan ke nilai kini.

Other benefits such as long service leave is calculated in


accordance with the Group Regulations, using the projected
unit credit method and discounted to present value.

Laba bersih per saham

o. Net earnings per share

Laba bersih per saham dihitung dengan membagi


laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah
saham biasa yang beredar pada tahun yang
bersangkutan.

Earnings per share are computed by dividing net income


with the weighted average number of ordinary shares
outstanding during the year.

Laba bersih per saham dasar untuk 2006 dan


2005 dihitung dengan membagi laba bersih
dengan rata-rata tertimbang saham biasa yang
beredar pada tahun yang bersangkutan setelah
ditambahkan dengan saham biasa potensial yang
akan diterbitkan pada saat konversi Surat Hutang
Wajib Konversi.

The basic earnings per share for 2006 and 2005 are
calculated by dividing net income by the weighted average
number of ordinary shares outstanding during the year
after adding the potential ordinary shares that would be
issued on conversion of the Mandatory Convertible Notes.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/16 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
p. Penjabaran mata uang asing

p.

Foreign currency translation


The consolidated financial statements are presented in
Rupiah, which is the reporting currency of the parent
company.

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke


mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal
neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata
uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku
pada tanggal neraca (Catatan 31).

Transactions denominated in foreign currency are converted


into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of
the transactions. At the balance sheet date, monetary
assets and liabilities in foreign currencies are translated at
the exchange rates prevailing at that date (Note 31).

Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs yang


timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan
penjabaran aktiva dan kewajiban moneter dalam
mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi
konsolidasian.

Exchange gains and losses arising on transactions in


foreign currency and on the translation of foreign currency
denominated monetary assets and liabilities are recognised
in the consolidated statement of income.

q.

Shares

Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas.

Ordinary shares are classified as equity.

Tambahan biaya yang secara langsung terkait


dengan penerbitan saham atau opsi baru
disajikan pada bagian ekuitas sebagai pengurang,
bersih setelah dikurangi pajak, dari jumlah yang
diterima.

Incremental costs directly attributable to the issue of new


shares or options are shown in equity as a deduction, net of
tax, from the proceeds.

Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham
Perusahaan diakui sebagai sebuah kewajiban
dalam laporan keuangan konsolidasian Grup
pada periode ketika dividen tersebut disetujui
oleh para pemegang saham Perusahaan.

www.global-reports.com

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)

Laporan keuangan konsolidasian dijabarkan


dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata
uang pelaporan perusahaan induk.

q. Saham

r.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

r.

Dividends
Dividend distribution to the Companys shareholders is
recognised as a liability in the Groups consolidated
financial statements in the period in which the dividends
are approved by the Companys shareholders.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/17 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG


SIGNIFIKAN (lanjutan)
s.

t.

Transaksi
dengan
pihak-pihak
mempunyai hubungan istimewa

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING


POLICIES (continued)
s.

yang

Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak


yang
mempunyai
hubungan
istimewa
sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 7
Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa.

The Group enters into transactions with related parties as


defined in PSAK 7 Related Party Disclosures.

Meskipun transaksi ini dilakukan dengan prinsip


arms length, adalah mungkin persyaratan
transaksi tersebut di atas tidak sama dengan
transaksi lain yang dilakukan dengan pihakpihak yang tidak mempunyai hubungan
istimewa.

Whilst the transactions are made as if on an arms length


basis, it is possible that the terms of these transations are
not the same as those that would result from transactions
between wholly unrelated parties.

Seluruh transaksi dan saldo yang material


dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian.

All significant transactions and balances with related


parties are disclosed in the notes to the consolidated
financial statements.

t.

Pelaporan segmen

AKUISISI
AKTIVA
PENJUALAN
DAN
PERUSAHAAN
Penjualan PT
(DRUP)

Dwi

DAN
KEWAJIBAN,
LIKUIDASI
ANAK
Reksa

Usaha

Perkasa

Pada tanggal 27 September 2006, Perusahaan dan


DRUP, anak perusahaan, telah menyepakati dan
menandatangani Perjanjian Restrukturisasi Hutang
dan Penyerahan Aset sebagai berikut:

www.global-reports.com

Segment reporting
Segment information is presented based upon identifiable
business segments. A business segment is a distinguishable
component that engages in providing products and services
subject to risks and returns which are different from those
of other business segments. Business segment information is
consistent with operating information routinely reported to
the chief operating decision maker.

Pelaporan segmen disajikan berdasarkan segmen


usaha yang teridentifikasikan. Segmen usaha
merupakan komponen yang dapat dibedakan
dalam menghasilkan produk dan jasa dan
kelompok tersebut memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen
lain. Informasi mengenai segmen usaha konsisten
dengan informasi kegiatan usaha yang dilaporkan
secara rutin kepada pengambil keputusan
operasional.
3.

Transactions with related parties

3.

ACQUISITION
OF
ASSETS
AND
LIABILITIES, SALE AND LIQUIDATION OF
SUBSIDIARIES
Sale of PT Dwi Reksa Usaha Perkasa (DRUP)
On 27 September 2006, the Company and DRUP, a
subsidiary, agreed and signed a Debts
Restructuring
Agreement and Assets Transfer as follows:

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/18 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.

AKUISISI
AKTIVA
DAN
KEWAJIBAN,
PENJUALAN
DAN
LIKUIDASI
ANAK
PERUSAHAAN (lanjutan)
Penjualan PT Dwi
(DRUP) (lanjutan)

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

Reksa

Usaha

Perkasa

3. ACQUISITION
OF
ASSETS
AND
LIABILITIES, SALE AND LIQUIDATION OF
SUBSIDIARIES (continued)
Sale of PT Dwi Reksa Usaha Perkasa (DRUP)
(continued)

Hutang DRUP kepada Perusahaan sebesar


Rp 53.700 dikonversi menjadi 107.400 lembar
saham baru DRUP.

The amount of Rp 53,700 due to the Company was


converted to 107,400 new shares of DRUP.

Sisa hutang DRUP sebesar Rp 1.471 dilunasi


dengan penyerahan aktiva tetap milik DRUP
kepada Perusahaan, berupa 2 (dua) bidang tanah
seluas total 172,68 hektar di daerah Musi Rawas,
Sumatera Selatan.

The balance of Rp 1,471 due to the Company was settled


by a transfer of fixed assets owned by DRUP to the
Company, consists of 2 (two) areas of land of 172.68
hectares in total in the Musi Rawas area, South
Sumatera.

Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham


pada bulan Oktober 2006, Perusahaan telah menjual
seluruh kepemilikan sahamnya di DRUP kepada PT
Plantation Cluster Indonesia (PCI), pihak ketiga,
dengan harga jual sebesar Rp 3.000. Keuntungan yang
timbul sehubungan dengan penjualan saham tersebut
sebesar Rp 36 telah diakui pada laporan laba rugi
konsolidasian di tahun 2006.

Subsequently, based on a Sale and Purchase of Shares


Agreement in October 2006, the Company sold all its shares in
DRUP to PT Plantation Cluster Indonesia (PCI), a third
party, at the selling price of Rp 3,000. The gain incurred from
the sale of the shares amounting to Rp 36 has been recognised
in the consolidated statement of income in 2006.

Pada tanggal 21 Pebruari 2007, PCI telah melunasi


seluruh kewajibannya kepada Perusahaan.

As at 21 February 2007, PCI fully settled all outstanding


payables to the Company.

Likuidasi
Belanda

(LBV),

Liquidation of Lonsum Finance B.V. (LBV),


the Netherlands

Pada tanggal 30 Desember 2004, pemegang saham


LBV telah menandatangani keputusan likuidasi LBV.

As at 30 December 2004, the shareholders of LBV signed a


resolution of LBV liquidation.

Proses likuidasi LBV telah selesai dengan


diperolehnya Termination of Registration of LBV
tertanggal 11 Desember 2006, dari Chamber of
Commerce for Amsterdam, Belanda. Kerugian yang
timbul dari proses likuidasi tersebut sebesar Rp 16
telah dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian
di tahun 2006.

The LBV liquidation process was fully completed based on the


Termination of Registration of LBV on 11 December 2006,
obtained from the Chamber of Commerce for Amsterdam, the
Netherlands. The loss incurred from this liquidation process
amounting to Rp 16 and had been charged to the consolidated
statement of income in 2006.

Lonsum

Finance

B.V.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/19 - Schedule
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.

www.global-reports.com

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005
(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

AKUISISI
AKTIVA
DAN
KEWAJIBAN,
PENJUALAN
DAN
LIKUIDASI
ANAK
PERUSAHAAN (lanjutan)

3. ACQUISITION
OF
ASSETS
AND
LIABILITIES, SALE AND LIQUIDATION OF
SUBSIDIARIES (continued)

Akuisisi aktiva dan kewajiban PT Pan London


Sumatra Plantation dan anak-anak perusahaan

Acquisition of assets and liabilities of PT Pan


London Sumatra Plantation and its subsidiaries

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa


(RUPSLB) Perusahaan yang diadakan pada tanggal
15 Desember 2004 telah menyetujui rencana
Perusahaan untuk melakukan pembelian seluruh
aktiva perkebunan dan aktiva tetap dari perusahaanperusahaan yang memiliki hubungan istimewa, PT
Pan London Sumatra Plantation (pemegang saham)
dan anak-anak perusahaannya: PT Gelora Mahapala,
PT London Sumatra International, PT Panca Tirta
Budi Agung dan PT Multi Raya Ekatama (Pan
Grup), berdasarkan Perjanjian Pembelian Aset Bersyarat
yang ditandatangani oleh Perusahaan dengan Pan
Grup pada tanggal 3 Nopember 2004.

The Extraordinary General Meeting of Shareholders


(EGM) held on 15 December 2004 approved the
Companys plan to acquire all plantation assets and fixed
assets of related parties, PT Pan London Sumatra Plantation
(the shareholder) and its subsidiaries: PT Gelora Mahapala,
PT London Sumatra International, PT Panca Tirta Budi
Agung, and PT Multi Raya Ekatama (Pan Group), based
on the Conditional Asset Purchase Agreement which was
signed by the Company and Pan Group on 3 November 2004.

Perusahaan telah menyetujui untuk mengambil alih


seluruh aktiva tetap Pan Grup yang terdiri dari, aktiva
perkebunan seluas total 51.471,73 hektar dan aktiva
tetap non perkebunan, dengan harga beli keseluruhan
sebesar Rp 520 miliar (Rupiah penuh).

The Company agreed to acquire all the fixed assets of Pan


Group, which consisted of plantation assets of 51,471.73
hectares in total and non plantation fixed assets, with a total
purchase price of Rp 520 billion (full Rupiah).

Pada tahun 2005, setelah memperoleh persetujuan


dari Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan
melunasi biaya-biaya yang berhubungan dengan
transaksi
di
atas,
Perusahaan
selanjutnya
menandatangani Akta Jual Beli atas pengalihan aktiva
tersebut dan mengalihnamakan Hak Guna Usaha
tanah-tanah tersebut.

In 2005, after obtaining approval from the Head of National


Land Affairs Agency, the Company signed the Sale Purchase
Agreements for the acquisition of the assets and transferred the
ownership of the landrights (HGU) certificates.

Dengan telah ditandatanganinya perjanjian jual beli


tersebut di tahun 2005, maka Perusahaan telah
mereklasifikasi aktiva lain-lain ke dalam aktiva
perkebunan dan aktiva tetap non perkebunan masingmasing sebesar Rp 242.506 dan Rp 275.122 (Catatan
10 dan 11).

After the signing of the sales purchase agreement in 2005, the


Company had reclassified from other assets balances to
plantation assets and non plantation fixed assets amounting to
Rp 242,506 and Rp 275,122, respectively (Notes 10 and 11).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/20 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.

4.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

AKUISISI
AKTIVA
DAN
KEWAJIBAN,
PENJUALAN
DAN
LIKUIDASI
ANAK
PERUSAHAAN (lanjutan)

3. ACQUISITION
OF
ASSETS
AND
LIABILITIES, SALE AND LIQUIDATION OF
SUBSIDIARIES (continued)

Akuisisi aktiva dan kewajiban PT Pan London


Sumatra Plantation dan anak-anak perusahaan
(lanjutan)

Acquisition of assets and liabilities of PT Pan


London Sumatra Plantation and its subsidiaries

Selanjutnya, berdasarkan perjanjian antara Perusahaan


dengan Pan Group pada tanggal 3 Oktober 2005,
selain aktiva perkebunan dan aktiva tetap non
perkebunan, Perusahaan juga menyetujui untuk
mengambil alih aktiva dan kewajiban tertentu yang
dimiliki oleh Pan Group pada bulan Januari 2005
dengan nilai tercatat bersih Rp 26.203. Pembayaran
atas perolehan tersebut telah dilakukan oleh
Perusahaan pada bulan Desember 2005 dengan
pencairan investasi jangka pendek Perusahaan sebesar
Rp 28.665. Kerugian sebesar Rp 2.462 telah
dibebankan sebagai kerugian pada laba rugi
konsolidasian tahun 2005.

Furthermore, based on the agreement between the Company and


Pan Group on 3 October 2005, other than plantation assets
and non plantation fixed assets, the Company also agreed to
acquire certain assets and liabilities of Pan Group in January
2005 with the net carrying value of Rp 26,203. Payment for
these assets and liabilities was made in December 2005 by
redemption of the Companys short term investment of
Rp 28,665. The loss of this transaction amounting to
Rp 2,462 was charged to the consolidated statements of income
in 2005.

4.

KAS DAN SETARA KAS

2007

Kas
Bank (pihak ketiga)
Rekening Rupiah
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT BPD Sumatera Selatan
- PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk
- PT Bank Internasional Indonesia Tbk
- PT Bank Niaga Tbk
- Lain-lain (di bawah Rp 1.000)
Rekening Dolar AS
- Citibank N.A.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank Niaga Tbk
- PT Bank Internasional Indonesia Tbk
- DBS Bank Singapore
- PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Rekening Dolar Singapura
- DBS Bank Singapore
Rekening Euro
- ABN Amro Bank

www.global-reports.com

(continued)

CASH AND CASH EQUIVALENTS

2006

1,887

2005

2,296

497

Cash on hand
Cash in banks (third party)
Rupiah accounts
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT BPD Sumatera Selatan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Niaga Tbk Others (below Rp 1,000) -

44,473
23,604
2,020

19,891
266
1,893

14,733
1,177
275

1,573
659
92
81
616

2,857
659
14,815
436
537

2,320
1,069
25,661
1,994
56

25,488
19,799
2,788
2,612
299
8

18
27,359
10,435
1,240
12,575
-

204

1,576

2,220

Singapore Dollar account


DBS Bank Singapore -

1,086

Euro account
ABN Amro Bank -

125,688

93,185

108,611

US Dollars accounts
Citibank N.A. 9,772
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 9
PT Bank Central Asia Tbk 39,069
PT Bank Niaga Tbk 6,486 PT Bank Internasional Indonesia Tbk DBS Bank Singapore PT Bank Negara Indonesia 2,684
(Persero) Tbk

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/21 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

4.

KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)


2007

Deposito berjangka (pihak ketiga)


Rupiah
- PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank Niaga Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Syariah Mandiri
- PT Bank Internasional Indonesia Tbk
Dolar AS
- PT Bank Niaga Tbk
- PT Bank International Indonesia Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Central Asia Tbk
Investasi jangka pendek

2006

www.global-reports.com

2005

Time deposits (third party)


60,200
11,750
5,750
3,862
2,000
900

5,200
8,000
3,000
17,262
2,000
14,750

5,200
17,500
4,028
2,000
-

240,185
63,814
42,323
430,784
-

22,550
17,589
12,592
58,630
161,573
-

9,456
38,184
5,000

558,359

257,054

152,292

Suku bunga deposito berjangka di atas adalah:

Rupiah
Dolar AS

CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)

Rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Niaga Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri PT Bank International Indonesia Tbk US Dollars
PT Bank Niaga Tbk PT Bank International Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk -

Short term investment

The interest rates on the above time deposits are as follows:

2007

2006

2005

3.25% - 11.37%
2.75% - 5.50%

3.75% - 15.00%
1.25% - 4.75%

5.00% - 12.50%
0.65% - 4.50%

Rupiah
US Dollars

Sejak tahun 2004, sebesar 25% dari jumlah yang ada


pada rekening bank Perusahaan di PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk telah diikat secara fidusia
untuk jaminan pinjaman bank. Pinjaman tersebut telah
dilunasi di tahun 2006 (Catatan 13).

Since 2004, the Company has entered into a fiduciary


agreement for 25% of the funds in the Companys account for
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk loan collateral. The
loan was repaid in 2006 (Note 13).

Pada tahun 2005, Perusahaan telah menempatkan


dana sejumlah Rp 5.000 untuk dikelola oleh
PT Anugra Nusantara Asset Management dengan
tingkat pengembalian sebesar 11,5% per tahun.
Perjanjian pengelolaan ini berlaku efektif sejak tanggal
15 Desember 2005 dan telah diakhiri oleh Perusahaan
pada tanggal 16 Pebruari 2006.

In 2005, the Company placed funds amounting to Rp 5,000


to be managed by PT Anugra Nusantara Asset Management
with rate of return of 11.5% per annum. This agreement
commenced on 15 December 2005 and was terminated by the
Company on 16 February 2006.

Kas Perusahaan diasuransikan dengan nilai


pertanggungan Rp 2.750 (2006: Rp 3.400; 2005: Rp
4.300).

The Companys cash on hand has been insured with a total


amount insured of Rp 2,750 (2006: Rp 3,400; 2005: Rp
4,300).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/22 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

5.

PIUTANG USAHA
2007

Pihak ketiga
Rupiah
Dolar AS
Penyisihan piutang tak tertagih

2006

2007

6.

60,797
1,967
2,500
65,264

19,955
23,345
43,300
43,300

12,114
38,093
50,207
50,207

Rupiah
US Dollars
Allowance for doubtful accounts

The aging of trade receivables is as follows:


2006

2005

29,868
5,297
8,135
43,300

46,124
3,491
592
50,207

Current
Overdue 30 90 days
Overdue > 90 days

Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang


masing-masing pelanggan pada akhir tahun,
manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut
telah cukup untuk menutupi kemungkinan tidak
tertagihnya piutang tersebut.

Based on a review of the status of individual accounts receivable


at the end of the year, the management believes that the
provision is sufficient to cover possible losses from uncollected
receivables.

Sejak tahun 2004, piutang usaha ini telah dijadikan


agunan pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk. Pinjaman tersebut telah dilunasi di
tahun 2006 (Catatan 13).

Since 2004, these receivables have been pledged as collateral for


bank loans from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
The loan had been repaid in 2006 (Note 13).

Piutang usaha dan persediaan dari MAKP, anak


perusahaan, dengan nilai penjaminan minimal sebesar
Rp 13.200 atau 110% dari plafon kredit modal kerja,
telah dijadikan agunan untuk pinjaman dari PT Bank
Ekspor Indonesia (Persero) (Catatan 13).

Trade receivables and inventories of MAKP, a subsidiary,


with total minimal collateral value of Rp 13,200 or 110%
from the total facility of working capital credit, have been
pledged as collateral for a bank loan from PT Bank Ekspor
Indonesia (Persero) (Note 13).

6.

PERSEDIAAN
2007

Barang dalam proses dan


barang jadi:
Minyak dan biji sawit
Karet
Teh
Kakao
Bibit
Lain-lain

www.global-reports.com

2005

Third parties
8,062
57,202
65,264
(2,500)
62,764

Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

Lancar
Jatuh tempo 30 90 hari
Jatuh tempo > 90 hari

TRADE RECEIVABLES

115,803
31,895
3,593
2,900
2,268
27
156,486

INVENTORIES

2006

26,281
30,017
2,947
1,876
1,208
39
62,368

2005

51,151
31,273
4,854
5,092
831
66
93,267

Production in process and


finished goods:
Palm oil and palm kernel
Rubber
Tea
Cocoa
Seeds
Others

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/23 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

6.

PERSEDIAAN (lanjutan)
2007

Bahan baku pembantu dan


suku cadang:
Pupuk
Bahan kimia
Suku cadang
Bahan bakar
Bahan lainnya
Dikurangi:
Penyisihan persediaan usang

2006

2005

17,866
9,554
7,234
4,251
31,929
70,834

18,765
9,794
11,511
4,401
25,159
69,630

14,452
5,494
9,651
4,077
15,985
49,659

(1,487)

(1,362)
68,268
130,636

(431)

Supporting materials and


spare parts:
Fertiliser
Chemicals
Spare parts
Fuel oil
Other materials

Less:
69,347
225,833

www.global-reports.com

INVENTORIES (continued)

Provision for obsolete inventory

49,228
142,495

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan untuk


bahan baku pembantu dan suku cadang telah cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul
dari persediaan usang.

Management believes that the provision for obsolete supporting


materials and spare parts is sufficient to cover possible losses
from obsolete inventories.

Sejak tahun 2004, semua persediaan telah dijadikan


agunan pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk. Pinjaman tersebut telah dilunasi di
tahun 2006 (Catatan 13).

Since 2004, all inventories have been pledged as collateral for


bank loans from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
The loan was repaid in 2006 (Note 13).

Sejak tahun 2006, Piutang usaha dan persediaan dari


MAKP, anak perusahaan, telah dijadikan agunan untuk
pinjaman dari PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)
dengan nilai penjaminan minimal sebesar Rp 13.200
atau 110% dari plafon kredit modal kerja (Catatan 13).

Since 2006, trade receivables and inventories of MAKP, a


subsidiary, have been pledged as collateral for a bank loan
from PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) with a minimum
collateral value of Rp 13,200 or 110% of the total facility of
working capital credit (Note 13).

Sejak tahun 2003, semua persediaan barang jadi dari


MAKP, anak perusahaan telah dijadikan agunan
pinjaman dari PT Bank Syariah Mandiri. Pinjaman
tersebut telah dilunasi di tahun 2006 (Catatan 13).

Since 2003, all inventories of MAKP have been pledged as


collateral for bank loans from PT Bank Syariah Mandiri.
The loan had been repaid in 2006 (Note 13).

Pada tanggal 31 Desember 2007, persediaan bahan


pembantu dan suku cadang telah diasuransikan
terhadap risiko yang disebabkan oleh bencana alam,
kebakaran, sabotase dan perusakan dengan jumlah
pertanggungan asuransi sebesar USD 20.907.917
(2006: USD 21.153.000; 2005: USD 27.733.754).
Manajemen berpendapat bahwa pertanggungan
asuransi tersebut telah memadai untuk menutupi
kerugian yang mungkin timbul dari risiko-risiko
tersebut.

As at 31 December 2007, the supporting material and


sparepart inventories were insured against the risk of loss due
to natural disaster, fire, sabotage and vandalism with a total
insurance coverage of USD 20,907,917 (2006: USD
21,153,000; 2005: USD 27,733,754). Management
believes the insurance coverage was adequate to cover possible
losses arising from such risks.

Persediaan milik anak perusahaan, MAKP, telah


diasuransikan dengan jumlah pertanggungan sebesar
USD 990.000 (2006: USD 618.000; 2005: USD
618.280).

Inventories in subsidiary, MAKP, were insured with a total


coverage of USD 990,000 (2006: USD 618,000; 2005:
USD 618,280).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/24 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.

7.

UANG MUKA
2007

Pembelian tanah
Penyisihan untuk nilai terpulihkan
atas uang muka untuk tanah
Pembelian minyak HSD
Kontraktor
Lain-lain

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

ADVANCES

2006

2005

135,240

42,808

(44,000)
91,240
12,381
9,410
11,620
33,411
124,651

42,808
6,030
25,423
2,268
33,721
76,529

9,546
8,753
8,290
26,589
26,589

Land acquisition
Provision for recoverable amount
of advance payments for land
HSD oil purchase
Contractors
Others

Pada tahun 2006, Perusahaan telah membayar uang


muka dan biaya-biaya profesional sebesar Rp 42.808
kepada beberapa pihak perantara perorangan
sehubungan dengan akuisisi lahan-lahan perkebunan
sebagai bagian dari rencana Perusahaan untuk
mengamankan pasokan tandan buah segar. Pada awal
tahun 2007, untuk memantapkan proses akuisisi
tersebut, Perusahaan telah memutuskan untuk mengalihkan pelaksanaannya dari perantara perorangan
kepada perantara berbentuk badan hukum, PT Dwi
Reksa Usaha Perkasa (DRUP), anak perusahaan yang
telah dijual pada Oktober 2006 (Catatan 3).
Sehubungan dengan pengalihan tersebut, uang muka
dan biaya-biaya profesional tersebut di atas telah
diterima kembali oleh Perusahaan berturut-turut pada
tanggal 21 Pebruari 2007 dan 22 Maret 2007.

During 2006, the Company paid advances and professional


fees amounting to Rp 42,808 to several individual brokers in
relation to the acquisition of plantation lands as part of the
Companys plan to secure fresh fruit bunch supplies. In early
2007, to enhance the acquisition process, the Company
transferred the execution from the individual brokers to an
entity broker, PT Dwi Reksa Usaha Perkasa (DRUP), a
subsidiary which has been sold in October 2006 (Note 3). In
relation to the transfer, the advances and professional fees were
received back by the Company on 21 February 2007 and 22
March 2007, respectively.

Sebagai bagian dari akuisisi lahan-lahan perkebunan


tersebut, Perusahaan telah menerbitkan dua Wesel
Bayar yang tidak dikenakan bunga pada tanggal 29
Januari 2007 dan 13 Maret 2007 masing-masing
sebesar Rp 80.680 dan Rp 54.560 kepada DRUP yang
telah ditunjuk untuk membantu dan mengelola akusisi
lahan dan penyerahterimaan lahan-lahan tersebut
kepada Perusahaan. Perusahaan telah melunasi kedua
Wesel Bayar yang telah jatuh tempo pada tanggal 29
Juli 2007 dan 13 September 2007.

As part of the acquisition of plantation lands, the Company


issued two non-interest bearing Notes Payable on 29 January
2007 and 13 March 2007 amounting to Rp 80,680 and Rp
54,560, respectively, to DRUP who was appointed to
facilitate and manage the land acquisition and the handover of
the land to the Company. The Company paid the Notes
Payable which were due on 29 July 2007 and 13 September
2007.

DRUP dan perantara perorangannya saat ini masih


dalam proses serah terima 2.150,5 kavling (4.071,08
hektar) lahan yang telah ditanami. Perusahaan telah
mengendalikan dan memperoleh manfaat ekonomis
atas sebagian besar dari 2.150,5 kavling yang dialihkan
tersebut termasuk hasil tandan buah segar dari lahan
tersebut. Proses pengikatan jual beli lahan-lahan
tersebut secara hukum masih berlangsung dan belum
sepenuhnya diselesaikan hingga tanggal laporan
keuangan konsolidasian ini.

DRUP and its individual brokers are currently in the process


of handing over 2,150.5 kavlings (4,071.08 hectares) of
planted land. The Company has had control of and deriving
the economic benefit over most of the 2,150.5 kavlings of land
including the fresh fruit bunches from the land. The legal
process of the sales and purchase agreements of the land is still
ongoing and has not been fully completed up to the date of the
consolidated financial statements.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/25 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.

8.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

7.

UANG MUKA (lanjutan)


Pada tanggal neraca, Perusahaan mencatat akuisisi
lahan-lahan tersebut sebagai uang muka pembelian
tanah, yang merupakan bagian dari aktiva lancar,
sebesar Rp 135.240. Uang muka tersebut akan
dikapitalisasi ke akun tanaman perkebunan pada saat
proses perolehan Hak Guna Usaha (HGU) dari
lahan-lahan tersebut selesai.

At the balance sheet date, the Company has recorded the land
acquisition as advances for land acquisition, as part of the
current assets, amounting to Rp 135,240. The advance will be
capitalised to the plantation assets account when the process of
obtaining the Landrights (HGU) is completed.

Perusahaan juga telah melakukan penelaahan lebih


lanjut atas nilai tercatat dari uang muka tersebut dalam
hubungannya dengan proses perolehan HGU,
berdasarkan letak lahan tersebut terhadap letak lahan
inti Perusahaan, proses aplikasi HGU yang sedang
berjalan dengan badan pertanahan setempat dan saransaran yang diperoleh dari penasihat hukum
Perusahaan. Berdasarkan penelaahan tersebut,
Perusahaan telah membukukan penyisihan untuk nilai
terpulihkan atas uang muka untuk tanah tersebut
sebesar Rp 44.000 pada tanggal 31 Desember 2007.

The Company has also performed further assessments on the


carrying value of the advance payment in the context of the
HGU process, based on the lands location to the Companys
inti lands, application process to the local land office that is
still underway and advice provided by the Companys legal
advisor. Based on the assessment, the Company has set aside a
provision for recoverable amount of advance payments for land
amounting to Rp 44,000 as at 31 December 2007.

8.

PIUTANG HUBUNGAN ISTIMEWA


2007

Piutang antar perusahaan:


Rupiah
- PT Pan London Sumatra
Plantation
- PT Gelora Mahapala
- PT London Sumatra
International
- PT Panca Tirta Budi Agung

www.global-reports.com

ADVANCES (continued)

AMOUNTS DUE FROM RELATED PARTIES

2006

2005

Intercompany accounts:
Rupiah
PT Pan London Sumatra Plantation
PT Gelora Mahapala PT London Sumatra International
PT Panca Tirta Budi Agung -

12,850
9,033

12,850
9,033

7,243
4,489

7,243
4,489

33,615

33,615

Piutang karyawan

7,999

6,231

22,103

Employee receivables

Penyisihan piutang tak tertagih

7,999
-

39,846
(33,615)

55,718
(33,615)

Allowance for doubtful accounts

7,999

6,231

22,103

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/26 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

8.

PIUTANG HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

AMOUNTS DUE FROM RELATED PARTIES


(continued)

Mutasi penyisihan piutang tak tertagih adalah sebagai


berikut:
2007

Saldo awal
Penambahan
Penghapusan
Pemulihan
Saldo akhir

The movement of allowance for doubtful accounts is as follows:


2006

2005

33,615
(33,615)
-

33,615
-

11,500
26,512
(4,397)

Beginning balance
Additions
Write-off
Reversal

33,615

33,615

Ending balance

Piutang antar perusahaan sebagian besar berasal dari


biaya pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa
yang dibayarkan dahulu oleh Perusahaan dan tidak
dikenakan bunga (Catatan 33).

The intercompany receivables represent mainly balances arising


from payments of expenses made by the Company on behalf of
related parties and bear no interest (Note 33).

Manajemen berkeyakinan bahwa piutang tersebut tidak


dapat tertagih dan telah melakukan penyisihan penuh
atas piutang tersebut. Pada tahun 2007, Perusahaan
telah menghapusbukukan piutang tersebut.

Management believes that the receivables cannot be recovered


and had fully provided for the receivables. In 2007, the
Company has written off the receivables.

9.

9. PIUTANG PLASMA

PLASMA RECEIVABLES

Akun ini merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan


untuk pengembangan perkebunan plasma yang
termasuk biaya pembibitan, persiapan lahan,
penanaman, pemupukan, pemeliharaan, dan biaya
tidak langsung lainnya, yang sementara dibiayai sendiri
oleh Perusahaan, menunggu pendanaan dari bank atau
akan ditagihkan kembali ke petani plasma. Piutang
plasma juga mencakup talangan untuk petani plasma
atas cicilan pinjaman ke bank.

This account represents the costs incurred for plasma plantation


development including expenditures for nurseries, field
preparation, planting, fertilisers, maintenance and other
overheads which were temporarily self funded by the Company
awaiting bank funding or reimbursement by plasma farmers.
Plasma receivables also include advances to plasma farmers on
topping up the loan installments to the banks.

Rincian akun ini adalah sebagai berikut:

The details of this account are as follows:


Jumlah/

Total

www.global-reports.com

Saldo per 1 Januari 2005

45,239

Balance at 1 January 2005

Penambahan dari akuisisi aktiva


Pan Grup (Catatan 3)
Penambahan biaya pengembangan
Penerimaan dari petani plasma - bersih
Saldo per 31 Desember 2005

28,080
643
(4,530)
69,432

Talangan cicilan petani plasma


ke bank - bersih
Saldo per 31 Desember 2006

5,651
75,083

Balance at 31 December 2006

Penerimaan dari petani plasma - bersih


Penyisihan piutang plasma tak tertagih

(13,958)
(18,000)

Collection from plasma farmers - net


Allowance for doubtful plasma receivables

Saldo per 31 Desember 2007

43,125

Addition from Pan Group assets


acquisition (Note 3)
Additional development costs
Collections from plasma farmers - net

Balance at 31 December 2005


Plasma advance on installment to
bank - net

Balance at 31 December 2007

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/27 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

9.

PIUTANG PLASMA (lanjutan)


Berdasarkan hasil penelaahan akun piutang plasma
pada tanggal 31 Desember 2007, manajemen
berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu yang
ada cukup untuk menutupi kemungkinan tidak
tertagihnya piutang tersebut. Sedangkan pada tanggal
31 Desember 2006 dan 2005, manajemen berpendapat
bahwa seluruh piutang plasma dapat tertagih sehingga
penyisihan piutang plasma tak tertagih adalah nihil.

Based on a review of the plasma receivables account as at 31


December 2007, the management believes that the allowance for
doubtful accounts is sufficient to cover possible losses from
uncollected receivables. Whilst, as at 31 December 2006 and
2005, the management believes that the entire plasma
receivables will be collectible, therefore the provision for
uncollectible plasma receivable is nil.

Lahan plasma yang telah dikembangkan Perusahaan


pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005
adalah sebagai berikut:

The plasma areas which have been developed by the Company


as at 31 December 2007, 2006 and 2005 are as follows:

Pembiayaan oleh
bank/

Pembiayaan
sendiri/

Funded by banks

Self funded

Telah
menghasilkan/

Mature

Telah
menghasilkan
dan belum
menghasilkan/

Jumlah/Total
Telah
menghasilkan
dan belum
menghasilkan/

Mature and
immature

Mature and
immature

Hektar/

Hektar/

Hektar/

Hectares

Hectares

Hectares

Year 2007

Tahun 2007
Saldo 1 Januari 2007
Pengukuran ulang

286
(284)

Saldo 31 Desember 2007

555
(82)

841
(366)

473

475

Balance at 1 January 2007


Field remeasurement
Balance at 31 December 2007

Akumulasi lahan yang telah


diserah-terimakan,
1 Januari 2007
Pengukuran ulang

31,515
245

4,458
(440)

35,973
(195)

Saldo 31 Desember 2007

31,760

4,018

35,778

Balance at 31 December 2007

Jumlah lahan plasma


yang dikembangkan

31,762

4,491

36,253

Total developed
plasma land

Pembiayaan oleh
bank/

Pembiayaan
sendiri/

Funded by banks

Self funded

Telah
menghasilkan/

Mature

www.global-reports.com

PLASMA RECEIVABLES (continued)

Telah
menghasilkan
dan belum
menghasilkan/

Jumlah/Total
Telah
menghasilkan
dan belum
menghasilkan/

Mature and
immature

Mature and
immature

Hektar/

Hektar/

Hektar/

Hectares

Hectares

Hectares

Accumulated handed
over lands at
1 January 2007
Field remeasurement

Year 2006

Tahun 2006
Saldo 1 Januari 2006
Pengukuran ulang
Serah terima ke petani plasma

286
-

587
24
(56)

873
24
(56)

Balance at 1 January 2006


Field remeasurement
Handed over to plasma farmers

Saldo 31 Desember 2006

286

555

841

Balance at 31 December 2006

Akumulasi lahan yang


telah diserah-terimakan

31,515

4,458

35,973

Accumulated handed
over lands

Jumlah lahan plasma


yang dikembangkan

31,801

5,013

36,814

Total developed
plasma land

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/28 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

9.

PIUTANG PLASMA (lanjutan)


Pembiayaan oleh
bank/

Pembiayaan
sendiri/

Funded by banks

Self funded

Telah
menghasilkan/

Mature

Tahun 2005
Saldo 1 Januari 2005
Penambahan dari akuisisi
Pan Grup (Catatan 3)
Reklasifikasi tanah
Pengukuran ulang
Serah terima ke petani plasma
Saldo 31 Desember 2005
Akumulasi lahan yang
telah diserah-terimakan
Penambahan dari akuisisi
Pan Grup (Catatan 3)
Jumlah lahan plasma
yang dikembangkan

www.global-reports.com

PLASMA RECEIVABLES (continued)

Telah
menghasilkan
dan belum
menghasilkan/

Jumlah/Total
Telah
menghasilkan
dan belum
menghasilkan/

Mature and
immature

Mature and
immature

Hektar/

Hektar/

Hektar/

Hectares

Hectares

Hectares

Year 2005
286

254

540

220
294
113
(294)

220
294
113
(294)

Balance at 1 January 2005


Addition from Pan Group
acquisition (Note 3)
Field reclassification
Field remeasurement
Handed over to plasma farmers

286

587

873

Balance at 31 December 2005

30,151

1,156

31,307

1,364

3,246

4,610

31,515

4,402

35,917

31,801

4,989

36,790

Accumulated handed
over lands
Additional from Pan Group
acquisition (Note 3)
Total developed
plasma land

Perkebunan plasma dengan pembiayaan bank

Plasma plantations funded by banks

Pembiayaan dari bank adalah dalam bentuk pinjaman


lunak yang ditandatangani petani plasma yang
dikoordinasikan oleh beberapa Koperasi Unit Desa
(KUD) dengan masing-masing bank dimana
Perusahaan bertindak sebagai penjamin pengembalian
hutang.

Funding from banks is in the form of soft loans signed by


plasma farmers coordinated under certain Koperasi Unit
Desa (KUD) with the respective banks where the
Company acts as the guarantor of the loan repayments.

Sebagai penjamin pengembalian hutang bank,


Perusahaan memotong 30% dari jumlah penjualan
tandan buah segar petani plasma kepada Perusahaan
selama 4 - 12 tahun setelah serah terima dan panen.
Jumlah yang dipotong tersebut diteruskan oleh
Perusahaan ke bank sebagai pelunasan hutang petani
plasma tersebut. Selisih kurang antara penyisihan hasil
penjualan tersebut dengan pembayaran kembali hutang
bank, wajib dibayarkan oleh Perusahaan sebagai
penjamin pengembalian hutang (Catatan 34). Tetapi,
Perusahaan tidak selalu dapat mengumpulkan jumlah
30% tersebut. Selisih kurang tersebut dicatat sebagai
piutang plasma sampai pada saat peneriman kembali
dari petani plasma.

As the guarantor of the bank loan repayments, the Company


should withhold 30% of fresh fruit bunch sales amounts from
plasma famers during 4 - 12 years after handing over and
harvesting. The withheld amounts are passed by the Company
to the banks as loan repayments. Any shortfall between the
amounts provided from the above sales and amounts to be paid
to the banks must be paid by the Company as the guarantor of
the loan repayments (Note 34). However, the Company is not
always able to collect the 30%. This shortfall is recorded in
plasma receivables until such time as it is collected from the
plasma farmers.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/29 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.

www.global-reports.com

PIUTANG PLASMA (lanjutan)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

9.

PLASMA RECEIVABLES (continued)

Pada tahun 2005 terdapat penambahan perkebunan


plasma dari akuisisi Pan Grup seluas 1.364 hektar
dimana seluruhnya telah diserah terimakan kepada
petani plasma dan telah mendapat pembiayaan penuh
dari PT BPD Sumatera Selatan (BPDSS).

In 2005, there were additional plasma areas from the


acquisition of Pan Group of 1,364 hectares, where all had been
handed over to farmers and were fully refinanced by PT BPD
Sumatera Selatan (BPDSS).

Pada 31 Desember 2007, 2006 dan 2005, Perusahaan


telah mengembangkan perkebunan plasma dengan
pembiayaan dari bank seluas 31.762 hektar (2006 dan
2005: 31.801 hektar), dimana 31.760 hektar (2006 dan
2005: 31.515 hektar) telah diserahterimakan kepada
petani plasma, dan sisanya seluas dua hektar (2006 dan
2005: 286 hektar) akan diserahterimakan bila kondisi
lahan sudah mencapai standar untuk serah terima.

With bank funding, up to 31 December 2007, 2006 and


2005, the Company developed plasma plantations totalling
31,762 hectares (2006 and 2005: 31,801 hectares) in which
31,760 hectares (2006 and 2005: 31,515 hectares) have been
handed over to plasma farmers, and the remaining two hectares
(2006 and 2005: 286 hectares) will be handed over when the
fields reach the standard condition to be handed over.

Dari lahan plasma dengan pembiayaan oleh bank


seluas 31.762 hektar (2006 dan 2005: 31.801 hektar),
pinjaman bank untuk lahan plasma seluas 16.823
hektar (2006: 10.461 hektar; 2005: nihil) telah dilunasi.
Perusahaan sedang dalam proses serah terima
sertifikat atas lahan-lahan tersebut kepada para petani.

Of the 31,762 hectares (2006 and 2005: 31,801 hectares) of


plasma funded by the bank, the bank loans have been fully
repaid in respect of 16,823 hectares (2006: 10,461 hectares;
2005: nil). The Company is in the process arranging the
handover of the land certificates to those plasma farmers.

Perkebunan plasma dengan biaya Grup

Plasma plantations funded by the Group

Pada tanggal 31 Desember 2007, Grup telah


mengembangkan
perkebunan
plasma dengan
pembiayaan sendiri seluas 4.491 hektar (2006: 5.013
hektar; 2005: 4.989 hektar), dimana seluas 4.018
hektar (2006: 4.458 hektar; 2005: 4.402 hektar) telah
diserahterimakan kepada petani plasma. Sisa lahan
dalam pengembangan seluas 473 hektar (2006: 555
hektar; 2005: 587 hektar) akan diserahterimakan pada
saat perkebunan plasma tersebut menghasilkan.

As at 31 December 2007, the Group has developed plasma


plantations from self funding totalling 4,491 hectares (2006:
5,013 hectares; 2005: 4,989 hectares) of which 4,018 hectares
(2006: 4,458 hectares; 2005: 4,402 hectares) have been
handed over to plasma farmers. The remaining area still under
development totalling 473 hectares (2006: 555 hectares; 2005:
587 hectares) will be handed over when the plasma plantations
are mature.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/30 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

10. PLANTATION ASSETS

10. TANAMAN PERKEBUNAN


Lokasi dan luas tanaman yang telah dikembangkan
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan
2005 adalah sebagai berikut:

The locations and areas of plantations which have been


developed by the Company as at 31 December 2007, 2006
and 2005 are as follows:
2007

Tanaman telah
menghasilkan/

Tanaman
belum
menghasilkan/

Lahan dalam
persiapan/

Mature
plantations

Immature
plantations

Land under
preparation

Jumlah/Total

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Sumatera Utara
Sumatera Selatan
Kalimantan Timur
Jawa
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara

34,958
23,486
4,556
2,019
3,786
624

5,578
13,316
535
1,019
105

5,328
1,272
100
-

40,536
42,130
5,828
2,554
4,905
729

North Sumatera
South Sumatera
East Kalimatan
Java
South Sulawesi
North Sulawesi

Jumlah

69,429

20,553

6,700

96,682

Total

Tanaman telah
menghasilkan/

Tanaman
belum
menghasilkan/

Lahan dalam
persiapan/

Mature
plantations

Immature
plantations

Land under
preparation

Jumlah/Total

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Sumatera Utara
Sumatera Selatan
Kalimantan Timur
Jawa
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara

35,819
21,054
4,556
1,888
3,765
624

3,747
12,583
424
897
105

5,200
343
248
-

39,566
38,837
4,899
2,312
4,910
729

North Sumatera
South Sumatera
East Kalimatan
Java
South Sulawesi
North Sulawesi

Jumlah

67,706

17,756

5,791

91,253

Total

2006

Tanaman telah
menghasilkan/

www.global-reports.com

2005
Tanaman
belum
Lahan dalam
menghasilkan/
persiapan/

Mature
plantations

Immature
plantations

Land under
preparation

Jumlah/Total

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Hektar/Hectares

Sumatera Utara
Sumatera Selatan
Kalimantan Timur
Jawa
Sulawesi Selatan
Sulawesi Utara

35,906
20,947
4,556
1,755
3,885
624

3,666
8,586
15
569
1,030
105

7,158
880
-

39,572
36,691
5,451
2,324
4,915
729

North Sumatera
South Sumatera
East Kalimatan
Java
South Sulawesi
North Sulawesi

Jumlah

67,673

13,971

8,038

89,682

Total

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/31 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

10.

10. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)

PLANTATION ASSETS (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2005, luas tanaman yang


telah dikembangkan Perusahaan dari akuisisi Pan
Grup terdiri dari 11.433 hektar tanaman telah
menghasilkan, 2.019 hektar tanaman belum
menghasilkan dan 2.877 hektar lahan dalam persiapan
yang terletak di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur
dan Sulawesi Utara (Catatan 3).

As at 31 December 2005, the areas of plantation which have


been developed by the Company from Pan Group acquisition,
consisted of 11,433 hectares of mature plantation, 2,019
hectares of immature plantation and 2,877 hectares of land
under preparation located in South Sumatera, East
Kalimantan and North Sulawesi (Note 3).

a.

a.

Tanaman telah menghasilkan

Mature plantations

1 Januari/

Harga perolehan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kelapa
Akumulasi
penyusutan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kelapa
Nilai buku

www.global-reports.com

31 Desember/

January

Akuisisi/

Penambahan/

Pengurangan/

December

2007

Acquisition

Additions

Deductions

2007

Cost
699,530
212,923
23,941
5,231
9
941,634

27,667
27,667

116,267
15,274
5,129
136,670

(25)
(487)
(7,858)
(8,370)

843,439
227,710
21,212
5,231
9
1,097,601

Oil palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coconut

Accumulated
depreciation
(196,127)
(59,748)
(12,880)
(1,087)
(1)
(269,843)

671,791

(38,393)
(7,998)
(1,282)
(94)
(47,767)

4
397
6,963
7,364

(234,516)
(67,349)
(7,199)
(1,181)
(1)
(310,246)
787,355

Oil palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coconut

Net book value

Pada tahun 2007, Perusahaan telah mengakuisisi


lahan tanaman seluas 972 hektar yang terletak di
lokasi Sumatera Utara dari PT Karimun
Aromatics dengan nilai sebesar Rp 27.667 dan
aktiva tetap dengan nilai sebesar Rp 5.072
(Catatan 11).

In 2007, the Company acquired 972 hectares of


plantations which are located in North Sumatera from
PT Karimun Aromatics amounting to Rp 27,667 and
fixed assets amounting to Rp 5,072 (Note 11).

Sebagian besar tanah dan tanaman telah


menghasilkan yang terletak di atasnya dijaminkan
oleh Perusahaan untuk pinjaman bank Club Deal
(Catatan 13).

Most of the land and its mature plantations have been


pledged by the Company for a Club Deal bank loan
(Note 13).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/32 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

10. PLANTATION ASSETS (continued)

10. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)


a.

a.

Tanaman telah menghasilkan (lanjutan)

Mature plantations (continued)

1 Januari/

31 Desember/

January

Penambahan/

Pengurangan/

December

2006

Additions

Deductions

2006

Cost

Harga perolehan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kelapa

662,961
210,444
23,941
4,892
9

36,924
3,906
340
-

(355)
(1,427)
(1)
-

699,530
212,923
23,941
5,231
9

902,247

41,170

(1,783)

941,634

(165,248)
(53,216)
(11,291)
(996)
(1)

(31,219)
(7,733)
(1,589)
(92)
-

340
1,201
1
-

(196,127)
(59,748)
(12,880)
(1,087)
(1)

(230,752)

(40,633)

1,542

(269,843)

Accumulated depreciation

Akumulasi penyusutan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kelapa

Nilai buku

671,495

671,791

1 Januari/

Harga perolehan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kopi
Kelapa
Akumulasi
penyusutan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kopi
Kelapa
Nilai buku

Oil palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coconut

Net book value

31 Desember/

January

Akuisisi/

Penambahan/

Pengurangan/

December

2005

Acquisition

Additions

Deductions

2005

Cost
419,999
210,970
15,459
4,892
4,113
17

246,548
8,929
-

28,818
1,169
-

(32,404)
(1,695)
(447)
(4,113)
(8)

662,961
210,444
23,941
4,892
9

655,450

255,477

29,987

(38,667)

902,247

Oil palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coffee
Coconut

Accumulated
depreciation
(149,359)
(46,878)
(10,061)
(911)
(1,250)
(2)

(31,447)
(7,638)
(1,571)
(85)
(11)
-

15,558
1,300
341
1,261
1

(165,248)
(53,216)
(11,291)
(996)
(1)

(208,461)

(40,752)

18,461

(230,752)

446,989

Pada tahun 2005, terdapat penambahan tanaman


telah menghasilkan sebesar Rp 255.477 yang
terdiri dari akuisisi tanah Pan Grup seluas 11.433
hektar dengan nilai sebesar Rp 242.506 (Catatan
3) yang terletak di Sumatera Selatan, Kalimantan
Timur, dan Sulawesi Utara; dan biaya-biaya yang
berhubungan dengan transaksi tersebut sebesar
Rp 12.971.

www.global-reports.com

Oil palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coconut

671,495

Oil palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coffee
Coconut

Net book value

In 2005, there were additional mature plantation assets


amounting to Rp 255,477, which consists of Pan Group
land acquisition of 11,433 hectares amounting to Rp
242,506 (Note 3) located in South Sumatera, East
Kalimantan and North Sulawesi; and expenses related to
the transaction amounting to Rp 12,971.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/33 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

10. PLANTATION ASSETS (continued)

10. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)


a.

a.

Tanaman telah menghasilkan (lanjutan)

Mature plantations (continued)

Perhitungan
keuntungan/(kerugian)
dari
pelepasan tanaman perkebunan adalah sebagai
berikut:
2007

Harga perolehan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kopi
Kelapa

The calculation of gain/(loss) on the disposal of


plantation assets is as follows:
2006

Cost
25
487
7,858
-

355
1,427
1
-

32,404
1,695
447
4,113
8

8,370

1,783

38,667

4
397
6,963
-

340
1,201
1
-

15,558
1,300
341
1,261
1

7,364

1,542

18,461

Nilai tercatat tanaman


perkebunan yang dijual

1,006

241

20,206

Carrying value of plantation


assets sold

Penerimaan dari tanaman


perkebunan yang dijual

2,003

2,760

18,328

Proceeds from plantation


assets sold

997

2,519

(1,878)

Gain/(loss) on disposal of
plantation assets - net

Akumulasi penyusutan
Kelapa sawit
Karet
Kakao
Teh
Kopi
Kelapa

Oil Palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coffee
Coconut

Accumulated depreciation

Keuntungan/(kerugian)
pelepasan tanaman
perkebunan - bersih

Seluruh
tanaman
menghasilkan
tidak
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, wabah
penyakit dan risiko lainnya.

Oil Palm
Rubber
Cocoa
Tea
Coffee
Coconut

Mature plantations are not insured against risks of fire,


plight and other risks.

b. Immature plantations

b. Tanaman belum menghasilkan

www.global-reports.com

2005

2007

2006

2005

Saldo awal
Penambahan biaya
Reklasifikasi ke tanaman
telah menghasilkan

693,347
317,945

495,690
238,827

345,664
180,013

(136,670)

(41,170)

(29,987)

Beginning balance
Additional costs
Reclassification to mature
plantations

Saldo akhir

874,622

693,347

495,690

Ending balance

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/34 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

10. PLANTATION ASSETS (continued)

10. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)

b. Immature plantations (continued)

b. Tanaman belum menghasilkan (lanjutan)


Sebagian besar tanah dan tanaman belum
menghasilkan yang terletak di atasnya dijaminkan
oleh Perusahaan untuk pinjaman bank Club Deal
(Catatan 13).

Most land and its immature plantation have been pledged


by the Company for the Club Deal bank loan (Note 13).

Seluruh tanaman belum menghasilkan tidak


diasuransikan terhadap risiko kebakaran, wabah
penyakit dan risiko lainnya.

Immature plantations are not insured against risks of fire,


plight and other risks.

11. FIXED ASSETS

11. AKTIVA TETAP


1 Januari/

Harga perolehan
Tanah
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat
berat
Mebel dan perlengkapan
kantor
Aktiva dalam proses
Aktiva dalam pembangunan
Akumulasi
penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat
berat
Mebel dan perlengkapan
kantor

Nilai buku

Reklasifikasi/

January

Akuisisi/

Penambahan/

Pengurangan/

2007

Acquisition

Additions

Deductions

Cost
355,000
286,702
291,024

2,965
1,307
800

21,418
4,938
25,797

(1,026)
(799)

50,473
101,560

379,383
342,394
418,382

96,096

39,539

(8,810)

126,825

66,773

12,429

(4,854)

1,844

76,192

58,212

178,606

(3,879)

(153,877)

79,062

1,153,807

5,072

282,727

(19,368)

1,422,238

Akumulasi
penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat
berat
Mebel dan perlengkapan
kantor
Nilai buku

www.global-reports.com

Land
Buildings
Machinery and equipment
Motor vehicles and
heavy equipment
Furniture, fixtures and
office equipment
Assets in progress
Construction in progress

Accumulated
depreciation
(80,002)
(88,759)

(13,608)
(21,384)

531
741

(93,079)
(109,402)

(73,404)

(11,079)

6,403

(78,080)

(29,047)

(8,515)

4,019

(33,543)

(271,212)

(54,586)

11,694

(314,104)

882,595

1,108,134

1 Januari/

Harga perolehan
Tanah
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat
berat
Mebel dan perlengkapan
kantor
Aktiva dalam proses
Aktiva dalam pembangunan

31 Desember/
December
2007

Reclassification

January

Penambahan/

Pengurangan/

2006

Additions

Deductions

Reklasifikasi/

31 Desember/

Reclassification

December

Buildings
Machinery and equipment
Motor vehicles and
heavy equipment
Furniture, fixtures and
office equipment

Net book value

2006

Cost
346,610
239,683
219,383

8,390
4,042
8,165

(441)
(135)

43,418
63,611

355,000
286,702
291,024

91,945

7,996

(3,845)

96,096

55,772

11,047

(46)

66,773

106,211

59,409

(379)

(107,029)

58,212

1,059,604

99,049

(4,846)

1,153,807

Land
Buildings
Machinery and equipment
Motor vehicles and heavy
equipment
Furniture, fixtures and
office equipment
Assets in progress
Construction in progress

Accumulated
depreciation
(68,979)
(75,028)

(11,206)
(13,769)

183
38

(80,002)
(88,759)

(67,202)

(9,321)

3,119

(73,404)

(21,865)

(7,226)

44

(29,047)

(233,074)

(41,522)

3,384

(271,212)

826,530

882,595

Buildings
Machinery and equipment
Motor vehicles and heavy
equipment
Furniture, fixtures and
office equipment

Net book value

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/35 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

11. FIXED ASSETS (continued)

11. AKTIVA TETAP (lanjutan)


1 Januari/

Harga perolehan
Tanah
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat
berat
Mebel dan perlengkapan
kantor
Aktiva dalam proses
Aktiva dalam pembangunan
Akumulasi
penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat
berat
Mebel dan perlengkapan
kantor
Nilai buku

www.global-reports.com

January

Akuisisi/

Penambahan/

Pengurangan/

2005

Acquisition

Additions

Deductions

Reklasifikasi/

31 Desember/

Reclassification

December
2005

Cost
97,184
189,045
210,108

220,000
45,591
3,447

31,127
4,209
5,252

(1,701)
(1,689)
(209)

2,527
785

346,610
239,683
219,383

84,892

4,726

8,053

(5,726)

91,945

34,813

1,358

19,725

(124)

55,772

40,116

69,440

(33)

(3,312)

106,211

656,158

275,122

137,806

(9,482)

1,059,604

Land
Buildings
Machinery and equipment
Motor vehicles and
heavy equipment
Furniture, fixtures and
office equipment
Assets in progress
Construction in progress

Accumulated
depreciation
(49,764)
(61,590)

(19,304)
(13,468)

89
30

(68,979)
(75,028)

(62,086)

(10,599)

5,483

(67,202)

(16,339)

(5,539)

13

(21,865)

(189,779)

(48,910)

5,615

(233,074)

466,379

826,530

Buildings
Machinery and equipment
Motor vehicles and
heavy equipment
Furniture, fixtures and
office equipment

Net book value

Pada tahun 2005, terdapat penambahan aktiva tetap


dari akuisisi Pan Grup yang terdiri dari tanah,
bangunan, peralatan dan kendaraan sebesar Rp
275.122 (Catatan 3).

In 2005, there were additional fixed assets from Pan Group


acquisitions which consisted of land, buildings, equipment and
vehicles amounting to Rp 275,122 (Note 3).

Pada tahun 2006 dan 2007, sebagian besar dari aktiva


tetap Perusahaan telah dijadikan agunan untuk
pinjaman bank Club Deal (Catatan 13).

In 2006 and 2007, most of the Companys fixed assets have


been pledged as collateral for the Club Deal bank loan (Note
13).

Tanah dan bangunan dari MAKP, anak perusahaan,


dengan nilai pasar sebesar Rp 11.940 serta mesin dan
peralatan pabrik dengan nilai pasar sebesar Rp 11.687
telah dijadikan agunan untuk pinjaman dari PT Bank
Ekspor Indonesia (Persero) (Catatan 13).

The land and building of MAKP, a subsidiary, with a fair


value amounting to Rp 11,940 as well as machinery and
equipment with fair value amounting to Rp 11,687 has been
pledged as collateral for a loan from PT Bank Ekspor
Indonesia (Persero) (Note 13).

Pada tahun 2005, semua aktiva tetap Perusahaan telah


dijadikan agunan untuk pinjaman sindikasi bank BNI.
Pinjaman ini telah dilunasi di tahun 2006 (Catatan 13).

In 2005, all fixed assets of the Company have been pledged as


collateral for BNI syndicated loan. The loan was repaid in
2006 (Note 13).

Aktiva tetap milik anak perusahaan (MAKP) seperti


tanah dan bangunan pabrik, inventaris kantor,
kendaraan dan mesin-mesin produksi telah dijadikan
agunan untuk pinjaman dari PT Bank Syariah Mandiri.
Pinjaman ini telah dilunasi di tahun 2006 (Catatan 13).

Fixed assets in a subsidiary (MAKP), land and factory


building, machinery, vehicles and office equipment have been
pledged as collateral for loan from PT Bank Syariah Mandiri.
The loan was repaid in 2006 (Note 13).

Pada tanggal 31 Desember 2007, aktiva tetap


Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko
kerugian yang disebabkan oleh bencana alam,
kebakaran, kerusuhan, sabotase, pengrusakan dan
gangguan lainnya dengan jumlah pertanggungan
sebesar USD 163,5 juta dan Rp 64.014 (2006: USD
162,6 juta dan Rp 19.477; 2005: USD 244 juta dan Rp
24.150), yang menurut pendapat manajemen telah
memadai untuk menutupi kerugian yang mungkin
timbul dari risiko-risiko tersebut.

As at 31 December 2007, the Companys fixed assets were


covered by insurance against the risk of loss due to natural
disaster, fire, riots, sabotage, vandalism and business
interuption with total coverage of approximately USD 163.5
million and Rp 64,014 (2006: USD 162.6 million and Rp
19,477; 2005: USD 244 million and Rp 24,150), which is
considered adequate by the management to cover possible losses
arising from such risks.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/36 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

11. FIXED ASSETS (continued)

11. AKTIVA TETAP (lanjutan)


Aktiva tetap milik anak perusahaan (MAKP), kecuali
tanah
telah
diasuransikan
dengan
jumlah
pertanggungan sebesar USD 3 juta dan Rp 300 (2006:
USD 2,38 juta dan Rp 300; 2005: USD 1,95 juta dan
Rp 20.727), yang menurut pendapat manajemen telah
memadai untuk menutupi kerugian yang mungkin
timbul dari risiko-risiko tersebut.

Fixed assets in a subsidiary (MAKP), excluding land were


insured with a total coverage of USD 3 million and Rp 300
(2006: USD 2.38 million and Rp 300; 2005: USD 1.95
million and Rp 20,727), which is considered adequate by the
management to cover possible losses arising from such risks.

Perhitungan (kerugian)/keuntungan dari penjualan


dan penghapusan aktiva tetap adalah sebagai berikut:

The calculation of the (loss)/gain on the sale and disposal of


fixed assets is as follows:

2007

2005

Acquisition costs

Harga perolehan
Tanah
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat berat

1,026
799
8,810

441
135
3,845

1,701
1,689
209
5,726

Mebel dan perlengkapan kantor


Aktiva dalam pembangunan

4,854
3,879

46
379

124
33

Land
Buildings
Plant and machinery
Motor vehicles and heavy equipment
Furnitures, fixtures and
office equipment
Construction in progress

19,368

4,846

9,482

Akumulasi penyusutan
Bangunan
Mesin dan peralatan
Kendaraan dan alat-alat berat

531
741
6,403

183
38
3,119

89
30
5,483

Mebel dan perlengkapan kantor

4,019

44

13

11,694

3,384

5,615

7,674

1,462

3,867

2,403

2,643

1,290

Carrying value of
fixed assets sold
Proceeds from fixed assets
sold

(2,577)

(Loss)/gain on
sale and disposal of
fixed assets net

Nilai tercatat aktiva tetap


yang dijual
Penerimaan dari aktiva
tetap yang dijual

(Kerugian)/keuntungan
penjualan dan penghapusan
aktiva tetap - bersih

www.global-reports.com

2006

Accumulated depreciation

(5,271)

1,181

Buildings
Plant and machinery
Motor vehicles and heavy equipment
Furnitures, fixtures and
office equipment

Beban penyusutan, termasuk penyusutan tanaman


perkebunan pada periode 31 Desember 2007, 2006
dan 2005 masing-masing sebesar Rp 102.353, Rp
82.155 dan Rp 89.662 dibebankan seluruhnya ke
beban pokok penjualan (Catatan 23).

Depreciation expenses, including depreciation of mature


plantations in the period 31 December 2007, 2006 and 2005
amounting to Rp 102,353, Rp 82,155 and Rp 89,662 were
all charged to cost of goods sold (Note 23).

Aktiva dalam proses

Assets in progress

Pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005,


sebagian besar aktiva dalam proses terdiri dari
pembangunan beberapa fasilitas pelengkap pabrik dan
perumahan di Sumatera Utara dan di Sumatera Selatan
yang belum diselesaikan pada tanggal neraca.

As at 31 December 2007, 2006 and 2005, construction in


progress mostly represented the new construction of several mill
supporting facilities and the construction of housing facilities in
North Sumatera and in South Sumatera which have not been
completed as of the balance sheet date.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/37 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

11. FIXED ASSETS (continued)

11. AKTIVA TETAP (lanjutan)

Assets in progress (continued)

Aktiva dalam proses (lanjutan)


2007

Sumatera Utara:
Mesin dan peralatan
Bangunan

2006

North Sumatera:
2,880
2,858

10,155
12,068

8,925
2,605

5,738

22,223

11,530

11,131
61,077

20,453
13,978

51,823
42,450

72,208

34,431

94,273

90
1,007

395
391

118
-

1,097

786

118

Jawa:
Mesin dan peralatan

642

208

Machinery and equipment

Sulawesi:
Mesin dan peralatan
Bangunan

19
-

107
23

8
74

Machinery and equipment


Buildings

19

130

82

79,062

58,212

106,211

Sumatera Selatan:
Mesin dan peralatan
Bangunan

Kalimantan Timur:
Mesin dan peralatan
Bangunan

Hak guna usaha (HGU)


Saldo awal
Penambahan
Saldo akhir
Akumulasi amortisasi
Saldo awal
Penambahan
Saldo akhir
Izin lokasi
Saldo awal
(Pengurangan)/penambahan
Saldo akhir

Machinery and equipment


Buildings

South Sumatera:
Machinery and equipment
Buildings

East Kalimantan:
Machinery and equipment
Buildings

Java:
Sulawesi:

12. BIAYA TANGGUHAN HAK ATAS TANAH

www.global-reports.com

2005

12. DEFERRED CHARGES FOR LANDRIGHTS

2007

2006

2005

101,996
125

101,675
321

88,247
13,428

Beginning balance
Additions

102,121

101,996

101,675

Ending balance

24,731
4,437

20,516
4,215

16,549
3,967

Beginning balance
Additions

29,168

24,731

20,516

Ending balance

72,953

77,265

81,159

37,296
(773)

36,495
801

35,582
913

Beginning balance
(Deductions)/additions

36,523

37,296

36,495

Ending balance

109,476

114,561

117,654

Landrights (HGU)

Accumulated amortisation

Location permits

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/38 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

12. BIAYA TANGGUHAN HAK ATAS TANAH


(lanjutan)

(continued)

Pada tahun 2005, Perusahaan telah memperoleh


tambahan Hak Guna Usaha atas tanah di Sumatera
Selatan dan Kalimantan, sebagai hasil dari akuisisi
aktiva perkebunan Pan Grup (Catatan 3).

In 2005, the Company obtained additional landrights (HGU)


for land located in South Sumatera and Kalimantan as a result
of the Pan Group asset acquisition (Note 3).

Perusahaan telah memperoleh Hak Guna Usaha


(HGU) untuk seluruh area di Sumatera Utara, Jawa
dan Sulawesi Selatan untuk masa 30 tahun hingga
tahun 2023. Untuk area di Sumatera Selatan seluas
31.621 hektar telah memperoleh HGU untuk masa 30
tahun hingga tahun 2030 - 2040. Area di Kalimantan
Timur seluruhnya telah memperoleh HGU untuk
masa 30 tahun hingga tahun 2033 - 2039.

The Company has obtained legal rights in the form of


Operating Use Rights (HGU) for all areas in North
Sumatera, Java and South Sulawesi for a period of 30 years
until 2023. For areas in South Sumatera, the Company has
obtained HGU for 31,621 hectares for a period of 30 years
until 2030 - 2040. For areas in East Kalimantan, HGUs
have been obtained for all of the areas for a period of 30 years
until 2033 - 2039.

Managemen berkeyakinan bahwa


diperbaharui atau diperpanjang.

Management believes that the HGU can be renewed or


extended.

HGU

dapat

13. BANK LOANS

13. HUTANG BANK


Posisi hutang bank Grup pada tanggal 31 Desember
2007, 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:

The balance of the Groups bank loans as at 31 December


2007, 2006 and 2005 is as follows:

a.

a.

Jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Club Deal - USD


PT Bank Ekspor Indonesia
(Persero)
Sindikasi Bank BNI - USD
PT Bank Syariah Mandiri
Dikurangi:
Beban tangguhan atas
hutang bank
Hutang bank jangka
pendek - bersih

www.global-reports.com

12. DEFERRED CHARGES FOR LANDRIGHTS

Current portion

2007

2006

2005

254,313

166,870

8,400
-

7,500
-

98,300
3,279

262,713

174,370

101,579

Club Deal - USD


PT Bank Ekspor Indonesia
(Persero)
Syndicated BNI bank - USD
PT Bank Syariah Mandiri

Less:
(2,438)

(661)

Deferred charges for


bank loans

260,275

173,709

101,579

Short term bank loans - net

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/39 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

13.

13. HUTANG BANK (lanjutan)

b. Non-current portion

b. Jangka panjang

Club Deal - USD


PT Bank Ekspor Indonesia
(Persero)
Sindikasi Bank BNI - USD
PT Bank Syariah Mandiri

www.global-reports.com

BANK LOANS (continued)

2007

2006

548,180

476,233

2005

1,894
-

4,794
-

482,099
5,913

550,074

481,027

488,012

Club Deal - USD


PT Bank Ekspor Indonesia
(Persero)
Syndicated BNI bank - USD
PT Bank Syariah Mandiri

Less:

Dikurangi:
Beban tangguhan atas
hutang bank

(10,922)

(14,171)

Deferred charges for


bank loans

Hutang bank jangka


panjang - bersih

539,152

466,856

488,012

Long term bank loan - net

Club Deal

Club Deal

Pada tanggal 16 Agustus 2006, Perusahaan telah


mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui penjaminan
sebagian besar harta kekayaan Perusahaan atas
diperolehnya fasilitas pinjaman sebesar USD
150.000.000 yang dikoordinasikan oleh BCA (Club
Deal) pada tanggal yang sama.

On 16 August 2006, the Company held an Extraordinary


General Meeting of Shareholders (EGM) to approve the
pledging of the Companys majority assets against a loan facility
led by BCA (Club Deal) amounting to USD 150,000,000
on the same date.

Perjanjian Kredit tersebut terdiri dari tiga Tranche,


sebagai berikut:

This Loan Agreement consists of three tranches, as follows:

Tranche A sebesar USD 54.043.673 untuk


pembiayaan ulang terhadap hutang sindikasi
BNI yang diperoleh pada tahun 2004.
Penarikan fasilitas kredit ini telah dilakukan
pada tanggal 28 Agustus 2006. Pembayaran
kembali pinjaman akan dilakukan setiap 6
(enam) bulan sekali dalam sepuluh kali
angsuran sejak Pebruari 2007 dan berakhir
pada Agustus 2011. Pembayaran kembali
pokok pinjaman yang pertama dan kedua
masing-masing sebesar USD 5.000.000 telah
dilakukan pada tanggal 28 Pebruari 2007 dan
28 Agustus 2007.

Tranche A amounting to USD 54,043,673, for


the purpose of refinancing the BNI syndicated loan
facility obtained in 2004. Withdrawal of this
Tranche A had been done on 28 August 2006.
Repayments of the loan principal will be due every 6
(six) months in ten installments commencing
February 2007 until August 2011. The first and
second repayment of the loan principal amounting to
USD 5,000,000 each was settled on 28 February
2007 and 28 August 2007.

Tranche
B
sebesar
USD 80.956.327
merupakan fasilitas bersyarat atas rencana
pengeluaran-pengeluaran modal (capital
expenditures) tertentu. Pada tanggal 31
Desember
2007,
Perusahaan
telah
melakukan penarikan sejumlah USD
35.655.709
(2006:
USD
8.753.796).
Pembayaran kembali pokok pinjaman akan
dilakukan setiap enam bulan sekali dalam
tujuh kali angsuran sejak Agustus 2008 dan
berakhir pada Agustus 2011.

Tranche B amounting to USD 80,956,327


represents a conditional loan facility which has a
direct relation to the realisation of certain capital
expenditures. As at 31 December 2007, the
Company has drawn down the loan amounting to
USD 35,655,709 (2006: USD 8,753,796).
Repayments of the loan principal will be due every
six months in seven installments commencing August
2008 until August 2011.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/40 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. HUTANG BANK (lanjutan)

Club Deal (lanjutan)

13.

BANK LOANS (continued)


Club Deal (continued)

Tranche
C
sebesar
USD 15.000.000
merupakan fasilitas modal kerja. Perusahaan
telah menggunakan fasilitas ini sebesar
USD 8.500.000 pada tanggal 31 Desember
2007 (2006: USD 8.500.000). Pembayaran
kembali pokok pinjaman akan dilakukan
pada tanggal 16 Agustus 2008. Perusahaan
telah melakukan pembayaran pokok
pinjaman ini sebesar USD 3.000.000 pada
tanggal 25 September 2007.

Tranche C amounting to USD 15,000,000


represents a working capital loan facility. As at 31
December 2007, the Company has drawn down this
loan facility amounting to USD 8,500,000 (2006:
USD 8,500,000). Repayment of the loan principal
will be due on 16 August 2008. The Company
paid this loan principal of USD 3,000,000 on 25
September 2007.

Perusahaan dikenakan bunga sebesar SIBOR


ditambah 2,52% per tahun.
Bunga tersebut
dibayarkan setiap bulan sejak September 2006.

The loan bears interest at 2.52% above SIBOR rate per


annum. The interest is paid monthly from September 2006.

Hutang bank ini dijamin dengan tanah dan/atau


benda tidak bergerak dan semua mesin yang terletak
di atasnya serta tanah, bangunan, infrastruktur, mesin
dan tanaman perkebunan yang akan dibeli dan
dibangun, dan didanai oleh fasilitas Tranche B
(Catatan 10 dan 11).

The bank loans are secured by land and/or non-moveable


assets and all machinery that are placed on it, as well as land,
buildings, infrastructures, machineries and plantation assets
that are acquired and built, of which funded by the Tranche B
facility (Notes 10 and 11).

Perjanjian kredit tersebut memuat beberapa


pembatasan bagi Perusahaan untuk tidak melakukan
hal-hal berikut:

The credit agreement imposed several restrictive covenants for


the Company as follows:

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

Mengikatkan diri sebagai penanggung atau


penjamin dan/atau mengagunkan harta kekayaan
Perusahaan kepada pihak lain, termasuk pihak
hubungan istimewa, kecuali untuk kepentingan
pinjaman plasma dan mengagunkan harta
kekayaan Perusahaan dengan jumlah tidak
melebihi USD 10.000.000.
Melakukan investasi dan atau penambahan modal
pada Perusahaan atau pihak terkait.
Membuka usaha baru yang tidak berhubungan
dengan aktifitas kegiatan Perusahaan saat ini
maupun melakukan ekspansi usaha.
Melakukan pengurangan atau penurunan modal
sahamnya.
Menjual atau melepas harta tidak bergerak atau
harta kekayaan utama dalam menjalankan
usahanya, dengan nilai di atas 10% dari
pendapatan Perusahaan atau 20% dari ekuitas.
Mengubah status kelembagaan, anggaran dasar,
susunan direksi dan komisaris serta pemegang
saham utama, kecuali pelaksanaan konversi Surat
Hutang Wajib Konversi.
Memperoleh pinjaman uang atau kredit baru atau
perjanjian sewa guna usaha atau pembiayaan
lainnya dengan pihak lain dengan jumlah yang
melebihi USD 10.000.000.

Act as a guarantor and/or pledge the Companys assets


to other parties, including related parties, except for
plasma loan purposes and pledge the Companys assets
with a total amount not exceeding USD 10,000,000.

Invest and/or add capital in the Company or its related


parties.
Open new business operations that are not related to the
Companys current course of business, as well as
performing expansion.
Decrease or reduce share capital.

Sell or dispose of fixed assets or main assets used in the


operations, with a total value above 10% of the
Companys revenue or 20% of the Companys equity.

Change of the entity status, articles of association,


composition of the Board of Directors and the Board of
Commissioners, as well as major shareholders, except for
conversion of Mandatory Convertible Notes.
Obtain loans or new credit or leasing agreements or other
financing from other parties with total amount above
USD 10,000,000.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/41 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. HUTANG BANK (lanjutan)

13.

BANK LOANS (continued)

Club Deal (lanjutan)

Club Deal (continued)

Perusahaan juga diharuskan untuk mempertahankan


beberapa rasio keuangan sebagai berikut:

The Company is also required to maintain certain financial


ratios as follows:

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

Current ratio minimum 1 kali


Debt to equity ratio maksimum 2,3 kali
Interest service coverage ratio minimum 2 kali
Debt service coverage ratio minimum 1,25 kali
Debt to EBITDA ratio maksimum 3,5 kali

Minimum current ratio of 1


Maximum debt to equity ratio of 2.3
Minimum interest service coverage ratio of 2
Minimum debt service coverage ratio of 1.25
Maximum debt to EBITDA ratio of 3.5

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham


tanggal 29 Mei 2007 dan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa tanggal 14 Desember 2007 telah
terjadi perubahan susunan direksi dan dewan
komisaris perusahaan. Perubahan susunan direksi dan
dewan komisaris ini telah disetujui oleh kreditor
melalui surat No. 744/SCF/2007 tanggal 22 Agustus
2007 dan No. 080/SCF/2008 tanggal 23 Januari 2008.

Based on the Annual General Meeting of Shareholders on 29


May 2007 and Extraordinary General Shareholders Meeting
on 14 December 2007, there were changes in the composition of
the Board of Directors and the Board of Commissioners of the
Company. The changes were approved by the creditors through
letter No. 744/SCF/2007 dated 22 August 2007 and No.
080/SCF/2008 dated 23 January 2008.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Pada tanggal 31 Desember 2005, posisi hutang


sindikasi yang dikoordinasikan oleh PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (BNI) adalah sebesar USD
59.043.673.

As at 31 December 2005, the outstanding balance of the


syndicated loan which was coordinated by PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (BNI) amounting to
USD 59,043,673.

Perjanjian Kredit Sindikasi ini dikenakan bunga


sebesar 8% - 9% per tahun. Jangka waktu kredit
adalah lima tahun dan pembayaran kembali pokok
pinjaman dilakukan setiap enam bulan sekali sampai
30 September 2009.

This Syndicated Loan Agreement bears an interest rate of 8%


- 9% per annum. The term of the loan is five years and the
repayment of the loan principal will be due every six month
until 30 September 2009.

Sesuai dengan Perjanjian Kredit Sindikasi, Perusahaan


telah mengikatkan secara fidusia sejumlah 25% dari
jumlah yang ada pada rekening Perusahaan di BNI
(Catatan 4), serta menjaminkan seluruh harta
kekayaan Perusahaan yang bergerak maupun tidak
bergerak, baik yang sudah ada maupun yang akan ada
di kemudian hari (Catatan 5, 6 dan 11).

In accordance with the Syndicated Loan Agreement, the


Company has entered into a fiduciary agreement with BNI in
respect of a total of 25% of the funds in the Companys account
with BNI (Note 4), and pledged all moveable and unmoveable
assets, and existing assets or assets that will be acquired (Notes
5, 6 and 11).

Pembayaran kembali pokok pinjaman sebesar USD


5.000.000 dilakukan pada tanggal 28 Juni 2006.

Repayment of the loan principal of USD 5,000,000 was


settled on 28 June 2006.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/42 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. HUTANG BANK (lanjutan)

13. BANK LOANS (continued)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk


(lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Pada tanggal 27 Juli 2006, Perusahaan mengajukan


permohonan pembayaran kembali pinjaman yang
dipercepat dan telah disetujui oleh BNI pada tanggal
11 Agustus 2006.

On 27 July 2006, the Company proposed an accelerated


repayment of the syndicated loan and was approved by BNI on
11 August 2006.

Pembayaran kembali pokok pinjaman sebesar USD


54.043.673 dilakukan dengan menggunakan fasilitas
Club Deal Tranche A pada tanggal 29 Agustus 2006.
Sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit Sindikasi,
pembayaran kembali pinjaman dipercepat dikenakan
penalti sebesar 1% dari posisi pokok pinjaman.
Penalti sebesar USD 540.437 atau setara dengan Rp
4.902 telah dibebankan pada laporan laba rugi
konsolidasian di tahun 2006.

The repayment of the loan principal of USD 54,043,673 was


done using Club Deal facility Tranche A on 29 August
2006. As stated in the Syndicated Loan Agreement,
accelerated loan repayments are subject to 1% penalty of the
outstanding loan principal. The penalty amounting to USD
540,437 or equivalent to Rp 4,902 was charged to the
consolidated statements of income in 2006.

Perjanjian kredit tersebut memuat beberapa


pembatasan bagi Perusahaan untuk tidak melakukan
hal-hal berikut:

The credit agreement imposed several restrictive conditions for


the Company as follows:

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

Melakukan investasi terhadap perusahaan baru.


Memberikan kredit kepada pihak manapun
termasuk tetapi tidak terbatas kepada pemegang
saham.
Menjaminkan sebagian atau semua harta
kekayaan atau pendapatan Perusahaan dalam
bentuk dan dengan maksud apapun kepada pihak
lain.
Mengikatkan diri sebagai penanggung atau
penjamin hutang atau kewajiban lainnya terhadap
pihak lain sehubungan dengan sesuatu hutang
atau kewajiban lainnya dari pihak lain,
perusahaan afiliasi dan anak perusahaan, kecuali
untuk program plasma.
Melakukan penggabungan usaha, konsolidasi,
akuisisi dan pembubaran perusahaan kecuali
akuisisi atas PT Pan London Sumatra Plantation.
Mengambil sewa guna usaha dari perusahaan
sewa guna usaha yang jumlahnya baik sebagian
atau secara kumulatif mencapai nilai minimal
sebesar 5% (lima persen) dari total asset yang
dimiliki Perusahaan.
Melakukan
perubahan
pemegang
saham
mayoritas kepemilikan diatas 10% (sepuluh
persen).
Menugaskan manajemen lama di bawah
pengarahan pemegang saham lama (Founders)
dalam mengelola dan mengurus Perusahaan,
sepanjang manajemen lama tersebut dapat
mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan.

(continued)

Invest in a new company.


Provide credit to any parties, including but not limited to
shareholders.

Pledge part of or all of the Companys assets or revenue in


any form and any intention to other party.

Engage as a guarantor or other liabilities to other parties


in relation to loans or liabilities from other parties,
affiliated companies, except for plasma programs.

Execute the merger, consolidation, acquisition, and


liquidation of the Company, except for acquisition of PT
Pan London Sumatra Plantation.
Arrange leasing from a leasing company with a total
amount, partly or cumulative, of at least of 5% (five
percent) of the Companys total assets.

Change in majority shareholders above 10% (ten percent).

Engage the previous management under the direction of


the Founders in operating the Company, as long as the
previous management may cause loss in the Company.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/43 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. HUTANG BANK (lanjutan)

13. BANK LOANS (continued)


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk


(lanjutan)

(continued)

Perusahaan juga diharuskan untuk mempertahankan


beberapa rasio keuangan sebagai berikut:
Debt Equity Ratio maksimum 2,3 kali
Current ratio minimum 1,35 kali
Interest service coverage ratio minimum 2 kali
Debt service coverage ratio minimum 1,5 kali

The Company is also required to maintain certain financial


ratios as follows:
Maximum debt to equity ratio of 2.3
Minimum current ratio of 1.35
Minimum interest service coverage ratio of 2
Minimum debt service coverage ratio of 1.5

Pada tahun 2005, sebagian besar aktiva Perusahaan


telah dijadikan agunan untuk pinjaman sindikasi BNI.
Pinjaman ini telah dilunasi di tahun 2006.

In 2005, most of the Companys assets were pledged as


collateral for BNI syndicated loan. The loan was repaid in
2006.

PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)

PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)

Pada tanggal 5 Oktober 2006, PT Multi Agro


Kencana Prima (MAKP), anak perusahaan, telah
memperoleh dua perjanjian pinjaman dengan PT
Bank Ekspor Indonesia (Persero) sejumlah
Rp 20.000.

On 5 October 2006, PT Multi Agro Kencana Prima


(MAKP), a subsidiary, obtained two loan agreements with
PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) amounting to
Rp 20,000.

Perjanjian kredit yang diberikan terdiri atas:


Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE)
sebesar Rp 12.000 dengan jangka waktu satu
tahun dan telah diperpanjang pada tanggal 4
Oktober 2007 dan tingkat bunga 14,25% per
tahun. Pada tanggal 31 Desember 2007,
MAKP telah menarik fasilitas KMKE ini
sebesar Rp 6.000 (2006: Rp 6.000).

This loan facilities consist of:


Working Capital Credit for Export of Rp 12,000
with the repayment term of one year extended on 4
October 2007 and interest rate of 14.25% per
annum. As at 31 December 2007, MAKP, has
withdrawn this facility amounting to Rp 6,000
(2006: Rp 6,000).

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

Kredit Investasi Ekspor sebesar Rp 8.000


yang digunakan untuk melunasi fasilitas
kredit sebelumnya dengan Bank Syariah
Mandiri. Fasilitas kredit ini berjangka waktu
tiga tahun dengan tingkat bunga 14,50% per
tahun. Pada tanggal 31 Desember 2007,
MAKP telah menarik fasilitas ini sebesar
Rp 6.794 (2006: Rp 6.794). Pembayaran
kembali akan dilakukan dalam 12 kali
angsuran setiap tiga bulan sejak Desember
2006 dan berakhir pada September 2009.
Pada tanggal 31 Desember 2007, MAKP
telah melakukan beberapa kali pembayaran
dengan jumlah sebesar Rp 2.500.

Export Investment Credit of Rp 8,000 used to


refinance the previous loan to Bank Syariah Mandiri.
The term of this credit facility is three years with an
interest rate of 14.50% per annum. As at 31
December 2007, MAKP has withdrawn an amount
of Rp 6,794 (2006: Rp 6,794). Repayment will be
made in 12 installments which is due every three
month commencing from December 2006 until
September 2009. As at 31 December 2007, MAKP
had made several repayments with total amounts of
Rp 2,500.

Tingkat bunga akan ditinjau kembali setiap tiga bulan.


Bunga pinjaman dibayarkan setiap bulan.

The interest rate will be reviewed every three months. Interest is


paid on a monthly basis.

Hutang bank dijamin dengan piutang usaha,


persediaan, tanah dan aktiva tetap (Catatan 5, 6 dan
11).

Bank loans are secured by trade receivables, inventories, land


and fixed assets (Notes 5, 6 and 11).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/44 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

13. BANK LOANS (continued)

13. HUTANG BANK (lanjutan)


PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (lanjutan)

PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) (continued)

Berdasarkan perjanjian
diperbolehkan untuk:

Under the agreement, MAKP shall not be permitted to:

tersebut,

MAKP

tidak

Memperoleh pinjaman baru.


Mengikatkan diri sebagai penjamin dengan nama
apapun atau mengagunkan harta kekayaan
MAKP.
Mempergunakan fasilitas kredit Modal Kerja
Ekspor untuk pembiayaan modal kerja.

Obtain a new loan.


Engage as a guarantor or pledge MAKPs assets.

Use the Export Working Capitals credit facility to


finance working capital.

PT Bank Syariah Mandiri

PT Bank Syariah Mandiri

Fasilitas hutang dari Bank Syariah Mandiri diperoleh


MAKP untuk jangka waktu lima tahun sejak tanggal 8
Mei 2003 dengan tingkat marjin sebesar 19% - 20%
per tahun untuk enam bulan pertama. Tingkat marjin
ditinjau setiap enam bulan. Pembayaran pokok
pinjaman dan marjin diangsur setiap bulan. Pinjaman
ini dijamin dengan seluruh Hak Guna Bangunan
(HGB), persediaan barang jadi dan aktiva tetap
MAKP.

The loan facility from Bank Syariah Mandiri was obtained by


MAKP for a term of five years from 8 May 2003 with a
margin of 19% - 20% per annum for the first semester. The
margin rate is reviewed every six months. The loan and margin
are repaid on a monthly basis. The loan is secured by all
landrights (HGB), finished goods and fixed assets owned by
MAKP.

Pada tanggal 6 Oktober 2006, MAKP telah melunasi


seluruh pinjamannya.

On 6 October 2006, MAKP fully settled the loan.

14. SURAT HUTANG WAJIB KONVERSI

14. MANDATORY CONVERTIBLE NOTES

Pada tanggal 27 Mei 2004, Perusahaan mengadakan


Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) dengan salah satu keputusannya yaitu
penerbitan Surat Hutang Wajib Konversi sebagai hasil
dari restrukturisasi hutang Perusahaan.

On 27 May 2004, the Company held an Extraordinary


General Meeting of Shareholders (EGM) and one of the
decisions was the issuance of Mandatory Convertible Notes as a
result of the Companys debt restructuring.

Surat Hutang Wajib Konversi yang berasal dari


restrukturisasi
hutang
adalah
sebesar
USD 104.500.627 yang terdiri dari:

The Mandatory Convertible Notes resulting from the debts


restructuring amounting to USD 104,500,627 which consists
of:

Jumlah/
Keterangan/

Amount

Pemegang/

Jangka waktu/

Suku bunga/

Description

USD

Holders

Due date

Interest rate

Konversi wesel bayar/


Conversion of notes payable

10,000,000 Deutsche Bank

3 tahun/years

Tidak dikenakan bunga/


Bear no interests

Konversi hutang kewajiban bersyarat/


Conversion of contingent liability

47,500,627 Deutsche Bank

3 tahun/years

Tidak dikenakan bunga/


Bear no interests

Konversi hutang bank sindikasi/


Conversion of syndicated bank loan

47,000,000 Deutsche Bank dan/


and NC Securities

5 tahun/years

1.5% per tahun/annum

104,500,627

www.global-reports.com

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/45 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

14. SURAT HUTANG WAJIB KONVERSI (lanjutan)

14. MANDATORY

CONVERTIBLE

NOTES

(continued)
Surat Hutang Wajib Konversi tersebut dapat dijual atau
dialihkan ke pihak lain tanpa perlu persetujuan dari
Perusahaan, dan dapat dikonversi menjadi saham
biasa setiap saat sejak tanggal berlaku efektif 27 Mei
2004 hingga jatuh tempo (antara tiga sampai dengan
lima tahun). Hutang ini tidak dijamin oleh harta
Perusahaan.

The Mandatory Convertible Notes may be sold or transferred to


any party without prior written consent of the Company and
may be converted to common shares at any time from the effective
date 27 May 2004 until the maturity date (from three to five
years). These notes are not secured by the Companys assets.

Surat Hutang Wajib Konversi tersebut dapat dikonversi


menjadi saham biasa dengan harga Rp 1.504 (Rupiah
penuh) per lembar saham dan dengan nilai tukar Rp
8.619 (Rupiah penuh) untuk setiap 1 USD. Surat
Hutang Wajib Konversi tersebut dikenakan bunga 1,5%
per tahun yang dibayarkan pada bulan Mei dan
Nopember setiap tahunnya.

The Mandatory Convertible Notes may be converted to share


capital at a value of Rp 1,504 (full Rupiah) per share with an
exchange rate of Rp 8,619 (full Rupiah) per 1 USD. The
Mandatory Convertible Notes bear interest at 1.5% per annum
which is paid in May and November every year.

Pada tahun 2004, Surat Hutang Wajib Konversi sebesar


USD 57.500.627 telah dikonversi menjadi saham biasa
sebanyak 329.519.500 lembar, sehingga saldo Surat
Hutang Wajib Konversi yang tersisa pada tanggal 31
Desember 2006 dan 2005 adalah sebesar USD
47.000.000, yang terdiri dari:

In 2004, the Mandatory Convertible Notes amounting to USD


57,500,627 were converted to 329,519,500 shares therefore,
the outstanding Mandatory Convertible Notes as at 31
December 2006 and 2005 were amounting to USD
47,000,000 which consist of:
31 Desember/

December 2006 dan/and 2005


USD
(Jumlah penuh)/

Ekuivalen/
Equivalent

(full amount)

IDR

Barfield Nominees Ltd.


Northern Trust Company, London
NTGS Lux - Client Treaty Account

Sehubungan dengan transaksi akuisisi Perusahaan,


pada tanggal 31 Oktober 2007, Surat Hutang Wajib
Konversi sebesar USD 47.000.000 telah dikonversi
menjadi saham biasa sejumlah 269.343.500 lembar
oleh PT Salim Ivomas Pratama (Catatan 1).

47,000,000

405,092

In conjunction with the acquisition transaction of the Company,


as at 31 October 2007, the Mandatory Convertible Notes
amounting to USD 47,000,000 had been converted by PT
Salim Ivomas Pratama into 269,343,500 common shares
(Note 1).

Hutang usaha berasal dari pembelian material dan jasa


yang dipergunakan di perkebunan.
2007

www.global-reports.com

347,501
49,583
8,008

15. TRADE PAYABLES

15. HUTANG USAHA

Pihak ketiga
Rupiah
Dollar AS

40,317,978
5,752,873
929,149

The trade payables arose from the purchase of materials and for
the services used in relation to the plantations.
2006

2005

Third parties
60,439
2,964

42,849
718

43,092
2,532

63,403

43,567

45,624

Rupiah
US Dollars

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/46 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

16. SALES ADVANCES

16. UANG MUKA PENJUALAN


2007

PT Musim Mas
PT Smart Tbk
PT Intibenua Perkasatama
PT Sinar Alam Permai
PT Bukit Kapur Reksa
CV Sinar Laut
PT Dharma Agrotama Nusantara
PT Multimas Nabati Asahan
Cargill International Trading Pte. Ltd.
PT Permata Hijau Sawit
PT Wilson Tunggal Perkasa
PT Mendawai Putra
PT Cisadane Raya Chemicals
Lain-lain bersih
(di bawah Rp 1.000)

14,178
14,109
7,009
6,968
6,430
4,098
1,060
618
-

1,333
191
1
1,582
9,887
42,529
6,637
3,411
1,263
-

4,270
1
562
5,683
15,028
3,427

PT Musim Mas
PT Smart Tbk
PT Intibenua Perkasatama
PT Sinar Alam Permai
PT Bukit Kapur Reksa
CV Sinar Laut
PT Dharma Agrotama Nusantara
PT Multimas Nabati Asahan
Cargill International Trading Pte. Ltd.
PT Permata Hijau Sawit
PT Wilson Tunggal Perkasa
PT Mendawai Putra
PT Cisadane Raya Chemicals
Others net (below Rp 1,000)

2,221

4,828

4,759

71,662

33,730

2007

www.global-reports.com

2005

56,691
17. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

Bonus dan tunjangan


Pembelian buah
Kontrol pembayaran plasma
Jasa profesional
Bunga
Pajak ekspor dan biaya ekspor
Lain-lain (di bawah Rp 1.000)

2006

17. ACCRUED EXPENSES


2006

2005

107,506
68,880
46,678
2,607
2,244
4,802

61,514
31,625
53,057
1,340
2,605
2,403
564

67,874
33,646
53,684
840
578
2,947
2,884

232,717

153,108

162,453

Bonuses and benefits


Crop purchase
Plasma payment control
Professional fees
Interest
Export tax and export expenses
Others (below Rp 1,000)

Pada tahun 2004, manajemen memutuskan untuk


membuat penyisihan bonus dan tunjangan termasuk
kompensasi bonus manajemen sehubungan dengan
penyelesaian restrukturisasi hutang Perusahaan
sebesar Rp 43.063 yang dibebankan pada laporan laba
rugi konsolidasian di tahun 2004.

In 2004, the management decided to provide a provision for


bonuses and benefits including a management compensation
bonus in relation to the settlement of the debt restructuring
amounting to Rp 43,063 and was charged to the consolidated
statements of income in 2004.

Pada tahun 2005, manajemen telah membatalkan


penyisihan atas kompensasi bonus tersebut untuk
memperbaiki modal kerja Grup. Keputusan ini telah
disetujui oleh Direksi pada tanggal 28 Pebruari 2006.

In 2005, management cancelled the provision for the


management compensation bonus to improve the Groups
working capital. The decision has been ratified by the Board of
Directors dated 28 February 2006.

Kontrol pembayaran plasma merupakan saldo dana


dari pemotongan 30% jumlah penjualan tandan buah
segar petani plasma yang akan dibayarkan ke bank
sebagai pelunasan hutang petani plasma.

Plasma payment control represents the fund balance as a result


of a 30% witholding of fresh fruit bunches sold by the plasma
farmers which will be repaid to the bank as loan installments of
the plasma farmers.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/47 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

17. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 17. ACCRUED EXPENSES (continued)
(lanjutan)
Pajak ekspor dan biaya ekspor terdiri dari beban pajak
ekspor dan beban keterlambatan pembayaran pajak
ekspor dan biaya ekspor.
18. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA KARYAWAN

www.global-reports.com

Export tax and export expenses consist of export tax expenses


and penalties on late payments of export tax and export
expenses.

18. PROVISION FOR EMPLOYEE BENEFITS

Grup telah menyelenggarakan program imbalan kerja


manfaat pasti tanpa iuran untuk seluruh karyawan
tetap dan buruh perkebunannya, dimana imbalan kerja
dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun
terakhir dan masa kerja karyawan, termasuk
kompensasi karyawan sehubungan dengan UndangUndang mengenai Ketenagakerjaan No. 13/2003.

The Group has established a non contributory defined benefit


employee benefit plan covering all its employees and plantation
workers. This plan provides employee benefits based on years of
service and pensionable salaries of the employees and workers,
including employee compensation in relation to Labor Law No.
13/2003.

Pendanaan program imbalan kerja berasal dari


kontribusi pemberi kerja (unfunded employee benefits
scheme) dan disisihkan dalam akun kewajiban imbalan
kerja karyawan. Penilaian aktuaria atas kewajiban
imbalan kerja untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2007, 2006 dan 2005 dilakukan oleh aktuaris
independen, PT Watson Wyatt Purbajaga, dengan
menggunakan metode Projected Unit Credit dengan
laporan tertanggal 16 Januari 2008.

The employee benefits plan is funded by contributions from the


employer (unfunded employee benefits scheme) and recorded as
provision for employee benefits. The actuarial calculation for
provision for employee benefits for the year ended 31 December
2007, 2006 and 2005 were calculated by an independent
qualified actuary, PT Watson Wyatt Purbajaga, using the
Projected Unit Credit method as set out in their report dated
16 January 2008.

Asumsi aktuarial berikut ini digunakan


menentukan nilai tunai dari imbalan kerja:

The following principal actuarial assumptions were used to


measure the present value of the promised employee benefits:

untuk

Asumsi ekonomi:
a. Tingkat diskonto: 10% per tahun (2006: 10,5%;
2005: 12%).
b. Tingkat kenaikan penghasilan dasar: 9% per
tahun (2006: 9%; 2005: 10%).

Economic assumptions:

Asumsi lainnya:
a. Usia pensiun normal: 55.
b. Usia pensiun dipercepat: 45.
c. Tingkat mortalita: Tabel Mortalita Indonesia
1999 (TMI99) (2006: Tabel Mortalita Indonesia
1999 (TMI99); 2005: Tabel Mortalisasi US 1980
(CSO 1980)).
d. Tingkat pengunduran diri karyawan: 10% pada
umur 25 tahun, menurun secara linear menjadi
2% pada umur 45 tahun dan menurun secara
tetap sebesar 2 % pada umur 45 54 tahun.
e. Tingkat cacat: 10% dari TMI99 (2006 : 10% dari
TMI99; 2005 : 10% dari CSO 1980).

Other assumptions:

a.
b.

a.
b.
c.

d.

e.

Discount rate: 10% per annum (2006: 10.5%; 2005:


12%).
Salary growth rate: 9% per annum (2006: 9%; 2005:
10%).
Normal retirement age: 55.
Early retirement age: 45.
Mortality rate: Indonesian Mortality Table 1999
(TMI99) (2006: Indonesian Mortality Table 1999
(TMI99); 2005: US 1980 Commissioners Standard
Ordinary Table (CSO 1980)).
Employee turn over rate: 10% at age 25, decreasing
linearly to 2% at age 45 and decreasing 2% p.a. flat at
age 45 54.
Disability rate: 10% of TMI99 (2006: 10% of
TMI99; 2005: 10% of CSO 1980).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/48 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

18. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA KARYAWAN


(lanjutan)

18. PROVISION FOR EMPLOYEE BENEFITS


(continued)
Provision for employee benefits recognised in the consolidated
balance sheets is determined as follows:

Kewajiban imbalan kerja yang diakui di neraca


konsolidasian adalah sebagai berikut:
2007

2006

2005

Nilai kini kewajiban


Kerugian aktuarial yang belum
diakui
Biaya jasa lalu yang belum
diakui

336,773

284,287

210,889

(152,934)

(139,987)

(92,174)

(1,684)

(2,621)

(3,557)

Present value of obligations


Unrecognised actuarial
losses
Unrecognised past service
costs

Jumlah

182,155

141,679

115,158

Total

Beban imbalan kerja karyawan yang dibebankan pada


laporan laba rugi konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan
2005 adalah sebagai berikut:
2007

2006

2005

Biaya jasa kini


Amortisasi biaya jasa lalu
Amortisasi rugi aktuarial bersih
Biaya bunga imbalan kerja

25,456
937
16,755
31,533

15,438
936
6,578
24,033

12,533
936
3,777
17,524

Current service cost


Amortisation of past service costs
Amortisation of net actuarial loss
Interest on employee benefits costs

Jumlah

74,681

46,985

34,770

Total

Beban imbalan kerja karyawan dibebankan seluruhnya


ke harga pokok penjualan.

Employee benefits costs were all charged to costs of goods sold.

Kewajiban imbalan kerja karyawan terdiri dari:

The provision for employee benefits comprises:

Saldo awal
Beban imbalan kerja tahun
berjalan
Imbalan kerja yang dibayar
selama tahun berjalan

www.global-reports.com

Employee benefits costs charged to the consolidated statements of


income for the years ended 31 December 2007, 2006 and
2005 are as follows:

2007

2006

2005

141,679

115,158

96,211

74,681

46,985

34,770

(34,205)

(20,464)

(15,823)

182,155

141,679

115,158

Beginning balance
Employee benefits expense for
current year
Employee benefits paid during
the year

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/49 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

19. SHARE CAPITAL

19. MODAL SAHAM


Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2007, 2006 dan 2005 adalah sebagai
berikut:

The composition of the Companys shareholders as at 31


December 2007, 2006 and 2005 is as follows:
2007

Jumlah saham/
Pemegang saham

PT Salim Ivomas Pratama


Indofood Agri Resources Ltd.
Empire Energy Resources Pte., Ltd.
Masyarakat
(kepemilikan di bawah 5%)

Number
of shares

%
Kepemilikan/

Nilai/

Ownership

Value

Shareholders

769,574,002
109,521,000
73,700,000

56.40
8.03
5.40

384,787
54,761
36,850

PT Salim Ivomas Pratama


Indofood Agri Resources Ltd.
Empire Energy Resources Pte., Ltd.

411,777,791

30.17

205,888

Public (less than 5% interest)

1,364,572,793

100.00

682,286

2006
Jumlah saham/
Pemegang saham

First Durango Singapore Pte. Ltd.


PT Pan London Sumatra Plantation
Credit Suisse Singapore
S/A First Durango Singapore
Pte. Ltd.
The Northern Trust Company S/A
Northern
Masyarakat
(kepemilikan di bawah 5%)

Number
of shares

%
Kepemilikan/

Nilai/

Ownership

Value

Shareholders

379,353,073
171,989,027

34.64
15.70

189,677
85,995

169,367,927

15.46

84,684

60,895,000

5.56

30,447

First Durango Singapore Pte. Ltd.


PT Pan London Sumatra Plantation
Credit Suisse Singapore
S/A First Durango Singapore
Pte. Ltd.
The Northern Trust Company S/A
Northern

313,624,266

28.64

156,812

Public (less than 5% interest)

1,095,229,293

100.00

547,615

2005
Jumlah saham/
Pemegang saham

Credit Suisse Singapore


TRAC Clients C/O HSBC
PT Pan London Sumatra Plantation
The Northern Trust Company S/A
Northern
Masyarakat (kepemilikan
di bawah 5%)

Number
of shares

%
Kepemilikan/

Nilai/

Ownership

Value

552,171,000
229,339,027

50.42
20.94

276,086
114,670

60,895,000

5.56

30,447

Credit Suisse Singapore


TRAC Clients C/O HSBC
PT Pan London Sumatra Plantation
The Northern Trust Company S/A
Northern

252,824,266

23.08

126,412

Public (less than 5% interest)

1,095,229,293

100.00

547,615

Pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005,


kepemilikan saham pihak yang memiliki hubungan
istimewa dengan Perusahaan adalah atas nama
direktur Perusahaan, Bapak Joefly Joesoef Bahroeny
sebesar 30.000 saham (2007), Bapak Arsyad Lahabu
sebesar 30.300 saham (2006), dan Bapak Wirawan
Giriputra sebesar 72.100 saham (2005).

www.global-reports.com

Shareholders

As at 31 December 2007, 2006 and 2005, shares owned by


related parties are under the name of Companys Director, Mr.
Joefly Joesoef Bahroeny of 30,000 shares (2007), Mr. Arsyad
Lahabu of 30,300 shares (2006), and Mr. Wirawan
Giriputra of 72,100 shares (2005).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/50 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

19. SHARE CAPITAL (continued)

19. MODAL SAHAM (lanjutan)


Kepemilikan saham PT Salim Ivomas Pratama
(SIMP) merupakan hasil akuisisi kepemilikan saham
mayoritas dari First Durango Singapore Pte. Ltd. dan
Ashmore Funds sejumlah 500.095.000 lembar saham
dan ditambah dari hasil konversi Surat Hutang Wajib
Konversi sebesar USD 47 juta menjadi 269.343.500
lembar saham pada tanggal 31 Desember 2007
(Catatan 1 dan 14).

The shareholding of PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) is


the result of the acquisition of the Companys majority shares
from First Durango Singapore Pte. Ltd. and Ashmore Funds
with an aggregate number of 500,095,000 shares and an
additional conversion from Mandatory Convertible Notes of
USD 47 million which are converted to 269,343,500 shares
as at 31 December 2007 (Notes 1and 14).

Kepemilikan saham Indofood Agri Recources Ltd.


merupakan hasil akuisisi kepemilikan saham dari
Bapak Eddy Kusnadi Sariaatmadja sejumlah
109,521,000 lembar saham (Catatan 1).

The shareholding of Indofood Agri Recources Ltd. is the result


of an acquisition from Mr Eddy Kusnadi Sariaatmadja with
an aggregate of 109,521,000 shares (Note 1).

20. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

20. TAMBAHAN MODAL DISETOR


Terdiri dari:

Consists of:
2007

Selisih kurs valuta asing dari


modal ditempatkan dan disetor
Agio saham Perusahaan pada
penawaran umum perdana
- Jumlah yang diterima untuk
pengeluaran 38.800.000 saham
- Jumlah yang dikonversi sebagai
modal ditempatkan dan disetor
- Biaya emisi saham
Pembagian saham bonus pada
tahun 1997
Penerbitan saham baru atas
konversi hutang ke saham
(280.096.500 saham)

www.global-reports.com

2006 dan/
and 2005

1,549

Foreign exchange difference from the


subsribed and paid-up capital

180,420

180,420

Premium on shares issued at Initial


Public Offering
Total received from the issue of 38,800,000 shares

(19,400)
(15,339)
145,681

(19,400)
(15,339)
145,681

(141,637)

(141,637)

1,549

281,217

Premium on shares issued at Initial Share issuance costs Distribution of bonus shares
in 1997

281,217

Issuance of new shares in relation to


debt to equity conversion (280,096,500 shares)

Penerbitan saham baru atas


Surat Hutang Wajib Konversi
(2007: 598.863.000 saham;
2006 dan 2005: 329.519.500 saham)

601,259

330,838

Issuance of new shares in relation to


Mandatory Convertible Note (2007: 598,863,000 shares;
2006 and 2005: 329,519,500 shares)

Saldo agio saham

886,520

616,099

Balance of premium on shares issued

Saldo tambahan modal disetor

888,069

617,648

Balance of additional paid-in capital

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/51 - Schedule
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

20. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)

Selisih kurs atas modal disetor

Foreign exchange difference on paid-in capital

Selisih kurs berasal dari selisih kurs valuta asing yang


timbul dari modal dasar yang ditempatkan dan disetor
pada tahun 1968.

Foreign exchange incurred from the difference on the subscribed


and paid-up capital in 1968.

Agio saham

Share premium

Agio saham merupakan agio yang diperoleh dari


38.800.000 saham yang dikeluarkan pada penawaran
perdana pada tanggal 5 Juli 1996.

Share premium represents the premium obtained on


38,800,000 shares issued in an Initial Public Offering on 5
July 1996.

Biaya emisi saham

Share issuance costs

Biaya emisi saham berasal dari penawaran perdana


yang dilakukan pada tanggal 5 Juli 1996.

Share issuance costs incurred from the Initial Public Offering on


5 July 1996.

Saham bonus

Bonus shares

Saham bonus merupakan pembagian saham bonus


pada tanggal 16 Juni 1997 sebanyak 283.274.421
saham.

Bonus shares represent a distribution of 283,274,421 bonus


shares on 16 June 1997.

Penerbitan saham baru

Issuance of new shares

Penerbitan saham baru di tahun 2007 merupakan


konversi Surat Hutang Wajib Konversi sebanyak
269.343.500 lembar saham (Catatan 1 dan 14).

Issuance of new shares in 2007 represents conversion of


Mandatory Conversion Notes of 269,343,500 shares (Notes 1
and 14).

Penerbitan saham baru di tahun 2004 merupakan


konversi hutang menjadi saham baru sebanyak
280.096.500 lembar saham berdasarkan hasil Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa tertanggal 27
Mei 2004 dan konversi Surat Hutang Wajib Konversi
menjadi saham baru sebanyak 329.519.500 lembar
saham (Catatan 1 dan 14).

Issuance of new shares in 2004 represents a debt to equity


conversion of 280,096,500 shares based on an Extraordinary
General Meeting of Shareholders dated 27 May 2004 and the
conversion of Mandatory Convertible Notes to common shares
of 329,519,500 shares (Notes 1 and 14).

21. DIVIDEN
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan
tanggal 17 Mei 2006 telah menyetujui pembagian
dividen tunai sejumlah Rp 82.141 atau Rp 75 per
saham. Dividen sebesar Rp 82.050 telah dibayar pada
bulan Agustus 2006.

www.global-reports.com

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

21. DIVIDEND
The Companys Annual General Meeting of Shareholders on
17 May 2006 approved the declaration of a cash dividend of
Rp 82,141 or Rp 75 per share. The dividend amounting to
Rp 82,050 was paid in August 2006.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/52 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

22. NET SALES

22. PENJUALAN BERSIH


2007

Lokal
Ekspor
Pajak ekspor

2006

2,075,731
854,075
(28,971)

1,486,307
666,124
(4,018)

1,106,032
732,533
(5,705)

2,900,835

2,148,413

1,832,860

Pendapatan dari pelanggan individu yang melebihi


10% dari jumlah pendapatan bersih adalah sebagai
berikut:
2007

Total
PT Musim Mas
Cargill International
Trading Pte. Ltd.

279,494

Jumlah/

Total

9.63%

208,537

194,144

6.69%

473,638

16.32%

Persentase
total
penjualan/

Percentage
of total sales

Jumlah/

Total

Percentage
of total sales

9.71%

192,983

10.53%

127,397

5.93%

209,563

11.43%

335,934

15.64%

402,546

21.96%

PT Musim Mas
Cargill International
Trading Pte. Ltd.

23. COST OF GOODS SOLD

23. BEBAN POKOK PENJUALAN


2007

2006

2005

705,442
561,186
224,407

471,521
507,707
213,012

400,726
450,616
169,891

Crop purchases
Allocation of indirect costs
Harvesting costs

186,048
127,440
102,353

175,666
115,828
82,155

145,528
85,568
89,662

Upkeep and cultivation costs


Manufacturing costs
Depreciation expense

1,906,876

1,565,889

1,341,991

6,021
(12,801)

1,694
(6,021)

8,997
(1,694)

Work in process
At the beginning of year
At the end of year

Beban pokok produksi

1,900,096

1,561,562

1,349,294

Cost of goods manufactured

Persediaan produk jadi


Pada awal tahun
Pemakaian sendiri
Pada akhir tahun

56,347
(1,922)
(143,685)

91,573
(703)
(56,347)

43,814
(710)
(91,573)

Finished goods
At the beginning of year
Internal consumption
At the end of year

1,810,836

1,596,085

1,300,825

Cost of goods sold

Biaya pembelian buah


Alokasi biaya tak langsung
Biaya panen
Biaya pemupukan dan
pemeliharaan
Biaya pabrikasi
Biaya penyusutan
Persediaan produk dalam
proses
Pada awal tahun
Pada akhir tahun

Beban pokok penjualan

www.global-reports.com

2005

Persentase
total
penjualan/

Percentage
of total sales

Local
Export
Export tax

Revenue earned from individual customers exceeded 10% of


total net revenue are as follow:
2006

Persentase
total
penjualan/
Jumlah/

2005

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/53 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

24. OPERATING EXPENSES

24. BEBAN USAHA


2007

Beban penjualan
Beban pemasaran
dan komisi penjualan
Remunerasi
Beban professional
Lain-lain

Beban umum dan administrasi


Remunerasi
Beban profesional
Beban administrasi
Izin dan piranti lunak
Amortisasi
Beban retribusi
Lain-lain

12,982
4,764
30
5,132
22,908

2006

11,904
5,317
2,032
4,335
23,588
13,027
37,989
16,264
846
4,215
1,116
635

11,366
37,430
3,087
225
3,967
1,324
908

76,191

74,092

58,307

2007

General and
administration expenses
Remuneration
Professional fees
Administration costs
License and software
Amortisation
Retribution fee
Others

Administration costs include expenses in relation to plantation


land management, mapping of plantation areas, licenses of
plantation also operational security costs inside the plantation
areas and other expenses.

2006

2005

6,694
2,880
-

2,447
1,686
-

1,465
1,651
1,131

9,574

4,133

4,247

Time deposits
Current accounts
Investment

26. INTEREST AND FINANCE CHARGES

26. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN


2007

2006

2005

66,214
6,128

55,974
19,011

70,469
2,849

72,342

74,985

73,318

Termasuk dalam beban bank di tahun 2006 adalah


beban provisi dan penalti atas pembayaran kembali
kredit sindikasi BNI yang dipercepat sejumlah Rp
10.553, dan biaya agensi serta amortisasi biaya provisi
sehubungan dengan perolehan pinjaman bank Club
Deal sejumlah Rp 3.012 (Catatan 13).

www.global-reports.com

Selling expenses
Marketing expenses
and selling commissions
Remuneration
Professional fees
Others

25. INTEREST INCOME

25. PENDAPATAN BUNGA

Beban bunga pinjaman


Beban bank

11,420
5,994
940
10,299
28,653

17,887
20,905
18,606
6,197
4,437
530
7,629

Beban administrasi termasuk beban yang timbul


sehubungan dengan pengurusan, pemetaan, perijinan
lahan perkebunan, serta keamanan operasional dalam
areal perkebunan, dan beban lain-lain.

Deposito berjangka
Jasa giro
Investasi

2005

Interest on bank loan


Bank charges

Included in bank charges for 2006 is the provision fees and


penalty charges for the accelerated payment of the BNI
syndicated loan amounting to Rp 10,553, and agency fees and
amortisation of the fees for the Club Deal bank loan
amounting to Rp 3,012 (Note 13).

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/54 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

27. BEBAN/(PENDAPATAN) LAIN-LAIN


BERSIH
2007

Beban penalti pajak


Penjualan bibit pokok sawit
dan gula merah
Pendapatan dari riset pupuk
Beban restrukturisasi hutang
Keuntungan dari pemulihan
akrual tahun lalu
Pendapatan dari klaim asuransi
Denda reboisasi
Lain-lain

2006

7,538

2,533

(5,399)
(595)
-

(6,183)
(1,099)
-

(10,047)
(1,808)
19,062

(1,059)
6,982
(2,589)

(6,333)
(1,295)
(3,052)

(5,249)
(381)
(8,035)

(1,157)

(10,424)

(3,925)

a.
2007

Anak perusahaan
Pajak penghasilan:
Pasal 22
Pasal 25
Pajak lainnya

2006

2005

The Company
10,989
451

4,182
1,614
206

11,065

11,440

6,002

Income tax article 25


Value added tax
Other taxes

Subsidiary
96
807
1,417

39
952
1,316

37
1,317

2,320

2,307

1,354

13,385

13,747

7,356

Income taxes:
Article 22
Article 25
Other taxes

b. Taxes payable
2007

www.global-reports.com

Prepaid taxes

10,578
487

b. Hutang pajak

Perusahaan
Pajak penghasilan:
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 26
Pasal 29
Pajak lainnya

Tax penalties
Sale of oil palm seedlings and
red sugar
Income from fertiliser research
Debt restructuring expenses
Gain on reversal of last year
accruals
Other income from claim insurance
Reforestation penalties
Others

28. TAXATION

Pajak dibayar dimuka

Perusahaan
Pajak penghasilan pasal 25
Pajak pertambahan nilai
Pajak lainnya

2005

1,503

28. PERPAJAKAN
a.

27. OTHER EXPENSES/(INCOME) NET

2006

2005

The Company
664
694
9,912
1,841
186,326
19

11,272
1,217
6,747
1,543
51,333
118

8,156
1,416
2,155
2,864
203

199,456

72,230

14,794

Income taxes:
Article 21
Article 23
Article 25
Article 26
Article 29
Other taxes

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/55 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

28. TAXATION (continued)

28. PERPAJAKAN (lanjutan)

b. Taxes payable (continued)

b. Hutang pajak (lanjutan)


2007

Anak perusahaan
Pajak penghasilan:
Pasal 21
Pasal 22
Pasal 23
Pajak pertambahan nilai
Pajak lainnya

c.

2006

Subsidiary
3
46
20
359
428
199,884

59
6
9
74
72,304

2007

2006

299,881
(29,126)
270,755

119,217
7,640
126,857

Rekonsiliasi antara taksiran pajak penghasilan


yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak
yang berlaku dari laba akuntansi sebelum pajak
penghasilan, dengan taksiran pajak penghasilan
seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2007, 2006 dan 2005 adalah sebagai
berikut:

www.global-reports.com

204
77
7
288
15,082

Income taxes:
Article 21
Article 22
Article 23
Value added tax
Other taxes

c. Income tax expense

Beban pajak penghasilan

Kini
Tangguhan

2005

2005

5,408
12,810
18,218

Current
Deferred

The reconciliation between the estimated income tax


expense by using the effective tax rate on the profit before
income tax and estimated theoretical tax on the profit for
years ended 31 December 2007, 2006 and 2005 is as
follows:

2007

2006

2005

Laba sebelum pajak


penghasilan:
Laba konsolidasian
Rugi/(laba) anak perusahaan

834,789
8,397

429,962
(3,502)

373,942
(3,647)

Consolidated profit
Loss/(profit) of subsidiaries

Laba Perusahaan

843,186

426,460

370,295

The Companys profit

Pajak dihitung pada tarif


pajak progresif

252,939

127,921

111,071

Tax calculated at progressive


rates

Profit before income tax:

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/56 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

28. TAXATION (continued)

28. PERPAJAKAN (lanjutan)


c.

c.

Beban pajak penghasilan (lanjutan)


2007

Income tax expense (continued)

2006

2005

Saldo dipindahkan
Pajak dihitung pada tarif
pajak progresif
Penghasilan kena pajak final
Denda pajak
Beban yang tidak dapat
dikurangkan
Penghasilan lain-lain
Kerugian penjualan anak
perusahaan
Penyisihan piutang tak tertagih
atas pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
Penghapusan piutang
pihak ketiga
Kerugian atas penghentian
pengembangan lahan
di tahun 1998
Rugi fiskal tahun sebelumnya
Lain-lain - bersih
Beban pajak penghasilan

Balance brought forward


252,939

127,921

111,071

Tax calculated at progressive


rates

(2,775)
428

(1,107)
2,255

(829)
760

Income subject to final tax


Tax penalties

16,052
-

10,114
-

4,470
(4,723)

Non deductible expenses


Other income

(15,285)

Loss on sale of subsidiary

7,953

Allowance for doubtful


related party receivables

560

Write off of third party receivables

4,111
17,816

2,959
(1,064)

(25,355)
(75,689)
(92,853)

270,755

18,218

Income tax expense

Pajak penghasilan kini

Current income tax

Perhitungan pajak penghasilan kini untuk tahun


yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2007, 2006 dan 2005 adalah sebagai berikut:
2007
2006

The current income tax for the years ended 31 December


2007, 2006 and 2005 is calculated as follows:

Laba Perusahaan
sebelum pajak penghasilan
843,186
Perbedaan temporer
Penyusutan
(57,508)
Laba atas penjualan aktiva tetap
4,003
Amortisasi biaya tangguhan
(9,276)
Bonus dan tunjangan
40,811
Biaya imbalan kerja
46,151
Penyisihan piutang tak tertagih
10,640
Penyisihan piutang plasma tak tertagih 18,000
Penyisihan untuk nilai terpulihkan
atas uang muka untuk tanah
44,000
Penyisihan barang usang
266
97,087

www.global-reports.com

126,857

Loss on discontinued
land development in 1998
Tax loss carried forward
Others - net

2005

Companys profit
before income tax

426,460

370,295

(51,587)
990
(7,732)
5,412
26,521
-

(4,563)
Depreciation
1,134
Gain on sale of fixed assets
(5,748)
Amortisation of deferred charges
(52,073)
Bonuses and benefits
18,552
Employee benefits
Allowance for doubtful accounts
- Allowance for doubtful plasma receivables
Provision for recoverable amount
of advance payments for land
(3)
Provision for obsolete stock

Temporary differences

931
(25,465)

(42,701)

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/57 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

28. TAXATION (continued)

28. PERPAJAKAN (lanjutan)


c.

c.

Beban pajak penghasilan (lanjutan)

Income tax expense (continued)


Current income tax (continued)

Pajak penghasilan kini (lanjutan)


Perbedaan tetap
Penghasilan bunga kena
pajak final
Denda pajak
Beban yang tidak dapat
dikurangkan
Penyisihan piutang tak tertagih
Penghapusan piutang
pihak ketiga
Kerugian atas penghentian
pengembangan lahan
di tahun 1998
Kerugian penjualan anak
perusahaan
Lain-lain - bersih

Permanent differences
(9,249)
1,428

(3,690)
7,516

(2,763)
2,533

Interest income subject to final tax


Tax penalties

53,508
-

33,712
-

14,902
26,511

Non-deductible expenses
Allowance for doubtful accounts

1,866

Write off of third party receivables

(84,516)

Loss on discontinued
land development in 1998

13,700

(50,949)
9,865

(15,744)

Loss on sale of subsidiary


Others - net

59,387

(3,546)

(57,211)

Laba fiskal
Rugi fiskal tahun sebelumnya
Penghasilan kena pajak
Pajak penghasilan kini

999,660
999,660
299,881

397,449
397,449
119,217

270,383
(252,298)
18,085
5,408

Tax profit
Tax loss carried forward
Taxable income
Current income tax expense

Dikurangi:
Pajak dibayar di muka

113,555

67,884

2,544

Prepaid taxes

Hutang pajak penghasilan

186,326

51,333

2,864

Corporate tax payable

Less:

Dalam laporan keuangan konsolidasian untuk


tahun yang berakhir 31 Desember 2007, jumlah
penghasilan kena pajak didasarkan atas
perhitungan sementara karena Perusahaan belum
menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan
(SPT) pajak penghasilan badan final, sedangkan
jumlah penghasilan kena pajak Perusahaan tahun
2005 dan 2006 tidak berbeda signifikan dengan
SPT tahun 2005 dan 2006 yang disampaikan ke
Kantor Pajak.

www.global-reports.com

In the consolidated financial statements for the year ended


31 December 2007, the amount of taxable income is
based on a preliminary calculation as the Company has
not yet submitted the final corporate income tax return,
while the taxable income of the Company for 2005 and
2006 was not materially different with the 2005 and
2006 income tax return filed to the Tax Office.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/58 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

28. PERPAJAKAN (lanjutan)

28. TAXATION (continued)

d. Pajak tangguhan

d. Deferred tax
Dibebankan
ke laporan
laba rugi/

Charged to
statement
of income

1/1/2007

Aktiva pajak tangguhan


Penyisihan persediaan
Bonus dan tunjangan
Penyisihan untuk nilai
terpulihkan atas uang muka
untuk tanah
Penyisihan piutang tak tertagih
Penyisihan piutang plasma
tak tertagih
Kewajiban imbalan kerja

Kewajiban pajak tangguhan


Penyusutan aktiva tetap
Amortisasi biaya tangguhan
Sewa
Kewajiban pajak
tangguhan - bersih

31/12/2007

Deferred tax assets


408
20,108

80
12,243

488
32,351

13,200
3,192

13,200
3,192

42,329

5,400
13,846

5,400
56,175

62,845

47,961

110,806

153,385
7,025
20

16,052
2,783
-

169,437
9,808
20

160,430

18,835

179,265

(97,585)

29,126

(68,459)

Provision for obsolete stocks


Bonuses and benefits
Provision for recoverable
amount of advance payment
for land
Allowance for doubtful accounts
Allowance for doubtful plasma
receivables
Provision for employee benefits

Deferred tax liabilities


Depreciation of fixed assets
Amortisation of deferred charges
Rent

Deferred tax liabilities - net

Dibebankan
ke laporan
laba rugi/
1/1/2006

Aktiva pajak tangguhan


Penyisihan persediaan
Bonus dan tunjangan
Kewajiban imbalan kerja

Kewajiban pajak tangguhan


Penyusutan aktiva tetap
Amortisasi biaya tangguhan
Sewa
Kewajiban pajak
tangguhan - bersih

www.global-reports.com

Charged to
statement
of income

31/12/2006

Deferred tax assets


129
18,484
34,373

279
1,624
7,956

408
20,108
42,329

52,986

9,859

62,845

138,206
4,705
20

15,179
2,320
-

153,385
7,025
20

142,931

17,499

160,430

(89,945)

(7,640)

(97,585)

Provision for obsolete stocks


Bonuses and benefits
Provision for employee benefits

Deferred tax liabilities


Depreciation of fixed assets
Amortisation of deferred charges
Rent

Deferred tax liabilities - net

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/59 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

28. TAXATION (continued)

28. PERPAJAKAN (lanjutan)

d. Deferred tax (continued)

d. Pajak tangguhan (lanjutan)

Dibebankan
ke laporan
laba rugi/
1/1/2005

Aktiva pajak tangguhan


Penyisihan persediaan
Bonus dan tunjangan
Kewajiban imbalan kerja

Kewajiban pajak tangguhan


Penyusutan aktiva tetap
Amortisasi biaya tangguhan
Sewa
Kewajiban pajak
tangguhan - bersih

Charged to
statement
of income

Deferred tax assets


130
34,106
28,807

(1)
(15,622)
5,566

129
18,484
34,373

63,043

(10,057)

52,986

137,177
2,981
20

1,029
1,724
-

138,206
4,705
20

140,178

2,753

142,931

(77,135)

(12,810)

(89,945)

Administrasi
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang
berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terhutang. Direktur Jenderal
Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah
kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun
sejak saat terhutangnya pajak, atau akhir tahun
2013, mana yang lebih awal. Ketentuan baru yang
diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan
tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP
dapat menetapkan atau mengubah kewajiban
pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak
saat terhutangnya pajak.

www.global-reports.com

Provision for obsolete stocks


Bonuses and benefits
Provision for employee benefits

Deferred tax liabilities

Pada tahun 2005, Perusahaan tidak mencatat


aktiva pajak tangguhan atas rugi fiskal 2005
sejumlah Rp 75.689, karena manajemen
berpendapat kecil kemungkinan manfaat dari
aktiva pajak tangguhan tersebut dapat
direalisasikan pada masa yang akan datang.
e.

31/12/2005

Depreciation of fixed assets


Amortisation of deferred charges
Rent

Deferred tax liabilities - net

The Company did not record a deferred tax asset in


relation to the fiscal loss in 2005 of Rp 75,689, as in
the opinion of management, it was not virtually certain
that the benefit of the deferred tax asset would be realised
in the foreseeable future.

e.

Administration
Under the taxation laws of Indonesia, the Company
submits tax returns on the basis of self assessment. The
Director General of Tax (DGT) may assess or amend
taxes within ten years of the time the tax becomes due, or
until the end of 2013, whichever is earlier. There are new
rules applicable for the fiscal year 2008 and subsequent
years stipulating that the DGT may assess or amend
taxes within five years of the time the tax becomes due.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/60 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

29. EARNINGS PER SHARE

29. LABA PER SAHAM


2007

2006

Basic

Dasar
Laba bersih kepada
pemegang saham
Rata-rata tertimbang jumlah
saham biasa yang beredar
(lembar saham)
Penyesuaian untuk asumsi
konversi seluruh Surat Hutang
Wajib Konversi
(lembar saham)
Rata-rata tertimbang jumlah
saham biasa untuk menentukan
laba bersih per saham dasar
(lembar saham)
Laba bersih per saham
dasar (Rupiah penuh)

564,034

303,105

Net income attributed to


shareholders
Weighted average number of
ordinary shares outstanding
(number of shares)
Adjustment for
assumed conversion of
Mandatory Convertible Notes
(number of shares)

355,724

1,364,572,793 1,095,229,293 1,095,229,293

269,343,500

269,343,500

Weighted average number of


ordinary shares for basic earnings
per share (number of shares)
Basic earnings per share
(full Rupiah)

1,364,572,793 1,364,572,793 1,364,572,793


413

222

261

30. BUSINESS SEGMENT INFORMATION

30. INFORMASI SEGMEN USAHA


a.

2005

a. Information on net sales by product

Informasi penjualan bersih per produk

2007
Produk

Minyak dan biji sawit


Karet
Bibit
Kakao
Teh
Kelapa
Kopi

Ekspor/Export

Lokal/Local

Jumlah/Total

435,009
360,724
23,430
5,941
-

1,747,106
168,599
138,568
13,369
5,319
1,741
1,029

2,182,115
529,323
138,568
36,799
11,260
1,741
1,029

75.22
18.25
4.78
1.27
0.39
0.06
0.03

825,104

2,075,731

2,900,835

100.00

Products

Oil palm and palm kernel


Rubber
Seeds
Cocoa
Tea
Coconut
Coffee

2006
Produk

Minyak dan biji sawit


Karet
Bibit
Kakao
Teh
Kelapa
Kopi

www.global-reports.com

Ekspor/Export

Lokal/Local

Jumlah/Total

274,429
325,352
50,379
11,946
-

1,221,685
153,277
95,037
9,623
1,694
3,563
1,428

1,496,114
478,629
95,037
60,002
13,640
3,563
1,428

69.64
22.28
4.42
2.79
0.63
0.17
0.07

662,106

1,486,307

2,148,413

100.00

Products

Oil palm and palm kernel


Rubber
Seeds
Cocoa
Tea
Coconut
Coffee

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/61 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

30. BUSINESS SEGMENT INFORMATION

30. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan)

(continued)
a.

Informasi penjualan bersih


(lanjutan)

per produk

a.

Information on net sales by product (continued)

2005
Produk

Minyak dan biji sawit


Karet
Bibit
Kakao
Teh
Kelapa
Kopi

Ekspor/Export

Lokal/Local

433,267
221,983
62,728
8,850
726,828

Jumlah/Total

909,274
92,023
88,687
6,271
3,665
3,732
2,380
1,106,032

1,342,541
314,006
88,687
68,999
12,515
3,732
2,380
1,832,860

2007

2006

Jumlah/

Minyak dan biji sawit


Karet
Bibit
Kelapa
Kopi
Kakao
Teh

75.10
13.45
12.30
0.06
0.05
(0.41)
(0.55)
100.00

Total

744,153
133,260
121,936
587
556
(4,097)
(5,495)
990,900

Oil palm and palm kernel


Rubber
Seeds
Cocoa
Tea
Coconut
Coffee

2005

Jumlah/
%

55.82
27.51
18.70
0.31
0.12
(1.15)
(1.31)
100.00

Laba/(rugi) usaha per produk dihitung dengan


mengasumsikan beban usaha dialokasikan
berdasarkan persentase penjualan bersih per
produk.

www.global-reports.com

73.26
17.13
4.84
3.76
0.68
0.20
0.13
100.00

b. Information on operating income/(loss) by


product

b. Informasi laba/(rugi) usaha per produk

Products

Total

253,817
125,076
85,022
1,411
529
(5,229)
(5,978)
454,648

Jumlah/
%

67.43
12.31
16.95
0.44
0.01
3.53
(0.67)
100.00

Total

300,107
54,800
75,430
1,977
24
15,700
(2,963)

Oil palm and palm kernel


Rubber
Seeds
Coconut
Coffee
Cocoa
Tea

445,075

Operating income/(loss) by product is computed assuming


that operating expenses are allocated based on the
percentage of net sales by product.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/62 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

31. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES


DENOMINATED IN FOREIGN
CURRENCIES

31. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER


DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005,
Grup mempunyai aktiva dan kewajiban moneter
dalam mata uang asing sebagai berikut:

As at 31 December 2007, 2006 and 2005, the Group had


monetary assets and liabilities in foreign currencies as follows:

2007

Aktiva
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain

2006

2005

Mata
uang asing/

Ekuivalen/

Mata
uang asing/

Ekuivalen/

Mata
uang asing/

Ekuivalen/

Foreign
currency

Equivalent
in Rp

Foreign
currency

Equivalent
in Rp

Foreign
currency

Equivalent
in Rp
Assets

USD42,196,730
SGD 302,966
EUR
USD 6,072,998
USD 12,353

397,451
1,970
57,202
116

USD18,271,364
SGD
EUR
USD 2,588,137
USD 199,645

164,808
23,345
1,801

456,739
Kewajiban
Hutang usaha
Biaya yang masih harus
dibayar
Hutang bank

189,954

314,660

USD 238,227
USD85,199,382

2,964 USD

718

2,244 USD 221,263


802,493 USD71,297,468

1,996
643,103

807,701

645,817

583,324

350,962

455,863

474,449

2007

Mata Uang Asing


1 USD
1 SGD
1 EUR

USD

257,563

2,532

Trade payables

USD
40,000
USD59,043,673

393
580,399

Accrued expenses
Bank loans

Net monetary liabilities

As at 31 December 2007, 2006 and 2005 the conversion


rates used by the Group are as follows:
2006

2005

Foreign Currency
9,419
6,502
13,759

9,020
5,879
11,858

9,830
5,907
11,660

USD 1
SGD 1
EUR 1

32. COMMITMENTS AND AGREEMENTS

32. KOMITMEN DAN PERJANJIANPERJANJIAN PENTING

a. Sales commitments

Komitmen penjualan
Pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005,
pengiriman dari komitmen penjualan yang harus
dilakukan di tahun 2008, 2007 dan 2006 adalah
sebagai berikut:

www.global-reports.com

108,875

79,646

Pada tanggal 31 Desember 2007, 2006 dan 2005, kurs


konversi yang digunakan Grup adalah sebagai berikut:

Kelapa sawit:
- Lokal
- Ekspor
Inti sawit
Karet
Kakao

67,476 Cash and cash equivalents


2,220
1,086
38,093
Trade receivables
Other receivables

Liabilities
USD

Kewajiban moneter bersih

a.

USD 6,864,293
SGD 375,825
EUR
93,139
USD 3,875,134
USD
-

As at 31 December 2007, 2006 and 2005, the deliveries


of the outstanding sales commitments which should be
completed in 2008, 2007 and 2006 are as follows:

2007

2006

Ton/

Ton/

Ton/

Tonnes

Tonnes

Tonnes

39,660
33,000
4,806
1,633
563

7,000
47,400
2,250
2,701
2,200

2005

1,250
28,600
1,850
3,145
3,070

Palm oil:
Local Export Palm kernel
Rubber
Cocoa

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/63 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

32. COMMITMENTS AND AGREEMENTS

32. KOMITMEN DAN PERJANJIANPERJANJIAN PENTING (lanjutan)

(continued)

b. Capital commitments

b. Komitmen dalam pembelian barang modal

c.

Pada tanggal 31 Desember 2007, Perusahaan


telah
menandatangani
beberapa
kontrak
pengadaan barang modal dengan berbagai
kontraktor dan pemasok sebesar Rp 357.868 dan
USD 10.621.863 (2006: Rp 115.806 dan
USD 1.705.696; 2005: Rp 37.040 dan USD
2.682.765). Pada tanggal 31 Desember 2007,
jumlah kontrak yang masih dalam proses
penyelesaian adalah sebesar Rp 171.574 dan USD
7.039.869 (2006: Rp 63.644 dan USD 829.384;
2005: Rp 20.835 dan USD 1.197.123).

As at 31 December 2007, the Company signed several


contracts covering capital goods with various third party
contractors and suppliers amounting to Rp 357,868 and
USD 10,621,863 (2006: Rp 115,806 and USD
1,705,696; 2005: Rp 37,040 and USD 2,682,765).
Total outstanding contracts which are in the process of
completion as at 31 December 2007 amount to Rp
171,574 and USD 7,039,869 (2006: Rp 63,644 and
USD 829,384; 2005: Rp 20,835 and USD
1,197,123).

Komitmen pembelian bahan pembantu dan


suku cadang

c. Commitments for purchase of stores and


spareparts

Pada tanggal 31 Desember 2007, Perusahaan


mempunyai komitmen yang harus dilunasi dalam
periode satu tahun, untuk pembelian bahan
pembantu dan suku cadang dari berbagai
pemasok sejumlah USD 1.538.794 dan Rp 85.986
(2006: USD 1.432.431 dan Rp 85.906; 2005: USD
360.687 dan Rp 104.845).

As at 31 December 2007, the Company had purchase


commitments with various suppliers for the purchase of stores
and spare parts, payable within one year, amounting to
USD 1,538,794 and Rp 85,986 (31 December 2006:
USD 1,432,431 and Rp 85,906; 2005: USD 360,687
and Rp 104,845).

33. RELATED PARTY TRANSACTION

33. TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA

Persentase terhadap
total aktiva/penjualan
bersih/beban yang
bersangkutan/

Percentage of total assets/net


sales/
related expenses

Jumlah / Total
2006

2007
Piutang hubungan istimewa
Karyawan
PT Pan London Sumatra
Plantation
PT Gelora Mahapala
PT London Sumatra International
PT Panca Tirta Budi Agung
Penjualan ke pihak yang
mempunyai hubungan
istimewa
PT Salim Ivomas Pratama
Lain-lain
Beban pokok penjualan
Logistics Management
Services Pte. Ltd.

www.global-reports.com

2005

2006

2007

2005

Related party receivables


7,999

6,231

22,103

0.20%

0.21%

0.85%

12,850
9,033
7,243
4,489

12,850
9,033
7,243
4,489

0.43%
0.30%
0.24%
0.15%

0.49%
0.35%
0.28%
0.17%

7,999

39,846

55,718

0.20%

1.33%

2.14%

Employees
PT Pan London Sumatra
Plantation
PT Gelora Mahapala
PT London Sumatra International
PT Panca Tirta Budi Agung

Sales to related parties


14,013
2,497

0.48%
0.09%

16,510,

0.57%

PT Salim Ivomas Pratama


Others

Cost of goods sold


-

3,309

14,578

0.21%

1.12%

Logistics Management
Services Pte. Ltd.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/64 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. TRANSAKSI
(lanjutan)

HUBUNGAN

ISTIMEWA

33. RELATED PARTY TRANSACTION (continued)

Sifat dari transaksi yang signifikan dengan pihak yang


mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai
berikut:

The nature of significant transactions with related parties are as


follows:

a.

Piutang karyawan berhubungan dengan fasilitas


transportasi, uang muka imbalan kerja dan
pembayaran imbalan kerja (Catatan 8). Piutang ini
tidak dibebani bunga.

a.

Employee receivables relate to transportation facilities, employee


benefits advances and payment of employee benefits (Note 8).
These receivables bear no interest.

b.

Hutang piutang antar perusahaan merupakan saldo


rekening antar perusahaan yang berhubungan
dengan pinjaman modal kerja.

b.

Related party payables and receivables are intercompany


account balances which represent advances for working capital.

c.

PT Salim Ivomas Pratama menjadi pihak yang


mempunyai hubungan istimewa pada saat SIMP
menjadi pemegang saham pengendali Perusahaan
sejak tanggal 31 Oktober 2007 (Catatan 1).

c.

PT Salim Ivomas Pratama become related parties when


SIMP became the controlling shareholders of the Company
since 31 October 2007 (Note 1).

d.

Perusahaan mempunyai perjanjian untuk bantuan


teknis dan jasa konsultasi pengembangan
perkebunan dengan Logistics Management Services
Pte. Ltd. melalui penempatan anggota-anggota
tertentu dari manajemen, namun perjanjian ini telah
berakhir pada tahun 2006. Atas jasa tersebut
Perusahaan dibebani Rp nihil pada tahun 2007
(2006: Rp 3.309; 2005: Rp 14.578) yang langsung
dibebankan ke beban pokok penjualan.

d.

The Company has an agreement with Logistics Management


Services Pte. Ltd. for technical support and consulting services
for plantation development through the secondment of certain
members of management, however, this agreement was
terminated in 2006. For these services, the Company is
charged Rp nil in 2007 (2006: Rp 3,309; 2005:
Rp 14,578) which was expensed directly to cost of goods sold.

e.

Perusahaan mempunyai perjanjian dengan Lonsum


Singapore Pte. Ltd. untuk bantuan pemasaran dan
promosi atas produk-produk Perusahaan di luar
negeri. Sampai dengan 31 Desember 2007,
Perusahaan telah dibebankan sebesar SGD
2.100.000 (2006 dan 2005: SGD 2.100.000).

e.

The Company has an agreement with Lonsum Singapore Pte.


Ltd. for its marketing and promotion services of the
Companys products overseas. The Company was charged
SGD 2,100,000 in 2007 (2006 and 2005: SGD
2,100,000).

34. KEWAJIBAN KONTINJENSI

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

34. CONTINGENT LIABILITIES

Penjamin hutang plasma

Plasma loan guarantees

Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 9, petani plasma


di bawah organisasi beberapa KUD telah memperoleh
fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank
Internasional Indonesia Tbk dan PT Bank
Pembangunan Daerah Sumatera Selatan. Dalam hal
ini Perusahaan bertindak sebagai penjamin
pengembalian hutang.

As discussed in Note 9, plasma farmers organised under several


KUD have obtained credit facilities from PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT
Bank Internasional Indonesia Tbk and PT Bank
Pembangunan Daerah Sumatera Selatan with the Company
acting as guarantor of the loan repayments.

PT PERUSAHAAN PERKEBUNAN LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk


DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
Lampiran - 5/65 - Schedule

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
31 DECEMBER 2007, 2006 AND 2005

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2007, 2006 DAN 2005
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. KEWAJIBAN KONTINJENSI (lanjutan)

34. CONTINGENT LIABILITIES (continued)

Penjamin hutang plasma (lanjutan)

Plasma loan guarantees (continued)

Pembayaran kembali fasilitas kredit yang telah ditarik,


dilakukan melalui penyisihan 30% dari penjualan
tandan buah segar petani plasma kepada Perusahaan
setelah serah terima tanaman menghasilkan. Selisih
kurang antara penyisihan hasil penjualan tersebut
dengan pembayaran kembali hutang bank yang
dijamin, terhutang oleh Perusahaan.

Repayments are made by deducting 30% of fresh fruit bunch


sales by the plasma farmers to the Company after the mature
plasma plantations are handed over. Any shortfall between the
sales deduction amount and the repayment of the guaranteed
bank loan is payable by the Company.

35. STANDAR AKUNTANSI BARU


Ikatan Akuntan Indonesia ("IAI") telah menerbitkan
beberapa standar akuntansi revisi yang mungkin
relevan terhadap Grup sebagai berikut:

PSAK 16 (Revisi 2007) Aset Tetap (berlaku


untuk laporan keuangan yang periodenya dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008)
PSAK 13 (Revisi 2007) Properti Investasi
(berlaku untuk laporan keuangan yang periodenya
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008)
PSAK 30 (Revisi 2007) Sewa (berlaku untuk
laporan keuangan yang periodenya dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2008)
PSAK 50 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan (berlaku untuk
laporan keuangan yang periodenya dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2009)
PSAK 55 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran (berlaku untuk
laporan keuangan yang periodenya dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2009)

Grup masih mempelajari dampak yang mungkin


timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap
laporan keuangan konsolidasian.
36. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa akun dalam laporan keuangan konsolidasian
untuk tahun-tahun sebelumnya telah direklasifikasi
agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan
konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2007.

www.global-reports.com

(Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated)

35. PROSPECTIVE ACCOUNTING


PRONOUNCEMENTS
The Indonesian Institute of Accountants has issued the following
revised accounting standards which may be applicable to the
Group:

SFAS 16 (Revised 2007) Fixed Assets (applicable


for financial statements covering periods beginning on or
after 1 January 2008)
SFAS 13 (Revised 2007) Investment Property
(applicable for financial statements covering periods
beginning on or after 1 January 2008)
SFAS 30 (Revised 2007) Lease (applicable for
financial statements covering periods beginning on or after
1 January 2008)
SFAS 50 (Revised 2006) Financial Instruments:
Presentation and Disclosures (applicable for financial
statements covering periods beginning on or after 1
January 2009)
SFAS 55 (Revised 2006) - Financial Instruments:
Recognition and Measurement (applicable for financial
statements covering periods beginning on or after 1
January 2009)

The Group is still evaluating the possible impact of these


standards on the consolidated financial statements.

36. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS


Certain accounts in the previous years consolidated financial
statements have been reclassified to conform to the presentation of
accounts in the consolidated financial statements for the year
ended 31 December 2007.