Anda di halaman 1dari 9

A.

OKSIGEN

Oksigen adalah komponen udara yang paling penting untuk bernafas. Dahulu
perangkat tabung menyelam, berisi gas hidrogen. Walaupun bisa digunakan,
hidrogen menimbulkan efek halusinasi saat dipakai di dalam air. Sampai akhirnya
ditemukan cara menyimpan oksigen dalam tabung. Sekarang, pemanfaatan tabung
oksigen tidak hanya terbatas pada aktivitas diving, tetapi juga yang lainnya seperti
medis.

Gambar O.1 Aktivitas menyelam dengan tabung oksigen


Rumus kimia oksigen diwakili huruf O (oxigen). Molekul oksigen terdiri dari 2 buah
unsur oksigen yang saling terikat yaitu O2. Itu sebabnya ketika kita diminta
menuliskan oksigen, maka kita langsung menuliskannya dengan O2.
B.

FUNGSI OKSIGEN

Oksigen digunakan untuk membakar makanan (sari makanan) dalam tubuh. Hasil
pembakaran tersebut menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk bergerak.
Reaksinya seperti di bawah ini. Bahasan tentang reaksi pembakaran oksigen akan
kalian pelajari lebih lanjut di kelas XI (respirasi) dan XII (metabolisme).

C.

SUMBER OKSIGEN

Setiap senyawa yang mengandung O adalah sumber oksigen. Misalnya CO2, H2O
(air), C6H12O6 (glukosa), dll. Tetapi hanya gas O2 yang dapat dihirup dan
dimanfaatkan langsung oleh manusia dan hewan. Gas O2 dihasilkan dari hasil
fotosintesis tumbuhan. Fotosintesis tumbuhan menghasilkan O2 dan glukosa. Nah,
makin banyak jumlah tumbuhan makin banyak hasil fotosintesis (O2 dan glukosa)
yang dihasilkan. Bisa dikatakan sumber oksigen utama adalah tumbuhan. Jumlah
oksigen di bumi mencapai 28% volume udara. Jumlah terbanyak kedua setelah
nitrogen.

Gambar O.2 Hutan hujan tropis sebagai paru-paru dunia


D.

DAUR OKSIGEN

Gambar O.3 Daur oksigen


1. Proses fotosintesis tumbuhan dan alga menghasilkan O2 ke atmosfer.
2. O2 dihirup oleh hewan dan digunakan sebagai pembakar sari makanan sehingga
dapat dihasilkan tenaga untuk beraktivitas. Proses ini dinamakan respirasi. Hasil
respirasi adalah senyawa yang mengandung oksigen yaitu CO2 dan H2O.
3. Aktivitas industri-pun dapat bekerja ketika tersedia oksigen. Oksigen digunakan
dalam pembakaran. Beberapa mineral juga mengalami reaksi oksidasi. Hasil
pembakaran dan oksidasi tersebut menghasilkan senyawa yang mengandung
oksigen.
Gambar O.4 O2 (api) digunakan dalam pembakaran bahan bakar
4. Senyawa hasil respirasi makhluk hidup maupun pembakaran industri adalah
senyawa yang berguna bagi tanaman. Senyawa tersebut adalah CO2 dan H2O yang
digunakan tumbuhan untuk berfotosintesis. Tumbuhan menghasilkan Oksigen dalam
bentuk molekul O2 yang siap dihirup dan digunakan dalam proses pembakaran.

E.

RINGKASAN
1; Oksigen dihasilkan dari proses fotosintesis tumbuhan.
2; Oksigen digunakan dalam proses respirasi, pembakaran, dan oksidasi.
3; Banyak senyawa yang mengandung oksigen tetapi hanya molekul O2 yang
dapat digunakan hewan dan manusia pada saat respirasi.
4; Ekskret respirasi adalah senyawa yang mengandung oksigen yang berguna
bagi tumbuhan yaitu CO2 dan H2O

Siklus karbon
Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer,
geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus
karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui).
Dalam siklus ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur
pertukaran. Reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya
termasuk pula freshwater system dan material non-hayati organik seperti karbon tanah (soil
carbon)), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non-hayati),
dan sedimen (termasuk bahan bakar fosil). Pergerakan tahuan karbon, pertukaran karbon
antar reservoir, terjadi karena proses-proses kimia, fisika, geologi, dan biologi yang bermacamacam. Lautan mengadung kolam aktif karbon terbesar dekat permukaan Bumi, namun
demikian laut dalam bagian dari kolam ini mengalami pertukaran yang lambat dengan
atmosfer.
Neraca karbon global adalah kesetimbangan pertukaran karbon (antara yang masuk dan
keluar) antar reservoir karbon atau antara satu putaran (loop) spesifik siklus karbon (misalnya
atmosfer - biosfer). Analisis neraca karbon dari sebuah kolam atau reservoir dapat
memberikan informasi tentang apakah kolam atau reservoir berfungsi sebagai sumber
(source) atau lubuk (sink) karbon dioksida.

Karbon di atmosfer

Diagram dari siklus karbon. Angka dengan warna hitam menyatakan berapa banyak karbon
tersimpan dalam berbagai reservoir, dalam miliar ton ("GtC" berarti Giga Ton Karbon).
Angka dengan warna biru menyatakan berapa banyak karbon berpindah antar reservoir setiap
tahun. Sedimen, sebagaimana yang diberikan dalam diagram, tidak termasuk ~70 juta GtC
batuan karbonat dan kerogen

Bagian terbesar dari karbon yang berada di atmosfer Bumi adalah gas karbon dioksida (CO2).
Meskipun jumlah gas ini merupakan bagian yang sangat kecil dari seluruh gas yang ada di
atmosfer (hanya sekitar 0,04% dalam basis molar, meskipun sedang mengalami kenaikan),
namun ia memiliki peran yang penting dalam menyokong kehidupan. Gas-gas lain yang
mengandung karbon di atmosfer adalah metan dan kloroflorokarbon atau CFC (CFC ini
merupakan gas artifisial atau buatan). Gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca yang
konsentrasinya di atmosfer telah bertambah dalam dekade terakhir ini, dan berperan dalam
pemanasan global.
Karbon diambil dari atmosfer dengan berbagai cara:

Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa untuk mengubah karbon


dioksida menjadi karbohidrat, dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan
lebih banyak menyerap karbon pada hutan dengan tumbuhan yang baru saja tumbuh
atau hutan yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.

Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih dingin dan CO 2 akan lebih
mudah larut. Selanjutnya CO2 yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasi
termohalin yang membawa massa air di permukaan yang lebih berat ke kedalaman
laut atau interior laut (lihat bagian solubility pump).

Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah dengan produktivitas yang tinggi,
organisme membentuk jaringan yang mengandung karbon, beberapa organisme juga
membentuk cangkang karbonat dan bagian-bagian tubuh lainnya yang keras. Proses
ini akan menyebabkan aliran karbon ke bawah (lihat bagian biological pump).

Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses sebelumnya, proses ini tidak
memindahkan karbon ke dalam reservoir yang siap untuk kembali ke atmosfer.
Pelapukan batuan karbonat tidak memiliki efek netto terhadap CO2 atmosferik karena
ion bikarbonat yang terbentuk terbawa ke laut dimana selanjutnya dipakai untuk
membuat karbonat laut dengan reaksi yang sebaliknya (reverse reaction).

Karbon dapat kembali ke atmosfer dengan berbagai cara pula, yaitu:

Melalui pernapasan (respirasi) oleh tumbuhan dan binatang. Hal ini merupakan reaksi
eksotermik dan termasuk juga di dalamnya penguraian glukosa (atau molekul organik
lainnya) menjadi karbon dioksida dan air.

Melalui pembusukan binatang dan tumbuhan. Fungi atau jamur dan bakteri mengurai
senyawa karbon pada binatang dan tumbuhan yang mati dan mengubah karbon
menjadi karbon dioksida jika tersedia oksigen, atau menjadi metana jika tidak tersedia
oksigen.

Melalui pembakaran material organik yang mengoksidasi karbon yang terkandung


menghasilkan karbon dioksida (juga yang lainnya seperti asap). Pembakaran bahan
bakar fosil seperti batu bara, produk dari industri perminyakan (petroleum), dan gas
alam akan melepaskan karbon yang sudah tersimpan selama jutaan tahun di dalam
geosfer. Hal inilah yang merupakan penyebab utama naiknya jumlah karbon dioksida
di atmosfer.

Produksi semen. Salah satu komponennya, yaitu kapur atau gamping atau kalsium
oksida, dihasilkan dengan cara memanaskan batu kapur atau batu gamping yang akan
menghasilkan juga karbon dioksida dalam jumlah yang banyak.

Di permukaan laut dimana air menjadi lebih hangat, karbon dioksida terlarut dilepas
kembali ke atmosfer.

Erupsi vulkanik atau ledakan gunung berapi akan melepaskan gas ke atmosfer. Gasgas tersebut termasuk uap air, karbon dioksida, dan belerang. Jumlah karbon dioksida
yang dilepas ke atmosfer secara kasar hampir sama dengan jumlah karbon dioksida
yang hilang dari atmosfer akibat pelapukan silikat; Kedua proses kimia ini yang saling
berkebalikan ini akan memberikan hasil penjumlahan yang sama dengan nol dan tidak
berpengaruh terhadap jumlah karbon dioksida di atmosfer dalam skala waktu yang
kurang dari 100.000 tahun.

Karbon di biosfer
Sekitar 1900 gigaton karbon ada di dalam biosfer. Karbon adalah bagian yang penting dalam
kehidupan di Bumi. Ia memiliki peran yang penting dalam struktur, biokimia, dan nutrisi
pada semua sel makhluk hidup. Dan kehidupan memiliki peranan yang penting dalam siklus
karbon:

Autotroph adalah organisme yang menghasilkan senyawa organiknya sendiri dengan


menggunakan karbon dioksida yang berasal dari udara dan air di sekitar tempat
mereka hidup. Untuk menghasilkan senyawa organik tersebut mereka membutuhkan
sumber energi dari luar. Hampir sebagian besar autotroph menggunakan radiasi
matahari untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, dan proses produksi ini disebut
sebagai fotosintesis. Sebagian kecil autotroph memanfaatkan sumber energi kimia,
dan disebut kemosintesis. Autotroph yang terpenting dalam siklus karbon adalah
pohon-pohonan di hutan dan daratan dan fitoplankton di laut. Fotosintesis memiliki
reaksi 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2

Karbon dipindahkan di dalam biosfer sebagai makanan heterotrop pada organisme


lain atau bagiannya (seperti buah-buahan). Termasuk di dalamnya pemanfaatan
material organik yang mati (detritus) oleh jamur dan bakteri untuk fermentasi atau
penguraian.

Sebagian besar karbon meninggalkan biosfer melalui pernapasan atau respirasi.


Ketika tersedia oksigen, respirasi aerobik terjadi, yang melepaskan karbon dioksida ke
udara atau air di sekitarnya dengan reaksi C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O. Pada
keadaan tanpa oksigen, respirasi anaerobik lah yang terjadi, yang melepaskan metan
ke lingkungan sekitarnya yang akhirnya berpindah ke atmosfer atau hidrosfer.

Pembakaran biomassa (seperti kebakaran hutan, kayu yang digunakan untuk tungku
penghangat atau kayu bakar, dll.) dapat juga memindahkan karbon ke atmosfer dalam
jumlah yang banyak.

Karbon juga dapat berpindah dari bisofer ketika bahan organik yang mati menyatu
dengan geosfer (seperti gambut). Cangkang binatang dari kalsium karbonat yang
menjadi batu gamping melalui proses sedimentasi.

Sisanya, yaitu siklus karbon di laut dalam, masih dipelajari. Sebagai contoh,
penemuan terbaru bahwa rumah larvacean mucus (biasa dikenal sebagai "sinkers")
dibuat dalam jumlah besar yang mana mampu membawa banyak karbon ke laut dalam
seperti yang terdeteksi oleh perangkap sedimen [1]. Karena ukuran dan kompisisinya,
rumah ini jarang terbawa dalam perangkap sedimen, sehingga sebagian besar analisis
biokimia melakukan kesalahan dengan mengabaikannya.

Penyimpanan karbon di biosfer dipengaruhi oleh sejumlah proses dalam skala waktu yang
berbeda: sementara produktivitas primer netto mengikuti siklus harian dan musiman, karbon
dapat disimpan hingga beberapa ratus tahun dalam pohon dan hingga ribuan tahun dalam

tanah. Perubahan jangka panjang pada kolam karbon (misalnya melalui de- atau
afforestation) atau melalui perubahan temperatur yang berhubungan dengan respirasi tanah)
akan secara langsung memengaruhi pemanasan global.

Karbon di laut
Laut mengandung sekitar 36.000 gigaton karbon, dimana sebagian besar dalam bentuk ion
bikarbonat. Karbon anorganik, yaitu senyawa karbon tanpa ikatan karbon-karbon atau
karbon-hidrogen, adalah penting dalam reaksinya di dalam air. Pertukaran karbon ini menjadi
penting dalam mengontrol pH di laut dan juga dapat berubah sebagai sumber (source) atau
lubuk (sink) karbon. Karbon siap untuk saling dipertukarkan antara atmosfer dan lautan. Pada
daerah upwelling, karbon dilepaskan ke atmosfer. Sebaliknya, pada daerah downwelling
karbon (CO2) berpindah dari atmosfer ke lautan. Pada saat CO2 memasuki lautan, asam
karbonat terbentuk:
CO2 + H2O H2CO3
Reaksi ini memiliki sifat dua arah, mencapai sebuah kesetimbangan kimia. Reaksi lainnya
yang penting dalam mengontrol nilai pH lautan adalah pelepasan ion hidrogen dan
bikarbonat. Reaksi ini mengontrol perubahan yang besar pada pH:
H2CO3 H+ + HCO3
Siklus karbon diawali dengan pembentukan karbon (CO2) diudara. CO2 dapat terbentuk
karena 2 hal, aktivitas organisme dan aktivitas alam. Aktivitas organisme termasuk respirasi,
dekomposisi makhluk hidup yang mati, pembakaran batubara, asap pabrik, dll. Aktivitas alam
meliputi erupsi vulkanik. Semua aktivitas diatas merupakan sumber CO2 di alam ini. Terlalu
banyak CO2 di udara akan menyebabkan efek rumah kaca.
CO2 diudara kemudian dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Hasil akhir
proses fotosintesis adalah amilum dan Oksigen. Oksigen yang dihasilkan kemudian
digunakan oleh manusia dan hewan untuk bernafas. Proses pernafasan manusia dan hewan
menghasilkan H2O dan CO2. CO2 tersebut kemudian di manfaatkan oleh tumbuhan lagi..
begitu seterusnya.

DAUR NITROGEN

Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (78% gas di atmosfer adalah
nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen pada bidang biologis sangatlah
terbatas. Nitrogen merupakan unsur yang tidak reaktif (sulit bereaksi dengan unsur lain)
sehingga dalam penggunaan nitrogen pada makhluk hidup diperlukan berbagai proses,
yaitu : fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Siklus nitrogen sendiri adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur
nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi
secara biologis maupun non-biologis. Siklus nitrogen secara khusus sangat dibutuhkan
dalam ekologi karena ketersediaan nitrogen dapat mempengaruhi tingkat proses ekosistem
kunci, termasuk produksi primer dan dekomposisi. Aktivitas manusia seperti pembakaran

bahan bakar fosil, penggunaan pupuk nitrogen buatan, dan pelepasan nitrogen dalam air
limbah telah secara dramatis mengubah siklus nitrogen global. Pembukaannya sudah cukup,
sekarang kita menginjak ke detail proses daur / siklus nitrogen.
PROSES-PROSES DALAM DAUR NITROGEN

Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik,
amonium (NH4 +), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-), dan gas nitrogen (N2). Nitrogen organik
dapat berupa organisme hidup, atau humus, dan dalam produk antara dekomposisi bahan
organik atau humus dibangun. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk
kimia lain. Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau
menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Diagram di atas
menunjukkan bagaimana proses-proses cocok bersama untuk membentuk siklus nitrogen
(lihat gambar).
1. Fiksasi Nitrogen
Fiksasi nitrogen adalah proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah nitrogen di udara
menjadi ammonia (NH3). Mikroorganisme yang mem-fiksasi nitrogen disebut diazotrof.
Mikroorganisme ini memiliki enzim nitrogenaze yang dapat menggabungkan hidrogen dan
nitrogen. Reaksi untuk fiksasi nitrogen biologis ini dapat ditulis sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e 2 NH3 + H2
Mikro organisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain : Cyanobacteria,
Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia. Selain itu ganggang hijau biru juga
dapat memfiksasi nitrogen. Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa hewan
(rayap), telah membentuk asosiasi (simbiosis) dengan diazotrof. Selain dilakukan oleh
mikroorganisme, fiksasi nitrogen juga terjadi pada proses non-biologis, contohnya sambaran
petir. Lebih jauh, ada empat cara yang dapat mengkonversi unsur nitrogen di atmosfer
menjadi bentuk yang lebih reaktif :
a. Fiksasi biologis: beberapa bakteri simbiotik (paling sering dikaitkan dengan tanaman
polongan) dan beberapa bakteri yang hidup bebas dapat memperbaiki nitrogen sebagai
nitrogen organik. Sebuah contoh dari bakteri pengikat nitrogen adalah bakteri Rhizobium
mutualistik, yang hidup dalam nodul akar kacang-kacangan. Spesies ini diazotrophs. Sebuah
contoh dari hidup bebas bakteri Azotobacter.

b. Industri fiksasi nitrogen : Di bawah tekanan besar, pada suhu 600 C, dan dengan
penggunaan katalis besi, nitrogen atmosfer dan hidrogen (biasanya berasal dari gas alam atau
minyak bumi) dapat dikombinasikan untuk membentuk amonia (NH3). Dalam proses HaberBosch, N2 adalah diubah bersamaan dengan gas hidrogen (H2) menjadi amonia (NH3), yang
digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak.
c. Pembakaran bahan bakar fosil : mesin mobil dan pembangkit listrik termal, yang
melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx).
d. Proses lain: Selain itu, pembentukan NO dari N2 dan O2 karena foton dan terutama petir,
dapat memfiksasi nitrogen.
2. Asimilasi
Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam bentuk ion
nitrat atau ion amonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari tanaman yang
mereka makan.
Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut akarnya. Jika
nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion amonium untuk
dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan klorofil. Pada tanaman yang memiliki
hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk ion
amonium langsung dari nodul. Hewan, jamur, dan organisme heterotrof lain mendapatkan
nitrogen sebagai asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil.
3. Amonifikasi
Jika tumbuhan atau hewan mati, nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh
bakteri dan jamur.
4. Nitrifikasi
Konversi amonium menjadi nitrat dilakukan terutama oleh bakteri yang hidup di dalam
tanah dan bakteri nitrifikasi lainnya. Tahap utama nitrifikasi, bakteri nitrifikasi seperti
spesies Nitrosomonas mengoksidasi amonium (NH4 +) dan mengubah amonia menjadi
nitrit (NO2-). Spesies bakteri lain, seperti Nitrobacter, bertanggung jawab untuk oksidasi
nitrit menjadi dari nitrat (NO3-). Proses konversi nitrit menjadi nitrat sangat penting
karena nitrit merupakan racun bagi kehidupan tanaman.
Proses nitrifikasi dapat ditulis dengan reaksi berikut ini :

1; NH3 + CO2 + 1.5 O2 + Nitrosomonas NO2- + H2O + H+


2; NO2- + CO2 + 0.5 O2 + Nitrobacter NO33; NH3 + O2 NO2 + 3H+ + 2e
4; NO2 + H2O NO3 + 2H+ + 2e
note : "Karena kelarutannya yang sangat tinggi, nitrat dapat memasukkan air tanah.
Peningkatan nitrat dalam air tanah merupakan masalah bagi air minum, karena nitrat dapat
mengganggu tingkat oksigen darah pada bayi dan menyebabkan sindrom
methemoglobinemia atau bayi biru. Ketika air tanah mengisi aliran sungai, nitrat yang

memperkaya air tanah dapat berkontribusi untuk eutrofikasi, sebuah proses dimana populasi
alga meledak, terutama populasi alga biru-hijau. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian
kehidupan akuatik karena permintaan yang berlebihan untuk oksigen. Meskipun tidak secara
langsung beracun untuk ikan hidup (seperti amonia), nitrat dapat memiliki efek tidak
langsung pada ikan jika berkontribusi untuk eutrofikasi ini."
5. Denitrifikasi
Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas nitrogen (N2), untuk
menyelesaikan siklus nitrogen. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri seperti
Pseudomonas dan Clostridium dalam kondisi anaerobik. Mereka menggunakan nitrat
sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama respirasi. Fakultatif anaerob bakteri ini
juga dapat hidup dalam kondisi aerobik.
Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari bentuk peralihan
sebagai berikut:
NO3 NO2 NO + N2O N2 (g)

Proses denitrifikasi lengkap dapat dinyatakan sebagai reaksi redoks:


2 NO3 + 10 e + 12 H+ N2 + 6 H2O

6. Oksidasi Amonia Anaerobik


Dalam proses biologis, nitrit dan amonium dikonversi langsung ke elemen (N2) gas
nitrogen. Proses ini membentuk sebagian besar dari konversi nitrogen unsur di
lautan. Reduksi dalam kondisi anoxic juga dapat terjadi melalui proses yang disebut oksidasi
amonia anaerobik
NH4+ + NO2 N2 + 2 H2O